Anda di halaman 1dari 7

Teori medan kristal

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Teori medan kristal (Bahasa Inggris: Crystal Field Theory), disingkat CFT, adalah
sebuah model yang menjelaskan struktur elektronik dari senyawa logam transisi yang
semuanya dikategorikan sebagai kompleks koordinasi. CFT berhasil menjelaskan
beberapa sifat-sifat magnetik, warna, entalpi hidrasi, dan struktur spinel senyawa
kompleks dari logam transisi, namun ia tidak ditujukan untuk menjelaskan ikatan kimia.
CFT dikembangkan oleh fisikawan yang bernama Hans Bethe dan John Hasbrouck van
Vleck pada tahun 1930-an. CFT pada akhirnya digabungkan dengan teori orbital
molekul, membentuk teori medan ligan yang lebih akurat dan menjelaskan proses
ikatan kimia pada senyawa kompleks logam transisi.

analisis teori medan kristal

Menurut CFT, interaksi antara logam transisi dan ligan diakibatkan oleh tarikan antara
kation logam yang bermuatan positif dan elektron bukan-ikatan ligan yang bermuatan
negatif. Teori ini dikembangkan menurut perubahan energi dari lima degenerat orbital-d
ketika dikelilingi oleh ligan-ligan. Ketika ligan mendekati ion logam, elektron dari ligan
akan berdekatan dengan beberapa orbital-d logam dan menjauhi yang lainnya,
menyebabkan hilangnya kedegeneratan (degeneracy). Elektron dari orbital-d dan dari
ligan akan saling tolak menolak. Oleh karena itu, elektron-d yang berdekatan dengan
ligan akan memiliki energi yang lebih besar dari yang berjauhan dengan ligan,
menyebabkan pemisahan energi orbital-d. Pemisahan ini dipengaruhi oleh faktor-faktor
berikut:

• sifat-sifat ion logam.


• keadaaan oksidasi logam. Keadaan oksidasi yang lebih besar menyebabkan
pemisahan yang lebih besar.
• susunan ligan disekitar ion logam.
• sifat-sifat ligan yang mengelilingi ion logam. Efek ligan yang lebih kuat akan
menyebabkan perbedaan energi yang lebih besar antara orbital 3d yang
berenergi tinggi dengan yang berenergi rendah.

Struktur kompleks yang paling umum adalah oktahedon; dalam struktur ini, enam ligan
membentuk oktahedron di sekitar ion logam. Pada simetri oktahedron, orbital-d akan
berpisah menjadi dua kelompok energi dengan perbedaan energi Δoct. Orbital dxy, dxz
dan dyz akan memiliki energi yang lebih rendah daripada orbital dz2 and dx2-y2. Hal ini
dikarenakan orbital dxy, dxz dan dyz memiliki posisi yang lebih jauh dari ligan-ligan,
sehingga mendapatkan gaya tolak yang lebih kecil. Kompleks tetrahedron juga
merupakan struktur yang umum; dalam struktur ini, empat ligan membentuk tetrahedron
disekitar ion logam. Dalam pemisahan medan kristal tetrahedron, orbital-d kembail
berpisah menjadi dua kelompok dengan perbedaan energi Δtet. Orbital dz2 dan dx2-y2
akan memiliki energi orbital yang lebih rendah, dan dxy, dxz dan dyz akan memiliki energi
orbital yang lebih tinggi. Hal bertolak belakang dengan struktur oktahedron. Selain itu,
dikarenakan elektron ligan pada simetri tetrahedal tidaklah berorientasi pada orbital-
orbital-d, pemisahan energi akan lebih kecil daripada pemisahan energi oktaherdal.
Struktur geometri datar persegi juga dapat dideskripsikan oleh CFT.

Besarnya perbedaan energi Δ antara dua kelompok orbital tergantung pada beberapa
faktor, seperti sifat-sifat ligan dan struktur geometri kompleks. Beberapa ligan selalu
menghasilkan nilai Δ yang kecil, sedangkan beberapa lainnya akan selalu
menghasilkan nilai yang lebih besar. Alasan di balik perbedaan ini dapat dijelaskan
dengan teori ligan medan. Deret spektrokimia adalah daftar-daftar ligan yang disusun
berdasarkan perbedaan energi Δ yang dihasilkan (disusun dari Δ yang kecil ke Δ yang
besar):

I− < Br− < S2− < SCN− < Cl− < NO3− < N3− < F− < OH− < C2O42− < H2O < NCS− < CH3CN <
py < NH3 < en < 2,2'-bipiridina < phen < NO2− < PPh3 < CN− < CO
Keadaan oksidasi logam juga mempengaruhi besarnya Δ antara aras energi (energy
level) yang tinggi dan rendah. Semakin tinggi keadaan oksidasi logam, semakin tinggi
pula Δ. Kompleks V3+ akan memiliki Δ yang lebih besar dari kompleks V2+. Hal ini
dikarenakan perbedaan rapatan muatan yang mengijinkan ligan lebih dekat dengan ion
V3+ daripada ion V2+. Jarak antar ligan dan ion logam yang lebih kecil akan
menyebabkan nilai Δ yang lebih besar karena elektron logam dan ligan lebih
berdekatan, sehingga gaya tolak menolak menjadi lebih besar.

Spin-tinggi dan spin-rendah

Diagram medan kristal [Fe(NO2)6]3−


Ligan-ligan yang menyebabkan Δ pemisahan orbital-d yang lebih besar disebut sebagai
ligan-ligan medan kuat, seperti CN− dan CO. Senyawa kompleks yang memiliki ligan
medan kuat tidak akan menempatkan elektron-elektronnya ke orbital yang berenergi
tinggi. Hal ini sesuai dengan asas Aufbau. Kompleks yang demikian disebut sebagai
"spin-rendah". Sebagai contoh, NO2− yang merupakan ligan medan kuat, menghasilkan
Δ yang besar. Ion oktahedron [Fe(NO2)6]3− yang memiliki 5 electron-d akan memiliki
diagram pemisahan oktahedron yang tting_Diagram_2.png" \* MERGEFORMAT \d
/ICTUR
Diagram medan kristal [FeBr6]3−

Sebaliknya, ligan-ligan (seperti I− dan Br−) yang menghasilkan Δ orbital-d yang kecil
disebut ligan medan lemah. Dalam kasus ini, adalah lebih mudah menempatkan
elektron di aras energi orbital yang lebih tinggi daripada menempatkan dua elektron
pada orbital yang sama. Ini dikarenakan gaya tolak antar dua elektron lebih besar
daripada Δ. Oleh karena itu, masing-masing elektron akan ditempatkan pada setiap
orbital-d terlebih dahulu sebelum dipasangkan. Hal ini sesuai dengan kaidah Hund dan
menghasilan kompleks "spin-tinggi". Sebagai contoh, Br− adalah ligan medan lemah
dan menghasilkan Δoct yang lebih kecil. Makan, ion [FeBr6]3−, yang juga memiliki 5
elektron-d, akan memiliki diagaram pemisahan elektron yang kelima orbitalnya dipenuhi
secara tunggal.

Agar pemisahan spin rendah terjadi, energi yang dibutuhkan untuk menempatkan
elektron ke orbital yang sudah berlektron tunggal harus lebih kecil dari energi yang
dibutuhkan untuk menempatkan elektron tambahan ke orbital eg sebesar Δ. Jika energi
yang diperlukan untuk memasangkan dua elektron lebih besar dari menempatkan satu
elektron di orbital eg, pemisahan spin tinggi akan terjadi.

Energi pemisahan medan kristal untuk kompleks logam tetrahedron (empat ligan), Δtet,
kira-kira sama dengan 4/9Δoct. Oleh karena itu, energi yang diperlukan untuk
memasangkan dua elektron biasanya lebih besar dari energi yang diperlukan untuk
menempatkan elektron di orbital yang berenergi lebih tinggi. Sehingga, kompleks
tetrahedron biasanya merupakan spin-tinggi.

Diagram pemisahan ini dapat membantu kita dalam memprediksikan sifat-sifat


magnetik dari senyawa koordinasi. Senyawa yang memiliki elektron yang
takberpasangan pada diagram pemisahannya bersifat paramagnetik dan akan ditarik
oleh medan magnet. Sedangkan senyawa yang tidak memiliki elektron takberpasangan
pada diagram pemisahannya bersifat diamagnetik dan akan ditolak oleh medan
magnet.

Energi stabilisasi medan kristal

Energi stabilisasi medan kristal (Bahasa Inggris:crystal field stabilization energy),


disingkat CFSE, adalah stabilitas yang dihasilkan dari penempatan ion logam pada
medan kristak yang dibentuk oleh sekelompok ligan-ligan. Ia muncul karena ketika
orbital-d terpisah pada medan ligan, beberapa dari orbital itu akan memiliki energi yang
lebih rendah. Sebagai contoh, pada kasus oktahedron, kelompok orbital t2g memiliki
energi yang lebih rendah dari energi orbital pada sentroid. Sehingga, jika terdapat
sembarang elektron yang menempati orbital-orbital ini, ion logam akan menjadi lebih
stabil pada medan ligan relatif terhadap sentroid dengan nilai yang dikenal sebagai
CFSE. Sebaliknya, orbital-orbital eg (pada kasus oktaheral) memiliki energi yang lebih
tinggi daripada sentroid, sehingga menempatkan elektron pada orbital tersebut
menurunkan CFSE.

Energi stabilisasi medan kristal oktahedron

Jika pemisahan orbital-d pada medan oktahedron adalan Δoct, tiga orbital t2g distabilkan
relatif terhadap sentroid sebesar 2/5 Δoct, dan orbital-orbital eg didestabilkan sebesar 3/5
Δoct.

Stabilisasi medan kristal dapat digunakan dalam menjelaskan geometri kompleks logam
transisi. Alasan mengapa banyak kompleks d8 memiliki geometri datar persegi adalah
karena banyaknya stabilisasi medan kristal yang dihasilkan struktur geometri ini dengan
jumlah elektron 8.

Warna kompleks logam transisi

Warna-warna cerah yang terlihat pada kebanyakan senyawa koordinasi dapat


dijelaskan dengan teori medan kristal ini. Jika orbital-d dari sebuah kompleks berpisah
menjadi dua kelompok seperti yang dijelaskan di atas, maka ketika molekul tersebut
menyerap foton dari cahaya tampak, satu atau lebih elektron yang berada dalam orbital
tersebut akan meloncat dari orbital-d yang berenergi lebih rendah ke orbital-d yang
berenergi lebih tinggi, menghasilkan keadaam atom yang tereksitasi. Perbedaan energi
antara atom yang berada dalam keadaan dasar dengan yang berada dalam keadaan
tereksitasi sama dengan energi foton yang diserap dan berbanding terbalik dengan
gelombang cahaya. Karena hanya gelombang-gelombang cahaya (λ) tertentu saja yang
dapat diserap (gelombang yang memiliki energi sama dengan energi eksitasi),
senyawa-senyawa tersebut akan memperlihatkan warna komplementer (gelombang
cahaya yang tidak terserap).

Seperti yang dijelaskan di atas, t akan menghasilkan Δ yang lebih besar, menyerap λ
yang l.wikipedia.org/wiki/Ligan" \o "Ligan" µligan-ligan§ yang berbeda akan
menghasilkan medan kristal yang energinya berbeda-beda pula, sehingga kita bisa
melihat warna-warna yang bervariasi. Untuk sebuah ion logam, medan ligan yang lebih
lemah akan membentuk kompleks yang Δ-nya bernilai rendah, sehingga akan
menyerap cahaya dengan λ yang lebih panjang dan merendahkan frekuensi ν.ebih
pendek, dan meningkatkan ν. Sangtalah jarang energi foton yang terserap akan sama
persis dengan perbedaan energi Δ; terdapat beberapa faktor-faktor lain seperti tolakan
elektron dan efek Jahn-Teller yang akan mempengaruhi perbedaan energi antara
keadaan dasar dengan keadaan tereksitasi.

Warna-warna yang terlihat

Roda warna

Roda warna mendemonstrasikan warna senyawa yang akan terlihat jika ia hanya
menyerap satu gelombang cahaya. Sebagai contoh, jika senyawa tersebut menyerap
warna merah, maka ia akan tampak hijau.

λ diserap vs warna terpantau


400nm Ungu diserap, Hijau-kuning terpantau (λ 560nm)
450nm Blue diserap, Kuning terpantau (λ 600nm)
490nm Biru-hijau diserap, Merah terpantau (λ 620nm)
570nm Kuning-hijau diserap, Ungu terpantau (λ 410nm)
580nm Kuning diserap, Biru tua terpantau (λ 430nm)
600nm Jingga diserap, Biru terpantau (λ 450nm)
650nm Merah diserap, Hijau terpantau (λ 520nm)

Diagram pemisahan medan kristal

Diagram pemisahan medan kristal


Oktahedral Bipiramida pentagonal Antiprismatik persegi

Datar persegi Piramida persegi Tetrahedral

Bipiramida trigonal

Referensi

• Zumdahl, Steven S. Chemical Principles Fifth Edition. Boston: Houghton Mifflin


Company, 2005. 550-551,957-964.
• Silberberg, Martin S. Chemistry: The Molecular Nature of Matter and Change,
Fourth Edition. New York: McGraw Hill Company, 2006. 1028-1034.
• D. F. Shriver and P. W. Atkins Inorganic Chemistry 3rd edition, Oxford University
Press, 2001. Pages: 227-236.
• Housecroft, C. E. and Sharpe, A. G. (2005) Inorganic Chemistry 2nd edition,
England: Pearson Education Limited. ISBN 0-13-039913-2
• Miessler, G. L. and Tarr, D. A. (2003) Inorganic Chemistry 3rd edition, New
Jersey: Pearson Prentice Hall. ISBN 0-13-035471-6