Anda di halaman 1dari 4

SKENARIO BBDM MODUL 5.

2
SKENARIO 1
MATA MERAH

Seorang anak 10 tahun datang diantar ibunya ke poliklinik dengan keluhan


kedua matanya merah. Tiga hari yang lalu mata kanan merah, berair, keluar
kotoran mata kental, dan terasa mengganjal. Penglihatan tidak kabur. Pada
pemeriksaan oftalmologis didapatkan visus ODS 6/6, pada konjungtiva
didapatkan injeksi konjungtiva, hipertrofi papil, sekret mucous, kornea tidak
didapatkan defek. Segmen anterior mata yang lain dalam batas normal.

REFERENSI:
- Whitcher JP, Riordan-Eva P. Vaughan & Asbury’s General Ophthalmology.
17th edition. USA: Mc Graw Hill Lange. 2008
- Sidarta I. Ilmu Penyakit Mata. Edisi III. Cetakan IV. Jakarta: Balai penerbit
FK UI. 2008
- Fundamentals and Principles of Ophthalmology. Basic and clinical science
course section 2. USA: American Academy of Ophthalmology. 2014
SKENARIO BBDM MODUL 5.2
SKENARIO 2
KELUAR CAIRAN DARI LIANG TELINGA

Seorang laki-laki usia 20 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan telinga


kanan keluar cairan sudah sejak 2 bulan, cairan kuning berbau, semakin
banyak. 1 minggu ini dirasakan nyeri belakang telinga kanan yang menganggu
istirahat. Ketika usia 6 tahun pasien awalnya pernah batuk, pilek, demam dan
nyeri telinga kemudian mengalami keluar cairan dari kedua telinga. Semenjak
itu pasien mengalami keluhan keluar cairan dari kedua telinga yang hilang
timbul, kambuh bila flu dan berenang. Pada PF ditemukan nyeri ketok
retroaurikula dextra. Otoskopi AD : sekret purulen, berbau, bila dibersihkan
dengan suction, sekret menggenang kembali pada kanalis; Membran timpani
perforasi subtotal, letak sentral, tepi tebal rata, terdapat granulasi. Otoskopi
AS : membran timpani perforasi sentral, < 50%, tepi tebal rata, sekret (-),
granulasi (-). Pemeriksaan garpu tala ditemukan rhine -/-, schwabach
memanjang/ memanjang dan weber lateralisasi ke kanan.

Referensi

1. Chole RA, Brodie HA, Jacob A. Surgery of the Mastoid and Petrosa. In
Byron J. Bailey & Jonas T. Johnson Head and Neck Surgery
Otolaryngology. Fifth edition. Volume two. Lippincott Williams &
Willimns. Philadelphia. 2014. p: 2447
2. Lee K..J. Infections of the Temporal Bone in Essential Otolaryngology.
Tenth edition. McGraw Hill. 2012
3. Flint, P.W, Haughey B.H, Lund V.J, Niparko J.K, Richardson M.A, Robbins
K.T, Thomas J.R. Chronic Otitis Media Mastoiditis and Petrositis in
Cummings Otolaryngology Head and Neck Surgery. Fifth edition.
Volume two. Mosby Elsevier. 2010
4. Helmi. Bedah Telinga Tengah untuk Otitis Media Supuratif Kronis.
Penerbit FK UI Jakarta. 2005. h: 170.
SKENARIO BBDM MODUL 5.2
SKENARIO 3
MATA CEKOT-CEKOT

Seorang laki-laki usia 60 tahun datang dengan keluhan mata kiri cekot-cekot.
Keluhan dirasakan sejak 1 minggu yang lalu, keluhan disertai mata merah,
penglihatan turun dan fotobia, melihat hallo (+), nyeri kepala dan mual.
Keluhan dirasakan makin lama makin memberat. Pasien pernah mengalami
hal serupa kurang lebih 6 bulan yang lalu tetapi bisa sembuh sendiri. Pada
pemeriksaan oftalmologis didapatkan mata kanan visus 6/6, kondisi mata
tenang. Mata kiri visus 1/60, mixed injeksi (+), lakrimasi (+), secret (-), kornea
udem, COA dangkal, pupil lonjong dengan reflek pupil melambat, lensa keruh.

REFERENSI:

- Whitcher JP, Riordan-Eva P. Vaughan & Asbury’s General Ophthalmology.


17th edition. USA: Mc Graw Hill Lange. 2008
- Sidarta I. Ilmu Penyakit Mata. Edisi III. Cetakan IV. Jakarta: Balai penerbit
FK UI. 2008
- Fundamentals and Principles of Ophthalmology. Basic and clinical science
course section 2. USA: American Academy of Ophthalmology. 2014
SKENARIO BBDM MODUL 5.2
SKENARIO 4

NYERI TELAN

Seorang anak laki-laki usia 8 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan


sering nyeri telan disertai demam, batuk dan pilek. Selama 1 tahun sakit
dirasakan hampir setiap 2-3 bulan sekali dan membaik dengan berobat ke
dokter umum. Anak tidur mendengkur dan terbangun malam hari karena
sesak dan anak sering merasa ngantuk. Berat badan 38 kg dengan tinggi
badan 115 cm. Pemeriksaan tenggorok didapatkan tonsil T3-3, kripte
melebar, detritus. Oleh dokter diusulkan pemeriksaan X-foto RAN (Rasio
Adenoid Nasofaring).

Referensi

1. Bailey B. J. Adenotonsilar Disease in Children In : Head and Neck


Surgery Otolaryngology. Fourth Edition. Texas. Lippincott Williams &
Wilkins. 2014 : 1430-1441.
2. Bailey B. J. Tonsillectomy, Adenoidectomy, and UPPP. In : Pediatric and
General Otolaryngology. 2001 : 858-63.
3. Adams G. L. Penyakit-penyakit Nasofaring dan Orofaring. Dalam :
Highler B. A. Boeis Buku Ajar Penyakit THT-KL. Edisi 6. Jakarta. EGC.
1997 : 327-40.
4. Friedmann M. Sleep Apnea and Snoring. 1stEd. Chicago. Saunders. 2008.
5. Dhingra PL. Tonsillitis. Dalam: Disease of Ear, Nose and Throat. 6th Ed.
New Delhi. Elsevier. 2015: 239-43