Anda di halaman 1dari 6

Laboratorium Fisika FKIP UNLAM Banjarmasin 1

PENYEARAH GELOMBANG PENUH


(E-7)
Wahyu Aji Pratama, Fitriani Setiasih, Ichwan Rismayandie, Nanik Lestari, Siva soraya, Syara Suciati, Viky
Fatmawati, asisten praktikum Mukhlis
Jurusan Fisika, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Lambung Mangkurat
Jl. Brigjend H. Hasan Basry, Banjarmasin 70123
e-mail: info@unlam.ac.id

menggunakan filter dan menentukan faktor riak dari


Abstrak—Tujuan untuk mengetahui kegunaan dioda penyearahan gelombang penuh menggunakan filter.
sebagai penyearah, membuat rangkaian penyearah
gelombang penuh dengan menggunakan filter dan I. KAJIAN TEORI
menentukan faktor riak dari penyearahan gelombang
penuh menggunakan filter.. Dilakukan 4 percobaan Dioda berasal dari kata DI= Dua dan Odaa = Katoda
yaitu tanpa filter,filter C, filter RC dan filter CRC. atau dua elektroda, dimana elektroda-elektrodanya tsb
Tegangan output percobaan pada osiloskop berturut- berfungsi sebagai penyearah arus. Dioda terbentuk dari
turut {(𝟖, 𝟎 ± 𝟎, 𝟓)V, (𝟎, 𝟑𝟐 ± 𝟎, 𝟎𝟐)𝐕, (𝟎, 𝟎𝟎 ± 𝟎, 𝟎𝟐)𝐕 bahan semikonduktor tipe P dan tipe N yang
& (𝟎, 𝟎𝟎 ± 𝟎, 𝟎𝟐)𝐕}. Osiloskop { (𝟗, 𝟔 ± 𝟎, 𝟐)𝐕, (𝟎, 𝟓𝟎 ± digabungkan. Dengan demikian dioda sering disebut
𝟎, 𝟎𝟓)𝐕 &(𝟎, 𝟎𝟒 ± 𝟎, 𝟎𝟏)𝐕, (𝟎, 𝟎𝟐 ± 𝟎, 𝟎𝟏)𝐕 }. Dengan PN Junction. Dioda dilambangkan seperti anak panah
𝑽′
memasukkan ke pesamaan 𝐫 = 𝐕 𝒓 , didapat faktor riak yang arahnya dari sisi P ke N.
𝐝𝐜
osiloskop{(𝟏, 𝟐 ± 𝟎, 𝟐),(𝟏, 𝟖 ± 𝟎, 𝟐)10-2, (𝟎 ± 𝟎) &(𝟎 ±
𝟎)}. Khusus tanpa filter, Vout dan r pada multimeter
berturut-turut {((𝟒, 𝟔𝟎 ± 𝟎, 𝟎𝟏) V ;((𝟑, 𝟕𝟐𝟓 ± 𝟎, 𝟐).10-1}
Percobaan memiliki KR baik dan memiliki nilai r yang Gambar 1. Simbol dioda [1]
kecil pada masing-masing percobaan.
Dioda penyearah terbagi menjadi 2, yaitu
Kata Kunci—dioda,penyearah,filter,faktor riak. penyearah setengah gelombang dan ppenyearah
gelombang penuh.
1. Penyearah setengah gelombang.
PENDAHULUAN
Bentuk gelombang penyearah ini sebagai berikut :
Pembahasan mengenai dioda adalah
pembahasan yang menarik. Seperti yang kita ketahui
sebelumnya bahwa dioda adalah suatu komponen
elektronika yang memiliki fungsi untuk menyearahkan
gelombang AC menajadi DC. Penyearahan dengan
dioda dilakukan dengan membaca satu isyarat sehingga Gambar 2. Penyearah setengah gelombang
terbaca arus yang searah saja. Dioda penyearah terbagi
menjadi 2, yaitu penyerah setengah gelombang dan Tegangan setengah gelombang menghasilkan
penyerarah gelombang penuh. Penyearah setengah arus beban satu arah, artinya arus mengalir hanya pada
gelombang menggunakan 1 dioda dan gelombang satu arah, positif atau negatif. Tegangan setengah
penuh menggunakan 2 dioda searah. Pada praktiku m gelombang tersebut adalah tegangan DC yang bergerak
kali ini kita akan membahas mengenai penyearah naik sampai nilai max dan turun sampai nol dan tetap
gelombang penuh. nol selama siklus setengah negatif.
Adapun rumusan masalah sebagai berikut: 2. Penyearah gelombang penuh
-Bagaimanakah kegunaan dioda sebagai penyearah ? Bentuk gelombang penyearah ini sebagai berikut :
-Bagaimanakah cara menentukan faktor riak dari
penyearah gelombang penuh dengan menggunakan
filter?
-Bagaimanakah hubungan antara faktor riak osiloskop
dan multieter pada rangkaian dioda tanpa
menggunakan filter?
Adapun tujuan praktikum yaitu untuk mengetahui
kegunaan dioda sebagai penyearah, membuat Gambar 3. Penyearah gelombang penuh
rangkaian penyearah gelombang penuh dengan
Laboratorium Fisika FKIP UNLAM Banjarmasin 2

Untuk faktor riak gelombang penuh secara umu m


dinyatakan sebagai penjumlaahan antara riak bagian
positif dan riak bagian negatiff. Jadi untuk gelombang
penuh, baik riak positif dan riak negatif semua
diloloskan. [1]

Penyearah gelombang dengan 2 diode menggunakan


tranformator dengan CT (Center Tap). Rangkaian
penyearah gelombang penuh dengan 2 diode dapat
dilihat pada gambar berikut :

Gambar 5. Bentuk gelombang dari (a) sinyal masuk,


(b) arus dalam tabung 731, (c) arus dalam tabung T2,
dan (d) arus beban. [2]
Penyearah dengan tapis

Agar tegangan dc yang dihasilkan


penyearah arus bolak-balik dapat lebih rata, digunakan
tapis lolos rendah dengan menggunakan kapasitor
seperti pada gambar

Gambar 4. Rangkaian dioda


Prinsip kerja rangkaian penyearah gelombang penuh
dengan 2 dioda ini dapat bekerja karena menggunakan
transformator dengan CT. Transformator dengan CT
seperti pada gambar diatas dapat memberikan output
Menjadi :
tegangan AC pada kedua terminal output sekunder
terhadap terminal CT dengan level tegangan yang
berbeda fasa 180°. Pada saat terminal output
transformator pada D1 memberikan sinyal puncak
positif maka terminal output pada D2 memberikan
sinyal puncak negatif, pada kondisi ini D1 pada posisi
forward dan D2 pada posisi reverse. Sehingga sisi
puncak positif dilewatkan melalui D1. Kemnudian Gambar 6 Penyearah bertapis.
pada saat terminal output transformator pada D1
memberikan sinyal puncak negatif maka terminal
output pada D2 memberikan sinyal puncak positif, Dengan adanya C, tegangan keluaran tak
pada kondisi ini D1 posisi reverse dan D2 pada posisi segera turun walaupun tegangan masukan sudah turun.
forward. [5] Hal ini disebabkan karena kapasitor memerlukan
Pada setiap saat dalarn setengah siklus waktu (T RC)untuk mengosongkan muatannya.
tegangan masuk, kalau anoda tabung Tl mempunyai Sebelum tegangan pada kapasitor turun banyak,
potensial positif dibandingkan dengan titik-tengah 0, tegangan pada kapasitor keburu naik lagi. Tegangan
anoda dari tabung D2 mempunyai potensial negatif berubah yang
yang sama besarnya dengan acuan ke titik yang sama. terjadi disebut tegangan riak, dengan nilai puncak-ke-
Akibatnya tabung Dl menghantar dan D2 tetap mati puncak dinyatakan sebagai Vrpp, Kualitas rangkaian
selama waktu setengah siklus ini. Dalam setengah tapis dinyatakan oleh nisbah riak puncak-ke-puncak
siklus catu masukan selanjutnya, keadaannya terbalik, (peak-to-puk ripple ratio-pprr).
anoda Dl menjadi negatif dan anoda D2 menjadi positif.
Sekarang tabung T2 hidup dan tabung Tl tidak 𝑡𝑒𝑔𝑎𝑛𝑔𝑎𝑛 𝑉𝑟𝑝𝑝 [3]
Jadi 𝑝𝑝𝑟𝑟 =
menghantar. Arus ia 1 dan ia2 yang dilakukan berturut- 𝑡𝑒𝑔𝑎𝑛𝑔𝑎𝑛 𝑑𝑐 𝑟𝑎𝑡𝑎−𝑟𝑎𝑡𝑎
turut oleh Dl dan D2 ditunjukkan dalam Gamb ar
3.13(b) dan (c). Arus beban iL merupakan jumlah dua
arus dan ditunjukkan dalam Gambar 3.13(d).
Laboratorium Fisika FKIP UNLAM Banjarmasin 3

Alat penapis yang dimaksud terdiri dari komponen-


komponen filter-C, filter-RC, filter-CRC. Ketiga filter
itu berfungsi sebagai penghalus riak gelombang Gambar 8 penyearah gelombang penuh dengan filter -
penyearah. RC

1. Filter-C 3. Filter-CRC
Bentuk rangkaian penyearah gelombang penuh Sedangkan bentuk rangkaian penyearah gelombang
dengan mengunakan filter-C adalah ditunjukkan pada penuh dengan menggunakan filter-CRC diperlihatkan
gambar di bawah ini : pada gambar di bawah ini :

Vi
PLN
CT RL Vo Vi
R
PLN CT Vo
RL
C C
Gambar 7. penyearah gelombang penuh dengan filter -
C Gambar 9 penyearah gelombang penuh dengan filter -
Tampak pada gambar di atas, faktor riak dari grafik RC [4]

setengah gelombang yang diberi filter-C dipasang


paralel dengan hambatan beban. Proses penghalusan IV. METODE PERCOBAAN
riak untuk penyearah gelombangpenuh adlah
Alat dan Bahan
dijelaskan melalui gambar gelombang di bawah ini :
Vo Alat dan bahan yang dipergunakan antara lain 2
komponen dioda dan 2 resistor serta 2 kapasitor.
Vrpp
Kemudian 1 buah transformator step down, 1 buah
osiloskop dan 1 buah multimeter serta papan rangkaian
dan 10 kabel penghubung.
Rumusan hipotesis yang dapat diambil pada
Gambar bentuk gelombang penyearah gelombang percobaan ini adalah sebagai berikut:
penuh dengan menggunakan filter-C “Semakin banyak filter yang digunakan maka faktor
riak akan semakin kecil.”
Sementara, faktor riak penyearah setengah
gelombang dengan menggunakan filter-C adalah Identifikasi dan Definisi overasional Variabel.

dinyatakan dengan perbandingan antara Vr dengan Vdc Pada percobaan ini, dengan mengidentifikas i
variabel manipulasinya adalah filter; variabel kontrol
yaitu :
yaitu jenis dioda, resistor dan kapasitor, serta frekuensi
V 'r aliran listrik AC; dan variabel responnya adalah
r  tegangan output (Vout ).
Vdc Selama percobaan, dengan memanipulasi filter
Vr sebanyak 4 percobaan, yaitu tanpa filter, filter C, filter
Dimana V ' r  RC dan filter CRC. Selama percobaan ditetapkan 2
1,42
jenis dioda yang digunakan dengan disusun searah,
2. Filter-RC kapasitor yang digunakan sebesar 2,2.10-3 F dan 10-4 F,
Selanjutnya untuk penyearah gelombang penuh R=820 Ω, RL =220 Ω serta frekuensi PLN sebesar 50
Hz. Adapun pada responnya yaitu mengukur besarnya
dengan menggunakan filter-RC diperlihatkan pada
nilai tegangan output yang terbaca pada osiloskop dan
gambar di bawah ini : multimeter.
Adapun langkah-langkah dalam percobaan ini yaitu
sebagai berikut.
Vi R
PLN CT RL Vo
C
Laboratorium Fisika FKIP UNLAM Banjarmasin 4

I. Tanpa Filter (sederhana) 1. Buatlah rangkaian seperti gambar berikut ini


1.Buatlah rangkaian seperti pada gambar berikut :
Vi
ini : R
PLN CT Vo
RL
C

Vi
PLN CT Vo
RL
2. Lakukan kegiatan ini, sesuai instruksi bagian
II
2.Setelah anda yakin bahwa rangkaian anda IV. Filter-CRC
benar, maka tentukan tegangan input (Vmaks ) dengan 1. Buatlah rangkaian seperti gambar berikut ini :
menggunakan osiloskop dan gambarkan juga bentuk
Vi
gelombangnya . R
PLN CT Vo
RL
3.Ukur pula tegangan riak (Vmaks ) untuk tegangan C C
output dan gambarkan bentuk gelombangnya.
4.Setelah itu, ukur Vrms (tegangan input) dan VDC 2. Lakukan kegiatan ini, sesuai instruksi bagian
(tegangan output) dengan multimeter II
5.Catat hasil pengamatan pada lembar
pengamatan TABEL PENGAMATAN
II. Filter C No Bentuk gelombang Bentuk gelombang
1.Buatlah rangkaian seperti gambar berikut ini : input output
1 Tanpa Filter
Vi (sederhana)
PLN CT Vo
RL Vr =
Vdc =
r =
2.Tentukan nilai masing-masing komponen yang 2 Filter-C
anda gunakan dan frekuensi PLN.
3.Ukur pula tegangan riak (Vmaks ) untuk tegangan Vr =
output dan gambarkan bentuk gelombangnya Vdc =
r =
4.Dari gambar tampilan osiloskop untuk 3 Filter-RC
keluaran. Tentukan Vr dan Vdc
5.Catat hasil pengamatan anda pada lembar Vr =
pengamatan Vdc =
r =
4 Filter-CRC

Vr =
Vdc =
r =

III. Filter-RC TEKNIK ANALISIS


Laboratorium Fisika FKIP UNLAM Banjarmasin 5

OSILOSKOP MULTIMETER
Vr = Vout Vin = ... ?
Vin = ... ? Vout = ... ?
Vrms = 0,707 (Vin ) Vrms = 0,707 (Vin )
VDC= Vrms – Vr Vr’ = Vr/1,42 R = Vr’ /VDC
Vr’ = Vr/1,42
R = Vr’ /VDC
∆𝑉𝑟′ ∆𝑉𝐷𝐶
∆𝑟 = {[ + ]}
𝑉𝑟′ 𝑉𝐷𝐶

PEMBAHASAN
Gelombang tanpa filter.
Pada praktikum kali ini bertujuan untuk mengetahui
kegunaan dioda sebagai penyearah, membuat Pada percobaan kedua, dengan memasang 2 dioda
rangkaian penyearah gelombang penuh dengan dalam rangkaian dan menggunakan filter C, didapat
menggunakan filter dan menentukan faktor riak dari Vout yang terbaca pada osiloskop sebesar (0,32 ±
penyearahan gelombang penuh menggunakan filter. 0,32)Volt. Adapun dengan memasukkan ke dalam
Kami melakukan percobaan 4 kali, yaitu dengan persamaan r = Vr’ /VDC . didapatkan nilai dari faktor riak
memanipulasi filter antara lain : tanpa filter, filter C, yang terbaca pada osiloskop sebesar (1,8 ± 0,2).10-2
filter RC, dan filter CRC. Adapun variabel kontrol dengan KR sebesar 12,96 % dan derajat kepercayaan
anara lain frekuensi sebesar 50 Hz, RL = 220 Ω, C1 = (DK) sebesar 87,1%.
2,2.10-3 F dan C2 = 1.10-4 F. Adapun R sebesar 820 Ω.
Adapun bentuk gelombang dapat dilihat di bawah ini.
Pada saat belum di rangkai dengan dioda, bentuk
gelommbang yang terbaca pada osiloskop adalah
tegangan AC. Seperti gambar berikut.

Gambar gelombang menggunakan filter C

Pada saat ini, nilai Vin adalah sebesar (18,0 ± Terlihat bahwa bentuk gelombang tidak menjad i
0,5)Volt. bulat perut karena adanya kapaitor didalamnya.

Pada percobaan pertama, dengan memasang 2 dioda Pada percobaan ketiga, dengan memasang 2 dioda
dalam rangkaian dan tanpa menggunakan filter, dalam rangkaian dan menggunakan filter RC, didapat
didapat Vout yang terbaca pada osiloskop sebesar Vout yang terbaca pada osiloskop sebesar (0,00 ±
(8,0 ± 0,5)Volt. Adapun Vout yang terbaca pada 0,02)Volt. Adapun dengan memasukkan ke dalam
multimeter sebesar (12,30 ± 0,01)Volt Adapun persamaan r = Vr’ /VDC . didapatkan nilai dari faktor riak
dengan memasukkan ke dalam persamaan r = Vr’ /VDC . yang terbaca pada osiloskop sebesar (0,0 ± 0,0)
didapatkan nilai dari faktor riak yang terbaca pada dengan KR sebesar 0 % dan derajat kepercayaan (DK)
osiloskop sebesar (1,2 ± 0,2) dengan KR sebesar sebesar 100%.
19,454 % dan derajat kepercayaan (DK) sebesar Adapun bentuk gelombang dapat dilihat di bawah ini.
80,545%. Dengan persamaan yang sama dengan
menggunakan multimeter didapatkan nilai dari faktor
riak yang terbaca pada multimeter sebesar (3,725 ±
0,016).10-1 dengan KR sebesar 0,4236 % dan derajat
kepercayaan (DK) sebesar 99,5763%.
Dari hasil tersebut, terlihat ketidaktepatan nilai
antara Vout yang terbaca pada osiloskop dan pada
multimeter. Ketidaktepatan ini dikarenakan
ketidaktelitian praktikan dalam mengkalibras i
khususnya kalibrasi multimeter.
Adapun bentuk gelombangnya sebagai berikut.
Gambar gelombang filter RC
Laboratorium Fisika FKIP UNLAM Banjarmasin 6

Dari gambar telihat faktor riak= 0, dan hal inilah Cara menentukan faktor riak pada penyearah
yang disebut sebagai tegangan DC yang ideal. Karena gelombang penuh yaitu dengan memasukkan ke dalam
sejatinya tegangan DC itu tidak hanya searah, tapi persamaan r = Vr’ /VDC. Di dapat faktor riak masing-
nilai tegangan yang dihasilkannya konstan sehingga masing percobaan berturut-turut (1,2 ± 0,2); (1,8 ±
arus yang mengalir juga konstan. 0,2).10-2 ; (0 ± 0) dan (0 ± 0)
Adapun nilai faktor riak tanpa menggunakan filter
Pada percobaan keempat, dengan memasang 2 dioda dihitung menggunakan nilai variabel yang terbaca pada
dalam rangkaian dan menggunakan filter CRC, didapat osiloskop dan multimeter berbeda. Hal ini dikarenakan
Vout yang terbaca pada osiloskop sebesar (0,02 ± ketidaktelitian praktikan dalam mengkalibras i
0,32)Volt. Adapun dengan memasukkan ke dalam
terutama mengkalibrasi multimeter.
persamaan r = Vr’ /VDC . didapatkan nilai dari faktor riak
yang terbaca pada osiloskop sebesar (0,0 ± 0,0)
UCAPAN TERIMA KASIH
dengan KR sebesar 0 % dan derajat kepercayaan (DK)
Penulis mengucapkan rasa syukur kepada Allah
sebesar 100%.
SWT karena berkat rahmatNya penulis dapat
Adapun bentuk gelombang dapat dilihat di bawah ini.
menyelesaikan laporan ini dengan lancar. Penulis juga
mengucapkan terimakasih kepada Ibu Misbah, M.Pd
selaku dosen pembimbing. Penulis juga mengucapkan
terimakasih kepada Mukhlis selaku asisten praktiku m
selama pengambilan data dan pembimbingan
pembuatan laporan. Serta tidak lupa ucapan
terimakasih ditujukan kepada kedua orang tua yang
selalu mendukung dan mendoakan. Terakhir untuk
teman-teman di kelompok yang telah membantu
banyak hal dalam menyelesaikan laporan ini.

Gambar gelombang filter RC DAFTAR PUSTAKA


[1] Misbah. 2015. Handout Elektronika daasar.
Sama seperti percobaan 3 denga filter RC, dari
Banjarmasin : Unlam.
gambar telihat faktor riak= 0, dan hal inilah yang
disebut sebagai tegangan DC yang ideal pula. Karena [2] Sutanto (ed). 1989. Dasar Elektronika. Jakarta: UI
Press.
sejatinya tegangan DC itu tidak hanya searah, tapi
[3] Sutrisno. 1986. Elektronika teori &
nilai tegangan yang dihasilkannya konstan sehingga
arus yang mengalir juga konstan. penerapannya. Bandung: ITB.
[4] Tim Dosen Elektronika Dasar.2015.Penuntun
Jadi, bentuk arus DC yang ideal dengan tegangan
praktikum elektronika dasar 1.Banjarmasin :
konstan didapat dari filter RC dan CRC. Tentunya
inilah tujuan penggunaan dioda di dalam rangkaian, Unlam
[5] “Konsep dasar penyearah gelombang”. Diakses 18
yaitu untuk menyearahkan tegangan yang awalnya
Oktober 2015. http://elektronika-
AC menjadi DC dan memperoleh faktor riak sekecil-
kecilnya agar didapatkan V yang dihasilkan konstan dasar.web.id/konsep-dasar-penyearah-
gelombang-rectifier/.
dengan menambahkan filter di dalamnya.

SIMPULAN
Dari percobaan, saya menyimpulkan bahwa dioda
dapat membuat arus dan tegangan yang pada awalnya
bolak-balik/Alternatif current menjadi arus searah
/Direct current. Dengan penambahan dioda menjadi 2
dioda yang dipasangkan searah maka gelombang akan
membentuk isyarat positif baik ketika isyarat positif
ataupun ketika isyarat masukan negatif. Hal ini
menyebabkan tidak ada tegangan yang bernilai 0 ketika
isyarat negatif yang terjadi pada dioda. Faktor riak
dapat diperhalus dengan memasang filter. Semakin
banyak filter yang digunakan semakin halus juga faktor
riaknya dan menjadi tegangan DC yang konstan
nilainya. Adapun nilai faktor riak secara teoritis dan
percobaan sangat berbeda. Hal inilah yang merupakan
kekurangan dari praktikum kali ini, hal ini disebabkan
karena ketidaktelitian praktikan.