Anda di halaman 1dari 13

Dan untuk membuat pelembut pakaian / softener yang bagus salah satunya dapat

digunakan bahan, komposisi dan tata cara pembuatan di bawah ini.

● Bahan dan komposisi untuk membuat pelembut pakaian yang bagus :

Softener flake = 50 gram

Air panas = 1 liter

Air dingin = ½ liter

Gliserin = 5 ml

Parfum = 5 ml

Alkohol = 5 ml

● Cara membuat pelembut pakaian yang bagus :

- Siapkan air sebanyak 1 liter, didihkan

- Setelah mendidih tambahkan softener flake sedikit demi sedikit sambil diaduk,
pastikan agar semua softener flake larut sempurna, tidak menggumpal dan merata

- Setelah terbentuk larutan yang rata, matikan pemanas

- Tambahkan air dingin sebanyak ½ liter, dan diamkan beberapa saat

- Dalam wadah lainnya, campurkan alcohol, gliserin dan parfum sampai rata

- Setelah rata tambahkan ke dalam campuran pertama dalam keadaan dingin

- Produk pelembut pakaian telah siap

● Keterangan :

- Bahan yang paling berperan untuk pelembut pakaian adalah softener flake.

Anda dapat “bermain” komposisi bahan ini jika ingin menghendaki. Namun yang
perlu diingat, jika komposisi softener flake terlalu tinggi, produk pelembut pakaian
yang dihasilkan akan sangat kental bahkan cenderung menggumpal.

- Gliserin berfungsi sebagai fixative atau pengikat. Anda bisa juga gunakan bahan
sejenis lainnya.
- Ketika menggunakan produk pelembut pakaian, para ibu yang pertama dan paling
diingat biasanya adalah aromanya. Karena itu sebaiknya gunakan parfum (ekstrak )
yang berkelas.

Alkohol hanya berfungsi sebagai pelarut parfum.

● Bahan-bahan untuk membuat sabun mandi cair

Asam meristat

Asam Laurat

KOH

Asam stearat

Texapon

Proppylen glikol

Gliserin

KCl

EDTA

Pewarna

Parfum Air

● Proses pembuatan sabun mandi cair

- Asam meristat, Asam laurat dan Asam stearat ditempatkan dalam satu lalu
dipanaskan sampai meleleh.

- Pada wadah lainnya KOH dilarutkan dalam air, aduk rata sampai rata

- Tambahkan larutan KOH pada wadah pertama sedikit demi sedikit sambil diaduk
sampai rata

- Ketika telah rata tambahkan Texapon, aduk rata

- Tambahkan sisa air sedikit demi sedikit, aduk rata

- Tambahkan Propylen glikol, aduk rata


- Tambahkan Gliserin, aduk rata

- Tambahkan KCl, aduk rata

- Tambahkan EDTA, aduk rata

- Tambahkan Pewarna, aduk rata

- Tambahkan Peal concentrate, aduk rata

- Tambahkan parfum, aduk rata

- Produk sabun mandi cair sudah siap, simpan dalam wadah tertutup

Bahan-bahan yang dibutuhkan dan komposisi detergen cair dalam berat

- Texapon = 100 gram

- Sodium Sulfat = 125 gram

- Oxalic Acid / citric acid = 20 gr

- Water glass = 100 gram

- Aquadest atau air suling atau air bersih = 1 liter

Cara pembuatan :

- Siapkan wadah pencampur (A) sebaiknya digunakan bahan yang tidak mudah
berkarat. Sebab beberapa bahan yang digunakan sedikit reaktif dan bisa
menimbulkan karat. Wadah yang berbahan dasar plastik bisa digunakan.

- Larutkan Sodium Sulfat dan Oxalic Acid dalam air bersih

pembuatan detergen cair

- Aduk sehingga kedua bahan larut sempurna

- Dalam wadah lain yang lebih besar (B), siapkan Texapon

- Tambahkan larutan dari wadah A ke dalam Texapon sedikit demi sedikit sambil
diaduk dengan kecepatan rendah. Pengadukan kecepatan rendah dimaksdukan
agar, pada campuran tidak terbentuk banyak busa.
cara membuat detergen cair

- Terus tambahkan larutan hingga semua bahan habis dan tercampur atau bereaksi
sempurna.

- Reaksi yang sempurna ditandai dengan terbentuknya larutan yang lebih kental.
Hentikan pengadukan

- Setelah itu baru tambahkan water glass, juga sedikit demi sedikit sambil diaduk
hingga rata.

- Detergen cair telah siap dikemas atau langsung digunakan

- Namun untuk lebih “mempercantik” penampilan biasanya ditambahkan juga


parfum dan pewarna secukupnya. Dan jika menghendaki hal ini dapat dilakukan
pada tahap akhir sebelum detergen cair ini dikemas.

produk detergen cair

Keterangan :

- Texapon merupakan bahan baku utama yang termasuk dalam golongan


surfactan.

Anda bisa menggunakan jenis surfactan yang lainnya. Namun harga Texapon relatif
lebih ekonomis. Jenis surfactant lain yang bisa dipertimbangkan adaalah surfactant
yang memiliki nama dagang Teepol.

Harga Teepol lebih murah, namun memiliki bau seperti “obat”.

- Oxalic Acid atau Asam Oksalat bisa diganti dengan Citric Acid atau Asam Sitrat.

Bahan ini berfungsi sebagai pembersih.

- Water glass atau nama lainnya adalah Sodium Silikat, disamping dapat berfungsi
sebagai pembersih juga mampu berfungsi sebagai anti redeposition agent ( bahan
yang membuat kotoran tidak menempel kembali, terutama pada bahan seperti
kain ).

Water glass berbentuk pasta atau gel, dengan pH basa.


- Parfum dan atau pewarna sebaiknya dipilih yang harganya ekonomis namun
memiliki bau dan tampilan menarik. Jumlah penggunaannya hanya beberapa tetes
saja dalam formula

- Produk detergen cair di atas bisa digunakan untuk mencuci pakaian, juga untuk
peralatan pecah belah, piring, gelas dan sejenisnya.

- Dari perbandingan beberapa produk detergent produk detergent yang berbentuk


cair selalu relatif lebih menguntungkan untuk dikembangkan. Sebab selain mudah
dibuat, tidak butuh banyak peralatan, biaya produksinya pun cukup rendah.

Hal ini berlaku juga untuk produk-produk cair lainnya, seperti softener, pemutih
dan sebagainya.

Selamat mencoba berkarya.

Untuk menambah referensi sebaiknya simak juga :

> Bahan additive detergen dan aplikasi penyusunan formulasi detergen

Lalu, bagaimana cara membuat silicon emulsi


untuk usaha cucian kendaraan ?
Sebagaimana disampaikan di atas, pada prinsipnya, silicon emulsi merupakan
campuran antara silicon oil ( murni ) dengan air. Namun karena kedua bahan ini
mempunyai sifat tidak bisa tercampur sempurna maka diperlukan sebuah
emulsifier.

Karena itu untuk membuat silicon emulsi sangatlah mudah. Ibaratnya seperti
membuat kopi susu.

● Bahan untuk membuat silicon emulsi

- Silicon oil

- ST-55

- Polysorbate

- Air
● Cara membuat Silicon emulsi

- Silicon oil ditambah dengan ST-55 sedikit demi sedikit sambil diaduk rata

- Setelah itu ditambahkan Polysorbate, dengan cara yang sama

- Terakhir tambahkan air

Keterangan :

- semua bahan berbentuk cairan

- ST-55 dan polysorbate juga berfungsi sebagai emulsifier

- Pada cara di atas, memang sengaja tidak diberikan berapa komposisinya.

Tujuannya adalah agar pengguna dapat mengotak-atik dan memformulasikan


sendiri disesuaikan besaran biaya yang dikehendaki.

- Namun sebagai patokan dasar yang apat digunakan adalah :

> silicon oil adalah yang paling berperan pada proses pengkilapan.

Semakin tinggi komposisinya semakin bagus, namun akan semakin mahal.

Namun demikian jangan pula terlalu encer ( terlalu banyak air ) sehingga hasilnya
kurang berkualitas. Prosentase air dalam formulasi yang masih bisa diterima,
setidaknya maksimal sebesar 30 %.

> ST-55 dan polysorbate berperan sebagai emulsifier, karena itu jumlahnya tidak
perlu terlalu besar, cukup sekitar 5 % dari total formula.

SABUN CAIR Nah, dari sekian banyak resep dan formulasi yang ada ( dan bisa
dibuat ), berikut salah satu Resep Sabun Cair Untuk Cuci Piring yang bisa
dikategorikan sebagai layak jual. Dan berikut formulasi resep sabun cair untuk cuci
Spiring yang jual :

- Texapon (NaC12H25SO4) = 210 gram

- Sodium Sulfate (Na2S04) = 50 gram

- Camperlan (Cocoamide Di Ethanol Amine) = 10 gram


- EDTA 2Na (C10H15N2Na2O82H2O) = 2 gram

- Foam Booster (Cocoamido Propyl Betaine) = 10 gram

- Propylenglycol (Fiksatif, pengganti Gliserin) = 2 ml

- Parfum = 5 ml, umumnya digunakan parfum lemon

- Metanol (CH4O) = 5 ml

- Pewarna. Untuk pewarna dapat dipilih sesuai selera, namun untuk sabun cuci
piring umumnya berwarna hijau

- Air bersih = 0.950 liter (0.950 kg)

- Nacl ( garam dapur )= 25 gram

Analisis bahan :

- Dalam sebuah detergen ( apapun detergennya ) yang berperan sebagai bahan


aktif umumnya adalah bahan yang berasal dari “keluarga” surfactant.

Dalam formula sabun cair cuci piring di atas, surfactant yang digunakan adalah
Texapon.

Mengapa digunakan sebanyak 210 gram ?

- Sebagai acuan dasar, pada formulasi sabun cair untuk cuci piring dan perabot
dapur , kandungan ( persen ) bahan aktifnya ( Texapon ) “harus” berkisar = 10-35%

- Sedangkan jika pada sabun cair untuk cuci pakaian, kandungan( persen ) bahan
aktifnya ( Texapon ) “harus” berkisar = 10-35%

P- Pada formula di atas kandungan bahan aktif ( Texapon ) adalah sebesar = 11, 31
%

Sebab Texapon komersial yang dijual di pasaran, kemurniannya rata-rata 70 %,


yang biasanya dituliskan dengan N70. Namun ada juga Texapon dengan kemurnian
antara 67 % - 73 %.

Dengan kemurnian rata-rata 70 % ( N70 ), maka kandungan Texapon dalam


formulasi di atas adalah :
= 210 gram x 70 %

= 147 gram

Prosentase dalam formulasi

= jumlah texapon/jumlah total

= 147 gram / 1300 gram

= 11.31 %

- Bahan-bahan lain yang ditambahkan dalam formulasi di atas pada dasarnya


adalah untuk memperbaiki sifat dan karakteristik produk sabun cair yang
dihasilkan.

Misalkan, camperlan dan garam dapur berfungsi sebagai pengental. Cocoamido


Propyl Betaine sebagai foam booster dan sebagainya.

Nah, itulah salah satu Resep atau formulasi sabun cair untuk cuci piring yang layak
jual.

Tentu saja anda dapat mengotak-atik sendiri formulasi di atas sesuai dengan
kriteria dan kualitas produk sabun cair yang diinginkan.

Dan bila ada tanggapan atau pertanyaan, tolong jangan sungkan-sungkan


berkomentar di blog ini.

Semoga bermanfaat.

Atau mungkin juga anda ingin mengetahui cara membuat sabun cuci piring yang
paling mudah :

> Resep paling sederhana untuk membuat cairan sabun pencuci piring

Dan lem putih atau lem PVAc sendiri termasuk dalam golongan thermoplastik.

Sebab lem ini dapat berubah ( ke bentuk semula ) setelah dikenakan panas.
Sesuai namanya, dalam lem putih komponen penyusun terbesarnya adalah
senyawa poly vinyl acetat. Yang dalam komposisi formulasinya “dibantu” dengan
bahan adhesivelainnya, seperti Poly vinyl alcohol ( PVA ), dextrin dan resol.

Karena kelarutan PVAc yang baik dalam air, maka lem jenis ini kurang tahan pada
air atau uap air.

Itu artinya lem putih lebih cocok digunakan sebagai lem interior.

Karena daya tahannya terhadap air yang rendah.

Itulah sebabnya lem putih atau lem PVAc ini, penggunaan terbesarnya pada
industri manufaktur kayu ( mebel ) yang digunakan di dalam ruangan.

Beberapa industri kayu lapis juga “berani” menggunakan lem putih ini untuk
perekatnya. Namun biasanya hanya dibatasi untuk kayu lapis berkualitas rendah.

Sebaiknya Lihat juga :

> Apakah bisa membuat lem kayu lapis sendiri ?

Lem putih juga digunakan pada industri cat ( tembok ) dan atau industri yang
menggunakan bahan kertas. Pada skala yang lebih kecil, para tukang bangunan
menggunakan lem putih sebagai campuran dempul tembok atau plamur.

Secara umum, Lem putih disukai oleh masyarakat karena harganya yang cukup
terjangkau dan aplikasinya yang mudah. Meskipun daya ikatnya ( bonding strength
) tidaklah terlalu kuat.

Kelemahan lain dari lem putih adalah, lem berbasis poly vinyl acetat ini juga rentan
terhadap timbulnya jamur. Itulah sebabnya pada beberapa penggunaan khusus
terkadang ditambahkan bahan anti jamur ( anti fungi ) atau disinfektan.

Dapat dilihat juga :

> Bahan dan komposisi untuk membuat disinfektan

Apabila lem putih berada pada kondisi yang agak lembab, biasanya jamur bisa
muncul. ditandai dengan adanya bercak kuning kehitaman atau kecoklatan.

Cara membuat lem putih sendiri

Bahan dan Komposisi untuk membuat lem putih


Basis berat :

Polyvynil Acetat ( PVAC ) 55 % solid = 29,1 %

Polyvynil Alkohol ( PVA ) = 3,6 %

Dextrin = 10,9 %

Resol 65 % = 25,5 %

Air = 30,9 %

Cara membuat lem putih

- Masukkan dextrin ke dalam 1/3 jumlah air, sedikit demi sedikit dan diaduk sampai
rata.

- Setelah tercampur rata, panaskan campuran tetap sambil dilakukan pengadukan


secara kontinyu sehingga suhunya mencapai 70 °C

- Karena reaksi sangat peka terhadap suhu, maka agar benar-benar dijaga suhu
rekasi pada kisaran 70 °C ini

- Setelah suhu reaksi tercapai tambahkan dengan 1/3 jumlah air lagi

- Kemudian tambahkan PVA sedikit demi sedikit secara bertahap serta terus
dilakukan pengadukan

- PVA termasuk bahan yang sukar larut dalam air, sehingga harus telaten

- Apabila larutan telah tercampur sempurna, tambahkan air sisa

- Setelah itu tambahkan Resol 65 %

Cairan pembersih lantai merupakan salah satu produk pembersih rumah tangga
yang paling sering digunakan. Bahkan hampir setiap hari, para ibu rumah tangga
menggunakan produk pembersih ini. Sehingga saat ini begitu banyak produk cairan
pembersih lantai yang beredar dan dijual di pasaran.

Jika dicermati produk-produk cairan pembersih lantai yang beredar di pasaran


umumnya terdiri dari beberapa komponen utama, yaitu :
- Biasanya berupa asam kuat ( yang sebenarnya cukup berbahaya bagi kesehatan –
terutama untuk kulit dan saluran pernafasan )

- Senyawa surfactant atau detergen atau soap

- Bahan pembersih, biasanya berupa senyawa phospat

- bahan untuk pembentuk aroma dan pewarna

Suatu cairan pembersih lantai dikatakan bagus apabila memiliki beberapa


persyaratan berikut :

- memiliki efek pembersihan yang kuat, menghilangkan semua kotoran, noda,


kerak atau lemak

- tidak bersifat korosif pada bahan ( dalam hal ini bahan lantai )

- menjadikan lantai lebih cemerlang

- tidak meninggalkan bekas atau licin

- aman bagi kesehatan

Untuk membuat formulasi cairan pembersih lantai yang memenuhi semua


persyaratan diatas memang cukup sulit.

Sebagai contoh, bila digunakan asam kuat ( sebagaimana yang digunakan


kebanyakan produk pembersih lantai di pasaran ), memang sangat bagus pada efek
penghilangan kotoran.

Namun bahan ini cukup berdampak bagi kesehatan dan korosif pada bahan lantai.

Demikian juga jika digunakan basa kuat. Bahkan juga menimbulkan efek licin.

Sedangkan bila tidak digunakan asam atau basa yang cukup kuat, efek
penghilangan kotoran biasanya juga berkurang.

Untuk mengatasi permasalahan diatas, dan tetap bisa Membuat Cairan Pembersih
Lantai Yang Bagus Dan Aman, ada beberapa alternatif bahan yang bisa digunakan.

Diantaranya adalah dengan beberapa formulasi di bawah ini :

● Bahan dan Formulasi Cairan Pembersih Lantai Yang Bagus Namun Aman
1. Bahan dan Formulasi Cairan Pembersih Lantai berbasis pine scrub soap

Potash corn oil soap = 13.0

Pine Oil = 2.0

Air = 85.0

2. Bahan dan Formulasi Cairan Pembersih Lantai dengan Trisodium Phospat

Soft Soap = 20.0

Rosin soap = 10.0

Pine Oil = 8.0

Trisodium Phospat = 3.0

Sodium Carbonat = 4.0

Air = 55.0

3. Bahan dan Formulasi Cairan Pembersih Lantai Berbasis solven

Carbon tetrachloride = 60.0

Gasoline = 40.0

Amyl Acetat = 0.5

● Cara membuat Cairan Pembersih Lantai Yang Bagus Dan Aman

- Campurkan bahan-bahan sesuai masing-masing formulasi di atas sampai rata.

Namun seandainya hanya ingin membuat Cairan Pembersih Lantai Yang standard,
bisa digunakan salah satu formulasi berikut :

4. Bahan dan Formulasi Cairan Pembersih Lantai dari Asam kuat dan basa kuat

Caustic Soda = 5 gr

HCl = 20 ml

Oxalic Acid = 20 gr
Air = 1 lt

Cara pembuatan : campur semua bahan di atas sampai rata.

Atau jika menginginkan pembersih lantai dengan kualitas yang sedikit lebih bagus
lagi bisa digunakan formula ini :

5. Bahan dan Formulasi Cairan Pembersih Lantai dengan surfactans

TSP = 3 gr

Na2HCO = 2 gr

SMS = 2 gr

Emal= 2 gr

Air = 100 ml

Parfum dan pewarna = secukupnya

Cara membuatnya : Tambahkan bahan yang berbentuk padat sedikit demi sedikit
ke dalam air sampai benar benar tercampur rata