Anda di halaman 1dari 8

BIOFARMASETIKA DAN FARMAKOKINETIKA 2018

WINSAAM dan DDSOLVER

Amallia Rachmasari, Dinar Syafina, Hesty Haryanti, Taufiqurrahman

Jurusan Farmasi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Sriwijaya
Indralaya

Email: farmasiunsri2016@gmail.com

ABSTRAK
WinSAAM merupakan suatu program yang berfungsi sebagai modeling dan
menganalisis data yang terdiri dari kompartemen satu dengan lainnya yang bertujuan
untuk mengetahui proses pemindahan materi berdasarkan angka serta notasi yang
digunakan. Inti dari WinSAAM yakni dua konsep, kompartemen dan transfer antar-
kompartemen. Kompartemen merupakan dasar dari zona dimana zat-zat homogen
didistribusikan, dan antar-kompartemen transfer menggambarkan proses yang
bertanggung jawab untuk memindahkan zat dari satu zona tersebut ke yang lain.
Oleh karena itu dibutuhkan modeling software canggih untuk mencocokkan data ke
model tersebut dan untuk membuat prediksi menggunakan model kompartemen.
Modeling merupakan sistem simultan yang tersusun atas persamaan differensial dan atau
persamaan aljabar yang mendefinisikan peranan variabel-variabel serta koefisien
transport pada suatu sistem fisika, kimia, dan biologis. Modeling yang didesign dengan
baik dan benar akan menjadi suatu perangkat metode yang handal dan dapat dipercaya
dalam analisis data dan mendukung pengambilan kesimpulan. Metode ini sangat
membantu dalam melakukan summary data, mengeksplorasi mekanisme proses, serta
memprediksikan suatu parameter variabel tertentu berdasarkan suatu model. DDSolver
merupakan program yang dikembangkan untuk menganalisis kinetika data disolusi
dengan pendekatan regresi non linear. Program DDSolver lebih sederhana dan mudah
dipakai untuk pemodelan data disolusi suatu kadar obat yang ditentukan.

Kata kunci: WinSAAM, DDSolver, dan Model Kompartemen.

ABSTRACT
WinSAAM is a program that functions as data modeling and analysis that can be
used to transfer material based on numbers and automatic notation. The core of
WinSAAM is two concepts, compartments and inter-compartment transfers. The
compartment is the basis of the zone of distributed homogeneous substances, and the
inter-compartmental transfer needed to transfer substances from one zone to
another.Therefore, sophisticated modeling modeling is needed to match the data to the
model and to make predictions using the compartment model. Modeling is a system
BIOFARMASETIKA DAN FARMAKOKINETIKA 2018

composed of differences and variables that function for variables and transport
coefficients in physical, chemical and biological systems. Modeling that is designed
properly and correctly will be a reliable method and can assist in data analysis and support
conclusions. This method is very helpful in summarizing data, exploring processes, and
predicting certain parameter variables from a model. DDSolver is a program developed
to analyze dissolution kinetic data with a non-linear regression approach. The DDSolver
program is simpler and easier to use for the prescribed drug dissolution data modeling.
Keywords: WinSAAM, DDSolver,and Compartement Model.

1. PENDAHULUAN transpor. Metode lain yang dapat digunakan


WinSAAM merupakan suatu adalah evaluasi berdasarkan fluks
program yang berfungsi sebagai modeling maksimum yang dicapai (Pratiwi, 2008).
dan menganalisis data yang terdiri dari Untuk memperbaiki keterbatasan
kompartemen satu dengan lainnya yang metode lag time dalam menganalisis
bertujuan untuk mengetahui bagaimana permeasi transdermal, dikembangkan
proses pemindahan materi berdasarkan model yang berdasarkan teori
angka serta notasi yang digunakan. kompartemen yang memiliki beberapa
Keungulan program ini adalah tidak keuntungan. Pertama, data dapat dianalisa
diperlukan penulisan persamaan diferensial berdasarkan data fluks untuk mengetahui
secara utuh karena software akan parameter lain. Kedua, keseluruhan titik
mengenali model yang ditulis berdasarkan data dianalisis tanpa harus mengeluarkan
konvensi tersebut (Nugroho dkk, 2004). beberapa titik data seperti pada metode lag
Analisis terhadap data penetrasi in time. Ketiga, model kompartemen
vitro pada umumnya menggunakan menggambarkan fluks sebagai fungsi dari
metode lag time dengan parameter yang waktu. Hal ini dapat digunakan untuk
digunakan misalnya fluks tunak dan lag memprediksikan fluks tunak, meskipun bila
time. Metode ini memiliki beberapa fluks tunak tidak dicapai selama
keterbatasan. Pertama, beberapa data tidak eksperimen (Nugroho dkk, 2004).
termasuk daerah linear kurva jumlah Model dua kompartemen disajikan
kumulatif tertranspor versus waktu. Kedua, pada gambar 1 dimana kecepatan obat
terabsorbsi dari kompartemen donor ke
daerah linear kurva jumlah kumulatif kulit mengikuti orde nol. Obat tertranspor
tertranspor versus waktu tidak selalu dengan kecepatan yang relatif kecil
sehingga kadar obat dalam kompartemen
merefleksikan kondisi tunak proses
BIOFARMASETIKA DAN FARMAKOKINETIKA 2018

donor dapat dianggap konstan. Kecepatan WinSAAM adalah pemodelan


absorbsi dari kompartemen donor menuju berorientasi program Windows yang
kulit ini tidak mempengaruhi proses memungkinkan pengguna untuk
kecepatan transfer massa secara signifikan. mengeksplorasi sistem biologis dengan
Parameter yang juga berpengaruh dalam menggunakan model matematika. Program
model dua kompartemen ini adalah potensi ini telah berkembang dari program SAAM
obat tertranspor (Available Doseatau AD) asli yang dikembangkan oleh Dr Berman
dan kecepatan pelepasan obat dari kulit Mones di National Institutes of Health.
ke kompartemen aseptor (KR) (Shargel dan SAAM kini telah menyediakan ribuan
Yu, 1988). Model tiga kompartemen secara aplikasi dalam biologi, kedokteran, teknik,
skematis dapat dilihat pada gambar 2, dan pertanian baik dalam bentuk aslinya
kecepatan obat terabsorbsi dari (SAAM19 - SAAM27), atau dalam bentuk
kompartemen donor ke kulit mengikuti interaktif pertamanya,
orde pertama. Obat tertranspor dengan Consam (Stefanovski et.al., 2003).
kecepatan tertentu sehingga menurunkan Inti dari WinSAAM adalah dua
kadar obat dalam kompartemen donor konsep, kompartemen dan transfer antar-
secara signifikan. Kecepatan absorbsi kompartemen. Kompartemen merupakan
mempunyai pengaruh yang signifikan dasar dari zona dimana zat-zat homogen
terhadap proses transpor. Dengan demikian didistribusikan, dan antar-kompartemen
proses transpor dipengaruhi oleh tiga transfer menggambarkan proses yang
kompartemen, yaitu kompartemen donor, bertanggung jawab untuk
kulit dan kompartemen aseptor (Shargel memindahkan zat dari satu zona
dan Yu, 1988). tersebut ke yang lain.
Parameter yang menggambarkan Sementara kegunaan dari program iniuntuk
kecepatan transfer massa dari kompartemen biologi (analisis compartmental) hampir tak
donor menuju kulit adalah Ka, parameter terbatas, maka sangat cocok untuk:
untuk menggambarkan potensi obat 1) pemeriksaan fisiologis berbasis masalah
tertranspor adalah AD, sedangkan transportasi nutrisi
parameter yang menggambarkan kecepatan menggunakan radiotracer / data isotop
transfer massa dari kulit ke kompartemen stabil.
aseptor adalah KR. Parameter Ka pada 2) penyelidikan kimia berbasis studi
model tiga kompartemen menjadi faktor metabolik menggunakan jalur in vitro dan
penentu dalam proses transfer massa, selain reaksi data kinetik.
parameter AD dan KR (Stefanovski et.al., (Wu, 2011).
2003). DDSolver merupakan menu add-ins
Selama 50 tahun terakhir, model tambahan didalam piranti lunak Excel.
kompartemen telah digunakan untuk DDSolver merupakan program yang
menggambarkan dan membuat prediksi dikembangkan untuk memfasilitasi dan
pada sejumlah sistem farmakokinetik, membandingkan data disolusi. Program ini
metabolisme, dan biologis. Dibutuhkan dapat melakukan fitting pelepasan obat
menggunakan optimasi nonlinear.
modeling software canggih untuk
Program ini dilaporkan merupakan yang
mencocokkan data ke model tersebut dan
pertama kali dalam menguji kemiripan
untuk membuat prediksi menggunakan diantara profil disolusi dan juga
model kompartemen. WinSAAM adalah digunakan untuk mempercepat kalkulasi,
salah satu program pemodelan mengurangi kesalahan pengguna, dan
tersebut (Stefanovski et.al., 2003). menyediakan cara yang nyaman untuk
melaporkan data disolusi secara cepat dan
BIOFARMASETIKA DAN FARMAKOKINETIKA 2018

mudah. Untuk Fitting model disolusi untuk mengunduh WinSAAM dan


kedalam data non-transformed, DDSolver
DDSolver
menggunakan teknik nonlinear least-
squares curve-fitting, yang menentukan 2.2.2 Bahan
nilai parameter dengan meminimalkan sum
Bahan yang digunakan antara lain
of square ( SS ) atau weighted sum of
square (WSS) : (1)WI adalah weighting WinSAAM dan DDSolver
factor, yang secara opsional dapat
ditetapkan sebagai 1, 1/yi_obs atau
1/yi_obs2 untuk fitting data disolusi, 2.3 Prosedur Kerja
yi_obs adalah ith observed y value, dan 2.3.1 Pengunaan WinSAAM
yi_pre adalah ith predicted y value. Nilai
awal untuk setiap parameter dalam WinSAAM dibuka dengan mengclick
persamaan harus disediakan sebelum shorcut dan buka WinSAAm working file
melakukan optimasi berulang. Perkiraan
yang baik untuk untuk nilai awal akan kemudian dimasukkan parameter
menghasilkan konvergensi cepat. farmakokinetik pada soal(perhatikan
DDSolver menyediakan sejumlah metode
untuk memperoleh nilai awal yang tepat, penggunaan “titik” dan “koma”).
termasuk regresi linier sederhana, regresi WinSAAM working file disimpan terlebih
linier berganda, trial and error, metode
empiris, dan berbagai kombinasi tersebut. dahulu kemudian ditutup (hanya working
Untuk model persamaan yang dapat file saja). Lalu Ketik “deck”, enter; Ketik
disusun kembali menjadi bentuk linier,
metode regresi linier sederhana lebih “solve”, enter; Ketik “Iter”,
disukai. Metode tersebut merupakan cara enter; ketik plot q(1), enter. Dilihat bentuk
yang efektif untuk mendapatkan nilai
awal yang tepat pada sebagian besar kurva, jika belum saling berhimpitan itu
model disolusi. Peneliti menggunakan berarti data kita belum sesuai dengan
model orde nol dan orde satu (Stefanovski
et.al., 2003). prediksi winsaam. Jika kurva sudah
berhimpitan, gambar kurva disimpan, klik
2. METODOLOGI PENELITIAN
“file”, “save plot as”, simpan dalam JPG.
2.1 Waktu dan Tempat
Untuk melihat grafik tidak dalam bentuk
Tempat : Laboratorium
grafik semi log dapat dilakukan dengan
FARMAKOLOGI, Jurusan Farmasi,
cara klik kanan di gambar grafik kemudian
Fakultas Matematika dan Ilmu
pilih tab “axe” dan klik axis Y kemudian
Pengetahuan Alam, Universitas Sriwijaya.
uncheck pilihan is logaritmic. Setelah
Waktu : 29 Agustus 2018
selesai data disimpan pada halaman
utama klik “file”, “save”, beri nama.
2.2 Alat dan Bahan
2.2.1 Alat
2.3.1 Pengunaan DDSolver
Peralatan yang digunakan antara lain
DDSolver dibuka dengan mengclick
Komputer/Laptop ,dan koneksi internet
shorcut Ms.Excel.Kemudian click “file”
BIOFARMASETIKA DAN FARMAKOKINETIKA 2018

lalu click “Option” lalu “Add-ins”.Lalu dalam bentuk dua atau tiga kompartemen
masukkan data yang terdapat di soal. kemudian dipilih model kompartemen yang
Kemudian click “DDSolver” lalu paling sesuai untuk data tersebut. Model
“Dissolution Data Modelling” lalu pilih kompartemen yang sesuai dapat dipilih
jenis apa yang akan dicari. berdasarkan grafik atau korelasi nilai Qo
dan Qc. Model dua kompartemen
3. HASIL DAN PEMBAHASAN menyajikan kecepatan absorbsi obat dari
Praktikum kali ini dilakukan untuk kompartemen donor dan mengikuti orde
menganalisis data farmakokinetik obat nol. Parameter yang berpengaruh pada
menggunakkan aplikasi winsaam dan DD model dua kompartemen yaitu potensi obat
solver. Winsaam adalah pemodelan tertranspor (AD) dan kecepatan pelepasan
berbasis program Windows yang obat dari kulit kompartemen aseptor (KR).
memungkinkan pengguna untuk Pada model dua kompartemen terdapat
mengeksplorasi sistem biologis dengan parameter L(2,1), L(0,2), P(2), dan IC(1).
menggunakan model matematika. Program Parameter L dan P mempengaruhi grafik
ini telah berkembang dari program SAAM pada hasil pengolahan data. Parameter
asli yang dikembangkan oleh Dr Berman L(2,1), L(0,2), dan P(2) diasumsi dengan
Mones di National Institutes of Health. tiga angka yang dipisahkan dengan angka
SAAM kini telah menyediakan ribuan pertama berupa prediksi awal, angka kedua
aplikasi dalam biologi, kedokteran, teknik, merupakan nilai minimum, dan angka
dan pertanian baik dalam bentuk aslinya ketiga merupakan batas maksimal. Nilai
(SAAM19 - SAAM27), atau dalam bentuk yang di analisis adalah Vd, Ke, dan Ka. Vd
interaktif pertamanya, Consam. adalah volume distribusi yang
Winsaam termasuk software menggambarkan volume hipolisis cairan
modelling berdasarkan kompartemen. Dua tubuh yang diperlukan untuk melarutkan
kompartemen winsaam antara lain jumlah obat pada konsentrasi yang sama
kompartemen dan transpor antar ditemukan dalam darah. Ke adalah
kompartemen. Kompartemen merupakan kecepatan eliminasi obat dalam darah. Ka
dasar dari zona dimana zat-zat homogen adalah kecepatan absorbsi obat dalam
didistribusikan dan antar kompartemen darah. Data pada batch SAAM juga
menggambarkan proses yang menghasilkan nilai Qo dan Qc. Nilai Qo
bertanggungjawab untuk memindahkan zat dan Qc akan diamati korelasinya dengan
dari suatu zona ke zona yang lain. Data metode Spearman. Berdasarkan analisis
pada winsaam diolah pada suatu template yang telah dilakukan didapatkan hasil pada
BIOFARMASETIKA DAN FARMAKOKINETIKA 2018

soal pertama bahwa soal pertama ( drug dissolution solver). Disolusi obat
merupakan data kompartemen dua dengan dinyatakan sebagai suatu proses lewatnya
nilai korelasi antara Qo dan Qc sebesar obat senyawa aktif dari bentuk sediaan
0,144 yang artinya nya data antara plot Q padatan ke media larutan. Sediaan obat
prediksi dan Q pengamatan memiliki yang dapat di uji kemampuan disolusinya
hubungan. Didapatkan nilai kecepatan adalah sediaan padat dan semipadat.
absorbsi obat sebesar 0.268, kecepatan Kemampuan disolusi obat tergantung dari
eliminasi obat sebesar 0,1 dan volume PH medium yang digunakan apakah asam
distribusi obat sebesar 999. Pada soal atau basa. DD Solver mampu
kedua yang berupa farmakokinetik obat membandingkan kesamaan profil disolusi
yang diberikan secara oral dengan dosis dengan pendekatan model dependant
awal sebesar 700 mg, didapatkan bahwa seperti orde nol dan orde satu. Pada solver
obat tersebut mengikuti kompartemen dua. menyatakan data statistic untuk evaluasi
Dengan nilai kecepatan absorbsi obat goodness of fit dari model, diantaranya R
sebesar 0.09, kecepatan eliminasi obat adjusted dan ALC dengan factor n dan
sebesar 0,000099 dan volume distribusi WIS.
obat sebesar 1160. Pada soal ketiga yang Data disolusi obat diuji dengan
berupa farmakokinetik obat yang diberikan kinetika orde nol, orde 1, Higuchi,
secara intramuskular dengan dosis awal Korsmayer-Peppas, Hexson-Crowell, dll.
sebesar 850 mg, didapatkan bahwa obat Berdasarkan parameter ALC dapat
tersebut mengikuti kompartemen ketiga. diketahui model kinetika dan mekanisme
Dengan nilai kecepatan absorbsi obat laju disolusi yang tepat. Model disolusi
sebesar 1, kecepatan eliminasi obat sebesar dengan nilai ALC yang paling kecil
0,3 dan volume distribusi obat sebesar menunjukkan model yang paling baik. Nilai
0,18. Pada soal keempat yang berupa ALC terkecil ditunjukkan pada model zero
farmakokinetik obat yang diberikan secara sehingga model zero nol dianggap sebagai
intravena dengan dosis awal sebesar 12,5 model kinetika disolusi yang tepat. Pada
mg/kgBB, didapatkan bahwa obat tersebut praktikum kali ini terdapat enam
mengikuti kompartemen ketiga. Dengan konsentrasi fraksi obat yang diulur tiap
nilai kecepatan absorbsi obat sebesar 1.5, waktu ke 5, 10, 15, 20, 30, 45, dan 60 menit.
kecepatan eliminasi obat sebesar 1,039 dan Data yang diperoleh dari analisis
volume distribusi obat sebesar 51000. menggunakkan DD solver adalah %DE.
Untuk mengolah data berupa Nilai %DE tiap obat pada masing-masing
disolusi obat digunakan aplikasi DD Solver konsentrasi berbeda-beda sesuai dengan
BIOFARMASETIKA DAN FARMAKOKINETIKA 2018

waktunya. Dari analisis yang dilakukan metode visual dan numerik berdasarkan
didapatkan bahwa semakin besar plot q prediksi dan q pengamatan.
konsentrasi obat maka akan semakin besar 3. WinSAAM merupakan suatu program
disolusi obat. Dan semakin lama waktu obat yang berfungsi sebagai modeling dan
terdisolusi maka akan semakin besar menganalisis data yang terdiri dari
konsentrasi obat yang ditandai dengan nilai kompartemen satu dengan lainnya yang
%DE yang semakin besar. bertujuan untuk mengetahui bagaimana
Model Higuchi dapat digunakan proses pemindahan materi berdasarkan
untuk menjelaskan mekanisme disolusi angka serta notasi yang digunakan.
dalam medium SIF. Model ini menjelaskan 4. DDSolver merupakan program yang
bahwa pelepasan obat merupakan suatu dikembangkan untuk memfasilitasi dan
proses difusi berdasarkan hokum Fick yang membandingkan data disolusi. Program ini
bergantung dengan akar waktu. Model dapat melakukan fitting pelepasan obat
Korsmayer-Pappes digunakan untuk menggunakan optimasi nonlinear.
menjelaskan parameter disponen disolusi 5. Parameter yang digunakan pada
(n). Model Hickson-Crowell digunakan WinSAAM yakni Ka,LC(0,2),P(2),dan
untuk menjelaskan profil pelepasan obat LC(2,1).
yang dipengaruhi oleh luas permukaan
yang mengalami pemurnian selama disolusi 4.2 Saran

berlangsung. 1. Pada saat melakukan praktikum


sebaiknya praktikan memperhatikan tanda
4. KESIMPULAN DAN SARAN titik koma yang diperintahkan sistem dari
4.1 Kesimpulan aplikasi agar mendapatkan hasil garis dan
1. Perhitungan profil farmakokinetik titik yang diharapkan.
obat T menggunakan program WinSAAM 2. Praktikan sebaiknya memperhatikan
merupakan metode yang baik dalam penentuan angka yang dinotasikan agar
menentukan prediksi matematis kinetika mendapatkan garis dan titik yang
transfer massa antar kompartemen yang berhimpitan.
diperoleh dari derivasi
dengan fitting model terhadap data DAFTAR PUSTAKA

eksperimental.
Nugroho, AK., O Della-Pasqua, M Danhof,
2. Penentuan kinetika transport dilakukan and JA Bouwstra. 2004. Compartemental
melalui pendekatan goodness of fit dengan Modeling of Transdermal Iontophoretic
Transport : in vitro Model Derivation and
Application. Pharm. Res.
BIOFARMASETIKA DAN FARMAKOKINETIKA 2018

Shargel L and ABC


Yu.1988. Biofarmasetika dan
Farmakokinetika Terapan, edisi kedua.
Surabaya: Airlangga University Press.

Stefanovski D, PJ Moate and RC Boston.


2003. WinSAAM: a windows-based
compartmental modeling system. School of
Veterinary Medicine, University of
Pennsylvania, PA 19348. USA.
52(9):1153-66.

Pratiwi, T.Sylvia, 2008, WinSAAM dan


DDSolver, Erlangga, Jakarta.