Anda di halaman 1dari 15

BAB I

PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG

Kata gipsum berasal dari kata kerja dalam bahasa Yunani yang artinya memasak.Disebut
memasak karena di daerah Montmartre, Paris, pada beberapa abad yang lalu orang-
orangnya membakar gipsum untuk berbagai keperluan, dan material tersebut kemudian
disebat dengan plester dari Paris.Orang-orang di daerah ini juga menggunakan gipsum
sebagai krim untuk kaki, sampo, dan sebagai produk perawatan rambut lainnya.Karena
gipsum merupakan mineral yang tidak larut dalam air dalam waktu yang lama, sehingga
gipsum jarang ditemui dalam bentuk butiran atau pasir. Namun di White Sands National
Monument, di negara bagian New Mexico, Amerika Serikat, terdapat 710 km² pasir gipsum
putih yang cukup sebagai bahan baku untuk industri drywall selama 1000 tahun.
Gipsum adalah salah satu bahan galian
industri yang mempunyai kegunaan cukup
penting di sektor industri, konstruksi
maupun bidang kedokteran, baik sebagai
bahan baku utama maupun bahan baku
tambahan. Gipsum merupakan endapan

Gipsum dari New South Wales, Australia yang sebagian besar terbentuk dari air laut
dan hanya sebagian kecil berasal dari
endapan danau yang mengandung air garam.Gipsum juga dapat terjadi sebagai hasil
kegiatan vulkanik tempat gas H2S dari fumarol bereaksi dengan kapur dan hasil pelapukan
batuan-batuan.

1
1.2 RUMUSAN MASALAH

1 . Bagaimana Ganesa Bahan galian Gypsum ?


2 . Bagaimana Persebaran Gypsum di Indonesia ?
3 .Bagaimana cara Eksplorasi dan Eksploitasi Gypsum ?
4 . Bagaimana cara pengolahan Gypsum ?
5 . Apa saja Manfaat Gypsum ?
6 . Bagaimana Dampak Lingkungan dan Prospek dari hasil Penambangan Gypsum ?

1.3 TUJUAN
1 . Untuk Mengetahui Ganesa Bahan Galian Gypsum
2 . Untuk mengetahui Persebaran Gypsum di indonesia
3 . Mengetahui cara Eksplorasi dan Eksploitasi Gypsum
4 . Untuk mengetahui cara pengolahan dan manfaat gypsum
5 . Untuk mengetahui dampak lingkungan dan prospek dari penambangan Gypsum

2
BAB II
GANESA BAHAN GALIAN GYPSUM

2.1 GANESA PEMBENTUKAN GYPSUM


Pembentukan gypsum yaitu akibat dari proses evaporasi air laut maupun
danau yang kaya akan garam, kemudian terendapkan. Endapan gypsum paling banyak
ditemukan di antara lapisan batu gamping, batu pasir,batu lempung ataupun dalam
bentuk lensa-lensa dalam satuan-satuan batuan sedimen.
Gypsum dalam proses nya dapat mengalami perubahan yang didasarkan
pada suhu atau temperatu pada saat mengalami evaporasi. Misalnya air panas atau air
memiliki kadar garam yang tinggi, gipsum berubah menjadi basanit (CaSO4.H2O) atau juga
menjadi anhidrit (CaSO4). Dalam keadaan seimbang, gipsum yang berada di atas suhu 108
°F atau 42 °C dalam air murni akan berubah menjadi anhidrit
Gipsum terbentuk dalam kondisi berbagai kemurnian dan ketebalan yang bervariasi
.Gipsum merupakan garam yang pertama kali mengendap akibat proses evaporasi air laut
diikuti oleh anhidrit dan halit ketika salinitas makin bertambah. Proses penguapan air laut
menjadi uap mengakibatkan tertinggal nya bahan kimia yang pada akhirnya akan
menghablur apabila hampir semua kandungan air manjadi uap. Sebagai mineral evaporit,
endapan gipsum berbentuk lapisan di antara batuan-batuan sedimen batu gamping, serpih
merah, batu pasir, lempung, dan garam batu, serta sering pula berbentuk endapan lensa-
lensa dalam satuan-satuan batuan sedimen. Menurut para ahli, endapan gipsum terjadi
pada zaman Permian. Endapan gipsum biasanya terdapat di danau, laut, mata air panas,
dan jalur endapan belerang yang berasal dari gunung api.
Konsep utama terbentuk nya gipsum adalah ter dapatnya Ca2+ dan SO42-, yang dapat
berasal dari belerang (S) atau pirit (FeS2). Adanya kondisi reduksi dari daerah sedimentasi
yang bersifat karbonat (misalnya pada batu lempung) akan menghasilkan gipsum yang ber
lembar pipih. Adanya fumarol dari daerah sedimentasi yang bersifat karbonat akan
menghasilkan gips kristal. Demikian pula adanya pirit (FeS2). Di samping itu gipsum
terbentuk akibat hydrotermal yang berdekatan dengan batuan karbonat akan

3
menghasilkan gips kristal seperti didapatkan di daerah Ponorogo .Sebagai mineral Evaporit,
Endapan Gipsum berbentuk lapisan diantara batuan – batuan sedimen batu gamping,
serpih merah , batu pasir , lempung, dan garam batu, serta sering pula berbentuk endapan
lensa – lensa dalam satuan – satuan batuan sedimen . Menurut para Ahli , endapan
Gypsum terjadi pada zaman Permian . Endapan gypsum biasanya terdapat di danau , laut ,
mata air panas , dan jalur endapan belerang yang berasal dari Gunung api .
Proses Terbentuk nya Mineral Gypsum terbagi atas 2 yaitu :
1. Secara Geologi
Secara umum gypsum merupakan mineral yang memiliki ketebalan dan bersatu
dengan batuan sedimen . keberadaan nya diketahui terjadi pada tingkatan lebih awal
sebelum masa Permian . Gipsum terdapat di danau ( air tawar dan air laut, dalam gua
yang memiliki udara kering dan di daerah panas dari penguapan vulkanik dan sulfat
padat di veins . Hidrotermal anhidrit pada veins secara umum di hidrasi menjadi gypsum
dengan air bawah kawah . Karena Gypsum terlalu lama terlarut dalam air, maka gypsum
jarang ditemukan dalam bentuk pasir
2. Secara Rekayasa
Gypsum dapat dibentuk secara rekayasa dengan reaksi kimia nya itu cukup
dengan membiarkan nya berada pada daerah yang terjadi oksidasi sulfit .ketika asam
sulfat bereaksi dangan kalsium karbonat maka akan menghasilkan gypsum . Hal ini
terjadi pada keadaan oksidasi, sementara pada keadaan reduksi, sulfat dapat direduksi
kembali menjadi sulfit oleh bakteri pereduksi sulfat .

Sifat Fisik
 Warna : Putih, kuning, abu-abu, merah jingga
 Spesifik gravity ( SG) : 2,31 – 2,35
 Kekerasan : 1,5 – 2 ( Skala F. Moh’s )
 Bentuk Mineral : Kristalin, serabut, masif
 Kilap : Sutera
Sifat Kimia
 Gipsum umumnya mengandung :
SO3 : 46,5 %
CaO : 32,6 %
H2O : 20,9 %

4
Endapan gipsum ditemukan dalam 5 jenis :
1. Batuan Gipsum

2. Gipsit

3. Alabaster

4. Satinspar

5. Selenit

5
BAB III
PENYEBARAN GYPSUM DI INDONESIA

Seperti diuraikan di atas gips didapatkan dalam berbagai bentuk Kristal. Tempat di
dapatkan nya gips antara lain :
 Daerah istimewa Aceh
 Jawa Barat
 Jawa Tengah
 Jawa Timur
 Kalimantan Timur
 Nusa Tenggara Barat

 Nusa Tenggara Timur


 Sulawesi Tengah
 Sulawesi Selatan

6
BAB IV
EKSPLORASI DAN EKSPLOITASI GYPSUM

4.1 EKSPLORASI GYPSUM

Eksplorasi endapan gipsum untuk mengetahui


letak penyebaran dan ketebalan dapat digunakan cara
pemetaan geologi atau geofisika, misalnya
menggunakan metode tahanan jenis, potensial listrik,
dan lain-lain. Perhitungan cadangan dapat dilakukan
secara sederhana, yaitu perkalian antara luas daerah
mendatar dengan kedalaman rata-rata. Hal ini
disebabkan oleh bentuk dan penyebaran endapan

gipsum pada umunya lebih sederhana dibandingkan dengan endapan logam.

Untuk menentukan ketebalan rata-rata dapat dilakukan dengan cara pemboran,


sumur uji, atau parit-parit eksplorasi. Endapan gipsum juga diambil sampelnya untuk
dianalisis di laboratorium untuk menentukan kualitas endapan gipsum tersebut.

4.2 EKSPLOITASI GYPSUM

Penambangan gipsum dapat dilakukan secara tambang terbuka (quarry) atau


tambang bawah tanah (underground mining) bergantung pada letak dan penyebaran
endapan apakah diatas atau dibawah permukaan bumi.
1. Langkah-langkah Penambangan Terbuka
Penambangan secara tambang terbuka memiliki tahapan, diantaranya:
a. Pengupasan Tanah Penutup (Stripping)
Merupakan suatu tahapan membersihkan segala macam material seperti alang-
alang, tanah, batuan pengotor yang menutupi tubuh batuan.Alat yang digunakan
disesuaikan dengan kondisi lapangan dan skala produksi.

7
Pengupasan tanah penutup dapat dikerjakan
menggunakan Shovel , Dragline dan Scraper
tergantung dengan kondisi alamnya Kegiatan nya
meliputi pembabatan/pembersihan, dan
pendorongan material pengganggu ketempat yang
tidak mengganggu penambangan selanjutnya.

b. Pembongkaran (Loosening)
Merupakan suatu tahapan membebaskan batuan atau endapan dari batuan
induknya yang masih padat / massive. Dengan kekerasan gipsum yang cenderung
lunak (1,5-2 skala mohs) untuk produksi
skala besar dapat menggunakan
bulldozer yang dilengkapi ripper. Akan
tetapi, jika tidak dimungkinkan
melakukan pengarukan dapat dilakukan
pengeboran dan peledakan

c. Pemuatan dan Pengangkutan (Loading and Hauling)

Merupakan suau tahapan memuat dan mengangkut material hasil


pengarukan / peledakan ke unit pengolahan atau penampungan. Alat muat dapat
berupa wheel loader dan dump truck dengan kapasitas tergantung skala produksi.

8
BAB V
PENGOLAHAN DAN PEMANFAATAN GYPSUM
5.1 PENGOLAHAN GYPSUM

Gipsum yang diperoleh dari tempat penambangan dibersihkan dari kotoran kemudian
dicuci dengan air lalu dikeringkan. Apabila diinginkan akan dibuat tepung gips, harus
dirubah dulu gips (CaSO4.2H2O) menjadi anhidrat (CaSO4) dengan cara dimasukkan ke
dalam tungku pemanas. Keluarkan gips yang masih dalam bentuk kristal dari oven, gips
yang telah berubah menjadi anhidrat siap untuk dibuat serbuk.
Pengolahan gipsum dimaksudkan untuk menghilangkan
mineral pengotor yang terkandung di dalamnya serta untuk
mendapatkan spesifikasi yang diperlukan industri pemakai. Pada
dasarnya secara garis besar, pengolahan gipsum terdiri dari 3 tahap
yaitu : preparasi (pengecilan ukuran, pengayakan dan lain-lain),
kalsinasi dan formulasi. Tambahan proses tersebut tidak perlu
dilakukan seluruhnya, tergantung pada kualitas dan jenis gipsum yang dibutuhkan. Berikut
bagan alir dari pengolahan gipsum.

9
5.2 PEMANFAATAN GYPSUM

Gypsum dapat dimanfaatkan untuk berbagai macam kebutuhan antara lain :


- Bahan Plester - Kedokteran

- Bahan Pembuat Kapur Tulis - Industi Kimia

Pada Makalah ini kami akan menjelaskan Pemanfaatan Mineral Gypsum untuk
Pembuatan ornament rumah . cara pembuatan yaitu :

1. Siapkan Alat Dan Bahan

2. Potong Rafia Dan Buat Menjadi Bulatan Rafia Ini Digunakan Untuk Gantungan

Gypsum.

3. Bersihkan Cetakan Terlebih Dahulu Menggunakan Kuas

4. Lalu Cetakan Diolesi Minyak Goreng Dengan Menggunakan Kuas

5. Potong Serat Menjadi Kurang Lebih 10-15 Cm

6. Lalu Buat Adonan Menggunakan Air Dan Casting Plaster .Usahakan Adonan Halus Dan

Tercampur Rata.

10
7. Tuangkan Campuran Yang Sudah Jadi Ke Cetakan Setengah Saja

8. Kaitkan Tali Rafia Dengan Serat Tadi Agar Rafia Tidak Mudah Lepas Ketika Di Gantung

9. Masukkan Serat Ke Cetakan Dan Benamkan Ke dalam Adonan Tadi

10.Tuang kan Lagi Campuran Tadi Ke dalam Cetakan Hingga Penuh

11.Tunggu Sampai Kering

12.Keluarkan Hiasan Gipsum Itu Dari Cetakan .Lalu Rapikan Hiasan Tersebut Dengan

Menggunakan Sekrap.

13.Hiasan Dari Gypsum Pun Jadi Dan Siap Untuk Dijual Dan Di Pasarkan

Contoh dari hiasan Gypsum :

11
BAB VI
KENDALA DALAM MENDAPATKAN NILAI TAMBAH PADA MINERAL
GIPSUM
6.1 KESEHATAN

Meskipun memiliki banyak manfaat, terutama bagi bidang konstruksi, namun


ternyata gipsum berbahaya bagi kesehatan tubuh.Debu yang berasal dari gipsum memiliki
sifat karsinogenik, dan berpotensi untuk menimbulkan kanker paru-paru.Selain kanker
paru-paru, debu dari gipsum itu sendiri juga dapat menimbulkan gangguan pernapasan,
seperti asma dan sesak nafas apabila terhirup. Apabila tidak mendapatkan penanganan
yang baik akan menimbulkan dampak negatif pada lingkungan. Salah satu dampak negatif
dari kegiatan pengolahan Gypsum tersebut adalah menurunnya kualitas lingkungan yang
ditandai adanya pencemaran udara.

Selain itu , hasil Pengukuran kandungan radioaktivitas alam pada Gypsum


,Bahan Gypsum mengandung unsur-unsur radioaktif alam sehingga dapat beresiko secara
radiologis dimana hal ini belum tersosialisasi oleh para pemakai. Sumber radioaktif alam
yang terkandung dalam gypsum adalah U-238 dan Th-232 beserta anak-anak luruhnya
yang merupakan sumber radiasi alam yang perlu diwaspadai untuk keselamatan
lingkungan.

5.2 PROSPEK
Berdasarkan pengamatan selama beberapa tahun terakhir , produksi gypsum
di Indonesia menunjukkan peningkatan yang cukup besar , peningkatan tersebut karena
produksi gypsum selain berasal dari gypsum alam , juga telah mulai diproduksi gypsum
sintetis sebagai produk sampingan . Sebagian besar dari produksi gypsum ( 98% lebih )
dikonsumsi oleh industry semen . sisanya dikonsumsi oleh industry keramik dan porselen
serta industry alat tulis/kantor dan industry lainnya . Prospek penambangan Gypsum
cukup relatif, Harga mineral gypsum setelah di crusher sekitar Rp. 300.000/kg.sedangkan
harga gypsum setelah diolah ( menjadi Spalk Gips ) sekitar Rp 35.000 – 70.000.

12
BAB VI
PENUTUP

6.1 KESIMPULAN
• Gipsum yang paling umum ditemukan adalah jenis hidrat kalsium sulfat dengan rumus
kimia CaSO4.2H2O.

• Gipsum secara umum mempunyai kelompok yang terdiri dari gipsum batuan, gipsit,
alabaster, satin spar, dan selenit.
• Gipsum merupakan garam yang pertama kali mengendap akibat proses evaporasi air
laut diikuti oleh anhidrit dan halit, ketika salinitas makin bertambah.
• Gipsum memiliki banyak sekali kegunaan di dalam kehidupan sehari-hari contohnya
sebagai drywall, bahan perekat, bahan bangunan, dan sebagai pupuk.
• Gypsum mempunyai potensi bahaya radiasi karena mengandung unsur-unsur radioaktif
alam dan berperan sebagai penghasil gas radon yang dapat menaikkan tingkat radiasi
alam di lingkungan dan berdampak pada kesehatan tubuh manusia.
6.2 SARAN
Kedepannya diharapkan perusahaan dan pemerintah lebih mengoptimalkan dan
mensosialisasikan tentang AMDAL dan K3 kepada masyarakat , pemerintah juga harus
bertindak tegas sehingga perusahaan pertambangan terutama tambang Gypsum harus
lebih memperhatikan dampak lingkungan dari pada keuntungan semata.

13
MAKALAH

MANAJEMEN PERTAMBANGAN

DI SUSUN OLEH:

KELOMPOK 2

M ROWI SAPUTRA (710016015)

TOMI (710016 )

FRANSISKO(710016100)

ERLANGGA

AGUSTUNUS D MASELA

DIBRILIAN J TAWURURISI

JURUSAN TEKNIK PERTAMBANGAN

SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI NASIONAL

YOGYAKARTA

2017

14
15