Anda di halaman 1dari 4

Analisis Bio-Psiko-Sosial

4.3.1 Biologis
Saat ini pada pasien sudah tidak ditemukan keluhan kejang demam namun
masih lemas dan tidak seaktif saat sebelum sakit. Jika dilihat dari kurva WHO,
tinggi berbanding umur dan berat berbanding umur, keduanya memperlihatkan
bahwa penderita berada dalam batas normal untuk anak seumuran dirinya. Saat ini
penderita sudah tidak mengkonsumsi tatalaksana untuk kejang demam, karena
sudah tidak ada keluhan untuk mengatasi kejang demam tersebut.

4.3.2 Psikologis
Kedua orang tuanya memberikan perhatian yang cukup terhadap pasien
terutama masalah kesehatannya. Kedua orang tuanya secara sabar dan rutin selalu
menjaga interaksi dengan pasien, yaitu dengan menjalin komunikasi khususnya
saat waktu kosong berkumpul bersama keluarga.

4.3.3 Sosial
Aktivitas pasien akhir-akhir ini sangat dipengaruhi oleh penyakit yang
dideritanya. Sebelum sakit, pasien merupakan seorang anak yang aktif, namun
sekarang terlihat lemas dan sering menangis. Kebiasaan yang dilakukan pasien
adalah sering diberikan makanan yang kurang diperhatikan higienitasnya sehingga
pasien mengalami faringitis akut. Selain itu, tangan pasien juga sering menyentuh
permukaan-permukaan yang tidak bersih karena pasien merupakan seorang anak
yang cukup aktif.

4.3.4 Lingkungan rumah


Pasien tinggal di sebuah kos-kosan yang dihuni oleh 4 orang anggota
keluarga, yakni ayah, ibu, kakak laki-laki pasien dan pasien. Pasien, kakak laki-
laki dan orang tuanya tidur sekamar yang berukuran 4x3 meter, dengan dinding
semen bercat warna putih dan lantai dari keramik. Tidak ada ventilasi yang cukup
di kamar sehingga mendapatkan sinar matahari yang cukup sampai kamar tidur,
pintu kamar tidur sering tertutup dikarenakan keluarga pasien sering
menggunakan AC. Kamar kos ini hanya memiliki satu kamar tidur dan satu kamar
mandi yang pemakaiannya secara bersama-sama. Kondisi kamar mandi terkesan
cukup bersih. Sumber air didapatkan dari air pompa sumur dengan warna jernih
dan tidak berbau. Lingkungan rumah keluarga tidak tertata rapi karena ibu pasien
jarang mengurus rumah dan lebih fokus mengurus pasien dan anaknya yang
pertama.

4.4 Problem List


4.4.1 Kejang demam yang dialami kemungkinan berasal dari faringitis akut yang
dialami pasien.

4.4.2 Ibu seringkali kurang memperhatikan makanan yang diberikan kepada


pasien, baik dari bahan makanan dan juga higienitasnya.

4.5 KIE
4.5.1 Asuh
1. Memberikan penjelasan pada orang tua pasien untuk selalu menjaga
kesehatan dan juga higienitas makanan pasien dengan selalu berusaha
membersihkan dan juga memperhatikan asupan yang diberikan kepada
pasien.
2. Menyarankan pada keluarga untuk rutin kontrol ke poliklinik baik
untuk mencegah dan/atau terjadinya kejang demam berulang.
4.3.4
2
5

3. Memberikan penjelasan pada orang tua pasien untuk menjaga


kebersihan diri dan lingkungan agar tidak menimbulkan keluhan
diare
kembali.
4.5.2 Asah
Memberikan informasi kepada orang tua untuk mengajak pasien bermain
dan berinteraksi dengan lingkungan sekitar.
4.5.3 Asih
Memberikan penjelasan tentang pentingnya hubungan erat antara
penderita dengan orang tua pada masa pertumbuhan dan perkembangan,
diantaranya dengan dukungan pangan, sandang, papan, dan perawatan
kesehatan yang layak serta menjalin komunikasi.