Anda di halaman 1dari 6

Vol. 02 No.

01 Februari 2015 Halaman 32-37


JURNAL AKUNTANSI ISSN 2339-1502

PENGARUH INTERNAL AUDIT TERHADAP PENERAPAN GOOD CORPORATE


GOVERNANCE PADA PT.FIF CABANG PALOPO

Rismawati1, Muh. Yusuf Q2, A. Rezeki Asriani3


1)
Dosen Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Muhammadiyah Palopo
2,3)
Dosen Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Muhammadiyah Palopo

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah peranan audit internal berpengaruh terhadap
penerapan good corporate governance (GCG). Penelitian ini dilakukan pada PT. FIF Cabang Palopo. Jenis
penelitian dalam skripsi ini adalah dengan menggunakan penelitian assosiatif kausal, dengan jumlah sampel 34
responden dari seluruh pegawai. Jenis data yang dipakai adalah data primer dan data sekunder. Data primer
diperoleh dengan membagikan kuesioner langsung kepada responden dan mengutipnya setelah jangka waktu satu
minggu. Kuesioner di uji validitas dan reliabilitasnya sebelum melakukan pengumpulan data penelitian. Alat uji
yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan uji signifikan parsial ( uji-t ). Metode analisis data yang
digunakan adalah analisis regresi sederhana. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengaruh peranan audit
internal berpengaruh signifikan positif terhadap penerapan GCG. Hasil analisa regresi secara keseluruhan
menunjukkan R square sebesar 0,148 yang berarti bahwa korelasi/hubungan antara peranan audit internal dengan
penerapan GCG tidak mempunyai hubungan yang kuat sebesar 14,8 %.
Kata Kunci :Peranan Audit Internal , Good Corporate Governance (GCG)

PENDAHULUAN yang sistematis dan teratur untuk mengevaluasi


Dalam pelaksanaan pengendalian dapat dan meningkatkan efektivitas pengelolaan resiko,
dilakukan secara langsung oleh anggota pengendalian dan proses governance. Peran
perusahaan dan dapat pula dilakukan oleh suatu internal audit akan semakin dapat diandalkan
departemen internal audit. Pihak manajemen dapat dalam mengembangkan dan menjaga efektivitas
membentuk suatu departemen audit intern yang sistem pengendalian internal, pengelolaan resiko
diberi wewenang untuk melalukan pengawasan dan Good Corporate Governance guna menopang
dan penilaian terhadap pengendalian intern terwujudnya suatu perusahaan yang sehat. Suatu
perusahaan. Struktur pengendalian intern mekanisme dalam sistem pengendalian internal
dimaksudkan untuk melindungi harta milik merupakan salah satu sarana utama untuk dapat
perusahaan, menilai kecermatan dan keandalan memastikan bahwa pengelolaan perusahaan telah
data akuntansi, meningkatkan efisiensi usaha dan dilaksanakan sesuai dengan prinsip-prinsip Good
mendorong ditaatinya kebijakan manajemen yang Corporate Governance. Perubahan yang terjadi
telah digariskan. Internal audit modern pada lingkungan bisnis dan era globalisasi
menyediakan jasa-jasa yang mencakup menuntut dikembangkannya suatu sistem dan
pemeriksaan dan penilaian kontrol, kinerja, resiko, paradigma baru dalam pengelolaan bisnis dan
dan tata kelola (governance) perusahaan publik industri. Good Corporate Governance (GCG) atau
maupun privat. yang lebih umum dengan tata kelola perusahaan
Internal audit membantu organisasi untuk yang baik muncul sebagai satu pilihan yang bukan
mencapai tujuannya, melalui suatu pendekatan saja menjadi formalitas, namun suatu sistem nilai

32 | J u r n a l A k u n t a n s i , V o l . 0 2 N o . 0 1 F e b r u a r i 2 0 1 5
Vol. 02 No. 01 Februari 2015 Halaman 32-37
JURNAL AKUNTANSI ISSN 2339-1502

dan best practices yang sangat fundamental bagi audit internal perusahaan memiliki peranan
peningkatan nilai perusahaan. penting dalam mewujudkan penerapan praktek
Secara teoritis, praktek GCG dapat GCG.
meningkatkan nilai ( value) perusahaan dengan
BAHAN DAN METODE
meningkatkan kinerja keuangan, mengurangi Jenis dan Sumber data yang digunakan
dalam penelitian ini yaitu data kuantitatif yang
resiko yang mungkin dilalukan oleh dewan dengan
terdiri dari data primer dan sekunder. Popolasi
keputusan-keputusan yang menguntungkan diri penelitian seluruh pegawai bagian SPI PT. FIF
Cabang palopo yang berjumlah 34 responden,
sendiri, dan umumnya corporate governance dapat
sekaligus sebagai sampel.
meningkatkan kepercayaan investor. Corporate Metode analisis data yang digunakan
model statistic yaitu regresi linier sederhana:
Governance akhir-akhir ini menjadi perhatian
Y = a + bX + e
public, terutama karena sumbangannya yang jelas
Keterangan :
terhadap kesehatan perusahaan dan masyarakat
Y = Variabel dependen yakni penerapan GCG
secara umum. Corporate Governance merupakan
a = Konstanta
suatu sistem bagaimana suatu organisasi dikelola
b = Koefisien Regresi
dan dikendalikan.
X = variabel Independen yakni peranan Audit
PT. FIF Cabang merupakan salah satu
Internal
perusahaan yang wilayah kerjanya menyebar di
e = Error ( tingkat Kesalahan )
Indonesia salah satunya di kota Palopo dan
memiliki banyak pihak yang berkepentingan Peranan Audit Internal
terhadap perusahaan yang dikenal sebagai
Tabel 1
stakeholders perusahaaan. Hal ini membuat Reliability Statistics
manajemen PT. FIF Cabang Palopo menyadari
pentingnya pengendalian internal (internal Cronbach’s
control) yang efektif guna membantu perusahaan Alpa N of items
dalam peningkatan kinerja, mencegah kecurangan 0,930 9
dan penyajian laporan keuangan yang dapat
diandalkan, serta mendorong keberhasilan Berdasarkan tabel diatas, terlihat bahwa
penerapan GCG. Keberadaan fungsi SPI dalam nilai Crobach alpha peranan audit internal
PT. FIF Cabang Palopo menjamin efektivitas sebesar 0,930.hal ini berarti bahwa, nilai ini telah
pengendalian internal dan merupakan mitra melewati syarat reliabilitas sebesar 0,6. Maka
strategis dalam penyempurnaan kegiatan dapat dikatan bahwa peranan audit internal teruji
pengelolaan perusahaan serta mendorong proses reliabilitasnya.
governance. Oleh karena itu diperlukan
keseimbangan dalam rangka pemenuhan
kepentingan menerapkan prinsip-prinsip GCG.
Satuan Pengawasan Intern sebagai departemen

33 | J u r n a l A k u n t a n s i , V o l . 0 2 N o . 0 1 F e b r u a r i 2015
Vol. 02 No. 01 Februari 2015 Halaman 32-37
JURNAL AKUNTANSI ISSN 2339-1502

Dari tabel tersebut terlihat bahwa


Penerapan GCG
cronbach alpha penerapan GCG sebesar 0,950.
Tabel 2 Artinya adalah nilai ini telah melewati syarat
Reliability Statistics
realibilitas sebesar 0,6. Maka dapat di tarik
Cronbach’s
kesimpulan bahwa penerapan GCG teruji
Alpa N of Items
reliabilitasnya.
0,950 25
Statistik Deskriptif
Tabel 3
Deskriptive Statistics

N Range Minimu Maximu Sum Mean Std.De Variance


m m viation
Statistic Statistic Statistic Statistic Statistic Statistic Std.Eror

Audit_Inter 34 34 14 48 1246 36.65 1.195 6.967 48.53


nal 34 52 72 124 3443 101.26 1.765 10.291 105.898
GCG 34
Valid N
(listwise)
Hasil Analisis Regresi Linier Sederhana
Tabel 4
a. Output tampilan SPSS menunjukkan jumlah Variable entered/removed
responden (N) ada 34.
b. Rata-rata (Mean) peranan audit internal adalah Unstandardized Srandardized
Coefficients Coefficients
sebesar 36,65 dengan standar deviasi sebesar
Model B Std. error Beta t Sig.
6,967
1 (constant ) 80.418 8.984 8.951 .000
c. Rata-rata (Mean) penerapa GCG adalah
Audit_internal .569 .241 .385 2.361 .024
sebesar 101,26 dengan standar deviasi sebesar
10,291
Berdasarkan tabel 4 di atas variables
d. Untuk Peranan Audit Internal dan penerapan b
entered/removed menjukan analisis sebagai
GGCG nilai minimumnya masing-masing
berikut:
sebesar 14,00 dan 72,00 sedangkan untuk nilai
a. variable yang di masukan ke dalam persamaan
maksimumnya berturut-turut sebesar 48,00
adalah variable independen yaitu peranan
dan 124,00.
Audit internal
e. Nilai range merupakan selisih nilai
b. tidak ada variable independen yang di
maksimum dan nilai minimum yaitu sebesar
keluarkan,
34,00 untuk peranan Audit Internal dan 52,00
c. metode yang di gunakan untuk memasukan
untuk penerapan GCG.
data adalah metode enter.

34 | J u r n a l A k u n t a n s i , V o l . 0 2 N o . 0 1 F e b r u a r i 2015
Vol. 02 No. 01 Februari 2015 Halaman 32-37
JURNAL AKUNTANSI ISSN 2339-1502

Tabel 5 dalam menerangkan variable dependen . uji t


Regresi Linier Sederhana
dalam penilitian ini dilakukan untuk menguji
Unstandardized Standardized apakah variable dependen penerapan GCG.
coefficients coefficient
Tabel 6
Model B Std.error Beta t Sig. Hasil Uji t-hitung
(constant) 80.418 8.984 8.951 .000 Coefficientsa
Audit_internal .569 .241 .385 2.361 .024
model Variabel Variables Method
Entered Removed
Berdasarkan hasil pengolahan data yang
1 Audit_internal Enter
terlihat pada tabel 5 pada kolom Unstandardized
coefficients bagian B, maka di peroleh model
Dari hasi uji t yang di tunjukan pada tabel
persamaan regresi linier
4.10 di atas memperlihatkan nilai probabilitas
Sederhana sebagai berikut :
signifikansi 0,024 nilai ini berada di bawah 5%.
Y=80,418+0,569 x+e
Oleh karena itu dapat di simpulkan bahwa peranan
a. Konstanta sebesar 80,418 menyatakan bahwa
audit internal berpengaruh positif dan signifikan
jika ada peranan audit internal maka
terhadap penerapan GCG.
penerapan GCG (y) sebesar 80,418,
b. Koefisien x = 0,569, menunjukan bahwa Koefisien determinasi (R2)
peranan audit internal (x) berpengaruh positif Koefisien determinansi (R2) pada intinya
terhadap penerapan GCG (Y) . artinya, jika mengukur seberapa jauh kemampuan model dalam
peranan audit internal ditingkatkan sebesar menerangkan variasi variable dependen . melalui
satu satuan, maka penerapan GCG akan koefisien determinasi (R3) dapat di ketahui sejauh
meningkat sebesar 80,418 mana variable peranan audit internal mampu
c. Standar error (e) menunjukan tingkat menjelaskan variable penerapan GCG.
kesalahan pengganggu. Tabel 7
Model summaryb
Hasil regresif linier sederhana di atas
menunjukan bahwa variable peranan audit internal Model R R Adjusted Std.error
memiliki pengaruh positif terhadap variable squre R of the
penerapan GCG. Dengan demikian dapat ditarik Square estimate
kesimpulan bahwa, jika peranan audit internal 1 .385 .148 .122 9.644
ditingkatkan maka penerapan GCG juga akan
meningkat . Pada tabel 7 yaitu model summary di atas,
terlihat bahwa nilai R sebesar 0,385 yang berarti
Hasil Pengujian Hipotesis
bahwa korelasi /hubungan antara peranan audit
Uji Signifikan Parsial (Uji-t)
internal dengan penerapan GCG tidak kuat karena
uji statistik t di lakukan untuk menguji
angka tersebut di bawah 0,5 atau 50%. Sedangkan
seberapa jauh pengaruh suatu variable independen
nilai R square atau nilai koefisien determinasi

35 | J u r n a l A k u n t a n s i , V o l . 0 2 N o . 0 1 F e b r u a r i 2015
Vol. 02 No. 01 Februari 2015 Halaman 32-37
JURNAL AKUNTANSI ISSN 2339-1502

sebesar 0,148 yang berarti bahwa variasi atau penyempurnaan kegiatan pengelolaan perusahaan
Perubahan variable dependen (penerapan GCG) serta mendorong proses governance. Nilai R squre
hanya mampu di jelaskan oleh fariasi atau atau nilai koefisien determinasi dari penelitian ini
perubahan variable independen (audit internal adalah sebesar 0,148. Hal ini mengindikasikan
)sebesar 14,8% bahwa variasi atau perubahan dalam penerapan
Berdasarkan pengujian yang telah di lakukan, GCG hanya mampu di jelaskan sebesar 14,8%
maka di peroleh hasil penelitian yang menerima oleh variasi atau perubahan peranan audit internal.
semua rumusan hipotesis . artinya, hasil penelitian
ini menunjukan peranan audit internal berpengaruh DAFTAR PUSTAKA
trhadap penerapan GCG. Hal ini sesuai dengan
Agoes, Sukrisno, 2004. Auditing (Pemeriksaan
keberadaan fungsi bagian spi menjamin evektifitas Akuta) oleh Kantor Akutan Publik Jilid
2,Edisi 3,Lembaga Penerbit Fakultas
pengendalian internal dan merupakan mitra
Ekonomi Inuversitas Indonesia , Jakarta.
strategis dalam mitra strategis dalam
Boynton, Wilam C, Raymond N Johson, dan
penyempurnaan kegiatan pengelolaan perusahaan
Walter G.Kell, 2003. Modern Auditing,
serta mendorong proses governance. Edisi 7 Penerjemah Paul A .rajoe, Gina
Gania, Ichsan Stia Budi, Erlangga, Jilid II,
SIMPULAN Jakarta
Penelitian ini bertujuan untuk menguji
Budi, Prabayu dan Asahari, 2005, Analisis Statistik
apakah peranan audit internal memiliki pengaruh dengan Microsoft Excel dan SPSS, Edisi
1, Penerbit Andi, Yogyakarta.
terhadap penerapan good corporate governance
pada PT. FIF Cabang Palopo. Disini di hubungkan Dzaky, Vicky C.P, 2013. “, Jurnal Peran Audit
satu variable dependen. Sampel yang di pilih Internal dalam Upaya Mewujudkan Good
sebanyak 34 responden dari bagian satuan Corporate Governance Pada Perusahaan
pengawasan intern (SPI) . pengujian hipotesis di Daerah Air Minum (PDAM) Tirtawening
lakukan dengan metode statistic uji-t, dan kota Bandung, Universitas Widyatama
koefisien determinasi (R) setelah sebelumnya di Erlina dan Sri Mulyani, 2007. Metedologi
Penelitian Bisnis Untuk Akutansi dan
lakukan uji kualitas data.
Manajemen, USU Press, Medan
Berdasarkan hasil analisis data dan
Haryadi, Putra, 2013,”. Peran Auditor Internal,
pengujian hipotesis yang telah diuraikan pada bab
Dan Etika Bisnis Terhadap Prinsip-Prinsip
sebelumnya bahwa penelitian ini mampu di Good Corporate Governance (Studi
Empiris Pada Kantor Cabang Bank
buktikan secara parsial , bahwa peranan audit
Pemerintah dan Swasta di Kota Padang),
internal berpengaruh positif dan signifikan Jurnal Ilmiah Universitas Bung Hatta 2013
terhadap penerapan good corporate governance
Komite Nasional Kebijakan Govenance,2006.
pada PT. FIF Cabang Palopo. Karena keberadan Pedoman Umum GGG Indonesia,Jakarta
fungsi SPI menjamin efektifitas pengendalian
Konsornun Organisasi Prtofesi Audit Internal.2004
internal dan merupakan mitra strategis dalam Standar Profesi Audit Internal, Yayasan
Pendidikan Internal Audit, Jakarta

36 | J u r n a l A k u n t a n s i , V o l . 0 2 N o . 0 1 F e b r u a r i 2015
Vol. 02 No. 01 Februari 2015 Halaman 32-37
JURNAL AKUNTANSI ISSN 2339-1502

Sawyer, Laurence B., Mortimer A. Dittenhofer


Maksu, Azhar, 2005. Tinjauan Atas Good ,James H. Scheiner, 2005. Sawyer’s
Corporate Govemance di ndonesia Pidato Internal Auditing, Buku 1, Edisi 5,
Pengakuhan Jabatan Guru Besar Tetap Penerjemah Desi Adhariani, salemba
dalam Bidang Ilmu Akutansi Manajemen Empat, Jakarta.
Pada Fakultas Ekonomi Universitas
Sumatra Utara, Medan Susilawati, Christine Dwi
Karya,S.E.,M.Si.,Ak,2013.” Peranan Audit
Messier, Wiliam F.jR.Steven M Glover Dan Intern Dalam Penerapan Good Corporate
Donglas F.Prawitt. 2005 Auditing & Governance Yang Efektiv Pada PT.XYZ,
Asurance Service A Service Systematic
Bandung’’. Jurnal Ilmiah Akuntansi
Approach. Edisi 4. Penerjemah Nuri
Hinduan, Salemba Empat, Buku II,Jakarta. ISSN:2086-4159 Nomor 10 Tahun ke-3
Mulyadi, 2002. Auditing, Buku , Edisi 6 Bulan Mei-Agustus 2013
Jilid 3, Salemba Empat Jakarta.
Lutfi, Syahyunan, 2008. Analisis Data Penelitian,
Mulyadi, 2002. Auditing, Buku 1, Edisi 6 Jilid 3, TerbitanPertama, USU`Press, Medan
Salemba Empat Jakarta.
Sugiyono, 2006. Metode Penelitian Bisnis,
Putra, Kadek Indra Dwi Utama, dkk, 2014.”
Cetakan Kedelapan, Penerbit Alpha beta,
Pengaruh Kompetensi Auditor Internal
Bandung.
Dan Kualitas Jasa Audit Internal Terhadap
Efektivitas Pengendalian Intern Dan
Tjager ,INyoman, dkk, 2003. Corporate
Perwujudan Good Corporate Governance
Governance: Tantangan dan Kesempatan
Pada Hotel Di kawasan Lovinia,
Bagi komunitas Bisnis Indonesia, PT.
Kabupaten Buleleng’’,e-Jurnal Universitas
Prenhallindo, Jakarta.
Pendidikan Ganesha Jurusan Akuntansi
Program S1 (Volume 2 No: 1Tahun 2014 )
Tugiman, Hiro. 2006. Pandangan Baru Internal
Pratolo, Suryo, 2007. “ GGG dan Kinerja BUMN Auditing. Cetakan Kesembilan Penerbit
di Indonesia : Aspek Audit Manajemen Kanisius, Yokyakarta.
dan Pengendalian Inten Sebagai Variabel
Eksogenserta Tinjauannya pada jenis
Perusahaan”, Jurnal symposium Nasional
Akuntansi X Unhas Makassar, 26-28 Juli
2007

Rochaety, Ety, Ratih Tresnatidan H. Abdul Madjid


Latief, 2007. Metodologi Penelitian
Bisnis: dengan Aplikasi SPSS, Mitra
Wacana Media, Jakarta

Sari, Maylia Pramono, 2011, “, Peran Audit


Internal Dalam Upaya Mewujudkan Good
Corporate Governance (GCG) Pada
Badan Layanan Umum (BLU) Di
Indonesia’’, Universitas Negeri Semarang

37 | J u r n a l A k u n t a n s i , V o l . 0 2 N o . 0 1 F e b r u a r i 2015