Anda di halaman 1dari 7

MAKALAH TUGAS-2

GEOTEKNIK

OLEH:

Ilham Rizki Samudra 03411540000003

DEPARTEMEN TEKNIK GEOFISIKA

INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER

SURABAYA
1. Jelaskan tentang tipikal dan variasi profil tanah residu!

a. Tipikal Tanah Residu


 Tanah yang terbentuk oleh penumpukan produk pelapukan batuan ditempat asalnya
 Kuat geser tanah meningkat berdasarkan kedalamannya, yang disebabkan oleh bagian
tanah yang dekat dengan permukaan telah mengalami pelapukan yang lebih besar
dibandingkan dengan tanah di bawahnya.

Gambar 1 Variasi Profil Tanah Residu

b. Variasi Profil Tanah Residu

 Horizon O

Lapisan tanah paling atas, dicirikan oleh lapisan tanah yang subur karena mengandung bahan organik.
Lapisan ini terdiri atas bagian-bagian yang masih utuh dan sebagiannya lagi telah terdekomposisi. Horizon
O Merupakan horizon organik yang mengandung bahan organik lebih dari 20% pada seluruh penampang
tanah.

 Horizon A

Lapisan ini berada di bawah horison O dan di atas horison E. Benih-benih tanaman dan akar-akar
tumbuhan terlihat pada lapisan ini. Lapisan ini mempunyai ciri berwarna gelap yang terdiri dari humus
dan campuran partikel mineral. Bahan organik akan terhumifikasi dan bercampur dengan bahan mineral,
sehingga akan memperlihatkan konsistensi struktur yang berbeda dengan horizon yang berada langsung
dibawahnya.
 Horizon E

Horison E adalah horison berupa lapisan eluviasi yang berwarna terang. Lapisan tanah ini berpasir, serta
sedikit mengandung mineral dan tanah liat karena rembesan air yang menembus masuk ke tanah. Ciri
utamanya ialah terjadi proses penghilangan lempung alumina silikat, Fe, Al, atau kombinasi ketiganya.
Horizon ini dapat berada langsung di bawah horizon O atau horizon A. Apabila berada dibawah horizon
A, maka horizon ini terbedakan menurut warnanya yang lebih mudah dan kandungan bahan organik lebih
sedikit daripada horizon A.

 Horizon B

Horizon B adalah horizon "illuvial" atau biasa disebut juga dengan horizon pengendapan, dimana
merupakan zona akumulasi dari bahan-bahan yang tercuci (perembesan air) dari horizon diatasnya.
Lapisan ini hanya mengandung sedikit lempung dan partikel mineral.

 Horizon C

Horizon C disebut juga lapisan regolith. Lapisan ini dicirikan oleh masih adanya fragmen (pecahan)
lapukan batuan asal. Akar tanaman sulit menembus lapisan ini, sehingga lapisan ini hanya mengandung
sedikit bahan organik. Horizon C terdiri atas campuran bahan lapukan batuan dan mineral.

 Horizon R

Horizon R atau biasa disebut juga horizon D adalah lapisan paling bawah dalam suatu profil tanah. Horizon
R tersusun atas batuan dasar yang keras, yang dapat dikatakan masih utuh dan belum mengalami
pelapukan. Sifat keras, kompak, dan tersementasi dari batuan dasar ini merupakan ciri utama dari horizon
R. Batugamping, basalt, granit, dan batupasir adalah contoh batuan penyusun lapisan ini. Lapisan ini cukup
kompak, sehingga apabila hanya menggunakan sekop akan sulit untuk digali.

2. Jelaskan perbedaan antara tanah endapan dengan tanah residual!

Gambar 1 Pembentukan tanah residu dan tanah endapan (Source Fundamentals of Soil
Mechanics for Sedimentary and Residual Soils)
a. Tanah Endapan
 Tanah endapan dibentuk dengan proses erosi, pengangkutan dan pengendapan
 Jenis tanah yang masih muda dan belum mengalami perkembangan
 Jenis tanah yang berasal dari bahan induk aluvium
 Memiliki tekstur yang beraneka ragam
 Jenis tanah yang belum terbentuk strktur tanahnya
 Memiliki konsistensi dalam keadaan basah lekat
 Memiliki pH yang bermacam-macam
 Memiliki tingkat kesuburan sedang hingga tinggi
 Memiliki profil tanah yang belum jelas
 Banyak mengandung pasir dan tanah liat
 Tidak banyak mengandung unsur-unsur zat hara
 Cocok untuk tanah pertanian
 Memiliki tekstur yang kasar dan halus
 Persebarannya terdapat di dataran aluvial sungai, dataran aluvial pantai, dan daerah
cekungan atau depresi.

b. Tanah Residu
 Tanah residu dibentuk langsung dari proses pelapukan
 Tidak ada garis konsolidasi asli (virgin consolidation line) pada tanah residu, karena tidak
dibentuk dengan proses pengendapan dan konsolidasi
 Pengaruh “riwayat tegangan” (stress history) hampir tidak ada pada tanah residu
 Tidak ada tekanan pra-konsolidasi (pre-consolidation pressure) dan istilah “ter-
konsolidasi normal” atau “ter-konsolidasi ber-lebihan” tidak berlaku pada tanah residu
 Pada tanah residu mungkin masih ada “yield pressure” (tegangan lelah).
 Mungkin terdapat jenis mineral lempung pada tanah residu yang tidak terdapat pada
tanah endapan

3. Jelaskan tentang tipikal tanah lunak

Dalam Panduan Geoteknik penggunaan istilah “tanah lunak” berkaitan dengan tanah-tanah yang jika
tidak dikenali dan diselidiki secara berhati-hati dapat menyebabkan masalah ketidakstabilan dan
penurunan jangka panjang yang tidak dapat ditolerir, tanah tersebut mempunyai kuat geser yang
rendah dan kompresibilitas yang tinggi. Berikut merupakan tipikal atau karakteristik tanah lunak:

 Umumnya terdiri dari tanah lempung termasuk material pondasi yang sangat jelek karena kadar
airnya yang tinggi.
 Memiliki permeabilitas rendah
 Tanah yang secara visual dapat ditembus dengan ibu jari minimum sedalam ± 25 mm
 secara alamiah terbentuk dari proses pengendapan sebagai lapisan alluvial
 biasanya terdapat di dataran aluvial, rawa dan danau
 Tanah lunak memiliki sifat kompresibilitas yang sangat tinggi. Salah satu faktor yang
menyebabkan tingginya tingkat kompresibilitas pada tanah lunak adalah karena tanah jenis ini
memiliki angka pori yang tinggi

4. Buatlah sebuah tabel yang meunjukkan secara lengkap letak perbedaan antara lempung
kaolinite, illite, montmorillonite. Mulai aspek susunan atomic, bentuk karakteristik fisis hingga
mekanisnya. Tunjukkan pula letak perbedaan tersebut dengan gambar sketsa!

Kaolinite Illite Montmorillonite


Atomik Merupakan lempung yang Illite mirip dengan muskovit dan Terdiri dari dua lembar silika dan
paling murni,terdiri dari adalah lempung yang paling umum satu lembar aluminium
susunan satu lembar silika mineral, dihasilkan dari lembaran
tetrahedra dengan satu alumunium oktahedra yang terkait
lembar aluminium oktahedra diantara dua lembaran silika
setebal 7,2 Å tetrahedra

Bentuk
Partikel
(SEM)

Fisis  Tebal: 50-2000 nm  Tebal: 30 nm  Tebal: 3 nm


 Diameter: 300-4000  Diameter: 10.000 nm  Diameter: 100-1000 nm
nm  Permukaan: 0.08 km2/kg  Permukaan: 0.8 km2/kg
 Permukaan: 0.015
2
km /kg
Mekanis  Mineral tanah liat,  Susunan dasarnya terdiri  Dibentuk oleh dua buah
dengan konsistensi dari sebuah lembaran lembaran silika dan satu
lembut dan tekstur alumunium oktahedra yag lembaran aluminium
earthty. Kaolinite terikat di antara dua (gibbsite).
mudah pecah dan lembaran silika tetrahedra.  Lembaran oktahedra
dapat dibentuk atau terletak di antara dua
lembaran silika dengan
dibentuk, terutama ujung tetrahedra
ketika basah. tercampur dengan
 Kaolinite hidroksil dari lembaran
membentuk tanah oktahedra untuk
yang stabil karena membentuk satu lapisan
strukturnya yang tunggal.
terikat teguh mampu
menahan molekul-
molekul air sehingga
tidak masuk
kedalamnya

5.
6. Jelaskan persamaan hubungan volume dengan berat!

Pada gambar diatas ditunjukkan suatu elemen tanah yang dinyatakan dalam volume, V, dan berat, W,
sebagaimana yang terdapat dalam keadaan di alam. Untuk mengembangkan hubungan berat volume,
elemen tanah tersebut dapat dibagi dalam tiga fase (yaitu tanah padat, air dan udara) sebagaimana
ditunjukkan pada Gambar 1. Dengan demikian volume total tanah dapat

dinyatakan sebagai berikut :

Dimana : Vs = volume butiran padat

Vv = volume pori

Vw = volume air di dalam pori

Va = volume udara di dalam pori

Apabila udara dianggap tidak mempunyai berat, maka berat total dari contoh tanah dapat dinyatakan
dengan :
Dimana : Ws = berat butiran padat

Ww = berat air