Anda di halaman 1dari 17

AKUNTANSI PERBANKAN DAN LPD

RINGKASAN MATA KULIAH SAP 3

AKUNTANSI UNIT DEPOSITO DAN TABUNGAN

OLEH :

KELOMPOK 3

Devina Danayanti (1607532120)


Ngurah Surya Maotama (1607532129)
I Gusti Ayu Agung Yustika Nanda (1607532136)
Putu Venny Yunita (1607532142)
I Wayan Sukardika (1607532148)
Anak Agung Mas Prabha Iswara (1607532152)

PROGAM NON REGULER

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS

UNIVERSITAS UDAYANA

2018
1. Deposito
Deposito merupakan simpanan masyarakat atau pihak ketiga yang penarikannya dapat
dilakukan pada waktu tertentu menurut perjanjian antara pihak penyimpanan dengan bank yang
bersangkutan. Penarikan deposito hanya boleh dilakukan pada saat tertentu menurut jatuh
temponya, misal 1 bulan, 3 bulan, 6 bulan, 12 bulan, 18 bulan, 24 bulan.
1) Deposito Berjangka
(1) Pembukaan Deposito
Untuk membuka deposito, deposan dapat menggunakan setoran tunai, dengan cek,
bilyet giro, bukti transfer masuk, wesel, atau warkat lain yang disepakati bank. Prinsipnya
pada saat disetor warkat itu harus sudah efektif, artinya dapat diuangkan. Bank akan
mencatat dalam rekening deposito bila waktu itu telah diuangkan. Deposito dicatat
sebesar nilai nominal deposito yang tertera dalam perjanjian.
Contoh:
31 Mei 2013 Reni membuka deposito berjangka di Bank Mitra Niaga Semarang
dengan nominal Rp50.000.000, bunga 18% pa, jangka waktu 3 bulan. Untuk Reni
menyerahkan bilyet giro atas nama Reni Rp20.000.000, Cek Bank Mitra Niaga Semarang
yang ditarik oleh Sinta sebesar Rp10.000.000, transfer masuk dari Bank Mitra Niaga
Cabang Bandung Rp10.000.000 dan kekurangannya dibayar tunai. Pajak bunga 15%.
Pencatatan transaksi ini adalah:

Tanggal Rekening Debit (Rp) Kredit (Rp)

31 Mei 2013 Dr. Giro Reni 20.000.000

Dr. Giro Sinta 10.000.000

Dr. RAK Cabang Bandung 10.000.000

Dr. Kas 10.000.000

Cr. Deposito Berjangka 50.000.000

(2) Bunga Deposito Berjangka


Dalam perkembangan terakhir, beberapa bank memperhitungkan bunga harian untuk
deposito. Ini artinya berapa haripun deposito mengendap akan diberikan bunga
sebagaimana tabungan, hanya saja tetap terikat jangka waktu deposito. Perhitungan
bunga yang lazim adalah minimal mengendap satu bulan. Bank akan memberikan bunga
setelah deposito minimal mengendap satu bulan. Kalau yang menjadi pedoman ini, maka
untuk deposito yang dibuka pada tanggal akhir bulan bunga diperhitungkan pada akhir
bulan juga walaupun tanggalnya berbeda. Misalnya deposito dibuka tanggal 31 Januari,
maka jatuh tempo bunga tanggal 28 Februari atau 29 Februari, 31 Maret, 30 April, dan
seterusnya. Tetapi kalau deposito dibuka tidak pada tanggal akhir bulan, maka jatuh
tempo bunga akan sama dengan tanggal pembukan deposito. Contoh, deposito dibuka
tanggal 15 Januari untuk 3 bulan, maka jatuh tempo bunga pada tanggal 15 Februari, 15
Maret, dam 15 April.
Contoh:
Dengan merujuk pada contoh di atas, dengan asumsi deposan mengambil bunga
deposito setiap tanggal 5 dan pajak bunga 15% dibayarkan setiap tanggal 10 kepada
kantor kas negara, maka pencatatan dan penghitungan bunganya adalah sebagai berikut:

Ket Tanggal Rekening Debit (Rp) Kredit (Rp)

Bunga ke-1 31 Mei Dr. Biaya Bunga 750.000

Cr. Bunga DB Harus Dibayar 750.000

Penarikan
Bunga 5 Juni Dr. Bunga DB Harus Dibayar 750.000

Cr. Hutang PPH 112.500

Cr. Kas/Giro 637.500

Pelimpahan
Pajak 10 Juni Dr. Hutang PPh 112.500

Cr. Giro Kantor Kas Negara 112.500

Bunga ke-2 31 Juli Dr. Biaya Bunga 750.000

Cr. Bunga DB Harus Dibayar 750.000

Penarikan
Bunga 5 Juli Dr. Bunga DB Harus Dibayar 750.000

Cr. Hutang PPh 112.500

Cr. Kas/Giro 637.500


Pelimpahan
Pajak 10 Juli Dr. Hutang PPh 112.500

Cr. Giro Kantor Kas Negara 112.500

31
Bunga ke-3 Agustus Dr. Biaya Bunga 750.000

dan Jatuh
Tempo Cr. Bunga DB Harus Dibayar 750.000

Perpanj.
Deposito

Dr. Deposito Berjangka-Reni 50.000.000

Cr. Deposito Berjangka Tlh Jth


Tempo 50.000.000

Penarikan 5
Bunga Agustus Dr. Bunga DB Harus Dibayar 750.000

dan
Deposito Dr. DB Berjangka Tlh Jth Tempo 50.000.000

Cr. Hutang PPh 112.500

Cr. Kas 50.637.500

Pelimpahan 10
Pajak Agustus Dr. Hutang PPh 112.500

Cr. Giro Kantor Kas Negara 112.500

(3) Pencatatan Deposito Jatuh Tempo


Pada contoh di atas dinyatakan bahwa penarikan bunga dilakukan setiap tanggal 5,
dengan demikian bank akan membukukan bunga dua kali yaitu saat jatuh tempo bunga
dan saat penarikan bunga. Hal ini sampai dengan jatuh tempo deposito. Oleh karena itu
penarikan deposito diasumsikan terjadi tanggal 5 juga. Pada kasus ini bank juga harus
membukukan dua kali yaitu saat jatuh tempo dan saat deposito ditarik. Kalau bunga dan
deposito pada saat jatuh tempo ditarik tepat pada tanggal jatuh tempo, maka bank hanya
membukukan sekali yaitu:

Keterangan Tanggal Rekening Debit (Rp) Kredit (Rp)

Penarikan Bunga dan


Deposito 31/08/13 Dr. Deposito Berjangka 50.000.000

Dr. Biaya Bunga 750.000

Cr. Kas 50.637.500

Cr. Hutang PPh 112.500

Asumsi bunga pada bulan ke-1 dan ke-2 telah ditarik nasabah.
(4) Perpanjangan Deposito Berjangka
Deposito yang telah jatuh tempo bisa diperpanjang dengan dua cara, yaitu:
a. Perpanjangan Otomatis (Automatic rollover)
Perpanjangan ini dilakukan karena permintaan deposan yang sudah dibuat atau
diperjanjikan pada saat pembukaan deposito. Dengan demikian bank tidak perlu
menghubungi deposan atau sebaliknya deposan tidak perlu lagi menghubungi bank
untuk memperpanjang deposito.
b. Perpanjangan Biasa
Perpanjangan ini terjadi bila ada kesepakatan antara bank dengan deposan di
kemudian hari saat jatuh tempo. Perpanjangan ini bisa inisiatif deposan atau inisiatif
bank (home service) untuk nasabah deposan.
Kedua cara perpanjangan tersebut tidak berbeda pencatatannya. Bank akan mendebit
rekening deposito lama dan mengkredit rekening deposito baru. Nomor rekening
deposito dan bilyet deposito tetap sama (menggunakan yang lama). Kecuali suku bunga
deposito berubah ketika terjadi perpanjangan deposito.
Contoh:
Kalau deposito atas nama Reni diperpanjang saat jatuh tempo (31/8/2013), maka
bank akan mencatat:

Dr. Deposito Berjangka (Lama) Rp 50.000.000

Cr. Deposito Berjangka (Baru) Rp 50.000.000

(5) Penarikan Deposito Berjangka Sebelum Jatuh Tempo


Lazimnya deposito ditarik setelah jatuh tempo, sebab dalam perjanjian sudah tertera
jangka waktunya. Namun dalam praktik perbankan, deposan bisa saja menarik deposito
yang masih outstanding. Penarikan deposito sebelum jatuh tempo dapat mengganggu
likuidasi bank, sebab idealnya bank akan menyiapkan dana untuk membayarkan sesuai
dengan jadwal pembayaran. Oleh karena itu, bank umum (konvensional) mengenakan
penalty tertentu terhadap deposan bila penarikan dilakukan sebelum jatuh tempo. Penalty
deposan dicatat sebagai pendapatan lain-lain bank, kebijakan mengenai penalty setiap
bank berbeda-beda. Namun secara umum adalah
a. Penalty dihitung sekian persen tertentu dari bunga sebelum pajak.
b. Penalty dihitung sekian persen tertentu dari bunga setelah pajak.
c. Penalty dihitung sekian persen tertentu dari nominal deposito.
Contoh:
Intan Nawangsasi memiliko deposito berjangka di Bank Mitra Niaga Semarang
nominal Rp10.000.000, jangka waktu 6 bulan, suku bunga 18% pa. Deposito yang dibuka
tangga 31 Mei 2013, kemudian ditarik kembali oleh Intan Nawangsasi pada tanggal 30
Juni 2013. Perhitungan dan pencatatn jurnalnya bila:
Penalty dihitung 20% dari bunga sebelum pajak. (Pajak 15%)

No. Keterangan Jumlah

1 Bunga deposito = Rp10.000.000 x 18% x (1/12) 150.000

2 Pajak bunga = 15% x Rp150.000 22.500

3 Bunga setelah pajak 127.500

4 Penalty 30.000

5 Bunga deposito yang dibayar bank 97.500

Jurnalnya adalah:

Dr. Deposito Berjangka 10.000.000

Dr. Biaya Bunga 150.000

Cr. Pendapatan Lain-Lain Penalty 30.000

Cr. Hutang PPH 22.500

Cr. Kas 10.097.500


Penalty dihitung 20% dari bunga setelah pajak. (Pajak 15%)

No. Keterangan Jumlah

1 Bunga deposito = Rp10.000.000 x 18% x (1/12) 150.000

2 Pajak bunga = 15% x Rp150.000 22.500

3 Bunga setelah pajak 127.500

4 Penalty = 20% x 127.500 25.500

5 Bunga deposito yang dibayar bank 102.000

Jurnalnya adalah:

Dr. Deposito Berjangka 10.000.000

Dr. Biaya Bunga 150.000

Cr. Pendapatan Lain-Lain Penalty 25.500

Cr. Hutang PPH 22.500

Cr. Kas 10.102.000

Penalty dihitung 1% dari nominal deposito

No. Keterangan Jumlah

1 Bunga deposito = Rp10.000.000 x 18% x (1/12) 150.000

2 Pajak bunga = 15% x Rp150.000 22.500

3 Bunga setelah pajak 127.500

4 Penalty = 1% x 10.000.000 100.000

5 Bunga deposito yang dibayar bank 27.500

(6) Perpindahan Deposito Berjangka Antarkantor Cabang


Deposito yang telah dibuka di cabang bank tertentu dapat dipindahkan ke cabang
bank yang sama di kota lain. Perpindahan ini atas dasar permintaan deposan (misalnya
karena pindah domisili). Perpindahan deposito berjangka antarkantor cabang
menimbulkan hubungan rekening antarkantor. Di samping itu harus ada lokasi beban
bunga yang sudah berjalan. Alokasi beban bunga dapat diperhitungkan secara prorata
berdasarkan lamanya pengendapan deposito di suatu cabang.
Contoh:
Deposito berjangka waktu 6 bulan, nominal Rp10.000.000, telah dibuka di Bank
Mitra Niaga Semarang pada tanggal 31 Mei 2013 dengan suku bunga 18% pa. Pada
tanggal 5 Juni 2013 deposito tersebut dipindahkan ke Bank Mitra Niaga Cabang Solo.
Ketentuan alokasi beban bunga perpindahan deposito di Bank Mitra Niaga adalah:

Lama Pengendapan Deposito Alokasi Beban Bunga di Cabang

1 sampai dengan 7 hari 25%

8 sampai dengan 15 hari 50%

16 sampai dengan 21 hari 75%

22 sampai dengan akhir bulan 100%

Bagaimana alokasi beban bunga dan pencatatan pada jurnal perpindahan


deposito?
Kalau diperhatikan hari bunga, tanggal pembukaan (31 Mei 2013) sampai tanggal
perpindahan (5 Mei 2013) atau selama 5 hari masih berada antara 1 sampai dengan 7
hari, sehingga menjadi beban Bank Mitra Niaga Semarang sebesar 25% dari bunga per
bulan. Sedangkan untuk Bank Mitra Niaga Solo akan menanggung bunga Juni 2013
sebesar 75% dari total bunga Juni 2013. Untuk bulan selanjutnya di Cabang Solo adalah
100%. Sedangkan perhitungan alokasi beban bunga adalah:

Kantor Cabang Perhitungan Hasil atau Jumlah

Bank Mitra Niaga Semarang Bunga = Rp10.000.000 x 18% x (1/12) x 37.500


25%

Pajak = 15% x Rp37.500 5.625

Bunga setelah pajak pada bulan Juni 2013 31.875

Bank Mitra Niaga Solo Bunga = Rp10.000.000 x 18% x (1/12) x 112.500


75%

Pajak = 15% x Rp112.500 16.875

Bunga setelah pajak pada bulan Juni 2013 95.625


Jurnal untuk transaksi ini adalah sebagai berikut:

Keterangan Tanggal Rekening Debit (Rp) Kredit (Rp)

Di Bank Mitra 31/5/2013 Dr. Kas 10.000.000

Niaga Semarang Cr. Deposito Berjangka 10.000.000

5/6/2013 Dr. Deposito Berjangka 10.000.000

Dr. Biaya Bunga 37.500

Cr. Hutang PPH 5.625

Cr. RAK. Cabang Solo 10.031.875

Bank Mitra 5/6/2013 Dr. RAK. Cab. Semarang 10.031.875

Niaga Solo Cr. Deposito Berjangka 10.000.000

Cr. Bunga DB Harus Dibayar 31.875

30/6/2013 Dr. Biaya Bunga 112.500

Dr. Bunga DB Harus Dibayar 31.875

Cr. Hutang PPh 16.875

Cr. Kas 127.500

2) Sertifikat Deposito
Sertifikat deposito pada prinsipnya sama dengan deposito berjangka yaitu simpanan dana
pihak ketiga/masyarakat dan terikat oleh jangka waktu (fixed time).
Perbedaannya adalah sertifikat deposito diterbitkan atas unjuk (pembawa), sedangkan
deposito berjangka diterbitkan atas tunjuk (nama). Sebagai deposito yang diterbitkan atas
pembawa berarti siapa saja boleh menarik sertifikat deposito selama bisa menunjukkan
sertifikat deposito tersebut kepada bank penerbit. Di samping itu sertifikat deposito dapat
diperdagangkan oleh masyarakat setelah mendapat izin dari Bank Indonesia. Perbedaan
yang lain dengan deposito berjangka adalah bahwa bunga sertifikat deposito diperhitungkan
dan dibayarkan di muka. Dengan demikian deposan untuk sertifikat deposito pada saat
membuka deposit tersebut hanya membayar sebesar nilai tunai sertifikat deposito ditambah
sejumlah pajak bunga yang diperhitungkan di muka. Walaupun demikian pencatatan
sertifikat deposito tetap sebesar nilai nominalnya. Nilai tunai sertifikat deposito ditentukan
𝑃 𝑥 360
dengan rumus: 𝑁𝑖𝑙𝑎𝑖 𝑇𝑢𝑘𝑎𝑟 𝑆𝑒𝑟𝑡𝑖𝑓𝑖𝑘𝑎𝑡 𝐷𝑒𝑝𝑜𝑠𝑖𝑡𝑜 = 360+(𝑖 𝑥 𝑡)

Keterangan:
P = nilai nominal sertifikat deposito
i = tingkar suku bunga sertifikat deposito
t = jangka waktu (dalam hari)
Contoh :
Tanggal 1 Mei 2013 Diana membeli sertifikat Deposito seri A sebanyak 10 lembar @
Rp10.000.000 secara tunai pada Bank Mitra Niaga Semarang. Jangka waktu 3 bulan dengan
suku bunga 20% pa. Pajak bunga 15%

No. Keterangan Jumlah

1 Nominal Sertifikat Deposito 100.000.000

2 Nilai Tunai = (Rp100.000.000 x 360) / (360 + (0,20 x 90)) 95.238.095

3 Bunga Dibayar di Muka (Diskonto) 4.761.905

4 Pajak Bunga = 15% x Rp4.761.905 714.286

5 Bunga Bersih yang Dibayar oleh Bank 4.047.619

Berdasarkan perhitungan tersebut, maka dapat diketahui jumlah yang harus dibayarkan
ke bank oleh deposan untuk membuka sertifikat deposito tersebut, yaitu: Rp100.000.000 –
Rp4.047.619 = Rp95.952.381. Jurnal transaksi ini adalah:

Keterangan Tanggal Rekening Debit (Rp) Kredit (Rp)

Penerbitan Sertifikat 1/5/2013 Dr. Kas 95.952.381

Dr. Biaya Bunga Dibayar di


Deposito Muka 4.761.905

Cr. Hutang PPh 714.286

Cr. Sertifikat Deposito 100.000.000

Amortisasi Bunga 1/6/2013 Dr. Biaya Bunga 1.587.302


Cr. Biaya Bunga Dibayar di
Muka 1.587.302

Amortisasi Bunga 1/7/2013 Dr. Biaya Bunga 1.587.302

Cr. Biaya Bunga Dibayar di


Muka 1.587.302

Amortisasi Bunga dan 1/8/2013 Dr. Biaya Bunga 1.587.302

Penarikan Sertifikat Dr. Sertifikat Deposito 100.000.000

Cr. Biaya Bunga Dibayar di


Deposito Muka 1.587.302

Cr. Kas/Giro Diana 100.000.000

2. Tabungan
1) Pencatatan Transaksi Tabungan
Setiap setoran tabungan akan dicatat sebesar nilai nominal setoran dan selanjutnya
disajikan sebesar nilai kewajiban. Nilai kewajiban adalah saldo ditambah bunga yang
diperhitungkan dikurangi pajak. Setiap bunga yang diperhitungkan dikreditkan ke rekening
tabungan. Untuk setor tabungan, seorang penabung bisa menggunakan uang tunai, warkat,
transfer masuk, dan sebagainya yang disetujui bank. Setoran menggunakan warkat atau
surat berharga lain bisa dikreditkan ke tabungan kalua warkat itu sudah efektif. Artinya bisa
diuangkan saat itu.
Contoh :
Tanggal 1 Mei 2013 Mas Rangga membuka tabungan prima pada Bank Duta Prima
Semarang dengan setoran berupa uang tunai Rp. 1.000.000, wesel yang telah jatuh tempo
dan telah diendos oleh Bank Maxi Cabang Cilacap sebesar Rp. 5.000.000, cek BNI
Semarang Rp. 10.000.000. Inkaso dan kliring terhadap warkat tersebut dinyatakan berhasil
pada tanggal 1 Mei 2013. Biaya inkaso Rp. 50.000, biaya materai untuk surat kuasa Rp.
10.000. Maka jurnal pada tanggal 1 Mei 2013 adalah :
Terima Warkat Inkaso Dr. RAR. Warkat Inkaso 5.000.000
Diterima
Inkaso berhasil Cr. RAR. Warkat Inkaso 5.000.000
Diterima
Catatan ke Tabungan Dr. RAK. Cabang Cilacap 5.000.000

Dr. GiroBI 10.000.000

Dr. Kas 1.000.000

Cr. Pendapatan Inkaso 50.000

Cr. Bea Materai 10.000

Cr. Tab. Prima- Mas Rangga 15.940.000

Penyetoran tabungan tidak hanya bisa dilakukan pada bank tempat penabungan
membuka tabungan, namun bisa dilakukan di kantor cabang yang lain. Bila ini yang terjadi
maka akan dicatat pada Rekening Antar Kantor (RAK). Contoh mas rangga setor tunai
untuk tabungan pada tanggal 5 mei 2013 sebesar Rp 10.000.000 cabang Cirebon. Pencatatan
adalah
Di Cab. Semarang Dr. RAK Cabang Cirebon 10.000.000

Cr. Tabungan Prima 10.000.000

Di Cab. Cirebon Dr. Kas

Cr. RAK Cabang 10.000.000


Semarang
2) Penarikan Tabungan
Penarikan tabungan hanya bisa dilakukan secara tunai di setiap counter-counter cabang
bank yang bersangkutan atau dengan menggunakan alat tertentu berupa kartu ATM.
Penarikan di cabang lain umumnya dibatasi maksimum plafond penarikannya, sedangkan
di cabang tempat membuka tabungan bahwa penarikan diijinkan sampai tabungan bersaldo
minimal. Kartu ATM merupakan kartu tunai (cash card) yang hanya bisa digunakan untuk
penarikam tunai di setiap tempat yang tersedia Automatic Teller Macghine (ATM).
Penarikan di cabang lain akan dicatat pada rekening antar kantor (RAK)
Contoh
10/5-2013 Mas Rangga mencairkan tabungan di cabang semarang Rp 10.000.000
25/5-2013 Mas Rangga mencairkan tabungan di cabang surayaba sebesar Rp 15.000.000
Pencatatan transaksi dapat ditunjukkan baik di cabang semarang maupun di cabang
Surabaya sebagai berikut :
Di Cab. 10/5/2013 Dr. Tabungan prima 10.000.000
semarang

Cr.Kas 10.000.000

25/5-2013 Dr. Tabungan Prima 15.000.000

Cr. RAK. Cab. 15.000.000


Surabaya

Di Cab. surabaya 25/5-2013 Dr. RAK. Cab 15.000.000


Semarang

Cr. Kas 15.000.000

Daftar Mutasi Tabungan a/n Mas Rangga

Tanggal keterangan Debet Kredit Saldo

1/5/2013 Setor pembukuan 15.940.000 15.940.000

5/5/2013 Setor dari Cab. Cirebon 10.000.000 25.940.000

10/5/2013 Penarikan tunai 10.000.000 15.940.000

25/5/2013 Penarikan Tunai di Cab. 15.000.000 940.000


SBY

3) Bunga Tabungan dan Perhitungannya


Bunga tabungan dihitung pada setiap akhir bulan dan langsung dikreditkan ke rekening
tabungan. Dengan demikian bunga tabungan akan menambah saldo tabungan. Perhitungan
bunga bisa dilakukan secara harian atau bulanan dengan mendasarkan pada saldo terendah,
suku bunga tetap atau berubah, atau kombinasi dari kedua hal tersebut.
(1) Bunga diperhitungkan dengan dasar lamanya saldo mengendap dan tingkat suku
bunga berubah ubah. Bila pendekatan ini yang digunakan, lamanya waktu
mengendap dihitung sejak perubahan sampai terjadi perubahan bunga.
Contoh :
Perhitungan waktu tanggal 5 Mei – 10 Mei 2013, maka lamanya dana mengendap
10 – 4 = 6 hari. Disini hari pada tanggal 5 Mei 2013 diperhitungkan sedangkan tanggal
10 Mei 2013 tidak perhitungkan. Untuk lebih jelasnya perhatikan kasus perhitungan
bunga dibawah ini. Suku bunga tabungan selama Mei 2013 sebagai berikut
Tanggal Tingkat suku bunga tabungan

1 Mei 2013 12 %

15 Mei 2013 14 %

20 Mei 2013 15 %

25 Mei 2013 11 %

Bila diminta untuk menentukan bunga yang diperoleh Mas Rangga pada bulan Mei
2013 maka perhitungan bunganya adalah
Waktu dana Hari Saldo Suku bunga Jumlah bunga
mengendap bunga
1 Mei – 5 Mei 2013 4 15.940.000 12 % 21.253,33

5 Mei – 10 Mei 2013 5 25.940.000 12 % 43.233,33

10 Mei – 15 Mei 2013 5 15.940.000 12 % 26.566,67

15 Mei – 20 Mei 2013 5 15.940.000 14 % 30.994,44

20 Mei – 25 Mei 2013 5 15.940.000 15 % 33.208,33

25 Mei – 31 Mei 2013 6 940.000 11 % 1.723,43

Jumlah

Keterangan : perhitungan 4/360 x 15.940.000 x 12% = 21.253,33


Pencatatan bunga dan PPh ditunjukkan sebagai berikut
Pencatatan bunga Dr. biaya bunga 156.979,43

Cr. Tabungan prima 156.979,43

Pencatatan pajak 15 % Dr. Tabungan prima 23.546,92

Cr. Hutang PPh 23.546,92

Bila PPh disetor ke kas Dr. hutang PPh 23.546,92


negara
Cr. Giro kantor kas 23.546,92
negara
(2) Perhitungan bunga berdasarkan lamanya saldo mengendap dan tingkat suku bunga
tetap. Dengan menggunakan contoh sebelumnya dan tingkat suku bunga tetap 12%
Waktu dana Hari Saldo Suku bunga Jumlah bunga
mengendap bunga
1 Mei – 5 Mei 2013 4 15.940.000 12 % 21.253,33

5 Mei – 10 Mei 2013 5 25.940.000 12 % 43.233,33

10 Mei – 25 Mei 2013 15 15.940.000 12 % 79.700,00

25 Mei – 31 Mei 2013 6 940.000 12% 1.880

Jumlah 146.066,66

(3) Perhitungan bunga tabungan berdasarkan saldo terendah dalam bulan yang
bersangkutan dengan bunga berjenjang
Contoh :
Saldo terendah dalam bulan itu (Rp) Suku bunga (%)

0 – 10.000.000 12

10.000.000 – 20.000.000 13

20.000.000 – 50.000.000 14

Lebih dari 50.000.000 15

Perhitungan bunganya adalah (31/360) x 940.000 x 12 % = 9.713,33


4) Hadiah untuk Penabung
Bank sering menyelenggarakan tabungan berhadiah. Hadiah yang diberikan ini dalam
pandangan akuntansi dicatat sebagai biaya. Biaya ini umumnya diperhitungkan proporsional
dengan kemampuan suatu cabang dalam menghimpun dana melalui tabungan. Kemampuan
itu tercermin dari posisi saldo tabungan di neraca cabang. Dengan demikian semakin suatu
cabang menghimpun dana tabungan di neraca cabang maka semakin kecil kontribusi untuk
menanggung biaya hadiah.
Total biaya hadiah ditentukan sekian persen dari total dana tabungan yang dihimpun dari
seluruh cabang (termasuk kantor pusat) ditambah sumbangan untuk sosial melalui
pemerintah dan pajak undian. Pajak undian ini adalah pajak yang ditanggung bank. Bila
pajak ditanggung pemenang, maka pajak tidak diperhitungkan bank. Nilai hadiah undian
sebelum sumbangan sosial berkisar antara 0,1% hingga 0,5% dari posisi saldo tabungan
bank yang bersangkutan. Sumbangan sosial sekitar 10% dan pajak undian sekitar 25%.
Bila dalam undian terdapat penabung yang memenangkan hadiah, maka cabang akan
mendebet Rekening Antar Kantor (RAK) kantor pusat dan mengkredit rekening tabungan
nasabah yang bersangkutan. Pencatatan seperti ini dilakukan karena pada saat pembagian
hadiah, aumsinya dana promosi telah di-pool di kantor pusat, sehingga pada saat pembagian
ke nasabah, kantor cabang meminta ke kantor pusat
5) Tabungan Ongkos Naik Haji
Tabungan ONH diselenggarakan baik oleh Bank Konvensional maupun Bank Syariah.
Pada Bank Konvensional tabungan ONH tidak doberikan bunga, namun jasa tabungan
diberikan dalam bentuk lain misalnya bingkisan tertentu pada setiap bulan selama saldo
tabungan masih mengendap. Sedangkan pada Bank Syariah, tabungan ONH mendapatkan
bagi hasil. Biaya untuk membeli souvenir tertentu dibukukan sebagai biaya promosi.
Contoh :
Tanggal 1/5/2017 Bapak Ali membuka Tabungan ONH dengan setoran perdana
Rp.20.000.000,- . Kemudian pada tanggal 1 Agustus 2017 Pak Ali terdaftar sebagai calon
Haji. Pada saat tersebut, Pak Ali harus melunasi kekurangannya melalui bank yang
bersangkutan sebesar Rp.14.000.000,-. Bingkisan seharga Rp.200.000 diserahkan pada 1
Agustus 2017. Pencatatan jurnalnya adalah :

Keterangan Tgl Rekening Debit (Rp.) Kredit (Rp.)

Setoran Tabungan 1/5/2017 Kas 20.000.000

Tabungan ONH 20.000.000

Pelimpahan Tabungan ke 1/8/2017 Tabungan ONH 20.000.000


ONH

Kas 14.000.000

Setoran ONH 34.000.000

Pemberian Bingkisan 1/8/2017 Biaya Promosi 200.000

Kas 200.000
REFERENSI

Taswan. 2008. Akuntansi Perbankan. UPP STIM YKPN

Suartana, I Wayan. 2010. Arsitektur Pengelolaan Risiko pada Lembaga Perkreditan


Desa (LPD) Tahun 2010. Udayana Press

SAK ETAP LPD. 2010. IAI

PSAK 31 (Revisi 2000)

Perda. Peraturan yang terkait dengan LPD