Anda di halaman 1dari 9

SATUAN ACARA PENYULUHAN

“KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA”

Disusun oleh : Kelompok 1


Adam
Agus
Ayu
Edi
Farida
Febrian
Ima
M.Rizki
Nida
Qanita
Siti Azizah
Uden

PROGRAM STUDI PROFESI NERS


FAKULTAS ILMU KESEHATAN (FIKES)
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH TASIKMALAYA
2018
SATUAN ACARA PENYULUHAN
(SAP)

Pokok Bahasan : Kesehatan dan Keselamatan Kerja


Sub Pokok Bahasan : a. Pengertian
b. Penyebab Kecelakaan Kerja
c. Penyakit Akibat Kerja
d. Pencegahan Kecelakaan Kerja
Sasaran : Masyarakat RW 07
Hari/Tanggal :
Tempat : Madrasah
Waktu : ± 1 x 15 menit

A. Tujuan
1. Tujuan Umum
Setelah dilakukan penyuluhan, masyarakat dapat memahami tentang
Kesehatan dan Keselamatan Kerja.
2. Tujuan Khusus
Setelah diberikan penyuluhan selama ± 1 x 15 menit, masyarakat mampu:
a. Menjelaskan Pengertian Kesehatan dan Keselamatan Kerja
b. Menyebutkan Penyebab Kecelakaan Kerja
c. Menyebutkan Penyakit Akibat Kerja
d. Menyebutkan Pencegahan Kecelakaan Kerja

B. Cakupan Materi
1. Pengertian Kesehatan dan Keselamatan Kerja
2. Penyebab Kecelakaan Kerja
3. Penyakit Akibat Kerja
4. Pencegahan Kecelakaan Kerja
C. Pelaksanaan
No Kegiatan Kegiatan
Penyuluh (Mahasiswa) Masyarakat
1. Pembukaan - Mengucapkan salam - Menjawab salam
(3 menit) - Memperkenalkan diri - Mendengarkan
- Menjelaskan maksud - Menyimak
dan tujuan - Bertanya
- Kontrak waktu
2. Inti - Menyampaikan materi - Mendengarkan,
(10 menit) - Menekankan hal-hal memperhatikan, dan
yang penting dan menanyakan hal yang
memberikan contoh tidak jelas
- Menjawab pertanyaan - Memperhatikan
3. Penutup - Evaluasi - Menjawab pertanyaan
(2 menit) - Memberikan resume - Memperhatikan
materi - Menyatakan
- Ucapan terima kasih persetujuan
- Ucapan salam - Mengucapkan
hamdalah, dan
menjawab salam.

D. Metode
Metode yang digunakan pada penyampaian pendidikan kesehatan adalah:
- Ceramah
- Diskusi

E. Media
- Leaflet
F. Sumber
1. Poerwanto, Helena dan Syaifullah. Hukum Perburuhan Bidang Kesehatan
dan Keselamatan Kerja. Jakarta: Badan Penerbit Fakultas Hukum
Universitas Indonesia, 2005.
2. Indonesia. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan
Kerja.
3. Silalahi, Bennett N.B. Silalahi,Rumondang.1991. Manajemen Keselamatan
dan Kesehatan kerja.[s.l]:Pustaka Binaman Pressindo.
4. Suma'mur .1991. Higene Perusahaan dan Kesehatan Kerja. Jakarta: Haji
Masagung
5. Suma'mur .1985. Keselamatan Kerja dan Pencegahan Kecelakaan. Jakarta:
Gunung Agung, 1985.

G. Evaluasi
1. Bentuk
Pada evaluasi menggunakan bentuk lisan yang dilaksanakan langsung
pada kegiatan diskusi untuk menilai apakah tujuan pendidikan kesehatan
dapat berhasil atau tidak.
2. Jenis
Jenis evaluasi bentuk lisan berupa tanya jawab yang berjumlah 7 soal dan
harus dijawab langsung oleh masyarakat pada saat itu juga. Pertanyaan
evaluasi antara lain:
a. Jelaskan Pengertian Kesehatan dan Keselamatan Kerja!
b. Sebutkan Penyebab Kecelakaan Kerja!
c. Sebutkan Penyakit Akibat Kerja!
d. Sebutkan Pencegahan Kecelakaan Kerja!
Lampiran Materi:

KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA

A. PENGERTIAN
Kesehatan kerja adalah spesialisasi dalam ilmu kesehatan atau
kedokteran beserta prakteknya yang bertujuan agar pekerja atau
masyarakat pekerja memperoleh derajat kesehatan setinggi tingginya,baik
fisik atau mental, maupun social, dengan usaha usaha preventif dan kuratif
terhadap penyakit penyakit atau gangguan kesehatan yang diakibatkan
oleh factor-factor pekerjaan dan lingkungan kerja serta terhadap penyakit
penyakit umum.
Keselamatan kerja adalah sarana utama pencegahan kecelakaan,
cacat dan kematian sebagai akibat kecelakaan kerja. Keselamatan kerja
yang baik adalah pintu gerbang keamanan tenaga kerja. Kecelakaan kerja
selain berakibat langsung bagi tenaga kerja, juga menimbulkan kerugian
kerugian secara tidak langsung yaitu kerusakan pada lingkungan kerja.
Kecelakaan adalah suatu kejadian yang tidak diduga semula dan tidak
dikehendaki yang mengacaukan proses yang telah diatur dfari suatu
aktivitas dandapat menimbulkan kerugian baik korban manusia dan atau
harta benda (Depnaker, 1999:4).
Kecelakaan kerja ( accident ) adalah suatu kejadian atauperistiwa
yang tidak diinginkan yang merugikan terhadap manusia, merusak
hartabenda atau kerugian terhadap proses (Didi Sugandi, 2003 : 171).
Kecelakaan kerja adalah suatu kejadian kecelakaan yang terjadi
dalam lingkungan kerja, termasuk juga kecelakaan yang terjadi dalam
perjalanan dari rumah menuju tempat kerja dan dari tempat kerja menuju
rumah serta kecelakaan kerja yang menimbulkan penyakit akibat kerja
disebabkan oleh lingkungan kerja (Peraturan Pemerintah No. 44 tahun
2015). Faktor penyebab terjadinya kecelakaan adalah factor manusia
(unsafe human acts) dan factor lingkungan (unsafe condition).
Dilihat dari Factor manusia kecelakaan kerja terjadi karena bekerja
tidak sesuai dengan prosedur, bekerja sambil bergurau, tidak
menggunakan Alat Perlindungan Diri (APD), menaruh barang atau alat
secara tidak benar, kelelahan, kebosanan dan sebagainya. Sedangkan dari
factor lingkungan kecelakaan kerja terjadi karenakeadaan lingkungan yang
tidak aman seperti: peralatan kerja yang sudah tidak baik digunakan tetapi
tetap digunakan, penerangan yang kurang memadai, tata ruang kerja tidak
ergonomis, serta keadaan lingkungan dilihat dari segi fisik, kimia, biologi.
Menurut data Jamsostek menunjukan bahwa adanya kenaikan
kasus kecelakaan kerja dari tahun 2007 sampai tahun 2010. Tahun 2010
menunjukkan jumlah kasus kecelakaan kerja mencapai 98.711 kasus.
Sebanyak 6.647 (6,73%) tenaga kerja mengalami kecacatan dan sebanyak
2.191 (2,22%) tenaga kerja meninggal dunia. Selain itu menurut pusat data
dan informasi kementrian kesehatan RI, dari jumlah angkatan kerja pada
tahun 2012-2014 mengalami peningkatan. Jumlah angkatan kerja tahun
2012 sebesar 120,3 juta jiwa, pada tahun 2013 sebesar 120,2 juta jiwa dan
pada tahun 2014 mengalami peningkatan sekitar 1,7 juta jiwa dengan
jumlah tenaga kerja sebesar 121,9 juta jiwa. Dari besarnya jumlah tenaga
kerja akan memunculkan terjadinya kecelakaan kerja. Dari data statistic
menyebutkan bahwa jumlah kasus kecelakaan kerja tahun 2011 sejumlah
9891 kasus, 2012 sejumlah 21.735 kasus, 2013 sejumlah 35.917 kasus dan
pada tahun 2104 sejumlah 2.910 kasus. Kecelakaan kerja dapat terjadi di
berbagai sector pekerjaan baik itu dari sector industry, konstruksi,
pertambangan, pertanian dan lainnya.

B. PENYEBAB KECELAKAAN KERJA


Penyebab kecelakaan kerja dikategorikan menjadi 3 sebab yaitu:
1. Penyebab dasar
a. Kurangnya prosedur/aturan
b. Kurangnya sarana dan prasarana
c. Kurangya kesadaran
d. Kurangnya kepatuhan
e. Faktor manusia
2. Penyebab tidak langsung
a. Faktor pekerjaan
Misalnya: pekerjaan tidak sesuai dengan tenaga kerja, beban kerja
yang tidak sesuai, dll
b. Faktor pribadi
Termasuk dalam faktor pribadi antara lain: mental, kepribadian,
konflik, stres, keahlian yang tidak sesuai, tingkat konsentrasi, dll
3. Penyebab langsung
Dibagi menjadi 2 kelompok yaitu:
a. Tindakan tidak aman (unsafe acts) yaitu perbuatan berbahaya dari
manusia yang dalam beberapa hal dapat dilatar belakangi antara
lain:
1) Tidak menggunakan alat pelindung diri
2) Bekerja tanpa perintah, mengabaikan instruksi kerja, tidak
melaporkan kerusakan alat/mesin, dll
3) Tidak mengikuti prosedur, peraturan dan keselamatan kerja
b. Kondisi tidak aman (unsafe condition), yaitu keadaan yang akan
menyebabkan kecelakaan kerja terdiri dari:
1) Mesin yang sudah rusak/kurang perawatan
2) Peralatan yang sudah rusak
3) Lingkungan yang tidak terpasang pengaman pada bagian mesin
yang berputar
4) Tempat kerja yang licin
5) Pencahayaan yang kurang

C. PENYAKIT AKIBAT KERJA


Berikut beberapa contoh penyakit akibat kerja:
1. Penyakit alergi/hipersensitif
Dapat berupa: Rinitis Rinosinusitis, Asma, Pneumonitis, penyakit
jamur, dermatitis kontak, dll. Lokasi biasanya di saluran pernafasan
dan kulit.
2. Penyakit paru
Dapat berupa: bronchitis kronis, emfisema, TBC, dll
3. Penyakit hati dan gastro intestinal
Dapat berupa: kanker lambung dan kanker esophagus (tambang
batubara dan vulkanisir karet. Sirosis hati (alkohol, karbon
tetraklorida, kloroform)
4. Gangguan telinga
Dapat berupa: penurunan pendengaran (akibat kebisingan)
5. Gangguan mata
Dapat berupa: rasa sakit (penataan pencahayaan), kojungtivitis,
katarak, gatal, iritasi mata, dll

D. PENCEGAHAN KECELAKAAN KERJA


Ada 7 langkah yang bisa dilakukan untuk mencegah kecelakaan kerja
yaitu:
1. Buat kegiatan pencegahan kecelakaan sebagai bagian dari kegiatan
sehari hari
Sebelum bekerja pastikan peralatan kerja dalam keadaan baik, begitu
pula dengan alat pelindung diri yang dipakai
2. Laporkan bila menemukan hal yang tidak aman ke atasan terdekat
Agar segera diperbaiki atau segera diperbaiki sendiri bila mampu, bila
tidak maka dilaporkan
3. Hindari bersenda gurau di tempat kerja
Jangan menggunakan peralatan kerja sebagai bahan lelucon karena
dapat membahayakan diri sendiri dan orang lan
4. Ikuti instruksi/petunjuk kerja/prosedur
Setiap prosedur yang telah dibuat salah satunya yaitu untuk
keselamatan para pekerja
5. Buat saran perbaikan
Apabila menemukan cara yang lebih cepat dan efisien hendaknya
didiskusikan
6. Good housekeeping
Tempat kerja yang tidak rapih dengan barang-barang yang berserakan
merupakan sumber kecelakaan, segera bereska alat apabila sudah
selesai bekerja
7. Rapi ditempat kerja
Gunakan pakaian yang rapi dan tidak menganggu saat bekerja