Anda di halaman 1dari 9

Journal Scientific Solutem, Vol.1 No.

1 (2018)

Journal Scientific Solutem


Vol.1 No.1 – Mei – Oktober 2018
p-ISSN : 2620-7702
e-ISSN : 2621-136X
journal homepage: http://ejurnal.akperbinainsan.ac.id

Aplikasi Komunikasi Asertif Berbudaya (AKRAB) Sebagai Salah Satu Upaya


Dalam Mewujudkan Remaja Sehat, Hebat, Dan Bermanfaat

Agus Citra Dermawan1, Raini Diah Susanti2, Bambang Suheri3


1
Mahasiswa Program Magister Keperawatan Fakultas Keperawatan Unpad
2
Fakultas Keperawatan Unpad
3
Kepala Suku Dinas Kesehatan Kota Administrasi Jakarta Utara
e-mail: aguscitradermawan@yahoo.com

Abstrak
Remaja adalah mereka yang berumur 10-20 tahun dan ditandai dengan perubahan
bentuk dan ukuran tubuh. Hasil analisis Strength, Weakness, Opportunity, dan Threath
(SWOT) di Sudinkes Jakarta Utara, program anak sekolah dan remaja masih menjadi
program pengembangan dan penulis melakukan program inovasi AKRAB. Adapun
percontohan program inovasi AKRAB dilakukan di wilayah kerja PKM Kecamatan
Cilincing Jakarta Utara. AKRAB adalah akronim dari Aplikasi Komunikasi Remaja Asertif
Berbudaya merupakan sebuah pendekatan yang dapat digunakan sebagai katalis dalam
percepatan pencapaian pelaksanaan Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja (PKPR) di
Puskesmas Kecamatan. Motto dari AKRAB adalah melalui Komunikasi Asertif Berbudaya
Menjadikan Remaja Sehat, Hebat, dan Bermanfaat”. Tujuan dari AKRAB adalah
terlaksananya Program PKPR Puskesmas Kecamatan di wilayah kerja Suku Dinas Kesehatan
Kota Administrasi Jakarta Utara. Metode yang digunakan adalah studi lapangan. Pengkajian
dilakukan dengan cara observasi, wawancara, dan survey dengan kuisioner. Responden
berjumlah 104 remaja. Analisis datan dengan menggunakan distribusi frekuensi. Hasilnya
adalah sosialisasi modul AKRAB terhadap guru pembina UKS, penanggung jawab UKS,
dan remaja serta terbentuk 16 konselor sebaya. Peningkatan pengetahuan konselor remaja
tentang kesehatan reproduksi dari rata-rata pretest 70 menjadi rata-rata posttest 80.
Implikasinya adalah sosialisasi modul AKRAB dan terbentuk konselor sebaya di tiap
wilayah kerja PKM Kecamatan Cilincing.

Kata Kunci: Konselor Sebaya, AKRAB, Remaja.

Pendahuluan dan merupakan masa peralihan dari masa


Remaja adalah mereka yang kanak-kanak ke masa dewasa muda.
berumur 10-20 tahun dan ditandai dengan Masa dewasa diawali dengan
perubahan bentuk dan ukuran tubuh. masa pubertas. Pubertas merupakan
Remaja dapat dibagi menjadi remaja periode yang singkat, namun bagi
awal/early adolesence (11-14 tahun), sebagian orang dianggap sebagai periode
remaja pertengahan/middle adolesence yang sulit bagi remaja dan mempengaruhi
(14-17 tahun) dan remaja akhir/late keadaan fisik dan psikologis remaja di
adolesence (17-20 tahun) (Wong, 2004). masa selanjutnya, sehingga membutuhkan
Menurut Rumini dan Sundari, penyesuaian diri yang baik.
2005 dalam Haryanto 2010, masa remaja Di Indonesia, pentingnya
merupakan suatu proses tumbuh kembang pemberian pendidikan seks pada remaja
yangberkelanjutan dan berkesinambungan masih dipengaruhi mitos tradisional yaitu
dapat meningkatkan perilaku seksual.

Aplikasi Komunikasi Asertif Berbudaya (AKRAB) Sebagai Salah Satu Upaya …………. 30
Journal Scientific Solutem, Vol.1 No. 1 (2018)

Sedangkan Kuther (2011), menyatakan menyebutkan bahwa pertumbuhan jumlah


persiapan secara psikologis yang di pengguna narkoba di Indonesia saat ini
berikan pada remaja sebelum mereka mencapai 3,2 juta jiwa, sebanyak 75 % di
memasuki masa pubertas menentukan antaranya atau 2,5 juta jiwa adalah remaja
sikap dan perasaan mereka terhadap (BKKBN, 2012).
peristiwa yang terjadi pada masa tersebut. Berdasarkan hasil analisis
Perilaku beresiko seks pranikah Strength, Weakness, Opportunity, dan
berdasarkan hasil penelitian Perkumpulan Threath (SWOT) program peminatan
Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) anak sekolah dan remaja di Sudinkes
pada tahun 2001 di lima kota (Kupang, Jakarta Utara, program anak sekolah dan
Palembang, Singkawang, Cirebon, dan remaja masih menjadi program
Tasik) menunjukan bahwa 16,46% remaja pengembangan di Sudinkes Jakarta Utara
berusia 15-24 tahun melakukan seks sesuai Surat Keputusan Bersama 4
pranikah untuk pertamakalinya. Tahun Menteri (Kemenkes, Kemendikbud,
2006 hasil penelusuran PKBI terhadap Kemenag, dan Kemensos) berada di
perilaku beresiko remaja melakukan seks kuadran I yaitu diantara kekuatan dan
pranikah dilakukan pada usia 13 -18 peluang. Program anak sekolah dan
tahun, sebanyak 65% tidak menggunakan remaja walaupun sudah berjalan tetapi
alat kontrasepsi dan yang mencengangkan belum optimal pencapaiannya.
bahwa 85% melakukannya di rumah Penulis mendapatkan dukungan
sendiri (BKKBN, 2012) dari Kasudinkes Jakarta Utara dan Kasie
Masalah berikutnya yang terjadi Kesmas Jakarta Utara untuk melakukan
pada remaja adalah perilaku seks bebas inisiasi program PKPR yang sudah ada
dan kehamilan yang tidak diinginkan. dengan program inovasi AKRAB.
Mengacu kepada data resmi Kementerian Adapun percontohan program inovasi
Kesehatan RI, jumlah kumulatif kasus AKRAB dilakukan di wilayah kerja PKM
AIDS yang dilaporkan di Indonesia Kecamatan Cilincing Jakarta Utara
meningkat tajam dari 7.195 di tahun 2006 (Puskesmas Kecamata Cilincing
menjadi 76.879 di tahun 2011. Kasus merupakan satu dari 6 Puskesmas
penularan HIV/AIDS terbanyak ada di Kecamatan yang berada di wilayah kerja
kalangan heteroseksual (49,35%) dan Suku Dinas Kesehatan Kota Administrasi
penggunaan jarum suntik (40,4%). Jumlah Jakarta Utara).
kasus HIV tertinggi adalah di DKI Jakarta Pelaksanaan program PKPR di
sebanyak 20.126 kasus. PKM Kecamatan Cilincing masih
Prosentase kumulatif AIDS terkendala dengan Sumber Daya Manusia
tertinggi pada kelompok umur 20-29 (SDM) dan belum tersosialisasi PKPR
tahun (46,0%,) (BKKBN, 2012). Data dengan optimal pada sasaran. Kendala
Sudinkes Kota Administrasi Jakarta Utara yang dirasakan adalah belum semua
tahun 2011 terkait kehamilan dibawah penanggung jawab anak usia sekolah
usia 20 tahun berkisar 42 kasus dan terkait mendapatkan pelatihan dan pembinaan
remaja yang mengalami Infeksi Menular PKPR dan pihak sekolah yang kurang
Seksual (IMS) sejumlah 47 kasus dan atensi terhadap program ini. Remaja yang
remaja yang mengalami Infeksi Sistem datang ke PKM bukanlah remaja yang
Reproduksi (IRS) sejumlah 5 kasus datang sengaja untuk konseling,
(Sudinkes Jakarta Utara, 2011). melainkan remaja yang datang berobat
Masalah lain yang menjadi dan kemudian dirujuk untuk mendapatkan
kekhawatiran banyak pihak termasuk konseling dari petugas kesehatan.
pemerintah adalah penyalahgunaan zat Program inovasi AKRAB
terlarang/NAPZA pada kalangan anak diharapkan dapat menginisiasi dan
usia sekolah dan remaja. Jumlah mengaktivasi program PKPR yang telah
pengguna narkotika, psikotropika, dan zat ada di PKM Kecamatan Cilincing
adiktif di kalangan remaja cenderung dibawah tanggung jawab pemegang
meningkat. Data Kemenkes tahun 2010

Aplikasi Komunikasi Asertif Berbudaya (AKRAB) Sebagai Salah Satu Upaya …………. 31
Journal Scientific Solutem, Vol.1 No. 1 (2018)

program Usaha Kesehatan Sekolah bagaimana secara asertif menolak untuk


(UKS). melakukkan perilaku beresiko oleh teman
PKPR merupakan program sebayanya. Oleh karena itu dibutuhkan
pelayanan kesehatan yang ditujukan dan konselor remaja yang berwawasan luas
dapat dijangkau oleh remaja, tentang permasalahan kesehatan remaja,
menyengkan, menerima remaja dengan memiliki keterampilan komunikasi, dan
tangan terbuka, menghargai remaja, memiliki kepribadian positif yang kuat.
menjaga kerahasiaan, peka akan Wilayah kerja PKM Kecamatan
kebutuhan terkait dengan kesehatannya, Cilincing yang dijadikan percontohan
serta efektif dan efisien dalam memenuhi program inovasi AKRAB adalah di
kebutuhan tersebut. Kelurahan Semper Timur. Asuhan
AKRAB adalah akronim dari keperawatan komunitas pada agregat
Aplikasi Komunikasi Remaja Asertif remaja di Kelurahan Semper Timur
Berbudaya merupakan sebuah pendekatan penulis lakukan dengan menggunakan
yang dapat digunakan sebagai katalis pendekatan model Comunity As Partner
dalam percepatan pencapaian pelaksanaan (yang dikembangkan oleh Anderson dan
Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja Mc Farlan berdasarkan teori Betty
(PKPR) di Puskesmas Kecamatan. Neuman) pada tahapan pengkajian sampai
Motto dari AKRAB adalah dengan penegakan diagnosa keperawatan
melalui Komunikasi Asertif Berbudaya (Anderson & Mc.Farlan, 2008).
Menjadikan Remaja Sehat, Hebat, dan Pada tahapan perencanaan dan
Bermanfaat”. Adapun tujuan dari kegiatan implementasi keperawatan komunitas
AKRAB adalah terlaksananya Program penulis menggunakan pendekatan model
Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja PRECEDE PROCEED (yang
Puskesmas Kecamatan di wilayah kerja dikembangkan oleh Dr Lawrence W.
Suku Dinas Kesehatan Kota Administrasi Green).
Jakarta Utara. Penelitian dengan menggunakan
metode studi lapangan di wilayah PKM
Metodologi Kecamatan Cilincing. Pengkajian
Berdasarkan hasil analisa SWOT dilakukan dengan cara observasi,
yang sudah dilakukan, program wawancara, dan survey. Instrumen
pengembangan anak usia sekolah dan penelitian dengan menggunakan
remaja di PKM Kecamatan Cilincing kuisioner.
berada diantara kekuatan dan tantangan Responden sebagai sampel
sehingga strategi diversifikasi digunakan berjumlah 104 remaja dengan kriteria
dengan mengoptimalkan kekuatan untuk inklusinya remaja yang bersangkutan
menghadapi tantangan. Program inovasi bertempat tinggal di Kelurahan Semper
yang diusulkan adalah AKRAB. Timur, berumur 12-19 tahun, berstatus
Pendekatan AKRAB pelajar, dan bersedia mengisi survei
mengutamakan kekuatan komunikasi kesehatan remaja. Wawancara dilakukan
asertif remaja berbasis budaya yang bisa kepada Kepala PKM, koordinator
digunakan saat pelatihan konselor sebaya kesehatan masyarakat, penanggung jawab
serta pembentukan Pusat Informasi dan program anak sekolah dan remaja serta
Konseling bagi remaja. petugas penyuluh lapangan keluarga
Komunikasi asertif menjadi berencana (PLKB) di PKM Kecamatan
pondasi bagi remaja saat melakukan Cilincing.
transaksi komunikasi dengan teman Wawancara juga dilakukan
sebaya saat menyampaikan dan menerima dengan pihak kelurahan, kader kesehatan,
pesan terkait perilaku beresiko pada tokoh masyarakat, dan tokoh agama di
agregat remaja. beberapa RW yang ada di Kelurahan
Perilaku tersebut berupa TRIAD Semper Timur. Analisis data dengan
KRR (Perilaku seks bebas, HIV/AIDS, menggunakan analisis data distribusi
dan NAPZA). Remaja akan dilatih frekuensi .

Aplikasi Komunikasi Asertif Berbudaya (AKRAB) Sebagai Salah Satu Upaya …………. 32
Journal Scientific Solutem, Vol.1 No. 1 (2018)

Hasil Penelitian kepada ibu tentang sesuatu yang penting


Berdasarkan hasil survey berjumlah 34 orang (32,7%) dengan
kesehatan remaja terhadap 104 responden frekuensi sangat mudah.
menunjukkan proporsi usia responden Proporsi responden yang
terbanyak adalah berusia 14 tahun dengan berbicara kepada ibu tentang kesehatan
jumlah 35 orang (33,7%), lebih banyak reproduksi berjumlah 47 orang (45,2%)
responden perempuan dengan jumlah 64 dengan frekuensi kadang-kadang.
orang (61,5%). Berdasarkan kondisi serumah
Proporsi tingkat pendidikan dengan saudara laki-laki dan saudara
responden terbanyak adalah SMP dengan perempuan menunjukkan proporsi
jumlah 83 orang (79,8%) dan suku responden yang tinggal serumah dengan
bangsa responden terbanyak adalah Jawa saudara laki-laki berjumlah 71 orang
yang berjumlah 43 orang (41,3%). Agama (68,3%) sedangkaan responden yang
responden mayoritas adalah Islam tinggal serumah dengan saudara
sebanyak 95 orang (91,3%). perempuan berjumlah 63 orang (60,6%).
Berdasarkan karakteristik Berdasarkan kebiasaan yang
keluarga responden menunjukkan dilakukan, menunjukkan proporsi
proporsi pekerjaan orang tua terbanyak responden yang pergi ke pesta dalam 1
adalah wiraswasta dengan jumlah 67 bulan terakhir berjumlah 42 orang
orang (64,5%) dan penghasilan orang tua (40,4%), nonton film ke bioskop
terbanyak sekitar 1.000.000- berjumlah 53 orang (51%), responden
1.500.000/bulan sebesar 17 orang yang minum alkohol dalam 1 bulan
(16,3%). Proporsi jumlah tanggungan terakhir berjumlah 7 orang (6,7%),
dalam keluarga responden terbanyak responden yang mempunyai kebiasaan
adalah 4-6 orang pada 65 keluarga merokok berjumlah 10 orang (9,6%),
(62,5%). responden yang menggunakan celana
Berdasarkan aktivitas dan ketat berjumlah 64 orang (61,5%), dan
hubungan sosial responden menunjukkan responden yang menggunakan narkoba
proporsi keaktifan responden dalam berjumlah 3 orang (2,9%). Sedangkan
kegiatan keagamaan dengan jumlah 88 proporsi ketertarikan responden terhadap
orang (84,6%), rutinitas responden dalam lawan jenis berjumlah 91 orang (87,5%).
mengikuti kegiatan keagamaan adalah Berdasarkan kebiasaan terkait
setiap hari dengan jumlah 65 orang kebersihan diri yang dilakukan
(62,5%), dan pentingnya agama untuk menunjukkan proporsi responden yang
responden adalah sangat penting dengan menggunakan celana dalam keseluruhan
jumlah 89 orang (85,6%). Proporsi berjumlah 104 orang (100%) dan
kondisi ayah masih hidup dengan jumlah responden yang mengganti celana dalam
90 orang (86,5%). tiap hari atau bila lembab atau basah
Proporsi responden yang tinggal hampir keseluruhan berjumlah 100
serumah dengan ayah berjumlah 81 orang (96,2%). Responden yang membersihkan
(77,9%) dan responden yang berbicara alat kelamin setelah buang air kecil
kepada ayah tentang sesuatu yang penting hampir keseluruhan berjumlah 103 orang
berjumlah 53 orang (51%) dengan (99%), responden yang diajarkan cara
frekuensi kadang-kadang. membersihkan alat kelamin berjumlah 83
Proporsi responden yang tidak orang (79,8%), dan responden yang
pernah berbicara kepada ayah tentang sudah dikhitan berjumlah 85 orang
kesehatan reproduksi berjumlah 56 orang (81,7%).
(53,8%). Sedangkan proporsi kondisi ibu Berdasarkan sumber informasi
masih hidup dengan jumlah 100 orang terkait topik sistem reproduksi seksual
(96,2%). menunjukkan proporsi responden yang
Proporsi responden yang tinggal menggunakan sumber informasi utama
serumah dengan ibu berjumlah 96 orang terkait sistem reproduksi seksual adalah
(92,3%) dan responden yang berbicara guru berjumlah 57 orang (54,8%).

Aplikasi Komunikasi Asertif Berbudaya (AKRAB) Sebagai Salah Satu Upaya …………. 33
Journal Scientific Solutem, Vol.1 No. 1 (2018)

Proporsi responden yang mengetahui bahwa kondom tidak 100%


menggunakan sumber informasi utama dapat mencegah kehamilan berjumlah 33
kedua terkait topik sistem reproduksi orang (31,7%) dan yang tidak
seksual adalah ibu berjumlah 30 orang mengetahui/tidak yakin berjumlah 54
(28,8%). Sedangkan proporsi responden orang (51,9%).
yang menggunakan sumber informasi Proporsi responden yang tidak
yang paling disukai terkait topik sistem mengetahui risiko tertular PMS bila
reproduksi seksual adalah teman berhubungan dengan PSK berjumlah 40
berjumlah 27 orang (26%). orang (38,5%) dan yang tidak
Berdasarkan pengetahuan tentang mengetahui/tidak yakin berjumlah 50
pubertas, kesehatan reproduksi dan orang (48,1%). Proporsi responden yang
permasalahannya menunjukkan proporsi tidak mengetahui risiko tertular PMS
responden yang tidak mengikuti kegiatan selain berhubungan dengan homoseks
pemaparan pengetahuan di sekolah berjumlah 18 orang (17,3%) dan yang
tentang pubertas, sistem reproduksi, dan tidak mengetahui/tidak yakin berjumlah
permasalahannya berjumlah 24 orang 50 orang (48,1%).
(23,1%) dan tidak yakin sudah pernah Proporsi responden yang tidak
mengikuti berjumlah 2 orang (1,9%). mengetahui pengertian seks bebas
Proporsi responden yang berjumlah 6 orang (5,8%) dan yang tidak
membutuhkan penambahan materi di mengetahui/tidak yakin berjumlah 14
sekolah terkait pubertas, sistem orang (13,5%). Proporsi responden yang
reproduksi, dan permasalahannya tidak mengetahui cara menghindari seks
berjumlah 17 orang (16,3%). Proporsi bebas berjumlah 3 orang (2,9%) dan yang
responden yang belum mengetahui tidak mengetahui/tidak yakin berjumlah
pengertian kesehatan reproduksi 29 orang (27,9%).
berjumlah 2 orang (1,9%) dan yang tidak Proporsi responden yang tidak
mengetahui/tidak yakin berjumlah 34 mengetahui dampak pemakaian kondom
orang (32,7%). yang tidak benar berjumlah 2 orang
Proporsi responden yang tidak (1,9%) dan yang tidak mengetahui/tidak
mengetahui waktu permulaan pubertas yakin berjumlah 41orang (39,4%).
berjumlah 16 orang (15,4%) dan yang Berdasarkan pemahaman tentang
tidak mengetahui/tidak yakin berjumlah seksualitas, gender, dan norma
17 orang (16,3%). Proporsi responden menunjukkan proporsi responden yang
yang tidak mengetahui pengertian PMS berpendapat setuju bahwa individu yang
berjumlah 3 orang (2,9%) dan yang tidak belum menikah untuk berkencan
mengetahui/tidak yakin berjumlah 16 berjumlah 33 orang (31,7%).
orang (15,4%). Proporsi responden yang
Proporsi responden yang tidak berpendapat setuju bahwa laki-laki dan
mengetahui pengertian HIV/AIDS perempuan berhak berciuman,
berjumlah 2 orang (1,9%) dan yang tidak berpegangan, dan bersentuhan berjumlah
mengetahui/tidak yakin berjumlah 5 orang 19 orang (18,3%). Proporsi responden
(4,8%). Proporsi responden yang tidak yang berpendapat setuju bahwa laki-laki
mengetahui dampak dari remaja yang dan perempuan melakukan hubungan
sudah mimpi basah secara fisik siap untuk seksual jika saling mencintai berjumlah 9
menghamili berjumlah 19 orang (18,3%) orang (8,7%).
dan yang tidak mengetahui/tidak yakin Proporsi responden yang
berjumlah 35 orang (33,7%). berpendapat setuju bahwa remaja laki-laki
Proporsi responden yang tidak berhak melakukan hubungan dengan
mengetahui berganti-ganti pasangan dapat pacarnya jika saling mencintai berjumlah
berisiko tertular PMS berjumlah 18 orang 26 orang (25%). Proporsi responden yang
(17,3%) dan yang tidak mengetahui/tidak berpendapat setuju bahwa remaja laki-laki
yakin berjumlah 39 orang (37,5%). perhatian kepada perempuan yang suka
Proporsi responden yang tidak

Aplikasi Komunikasi Asertif Berbudaya (AKRAB) Sebagai Salah Satu Upaya …………. 34
Journal Scientific Solutem, Vol.1 No. 1 (2018)

melakukan hubungan seksual berjumlah Proporsi responden yang


15 orang (14,4%). berpendapat setuju bahwa laki-laki
Proporsi responden yang membutuhkan berhubungan seksual yang
berpendapat tidak setuju bahwa remaja lebih sering dibandingkan perempuan
perempuan menyesal setelah berhubungan berjumlah 34 orang (32,7%).
sebelum menikah berjumlah 3 orang Berdasarkan persepsi penggunaan
(2,9%). Proporsi responden yang pelayanan kesehatan menunjukkan
berpendapat tidak setuju bahwa remaja proporsi responden lebih banyak
laki-laki menyesal setelah berhubungan melakukan kunjungan ke PKM berjumlah
sebelum menikah berjumlah 12 orang 68 orang (65,4%).
(11,5%). Proporsi alasan responden yang
Proporsi responden yang melakukan kunjungan ke pelayanan
berpendapat setuju bahwa laki-laki dan kesehatan lebih banyak untuk berobat
perempuan berhubungan setelah berjumlah 82 orang (78,8%). Proporsi
bertunangan berjumlah 36 orang (34,6%). perasaan yang dirasakan responden saat
Proporsi responden yang berpendapat mengajukan pertanyaan di pelayanan
tidak setuju bahwa perempuan menjaga kesehatan menyatakan nyaman berjumlah
keperawanannya sampai menik nah 65 orang (62,5%).
berjumlah 1 orang (1%). Proporsi Proporsi perasaan responden
responden yang berpendapat tidak setuju terkait jawaban yang memuaskan dari
bahwa laki-laki menjaga keperjakannya petugas kesehatan saat berobat berjumlah
sampai menikah berjumlah 4 orang 58 orang (55,8%). Proporsi persepsi
(3,8%). responden bahwa rahasia terjamin saat
Proporsi responden yang berobat ke pelayanan kesehatan lebih
berpendapat setuju bahwa hubungan berjumlah 70 orang (78,8%).
semalam akan bermasalah berjumlah 8 Berdasarkan hasil wawancara
orang (7,7%). Proporsi responden yang yang telah dilakukan, Kepala PKM
berpendapat setuju bahwa berhubungan Cilincing memiliki perhatian yang sangat
dilakukan apabila mengetahui cara besar pada kesehatan reproduksi remaja di
mencegah kehamilan berjumlah 11 orang Kelurahan Semper Timur. Kepala Seksi
(10,6%). Proporsi responden yang Kesmas PKM Cilincing mengakui bahwa
berpendapat setuju bahwa ada rasa fenomena TRIAD KRR sangat
percaya diri jika dapat menggunakan mengkhawatirkan karena terjadi pada
kondom setiap berhubungan seksual anak usia sekolah dan remaja dengan
berjumlah 8 orang (7,7%). informasi kesehatan reproduksi yang
Proporsi responden yang minimal.
berpendapat setuju bahwa perempuan Penanggung jawab program anak
bertanggung jawab menggunakan alat sekolah dan remaja mengakui terdapat
kontrasepsi secara teratur berjumlah 30 program PKPR di PKM tetapi belum
orang (28,8%). Proporsi responden yang berjalan dengan optimal, diperlukan
berpendapat tidak setuju bahwa laki-laki inisiasi yang terus-menrus kepada anak
dan perempuan harus saling mencintai usia sekolah dan remaja sehingga bisa
dulu sebelum melakukan hubungan memanfaatkan PKPR. Petugas PLKB
seksual berjumlah 35 orang (33,7%). menyatakan bahwa BKKBN memiliki
Proporsi responden yang program Bina Keluarga Remaja (BKR),
berpendapat tidak setuju bahwa dirinya Pusat Informasi Komunikasi (PIK), dan
mengetahui cara menggunakan kondom program konselor sebaya yang sesuai
secara benar berjumlah 69 orang (66,3%). dengan program penulis lakukan.
Proporsi responden yang berpendapat Kecamatan Clincing memiliki
tidak setuju bahwa semua temannya tidak beberapa wilayah yang rawan dan
melakukan aborsi untuk kepentingan dia berdampak terhadap terjadinya
sendiri dan pasangannya berjumlah 45 peningkatan kejadian TRIAD KRR dan
orang (43,3%). perlu dilakukan pemberdayaan remaja

Aplikasi Komunikasi Asertif Berbudaya (AKRAB) Sebagai Salah Satu Upaya …………. 35
Journal Scientific Solutem, Vol.1 No. 1 (2018)

dengan melakukan pelatihan konselor Berdasarkan hasil analisis data


remaja. dan musyawarah yang dilakukan,
Berdasarkan hasil wawancara disepakati kegiatan yang akan dilakukan
dengan kader kesehatan, diharapkan ada terkait program inovasi AKRAB.
upaya khusus terhadap anak usia sekolah Pelaksanaan AKRAB diawali dengan
dan remaja Kelurahan Semper Timur. pembuatan modul AKRAB dan media
Kader kesehatan mengakui terjadi kasus sosialisasi AKRAB (penyajian ppt).
kehamilan tidak diinginkan yang dijumpai Teknik sosialisasi modul AKRAB
saat melakukan kegiatan-kegiatan dilakukan dengan cara ceramah, diskusi,
kesehatan di wilayah kelurahan Semper simulasi, dan redemonstrasi. Dilakukan
Timur. pretest dan posttest terkait kesehatan
Berdasarkan hasil wawancara reproduksi.
dengan tokoh agama adalah penanaman Kegiatan pertama yang dilakukan
nilai agama yang mulai dirasakan penulis adalah sosialisasi modul AKRAB
menurun pada keluarga terhadap anak- terhadap guru pembina UKS Tingkat SD,
anaknya, hal ini bisa dilihat dari SMP, dan SMA di wilayah PKM
minimnya keluarga yang memberikan Kecamatan Cilincing yang berjumlah 25
pelajaran agama tambahan sore hari guru. Semua peserta mendapatkan modul
kepada anak-anaknya baik di masjid AKRAB.
ataupun di Majelis Ta’lim. Pengaruh Hasil kegiatan adalah tercapainya
serangan informasi dan teknologi yang kesepahaman bahwa permasalahan
begitu kuat membuat remaja mengalami kesehatan reproduksi anak usia sekolah
pergeseran nilai-nilai kehidupan salah dan remaja sangat penting diperhatikan
satunya adalah bagaimana berinteraksi oleh kita semua. Guru pembina UKS
dengan lawan jenis. rata-rata berkeinginan agar sosialisasi
Pihak Kelurahan Semper Timur Modul AKRAB segera dilaksanakan ke
mengakui bahwa didaerahnya memiliki sekolah-sekolah yang ada di wilayah kerja
beberapa daerah rawan prostitusi bisa PKM Kecamatan Cilincing.
berdampak pada terjadinya TRIAD KRR. Kegiatan kedua yang dilakukan
Pihak kelurahan menginginkan upaya- penulis adalah sosialisasi modul AKRAB
upaya penguatan terhadap kelompok terhadap Penanggung Jawab UKS dari 9
potensial di masyarakat untuk PKM Kelurahan yang ada di wilayah
berpartisipasi dalam peningkatan kerja PKM Kecamatan Cilincing. Semua
kesehatan resproduksi remaja. peserta mendapatkan modul AKRAB.
Berdasarkan hasil wawancara Hasil kegiatan adalah pemahaman
dengan tokoh masyarakat adalah pentingnya konselor sebaya dalam
kepekaan masyarakat sudah banyak menurunkan TRIAD KRR di lingkungan
menurun untuk memberikan teguran pada sekolah dan lingkungan masayarakat serta
remaja yang menunjukan perilaku berkeinginan agar sosialisasi Modul
beresiko, mudahnya mengakses informasi AKRAB dilaksanakan sampai ke sekolah-
dari internet banyak mempengaruhi sekolah yang ada di wilayah PKM
perilaku bersiko pada remaja di Kecamatan Cilincing.
wilayahnya. Pola asuh kelurga terhadap Kegiatan ketiga yang dilakukan
anak remaja cenderung permisif sehingga penulis adalah sosialisasi konselor sebaya
banyak nilai dan norma keluarga dengan pendekatan AKRAB terhadap 16
dilanggar anak remaja. remaja yang bersedia menjadi konselor
Beberapa tempat yang banyak sebaya di wilayah Kelurahan Semper
digunakan anak remaja di wilayah Semper Timur.
Timur dalam berbuat perilaku beresiko Hasil kegiatan adalah 16 remaja
diantaranya di lapangan olah raga, telah menjadi konselor sebaya,
sepanjang area Banjir Kanal Timur pengetahuan remaja tentang kesehatan
(BKT), dan daerah-daerah yang sepi. reproduksi meningkat (rata-rata pretest 70
dan rata-rata posttest 80), dan remaja

Aplikasi Komunikasi Asertif Berbudaya (AKRAB) Sebagai Salah Satu Upaya …………. 36
Journal Scientific Solutem, Vol.1 No. 1 (2018)

mulai mengenal modul AKRAB serta signifikan antara variable kematangan


melakukan redemonstrasi menjadi emosi dengan variable konformitas pada
konselor remaja dengan menerapkan remaja. Semakin tinggi kematangan emosi
modul AKRAB. semakin tinggi konformitas dan
Kegiatan selanjutnya yang penulis sebaliknya semakin rendah kematangan
lakukan adalah promosi kesehatan emosi semakin rendah konformitas.
reproduksi remaja dan sosialisasi modul Sistem komunikasi antara remaja
AKRAB kepada remaja di wilayah dan orang tua berdasarkan hasil survey
Kelurahan Semper Timur (dari RW 01 masih perlu diperbaiki. Komunikasi yang
sampai RW 10). Penulis juga melakukan baik perlu diajarkan salah satunya dengan
promosi kesehatan reproduksi remaja dan metode AKRAB yang memfasilitasi
sosialisasi modul AKRAB di SMAN 92 bagaimana berkomunikasi yang baik antar
dan SMAN 73 Jakarta Utara yang remaja dan orang tua sehingga maksud
merupakan sekolah yang ada di wilayah dan tujuan pemberian informasi tercapai
PKM Kecamatan Cilincing. dengan baik.
Hasil dari kegiatan secara Pemahaman remaja terkait
keseluruhan memahami pentingnya pengetahuan, sikap, dan perilaku tentang
konselor sebaya dan penerapan modul kesehatan reproduksi masih perlu
AKRAB dalam pelaksanaan konselor ditingkatkan dengan cara pemberian
sebaya. Kegiatan yang telah dilakukan promosi kesehatan.
penulis di wilayah kerja PKM Kecamatan Hasil penelitian menunjukkan
Cilincing dapat dilihat pada tabel 1. masa remaja sering menghadapi
permasalahan karena rendahnya
Pembahasan pengetahuan remaja tentang kesehatan
Berdasarkan hasil survey reproduksi remaja yang berkaitan dengan
kesehatan, remaja yang terbanyak berusia TRIAD KRR dimana 75,3 % remaja
14 tahun. Usia tersebut merupakan usia masih menunjukkan kurang mengetahui
remaja pertengahan. Pada masa remaja tentang TRIAD (SDKI, 2007 dalam
pertengahan, remaja memiliki standar BKKBN, 2012).
perilaku dibentuk oleh kelompok sebaya, Pemberian promosi kesehatan
penerimaan oleh sebaya sangat penting, yang dijelaskan kepada remaja terkait
dan adanya rasa takut akan penolakan. tentang kesehatan reproduksi dengan
Remaja mengeksplorasi terhadap penerapan AKRAB. Hasil pretest dan
kemampuan untuk menarik lawan jenis posttest mengalami peningkatan. Rata-
(Wong, 2004). Oleh karena itu orang tua rata nilai pretest 70 meningkat menjadi
harus mengetahui teman sebaya anak agar rata-rata nilai posttest 80.
perilaku anak dapat dimonitor oleh orang Hal ini sesuai juga dengan
tua. penelitian yang dilakukan Fathiyah dan
Remaja di wilayah tersebut cukup Harahap (2013) yang menggambarkan
banyak, masih banyak yang aktif dalam bahwa adanya kecenderungan
kegiatan keagamaan. Remaja yang peningkatan efikasi diri siswa yang diberi
mengikuti kegiatan yang positif konseling sebaya sebesar 26,8%.
diharapkan dapat memiliki kematangan Pada konselor sebaya peningkatan
emosi sehingga mampu berperan dengan skor efikasi diri sebesar 14,3%. Secara
baik bila menjadi seorang konselor kualitatif hasil penelitian menunjukkan
sebaya. peningkatan efikasi diri subjek penelitian
Hal ini juga sesuai dengan ditinjau dari kognitif, motivasi, afektif dan
keinginan remaja terkait sumber infomasi kecenderungan perilakunya.
yang paling disukai terkait topik sistem Sosialisasi AKRAB diharapkan
reproduksi seksual adalah teman sebaya. dapat meningkatkan pemahaman remaja
Sejalan dengan hasil penelitian yang bahwa ada pelayanan PKPR di PKM
dilakukan Rachmawati (2013), bahwa Kecamatan Cilincing yang dapat
terdapat hubungan positif yang sangat dijadikan tempat remaja melakukan

Aplikasi Komunikasi Asertif Berbudaya (AKRAB) Sebagai Salah Satu Upaya …………. 37
Journal Scientific Solutem, Vol.1 No. 1 (2018)

konseling terkait remaja dan [4] Badan Kepedudukan dan Keluarga


permasalahannya. Berencana Nasional Direktorat
Direktorat Ketahanan Remaja.2012.
Penutup Komunikasi Efektif Orang Tua
Simpulan Remaja: BKKBN.
Sosialisasi AKRAB dapat [5] Fathiyah, K.N.,& Harahap, F. (2013).
meningkatkan kesepahaman pentingnya Konseling Sebaya untuk
pelaksanaan program UKS dan PKPR di Meningkatkan Efikasi Diri Remaja
sekolah. Sosialisasi AKRAB juga mampu terhadap Perilaku Berisiko.
meningkatkan pemahaman remaja tentang Staff.uny.ac.id
kesehatan reproduksi. Terbentuknya [6] Fawcett, Jacqueline. 2005.
konselor sebaya dengan mengaplikasikan Contemporary Nursing Knowledge:
AKRAB diharapkan mampu membantu Analisysis an Evaluation of Nursing
meningkatkan pemahaman remaja tentang Model and Theories, Second Ed, FA
kesehatan reproduksi sehingga Davis Philadhelpia.
pelaksanaan program PKPR dapat [7] Haryanto. 2010. Pengertian Remaja
tercapai secara optimal. Menurut Para
Saran Ahli.www.belajarpsikologi.com.
Sosialisasi AKRAB dilaksanakan [8] Kuther, T.L. 2011. The Psychology
secara rutin dan mencakup semua sekolah Major’s Handbook. USA: Amazon.
di wilayah kerja PKM Kecamatan [9] Puskesmas Kecamatan Cilincing.
Cilincing serta terbentuknya konselor 2012. Profil Puskesmas Kecamatan
sebaya di tiap wilayah kerja PKM Cilincing. Tidak Dipublikasikan.
Kecamatan Cilincing. [10] Puskesmas Kecamatan Cilincing.
2012. Laporan Tahunan UKS
Daftar Pustaka Kecamatan Cilincing tahun 2012.
[1] Anderson, A., & Mc.Farlan, 2008. Tidak Dipublikasikan.
Community as Partner: Theory & [11] Rachmawati, F. 2013. Hubungan
Practice in Nursing. USA: Kematangan Emosi dengan
Lippincott. Konformitas pada Remaja.
[2] Badan Kepedudukan dan Keluarga Journal.uad.ac.id.
Berencana Nasional Direktorat [12] Sudinkes Kota Administrasi Jakarta
Direktorat Ketahanan Utara. 2011. Profil Suku Dinas
Remaja.2012.Pedoman Pengelolaan Kesehatan Kota Administrasi Jakarta
Bina Keluarga Remaja: BKKBN. Utara. Tidak Dipublikasikan.
[3] Badan Kepedudukan dan Keluarga [13] Sudinkes Kota Administrasi Jakarta
Berencana Nasional Direktorat Utara. 2011. Laporan Tahunan UKS.
Direktorat Ketahanan Sudinkes Kota Administrasi Jakarta
Remaja.2012.Pedoman Pengelolaan Utara.Tidak Dipublikasikan.
Pusat Informasi dan Konseling [14] Wong, D.L. 2004. Pedoman Klinis
Remaja dan Mahasiswa (PIK RM): Keperawatan Pediatrik. Jakarta:
BKKBN. EGC.

Aplikasi Komunikasi Asertif Berbudaya (AKRAB) Sebagai Salah Satu Upaya …………. 38