Anda di halaman 1dari 5

BAB 4

PEMBAHASAN
Pada Bab ini penulis akan mencoba membandingkan konsep teori me
ngenai Asuhan Keperawatan Pasien Dengan Diagnosa Medis G4,P1,Ao dengan
Pasien Asuhan Keperawatan yaitu Ny.A Dengan Diagnosa Medis G4,P1,Ao Di VK
UPT Puskesmas Pahandut Palangka Raya.
Proses keperawatan adalah dimana suatu konsep diterapkan dalam praktek
keperawatan. Hal ini disebutkan sebagai suatu pendekatan problem yang
memerlukan ilmu, teknik dan keterampilan interpersonal dan ditujukan untuk
memenuhi kebutuhan klien baik sebagai individu, keluarga maupun masyarakat
mengemukakan dalam proses keperawatan terdiri dari 5 tahap yaitu : pengkajian,
diagnosa keperawatan, rencana keperawatan, pelaksanaan dan evaluasi.
4.1 Pengkajian
Pengkajian adalah proses sistematis dari pengumpulan, dan komunikasi data
tentang pasien. Menurut Potter dan Perry (2015).
Pengkajian merupakan tahap awal dari proses keperawatan dan merupakan
suatu proses yang sistematis dalam pengumpulan data dari berbagai sumber,
untuk mengevaluasi dan mengidentifikasi status kesehatan klien.
Pada Ny.A didapatkan data seperti pasien mengatakan sudah ada kontraksi
±6 jam, HIS (+) 3x/m dalam 10 menit, DJJ: 128 x/m, VT: 6 cm, keluar cairan
bening bercampur sedikit darah dari jalan lahir dan pasien tampak kesakitan dan
meringis, badan teraba hangat, mukosa bibir lembab, kesadaran compos mentis,
penampilan pasien rapi dan bersih.
Fungsi kognitif pasien tampak baik, pasien menyadari perubahan waktu
seperti pagi, siang dan malam, pasien mengenal orang tua dan saudaranya. Tanda-
tanda vital :N: 80x/menit, RR:20x/menit, S:36.7ºC.
Penyajian bab ini penulis menyajikan tentang kesenjangan yang didapat
antara tinjauan teoritis dengan tinjauan kasus. Untuk mendapatkan pembahasan
yang sistematis, maka penulis membahas berdasarkan langkah-langkah proses
keperawatan yang meliputi pengkajian, diagnosa keperawatan, perencanaan,
pelaksanaan dan evaluasi keperawatan.
4.1.1 Pengkajian Keperawatan
Pengkajian adalah proses sistematis dari pengumpulan, dan komunikasi data
tentang pasien. Menurut Potter dan Perry (2015).
Pengkajian merupakan tahap awal dari proses keperawatan dan merupakan
suatu proses yang sistematis dalam pengumpulan data dari berbagai sumber,
untuk mengevaluasi dan mengidentifikasi status kesehatan klien.
Pengkajian asuhan keperawatan pada Ny.A dilakukan pada 2 Oktober 2018.
Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan pemeriksaan fisik. Pada saat
pengkajian pada Ny.A di temukan data-data seperti pasien mengatakan ada
kontraksi ±6 jam, HIS (+) 3x/m dalam 10 menit, DJJ: 128 x/m, VT: 6 cm, keluar
cairan bening bercampur sedikit darah dari jalan lahir, klie tampak lemas dan
badan teraba hangat, mukosa bibir lembab, kesadaran compos mentis, penampilan
pasien rapi dan bersih. Fungsi kognitif pasien tampak baik, pasien menyadari
perubahan waktu seperti pagi, siang dan malam, pasien mengenal orang tua dan
saudaranya.
Hasil pemeriksaan TTV yaitu suhu diukur menggunakan thermometer pada
axila ditangan kiri dan didapatkan hasil S:36.7ºC, N: 80x/menit, dan
RR:20x/menit.
4.1.2 Diagnosa Keperawatan
Diagnosa keperawatan adalah suatu pernyataan yang menjelaskan respon
manusia dan individu atau kelompok dimana perawatan secara akuntabilitas dapat
mengidentifikasi dan memberikan intervensi secara pasti untuk menjaga status
kesehatan, membatasi, mencegah dan merubah (Carpenito, 2013).
Diagnosa keperawatan adalah pernyataan yang menguraikan respon actual
ataupun potensial pasien terhadap masalah kesehatan dan perawat mempunyai ijin
dan kompeten untuk mengatasinya.(Potter dan Perry 2014).
Pada kasus Ny.A diagnosa yang diangkat adalah Nyeri melahirkan
berhubungan dengan proses persalinan, diagnosa tersebut merupakan diagnosa
pertama karena berdasarkan data subyektif yaitu pasien mengatakan
mengatakan“perutnya terasa nyeri, keluar cairan bening bercampur darah sedikit
serta ada rasa ingin mengejan, data objektif pasien tampak meringis, HIS (+) 3x
dalam 10 menit, DJJ : 128 x/m, VT : 6 cm dan keluar cairan bening bercampur
sedikit darah dari jalan lahir, badan teraba hangat, mukosa bibir lembab, tanda-
tanda vital Nadi:80x/menit, Respirasi:20x/menit, Suhu:36.7°C, dan TD: 120/80
mmHg.
Diagnosa Kedua ketidak seimbangan cairan berhubungan dengan kontraksi
tidak adekuat dengan data objektif keluar darah dari jalan lahir setelah
pengeluaran plasenta, perdarahan ±100 cc, Intake cairan : 100 cc
Diagnosa Ketiga resiko infeksi berhubungan dengan perlukaan data
subyektif yaitu pasien mengatakan perih pada jalan lahir, data objektif terdapat
luka lecet pada jalan lahir, Adanya lochea rubra, P4A0Ah1 hari ke O dan tanda-
tanda vital Nadi:80x/menit, Respirasi:20 x/menit, Suhu:36.7°C.
Mengenai diagnosa yang lain tidak diangkat karena tidak ditemukan gejala
dan data-data yang mendukung diagnosa tersebut dan keadaan pasien sudah mulai
membaik.
4.1.3 Intervensi Keperawatan
Perencanaan adalah langkah ketiga dalam proses keperawatan (Doengoes,
2013). Perencanaan tindakan terhadap Ny.A disusun berdasarkan prioritas
masalah, konsep dan teori yang telah disusun disesuaikan dengan literatur yang
ada, tetapi tidak semua dimasukan dalam kasus Ny.A ini. Pada kasus ini rencana
keperawatan yang akan dilaksanakan pada adalah :
1. Nyeri melahirkan berhubungan dengan proses persalinan
Perencanaan untuk diagnosa pertama yaitu kaji Kaji tanda – tanda nyeri,
ukur tanda-tanda vital, anjurkan klien untuk tetap tenang, anjurkan klien miring
kiri dan Ajarkan teknik distraksi dan relaksasi.
Faktanya pada Ny.A rencana tindakan keperawatan yang telah dibuat adalah
kaji tanda-tanda nyeri, ukur tanda-tanda vital, anjurkan klien untuk tetap tenang,
anjurkan klien miring kiri dan Ajarkan teknik distraksi dan relaksasi.
2. Risiko ketidak seimbangan cairan berhubungan dengan kontraksi tidak
adekuat
Perencanaan untuk diagnosa kedua yaitu Monitor kehilangan cairan (darah
dan keringat) dan tanda-tanda vital, inspeksi turgor kulit dan membran mukosa
dari kekeringan untuk melihat tanda dehidrasi lebih dini sehingga dapat
menyelamatkan pasien, Observasi keutuhan plasenta dan membran amnion untuk
mengetahui plasenta yang tidak utuh berisiko mengakibatkan perdarahan, Monitor
keras lembutnya uterus setelah lepasnya plasenta untuk Uterus yang lunak
berisiko perdarahan, anjurkan banyak minum selama proses persalinan jika tidak
ada gejala mual dan muntah untuk mencegah dehidrasi, dan Kelola pemberian
oksitosin 10 IU IM untuk oksitosin membantu kontraksi uterus, mempercepat
lepasnya plasenta
Faktanya pada Ny.A rencana tindakan keperawatan yang telah dibuat adalah
monitor kehilangan cairan (darah dan keringat) dan tanda-tanda vital, inspeksi
turgor kulit dan membran mukosa dari kekeringan, observasi keutuhan plasenta
dan membran amnion, monitor keras lembutnya uterus setelah lepasnya plasenta,
anjurkan banyak minum selama proses persalinan jika tidak ada gejala mual dan
muntah dan Kelola pemberian oksitosin 10 IU IM.
3. Risiko infeksi berhubungan dengan perlukaan
Perencanaan untuk diagnosa kedua yaitu observasi tanda-tanda infeksi
untuk mengetahui tanda infeksi, ajarkan klien untuk merawat perinium secara
mandiri untuk mengurangi risiko infeksi, anjurkan klien untuk menjaga
kebersihan genitalia dan terhindar dari infeksi dan mengganti pembalut sesering
mungkin untuk merawat area genitalia tetap bersih, dan njurkan klien untuk
makan makanan tinggi protein untuk makanan tinggi protein mempercepat
penyembuhan luka
4.1.4 Implementasi Keperawatan
Implementasi/Pelaksanaan adalah pengelolaan dan perwujudan dari rencana
keperawatan yang telah disusun pada tahap intervensi.Impelementasi yang penulis
lakukan telah penulis sesuaikan dengan diagnosa yang timbul. Pada pelaksanaan
keperawatan yang penulis lakukan hampir sama secara umum dengan landasan
teoritis, tetapi dilakukan penyesuaian dengan masalah pasien dan kondisi di
puskesmas/ruangan VK. Pada Ny.A pelaksanaan asuhan keperawatan yang
dikelola sesuai dengan rencana keperawatan yang telah disusun.
Faktor penunjang dalam melakukan tindakan keperawatan adalah kebijakan
dari pembimbing lahan dan pembimbing akademik yang memberikan arahan
kepada penulis untuk melakukan tindakan keperawatan sesuai standar
keperawatan dan sikap kooperatif dari pasien.
4.1.4 Evaluasi
Evaluasi keperawatan adalah mengukur dari rencana dan pelaksanaan
tindakan keperawatan yang dilakukan dalam memenuhi kebutuhan pasien.
Pada evaluasi ketiga diagnosa telah teratasi dalam ± 5 jam, yaitu dengan
hasil pasien mengatakan nyeri pada kontraksi sudah tidak sakit lagi, pasien tidak
tampak lemas lemas lagi, mukosa bibir lembab, turgor kulit hangat, tanda-tanda
vital nadi:80x/menit, respirasi:18x/menit, suhu:36.7°C, dan TD:120/80 mmHg.