Anda di halaman 1dari 2

HUBUNGAN KONSTITUSI DENGAN RULE OF LAW

Dilihat dari pengertian konstitusi, konstitusi merupakan suatu kumpulan kaidah yang membrikan
pembatasan-pembatasan kekuasaan kepada para penguasa, suatu dokumen tentang pembagian
tugas dan sekaligus pertugasnya darisuatu sistem politik, suatu gambaran dari lembaga-lembaga
negara, dan suatu gambaran yang menyangkut masalah hak-hak asasi manusia. Pengertian dari
Rule of Law adalah suatu doktrin dalam hukum yang mulai muncul pada abad ke 19 bersamaan
dengan kelahiran negara konstitusi dan demokrasi, kehadirannya boleh disebut dengan reaksi dan
koreksi terhadap negara absolut. Rule of law lahir dengan semangat yang tinggi, bersama-sama
dengan demokrasi, parlemen dan lain-lain, kemudian mengambil alih dominasi dari golongan-
golongan gereja, ningrat, prajurit dan kerajaan.
UUD adalah konstitusi dan pancasila sebagai Rule of Law. Penegakan Rule of Law di Indonesia
tergantung lima faktor saling terkait yaitu:
1. Faktor Hukumnya
Dalam hal ini yang berlaku adalah undang undang dalam arti materiil, yaitu peraturan
tertulis yang berlaku umum dan dibuat oleh penguasa pusat maupun penguasa daerah yang
sah.
2. Faktor Penegak Hukum
Ruang penegakan Hukum itu luas karena mencakup keterlibatan pihak-pihak yang
langsung dan tidak langsung yang terlibat dalam bidang penegakan Rule of Law .
3. Faktor Sarana atau Fasilitas
Tanpa adanya sarana atau fasilitas yang memadai, maka tidaklah mungkin penegakkan
hukum akan berlangsung dengan baik dan bila tidak memadai fasilitas atau sarana maka
mustahil penekan hukum akan mencapai tujuannya.
4. Faktor Masyarakat
Seorang penegak hukum harus mengenal stratifkasi sosial atau pelapisan masyarakat yang
ada disuatu lingkungan beserta tatanan status atau kedudukan dan peran yang ada.
5. Faktor Kebudayaan
Kebudayaan Hukum mencakup nilai-nilai yang mendasari hukum yang berlaku maka nilai
nilai merupakan konsepsi abstrak mengenai apa yang dianggap baik dan buruk.

Yang dimaksud faktor disini adalah sebab -2 warganegara bersedia untuk taat kepada konstitusi.
Faktor tersebut adalah :

a. Aspek Hukum
Mengikat, karena ditetapkan oleh Badan atas nama rakyat yang berwenang mem bentuk
hukum yg di dalamnya terkandung ketentuan sanksi yg diatur lebih lanjut dalam UU
organik (KC.Wheare-Positivisme). Sedangkan Zippellius dengan berdasarkan konsep
Negara Hukum (Rechtstaat) dikatakan bahwa konstitusi merupakan alat untuk mem batasi
kekuasaan, krn di dlmnya terkandung jaminan HAM, pembagian kekuasaan, penye
lenggaraan negara berdasar UU, dan pengawasan yudisial. Ini berarti antara pemahaman
negara hukum dan konstitusi adalah sama
b. Aspek Politik
Karena hukum itu merupakan produk politik, sehingga setiap produk hukum merupakan
kristalisasi pemikiran atau proses politik. Menurut Mulyana W. Kusuma, dikatakan bahwa
hukum merupakan sarana kekuasaan politik dengan indikasi negara sebagai suatu
organisasi kekuasaan mempunyai kompetensi untuk mencip takan keadaan dimana rakyat
dpt memenuhi ke butuhannya dg maksimal.
c. Aspek Moral
karena konstitusi ditetapkan berdasarkan nilai -nilai moral dan bahkan kons titusi
merupakan landasan fundamental tidak boleh bertentangan dengannilai-nilai universal
dari etika moral. Dengan demikian moral mem punyai kedudukan yang lebih tinggi dr
konstitusi. Maka konstitusi yang bertentangan dg etika moral dapat disimpangi, jika
menopang etika moral maka mempunyai daya berlaku ditengah masyarakat.

SUMBER :
http://alfiraahmadsipaf2pharmacysowhatz.blogspot.co.id/2015/11/makalah-pkn-rule-of-
law.html
http://ariyafrassa.blogspot.co.id/2015/10/konstitusi-dan-rule-of-law.html