Anda di halaman 1dari 5

Piutang Dagang

Piutang dagang di- posting ke rekening piutang dagang. Yang di-posting ke buku besar
adalah totalnya. Control total dicocokan dengan daftar pembayaran. Perjanjian untuk jumlah
ini disetujui. Piutang dagang diurutkan dan disimpan urut pelanggan. Daftar pembayaran dan
tembusan control total yang di-posting disimpan urut tanggal. Tembusan control total
dilanjutkan ke buku besar.
Buku Besar
Jurnal dari penerimaan kas dan control total diterim dari rekening piutang dagang untuk
dibandingkan. Jumlahnya kemudian di-posting ke buku besar. Sumber posting ke buku besar
adalah jurnal dari kasir sejumlah pembayaran yang diterima untuk didepositkan. Jumlah ini
harus direkonsiliasikan dengan total item yang di-posting ke buku besar piutang dagang. Jurnal
dan control total disimpan urut tanggal.
Bank
Bank menerima setoran dan melakukan validasi tembusan slip setoran. Tembusan slip
setoran yang telah divalidasi dikembalikan ke audit internal. Slip setoran yang telah divalidasi
disimpan urut tanggal.
Audit Internal
Audit internal menerima laporan bank secara periodik. Rekonsiliasi bank secara
independensi pengendalian yang penting dalam proses bisnis penerimaan kas.
Rangkuman
Untuk mengendalikan penerimaan kas melalui surat, tidak boleh ada pekerjaan yang
dirangkap Antara mailroom (yang membuka surat), penerimaan kas (tempat uang dicatat dan
setoran disiapkan) dan piutang dagang (tempat pengurangan asset dilakukan). Sering kali
faktur atau laporan yang dikirim ke pelanggan disiapkan dengan nama dan alamat pelanggan
dikembalikan bersamaan dengan pembayaran sebagai piutang dagang. Ini biasa dilakukan
untuk faktur telepon, utility, dan supermarket.
Seperti ilustrasi gambar dibawah, dokumen sumber mem-posting ke buku bear adalah jurnal
yang dibuat oleh kasir yang mengindikasikan jumlah setoran dari kasa yang diterima. Jumlah
ini harus direekoniliasi dengan total item di-posting ke file buku pembantu piutang dagang.
Tembusan slip rekonsiliasi dengan rekening bank. Pengendalian dari kas actual (sebagai
kebaikan cek) yang diterima melalui surat sebagaian besar mengendalikan supervise langsung.

Sistem Pengumpulan Lock- Box


Dalam pengumpulan piutang dagang, waktu adalah uang. jika suatu perusahaan tidak
dapat memengaruhi pelanggan untuk membayar piutang dagangnya secara lebih cepat, ia dapat
menggunakan sistem lock - box deposit untuk mengurango float - waktu antara penandatangan
pembayaran cek oleh pelanggan dan ketika perusahan menggunakan dana tersebut. sistem
lock- box mengurangi float yang biasanya terjadi karena bank tidak mengizinkan perusahaan
untuk menggunakan cek sampai mereka membereskan urusan dengan bank pelanggan. Proses
ini dapat memakan waktu mingguan. sistem lock-box mengurangi float dengan adanya cek
yang telah didepositkan ke rekening perusahaan sebelum proses dilakukan. Perusahaan di los
angeles kemungkinan memiliki pelanggam bagian timur amerika serikat yang alan melanjutkan
pembayarannya ke lock- box di kantor pos yang ada di new york city dan mengaturnua dengan
baml di new york city untuk mengambil cek tersebut, mengkreditkan ke rekenong perusahan,
dan merekomendasikan perusahaan dengam nama pelanggan, jumlah cek , dan detail
pembayaran lainnya. pembayaran dapat diproses setelah cek dalam perjalanan melalui proses
clearing. Menyimpan sejumlah bunga dapat dipertimbangkan, khususnya ketika tingkat bunga
tinggi. Bank biasanya meminta fee ditambah kompensansi deposit - sejumlah uang yang tidak
dapat ditarik oleh perusahaan untuk menyediakan jasa lock- box. islustrasi perhitungan
ditunjukkan di bawah ini, dengam asumsi pengumpulan setiap hari adalah $500.000, tujuh hari
tanpa menggunalan regional lock box dan dua hari dengam sistem pengumpulan lock box
secara regional.
Float pada sistem pusat $3.500.000
Dikurangi: float pada sistem regional $1.000.000
Dana kotor yang dibebaskan $2.500.000
Dikurangi: saldo kompensasi yang diperlukan $ 500.000
Dana bersih yang dibebaskan $2.000.000
Fee dab biaya-biaya = $150.000
Kos dari dana bersih yang dibebaskan = $150.000/52.000.000=7,5%
6.6 PROSES BISNIS PENJUALAN TUNAI
Perbedaan signifikan antara proses bisnis penjualan tunai dan proses bisnis kas yang
diterima pada rekening adalah tidak adanya pencatatan asset sebelumnya (saldo rekening
pelanggan) pada proses bisnis penjualan tunai. Pembuatan dokumen awal dari penjualan tunai
merupakan poin utama pada sistem pengendalian. Ketika pencatatan telah disiapkan, maka
penjualan tunai menjadi subjek pengendalian akuntansi
Penjualan tunai dicatat pada register kas atau alat pengaman lainnya untuk
menyediakan dokumentasi. Penerimaan penjualan disiapkan dan diterbitkan untuk pelanggan.
Beberpa teknik dan alat dapat digunakan untuk membuat pencatatan awal. Audit pelanggan
merupakan istilah umum yang digunakan untuk menjelaskan prosedur dimana tindakan
pelanggan sebagai pengendalian pada dokumentasi awal transaksi. Penentuan harga item
senilai 99 sen dan bukan $1 merupakan teknik audit pelanggan, sama dengan teknik pemasaran
penentuan harga ini memaksa pencatatan penjualan karena pelanggan pada umumnya berharap
ada perubahan harga. Teknik yang berkaitan dengan faktur penjualan, seperti memberikan
hadiah satu gallon ice cream jika penerimanya mendapatkan red star atau symbol yang lain,
dengan maksudagar pelanggan memeriksa pencatatan penjualan. Adanya kemungkinan
memperoleh hadiah dapat meningkatkan keinginan pelanggan untuk membaca faktur. Banyak
register kas berbunyi seperti bel atau lonceng ketika dibuka, dengan ini pelanggan diharapkan
memberikan perhatian pada jumlah sesungguhnya yang ada di register. Mengirimkan laporan
bulanan dan menyediakan pelanggan dengan bukti pembayaran merupakan contoh dari teknik
cutomer audit.
Supervise bertugas mengobservasi kinerja stafnya. Supervise langsung dari pekerjaan
klerikal merupakan hal yang biasa dilakukan seperti dalam mailroom dimana penerimaan kas
dibuka. Teknik supervise mencakup penggunaan profesional shopper, yaitu orang yang disewa
untuk membeli barang pada perusahaan eceran dengan tujuan mengobservasi pencatatan
transaksi.supervisi termasuk penggunaanuji paket. Sebagai contohm jumlah kas yang telah
dihitung diberikan ke teller atau cash counter (dengan atau tanpa sepengatuan orang tersebut)
untuk memastika validitas atau tingkat kesalahan dari pekerjaan tersebut.
Teknik imprest digunakan untuk menendalikan penerimaan kas dengan cara yang sama
tetapi biasanya kurang akurat yang digunakan dalam pengendalian pengeluaran kas
kecil. Petugas klerikal diberi sejumlah tiket bernomor urut dan harus mempertanggung
jawabkan nilai penjualannya atau tiket yang dimilikinya. Pemborong eceran harus
mempertanggungjawabkan nilai eceran barang yang dimilikinya. Pengendalian persediaan
pada penjualan ini diaplikasikan dengan mengunakan metode laba kotor atau metode analisis
penjualan eceran untuk mengestimasi tingkat persediaan. Walaupun pengendalian seperti ini
tidak begiru efektif untuk menghilangkan kemungkinan manipulasi namun cara ini dapat
mengurangi kecurangan.