Anda di halaman 1dari 11

NAMA : Imam Maulana Anwar

NIM : 16086073

JURUSAN : Pendidikan Olahraga

MATA KULIAH : Bimbingan Konseling (UAS)

1. Sebagai calon guru setelah mempelajari bk manfaat yg bisa diambil menurut saya
adalah :
a. Membantu memasyarakatkan layanan bimbingan dan konseling
b. Melakukan kerja sama dengan guru.
c. Mengalihtangankan siswa.
d. Mengadakan upaya tindaklanjut layanan bimbingan
e. Memberikan kesempatan pada siswa memperoleh layanan bimbingan dan
konseling.
f. Membantu mengumpulkan informasi.
g Berpartisipasi kegiatan pendukung seperti konferensi kasus.
h. Berpartisipasi upaya pencegahan masalah pengembangan potensi.

Dri segi tujuan bimbingan konseling juga kita bisa ambil manfaat kita dapat
mengetahui bagaimana tujuan dari bk itu sendri yakninya:

Secara umum, tujuan pelayanan bimbingan dan konseling yaitu berupaya membantu
konseli konseli dapat: (1) merencanakan kegiatan penyelesaian studi, perkembangan karir
serta kehidupan-nya di masa yang akan datang; (2) mengembangkan seluruh potensi dan
kekuatan yang dimilikinya seoptimal mungkin; (3) menyesuaikan diri dengan lingkungan
pendidikan, lingkungan masyarakat serta lingkungan kerjanya; (4) mengatasi hambatan dan
kesulitan yang dihadapi dalam studi, penyesuaian dengan lingkungan pendidikan,
masyarakat, maupun lingkungan kerja.

Untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut, mereka harus mendapatkan kesempatan untuk: (1)
mengenal dan memahami potensi, kekuatan, dan tugas-tugas perkem-bangannya, (2)
mengenal dan memahami potensi atau peluang yang ada di lingkungannya, (3) mengenal
dan menentukan tujuan dan rencana hidupnya serta rencana pencapaian tujuan tersebut, (4)
memahami dan mengatasi kesulitan-kesulitan sendiri (5) menggunakan kemampuannya
untuk kepentingan dirinya, kepentingan lembaga tempat bekerja dan masyarakat, (6)
menyesuaikan diri dengan keadaan dan tuntutan dari lingkungannya; dan (7)
mengembangkan segala potensi dan kekuatan yang dimilikinya secara optimal.

Secara khusus bimbingan dan konseling bertujuan untuk membantu konseli agar dapat
mencapai tugas-tugas perkembangannya yang meliputi aspek pribadi-sosial, belajar
(akademik), dan karir.

1
1. Tujuan bimbingan dan konseling yang terkait dengan aspek pribadi-sosial konseli
adalah:

 Memiliki komitmen yang kuat dalam mengamalkan nilai-nilai keimanan dan


ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, baik dalam kehidupan pribadi, keluarga,
pergaulan dengan teman sebaya, Sekolah/Madrasah, tempat kerja, maupun
masyarakat pada umumnya.
 Memiliki sikap toleransi terhadap umat beragama lain, dengan saling menghormati
dan memelihara hak dan kewajibannya masing-masing.
 Memiliki pemahaman tentang irama kehidupan yang bersifat fluktuatif antara yang
menyenangkan (anugrah) dan yang tidak menyenangkan (musibah), serta dan
mampu meresponnya secara positif sesuai dengan ajaran agama yang dianut.
 Memiliki pemahaman dan penerimaan diri secara objektif dan konstruktif, baik
yang terkait dengan keunggulan maupun kelemahan; baik fisik maupun psikis.
 Memiliki sikap positif atau respek terhadap diri sendiri dan orang lain.
 Memiliki kemampuan untuk melakukan pilihan secara sehat
 Bersikap respek terhadap orang lain, menghormati atau menghargai orang lain,
tidak melecehkan martabat atau harga dirinya.
 Memiliki rasa tanggung jawab, yang diwujudkan dalam bentuk komitmen terhadap
tugas atau kewajibannya.
 Memiliki kemampuan berinteraksi sosial (human relationship), yang diwujudkan
dalam bentuk hubungan persahabatan, persaudaraan, atau silaturahim dengan
sesama manusia.
 Memiliki kemampuan dalam menyelesaikan konflik (masalah) baik bersifat internal
(dalam diri sendiri) maupun dengan orang lain.
 Memiliki kemampuan untuk mengambil keputusan secara efektif.

. Tujuan bimbingan dan konseling yang terkait dengan aspek akademik (belajar) adalah :

 Memiliki kesadaran tentang potensi diri dalam aspek belajar, dan memahami
berbagai hambatan yang mungkin muncul dalam proses belajar yang dialaminya.
 Memiliki sikap dan kebiasaan belajar yang positif, seperti kebiasaan membaca
buku, disiplin dalam belajar, mempunyai perhatian terhadap semua pelajaran, dan
aktif mengikuti semua kegiatan belajar yang diprogramkan.
 Memiliki motif yang tinggi untuk belajar sepanjang hayat.
 Memiliki keterampilan atau teknik belajar yang efektif, seperti keterampilan
membaca buku, mengggunakan kamus, mencatat pelajaran, dan mempersiapkan
diri menghadapi ujian.
 Memiliki keterampilan untuk menetapkan tujuan dan perencanaan pendidikan,
seperti membuat jadwal belajar, mengerjakan tugas-tugas, memantapkan diri dalam
memperdalam pelajaran tertentu, dan berusaha memperoleh informasi tentang
berbagai hal dalam rangka mengembangkan wawasan yang lebih luas.
 Memiliki kesiapan mental dan kemampuan untuk menghadapi ujian.

. Tujuan bimbingan dan konseling yang terkait dengan aspek karir adalah

2
 Memiliki pemahaman diri (kemampuan, minat dan kepribadian) yang terkait
dengan pekerjaan.
 Memiliki pengetahuan mengenai dunia kerja dan informasi karir yang menunjang
kematangan kompetensi karir.
 Memiliki sikap positif terhadap dunia kerja. Dalam arti mau bekerja dalam bidang
pekerjaan apapun, tanpa merasa rendah diri, asal bermakna bagi dirinya, dan sesuai
dengan norma agama.
 Memahami relevansi kompetensi belajar (kemampuan menguasai pelajaran) dengan
persyaratan keahlian atau keterampilan bidang pekerjaan yang menjadi cita-cita
karirnya masa depan.
 Memiliki kemampuan untuk membentuk identitas karir, dengan cara mengenali
ciri-ciri pekerjaan, kemampuan (persyaratan) yang dituntut, lingkungan
sosiopsikologis pekerjaan, prospek kerja, dan kesejahteraan kerja.
 Memiliki kemampuan merencanakan masa depan, yaitu merancang kehidupan
secara rasional untuk memperoleh peran-peran yang sesuai dengan minat,
kemampuan, dan kondisi kehidupan sosial ekonomi.
 Dapat membentuk pola-pola karir, yaitu kecenderungan arah karir. Apabila seorang
konseli bercita-cita menjadi seorang guru, maka dia senantiasa harus mengarahkan
dirinya kepada kegiatan-kegiatan yang relevan dengan karir keguruan tersebut.
 Mengenal keterampilan, kemampuan dan minat. Keberhasilan atau kenyamanan
dalam suatu karir amat dipengaruhi oleh kemampuan dan minat yang dimiliki. Oleh
karena itu, maka setiap orang perlu memahami kemampuan dan minatnya, dalam
bidang pekerjaan apa dia mampu, dan apakah dia berminat terhadap pekerjaan
tersebut.
 Memiliki kemampuan atau kematangan untuk mengambil keputusan karir.

(Tohirin. 2011. Bimbingan dan Konseling di Sekolah dan Madrasah (Berbasis


Integrasi). Jakarta : PT Grafindo Persada.
Hikmawati, Fenti. 2011. Bimbingan Konseling. Jakarta : Rajawali Pers.
Syahril, Riska Ahmad. 1987. Pengantar Bimbingan dan Konseling. Padang:
Angkasa
Raya.
Syamsu, Yusuf dan Ahmad Juntika. 2005. Landasan Bimbingan dan Konseling.
Bandung: Rosdakarya.)

Contohya adalah saya membantu memperkenalkan kepadawa siswa maupun orng


tua siswa tentang bk, alsannya di karenakan ini dpt membntu guru bk,
mempersepsikan kpda murid bhwasannya bk itu jga bisa mengarahkan siswa kearah
yg lebih baik, membntu siswa mendapatkan bimbingan.

3
2. Jika dilihat dari segi masalah individu, maka jenis-jenis bimbingannya terbagi menjadi
4 jenis bimbingan diantaranya sebagai berikut :
1. Bimbingan pribadi
Bimbingan pribadi bisa dimaknai sebagai suatu bantuan dari pembimbing kepada
terbimbing (individu) agar dapat mencapai tujuan dan tugas perkembangan pribadi
yang mampu bersosialisasi dan menyesuaikan diri dengan lingkungannya secara baik.
Menurut Surya (1988) bimbingan pribadi merupakan bimbingan dalam mengahadapi
dan memecahkan masalah-masalah pribadi.
Sedangkan menurut Winkel (1991) menyatakan bahwa bimbingan pribadi merupakan
proses bantuan yang menyangkut keadaan batinnya sendiri. Berdasarkan pengertian di
atas bimbingan pribadi (personal guidance) bisa bermakna bimbingan.[2]
Dalam situasi tertentu, kadang-kadang individu dihadapkan pada suatu kesulitan yang
bersumber dari dalam dirinya sendiri. Masalah ini timbul karena individu merasa
kurang berhasil dalam menghadapi dan menyesuaikan diri dengan hal-hal dalam
dirinya. Konflik yang berlarut-larut, frustasi, dan neurosis merupakan sumber
timbalnya pribadi. Masalah pribadi juga bisa timbul akibat individu gagal dalam
mempertemukan antara aspek-aspek pribadi di satu pihak dan keadaan lingkungan di
pihak lain.
Menurut Surya dan Winkel aspek-aspek persoalan individu yang membutuhkan
layanan bimbingan pribadi antara lain sebagai berikut :
a. Kemampuan individu memahami dirinya sendiri
b. Kemampuan individu mengambil keputusan sendiri
c. Kemampuan individu memecahkan masalah yang menyangkut keadaan batinnya
sendiri, misalnya persoalan-persoalan yang menyangkut hubungannya dengan
Tuhan.[3]
contoh maasalah pribadi diantaranya :
a. Masalah keuangan
b. masalah pekerjaan
c. masalah sekolah
d. masalah keluarga
e. masalah dengan teman
4
f. masalah asmara
g. masalah kesehatan

2. Bimbingan Sosial
Bimbingan sosial adalah usaha bimbingan yang bertujuan membantu siswa
mengatasi kesulitannya dalam bidang sosial. Bentuk bimbingan ini misalnya
informasi cara berorganisasi, cara bergaul agar disenangi kelompok, cara-cara
mendapatkan biaya sekolah tanpa harus mengorbankan belajar, dan sebagainya.
Selain problem yang menyangkut dirinya sendiri, individu juga di hadapkan pada
problem yang terkait dengan orang lain. Dengan perkataan lain, masalah individu ada
yang bersifat pribadi dan ada yang bersifat sosial. Kadang-kadang individu
mengalami kesulitan atau masalah dalam hubungannya dengan individu lain atau
lingkungan sosialnya.
Masalah ini dapat timbul karena individu kurang mampu atau gagal berhubungan
dengan lingkungan sosialnya yang kurang sesuai dengan keadaan dirinya.
Masalah individu yang berhubungan dengan lingkungan sosialnya misalnya:
a. kesulitan dalam persahabatan
b. kesulitan mencari teman
c. merasa terasing dalam aktivitas kelompok
d. kesulitan memproleh penyesuaian dalam kegiatan kelompok
e. kesulitan mewujudkan hubungan yang harmonis dalam keluarga
f. kesulitan dalam menghadapi kesulitan social yang baru
selain masalah di atas, aspek-aspek sosial yang memerlukan layanan bimbingan sosial
antara lain sebagai berikut :
a. kemampuan indivudu melakukan sosialisasi dengan lingkungannya
b. kemampuan individu melakukan adaptasi
c. kemampuan individu melakukan sosialisasi (interaksi sosial) dengan
lingkungannya baik lingkungan keluarga, sekolah dan masyarakat.

3. Bimbingan Belajar

5
Siswa di sekolah dan di madrasah baik sebagai pribadi maupun sebagai anggota
masyarakat memiliki masalah yang satu sama lain berbeda tingkat kompleksitasnya.
Masalah siswa di sekolah dan madrasah ada yang disebabkan oleh kondisi dalam diri
siswa sendiri dan ada yang disebabkan oleh kondisi di luar siswa.
Bimbingan belajar adalah usaha bimbingan kepada siswa untuk mengatasi kesulitan
dalam bidang belajar. bentuk bimbingan belajar misalnya membentuk kelompok
belajar, memberikan informasi tentang cara belajar yang baik, memberi nformasi
tentang cara mengatur jadwal belajar, cara memusatkan perhatian dalam belajar,
memberikan informasi tentang pola belajar, dan sebagainya.
Beberapa aspek masalah belajar yang memerlukan layanan bimbingan belajar atau
bimbingan akademik (academic guadience) antara lain sebagai berikut :
a. Kemampuan belajar yang rendah
b. Motivasi belajar yang rendah
c. Minat belajar yang rendah
d. Tidak berbakat pada mata pelajaran tertentu
e. Kesulitan berkonsentrasi dalam belajar
f. Sikap belajar yang tidak terarah
g. Perilaku mal akdaftif dalam belajar seperti suka mengganggu teman ketika belajar
h. Prestasi belajar yang rendah
i. Penyaluran kelompok belajar dan kegiatan belajar siswa lainnya
j. Pemilihan dan penyaluran jurusan
k. Gagal ujian atau tidak naik kelas

4. Bimbingan Karier
Bimbingn karier yaitu bimbingan untuk membantu individu dalam perencanaan,
Bimbingan karier juga merupakan layanan pemenuhan kebutuhan perkembangan
individu sebagai bagian integral program pendidikan. Bimbingan karier terkait dengan
perkembangan kognitif, efektif, atau pun keterampilan individu dalam mewujudkan
konsep diri yg positif, memahami proses pengambilan keputusan, ataupun perolehan
pengetahuan dalam keterampilan yang akan membantu dirinya memasuki sistem
kehidupan sosial budaya yang terus menerus berubah.
6
Menurut Winkel (1991), bimbingan karier merupakan bantuan dalam mempersiapkan
diri menghadapi dunia pekerjaan, pemilihan lapangan pekerjaan (profesi) tertentu
serta membekali diri agar siap memangku jabatan tersebut dan dalam menyesuaikan
diri dengan tuntutan-tuntutan dari lapangan pekerjaan yang telah dimasuki
berdasarkan pengertian diatas, bimbingan karier bisa bermakna suatu bantuan diri
pembimbing kepada terbimbing (siswa) dalam menghadapi dan memecahkan
masalah-masalah karier. Bimbingan karier juga bermakna jenis bimbingan yang
membantu siswa dalam menghadapi dan menyelesaikan masalah-masalah yang
menyangkut karier tertentu.
Bimbingan karier membantu individu mempersiapkan pekerjaan atau jabatan,
membantu individu pada saat bekerja, dan membantu individu setelah pensiun dari
pekerjaannya dengan kata lain, bimbingan karier membantu individu mengembangkan
kariernya sepanjang hayati Berdasarkan uraian tersebut dapat disimpulkan, bahwa
bimbingan karier merupakan upaya bantuan terhadap individu agar dapat mengenal
dan memahami dirinya, mengenal dunia kerja, dan mengembangkan masa depannya
yang sesuai dengan bentuk kehidupannya yang diharapkan.
Ada pun masalah-masalah dalam bimbingan karier antara lain sebagai berikut :
a. pemahaman terhadap jabatan dan tugas-tugas kerja
b. pemahaman kondisi dan kemampuan diri
c. pemahaman kondisi lingkungan, perencanaan dan pengembangan karir
d. penyesuaian pekerjaan dan pemecahan masalah-masalah karir yang dihadapi.
(Abu Ahmadi. 1991. Bimbingan dn Konseling di sekola. (Jakarta : PT Rineka Cipta). Hal.
179

Tohrin.2007. Bimbingan dan Konseling di Sekolah dan Madrasah (Berbasis Integrasi).


(Jakarta:Kharisma Putra Utama Offset). Hal. 124 Ibid. Hal. 124

Achmad Jutika Nurihsan. 2016. Bimbingan & Konseling (Bandung : PT Rafika Aditama).
Hal. 16)

3. Peran saya dalam memasyratkan kan bk adadalah :

1) Membantu guru pembimbing/konselor melaksanakan tugas-tugasnya, khususnya


di
kelas yang menjadi tanggung jawabnya.
7
2) Membantu Guru Mata Pelajaran melaksanakan peranannya dalam pelayanan
bimbingan dan konseling, khususnya di kelas yang menjadi tanggung jawabnya
3) Membantu memberikan kesempatan dan kemudahan bagi siswa, khususnya
dikelas yang menjadi tanggung jawabnya, untuk mengikuti/menjalani layanan
dan/atau kegiatan bimbingan dan konseling;
4) Berpartisipasi aktif dalam kegiatan khusus bimbingan dan konseling, seperti
konferensi kasus;
5) Mengalihtangankan siswa yang memerlukan layanan bimbingan dan konseling
kepada guru pembimbing/konselor.
6) Kerjasama guru dan konselor dalam layanan bimbingan konselor.

(Sudrajat Ahmad. 2008. Peranan Kepala Sekolah, Guru, dan Wali Kelas Dalam
Bimbingan Konseling

Sudrajat Ahmad. 2008. Peranan Guru dalam Prose Pendidikan. Sudrajat ahmad. 2008.
Tujuan Bimbingan Konseling

Sudrajat ahmad. 2008. Tujuan Bimbingan Konseling)

4. Salh satu permsalahan kasus siswa yaitu narkoba

Hingga kini penyebaran narkoba sudah hampir tak bisa dicegah. Mengingat hampir seluruh
penduduk dunia dapat dengan mudah mendapat narkoba dari oknum-oknum yang tidak
bertanggung jawab. Misalnya saja dari bandar narkoba yang senang mencari mangsa didaerah
sekolah, diskotik, tempat pelacuran, dan tempat-tempat perkumpulan genk. Tentu saja hal ini bisa
membuat para orang tua, ormas, pemerintah khawatir akan penyebaran narkoba yang begitu
meraja rela. Upaya pemberantas narkoba pun sudah sering dilakukan, namun masih sedikit
kemungkinan untuk menghindarkan narkoba dari kalangan remaja maupun dewasa, bahkan anak-
anak usia SD dan SMP pun banyak yang terjerumus narkoba. Hingga saat ini upaya yang paling
efektif untuk mencegah penyalahgunaan Narkoba pada anak-anak yaitu dari pendidikan keluarga.
Orang tua diharapkan dapat mengawasi dan mendidik anaknya untuk selalu menjauhi Narkoba.

narkoba di Indonesia berasal dari kalangan pelajar dan mahasiswa. Angka tersebut
kemungkinan meningkat kembali karena beredarnya sejumlah narkotika jenis baru. Data
tersebut didapat dari penelitian Puslitkes Universitas Indonesia (UI) dan Badan Narkotika
Nasional (BNN) pada 2016 lalu. "(Hasil penelitian menyebutkan) pengguna narkoba
pelajar dan mahasiswa mencapai 27,32 persen," ujar Kepala Subdirektorat Lingkungan
Pendidikan BNN Agus Sutanto, Senin (30/10), di sela-sela deklarasi pelajar anti-narkoba,
kekerasan anak, dan pencegahan HIV-AIDS di Stadion Korpri di Kecamatan Cisaat,
Kabupaten Sukabumi. Penggunan narkoba di kalangan pelajar dan mahasiswa, ungkap
Agus, disebabkan usia mereka yang labil dan mudah dipengaruhi. Di mana menurut Agus
awalnya mereka hanya mencoba-coba hingga akhirnya menjadi pemakai teratur atau aktif
dan kecanduan. Agus mengatakan, penggunaan narkoba di kalangan pelajar di indikasikan

8
akan mengalami peningkatan karena maraknya narkotika jenis baru. Peredaran narkoba
jenis baru ini menyasar ke kalangan pelajar dan mahasiswa. Agus mengungkapkan, saat ini
di dunia diperkirakan terdapat sebanyak 200 narkotika jenis baru. Dari jumlah tersebut,
kata dia, yang sudah terdeteksi beredar di Indonesia mencapai sebanyak 68 jenis
narkoba. "Sebanyak 60 narkoba baru sudah masuk Peraturan Menteri Kesehatan
(Permenkes) dan Undang-Undang Narkotika," terang Agus. Sementara itu lanjut dia,
sebanyak delapan jenis narkoba baru lainnya belum masuk kedalam ketentuan tersebut.
Ditambahkan Agus, ke depan ada indikasi akan masuknya lagi beberapa jenis narkoba baru
ke Indonesia. Oleh karena itu ujar dia BNN meminta warga yang melihat masalah narkoba
bisa segera melapor kepada aparat setempat maupun BNN di daerah. Selain narkoba, tutur
Agus, di Sukabumi dilaporkan adanya peredaran obat Tramadol. Jenis obat keras ini
seharusnya mendapatkan pengawasan dokter dalam peredarannya. Namun kata dia di
lapangan pelajar masih mudah mendapatkannya. Di sisi lain Agus mengatakan, wilayah
pesisir pantai selatan Sukabumi juga menjadi titik rawan peredaran narkoba melalui
perairan. "Salah satu basis narkoba saat ini masuk lewat perairan," kata dia. Agus
mengungkapkan, penyelundupan narkoba melalui udara mulai teratasi. Kini lanjut dia
penyelundupan lebih banyak melalui jalur laut terutama kawasan perbatasan yang minim
pengawasan seperti Palabuhanratu.

(BNK Samarinda. 2007. “Faktor dan Akibat NArkoba”

9
Dr. Hartati Kurniadi SpKJ, MHA, 2005. Pencegahan Ketergantungan NAPZA/Narkoba.
News Letter Edisi IV. Internet.

Lilis Siti Nurjanah, Februari 2005. Buku Kimia SMP Kelas VII. Regina. Bandung)

10
11