Anda di halaman 1dari 5

TEORI AKUNTANSI KEUANGAN

ARTICLE REVIEW
Agency Theory: Review of Theory and Evidence
on Problems and Perspective

Oleh :
KELOMPOK 1
Ida Ayu Nirma Prameswari (1881611026 / 01)
Ni Made Mei Anggreni (1881611037 / 12)
Putu Nirmala Chandra Devi (1881611043 / 18)
I Dewa Ayu Nyoman Stari Dewi (1881611044 / 19)

PROGRAM MAGISTER AKUNTANSI


FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS UDAYANA
2018
Judul Artikel : Agency theory: Review of Theory and Evidence on Problems and
Perspective
Penulis : Brahmadev Panda dan N. M. Leepsa
Publikasi : Indian Journal of Corporate Governance 10(1) 74–95 2017
Unit Kerja : Institute of Public Enterprise SAGE Publications

1. Ontologi
Artikel ini menjelaskan tentang ilmu teori agensi termasuk di dalamnya meninjau
aspek teoretis dan berbagai konsep dan masalah yang terkait dengan teori agensi serta
bukti-bukti empiris yang terdapat dalam teori agensi. Konflik bunga dan biaya agensi
muncul karena pemisahan kepemilikan dari kontrol, preferensi risiko yang berbeda,
informasi asimetri dan bahaya moral. Banyak literatur telah memberikan banyak solusi
seperti kontrol kepemilikan yang kuat, kepemilikan manajerial, anggota dewan
independen dan komite yang berbeda dapat berguna dalam mengendalikan konflik
keagenan dan biaya. Survei literatur dalam artikel ini akan memberikan gambaran para
praktisi dan peneliti dalam memahami, menganalisis masalah agensi dan akan membantu
dalam mengurangi masalah-masalah agensi.
Teori agensi berkisar pada masalah-masalah agensi dan solusinya. Sejarah konflik
agensi berawal ketika peradaban manusia melakukan bisnis dan berusaha untuk
memaksimalkan nilai perusahaan. Konflik keagenan adalah salah satu masalah klasik
sejak adanya evolusi perusahaan saham gabungan.
Teori keagenan mendeskripsikan hubungan antara pemegang saham sebagai
prinsipal dan manajemen sebagai agen. Manajemen merupakan pihak yang dikontrak
oleh pemegang saham untuk bekerja demi kepentingan pemegang saham.
Masalah keagenan potensial terjadi apabila bagian kepemilikan manajer atas
saham perusahaan kurang dari seratus persen. Jensen dan Meckling (1976)
mendefinisikan agency cost sebagai jumlah dari biaya yang dikeluarkan prinsipal untuk
melakukan pengawasan terhadap agen. Hampir mustahil bagi perusahaan untuk memiliki
zero agency cost dalam rangka menjamin manajer akan mengambil keputusan yang
optimal dari pandangan shareholders karena adanya perbedaan kepentingan yang besar
diantara mereka.
Konflik agensi tidak dapat diabaikan karena pada dasarnya setiap organisasi atau
perusahaan memungkinkan untuk mengalami masalah ini dalam berbagai bentuk.
Kehadiran konflik agensi telah banyak dijumpai dalam berbagai bidang ilmu seperti:
akuntansi (Ronen & Balachandran, 1995; Watts & Zimmerman, 1983) keuangan (Fama,
1980; Fama & Jensen, 1983; Jensen, 1986), ekonomi (Jensen & Meckling, 1976; Ross,
1973; Spence & Zeckhauser, 1971), ilmu politik (Hammond & Knott, 1996; Weingast &
Moran, 1983), sosiologi (Adams, 1996; Kiser & Tong, 1992), perilaku organisasi
(Kosnik & Bittenhausen, 1992) dan pemasaran (Bergen, Dutta, & Walker, 1992; Logan,
2000; Tate et al., 2010).
Sehingga dapat disimpulkan bahwa topik mengenai teori keagenan yang akan
diangkat baik mengenai masalah dan penyelesaian masalah keagenan tersebut telah
sesuai dengan fenomena yang terjadi, hal tersebut dibuktikan dengan eksistensi yang luas
dari konflik agensi dalam berbagai jenis organisasi maupun bidang ini, telah menjadikan
teori agensi sebagai teori yang paling penting dalam literatur ekonomi dan keuangan,
sehingga dibutuhkan penelitian lebih lanjut mengenai pentingnya membahas teori
keagenan berdasarkan literatur dan bukti-bukti yang ada.
Tujuan artikel ini adalah memeriksa dan menganalisis teori dan literature empiris
tentang teori agensi untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan mengenai pengertian teori
agensi, pentingnya teori agensi, masalah-masalah dan jenis-jenis masalah kegenan,
faktor-faktor yang mendorong timbulnya masalah keagenan, solusi untuk mengatasi
masalah keagenan, biaya yang timbul dalam masalah keagenan, elemen biaya keagenan
dan solusi dalam mengendalikan biaya keagenan.
Artikel ini menemukan bahwa terdapat tiga tipe masalah keagenan yaitu pertama
permasalahan keagenan yang terjadi antara prinsipal dan agen. Artikel ini juga
menemukan adanya beberapa faktor yang dapat menyebabkan permasalahan keagenan
yaitu seperti adanya pemisahan mengenai kontrol pada pemilik perusahaan, perbedaan
persepsi mengenai risiko yang dihadapi perusahaan, perbedaan durasi keikutsertaan oleh
manajer dan pemilik, perbedaan kepentingan dalam earnings yang didapatkan,
perbedaan porsi untuk pengambilan keputusan, adanya moral hazard, dan perbedaan
porsi dalam penentuan retained earnings.
Biaya yang terjadi akibat konflik keagenan dalam artikel ini yaitu monitoring
cost (biaya yang dikeluarkan untuk mengontrol kinerja dari agen), bonding cost (biaya
yang dikeluarkan akibat pemenuhan keinginan prinsipal yang dilakukan oleh agen) dan
residual loss (biaya yang dikeluarkan ketika keputusan agen tidak dapat meningkatkan
kekayaan prinsipal).
2. Epistemologi
Artikel ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi literatur, dimana
peneliti mengeksplorasi penelitian teoretis dan hasil studi empiris yang dilakukan pada
teori agensi dari berbagai perspektif dan model empirisnya. Desain pada artikel ini
menggunakan dua pendeketan. Pendekatan pertama yaitu pendekatan yang membahas
aspek teoretis konsep, definisi, keterbatasan, dan masalah yang terkait dengan teori
agensi. Pendekatan kedua berhubungan dengan penelitian empiris pada faktor-faktor
yang mengurangi biaya agensi.
Peneliti mengumpulkan literature mengenai teori agensi melalui buku maupun
jurnal-jurnal seperti JSTOR, Wiley, Scopus, Science Direct, Springer, SAGE, Taylor &
Francis, Emerald, dan lain sebagainya. Peneliti dalam studi literaturnya, melakukan
pencarian dengan menggunakan kata kunci seperti teori agensi, masalah prisipal agen,
hubungan keagenan, struktur kepemilikan, kepemilikan manajerial, struktur dewan,
mekanisme tata kelola, dan biaya agensi melalui basis data online. Dalam hal ini, peneliti
hanya memilih artikel yang berasal dari jurnal terkenal dengan tujuan untuk
meningkatkan kualitas studi literatur.
Pada artikel ini, studi literartur dimulai dari penelitian yang dilakukan oleh Berle
dan Berarti (1932) dan meliput karya-karya paling menonjol yang dilakukan dalam
empat dekadee terakhir. Artilek ini sebagian besar merujuk penelitian-penelitian yang
telah dilakukan dari Tahun 1968 hingga ke penelitian Tahun 2015 (47 tahun terakhir).

3. Aksiologi
Teori agensi merupakan suatu teori yang sangat pragmatis dan dapat
diaplikasikan. Teori ini memiliki kegunaan yang sangat luas dan menonjol dalam
berbagai bidang ilmu. Banyak penulis berpendapat bahwa konflik keagenan berlaku pada
setiap organisasi perusahaan. Oleh karena itu, banyak penulis dari berbagai negara telah
melakukan survey dan penelitian mengenai masalah keagenan dan biayanya untuk
kemudian dapat dicarikan solusi.
Banyak penulis telah menemukan bahwa pemisahan kepemilikan dari kontrol,
konflik kepentingan, keengganan risiko, asimetri informasi adalah penyebab utama
masalah agensi. Sementara ditemukan bahwa struktur kepemilikan, kepemilikan
eksekutif dan mekanisme tata kelola seperti struktur dewan dapat meminimalkan biaya
agensi.
Artikel ini telah banyak mengulas literatur luas tentang aspek-aspek kunci dari
agensi teori untuk jangka waktu 47 tahun. Melalui artikel yang diperkaya dan diulas
lebih mendalam ini, telah membimbing pembaca dalam memahami berbagai konsep dan
masalah yang terkait dengan teori agensi. Artikel ini juga memberikan kontribusi dalam
membantu menyelesaikan pertanyaan-pertanyaan seputar teori agensi seperti yang telah
disebutkan di atas.

4. Komentar/Kritisi terhadap Artikel yang di-Review


Menurut kami selaku pembaca, kebermanfaatan yang dapat dirasakan setelah
membaca artikel ini adalah pembaca jadi mengetahui lebih dalam dan memahami konsep
yang berkaitan dengan teori agensi baik itu dari segi pengertian, tujuan, masalah-masalah
yang terkait di dalamnya, faktor yang menyebabkan masalah tersebut, dan apa saja solusi
yang dapat diterapkan untuk menyelesaikan masalah mengenai teori agensi serta lain-
lainnya.
Penelitian yang menggunakan teori agensi sebagai Grand Theory terkadang tidak
menjelaskan secara detail hal-hal yang diberkaitan dengan teori agensi. Artikel ini
mengemukakan mengenai konsep dari teori agensi dan hal lain yang berkaitan, sehingga
pendekatan yang digunakan sudah sesuai yaitu pendekatan kualitatif melalui studi
literatur. Berdasarkan pendekatan tersebut, peneliti telah mengulas artikel ini dengan
membaca, merujuk, dan memahami konsep teori agensi dari berbagai sumber selama
kurang lebih empat dekade terakhir dari buku dan jurnal-jurnal populer, sehingga bagi
pembaca artikel ini sangat bermanfaat dan memiliki kualitas karena mampu mengulas
dan memberikan pemahaman yang lebih luas bagi pembaca.
Selain kebermanfaatan dari artikel ini, pembaca juga merasakan adanya
kesenjangan yang ditemukan dalam review literatur ini dan dapat ditangani mungkin oleh
peneliti selanjutnya mengenai teori keagenan. Pertama, dalam literatur review ditemukan
bahwa beberapa literatur hanya berfokus pada permaslahan antara prinsipal dan agen
saja, dan terdapat kelangkaan mengenai studi tentang masalah agensi lainnya yaitu antara
prisipal dengan prinsipal, atau prinsipal dengan kreditur. Kedua, hanya sedikit penelitian
yang menemukan faktor-faktor mengenai cara menguragi agency cost. Ketiga, penelitian
mengenai masalah antara agen dengan agen tidak dapat ditemukan. Keempat,
kebanyakan penelitian yang mengenai teori keagenan hanya terjadi pada negara yang
sudah berkembang seperti USA, UK saja. Keterbatasan penelitian ini adalah penulis
tidak dapat menggunakan seluruh populasi dari literatur teori keagenan. Selain itu, isu
yang digunakan dalam artikel ini juga kemungkinan tidak semua isu yang terkait
langsung dengan teori keagenan, mungkin peneliti selanjutnya dapat menambahkan isu
terbaru yang relevan dengan perkembangan sekarang.

Anda mungkin juga menyukai