Anda di halaman 1dari 4

Job Kompetensi dan Lingkungan Kerja: efek pada Kepuasan Kerja dan

Prestasi Kerja antara UKM Pekerja

Pembahasan : Usaha kecil dan menengah (UKM) adalah kelompok usaha yang
bisa bertahan ketika krisis ekonomi melanda negara-negara berkembang seperti
Indonesia. Ada begitu banyak tantangan yang dihadapi oleh UKM dalam rangka
meningkatkan produknya baik secara kualitas maupun kuantitas. Tantangan yang mucul
dalam perkerbangan UKM adalah tentang sumberdaya manusia . Di provinsi Bali,
jumlah UKM di 2013 di Denpasar telah berkembang dengan cepat , unit usaha yang
terdiri dari UKM di berbagai bisnis. Bahkan dengan pertumbuhan luar biasa dalam
jumlah UKM di Denpasar Bali khususnya produk spa, ketua Spa Produk Manufacturers
Association (APPROSPA) Denpasar Bali juga mengakui meningkatnya jumlah
wisatawan yang berkunjung ke Bali, yang menyebabkan ini meningkat peluang bagi
pengusaha, terutama produsen produk spa. Namun meningkatkan jumlah produsen
produk spa belum didukung oleh peningkatan kualitas, produktivitas dan diversifikasi
produk sebagai sumber dibatasi manusia.

Untuk mencapai pertumbuhan dan profitabilitas target dalam perekonomian saat


ini, organisasi perlu untuk mendorong peningkatan kinerja mereka. Kepuasan kerja dan
kinerja adalah dua hal yang sering mendapatkan lebih banyak perhatian dalam berbagai
penelitian di berbagai negara termasuk di Indonesia. Mangkunegara menyatakan bahwa
kompetensi sumber daya manusia yang berhubungan dengan pengetahuan, keterampilan
dan karakteristik pribadi yang secara langsung mempengaruhi kinerja. Kompetensi
dapat berkorelasi dengan kinerja kerja, dan kemampuan agar meningkatkan melalui
pelatihan dan pengembangan.

Menurut Abraham et al (2001) menyarankan untuk organisasi yang ingin sebuah


organisasi kinerja tinggi harus didorong untuk mengenali kompetensi individu yang
sangat penting bagi keberhasilan penilaian kinerja karyawan dan harus memastikan
bahwa kompetensi yang sama telah dimasukkan ke dalam proses penilaian kinerja.
Penelitian sebelumnya yang berkaitan dengan bagaimana kompetensi yang
mempengaruhi kinerja karyawan yang dilakukan oleh Abraham, di mana kesimpulan

1 | Perilaku Keorganisasian
penelitiannya menyatakan bahwa untuk organisasi menginginkan organisasi kinerja
tinggi harus didorong untuk mengenali kompetensi manajerial antara karyawan.
kompetensi jabatan telah penting untuk keberhasilan kinerja karyawan dan organisasi
harus memastikan bahwa yang telah dimasukkan ke dalam proses penilaian kinerja.
Dalam rangka untuk memahami sifat hubungan antara kompetensi dengan variabel
organisasi telah mendesak kebutuhan untuk merefleksikan hasil dari mekanisme sikap
seperti kepuasan kerja.

 Hubungan Kerja Kompetensi dan Lingkungan Kerja terhadap Kepuasan


Kerja

Kompetensi kerja adalah kemampuan untuk melaksanakan atau melakukan tugas


yang didasarkan pada keterampilan dan pengetahuan, juga didukung oleh sikap kerja
yang dituntut. Dan dapat juga didefinisikan sebagai kemampuan yang merupakan satu
set yang terkait, tetapi berbeda dari perilaku yang diselenggarakan di sekitar konstruksi
yang mendasarinya yaitu kompentensi jabatan. Kompetensi jabatan merupakan sumber
penting dari kinerja, dan juga penting untuk menguji kompetensi individu karena
mereka berhubungan langsung dengan aspek tertentu dari sikap. Menurut beberapa
penulis di antaranya studi terdiri karyawan sebagai hasilnya responden menunjukkan
bahwa kompetensi berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja. Dan menurut
beberapa ahli menyatakan bahwa kondisi lingkungan kerja yang baik fisik atau situasi
pekerjaan lebih menyenangkan selama jam kerja akan meningkatkan semangat kerja
karyawan dalam bekerja, sehingga dapat diakui lingkungan kerja yang baik akan
mempengaruhi kepuasan karyawan.

 Hubungan Kompentensi Kerja, Lingkungan Kerja dan Kepuasan Kerja


terhadap Kinerja Kerja

Kompetensi kerja merupakan masalah dalam hal yang berkaitan perilaku yang
berbeda yang dianggap sebagai manifestasi alternatif. Spencer dan Spencer menyatakan
bahwa pekerjaan kompetensi sebagai karakteristik yang mendasari individu yang kausal
berkaitan dengan referensi kritera kinerja yang efektif dan atau unggul dalam pekerjaan
dan kompetensi yang dibutuhkan untuk melakukan peran spesifik untuk prestasi kerja.

2 | Perilaku Keorganisasian
Lingkungan kerja memiliki pengaruh pada kinerja karyawan dan jalannya
operasi perusahaan, dan dengan demikian baik secara langsung maupun tidak langsung
mempengaruhi tingkat produktivitas perusahaan. Sebuah lingkungan kerja yang baik
tentu akan dapat meningkatkan produktivitas karyawan dan lingkungan kerja yang
sebaliknya yang tidak produktif akan mengakibatkan menurunnya produktivitas
karyawan. Faktor dari lingkungan kerja dapat dirancang untuk meningkatkan standar
kinerja, sehingga mempengaruhi produktivitas di tempat kerja. Kepuasan kerja
dirasakan oleh karyawan memberikan beberapa dampak salah satunya adalah
peningkatan sisi produktivitas, di mana produktivitas yang tinggi menyebabkan
peningkatan dari kepuasan kerja karyawan.

Secara singkatnya lingkungan kerja dan kompentensi kerja akan mempengaruhi


satu sama lainnya dalam kepuasan kerja dan kinerja kerja dan kepuasan kerja juga
mempengaruhi kinerja pekerjaan tersebut. Seperti keragka berikut ini :

Lingkungan
Kerja
Kepuasan Kinerja
Kerja Pekerjaan
Kompetensi
Kerja

Dari kerangka di atas jika variabel satu sama lainya berjalan dengan baik maka
yang di hasilkan kinerja yang baik. Jika salah satu variabel berjalan dengan tidak baik
maka hubungan antara variabel satu dengan yang lainya menjadi terganggu dan
menghasilkan kinerja yang tidak baik.

3 | Perilaku Keorganisasian
Kesimpulan dan Saran

A. Kesimpulan :
1. Bahwa hubungan kerja kompetensi dan lingkungan kerja terhadap kepuasan kerja
. Kompetensi kerja berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja bagi Sumber
Daya Manusia (SDM) khususnya para pekerja. Dan menurut beberapa ahli
menyatakan bahwa kondisi lingkungan kerja yang baik fisik atau situasi pekerjaan
lebih menyenangkan selama jam kerja akan meningkatkan semangat kerja
karyawan dalam bekerja.
2. Bahwa hubungan kompentensi kerja, lingkungan kerja dan kepuasan kerja
terhadap kinerja kerja. Kompetensi kerja dan lingkungan kerja memiliki dampak
yang signifikan terhadap peningkatan kepuasan kerja bagi Sumber Daya Manusia
(SDM) khususnya para pekerja , dan dengan pengaruh kompetensi kerja dan
lingkungan kerja yang baik terhadap kepuasan kerja akan memiliki dampak yang
besar dalam meningkatkan prestasi kerja. Dengan meningkatkan prestasi kerja
dari para pekerja akan meningkatkan produktivitasnya atau kinerja kerja yang
baik secara kualitas maupun kuantitas.

B. Saran :

Saran saya untuk Usaha kecil dan Menengah (UKM) di Denpasar jika pekerja
UKM di Denpasar memiliki dan menerapkan kompetensi kerja dan lingkungan kerja yang
baik akan mendorong tingkat kepuasan dan juga memiliki dampak penting dalam meningkatkan
kinerja dan prestasi UKM pekerja di Denpasar. Dengan hal ini untuk UKM di Bali khusunya di
Denpasar dapat mengatasi tantangan yang mucul dalam perkerbangan UKM di Denpasar
yaitu tentang Sumber Daya Manusia (SDM) yang kurang dalam kualitas dan
kuantitasnya. Dengan menerapkan kompetensi kerja dan lingkungan kerja yang baik akan
membawa Sumber Daya Manusia (SDM) di Denpasar menjadi lebih baik kedepannya.

4 | Perilaku Keorganisasian