Anda di halaman 1dari 2

Menghitung Arus Kas Ditengah Proyek Berlangsung

Arus kas ditengah proyek berlangsung merupakan arus kas yang terjadi selama umur
investasi. Arus kas ini berasal dari pendapatan yang diperoleh dikurangi dengan biaya yang
dikeluarkan perusahaan. Aliran kas ditengah proyek berlangsung biasanya diterma setiap tahun
selama umur ekonomis investasi yang meliputi aliran kas masuk (cash inflow) dan kas keluar
(cash outfow). Bsarnya aliran kas masuk bersih ditegah proyek berlangsung terdiri dari 2 sumber
yaitu laba bersih setelah pajak (EAT) ditambah depresiasi. Depresiasi dimasukkan dalam sumber
kas masuk karena depresiasi merupakan biaya yang digunakan untuk mengurangi nilai suatu
asset. Saat ada depresiasi perusahaan tidak mengeluarkan kas namun di laporan laba rugi
menambah beban operasi. Karena depresiasi menambah biaya padahal tidak mengurangi kas
maka sebenarnya ada kas yang terkumpul dan diperlakukan sebagai kas masuk sebesar biaya
depresiasi selama umur asset. Dana yang terkumpul tersebut akan digunaka untuk membeli
kembali asset jika umur ekonomis asset lama telah habis. Dana untuk investasi bisa berasal dari
modal sendiri atau modal asing.

Perhitungan bila investasi menggunakan modal sendiri

Arus kas bersih = Laba Bersih Setelah Pajak + Depresiasi

Contoh :
Suatu investasi yang dibelanjai dengan 100% modal sendiri, senilai Rp. 100 juta. Umur
ekonomisnya 2 tahun tidak mempunyai nilai sisa. Kalau penyusutan dilakukan dengan garis
lurus, maka penyusutan per tahunnya adalah Rp. 50 juta. Taksiran laba rugi per tahun adalah
sebagai berikut:

Penghasilan Rp. 150.000.000


Biaya biaya tunai Rp. 70.000.000
Penyusutan Rp. 50.000.000 +
Rp. 120.000.000 -
Laba sebelum pajak Rp. 30.000.000
Pajak (50%) Rp. 15.000.000 -
Laba setelah pajak Rp. 15.000.000

Aliran kas bersih Rp. 15 juta + Rp. 50 juta = Rp. 65.000.000

Perhitungan bila investasi menggunakan modal pinjaman

Arus kas bersih = Laba Bersih Setelah Pajak + Depresiasi + Bunga (1 -Pajak)
Contoh :
Suatu investasi yang dibelanjai dengan 100% pinjaman dan bunga pinjaman adalah 20%
per tahun senilai Rp. 100 juta. Umur ekonomisnya 2 tahun tidak mempunyai nilai sisa. Kalau
penyusutan dilakukan dengan garis lurus, maka penyusutan per tahunnya adalah Rp. 50 juta.
Taksiran laba rugi per tahun adalah sebagai berikut :

Penghasilan Rp. 150.000.000


Biaya biaya tunai Rp. 70.000.000
Penyusutan Rp. 50.000.000 +
Rp. 120.000.000 -
Laba sebelum bunga dan pajak Rp. 30.000.000
Bunga Rp. 20.000.000
Pajak (50%) Rp. 5.000.000 -

Laba setelah pajak Rp. 5.000.000

Aliran kas bersih Rp. 5.000.000 + Rp. 50.000.000 + Rp. 20.000.000 (1-50%)
= Rp. 65.000.000