Anda di halaman 1dari 2

B.

DASAR TEORI

Dalam kimia, energi aktivasi merupakan sebuah istilah yang


diperkenalkan oleh Svante Arrhenius, yang didefinisikan sebagai energi yang harus
dilampaui agar reaksi kimia dapat terjadi. Energi aktivasi bisa juga diartikan
sebagai energi minimum yang dibutuhkan agar reaksi kimia tertentu dapat terjadi.
Energi aktivasi sebuah reaksi biasanya dilambangkan sebagai Ea, dengan satuan
kilo joule per mol.
Terkadang suatu reaksi kimia membutuhkan energi aktivasi yang sangat
besar, maka dari itu dibutuhkan suatu katalis agar reaksi dapat berlangsung dengan
pasokan energi yang lebih rendah.[24]
Persamaan laju dari suatu reaksi antara dua senyawa A dan B ditulis seperti
dibawah ini:
Rate = k[A]a[B]b............................................(IV-1)
Dimana: k = tetapan laju reaksi
A, B = konsentrasi (mol dm-3)
a = orde reaksi terhadap A
b = orde reaksi terhadap B
Persamaan laju menunjukkan pengaruh dari perubahan konsentrasi reaktan
terhadap laju reaksi. Seluruh faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi seperti
suhu dan katalis termasuk didalamnya tetapan laju, dimana sebenarnya tetap bila
kita hanya mengubah konsentrasi dari reaktan. Ketika kita mengubah suhu suhu
maupun katalis, sebagai contoh tetapan laju akan berubah. Perubahan ini
digambarkan secara matematis oleh persamaan Arrhenius:

Ea
k=Ae−RT ......................................................(IV-2)
Dimana : K = Konstanta laju reaksi
A = Faktor frekuensi
Ea = Energi aktivasi

Persamaan Arrhenius dapat dikalikan kedua sisinya dengan “ln” sehingga menjadi
persamaan:
Ea
ln k= ln A- RT .............................................(IV-3)

Dimana: T = suhu (K)


R = tetapan gas
Ea = energi aktivasi (J/mol)
k = konstanta
A = faktor frekuensi
Contoh yang sederhana reaksi eksotermal yang di gambarkan di bawah ini:

Energi Aktivasi (Ea)


En
er
gi
Panas
Reaksi
Produk
Laju Reaksi
Gambar 6.2.1 Kurva EA (Energi Aktivasi)
Menurut Arrhenius, pengaruh temperatur terhadap k dapat dinyatakan
sebagai berikut:
d ln k ∆Eo .......................................(IV-4)
= 2
dt RT
Laju atau kecepatan reaksi adalah perubahan konsentrasi pereaksi ataupun
produk dalam satu satuan waktu. Laju suatu reaksi dapat dinyatakan sebagai laju
berkurangnya konsentrasi suatu pereaksi, atau laju bertambahnya konsentrasi suatu
produk.
Konstanta laju reaksi didefinisikan sebagai laju reaksi bila konsentrasi dari
masing-masing jenis adalah satu. Satuannya tergantung pada orde reaksi.
Faktor - faktor yang mempengaruhi laju reaksi:
1. Sifat dasar pereaksi.
Zat-zat berbeda secara nyata, dalam lajunya mereka mengalami perubahan
kimia.
2. Temperatur
Laju suatu reaksi kimia bertambah dengan naiknya temperatur. Kenaikan
sebesar 10°C akan melipatkan dua atau tiga laju suatu reaksi antaramolekul-
molekul.
3. Katalis
Sebuah katalis adalah suatu zat yang meningkatkan kecepatan suatu reaksikimia
tanpa dirinya mengalami perubahan kimia yang permanen. Proses inidisebut
katalisis.