Anda di halaman 1dari 15

MAKALAH TEKNIK RADIOGRAFI 1

KASUS CALCANEUS SPUR


DOSEN PENGAMPU : SITI DARYATI, S.Si, M.Sc

KELOMPOK 3
KELAS 1 D

OKTAVILA AKRIMATUL : P1337430217004


PRAMUWARDANI N.A : P1337430217029
IVANA ARIA UTAMI : P1337430217031
PUTRI YUNITA R : P1337430217035
RIZKY UMARRULY : P1337430217046
AFLAKHUZ ZAMANI : P1337430217062
YUSRIYA AMALIA K : P1337430217068
VENY KARTIKA Z : P1337430217074
AGTAFIA CITRA P : P1337430217076
NAUFALINO MIRZA M : P1337430217081

JURUSAN TEKNIK RADIODIAGNOSTIK DAN RADIOTERAPI


PRODI D IV TEKNIK RADIOLOGI

POLITEKNIK KESEHATAN KEMENTRIAN KESEHATAN


SEMARANG
2017/2018
KATA PENGANTAR

Dengan menyebut nama Allah SWT yang maha Pengasih lagi Maha Penyayang, kami
panjatkan puja dan puji syukur atas kehadirat Nya,yang telah melimpahkan rahmat, hidayat, dan
inayah Nya kepada kami, sehingga kami bisa menyelesaikan makalah mengenai kasus spur pada
calcaneus .

Makalah ini sudah selesai kami susun dengan maksimal dengan bantuan pertolongan dari
bebagai pihak sehingga bisa memperlancar pembuatan makalah ini. Untuk itu, kami menyampaikan
banyak terimakasih kepada semua pihak yang sudah ikut dalam pembuatan makalah ini.

Terlepas dari semua itu, kami menyadari seutuhnya bahwa masih jauh dari kata sempurna baik
dari segi susunan kalimat maupun tata bahasanya. Oleh karena itu, kami terbuka untuk menerima
segala masukan dan kritik yang bersifat membangun dari pembaca sehingga kami bisa melakukan
perbaikan makalah sehingga menjadi makalah yang baik dan benar.

Akhir kata kami meminta semoga makalah tentang kasus spur pada calcaneus ini bisa memberi
manfaat ataupun inspirasi kepada pembaca.

Semarang, 8 November 2017

Penyusun
DAFTAR ISI

Halaman Depan / Cover i


Kata Pengantar ii
Daftar Isi iii
Pembukaan 1
Tinjauan Pustaka 3
Pembahasan 10
Penutup 12
BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Calcaneus spur terjadi pada lebih 50% orang berusia dia tas 50 tahun, dengan
atau tanpa keluhan nyeri. Mayoritas penderita calcaneus spur yang disertai nyeri
adalah wanita, terutama yang berusia 40-60 tahun. Keluhan utama akibat calcaneus
spur adalah nyeri hebat pada waktu permulaan berdiri dan berjalan terutama pada pagi
hari setelah bangun tidur atau duduk lama, yang kemudian akan berkurang setelah
berjalan beberapa langkah.
Dengan demikian perlu dilakukan pemeriksaan secara radiografi pada Os
Calcaneus untuk mengetahui seseorang mengalami calcaneus spur, dengan gejala
nyeri pada bagian tumit ketika berjalan. Pada umumnya pemeriksaan radiografi
Calcaneus menggunakan proyeksi anterioposterior axial ( plantodorsal ) dan lateral
(medioateral) , dimana masing-masing proyeksi mempunyai kriteria radiograf yang
berbeda dan dapat menampilkan stuktur anatomi fisiologi dan patologi dari Os
Calcaneus pada posisi yang berlainan.
Pemeriksaan secara radiografi Os Calcaneus dimanfaatkan untuk mendapatkan
stuktur gambaran radiografi Calcaneus yang jelas sehingga bisa memperlihatkan
hampir semua penyakit yang timbul pada Os Calcaneus. Sehingga kita dapat
mendiagnosa penyakit dengan tepat dan akurat.

B. ILUSTRASI KASUS

Pasien dengan keluhan sakit pada daerah tumit kiri, sakit bila di gunakan
untuk berjalan dan dicurigai terdapat spur pada daerah tumit.

C. RUMUSAN MASALAH
1. Bagaimana makna dari Calcaneus spur pada radiologi ?
2. Bagaimana posisi struktur anatominya?
3. Bagaimana prosedur pemeriksaan secara radiografi Calcaneus ?
4. Bagaimana kriteria proyeksi radiografi Calcaneus spur yang harus dilakukan?

D. TUJUAN PENULISAN
1. Untuk mengetahui makna dari spur dalam radiologi.
2. Untuk mengetahui posisi struktur anatominya.
3. Untuk mengetahui prosedur pemeriksaan secara radiografi Calcaneus.
4. Untuk mengetahui kriteria proyeksi calcaneus dengan kasus spur pada tumit yang
tepat.
E. MANFAAT PENULISAN
Harapan yang ingin diwujudkan dalam makalah ini tercakup secara teoretis dan
secara praktis yang meliputi :
1. Secara teoretis
Makalah ini di harapkan berguna untuk memberikan sumbangan terhadap usaha
peningkatan dan pengembangan mutu pendidikan.
2. Secara praktis
Untuk meningkatan pengetahuan mahasiswa tentang kasus Calcaneus Spur
serta penerapan penanganannya secara tepat.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

A. FISIOLOGI
Os Calcaneus merupakan salah satu ketujuh Os. Tarsalia yang bersatu
membentuk tulang-tulang kaki. Calcaneus juga merupakan tulang terbesar dari
telapak kaki. Tumit terletak di bagian belakang yang mengalihkan berat badan dia
atas tanah ke belakang.
Dengan demikian, tulang tumit mempunyai tugas sebagai penyangga berat
badan, terutama ketika berjalan ataupun berlari. Calcaneus juga bersendi, di sebelah
atas Calcaneus bersendi dengan talus dan di depan dengan Cuboideum.
Pada Calcaneus terdapat tendon paling besr di tubuh yaitu Corda Achilles.
Pada Calcaneus juga diselimuti otot dan serabut saraf yang banayk sekali jumlahnya.
Jika terjadi nyeri, rasa sakit bisa berasal dari otot, saraf atau tulang tumit itu sendiri.

B. ANATOMI
1. CALCANEUS AP AXIAL

Pada proyeksi AP Axial anatomi yang dapat terlihat adalah Peroneal trochlea
(Trochlear process), Sustentaculum tali, Talocalcaneal joint, Lateral process dan
Tuberosity
2. PROYEKSI LATERAL

Pada proyeksi Lateral anatomi yang dapat terlihat adalah Tarsal sinus, Talus,
Talonavicular joint, Navicular, Cuboid, Calcaneuscuboid joint, Tuberosity,
Calcaneus, Lateral malleolus dan Tibiotalar joint.
Pada permukaan anterior mempunyai permukaan sendi yang berbentuk
cembung-cekung untuk bersendi dengan os cuboideum yang mempunyai 3 buah
permukaan sendi, bagian posterior paling besar dan dembung yang permukaan
bawahnya tanpa ada permukaan sendi. Permukaan medialis cekung yang berlawanan
dengan permukaan lateralis yang mendatar.

C. PATOLOGI
1. Fraktur
Fraktur atau patah tulang adalah terputusnya kontinuitas tulang yang disebabkan
oleh trauma langsung ( pukulan yang mengakibatkan patah tulang ) maupun
trauma tidak langsung ( akibat rudapaksa dan mengalami fraktur disekitar
rudakpaksa tesebut dan juga karena penyakit primer yaitu Osteoporosis) dan
ditentukan sesuai jenis dan luasnya.

2. Dislokasi
Dislokasi adalah cidera pada sendi, cidera ini terjadi ketika tulang bergeser dan
keluar dari posisi normalnya pada sendi. Sebagian dislokasi terjadi akibat
benturan yang dialami oleh sendi.

3. Spur
Calcaneus spur diawali dengan adanya cidera berulang pada tempat perlengketan
aponeurosis plantaris dengan Calcaneus. Cidera berulang ini menimbulkan
kerobekan mikroskopik sehingga terjadinya inflamasi pada daerah tersebut. Pada
saat terjadi sobekan terbentuklah lapisan baru ( berupa timbunan kalsium ).
Lapisan ini lama-kelamaan menebal, membentuk taji pada Calcaneus yang
letaknya terselip pada plantar fascia pada os calcaneus.
D. TEKNIK PEMERIKSAAN
1. Persiapan pemeriksaan pasien
Persiapan Pasien
 Pasien ganti baju dan melepaskan benda-benda yang mengganggu gambaran
radiograf.
 Petugas menjelaskan prosedur pemeriksaan kepada pasien.

2. Alat–alat dan bahan pemeriksaan columna vertebra lumbal antara lain :


 Pesawat sinar-X siap pakai
 Kaset radiografi, film dan hanger ukuran 18x24 cm.
 Marker untuk identifikasi radiograf
 Grid atau bucky table
 Alat fiksasi bila diperlukan
 Alat pengolah film
3. Proyeksi Pemeriksaan
a. Proyeksi AP Axial ( Plantodorsal )
 Tujuan : Untuk melihat phatologi atau fraktur di daerah medial atau lateral
ditampilkan.
 Posisi Pasien ( PP )
Pasien supine atau duduk di atas meja pemeriksaan.
 Posisi obyek ( PO )
- Atur ankle joint kaki yang diperiksa pada pertengahan kaset.
- Dorsal pedis fleksi, plantar pedis tegak lurus kaset.
- Posisi kaset membujur.
 Pengaturan sinar :
- CR : Disusdutkan 40o ke arah cephlad.
- CP : pada base metatarsal ketiga.
- FFD : 100 cm.
- Fokus eksposi : 70 kVp, 5 mAs, non-grid, film speed 300
 Kriteria
- Tampak calcaneus mulai dari sustentaculum tali dampai ke tuberositas
termasuk talocalcaneal joint.
- Tidak terjadi rotasi pada calcaneus.
Gambar Radiograf Calcaneus AP Axial

b. Proteksi Lateral
 Tujuan : untuk melihat semacam luka menonjol yang melibatkan calcaneus,
talus dan talocalcaneal joint akan tampak dan akan memperlihatkan panjang dan
kerataan fraktura.
 Posisi pasien ( PP )
Pasien rectumbent di atas meja pemeriksaan ke arah kaki yang akan di periksa.
 Posisi obyek ( PO )
- Atur pertengahan calcaneus sejajar dengan kaset, beri sandbag pada knee
atau cruris agar plantar pedis tegak lurus terhadap kaset.
- Posisi kaset membujur.
 Pengaturan Sinar
- CR : Vertikal tegak lurus terhadap kaset.
- CP : 2,5 cm di bawah medial maleolus.
- FFD : 100 cm.
- Faktor eksposi : 65 kVp, 4 mAs, non-grid, film speed 300
 Kriteria
- Tampak Calcaneus dalam posisi lateral.
- Calcneus tidak terjadi rotasi.
- Sustenaculum tali dan Tuberositas lateral tampak jelas serta jaringan lunak
tampak.
- Tampak sinus tarsi.
Gambar Proyeksi Lateral

Gambar Radiograf Calcaneus Lateral

4. Proteksi Radiasi
a Proteksi radiasi terhadap pasien
- Pemeriksaan sinar-X hanya dilakukan atas permintaan dokter.
- Membatasi luas lapangan penyinaran.
- Menggunakan faktor eksposi yang tepat, serta memposisikan pasien dengan
tepat sehingga tidak terjadi pengulangan foto.
- Menggunakan laed apron dan gonad shield pada waktu pemeriksaan.

b Proteksi radiasi terhadap petugas


- Petugas menjaga jarak dengan sumber radiasi saat pemeriksaan.
- Selalu berlindung dibalik tabir proteksi sewaktu melakukan eksposi.
- Jika tidak diperlukan, petugas tidak berada di area penyinaran.
- Jangan mengarahkan tabung ke arah petugas.
- Petugas menggunakan alat ukur radiasi personal (film badge) sewaktu
bertugas yang setiap bulannya dikirimkan ke BPFK (Balai Pengaman
Fasilitas Kesehatan) guna memonitor dosis radiasi yang diterima petugas.
c Proteksi radiasi terhadap masyarakat umum
- Sewaktu penyinaran berlangsung, selain pasien jangan ada yang berada di
daerah radiasi (kamar pemeriksaan).
- Ketika penyinaran berlangsung pintu kamar selalu tertutup.
- Tabung sinar-X diarahkan ke daerah aman (jangan mengarah ke
petugas/ruang tunggu)
- Perawat/keluarga yang terpaksa berada dalam kamar pemeriksaan sewaktu
penyinaran wajib menggunakan Lead Apron.
BAB III
PEMBAHASAN

A. Identifikasi istilah yang tidak dimengerti


1. Calcaneus spur
2. Rudapaksa
3. Aponeurosis plantaris

B. Mencari arti dari istilah yang tidak dimengerti


1. Calcaneus spur
Calcaneus spur adalah pembentukan tulang kecil sperti taji pada tumit akibat dari
cidera dan terjadi menumpukkan kalsium pada daerah tersebut.
2. Rudapaksa
Rudapaksa atau Trauma adalah terdapatnya kelainan tapi terlihat seperti
pembengkakan, memar disertai rasa nyeri yang sangat sakit. Kelainan yang terjadi
akibat dari benturan
3. Aponeurosis plantaris
Aponeurosis plantaris adalah bagian kental dan pusat fasia menginventasikan otot
plantar itu memancar ke arah jari kaki dari proses medial dari tuberositas
calcaneal dan memberikan beberapa kelekatan pada otot flexor pendek pada jari
kaki.

C. Merumuskan masalah
1. Pasien sadarkan diri.
2. Pasien mengeluhkan sakit pada tumit ketika digunakan untuk berjalan.
3. Terjadi Calcaneus spur pada pasien.
4. Dapat dilakukan anamnase pada pasien.

D. Hipotesa
Hipotesa dalam kasus diselesaikan dengan proyeksi Lateral berguna untuk
melihat bagian yang tedapat taji pada tumit.
Prosedur Pemeriksaan :
1. Proyeksi Lateral
a. Posisi Pasien :
Ambil foto radiograf dengan posisi pasien lateral recumbent, cenderung
sisinya kebawah. Berikan bantal kepada pasien untuk bagian kepala. Tekuk
lutut terhadap tumit sekitar 45°, tempatkan betis (leg) yang satunya dibelakang
kaki yang sakit.
b. Bagian Posisi
- Pusatkan calcaneus ke CR dan ke bagian IR yang tidak tertutup, dengan
sumbu memanjang kaki sejajar dengan permukaan IR.
- Tempatkan sandaran dibawah lutut (knee) dan betis (leg) jika diperlukan
untuk membuat permukaan plantar tegak lurus terhadap IR.
- Posisi pergelangan kaki (ankle) dan kaki (foot) untuk yang benar-benar
lateral, dimana dengan menempatkan maleolus lateral sekitar 1 cm posterior
ke arah maleolus distal.
- Lipat kaki (foot) kebelakang sehingga permukaan plantar berada pada sudut
yang tepat ke betis (leg).
c. Central Ray
- CR tegak lurus dengan IR, menuju ke titik inferior 1 inci (2,5 cm) ke arah
maleolus medial.
- FFD ( jarak dari x-ray tube ke obyek yang diperiksa ) minimum 40 inci (100
cm).
d. Ukuran Kaset : 18 x 24 cm
e. Faktor Eksposi : 65 kVp, 4 mAs
f. Gambar Calcaneus Spur

E. Mencari jawaban dari sumber-sumber lain


Pada kasus Calcaneus spur proyeksi yang biasa digunakan adalah proyeksi
lateral ( mediolateral ) untuk memperlihatkan semacam luka menonjol ( taji ) yang
melibatkan calcaneus, talus dan talocalcaneal joint akan tampak dan akan
memperlihatkan panjang dan kerataan fraktura.
BAB IV
PENUTUP

A. KESIMPULAN

Dari laporan diatas dapat diambil kesimpulan bahwa pemeriksaan Calcaneus


dengan kasus Spur ini dapat dilakukan dengan proyeksi lateral, sedangkan pada
proyeksi AP Axial lebih cocok dilakukan pemeriksaan untuk melihat calcaneus yang
patah. Proyeksi AP Axial tidak dapat menampakkan semacam luka menonjol yang
melibatkan calcaneus, talus dan talocalcaneal joint akan tampak dan akan
memperlihatkan panjang dan kerataan fraktura secara detail seperti pada proyeksi
lateral sehingga kurang tepat untuk kasus seperti diatas.

B. SARAN
Berhubungan dengan keterbatasan E-Book yang tersedia di internet,
terbatasnya referensi buku dan kurang uptudatenya buku referensi yang tersedia di
perpustakaan , sehingga kurang tersempurnanya makalah dalam kelompok kami, jadi
kami membutuhkan referensi-referensi buku di perpustakaan yang terbaru dan juga E-
Book yang lengkap dan mudah di akses.

C. DAFTAR PUSTAKA
Bontrager’s Handbook of Ragiographic Position and Technique 8th Edition
Textbook
Septiani, Riza Mufti.2015.Penatalaksaan Fisioterapi pada Kasus Calcaneus Spur
Dekstra di RSUD DR. Soetomo Surabaya
Modul Teknik Radiografi 1
Merrill’s Atlas Vol 1

Anda mungkin juga menyukai