Anda di halaman 1dari 10

Dunia Penelitian Geologi

April 17, 2009

Batugamping Sebagai Reservoir Hidrokarbon


Filed under: Carbonate — Arie @ 2:50 am
Cari
Tags: bioklastik, Carbonate, garis lintang dan iklim, jenis-jenis batuan karbonat, karbonat, lingkungan pengendapan, April 2009
penetrasi cahaya, reservoir, salinitas
S S R K J S M

Batugamping Sebagai Reservoir Hidrokarbon 1 2 3 4 5


6 7 8 9 10 11 12
Identity of Authors disamarkan. Yang jelas nih copy paste tugas kuliah.
13 14 15 16 17 18 19
Abstrak 20 21 22 23 24 25 26

Dewasa ini kebutuhan dunia akan minyak bumi dan gas semakin meningkat. seiring dengan meningkatnya kebutuhan itu, 27 28 29 30
para ilmuan dan para peneliti juga terus mencoba mengembangkan ilmu pengetahuan guna mendapatkan hasil produksi yang Jun »
lebih banyak. Dalam hal ini batuan karbonat mulai menjadi perhatian khusus sebagai reservoir hidrokarbon. Lain halnya
dengan batu pasir, reservoir batugamping lebih sulit dan lebih kompleks sifatnya. Hal ini disebabkan karena adanya berbagai Top Posts
macam porositas, juga struktur yang sangat mempengaruhi porositas tersebut. Porositas pada batugamping pada umumnya Batugamping Sebagai
dikontrol oleh pelarutan matriks dan semen, semisalnya pelarutan butiran yang mengandung aragonit seperti koral dan
Reservoir Hidrokarbon
moluska.
Fisiografi Regional Jawa
Bagian Barat (Van
Bemmelen)
I. Pendahuluan Komposisi Kimia dan
Mineralogi Batuan
Batuan karbonat merupakan batuan reservoir bagi minyak dan gas bumi yang belakangan ini menjadi perhatian di
Karbonat
industri migas. Di Indonesia sendiri, telah ditemukan juga cadangan minyak di batuan karbonat pada Formasi Baturaja,
Tulisan Terakhir
Formasi Kujung, dan lapangan minyak besar di Formasi Kais di Papua. Batuan karbonat adalah semua batuan yang terdiri
dari garam karbonat. Dalam prakteknya adalah terutama gamping (limestone) dan dolomit. Fisiografi Regional Jawa
Bagian Barat
(Van Bemmelen)

Create PDF in your applications with the Pdfcrowd HTML to PDF API PDFCROWD
Sedimen karbonat dihasilkan dari proses organik biokimia pada llingkungan laut bersih, hangat, shallow water. Daerah Komposisi Kimia dan
Mineralogi
tropikal dan subtropikal dapat mencerminkan kondisi tersebut. Keadaan tertentu dapat ditunjukan sebagai faktor sedimen
Batuan Karbonat
karbonat, misalkan karena adanya produksi sedimen yang tinggi dan akumulasi kalsium karbonat dari cangkang organisme. Tektonik Regional
Faktor-faktor yang mempengaruhi sedimen karbonat adalah : Jawa Barat
Batugamping Sebagai
1. Garis lintang dan iklim Reservoir Hidrokarbon

Komentar Terbaru
Karbonat yang terbentuk pada air hangat neritik (0 – 200 m) terakumulasi pada garis lintang 300 utara dan selatan
Arie di
equator. Biasanya terbentuk dari pecahan organisme seperti koral, dengan pertumbuhan terbaik pada kedalaman kurang
Fisiografi
dari 30 m. Sedimen planktonik terbentuk pada kedalaman yang lebih dalam dengan garis lintang 400 utara dan selatan. Regional Jawa
Bagia…
Endapan pada air dingin neritik terletak pada garis lintang 200 – 400 , terbentuk dari bryozoa, moluska dan foraminifera.
Iwan S.
Iklim dapat mengontrol rata-rata evaporasi atau hujan, mempengaruhi komposisi air laut dekat batas kontinental dan Natanegara di
restricted basin. Tektonik
Regional
2. Penetrasi cahaya Jawa Ba…
Arie di
Penetrasi cahaya berkurang seiring dengan bertambahnya kedalaman air, tingginya garis lintang dan berkurangnya Batugamping
kejernihan air. Karbonat tumbuh pada zona shallow neritik , diatas 10 – 20 m dari permukaan laut. Batas terendah Sebagai
penetrasi cahaya berkisar antara 100 – 150 m yang merupakan batas zona euphotic, zona dimana fotosintetik organisme Reservoir…
vitha di
terjadi.
Batugamping
Sebagai
3. Salinitas
Reservoir…

Keanekaragaman dan kelimpahan organisme laut terdapat pada salinitas normal marine yaitu 30 – 40 ppt (normal air laut Arie di Tektonik
Regional
sekitar 32 – 36 ppt).
Jawa Ba…

II. Jenis-Jenis Batuan Karbonat Another Blog of Me

Pada umumnya batuan karbonat dapat dibagi menjadi empat macam, yaitu: My First Blog, Contains
Informations Beside
1. Batuan karbonat yang bersifat kerangka atau sebagai suatu terumbu (reef)
Geology
2. Batuan karbonat yang bersifat klastik Photography Section
3. Batuan karbonat yang bersifat afanitik atau batugamping halus
Another Contains
4. Batuan karbonat yang bersifat dolomit dan kristalin Geology

Create PDF in your applications with the Pdfcrowd HTML to PDF API PDFCROWD
Dari keempat batuan karbonat tersebut, semuanya dapat bertindak sebagai batuan reservoir. Batugamping sebagai Agung Mulyo

reservoir akan dibahas lebih lanjut. Kategori


a. Batuan karbonat yang bersifat kerangka atau sebagai suatu terumbu (reef) Carbonate
Regional
Tipe batuan ini paling banyak didapatkan dalam batuan karbonat Tersier di Indonesia. Tipe ini sering membentuk Tektonik
tebing terjal pada singkapan, masif tak berlapis atau perlapisan buruk yang hanya kelihatan dari jauh.
Tag-tagan

Tipe gamping terumbu ini sering disebut “Boundstone” oleh Dunham, sedangkan berdasarkan terdapatnya lumpur karbonat aragonit aragonite
diantara kerangka atau pecahan-pecahan kerangka Embrie dan Klovan membuat klasifikasi : Framestone, Bindstone, batugamping
batugamping dolomit
Bafflestone, Rudstone dan Floatstone.
batugamping kristalin

Terdapat beberapa klasifikasi batugamping yang dapat digunakan, tetapi dalam industri minyak, klasifikasi Dunham (1962) bioklastik calcaerous tufa
calcite calc tufa
yang dimodifikasi oleh Embry dan Klovan merupakan klasifikasi yang biasa digunakan. Klasifikasi Dunham didasarkan
pada tekstur pengendapan awal. Faktor utama dalam dalam klasifikasi ini yang perlu diamati adalah : Carbonate
carbonate deposite ciletuh
dolomit dolomite dolomit
Jika tekstur pengendapannya tidak dapat dikenali, maka klasifikasi Dunham tidak dapat digunakan, batuan harus dideskripsi kalsit dunham dunham
berdasarkan ciri fisik atau diagenesis classification endapan
karbonat fisiografi
Jika tekstur pengendapannya dapat dikenali, maka klasifikasi Dunham dapat digunakan dengan pembagian sebagai regional formasi ciletuh
berikut : garis lintang dan iklim
geologi geologi regional
– butiran kurang dari 10% dari seluruh batuan maka disebut mudstone. Mudstone terdapat dalam lingkungan carbonate
geologi struktur regional
platform dan cekungan. Calcareous mudstone berasal dari hancurnya calcareous alga hijau, pemisahan partikel-partikel jawa barat jenis-jenis
skelatal besar, dan kemungkinan penyerapan inorganik dari air laut. Mudstone pada lingkungan cekungan dan slope batuan karbonat kalsit

berasal dari winnowed platform muds (periplatform ooze) atau berasal dari cangkang-cangkang nannoplankton karbonat
klasifikasi dunham
coccoliths (nannofosil ooze). Mudstone berakumulasi pada lingkungan energi rendah.
komposisi kimia karbonat
– butiran lebih dari 10% dengan tetap didominasi oleh lumpur disebut wackestone, sedangkan bila butiran tidak didukung
limestone lingkungan
lumpur tetapi dengan matriks disebut packstone. Wackestone dan packstone diendapkan pada lingkungan energi transisi pengendapan magnesit
dimana arus tidak dapat memindahkan seluruh lumpur dari area tersebut dan tidak dapat memisahkannya dari butiran pemetaan geologi
pemetaan geologi regional
pasir. Area tersebut juga merupakan lingkungan energi rendah seperti pada mudstone hanya saja lebih dekat pada tempat
penetrasi cahaya
dimana butiran-butiran pasir diendapkan, atau persentasi butiran-butiran pasir lebih tinggi diproduksi pada tempat
pengendapan tersebut.
Regional
reservoir salinitas
stratigrafi regional
struktur geologi

Create PDF in your applications with the Pdfcrowd HTML to PDF API PDFCROWD
– Batuan seluruhnya berupa butiran disebut grainstone. Grainstone terbentuk dari butiran skeletal dan non skeletal; bioclast, subduction zone sukabumi
tektonik jawa barat
ooids dan peloids. Umumnya terbentuk pada lingkungan energi tinggi seperti beaches, shoals atau nearby reefs.
tektonik regional tufa van
– Jika butiran diikat pada waktu pengendapan oleh binding, baffling dan aktivitas framebuilding pada terumbu- bemmelen zona bogor
pembangunan organisme disebut boundstone.
Laman
– Floatstone dan rudstone, ditambahkan pada klasifikasi Dunham untuk menggambarkan terumbu yang kasar-diperoleh dari
Lost In Heaven
endapan skeletal. Muddy floatstone adalah butiran skeletal dalam matriks lumpur; sandy floatstone mengandung matriks
Lost In Heaven – Sites
calcareous sand. Rudstone mungkin bersih, tanpa matriks, atau dengan pasir atau matrik lumpur antara tekstur yang
Arsip
didukung butiran.
– Framestone dan bafflestone terbentuk oleh pembangun terumbu skleletal robulus, seperti corals, stone red algae, bryozoa. Juni 2009
April 2009
Bindstone biasa sebagai komponen pada reef flat. Stromatolite alga merupakan bentuk tipe dari tekstur bindstone.
Meta
Batugamping terumbu adalah jenis sedimen biologi, yang merupakan suatu susunan dari rangka-rangka organisma
Daftar
yang terdiri atas Algae, Koral, Moluska dan Foraminifera. Masuk
RSS Entri
Ditinjau dari segi ekologinya, organisma pembentuk terumbu dapat berkembang dengan baik dan mempunyai RSS Komentar
penyebaran pada daerah neritik yang dangkal dengan kedalaman maksimum 60m. Selain itu organisma pembangun terumbu WordPress.com
memerlukan pula syarat untuk kelancaran hidupnya, yaitu sebagai berikut : Facebook
1. Sirkulasi air yang baik, berguna untuk membawa makanan dan pergantian oksigen.
Arie May Wibowo's
2. Air laut yang bersih dan tidak dikotori sedimen, karena hal ini akan memudahkan masuknya sinar matahari untuk dapat Profile
diterima oleh organisma.
3. Salinitas yang normal, berkisar antara 27-38 perseribu.
4. Temperatur air yang agak hangat, antara 20-300C.
b. Batuan karbonat yang bersifat klastik Create Your Badge

Tipe klastik ini dapat dibagi lagi menjadi : Jumlah Pengunjung

a. Bioklastik Terhormat

b. Interklast/fragmenter 57.733 hits

c. Chemiklastik

Gamping Tipe Bioklastik

Create PDF in your applications with the Pdfcrowd HTML to PDF API PDFCROWD
Tipe gamping ini terdiri seluruhnya dari cangkang-cangkang atau fragmen-fragmen kerangka organisme. Biasanya
dicirikan bahwa fragmen/cangkang pernah lepas, terutama jika ditransport.

Lingkungan Pengendapan
Lingkungan pengendapannya terdiri dari :
1. Sering merupakan laut yang beragitasi “shoal”, bagian-bagian dangkal dekat pantai (litoral) terutama jika bertekstur
grainstone-packstone dengan partikel-partikel terabrasi.
2. Dapat pula dibagian-bagian teduh dekat suatu reef, dilagoon, difore reef; merupakan lembaran-lembaran dari reef
yang dipecah-pecah gelombang kebagian air tenang, terutama jika bertektur packstone ataupun wackstone, dengan
butiran yang terabrasi. Di fore reef biasanya merupakan breksi-talus runtuhan dari reef, terdiri dari pecahan-
pecahan cangkang koral.
3. Sering pula neritik; misalnya jika terdiri dari organisme benthos, tanpa adanya abrasi, misalnya gamping
foraminifera besar yang membentuk “bank” atau “biostrome”

Termasuk kedalam tipe bioklastik adalah gamping pelagis : terutamater diri dari globigerina dan textularia yang
menghujani dasar laut dan sering membentuk kapur/chalk.

Terdapatnya gamping bioklastik; sering membentuk “biostrome” atau “bank” tetapi dapat pula sebagai “bioherm”.

Gamping Klastik Tipe Fragmenter (Bioklastik Maupun Chemical)

Jenis ini sering pula disebut “dendrital limestone” (Pettijohn, 1957, p. 401) namun istilah ini tak dianjurkan untuk
dipakai. Tipe klastik fragmenter terdiri dari fragmen-fragmen yang asalnya tak jelas, dan dapat merupakan campuran. Istilah
yang sering dipakai: calcarenite (<2 mm) dan calcirudite (> 2 mm) juga Grainy Limestone, Granular Limestone.

Cara terdapatnya jenis gamping ini adalah berlapis baik sering menyerupai batupasir dan dengan struktur sedimen
silang siur, gelebur-gelombang dan sebagainya.

Gamping Tipe Peralihan

Peralihan ke gamping bioklastik adalah biasa, sehingga menimbulkan persoalan klasifikasi. Sebaiknya didiskripsi
yang baik. Juga peralihan/pencampuran oolite/pellet sering terjadi. Klasifikasi Dunham(1961) dipergunakan dalam diagran
klasifikasi ini.

Create PDF in your applications with the Pdfcrowd HTML to PDF API PDFCROWD
Tipe lain adalah Interklast : hasil perombakan/ erosi lapisan yang baru diendapkan. Biasanya berbutir kasar, sehingga
sering merupakan breksi atau konglomerat.

Lingkungan Pengendapan

Gamping jenis ini pada umumnya, terutama yang bertekstur grainstone, diendapkan secara mekanis oleh arus laut.
Konsep rezim aliran berlaku pula untuk tipe batuan ini, dan semua sturktur sedimen termasuk urutan-urutan turbidit dapat
diharapkan. Misalnya : dibagian luar suatu shelf (platform) dimana banyak arus.

Contoh : Bagian bayangan angin dari terumbu pulau Seribu (Umbgrovw 1929) terdiri dari klastik rombakan dari
terumbu. Jika butir-butir rombakan ini banyak mengandung matrix (packstone), maka sering dibagian yang terlindung dari
arus gelombang (backreef), beralih pada tipe gelombang aphanitic (wackstone).

Gamping Tipe Chemiclastic atau Klastik Non Fragmenter

Tipe gamping ini jarang didapatkan di Indonesia, tetapi batuan ini merupakan reservoir minyak yang penting.
Pengendapan dapat diamati di Kepulauan Bahama dan Great Salt Lake (USA).

Tipe batuan ini sering bergradasi ke tipe bioklastik dan tipe klastik fragmenter, malah campuran dari ketiga unsur
sering terdapat bersama-sama.

Lingkungan Pengendapan dan Proses Pembentukkan

Agassiz (1896), oolit adalah pengendapan eolian, sedangkan penulis-penulis lain menyatakan sebagai marine.
Masalah lain adalah apakah oolit diendapkan secara fisika-kimiawi (Vaughn, 1914), colloid gelatin atau atas bantuan
ganggang cyanophycea (Rothpletz, 1892 dan wethered 1895). Menurut Bradley 1929, Bucher 1918, Eardly 1938,
berdasarkan pengamatan di Great Salt Lake dan Green River Formasi, oolite dibentuk dalan air yag diombang-ambing
(diagitasi) secara kuat/keras, dekat garis pantai, terlihat sering berasosiasi dengan struktur lapisaan silang-siur (cross
bedding).

Illings (1954) menyatakan bahwa oolit terjadi di laut dangkal yang “supersaturated” akan kalsium karbonat, dan
dimana terjadi aliran-aliran marine yang cukup kuat.

Eardly (1938) menyatakan bahwa karbonat diendapkan dipermukaan air sebagai kristal kecil (< 2 micron) yang kurang
larut daripada butir-butir yang lebih besar. Setidaknya jatuh didasar laut dan waktu yang sama sejumlah molekul yang sama

Create PDF in your applications with the Pdfcrowd HTML to PDF API PDFCROWD
keluar dari larutan mengendap pada butir yang lebih besar. Butir ini tumbuh secara oolitis, karena akresi dan juga
“corrosion” menjadi bundar, sewaktu diombang-ambing oleh arus.
c. Batuan karbonat yang bersifat afanitik atau batugamping halus

Gamping jenis ini terdiri dari butir-butir < 0,005 mm, tidak dapat diketahui
apakah terdiri dari fragmen-fragmen halus (pecahan-pecahan gamping) atau kristal-kristal halus.
Cara Pembentukkan
Cara pembentukkannya yaitu :

1. Dari penggerusan gamping yang telah ada, pengancuran terumbu oleh gelombang (micro-granuler-clastics).
2. Dari pengendapan langsung secara kimiawi dari air laut yang telah kelewat jenuh akan CaC03, sebagai jarum-jarum
aragonit.
3. Dari pengendapan dengan bantuan ganggang hijau (chlorophycea) sebagai jarum-jarum aragonit.

Lingkungan Pembentukkan

Lingkungan pembentukkannya yaitu :

1. Diendapkan didaerah dangkal yang terlindung lagoon dibelakang terumbu.


2. Penguapan yang kuat, temperatur tinggi/tropis/subtropis
3. Dengan bantuan ganggang.
Biasanya kaya akan zat organik dan diacak-acak oleh binatang, sehingga tidak memperlihatkan perlapisan.

III. Terumbu Karbonat sebagai batuan resevoir

Terumbu ( reef ) dapat menjadi batuan reservoir yang sangat penting. Pada umumnya terumbu terdiri dari suatu
kerangka, coral, ganggang, dan sebagainya yang tumbuh dalam laut yang bersih, berenergi gelombang tinggi, dan
mengalami banyak pembersihan sehingga rongga-rongga antaranya khususnya menjadi sangat bersih. Dalam hal ini
porositas yang didapatkan terutama dalam kerangka yang berbentuk rongga-rongga bekas binatang hidup yang tersemenkan
dengan sparry calcite sehingga porositasnya diperkecil.

Bentuk reservoir terumbu

Create PDF in your applications with the Pdfcrowd HTML to PDF API PDFCROWD
Pada umumnya dapat dibedakan menjadi 2 macam reservoir terumbu, yaitu:
Terumbu yang bersifat ‘ fringing ‘ atau merupakan suatu bentuk yang memanjang di lepas pantai.

Terumbu yang bersifat terisoler di sana-sini, yang sering disebut sebagai suatu ‘ pinnacle ‘ atau ‘ patch reef ‘ atau
secara tepat dikatakan sebagai bioherm, yang muncul di sana-sini sebagai bentuk kecil secara tidak teratur.

Terumbu yang berbentuk linier, atau sebagai penghalang ( barrier ) biasanya berbentuk mamanjang sering kali cukup
besar serta memperlihatkan suatu asimetri dan biasanya terdapat pada pinggiran suatu cekungan.

Terumbu tiang

Lapangan yang bersifat terumbu tiang ( pinnacle ) ditemukan di Libya yaitu lapangan Idris dalam cekungan Sirte yang
didapatkan dari suatu terumbu berumur paleosen.

Contoh yang baik untuk terumbu tiang sebagai reservoir ialah yang didapatkan baru-baru ini di Irian Jaya, yaitu
lapangan minyak Kasim dan Jaya. Lapangan Kasim-Jaya merupakan suatu akumulasi dalam kulminasi terumbu yang
tumbuh di atas suatu kompleks terumbu yang merupakan suatu landasan. Bentuk terumbu Kasim-Jaya itu terdiri daripada
batuan karbonat berenergi tinggi yang panjangnya 7 km dan lebarnya 2.5-3.5 km dan mempunyai ketinggian atau relief
vertikal 760 m di atas landasan tempat terumbu itu tumbuh.

Contoh lain daripada batuan reservoir ini ialah di dalam Formasi Baturaja di laut Jawa sebelah Barat yaitu lapangan
minyak kitty yang menghasilkan minyaknya dari terumbu batugamping.

Gamping klastik

Gamping klastik sering juga merupakan reservoir yang sangat baik, terutama dalam asosiasinya dengan oolit, dan
sering disebut sebagai kalkarenit.

Jadi jelas, bahwa batuan reservoir yang terdapat di dalam oolit itu merupakan pengendapan berenergi tinggi dan
didapatkan dalam jalur sepanjang pantai dengan arus gelombang kuat. Porositas yang didapatkan biasanya ialah jenis
porositas intergranular, yang kadang-kadang diperbesar oleh adanya pelarutan. Batuan reservoir oolit terdapat misalnya di
cekungan Illinnois ( Amerika Serikat ), dimana terdapat oolit dalam gamping yang berumur karbonat. Lapisan oolit ini
disebut McClosky sand. Batuan ini terdiri daripada oolit yang kadang-kadang bersifat dolomit. Contoh yang paling penting
adalah di Saudi Arabia yaitu dari Formasi Arab berumur jura muda, terutama dari anggota D.

Create PDF in your applications with the Pdfcrowd HTML to PDF API PDFCROWD
Dolomit

Dolomit merupakan batuan reservoir yang jauh lebih penting dari jenis batuan karbonat lainnya. Harus di ingat pula,
bahwa kebanyakan dari batuan karbonat seperti oolit ataupun terumbu sedikit banyak pula telah ikut didolomitasikan. Cara
terjadinya dolomit ini tidak begitu jelas, tetapi pada umumnya dolomit ini bersifat sekunder atau sedikit banyak terbentuk
setelah proses sedimentasi. Salah satu teori yang menyebutkan pembentukan porositas pada dolomit yaitu porositas timbul
karena dolomitisasi batuan gamping sehingga molekul kalsit diganti dengan molekul dolomit, dan karena molekul dolomit
lebih kecil daripada molekul kalsit maka hasilnya akan merupakan pengecilan volume sehingga tidak timbulah rongga-
rongga.dolomit biasanya mempunyai porositas yang baik berbentuk sukrosit yaitu berbentuk menyerupai gula pasir. Rupa-
rupanya dolomit ini terbentuk karena pembentukan kristal dolomit yang bersifat euhedron dan tumbuh secara tidak teratur
diantara kalsit.

Untuk porositas akan dibahas di posting berikutnya.

Carbonate
Carbonate

Iklan

Report this ad Report this ad

Suka

Jadilah yang pertama menyukai ini

Create PDF in your applications with the Pdfcrowd HTML to PDF API PDFCROWD
Jadilah yang pertama menyukai ini.

Comments (4)

4 Komentar »

1. Thank bos, untuk penetrasi cahayanya.

Komentar oleh palupi ahmat — Mei 6, 2009 @ 2:55 pm | Balas

2. gak ngert-!

Komentar oleh mly — Agustus 12, 2009 @ 8:54 pm | Balas

3. wah…… thanks banget buat smua tulisan anda……..


sangat membantuuuu……..
tapi, kayaknya saya butuh model porositas batuan karbonat….. kalo boleh ditulis juga ya,,,,,,,,,,,,,,

Komentar oleh vitha — November 10, 2009 @ 1:24 pm | Balas

Oke. Ntarlah ya. Lagi sibuk soalnya.


Anak geologi jg? Univ mana?

Komentar oleh Arie — November 15, 2009 @ 9:50 pm | Balas

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Ketikkan komentar di sini...

Blog di WordPress.com.

Create PDF in your applications with the Pdfcrowd HTML to PDF API PDFCROWD