Anda di halaman 1dari 1

Seorang laki-laki berusia 64 tahun, petani, tamat SD, dating dengan mulut terasa kaku,

perut kaku, sejak 2 hari sebelum masuk rumahsakit (RS). Sekitar 1 minggu sebelum masuk RS,
pasien terkena cangkang kerang di sawah pada telapak kaki kiri dengan kedalaman sekitar 1 cm.
riwayat penyakit dahulu yang dialami pasien yaitu tekanan darah tinggi. Pada pemeriksaan
didapatkan GCS E2V5M5, TD 90/60 mmHg, nadi 94 x/menit, suhu 36.40C dan pernapasan 20
x/menit. Pada pemeriksaan fisik didapatkan luka berbentuk garis lurus sepanjang 1-2 cm dan luka
tampak kering. Didapatkan risus sardonikus , kekakuan otot perut dan pada system pernapasan
didapatkan secret dengan warna kuning dan konsistensinya kental, terdapat penarikan dinding
dada, penurunan kemampuan batuk dan ronkhi di seluruh lapang paru. Pemeriksaan nervus
kranialis dalam batas normal. pemeriksaan sensoris raba, tekan, dan nyeri dalam batas normal.
pemeriksaan motoric pada kekuatan otot didapatkan keempat ekstermitas tidak mampu menahan
tahanan ringan dengan nilai 4. Pemeriksaan laboratorium didapatkan nilai leukosit meningkat.
Pasien didiagnosis tetanus dan mendapat terapi infus RL 1500 cc/hari, diazepam 20 ml.hari,
penicillin procain 1.5 juta unit/hari pada 2 lokasi yaitu boka-boki, antrain 2ml x 3/hari, ranitidine
2 ml x 2/hari. Perawatan hari kedua dengan diagnose keperawatan bersihan jalan napas tidak
efektif direncanaka untuk dilakukan tindakan keperawatan seperti monitor RR, mengamati
kemampuan batuk, mencatat karakteristik sputum, memberikan terapi oksigen 3 l/menit,
memposisikan semi fowler dan kolaborasi terhadap pemberian obat penicillin procain. Intervensi
tersebut didapatkan hasil RR : 24 x/menit, ketika batuk pasien menhan sekretnya, warna sputum
kuning kental, memposisikan pasien semi fowler dan injeksi penicillin procain 3 x 1.500 juta
unit/hari boka-boki. Pasien mengalami penurunan kesadaran pada hari perawatan ketiga dimana
GCS pasien 223, TD 70/40 mmHg, RR 24 x/menit. Terapi sebelumnya dipertahankan kecuali
mengganti nasal kanul menjadi simple mask rebreather dan terapi tambahan yaitu injeksi
norepinephrine monohydrate (vascon) 200 nemo dengan kecepatan 7.8 cc/jam melalui syringe
pump dan direncanakan untuk dipindahkan ke ICU sehingga pada har perawatan ke 4, pasien sudah
dipindahkan ke ICU.