Anda di halaman 1dari 6

Bab I.

Hasil dan Pembahasan


1. Hasil
Berdasarkan praktikum yang telah praktikan lakukan, didapakan hasil
sebagai berikut :
1.1 Ekosistem Darat

No Komponen Biotik Peranan / Kedudukan Gambar

1. (Semut) Konsumen Tingkat I

2. (Belalang) Konsumen Tingkat I

Anisopter sp
3. Konsumen Tingkat I
(Capung)

4. (Nyamuk) Konsumen Tingkat I

5. (Kupu – Kupu) Konsumen Tingkat I

6. (Paku – Pakuan) Produsen

7. (Jamur) Dekomposer

Melastoma
8. malabathricum Produsen
(Senduduk)

9. (Lumut) Produsen
No Komponen Abiotik Kondisi
1. Tanah Berserasah
2. Batu Kerikil (kering)
3. Cahaya Cukup/berawan
4. Angin Sedikt/kecil
5. Suhu 28°C

Rantai Makanan
a. Lumut (Bryophyta) Capung ( Anisopter sp.) jamur / semut
Produsen Konsumen I dekomposer

b. Senduduk (Melastoma malabathricum) Belalang semut


Produsen Konsumen I dekomposer

c. Paku – pakuan Belalang Semut


Produsen Konsumen I dekomposer

d. Senduduk kupu – Kupu Jamur


Produsen Konsumen I dekomposer

Jaring – jaring makanan ekosistem daratan

Cahaya  Paku – Pakuan  Nyamuk


Matahari  Lumut  Belalang
 Senduduk  Capung
  Semut
Produsen  Kupu - Kupu

Konsumen I

 Jamur
 Semut

dekomposer
1.2 Ekosisten Perairan

No Komponen Biotik Peranan Gambar

1. Lumut Produsen

2. Ikan Konsumen Tingkat I

3. Rana sp. (Katak) Konsumen Tingkat I

No Komponen Abiotik Keadaan


1. pH 6
2. Kecepatan Arus 0,17 cm/s
3. Warna Air Agak kehitaman
4. Suhu 28°C

Rantai Makanan
 Lumut Ikan Katak
Produsen Konsumen I Konsumen II
Jaring – Jaring Makanan
Lumut
Produsen Dekomposer

Ikan Nyamuk
Konsumen I Konsumen I

Katak
Konsumen II
2. Pembahasan
Berdasarkan praktikum yang telah praktikan lakukan yaitu
mengenai ekosistem daratan dan ekosistem perairan. Pada ekosistem
daratan praktikan menemukan beberapa komponen – komponen
penyusun berupa, produsen, konsumen, dekomposer, dan komponen
abiotik. Sama halnya dengan ekosistem daratan pada ekosistem
perairan praktikan juga menemukan berbagai komponen penyusun
yaitu produsen, konsumen, dan lingkungan abiotik.
Komponen – komponen yang praktikan temui memiliki suatu
interaksi yang saling berhubungan dan bersifat timbal balik. Antara
komponen biotik dan komponen abiotik semuanya saling
mempengaruhi. Hal ini sesuai dengan yang dikatakan Nahdi
(2008:163), bahwa tiap komponen saling membutuhkan komponen
lain.
Berdasarkan pengamatan yang praktikan lakukan saat mengamati
ekosistem daratan dan ekosistem perairan, praktikan menggolongkan
paku – pakuan, jamur, senduduk, dan lumut dalam peranannya sebagai
produsen karena dapat membuat makanannya sendiri. Hal ini sesuai
dengan yang dikatakan Syamsuri (2007:154), bahwa semua organisme
berhijau daun (berklorofil) tergolong produser, karena mampu
menyintesis gula dari zat – zat anorganik yang berasal dari
lingkungannya.
Organisme lain seperti capung, belalang, nyamuk, kupu – kupu,
ikan, merupakan konsumen tingakat 1, dimana mereka mendapatkan
makanan dengan mengkonsumsi langsung produsen. Sedangkan katak
merupakan konsumen tingkat 2, dikatakan demikian karena katak
tidak langsung mengkonsumsi produsen melainkan mengkonsumsi
konsumen tingkat 1. Dan yang terakhir semut, disini semut memiliki 2
peranan yaitu konsumen tingkat 1 dan sebagai dekomposer, dikatakan
sebagai dekomposer karena semut dapat menguraikan suatu organisme
yang telah mati.
Menurut Kartawinata ( 2013 : 1 ) tumbuhan, hewan, organisme
lain dan lingkungan fisiknya berinteraksi satu terhadap yang lain
dalam suatu sistem yang disebut ekosistem. Didalam suatu ekosistem
terdapat berbagai macam komponen yang mendukungnya. Seperti
yang dikatakan oleh Utomo (2014: 15) komponen yang terdapat dalam
ekosistem terdiri atas bahan anorganik, bahan organik, kondisi iklim,
produsen, makrokonsumen dan mikrokonsumen (dekomposer).

Bab II. Kesimpulan


Berdasarkan praktikum yang telah praktikan lakukan maka dapat
disimpulkan bahwa suatu ekosistem terdiri dari komponen, baik itu komponen
biotik (makhluk hidup) dan komponen abiotik (benda tak hidup) dimana
kedudukannya terdiri atas produsen, konsumen, dan pengurai atau dekomposer.
Setiap komponen yang ada memiliki hubungan timbal balik, baik itu secara
langsung maupun secara tidak langsung.

Bab III. Refleksi


a. Hal yang praktikan dapatkan saat dan setelah melakukan praktikum ini
adalah praktikan dapat mengetahui pengertian dari ekosistem, jenis – jenis
ekosistem, praktikan juga mengetahu komponen penyusun ekosistem derta
kedudukan komponen tersebut dalam ekosistem. Pengalaman yang
praktikan dapatkan yaitu mengenal dan mengetahui ekosistem yang berda
Adi sekeliling kampus tempat praktikan mengemban ilmu.
b. Kesulitan yang praktikan alami yaitu saat pengambilan hewan – hewan
yang praktikan temui.
c. Sebaiknya untuk praktikum selanjutnya, sebelum hari pelaksanaan
praktikum asdos memberikan format pembuatan laporan sementara (jika
membuat tabel – tabel ataupun garis ) agar saat melakukan praktikum
semua anggota dapat melaksanakan pengamatan dan tidak sibuk dengan
pembuatan format laporan sementara.
DAFTAR RUJUKAN
Kartawinata, kuswata. 2013 . Diversitas Ekosistem Alami Indonesia.
Jakarta : Lipi Press.

Nahdi,Maizer S. 2008 . Konservasi ekosistem dan keanekaragaman hayati


hutan tropis berbasis masyarakat. https://digilib.uin-suka.ac.id. Diakses
pada, kamis 09/09/2018.

Syamsuri,Istamar. 2007. Biologi untuk SMA kelas X. Malang : Erlangga.

Utomo,SW. 2014 . pengertian ruang lingkup ekologi .


https://repository.ut.ac.id. Diakses pada, kamis 09/09/2018.