Anda di halaman 1dari 13

Kata Pengantar

Puji dan syukur sayaucapkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas berkat dan
rahmatnya sehingga saya masih diberikan kesempatan untuk dapat menyelesaikan critical
jurnal review ini. Critical jurnal revew ini kami buat guna memenuhi penyelesaian tugas pada
mata kuliah aplikasi dasar computer, semoga critical jurnal revew ini dapat menambah
wawasan dan pengatahuan bagi para pembaca.

Dalam penulisan critical jurnal review ini, saya tentu saja tidak dapat menyelesaikannya
sendiri tanpa bantuan dari pihak lain. Oleh karena itu, kami mengucapkan terimakasih
kepada:

1. Kedua orang tua kami yang selalu mendoakan

2. Kepada dosen pengampu, Bapak Drs. Robert Silaban, M.Pd.

Saya menyadari bahwa critical jurnal review ini masih jauh dari kata sempurna karena
masih banyak kekurangan. Oleh karena itu, saya dengan segala kerendahan hati meminta
maaf dan mengharapkan kritik serta saran yang membangun guna perbaikan dan
penyempurnaan ke depannya.

Akhir kata saya mengucapkan selamat membaca dan semoga materi yang ada dalam
critical jurnal revew yang berbentuk makalah ini dapat bermanfaat sebagaimana mestinya
bagi para pembaca.

Medan Mei 2018

Apri Andi Siallagan

1
Daftar isi

Kata Pengantar .............................................................................................. 1


Daftar Isi........................................................................................................ 2
BAB I............................................................................................................ 3
A. Pendahuluan...................................................................................... 3
B. Rumusan Masalah.............................................................................3
C. Tujuan danMasalah...........................................................................3
D. Identias Jurnal yang di
riview................................................................................................3
BAB II.......................................................................................................... 4
Ringkasan isi Jurnal......................................................................................4
BAB III........................................................................................................9
Pembahasan dan Analisi..............................................................................9
A. Pembahasan Isi
Jurnal................................................................................................9
B. Kelebihan dan Kekurangan Isi
Jurnal................................................................................................ 11
BAB IV........................................................................................................ 12
A. Kesimpulan...................................................................................... 12
B. Saran................................................................................................ 12
Daftar Pustaka.............................................................................................. 13

2
BAB I

A. Pendahuluan
Critical jurnal review yang berbentuk makalah ini berisi tentang kesimpulan dari
perbandingan yang akan kami lakukan pada dua jurnal yang sudah ditentukan, dan
saya akan menyertakan ringkasan dari masing-masing jurnal, dimana jurnal pertama
dan kedua memiliki judul yang berbeda.

Dalam critical jurnal review ini, kami akan memaparkan masalah tersebut lewat
pembahasan berikut. Semoga usaha ini dapat bermanfaat bagi pembaca umumnya dan bagi
penyusun khususnya.

B. Rumusan Masalah

Adapun rumusan masalah dalam penulisan critical jurnal review ini dapat dijabarkan
sebagai berikut.

1. Bagaimana review maupun ringkasan jurnal tersebut?

2. Bagaimana kelebihan dan kekurangan jurnal tersebut?

C. Tujuan Dan Manfaat Penulisan

Tujuan dan manfaat yang ingin dicapai penyusun dalam penulisan critical jurnal review
ini adalah untuk mengajak pembaca lebih memahami secara mendalam mengenai kedua
jurnal tersebut.

D. Identitas Artikel dan Journal yang direview


1. Judul Artikel : PROSES PERMESINAN CNC DALAM PEMBELAJARAN
SIMULASI CNC
2. Nama Journal : Forum Teknik
1. Edisi terbit : vol 29 no. 1
2. Pengarang artikel : Muhammad Kusumawan Herliansyah
3. Penerbit :-
4. Kota terbit : Yogyakarta
5. Nomor ISSN : 0216-7565
6. Alamat Situs : https://jurnal.ugm.ac.id/mft/article/download/1633/1444

3
BAB II

RINGKASAN ISI JURNAL

Pendahuluan
Van Houten (1992) menyatakan bahwa persaingan dalam pasar internasional
mendorong industri manufaktur untuk melakukan perubahan strategi produksi. Produk-
produk baru harus diproduksi dengan lebih cepat. Metode-metode manufakturing harus
diperbarui. Selain itu organisasi manufakturing harus mampu beradaptasi dengan kondisi
permintaan pasar yang menuntut waktu kirim (delivery time) lebih pendek, kualitas produk
yang semakin tinggi dan fleksibilitas yang lebih tinggi dalam menghadapi
variasi produk, dengan ukuran batch kecil, pada tingkat harga yang wajar. Dalam kondisi
tersebut, industri pemesinan dan komponen di Indonesia menghadapi permasalahan utama
berupa kesulitan dalam memenuhi beberapa persyaratan teknologi yang ditentukan. Secara
keseluruhan permasalahan memenuhi QCD (Quality, Cost, Delivery). Oleh karena itu
industri-industri pemesinan dan komponen perlu melakukan perbaikan secara bertahap,
misalnya dengan penggantian mesinmesin
yang sudah tua, melakukan pengenalan mesin-mesin dan peralatan dengan teknologi
baru, serta penggunaan alat-alat inspeksi yang memadai. Seiring dengan proses ersebut,
dilakukan pula perbaikan pada sistem manajemen pabrik (JICA, 1999).
Fundamental
Selada, et. al (1999), telah melakukan penelitian terhadap sejumlah industri skala kecil
pembuat moulds dan mengidentifikasi dua proses pemesinan utama dalam pembuatan
mould, yaitu rough-cutting dan fine-cutting. Teknologi proses
untuk melakukan proses rough-cutting diantaranya adalah proses milling, turning, dan
drilling/ threading/boring. Sedangkan teknologi proses yang digunakan untuk fine-cutting
adalah Electric Discharge Machining (EDM dan proses grinding. Diantara beberapa
teknologi proses tersebut, proses milling merupakan proses yang
dominan dalam menentukan biaya produksi. Hal itu terjadi karena proses tersebut
mengkonsumsi waktu produksi yang terbesar dan memerlukan investasi peralatan (tools)
yang besar. Sebagian besar perusahaan pembuat mould melakukan
proses milling dengan menggunakan mesin milling manual untuk melakukan roughing. Hal
itu dilakukan karena keterbatasan kapasitas pada mesin Computer Numerical Control (CNC)
dan/atau keterbatasan kemampuan untuk melakukan investasi mesin CNC. Persoalan pada
industri kecil pembuat moulds Dalam industri pembuat mould, teknologi milling dan

4
CAD/CAM memiliki tingkat kepentingan yang besar. Proses milling memiliki kontribusi yang
besar pada biaya produksi suatu mould, karena operasinya memerlukan waktu produksi yang
lama (terutama untuk proses-proses pada bentuk yang kompleks) dan memerlukan persediaan
peralatan (tools) pembantu yang besar.
Selain itu, mesin milling manual memiliki tingkat ketelitian dan kemampuan ulang yang
rendah. Upaya yang sementara diambil saat ini diantaranya dengan membatasi menggunaan
mesin millingmanual hanya untuk proses rough-cutting saja, sedangkan proses fine-cutting
dilakukan dengan mesin millling CNC atau EDM melalui sub
kontrak pada perusahaan lain. Usaha tersebut berdampak pada kenaikan biaya produksi dan
waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan sebuah mould. Industri pembuat moulds dan
dies diIndonesia juga menghadapi permasalahan yang sama. Keterbatasan kapasitas mesin
CNC milling yang dimiliki, ataupun keterbatasan anggaran untuk melakukan investasi mesin
CNC, menyebabkan mesin milling manual menjadi mesin perkakas utama untuk melakukan
roughcutting pada pembuatan mould. Masalah lain yang dihadapi adalah keterbatasan
operator yang ahli mengoperasikan mesin milling manual. Keterbatasan tersebut terjadi
karena mahalnya biaya operator ahli, atau karena jumlahnya sangat sedikit. Perbaikan
performansi industri kecil pembuat mould Untuk meningkatkan performansi perusahaan
pembuat mould dan dies dapat dilakukan dengan peningkatan produktivitas dan kualitas
penyelesaian pesanan melalui peningkatan ketelitian produksi. Menurut Okumoto dan
Matsuzaki (1997), secara konseptual, pengembangan perusahaan dan produk moulds/dies
dapat dilakukan dengan peningkatan ketelitian produksi yang dapat: mengurangi pekerjaan
penyesuaian (adjusting work), mengurangi tenaga kerja
dengan keterampilan tinggi, pemanfaatan mesin yang lebih baik, dan menstabilkan kualitas
hasil produksi. Konsep tersebut dapat dinyatakan dalam bentuk diagram pengaruh ketelitian
produksi seperti pada Gambar 1

5
Berdasarkan konsep ini, maka strategi pengembangan perusahaan dan produk yang
dilakukan adalah peningkatan quality, penurunan cost, dan pemenuhan delivery time.
Yuniar (2001) menyatakan bahwa apabila dilihat dari strategi investasi, penambahan
investasi mesin CNC milling dapat segera meningkatkan kapasitas yang tersedia bagi
penyelesaian proses bentuk kompleks dan ketelitian tinggi. Selain itu memungkinkan
memperpendek waktu pengiriman karena tidak melakukan sub-kontrak proses pada
perusahaan lain. Namun strategi ini baru dapat dilakukan apabila kapabilitas sistem
perusahaan (dalam penguasaan teknologi dan pasar) sudah terjadi. Walaupun produktivitas
dan akurasi yang tinggi dapat dicapai oleh mesin perkakas CNC,
tetapi bukanlah merupakan solusi yang efektif dari sisi biaya produksi suatu part' Menutut
Koren (1983), produksi dengan mesin CNC akan ekonomis bila digunakan untuk
memproduksiparts dengan bentuk geometri yang relatif kompleks dalam lots atau batch
berukuran sedang (antara 20 hingga 10,000 part), atau untuk memproduksi satu part tunggal
dengan tingkat kerumitan permukaan yang tinggi, sehingga tidak dapat diproduksi mesin
perkakas konvensional. Karena tingginya investasi yang harus dilakukan untuk sebuah mesin
CNC, dan volume pekerjaan yang relatif tidak terlalu besar, maka bengkel-bengkel
komponen dan pemesinan kecil lebih mempertimbangkan untuk melakukan retrofitting pada
mesin perkakas konvensional menjadi sistem CNC untuk menghindari pembelian mesin CNC
baru. Retrofitting berarti melakukan odifikasi
terhadap suatu peralatan agr memiliki kemampuan sesuai dengan kebutuhan enggunaan
peralatan tersebut. Pada mesin-mesin perkakas, hal itu dapat dilakukan dengan menambahkan
sebuah sistem pengendali mesin (Machine Control Unit, MCU)
dan sebuah komputer. MCU tersebut meliputi juga translator amplifier untuk penggerak
motor stepper atau power amplifier untuk penggerak dcservo motor. Selain penambahan
MCU, modifikasi dapat dilakukan terhadap mesin perkakas itu sendiri, diantaranya dengan
mengganti leadscrew dengan ball-bearing screw, penambahan steppingmotor atau dc servo
motor yang dilengkapi perangkat umpan balik, dan sistem-sistem pengendali lain yang dapat
ditambahkan sesuai dengan keperluan (pengendali coolant, limit switch, sensor temperatur,
dan lain sebagainya). Pada prinsipnya modifikasi dapat dilakukan pada setiap sumbu gerakan.
Namun demikian harus dipertimbangkan efektifitas biaya yang dikeluarkan untuk melakukan
retrofitting tersebut dengan kebutuhan kemampuan mesin perkakas yang ada (Koren, 1983).
Sebuah artikel dalam Modern Machines Shop (1998) telah melaporkan retrofitting terhadap
mesin-mesin manual tua (dengan daya 1 hingga 5 hp) sehingga menjadi CNC retrofit dapat

6
meningkatkan produktivitas dan keuntungan machine shops. Keuntungan tersebut berupa
kemampuan memproduksi part dengan lebih cepat, kemampuan
mengerjakan bentuk-bentuk yang kompleks, dapat dijamin pula repeatable accuracy-nya,
selain itu juga mengurangi jumlah scrap, rework, dan manufacturing cost. Artikel lain dalam
Modern Machine Shop (1998) menyatakan bahwa retrofitting CNC pada tiga mesin Lathe
Hardinge di Mansfield Screw Machine Products Co., dapat meningkatkan throughput pada
setiap mesin sekitar 15%, mesin manual tetap terjaga produktifitasnya walaupun tidak
ditangani oleh operator ahli. Retrofitting tersebut juga meningkatkan efisiensi keseluruhan
proses di shop floor, dan dapat dilakukan
penghematan dengan menghilangkan pekerjaan-pekerjaan yang dikerjakan secara subkontrak.
Modern Machine Shop (1999) juga melaporkan bahwa Heckendorf dari D. Heck Tool LLC
melakukan retrofitting terhadap mesin milling manual Kent dengan paket retrofit Mitutoyo
MillStar CNC dari Mitutoyo Corp yang dijalan-kan pada komputer berbasis Windows 95 dan
diprogram dalam bentuk G-code. Retrofitting tersebut dapat memperpendek waktu proses
untuk membuat EDM Electrodes dari enam minggumenjadi tujuh hari kerja. Suh, et al.
(1995) telah rnelakukan retrofitting
pada mesin milling NC dua aksis dengan berbasis pada Integrated NC System (INCS).
Retrofitting tersebut memungkinkan pengguna sistem melakukan geometric modelling, CL-
data generation, simulasi grafis, dan secara langsung melakukan
pengendalian mesin tanpa melakukan konversi CL-data menjadi G-Code. 3. Metodologi
Pemikiran yang mendorong pengembangan CNC adalah kebutuhan akurasi dalam
prosesmanufaktur bentuk yang rumit dan keinginan meningkatkan produktivitas. Kombinasi
karakteristikpengendali dan mesin perkakas menentukan

Kesimpulan

Dari proses pengembangan dan pengujian, diambil kesimpulan sebagai berikut:


a. Dalam penelitian ini dihasilkan prototype sistem CNC retrofit milling yang
dikembangkan dalam platform PC, Micro Controller chip set, dan standard serial
communication.
b. Sistem CNC retroft milling yang dikembangkan dapat berfungsi seperti mesin-mesin
perkakas CNC, dengan akurasi 0.013 mmuntuk sumbu X dan 0.009 mm untuk sumbu Y.

7
c. Prototype sistem CNC retrofit milling yang dikembangkan dalam penelitian ini mampu
melakukan gerakan pemotongan linear, interpolasi linear, dan kurva dua dimensi dengan
kecepatan antara 1 mm/menit hingga 250 mm/menit.
d. Kelebihan sistem CNC retortt milling dibandingkan dengan sistem milling manual
adalah pada kemampuannya untuk mengerjakan bentuk-bentuk kompleks, waktu proses yang
lebih singkat, mengatasi keterbatasan operator ahli, dan pada akhirnya dapat menghemat
biaya produksi, sehingga dapat menjadi alternatif untuk mengatasi persoalan kebutuhan
mesin CNC di perusahaan pembuat moulds
skala kecil dan menengah.
e. Karena tingkat akurasinya lebih rendah dari mesin CNC milling, maka penerapan sistem
CNC retrofit milling dibatasi untuk proses roughing, dimana tingkat akurasi bukan hal yang
utama, tetapi kecepatan proses dan kemampuan pemrosesan bentuk-bentuk kompleks lebih
diutamakan.
f. Sistem CNC retrofit milling dapat menggantikan peranan mesin CNC milling untuk
proses roughing sehingga dapat diterapkan pada industri kecil dan menengah pembuat

8
BAB III

PEMBAHASAN DAN ANALISIS

A. Pembahasan Isi Jurnal

Mesin yang digunakan pada jurnal ini adalah mesin CNC Turning TU-2A.Yang
menjadi tolak ukur dari isi jurnal adalah pembahasan jurnal lebih mendalam dengan
menjelaskan proses yang ada pada penelitian. Materi yang disampaikan pada jurnal sangat
lemah pada bidang teori tentang mesinnya.Namun pada jurnal ini di jelaskan bagaimana
rumus mencari waktu yang dibutuhkan dan kecepatan potong agar dapat ditentukan harga
ekonomis dari benda jadi. Menurut artikel yang di reviewer adalah Dalam penelitian ini
menganalisa tentang optimasi pemesinan pembuatan variasi tutup katub suspensi udara
Honda GL Max 125 cc di CNC Turning TU-2A yang proses utamanya adalah proses
membubut dengan harapan dihasilkan proses pemesinan yang optimum baik secara ekonomis
dan produktif dengan mendapatkan biaya produksi yang murah dan waktu pemesinan yang
terrendah.

Sedangkan menurut suatu buku bahan ajar Motor Arus searah dengan magnet
permanen, jenjang kecepatan 1:7, jenjang putaran 600 - 4000 1/menit. Tenaga masukan
(P1)500 W dan tenaga keluaran ( P2) 300 W. Untuk mengubah putaran pada motor arus
searah dilakukan dengan mengubah tegangan. Pembatasan Arus Motor dilindungi dari beban
lebih dengan pembatasan arus.Beban lebih dapat menyebabkan motor terbakar.Karena itu
pembatasan arus pada 4 Amper. Ampermeter menunjukkan konsumsi arus aktual dari motor
penggerak.

Dalam jurnal yang di review ada disampaikan beberapa rumus untuk mencari: a)
kecepatan potong, b) kondisi pemotongan produktif, c) kondisi pemakanan ekonomis, d)
biaya produksi, e) waktu permesinan, f) umur pahat. Sedangkan menurut Robert (2015: 8)
Data teknologis Pemesinan;

a) Kecepatan potong

Vs = kecepatan potong; d = diameter benda kerja; s = jumlah putaran sumbu utama.

Kecepatan potong maksimal yang diijinkan tergantung pada; a) Bahan benda kerja:
Makin tinggi kekuatan bahan, makin rendah kecepatan potong, b) Bahan pahat: Pahat karbida
memungkinkan kecepatan potong yang lebih tinggi dari pada pahat HSS, c) Besaran asutan:

9
Makin besar asutan, makin kecil kecepatan potong, d) Dalamnya pemotongan: Makin besar
dalamnya pemotongan, makin kecil kecepatan potong.

Kecepatan potong untuk latihan pemrograman pada TU - 2A :

1) Bahan benda kerja: Alumunium bebas potong dan bahan Pahat dari Karbida
2) Kecepatan potong untuk pembubutan 150-200 m/menit dan untuk pemotongan
60-80 m/menit.
3) Besar asutan pembubutan: 0,02 - 0,1 mm/put dan untuk pemotongan 0,01-
0,02mm/put
b) Jumlah putaran (S)

Dari kecepatan potong dan diameter benda kerja, anda hitung jumlah putaran sumbu
utama.

c) Penghitungan asutan

Pada TU - 2A, anda memrogram asutan dalam mm/menit. Konversi: F (mm/men) =


S (put/men) x F (mm/put). F (mm/men) = asutan dalam mm/menit ; S = jumlah putaran
sumbu utama ; F (mm/put) = asutan dalam mm/put.

Maka berdasarkan ke empat teori diatas Permesinan CNC TU 2A adalah mesin bubut
yang menggunakan computer sebagai pengendali pada proses pengerjaan benda kerja, dengan
memasukkan program pemakanan dengan memori penyimpanan pada CD. Berapa kecepatan
pemakanan dapat ditentukan sendiri pada program.Dengan menghitung terlebih dahulu waktu
yang dibutuhkan agar sesuai dengan ketentuan yang diinginkan.CNC TU 2A ini memiliki 2
sumbu utama yaitu sumbu Z dan X. dan bisa di sesuaikan pemakanan sesuai standard dari
mesin tersebut.

10
B. Kelebihan dan kekurangan isi jurnal

KELEBIHAN

 Bahan yang dibutuhkan untuk proses pengerjaan benda kerja begitu jelas dipaparkan
dengan dana yang diperlukan. Dengan diperkuat gambar dan tabel pengerjaannya
sehingga jurnal ini sudah dapat dikatakan menarik pembaca.

KEKURANGAN

 Dari segi aspek isi dari jurnal ada kelemahan pada bagian penelitian jurnal. Penulis
tidak memaparkan atau mendeskrisikan lebih jelas tentang pembahasan yang menjadi
inti sari dari jurnal pelaksanaan praktek lapangan ini. Di dalam jurnal hanya
memaparkan dana pengeluaran dan pemasukan. Tidak lebih detail mendalam
bagaimana sebenarnya proses pemakanan atau pengerjaan pada benda kerja.
 Dari segi tata bahasa jurnal ini memiliki abstrak dengan bahasa inggris namun pada
isi selanjutnya terdapat bahasa Indonesia dengan itu perlu lagi bagi pembaca untuk
menerjemahkan yang menjadi pokok utama tujuan dibuatnya jurnal penelitian, dari
tata bahasa ada juga kelemahan penggunaan kata yang kurang tepat. Misalnya waktu
pemesinan yang terendah.

11
BAB IV

A. Kesimpulan
Berdasarkan penelitian sebelumnya, simulasi dianggap sebagai metode
pembelajaran yang paling efektif dan efisien dalam belajar dan mempelajari sistem
yang kompleks dan
dinamis contohnya dalam mempelajari proses permesinan CNC. Pendekatan
pembelajaran
dengan menggunakan software simulasi untuk mempelajari mesin CNC sangat tepat
digunakan untuk lembaga pendidikan yang memiliki anggaran pengadaan yang
minim. Proses dimulai dari mendesain sampai menghasilkan benda kerja dapat
dilakukanmenggunakan oftware simulasi CNC yang tepat, baik software yang berdiri
sendiri untuk keseluruhan proses maupun kombinasi berbagai kombinasi software
sehingga proses permesinan CNC dapat dilakukan menggunakan perangkat komputer.

Ketersediaan bahan dan alat yang memadai, kesiapan pengajar, kesiapan


mahasiswa dan waktu yang disediakan sebagai syarat dari pelaksanaan pembelajaran
simulasi CNC telah terpenuhi sehingga proses pembelajaran untuk mempelajari mesin
CNC dapat dilakukan melalui pendekatan pembelajaran menggunakan software
simulasi di Prodi Pendidikan Teknik Mekatronika FT UNY. Proses pembelajaran
simulasi CNC tersebut dimulai dari pembuatan desain benda kerja menggunakan
software CAD, kemudian dilanjutkan mengubah desain menjadi kodekode numerik
(NC kode). Kode numerik yang dihasilkan diuji kebenarannya dalam suatu software
simulasi CNC.

B. Saran

Dilihat pada jurnal ini pada sistematika penelitian tidak memaparkan lebih detail
tentang artikel penelitian yang telah dilakukan. Untuk pembuatan jurnal selanjutnya
diharapkan isi dari pembahasan yang lebih mendalam tentang materi yang dibahas.Oleh
sebab itu pembaca dapat mendalami intisari yang disampaikan dalam jurnal tersebut.Sekian,
kiranya CJR ini dapat menambah wawasan kita tentang permesinan CNC dan dapat
menerapkannya.Dan dapat menambah pengetahuan tentang bagaimana penyusunan jurnal
untuk penyusunan berikutnya.

12
DAFTAR PUSTAKA

Groover, M. P., Automation, Production Systems, and Computer Integrated


Manufacturing, 1987, PHI., New Jersey. Koren, Computer Contol of Manufacturing
Systems, 1983, McGraw-Hill. Modern Machine Shop, The Economics OI
Converting Manual Mills To CNC, 1998, 09-98 edition, Gardner. Modern Machine
Shop, CNC Retrofits Answer Scarcity Of Manual Machinists, l99Sa, 05-98 edition,
Gardner Modern Machine Shop, Faster Milling Of EDM Electrodes With Retrofit CNC
Package,1999, 05-99 edition, Gardner
Okumoto & Matsuzaki, Approach to
Accurate Production of Hull Stnrcture, 1997, Journal of Ship Production, Vol. l3,
No. 3, 207 -214.
Selada, C., Videira, A., Felizardo, R., Veloso, F., The Technology and
Innovation Audit in The Portuguese Moulds Sector Analysis of the Main Result, lggg,
The 3'd International Conference on Technologt Policy and Innovation, Austin.
Suh, S. H., Noh, S. K., Choi, Y. J., A Pc-Based Retrofitting Toward CAD/CAM/
CNC Integration, Computers ind. Eng. 1995, Vol 28, Nol, Elsevier Science Ltd., Great
Britain. Van Houten, F.J.A.M, Manufacturing Interfaces, 1992, Annuals of the CIRP,
Vol 41.
Yuniar, Model Perencanaan Pasokan Jangka Panjang Dengan
MempertimbangkanFaktor Kapabilitas Sistem, 2001, Prosiding Seminar Sisprod 4 LSP-
ITB, Bandung

13