Anda di halaman 1dari 12

MAKALAH

CARA MEMBUAT TEMPE

Disusun Oleh :
Nama : Alfina Deanola
Kelas : VII – B
Absen :

SMP NEGERI 1 TAYU


TAHUN PELAJARAN
2018/ 2019

i
KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan ke hadirat Allah SWT. Atas segala nikmat yang
telah dilimpahkan-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan laporan hasil penelitian ini
sebagaimana mestinya. Oleh karena itu, penyusun laporan hasil penelitian ini bertujuan
untuk menambah wawasan dan pengetahuan para pembaca tentang beberapa hal yang
dibahas dalam makalah ini.
Penulis menyadari bahwa makalah ini belum terbilang dalam kata sempurna
karena, keterbatasan pengetahuan dan kemampuan penulis. Oleh karena itu penulis sangat
mengharapkan kritik dan saran dari berbagai pihak untuk perbaikan pada pembuatan
makalah yang selanjutnya.
Akhirnya penulis sangat berharap semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi para
pembaca terutama bagi penulis.

Tayu, 29 Agustus 2018

Penulis

ii
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ..................................................................................................... ii


KATA PENGANTAR ................................................................................................... ii
DAFTAR ISI ................................................................................................................. iii
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang ............................................................................................. 1
1.2 Rumusan Masalah ....................................................................................... 1
1.3 Tujuan Penulisan ......................................................................................... 1
1.4 Manfaat Penulisan ....................................................................................... 1
BAB II PEMBAHASAN
2.1 Cara Pembuatan Tempe ............................................................................... 2
2.2 Gambar Pembuatan Tempe ......................................................................... 5
BAB III PENUTUP
3.1 Kesimpulan .................................................................................................. 8
3.2 Saran ............................................................................................................ 8

iii
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Tempe merupakan salah satu makanan yang sering di konsumsi oleh masyarakat.
Tempe merupakan salah satu produk olahan berbasis bioteknologi. Bioteknologi
merupakan bidang ilmu yang vital dan berhubungan dengan tekhnologi pertanian.
Metode ini sebenarnya telah di lakukan sejak jaman dahulu, tetapi hal ini belum
disadari oleh masyarakat umum.

1.2 Rumusan Masalah


Berdasarkan latar belakang di atas penulis dapat merumuskan :
1. Bagaimanakah peranan mikroorganisme Rhizopus Oryzae dalam proses pembuatan
tempe?
2. Bagaimanakah proses pembuatan tempe?

1.3 Tujuan Penulisan


Karya tulis ini dibuat untuk memenuhi tugas mata pelajaran biologi, serta dengan
tujuan agar pembaca dapat mengerti tentang gizi yang terkandung dalam kedelai
setelah diolah menjadi tempe, serta pembaca dapat mengerti cara pembuatan tempe
kedelai dengan baik dan benar.

1.4 Manfaat Penulisan


1. Siswa akan mengetahui cara kerja atau proses pembuatan Tempe dengan
menggunakan Bioteknologi.
2. Siswa akan memperdalam pemahaman materi mengenai Bioteknologi
konvensional dengan menjadikan percobaan ini sebagai acuan atau contoh agar
mempermudah pemahaman tentang materi.

iv
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Cara Pembuatan Tempe


1. Cara Sederhana
Cara sederhana adalah cara pembuatan tempe yang biasa dilakukan oleh
para pengrajin tempe di Indonesia. Kedelai setelah dilakukan sortasi (untuk
memilih kedelai yang baik dan bersih) dicuci sampai bersih, kemudian direbus
yang waktu perebusannya berbeda-beda tergantung dari banyaknya kedelai dan
biasanya berkisar antara 60-90 menit.
Kedelai yang telah direbus tadi kemudian direndam semalam. Setelah
perendaman, kulit kedelai dikupas dan dicuci sampai bersih. Untuk tahap
selanjutnya kedelai dapat direbus atau dikukus lagi selama 45-60 menit, tetapi pada
umumnya perebusan yang kedua ini jarang dilakukan oleh para pengrajin tempe.
Kedelai setelah didinginkan dan ditiriskan diberi ragi tempe, dicampur rata
kemudian dibungkus dan dilakukan pemeraman selama 36-48 jam.
Kaum vegetarian di seluruh dunia banyak yang telah menggunakan tempe
sebagai pengganti daging. Akibatnya sekarang tempe diproduksi di banyak tempat
di dunia, tidak hanya di Indonesia. Berbagai penelitian di sejumlah negara, seperti
Jerman, Jepang, dan Amerika Serikat.
Teknik telah dikerjakan masyarakat Indonesia khususnya bermula dari
masyarakat Jawa selama beberapa abad yang lalu dengan prosedur pembuatannya
masih sangat sederhana. Berbagai bahan dasar yang dapat digunakan dalam
pembuatan tempe, tetapi yang paling populer dan paling banyak dipergunakan
adalah tempe berbahan dasar kedelai.
Untuk memperoleh tempe yang berkualitas baik, maka kedelai yang
digunakan juga harus yang berkualitas baik dan tidak tercampur dengan biji-bijian
yang lain, seperti jagung, kacang hijau dan biji-bijian lainnya. Selain itu, prosedur
pengolahan harus dilakukan dengan cermat. Proses pembuatan tempe pada
dasarnya adalah proses menumbuhkan spora jamur tempe, yaitu Rhizopus sp., pada
biji kedelai.
Dalam pertumbuhannya, Rhizopus sp. membentuk benang-benang yang
disebut sebagai benang hifa. Benang-benang hifa ini mengikatkan biji kedalai yang

v
satu dengan biji kedelai lainnya, sehingga biji-biji kedelai ini membentuk suatu
massa yang kompak. Massa kedelai inilah yang selanjutnya disebut sebagai tempe.
Selama masa pertumbuhannya, jamur Rhizopus sp. juga menghasilkan
enzim yang dapat menguraikan protein yang terdapat dalam biji kedelai, sehingga
protein-protein dalam biji kedelai ini mudah dicernakan. Selain Rhizopus,
diperkirakan banyak jenis mkiroorganisme lain yang mungkin turut campur, tetapi
tidak menunjukkan aktifitas yang nyata.
Namun demikian, aktifitas yang nyata dari mikroorganisme yang mungkin
turut campur ini akan terlihat setelah aktifitas pertumbuhan Rhizopus sp.
melampaui masa optimumnya, yakni setelah terbentuknya spora-spora baru yang
berwarna putih-kehitaman. Hal ini dapat diketahui, terutama pada tempe yang
dibiarkan atau disimpan dalam suhu kamar, yaitu dengan terciumnya bau amoniak.
Adanya bau amoniak pada tempe menunjukkan bahwa tempe tersebut mulai
mengalami pembusukan. Bau amoniak ini masih terasa sekali pun tempe telah
dimasak, sehingga dapat menurunkan cita rasa konsumen.
Oleh karena itu, agar diperoleh tempe yang berkualitas baik dan tahan agak
lama, maka selama proses pembuatan tempe perlu diperhatikan mengenai sanitasi
dan kemurnian bibit (inokulum) yang akan digunakan.
2. Alat Dan Bahan
- Alat :
1. Baskom.
2. Saringan.
3. Dandang.
4. Kipas Angin /Kipas.
5. Sotel kayu.
6. Tampah.
7. Kompor.
8. Peralatan lain yang diperlukan.
- Bahan :
1. Kacang kedelai.
2. Ragi tempe (inokulum RAPRIMA) atau biakan murni Rhizopus sp.
3. Kantong plastik, atau daun pisang, atau daun jati.

vi
- Cara Kerja :
1. Cucilah tampah, ayakan, kipas dan cukil yang akan digunakan, kemudian
dikeringkan.
2. Bersihkan kacang kedelai dari bahan-bahan lain yang tercampur, kemudian
cuci hingga bersih.
3. Rendam kacang kedelai yang telah dicuci bersih selama 12-18 jam dengan
air dingin biasa (proses hidrasi agar biji kedelai menyerap air sebanyak
mungkin).
4. Lepaskan kulit biji kedelai yang telah lunak, kemudian cuci atau bilas
dengan menggunakan air bersih.
5. Kukus / rebus biji kedelai tersebut sampai empuk.
6. Setelah biji kedelai terasa empuk, tuangkan biji-biji tersebut pada tampah
yang telah dibersihkan, lalu diangin-angin dengan kipas/ kipas angin sambil
diaduk-aduk hingga biji-biji tersebut terasa hangat.
7. Taburkan ragitempe(RAPRIMA) yang telah disiapkan sedikit demi sedikit
sambil diaduk-aduk supaya merata (1,5 gram ragitempeuntuk 2 kg kedelai).
8. Siapkan kantong plastik atau daun pisang, atau daun jati untuk
pembungkus. Bila kantong plastik yang digunakan sebagai pembungkus,
berilah lubang-lubang kecil pada kantong tersebut dengan menggunakan
lidi atau garpu.
8. Masukan kedelai yang telah diberi ragitempe(RAPRIMA) ke dalam
pembungkusnya, atur ketebalannya sesuai dengan selera
9. Proses fermentasi63256
10. kacang kedelai ini pada suhu kamar selama satu atau dua hari atau hingga
seluruh permukaan kacang kedelai tertutupi jamur.
- Catatan:
1. Perhatikan kebersihan tempat kerja dan kebersihan peralatan kerja akan
meningkatkan kualitas tempeyang dihasilkan.
2. Suhu ruang yang lebih hangat mempercepat proses fermentasi jamur pada
tempe.

vii
2.2 Gambar Pembuatan Tempe
1. Siapkan kacang kedelai sebanyak 1 kg.

2. Dan ragi tempe sebanyak 2 gram.

3. Cuci bersih kacang kedelai dan rendam selama 24 jam.

4. Setelah direndam selama 24 jam, kacang kedelai mekar seperti yang terlihat seperti
gambar diatas ini.

viii
5. Mulailah meremas-remas kacang kedelai agar kulit arinya lepas.

6. Setelah bersih, tuangkan kacang kedelai ke dalam panci dan beri air secukupnya.
Rebus kacang kedelai selama kurang lebih 30 menit. Selama kacang kedelai
direbus akan muncul buih putih seperti gambar diatas ini.

7. Setelah direbus selama 30 menit, buang air yang tersisa di dalam panci. Kemudian,
taruh kembali panci yang tinggal berisikan kacang kedelai diatas kompor. Aduk-
aduk, jangan sampai hangus. Proses ini dilakukan untuk mengeringkan kacang
kedelai. Jangan terlalu lama – karena kacang mudah hangus.

8. Tuang kacang kedelai ke wadah yang memudahkan kacang kedelai menjadi dingin.

ix
9. Setelah dingin, taburkan ragi tempe sebanyak 2 gram dan aduk rata.

10. Siapkan plastik dengan ukuran sesuai selera. Masukkan kacang kedelai ke dalam
plastik hingga ketebalan kira-kira 2-3 cm.

11. Tutup plastik menggunakan lilin, kemudian lubangi plastik yang telah berisi
kacang kedelai dengan menggunakan pisau – kira-kira 8 lubang untuk setiap sisi
atas dan sisi bawah.

12. Simpan tempe didalam lemari. Diamkan selama kurang lebih 36 jam. Setelah 36
jam, tempe siap diolah.

x
BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Berdasarkan data yang kami peroleh dari proses penulisan ini, dapat
disimpulkan bahwa :
1. Tempe merupkan salah satu produk bioteknologi terbuat dari singkong yang
difermentasikan oleh Rhizopus oligosporus.
2. Peran Rhizopus oligosporus dalam pembutan tempe adalah Rhizopus akan
menggunakan Oksigen dan menghasilkan CO2 yang akan menghambat beberapa
organisme perusak. Adanya spora dan hifa juga akan menghambat pertumbuhan
kapang yang lain. Jamur tempe juga menghasilkan antibiotikayang dapat
menghambat pertumbuhan banyak mikrobia.
3. Untuk pembungkusan tempe sebaiknya menggunakan bahan daun pisang, untuk
menghindari tempe yang dibuat tidak cepat membusuk.
4. Cita rasa tempe kedelai ditentukan oleh jenis kedelainya dan ditentukan juga oleh
jenis pembungkus yang digunakan selama fermentasi. Selama ini yang kita ketahui
ada dua jenis pembungkus tempe, yaitu plastik dan daun pisang. Kemasan plastik
memiliki kelebihan yaitu kuat, ringan, tidak karatan serta dapat diberi warna,
sedangkan kelemahannya adalah molekul kecil yang terkandung dalam plastik
yang dapat melakukan migrasi ke dalam bahan makanan yang dikemas. Daun
pisang memiliki kelebihan pembungkus alami yang tidak mengandung bahan
kimia, mudah ditemukan, mudah di lipat dan memberi aroma sedap.

3.2 Saran
1. Sebaiknya dalam praktikum pembuatan tempe, alat dan bahan yang akan
digunakan terlebih dahulu dibersihkan dan kemudian disterilkan agar pembuatan
tempe dapat berhasil kita lakukan.
2. Sebagai pembaca umum, diharapkan laporan ini dapat menambah wawasan anda
menjadi lebih luas lagi dalam hal pembuatan tempe.

xi
DAFTAR PUSTAKA

http://ikamelyaastuti.blogspot.com/2014/03/contoh-makalah-biologi-cara-pembuatan.html
https://www.academia.edu/11563820/Makalah_pembuatan_Tempe_Bioteknologi_Rhizopu
s_Oligorporus_

xii

Anda mungkin juga menyukai