Anda di halaman 1dari 6

Evaluasi Internal Perusahaan Under Armour

1. How well is the company’s present strategy working?


Untuk menilai sebaik apa strategi perusahaan bekerja maka dibutuhkan tiga indikator
yaitu jika perusahaan dapat mencapai tujuan keuangan dan strategisnya, kinerja keuangan
berada diatas rata-rata industri dan perolehan konsumen serta market share.

Under Armour merupakan produsen pertama dari pakaian olahraga yang dibuat dengan
bahan berkualitas tinggi yang dibutuhkan olahragawan. Setelah 20 tahun beroperasi
pendapatan Under Armour mencapai $3,9 milyar dan memiliki merk mencapai $70
milyar multisegment retail market di Amerika. Menghadapi tahun 2016 Under Armour
menguasai 16% pasar pakaian olahraga di Amerika (naik dari 12,7% tahun 2012 dan
11,1% tahun 2011). Pada segmen pakaian sintetis penjualan mencapai $7 milyar di 2015
dengan market share sebesar 35%.

CEO Under Armour, Kevin Plank, memiliki target pendapatan global sebesar $7,5 milyar
tahun 2018 dan $10 milyar pada tahun 2020. Jika tujuan ini tercapai dan strateginya dapat
mencapai pertumbuhan pendapatan secara terus-menerus selama 5 s.d. 10 tahun
setelahnya maka visi Plank untuk menjadi pemimpin pasar global dapat terwujud.
Strategi yang digunakan Plank untuk mewujudkan targetnya adalah sebagai berikut:

Growth strategy - Memperluas variasi produk, pada tahun 2016


menekankan pada produk untuk wanita
- Menargetkan tambahan segmen konsumen
- Meningkatkan penjualan dan market share pada segmen
sepatu atletik
- Mengamankan tambahan distribusi dari produk di toko
retail Amerika Utara dari berbagai lini distribusi termasuk
website
- Mengembangkan penjualan di berbagai negara dan
menjadi kompetitor global di pasar dunia
- Menumbuhkan global awareness dan memperkuat brand
UA di dunia
- Menumbuhkan hubungan perusahaan dengan bisnis fitnes
Product Line - Mengembangkan penawaran produk dan memasarkan
Strategy pada multiple price points.
- Menciptakan produk superior yang akan diingat konsumen
Marketing, Mempromosikan produk pada high performance athletes
promotion and dan tim sekolah, termasuk melakukan perjanjian dan
brand management mensponsori tim/kegiatan olahraga profesional, serta
strategies endorsement atlet individu dan superstar.
Distribution strategy Wholesale distribution, direct to consumer sales (retail
store & website), lisensi produk, distribusi di luar Amerika
Utara (melalui retail dan lisensi)

Kinerja keuangan dan key financial ratio Under Armour selama tahun 2013 s.d. 2017
adalah sebagai berikut:
2017 2016 2015 2014 2013
Net revenues 4.976.553 4.825.335 3.963.313 3.084.370 2.332.051
Cost of goods sold 2.737.830 2.584.724 2.057.766 1.572.164 1.195.381
Gross profit 2.238.723 2.240.611 1.905.547 1.512.206 1.136.670
Selling, G & A, expenses 2.086.831 1.823.140 1.497.000 1.158.251 871.572
Restructuring &impairment charges 124.049 - - - -
Income from operations 27.843 417.471 408.547 353.955 265.098
Interest expense, net - 34.538 - 26.434 - 14.628 - 5.335 - 2.933
Other expense, net - 3.614 - 2.755 - 7.234 - 641 - 1.172
Income (loss) before income taxes - 10.309 388.282 386.685 34.221 260.993
Provision for income taxes 37.951 131.303 154.112 134.168 98.663
Net income (loss) - 4.826 256.979 232.573 208.042 16.233

Cash and cash equivalents 312.483 250.470 129.852 593.175 347.489


Inventories 1.158.548 917.491 783.031 536.714 469.006
Total assets 4.006.367 3.644.331 2.865.970 2.092.428 1.576.369
Total debt, incl current maturities 917.046 817.388 66.607 281.546 151.551
Total stockholders’ equity 2.018.642 2.030.900 1.668.222 1.350.300 1.053.354

Key Financial Ratio: 2017 2016 2015 2014 2013


Operating profit margin 0,56% 8,65% 10,31% 11,48% 11,37%
Net Return on Asset -0,12% 7,05% 8,11% 9,94% 1,03%
Working capital 1.277.304 1.279.337 1.019.953 1.127.772 702.181
Debt-to assets ratio 22,89% 22,43% 2,32% 13,46% 9,61%
Debt-to-equity ratio 45,43% 40,25% 3,99% 20,85% 14,39%
Inventory Turnover 154 130 139 125 143

Berdasarkan kinerja keuangan dapat terlihat bahwa trend penjualan Under Armour (UA)
mengalami kenaikan namun tidak signifikan dan masih jauh untuk mencapai targetnya
dalam mencapai pendapatan $7,5 milyar di tahun 2018. Pada tahun 2017 UA mengalami
kerugian operasi yang antara lain disebabkan adanya biaya restrukturasi yang cukup
signifikan untuk mengefisiensikan operasinya. Dari sisi asset nilai inventory mengalami
kenaikan yang menyebabkan inventory turnover juga bertambah. Hal tersebut
menunjukkan UA belum cukup efisien dalam melakukan manajemen persediaan.
Berdasarkan key financial ratio juga dapat terlihat bahwa biaya restrukturasi cukup
menimbulkan dampak pada operating profit margin yang menunjukkan bahwa
keuntungan yang dihasilkan dari penjualan tidak mampu menutupi biaya operasinya,
serta berdasarkan tren net return of asset diketahui bahwa return yang diperoleh
stockholders dari total asset mengalami penurunan signifikan. Dari sisi market share UA
juga belum dapat mengalahkan pesaingnya yang terlebih dahulu menguasai pasar yaitu
Adidas dan Nike.
Berdasarkan hal tersebut maka UA perlu untuk memperbaiki strateginya dalam
berkompetisi di pasar global diantaranya dengan menambah variasi produk dan harga,
melakukan branding di pasar selain Amerika dimana UA memiliki peluang pasar yang
cukup besar, serta membuat perjanjian jangka panjang dengan pabrik dimana UA
melakukan produksinya.

2. What are the company’s most important resources and capabilities, and will they give
the company a lasting competitive advantage over rival companies?

Sebagai produsen pakaian dan sepatu olahraga, sumber daya Under Armour yang paling
penting saat ini yaitu outsources manufacturing plants, distribution facilities, stores,
financial, human asset dan brand.Seluruh aset tersebut mendukung operasional Unde
Armour dalam menjalankan bisnisnya secara global.

Kapabilitas perusahaan dibangun melalui penggunaan sumber daya yang membutuhkan


pengetahuan. Untuk menilai kompetitif perusahaan diperlukan identifikasi sumber daya
dan kapabilitasnya untuk mengetahui tingkat kekuatannya. Analisis atas kedua hal
tersebut juga dibutuhkan untuk memastikan sumber daya dan kapabilitas mana yang
secara kompetitif superior dan pada hal apa kekuatan tersebut dapat mendukung
perusahaan dalam memiliki keuntungan kompetitif yang berkelanjutan untuk
menghadapi pesaingnya, sehingga menjadi kekuatan potensial yang menarik dan
menghasilkan keuntungan pada jangka panjang.

Kekuatan kompetitif sumber daya dan kapabilitas dapat diukur melalui tes VRIN
(Valuable, Rare, Inimitable and Nonsubstitutable) keuntungan kompetitif yang
berkelanjutan. Dua tes pertama menentukan apakah sumber daya dan kapabilitas dapat
mendukung keuntungan kompetitif, sedangkan dua tes terakhir menentukan apakah
keuntungan kompetitif dapat berkelanjutan. Analisis atas VRIN tersebut dapat disajikan
sebagai berikut:

No. Resources Capabilities Valuable Rare Inimitable Nonsubsti


tutable
1 Outsources Produce high Yes No No No
manufacturing plants quality product
2 Distribution facilities Distribute Yes No No No
efficiently
3 Stores Maximize Yes No No No
revenue
4 Financial Expand business Yes No No No

5 Human asset Create Yes Yes No Yes


innovative
product
6 Brand Create positive Yes Yes Yes No
image &attract
customer

Berdasarkan analisis diatas dapat diketahui bahwa outsources manufacturing plants,


distribution facilities, store dan financial hanya memenuhi tes valuable dan tidak
memenuhi tes lainnya karena banyak tersedia/dapat diciptakan, mudah dituru dan dapat
digantikan oleh kompetitor sehingga faktor-faktor tersebut merupakan keuntungan
kompetitif perusahaaan, namun dalam jangka pendek. ungan kompetitif perusahaaan,
namun dalam jangka pendek.

Sumber Daya Manusia/intellectual capital yang berkualitas, inovatif dan unik memenuhi
dua tes pertama yaitu valuable dan rare, serta nonsubstitutable karena kemampuan
kekhususan kemampuan manusia sulit digantikan dengan kompetensi yang benar-benar
sama.

Sumber daya dan kapabilitas yang juga penting yaitu brand atau nama besar Under
Armour itu sendiri yang memenuhi tiga aspek yaitu (valuable, rare, serta inimitable). UA
harus terus menerus meningkatkan inovasinya dalam produk sehingga dapat memenuhi
kebutuhan konsumen dalam perlengkapan olahraga. UA juga disarankan untuk terus
mengambil peluang dalam mengembangkan pemasarannya di negara yang belum
mengenal produknya. Selain itu UA juga diharapkan untuk dapat terus melakukan
efisiensi operasi tanpa mengurangi kualitas produk sehingga penjualan dapat terus
meningkat dan menghasilkan keuntungan.
3. What are the company’s strengths and weaknesses in relation to the market
opportunities and external threats?
Dalam mengevaluasi situasi perusahaan secara keseluruhan, pertanyaan penting yaitu
apakah perusahaan dalam posisi untuk menarik kesempatan di pasar dan menghindari
ancaman dari luar di masa depan. Evaluasi tersebut dapat dilakukan dengan melakukan
SWOT analysis sebagai berikut:
Under Armour SWOT
Potential Strengths and Competitive Assets Potential Weaknesses and Competitive
Deficiencies
- Diferensiasi produk pakaian olahraga - Belum membangun brand image di negara
berbahan khusus yang dapat memenuhi selain Amerika secara maksimal
kebutuhan atlet
- Inovasi dalam menciptakan produk pakaian - Restrukturisasi yang saat ini dilakukan dapat
dan perlengkapan olahraga mendatangkan kerugian secara financial dan
pandangan negatif dari investor dan publik
- Memiliki marketing yang baik dengan top - Harga produk yang kurang dapat bersaing
profile endorsement dan mensponsori
professional team

Potential Market Opportunities Potential External Threats to a Company’s


Future Profitability
- UA dapat meningkatkan pendapatan dengan - Diversifikasi produk UA dapat mengurangi
terus melakukan kerjasama dengan retailer fokus perusahaan dalam menciptakan produk
di Amerika utamanya yaitu pakaian berbahan khusus

- Pasar internasional masih berpotensi besar - Brand Nike dan Adidas yang telah lebih dulu
bagi industri pakaian dan perlengkapan menguasai pasar merupakan tantangan dan
olahraga kompetitor terbesarnya

- Segmen anak-anak memiliki peluang untuk - Berkompetisi di pasar internasional memiliki


dimasuki UA dalam menciptakan dan risiko dari kondisi ekonomi dan politik pada
memasarkan produknya suatu negara, perubahan nilai tukar, dan
preferensi konsumen yang berbeda-beda.

Berdasarkan analisis SWOT diatas dapat terlihat bahwa saat ini Under Armour memiliki
kekuatan internal dalam diferensiasi dan inovasi produk juga strategi marketingnya,
namun kedua hal tersebut belum dikembangkan secara maksimal. Selain itu saat ini
perusahaan sedang melakukan efisiensi atas operasinya dengan melakukan restruturisasi
yang mengakibatkan kerugian serta berpotensi terhadap pandangan negatif dari investor
dan publik. Under Armour harus dapat memanfaatkan peluang pasar di negara-negara
selain Amerika dengan melakukan branding dan strategi marketing seperti yang
dilakukan di Amerika agar dapat menarik konsumen serta bersaing dengan para
pendahulunya yang saat ini memimpin pasar yaitu Nike dan Adidas. UA juga harus
waspada terhadap tantangan dalam pasar internasional yaitu kondisi ekonomi dan politik
yang terus berubah dan dapat mempengaruhi iklim bisnis, perubahan nilai tukar, serta
preferensi dan selera konsumen yang berbeda-beda pada setiap negara.