Anda di halaman 1dari 11

PROSEDUR

KOMUNIKASI VIA TELEPON ANTAR PARA PEMBERI


LAYANAN (DOKTER & PERAWAT)
Nomer Dokumen Revisi ke : Halaman
RS BUKIT LEWOLEBA

Tgl diterbitkan : Direktur RS Bukit


STANDAR Lewoleba
PROSEDUR
OPERASIONAL
(S P O) (dr. Daniel Alexander Suseno)

Pengertian Komunikasi efektif melalui telepon yang dilakukan oleh perawat untuk
melaporkan segala bentuk keluhan, keadaan dan permasalahan pasien
kepada dokter yang merawat secara tepat waktu, lengkap, akurat , jelas
dan dipahami oleh kedua belah pihak.

Tujuan 1. Untuk menjalin kerjasama dokter & perawat.


2. Mengurangi kesalahan dan menghasilkan peningkatan keselamatan
pasien.
3. Meningkatkan mutu pelayanan keperawatan.

Kebijakan
SK Direktur tentang Keselamatan Pasien Rumah Sakit Bukit
Lewoleba, no;......................

Prosedur 1. Identifikasi pasien secara langsung dengan tanya nama pasien


atau keluarga bila pasien tidak sadar, melihat gelang identifikasi
dan siapkan status pasien.
2. Verifikasi identitas pasien sesuai antara gelang pasien, status
pasien dan nama pasien, siapkan lembar konsul pertelpon.
3. Tekan nomor ekstensi dokter yang merawat pasien
4. Setelah terdengar nada sambung ucapkan salam
5. Laporkan identitas pasien meliputi nama, jenis kelamin, umur,
keluhan, hasil pemeriksaan dan pengamatan serta obat-obatan
bila ada.
6. Tanyakan tindak lanjut pengobatan kepada dokter yang merawat.
7. Catat secara lengkap perintah dari dokter yang merawat pada
form yang telah disediakan.
8. Konfirmasi apa yang sudah dituliskan dan bacakan ulang kepada
pemberi perintah (dokter ).
9. Eja ulang obat-obat yang diberikan secara perlahan-lahan
terutama untuk obat-obatan yang termasuk dalam golongan
NORUM ( Nama obat rupa obat mirip ),untuk konsultasi
pertelpon yang nama obat mirip, blangko terlampir untuk obat-
obat yang nama mirip.
10. Cantumkan tanda cawang pada kolom membaca ulang isi
laporan bila sudah dibacakan ulang.
11. Telpon ulang pemberi perintah bila laporan belum dibacakan
ulang,dan konfirmasikan ulang isi perintah.
12. Cantumkan nama lengkap dan tanda tangan pelaporpada form
yang telah disediakan.
13. Cantumkan tandatangan saksi yang ikut mendengarkan saat
menelpon dokter (bisa keluarga pasien, perawat jaga, pasien
sendiri ,dokter jaga,dokter yang merawat sebelumnya )
14. Ucapkan terima kasih dan salam.
15. Mintakan tanda tangan saat dokter visite.
Unit Terkait 1. UGD
2. Ruang Rawat Inap Keperawatan
3. Unit bedah sentral
4. Unit Care Intensive
5. Unit Rawat Jalan
6. Unit penunjang medik
PROSEDUR
KOMUNIKASI VIA TELEPON ANTAR PARA PEMBERI
LAYANAN (PERAWAT & PETUGAS LAB)

Nomer Dokumen Revisi ke : Halaman


RS BUKIT LEWOLEBA

STANDAR Tgl diterbitkan Direktur RS. Bukit


Lewoleba
PROSEDUR
OPERASIONAL
(dr. Daniel Alexander Suseno)
(S P O)
Pengertian Komunikasi efektif melalui telepon yang dilakukan oleh perawat untuk
menanyakan hasil pemeriksaan laboratorium pada petugas
laboratorium dan dicatat oleh perawat secara lengkap , akurat dan jelas.

Tujuan 1. Sebagai acuan untuk melaporkan hasil pemeriksaan laboratorium


klinis.
2. Terjalinnya kelancaran komunikasi antar perawat dan petugas
laboratorium.
3. Mengurangi kesalahan / kekeliruan hasil pelaporan pemeriksaan
laboratorium .
4. Mengurangi kesalahan / kekeliruan dalam pemberian terapi.
5. Meningkatkan keselamatan pasien.
6. Terpeliharanya mutu pelayanan.

Kebijakan
SK Direktur tentang Keselamatan Pasien Rumah Sakit Bukit
Lewoleba no;......................

Prosedur 1. Identifikasi pasien sebelum menelpon ruang laboratorium dengan


mencocokkan kebenaran identitas pasien
2. Tanya nama pasien atau keluarga pasien, lihat gelang identifikasi,
siapkan status pasien.
3. Bila antara pertanyaan, gelang identifikasi dan status pasien sudah
sesuai hubungi no unit laboratorium.
4. Tekan nomor ekstensi ruanglaboratorium.
5. Setelah terdengar nada sambung ucapkan salam.
6. Sebutkan identitas diri / ruangan perawatan.
7. Siapkan lembar status pasien.
8. Sebutkan nama / nomor rekam medis / alamat pasien yang
dimaksud.
9. Catat hasil pelaporan dari petugas laboratorium pada status pasien
10. Bacakan kembali hasil pelaporan secara lengkap, akurat dan jelas
pada petugas laboratorium
11. Telpon ulang petugas laboratorium bila hasil laborat belum
dikonfirmasikan ke petugas laborat.
12. Cantumkan nama lengkap dan tanda tangan pelaporpada form yang
disediakan.
13. Cantumkan tandatangan saksi yang mendengarkan saat
menanyakan hasil laborat (keluarga pasien, pasien atau perawat
jaga ,dokter jaga, dokter yang merawat )
14. Ucapkan terima kasih dan salam.

Unit Terkait 1. UGD


2. Ruang Rawat Inap Keperawatan
3. Unit bedah sentral
4. Unit Care Intensive
5. Unit Rawat Jalan
6. Unit Laboratorium
PROSEDUR
IDENTIFIKASI PASIEN SEBELUM PEMBERIAN OBAT
PARENTERAL,ORAL,SUPPOSITORIA
Nomer Dokumen Revisi ke : Halaman
RS BUKIT LEWOLEBA

Tgl diterbitkan : Direktur RS Bukit


STANDAR Lewoleba
PROSEDUR
OPERASIONAL
(S P O) (dr. Daniel Alexander Suseno)
Pengertian Merupakan proses verifikasiidentitas pasien sebelum memberikan obat
parenteral, oral, suppositoria kepada pasien

Tujuan 1. Mengurangi terjadinya kesalahan dalam mengidentifikasi pasien.


2. Sebagai acuan dalam pemberian pengobatan secara parenteral, oral,
suppositoria
3. Terpeliharanya mutu pelayanan
4. Terjaganya keselamatan pasien

Kebijakan
SK Direktur tentang Keselamatan pasien rumah sakit Bukit
Lewoleba No; .................

Prosedur 1. Siapkan status pasien


2. Tanya nama pasien (pasien langsung atau keluarga )
3. Lihat gelang Identifikasi yang terpasang
4. Cocokkan antara status pasien, nama yang disebut dengan gelang
identifikasi yang terpasang.
5. Lakukan pemberian obat sesuai advis bila status pasien, nama yang
disebut dan gelang identifikasi sudah sesuai
6. Identifikasi ulang pasien bila tidak ada kesesuaian identitas kepada
rekam medis
7. Dokumentasikan pemberian obat distatus pasien

Unit Terkait 1. UGD


2. Ruang Rawat Inap Keperawatan
3. Unit bedah sentral
4. Unit Care Intensive
5. Unit Rawat Jalan
PROSEDUR
IDENTIFIKASI PASIEN SEBELUM PEMBERIAN
DARAH/PRODUK DARAH
Nomer Dokumen Revisi ke : Halaman
RS BUKIT LEWOLEBA

Tgl diterbitkan : Direktur RS Bukit


STANDAR Lewoleba
PROSEDUR
OPERASIONAL
(S P O)
(dr. Daniel Alexander Suseno)
Pengertian Merupakan proses verifikasiidentitas pasien sebelum memberikan
darah atau produk darah yang lain

Tujuan 1. Mengurangi terjadinya kesalahan dalam mengidentifikasi pasien.


2. Sebagai acuan dalam pemberian darah dan produk darah
3. Terpeliharanya mutu pelayanan
4. Terjaganya keselamatan pasien

Kebijakan
SK Direktur tentang Keselamatan pasien rumah sakit Bukit
Lewoleba, No; .......................

Prosedur 1. Siapkan status pasien


2. Tanya nama pasien (pasien langsung atau keluarga )
3. Lihat gelang Identifikasi yang terpasang
4. Cocokkan antara status pasien, nama yang disebut dengan gelang
identifikasi yang terpasang.
5. Siapkan darah / produk darah yang akan dimasukkan
6. Lakukan verifikasi ulang pada darah / produk darah yang ada,
meliputi nama pasien, golongan darah, jenis darah yang akan
dimasukkan .
7. Setelah verifikasi pada identitas sesuai , dan produk darah yang
ada sesuai dengan identitas pasien masukkan darah / produk darah
sesuai advis dokter.
8. Klarifikasi ulang pada rekam medis bila ada ketidak sesuaian
identitas
9. Dokumentasikan pemberian darah atau produk darah distatus
pasien

Unit Terkait 1. UGD


2. Ruang Rawat Inap Keperawatan
3. Unit bedah sentral
4. Unit Care Intensive
PROSEDUR
IDENTIFIKASI PASIEN SEBELUM PENGAMBILAN DARAH
DAN SPECIMEN LAIN
Nomer Dokumen Revisi ke : 0 Halaman
RS BUKIT LEWOLEBA

Tgl diterbitkan : Direktur RS Bukit


STANDAR Lewoleba
PROSEDUR
OPERASIONAL
(S P O)
(dr. Daniel Alexander Suseno)
Pengertian Merupakan proses verifikasiidentitas pasien sebelum pemgambilan
darah dan specimen lain

Tujuan 1. Mengurangi terjadinya kesalahan dalam mengidentifikasi pasien.


2. Sebagai acuan dalam pemberian pengobatan dan tindakan atau
prosedur pemeriksaan.
3. Terpeliharanya mutu pelayanan
4. Menjaga keselamatan pasien

Kebijakan
SK Direktur tentang Keselamatan pasien rumah sakit Bukit
Lewoleba No:.........................

Prosedur 1. Siapkan status pasien


2. Tanya nama pasien (pasien langsung atau keluarga )
3. Lihat gelang Identifikasi yang terpasang
4. Cocokkan antara status pasien, nama yang disebut dengan gelang
identifikasi yang terpasang.
5. Lakukan pengambilan darah atau specimen lain sesuai advis bila
status pasien, nama yang disebut dan gelang identifikasi sesuai.
6. Identifikasi ulang pasien bila tidak ada kesesuaian identitas
kepada rekam medis
7. Dokumentasikan pengambilan darah dan specimen lain distatus
pasien

Unit Terkait 1. UGD


2. Ruang Rawat Inap Keperawatan
3. Unit bedah sentral
4. Unit Care Intensive
5. Unit Rawat Jalan
PROSEDUR
IDENTIFIKASI PASIEN SEBELUM TINDAKAN
ECG/RONTGEN FOTO/USG/CT SCAN/EEG
Nomer Dokumen Revisi ke : Halaman
RS BUKIT LEWOLEBA

Tgl diterbitkan : Direktur RS Bukit


STANDAR Lewoleba
PROSEDUR
OPERASIONAL
(S P O)
(dr. Daniel Alexander Suseno)
Pengertian Merupakan proses verifikasiidentitas pasien sebelum melakukan
tindakan penunjang medis

Tujuan 1. Mengurangi terjadinya kesalahan dalam mengidentifikasi pasien.


2. Sebagai acuan dalam pemberian pengobatan dan tindakan atau
prosedur.
3. Terpeliharanya mutu pelayanan
4. Menjaga keselamatan pasien

Kebijakan
SK Direktur tentang Keselamatan pasien rumah sakit Bukit
Lewoleba No;.................

Prosedur 1. Siapkan status pasien


2. Tanya nama pasien (pasien langsung atau keluarga )
3. Lihat gelang Identifikasi yang terpasang
4. Cocokkan antara status pasien, nama yang disebut dengan gelang
identifikasi yang terpasang.
5. Siapkan blangko pemeriksaan yang diminta.
6. Bila proses verifikasi identitas sudah sesuai antar pasien ketempat
pemeriksaan
7. Identifikasi ulang pasien bila tidak ada kesesuaian identitas kepada
rekam medis
8. Dokumentasikan proses tindakan yang dilakukan dalam tatus
pasien.

1. UGD
2. Ruang Rawat Inap Keperawatan
3. Unit bedah sentral
4. Unit Care Intensive
5. Unit Rawat Jalan
PROSEDUR
IDENTIFIKASI KESELAMATAN PASIEN
SEBELUMPEMBEDAHAN

Nomer Dokumen Revisi ke : Halaman


RS BUKIT LEWOLEBA
SPO
Tgl diterbitkan : Direktur RS Bukit
STANDAR Lewoleba
PROSEDUR
OPERASIONAL
(S P O) (dr. Daniel Alexander Suseno)
Pengertian Merupakan proses verifikasiidentitas pasien sebelum melakukan
tindakan pembedahan dari ruang rawat inap, rawat jalan, UGD ke
kamar operasi.
Tujuan 1. Mengurangi terjadinya kesalahan dalam mengidentifikasi pasien.
2. Sebagai proses verifikasi sebelum pindah keruang operasi.
3. Terpeliharanya mutu pelayanan
4. Menjaga keselamatan pasien
5. Menghindari salah pasien saat operasi.

Kebijakan
SK Direktur tentang Keselamatan pasien rumah sakit Bukit
Lewoleba No;.......................

Prosedur 1. Siapkan status pasien


2. Tanya nama pasien (pasien langsung atau keluarga )
3. Lihat Identifikasi yang terpasang
4. Cocokkan antara status pasien, nama yang disebut dengan gelang
identifikasi yang terpasang.
5. Siapkan penunjang medis pasien yang diperlukan di ruang operasi
6. Cocokkan penunjang medis pasien dengan identifikasi pasien.
7. Laporkan dokter yang akan melakukan tindakan dan minta untuk
diberi tanda daerah area operasi (Marking Area Operasi )
8. Identifikasi ulang dan libatkan pasien dalam pencocokkan daerah
mana yang akan dioperasi sebelum diantar ke ruang operasi
9. Laporkan pada dokter anasthesi.
10. Bila ada darah yang harus dibawa kekamar operasi jumlah darah,
jenis darah, golongan darah harus diidentifikasi secara benar.
11. Siapkan form timbang terima keselamatan pembedahan dan isi
sesuai kriteria yang ada di form pada kolom pertama
12. Bila sudah sesuai antara identifikasi pasien, penunjang
medis,marking area sudah sesuai ,antar pasien keruang operasi.
13. Lakukan timbang terima antara perawat rawat inap/ruang asal
pasien dengan perawat ruang operasi untuk melakukan verifikasi
ulang pada pasien dengan penandatanganan form timbang terima
keselamatan pembedahan antara petugas pengantar pasien ke OK
dan petugas penerima dikamar OK, pada form kolom pertama.
14. Beri tandatangan antara perawat pengantar dari ruang asal dengan
petugas OK.

Unit Terkait UGD


1. Ruang Rawat Inap Keperawatan
2. Unit bedah sentral
3. Unit Care Intensive
4. Unit Rawat Jalan
PROSEDUR
IDENTIFIKASI KESELAMATAN PASIEN
SESUDAH PEMBEDAHAN

Nomer Dokumen Revisi ke : Halaman


RS BUKIT LEWOLEBA

Tgl diterbitkan : Direktur RS Bukit


STANDAR Lewoleba
PROSEDUR
OPERASIONAL
(S P O) (dr. Daniel Alexander Suseno)
Pengertian Merupakan proses verifikasiidentitas pasien sesudah pembedahan dari
kamar operasi kembali keruang rawat inap, rawat jalan, ICU.

Tujuan .
1. Sebagai proses verifikasi sebelum pindah keruang ICU / ruang
perawatan/ rawat jalan
2. Terpeliharanya mutu pelayanan
3. Menjaga keselamatan pasien sesudah operasi

Kebijakan
SK Direktur tentang Keselamatan pasien rumah sakit Bukit
Lewoleba No’.....................

Prosedur 1. Siapkan status pasien


2. Pastikan kondisi pasien sudah sadar
3. Lihat Identifikasi yang terpasang
4. Siapkan penunjang medis pasien yang ada dan siapkan untuk
dikembalikan ke pasien atau ke perawat yang mengambil pasien
5. Siapkan form timbang terima keselamatan pembedahan dan isi
sesuai kriteria yang ada di form kolomkedua untuk pasca
pembedahan.
6. Siapkan specimen PA bila harus PA dan blangkoPA
7. Lakukan verifikasi ulang saat menyerahkan specimen PA dan
pastikan antara nama yang ada di wadah specimen yang ada,
dengan identifikasi pasien, dan blangko sudah sesuai
8. Dokumentasikan proses timbang terima dengan petugas OK
dengan petugas ruang / keluarga pasien pada form keselamatan
pembedahan dikolom kedua.
9. Beri tandatangan pada form tandatangan antara petugas kamar
operasi dengan petugas ruangan pengambil pasien , atau keluarga
pasien.

.
Unit Terkait 1. UGD
2. Ruang Rawat Inap Keperawatan
3. Unit bedah sentral
4. Unit Care Intensive
5. Unit Rawat Jalan
PROSEDUR

ASESMENT RESIKO PASIEN JATUH

RS BUKIT LEWOLEBA Nomer Dokumen Revisi ke : Halaman

Tgl diterbitkan : Direktur RS Bukit


STANDAR Lewoleba
PROSEDUR
OPERASIONAL
(S P O)
(dr. Daniel Alexander Suseno)
Pengertian Merupakan proses pencegahan pasien jatuh selama dalam masa
perawatan di rumah sakit.

Tujuan 1. Sebagai acuan dalam mengevaluasi resiko pasien jatuh


2. Mengambil tindakan untuk mengurangi resiko cidera bila
sampai jatuh
3. Terpeliharanya mutu pelayanan
4. Menjaga keselamatan pasien .

Kebijakan
SK Direktur tentang Keselamatan pasien rumah sakit Bukit
Lewoleba No

Prosedur A. Persiapan Alat


1. Status Rekam Medis Pasien
2. Tanda resiko pasien jatuh (gelang kuning )
3. Form pengkajian resiko jatuh (skala jatuh morse )
4. Form pengkajian Humpty Dumpty untuk anak-anak
5. Form dokumentasi informasi pasien jatuh
B. Pelaksanaan Tindakan
1. Tindakan pencegahan umum (untuk semua pasien rawat
inap )
a) Ucapkan salam
b) Sebutkan nama dan peran anda
c) Informasikan pada pasien /keluarga pasien tentang
kegiatan pengkajian resiko jatuh yang akan dilakukan
beserta tujuannya.
d) Kaji tingkat resiko pasien jatuh sesuai format
pengkajian resiko jatuh .
e) Tentukan tingkat resikopasien jatuh ringan, sedang,
tinggi
f) Informasikan pada pasien /keluarga pasien tentang
tindakan yang dilakukan untuk mencegah resiko jatuh
sesuai format dokumentasi pemberian informasi
resikopasien jatuh
g) Orientasikan pasien dan keluarga terhadap lingkungan
ruang perawatan dan petugas yang merawat.
h) Atur posisi tempat tidur senyaman mungkin
i) Pasang pengaman tempat tidur dikedua sisi terutama
untuk pasien resiko sedang dan tinggi
j) Kunci roda tempat tidur (sesuaikanfasilitas tempat tidur
)
k) Dekatkan semua kebutuhan pasien (bel, dan barang-
barang yang dibutuhkan oleh pasien )
l) Berikan pencahayaan yang kuat sesuai dengan
kebutuhan pasien
m) Lakukanpemantauan terhadap obat-obat yang digunakan
n) Berikan edukasi pada pasien dan keluarga .
o) Ucapkan terimakasih setelah selesai melakukan kegiatan
pencegahan dan sampaikan semoga lekas sembuh.

2. Untuk pasien yang beresiko jatuh (risiko sedang dan tinggi )


a) Lakukan semua pencegahan umum
b) Pasang tanda risiko pasien jatuh (gelang kuning )
c) Libatkan pasien dan keluarga dalam pencegahan risiko jatuh
d) Berikan informasi risiko jatuh pada pasien dan keluarga
e) Dokumentasikan pemberian informasi pada formulir
dokumentasi informasi pasien jatuh.
f) Beritahu pasien untuk meminta bantuan saat ambulasi
g) Observasi secara teratur kenyamanan pasien
h) Kaji ulang risiko jatuh tiap shift
i) Komunikasikan risiko pasien jatuh saat timbang terima
pasien antar shift
j) Dokumentasikan semua kegiatan pencegahan risiko jatuh
pada catatan kegiatan.
3. Untuk pasien setelah kejadian jatuh
a) Perawat segera memeriksa pasien
b) Laporkan dokter jaga untuk menentukan evaluasi lebih
lanjut
c) Perawat melaksanakan terapi dari dokter jaga
d) Jika ada gangguan kognitif beritahukan keluarga untuk
menekan alarm /bel yang tersedia, jika tidak ada bel
anjurkan untuk segera melaporkan ke perawat.
e) Dilakukan pemeriksaan neurologi dan tanda-tanda vital.
f) Pasien diperbolehkan turun dari tempat tidur dengan seijin
perawat dan didampingi oleh keluarga untuk 24 jam pertama
kemudian dilakukan asessmen ulang.
g) Beritahu keluarga bahwa pasien telah mengalami kejadian
jatuh dan kemungkinan cedera yang mungkin timbul
h) Catat kejadian jatuh di Tim keselamatan Pasien Rumah
Sakit
i) Keluarga atau orang yang mengetahui kejadian jatuh
mengisi laporan kejadian dan memberikan kepada perawat
dan meneruskan ke Tim Keselamatan Pasien Rumah Sakit.
j) Perawat melengkapi formulir jatuh dan menyertakan ke
laporan kejadian.
k) Berikan edukasi mengenai risiko jatuh dan pencegahan
kepada pasien dan keluarga.
l) Resiko jatuh pasien akan dinilai ulang dengan menggunakan
“ Assesmen Risiko Jatuh Harian “ kemudian ditentukan
intervensi dan pemilihan alat pengaman yang sesuai.

Unit Terkait 1. UGD


2. Ruang Rawat Inap Keperawatan
3. Unit Care Intensive
4. Unit Rawat Jalan