Anda di halaman 1dari 136

Daftar SNI Bahan Konstruksi Bangunan dan Rekayasa Sipil (sumber : Website Kementrian Pekerjaan Umum, browsing 14 Maret 2011)

 

Bidang:

 
No Bidang Standar Jumlah Pedoman Petunjuk Total Teknis Teknis Metode T. Cara Spesifikasi UMUM 1
No
Bidang
Standar
Jumlah
Pedoman
Petunjuk
Total
Teknis
Teknis
Metode
T. Cara
Spesifikasi
UMUM
1
Tanah
67
17
3
87
11
0
98
2
Batuan
8
4
0
12
2
0
14
3
Sedimen
6
1
0
7
0
0
7
4
Beton
44
13
17
74
10
0
84
5
Agregat
20
2
6
28
0
0
28
6
Semen
7
0
0
7
5
0
12
7
Aspal
35
8
6
49
14
0
63
8
Kayu
22
4
4
30
4
0
34
9
Air
64
1
0
65
12
0
77
10
Bahan Lain
9
7
21
37
1
0
38
11
Bendungan
1
5
6
12
11
0
23
12
Bendung
0
3
0
3
21
0
24
13
Sungai
17
6
0
23
11
0
34
14
Irigasi
5
1
1
7
12
0
19
15
Air Tanah
14
4
0
18
8
0
26
16
Pantai
3
4
0
7
5
0
12
17
Perkerasan Jalan
11
13
4
28
9
0
37
18
Jembatan
2
7
8
17
7
0
24
19
Lalu Lintas
4
0
5
9
18
0
27
20
Lingkungan Jalan
6
2
6
14
3
0
17
21
Pemeliharaan Rutin
0
0
0
0
8
0
8
Jalan dan Jembatan
22
Jalan Tol
0
0
0
0
2
1
3
23
Rumah dan Gedung
1
35
11
47
13
0
60

24

Struktur Bangunan

25

Keselamatan Bangunan

26

Perumahan

27

Air Bersih/Air Minum

28

Persampahan

29

Sanitasi

30

Air Bersih Perdesaan -

Perencanaan

31

Air Bersih Perdesaan -

Pengawasan

32

Air Bersih Perdesaan -

Pengelolaan

33

Air Bersih Perkotaan -

Rencana Induk

34

Air Bersih Perkotaan -

Studi Kelayakan

35

Air Bersih Perkotaan -

Perencanaan Teknis

36

Air Bersih Perkotaan -

Pengawasan

37

Air Bersih Perkotaan -

Pengelolaan

38

Bahan Bangunan

39

Arsitektur Bangunan dan Bangunan dan

Tapak

7 5 6 18 9 0 6 15 16 37 18 0 0 5 2
7
5
6
18
9
0
6
15
16
37
18
0
0
5
2
7
11
0
22
10
16
48
31
0
1
3
3
7
3
0
1
5
3
9
6
0
0
0
0
0
0
35
0
0
0
0
0
29
0
0
0
0
0
20
0
0
0
0
0
17
0
0
0
0
0
10
0
0
0
0
0
61
0
0
0
0
0
28
0
0
0
0
0
72
0
0
0
0
1
0
0
1
0
1
0
2
383
181
144
708 266
275

27

55

18

79

10

15

35

29

20

17

10

61

28

72

1

3

1249

15 35 29 20 17 10 61 28 72 1 3 1249 Daftar SNI Bidang Konstruksi

Daftar SNI Bidang Konstruksi Dan Bangunan

Daftar SNI Bidang Konstruksi Dan Bangunan
 

<!--- Bidang :

----> Bagian :

Jenis :

ICS :

Kategori Standar : SNI

             

STANDAR

               
         

Data ada 708 record

     

No

No SNI

 

Judul

   

Ruang Lingkup

     

1

 

Tata cara commissioning instalasi pengolahan air

Tata cara ini meliputi istilah dan definisi, persyaratan yang berlaku untuk semua kapasitas Instalasi Pengolahan Air (IPA) dan cara pengerjaan. Commissioning IPA merupakan uji coba terhadap kinerja masing-masing unit dan terhadap keseluruhan proses IPA dari mulai air baku sampai menjadi air minum yang dilaksanakan oleh tim yang ditetapkan.

2

Tata Cara Perencanaan Umum Drainase Perkotaan

Tata cara ini digunakan untuk memperoleh hasil perencanaan drainase perkotaan yang dapat dilaksanakan sesuai dengan ketentuan-ketentuan teknik perencanaan

 

3

Spesifikasi Bronjong Kawat

Standar ini menetapkan dimensi bronjong kawat dan persyaratan bahan baku, syarat mutu, pengambilan contoh, syarat lulus uji, pengemasan dan syarat penandaan bronjong kawat.

4

Spesifikasi Ukuran Kusen Pintu Kayu, Kusen Jendela Kayu, Daun Pintu Kayu Untuk Bangunan Rumah dan Gedung

Spesifikasi ini bertujuan untuk mewujudkan pembuatan, pemasangan, dan pengawasan pelaksanaan yang optimal

5

Tata Cara Perencanaann Hidrologi dan Hidraulik untuk Bangunan di Sungai. Judul direvisi menjadi :Tata cara perhitungan debit andalan air sungai dengan analisis lengkung kekerapan

Tata cara ini digunakan dalam mendesain Bangunan disungai (bangunan pemanfaatan, konservasi dan silang) agar memenuhi persyaratan persyaratan hidrologi dan hidraulik, dan bertujuan untuk melestarikan dan meningkatkan keandalan bangunan di sungai dan sungainya sendiri.

6

Tata Cara Perencanaan Ketahanan Gempa Untuk Rumah dan Gedung.

Tata cara ini digunakan untuk mengarahkan terciptanya pekerjaan perencanaan dan pelaksanaan baja yang memenuhi ketentuan minimum serta mendapatkan hasil pekerjaan struktur yang aman, nyaman dan ekonomi.

 

7

Tata Cara Perencanaan Pembebanan Untuk Rumah dan Gedung

Tata cara ini digunakan untuk memberikan beban yang diijinkan untuk rumah dan gedung, termasuk beban- beban hidup untuk atap miring, gedung parkir

8

8 SNI 03-1728-1989 SNI 03-1729-2002 SNI 03-1730-2002 SNI 03-1731-1989 SNI 03-1732-1989 SNI 03-1733-2004 SNI 03-1734-1989
SNI 03-1733-2004 SNI 03-1734-1989 SNI 03-1735-2000 Tata Cara Pelaksanaan Mendirikan Bangunan Gedung Tata Cara

Tata Cara Pelaksanaan Mendirikan Bangunan Gedung

Tata Cara Perencanaan Bangunan Baja Untuk Gedung

Tata Cara Perencanaan Gedung Sekolah Menengah Umum

Tata Cara Keamanan Bendungan.

Tata Cara Perencanaan Tebal Perkerasan Lentur Jalan Raya dengan Analisa Metode Komponen

Tata cara perencanaan lingkungan perumahan di perkotaan

Tata Cara Perencanaan Beton Bertulang dan Struktur Dinding Bertulang Untuk Rumah dan Gedung

Tata Cara Perencanaan Akses Bangunan dan Akses Lingkungan Untuk Pencegahan Bahaya

bertingkat dan landasan helikopter pada atap gedung tinggi dimana parameter-parameter pesawat helikopter yang dimuat praktis sudah mencakup semua jenis pesawat yang biasa dioperasikan. Termasuk juga reduksi beban hidup untuk perencanaan balok induk dan portal serta peninjauan gempa, yang pemakaiannya optional, bukan keharusan, terlebih bila reduksi tersebut membahayakan konstruksi atau unsur konstruksi yang ditinjau

Tata cara ini digunakan untuk memberikan landasan dalam membuat peraturan-peraturan mendirikan bangunan di masing-masing daerah, dengan tujuan menyeragamkan bentuk dan isi dari peraturan- peraturan bangunan yang akan dipergunakan di seluruh kota-kota di Indonesia

Tata cara ini digunakan untuk mengarahkan terciptanya pekerjaan perencanaan dan pelaksanaan baja yang memenuhi ketentuan minimum serta mendapatkan hasil pekerjaan struktur yang aman, nyaman dan ekonomi

Tata cara ini mencakup : " perencanaan arsitektur, struktur / konstruksi dan utilitas gedung; " Sistem pendidikan sekolah menengah umum; " Perubahan sistem pendidikan sekolah menengah umum; " Pembakuan gedung sekolah menengah umum.

Tata cara ini digunakan dalam melaksanakan kegiatan desain, konstruksi, operasi dan pemeliharaan, serta penghapusan bendungan dengan tujuan untuk menjamin keamanan bendungan dan lingkungannya.

Tata Cara ini merupakan dasar dalam menentukan tebal perkerasan lentur yang dibutuhkan untuk suatu jalan raya.

Tata cara ini bertujuan untuk menghasilkan suatu lingkungan perumahan yang fungsional sekurangkurangnya bagi masyarakat penghuni. (Tata Cara Perencanaan Kawasan Perumahan Kota).

Tata cara ini digunakan untuk mempersingkat waktu perencanaan berbagai bentuk struktur yang umum dan menjamin syarat-syarat perencanaan tahan gempa untuk rumah dan gedung yang berlaku

Tata cara ini digunakan dalam merencanakan bangunan dan lingkungannya khususnya dalam hal pencegahan terhadap bahaya kebakaran meliputi

SNI 03-1736-2000 SNI 03-1738-1989 SNI 03-1744-1989 SNI 03-1745-2000 SNI 03-1746-2000 SNI 03-1747-1989 SNI 03-1748-1989 SNI

Kebakaran Pada Bangunan Rumah dan Gedung.

Tata Cara Perencanaan Struktur Bangunan untuk Pencegahan Bahaya Kebaka-ran pada Bangunan Rumah dan Gedung

Metode Pengujian CBR Lapangan Judul direvisi menjadi :Cara uji CBR (California Bearing Ratio) lapangan

Metode Pengujian CBR Laboratorium

Tata Cara Pemasangan Sistem Hidran untuk Pencegahan Bahaya Kebakaran pada Bangunan Rumah dan Gedung.

Tata cara perencanaan dan pemasangan sarana jalan keluar untuk penyelamatan terhadap bahaya kebakaran pada bangunan gedung

Spesifikasi Konstruksi Jembatan Tipe Balok T Bentang s/d 25 meter untuk BM 70.

Spesifikasi Konstruksi Jem-batan Tipe Balok T Bentang s/d 25 meter untuk BM 100

Cara uji sifat kekal agregat untuk aduk dan beton terhadap pengaruh larutan jenuh natrium dan magnesium sulfat

Tata Cara Perencanaan Penanggulangan Longsoran

Tata Cara Dasar Koordinasi Modular untuk Perancangan Bangunan Rumah dan Gedung

pengamanan dan penyelamatan terhadap jiwa, harta benda dan kelangsungan fungsi bangunan

Tata cara ini digunakan untuk perencanaan struktur bangunan terhadap pencegahan bahaya kebakaran pada bangunan rumah dan gedung

Metode ini digunakan untuk mengetahui nilai CBR (California Bearing Ratio) langsung di tempat (in place) atau bila diperlukan dapat dilakukan dengan mengambil contoh tanah asli dengan cetakan CBR (undisturb).

Metode ini digunakan untuk menentukan CBR (California Bearing Ratio) tanah dan campuran tanah agregat yang dipadatkan di laboratorium pada kadar air tertentu.

Tata cara ini digunakan sebagai panduan dalam pemasangan sistem hidran untuk memberikan persyaratan minimum pada pemasangan sistem hidran dalam upaya pencegahan bahaya kebakaran pada bangunan rumah dan gedung

Digunakan untuk pemasangan alat bantu evakuasi dalam upaya penyelamatan manusia dan meningkatkan keamanan terhadap bahaya kebakaran

Spesifikasi ini berisikan penjelasan umum, teknis dan detail gambar Ren-cana Jembatan Balok "T" kelas Beban BM 70 (70 % pembebanan BM)

Spesifikasi ini berisikan penjelasan umum, penjelasan teknis dan detail gambar Rencana Jembatan Balok "T" kelas Beban B.M 100 (100% pembe-banan BM ).

Menetapkan cara uji sifat kekal agregat yang meliputi peralatan, larutan penguji, contoh yang diuji dan persiapan contoh uji, pelaksanaan uji, dan laporan hasil uji. Contoh perhitungan untuk agregat halus dan kasar diberikan

Tata cara ini digunakan untuk penanganan longsoran setempat pada khususnya dan meliputi daerah yang luas pada umumnya.

Tata cara ini digunakan sebagai pegangan dasar dalam merencana rumah dan gedung menggunakan koordinasi modular. Tujuannya untuk mewujudkan rencana teknis bangunan rumah dan gedung yang

SNI 03-1965.1- 2000 SNI 03-1968-1990 SNI 03-1971-1990 SNI 03-1974-1990 SNI 03-1975-1990 31 SNI 03-1977-1990 32
SNI 03-1971-1990 SNI 03-1974-1990 SNI 03-1975-1990 31 SNI 03-1977-1990 32 SNI 03-1978-1990 SNI 03-1979-1990
SNI 03-1974-1990 SNI 03-1975-1990 31 SNI 03-1977-1990 32 SNI 03-1978-1990 SNI 03-1979-1990 SNI 03-2393-1991
32 SNI 03-1978-1990 SNI 03-1979-1990 SNI 03-2393-1991 Metode Pengujian Kadar Air Tanah dengan Alat Speedy Metode

Metode Pengujian Kadar Air Tanah dengan Alat Speedy

Metode Pengujian Tentang Analisis Saringan Agregat Halus dan Kasar

Metode Pengujian Kadar Air Agregat Judul direvisi menjadi:Cara uji kadar air total agregat dengan pengeringan

Metode Pengujian Kuat Tekan Beton Judul direvisi menjadi :Cara uji kuat tekan beton

Metode Mempersiapkan Contoh Tanah dan Tanah mengandung Agregat

Spesifikasi Koordinasi Modular Bangunan Rumah dan Gedung

Spesifikasi Ukuran Terpilih Untuk Bangunan Rumah dan Gedung

Spesifikasi Matra Ruang untuk Rumah dan Gedung

Tata Cara Pelaksanaan Injeksi Semen Pada Batuan

optimal

Metode ini digunakan untuk menentukan kadar air tanah menggunakan alat speedy

Metode ini digunakan untuk menentukan pembagian butir (gradasi) agregat halus dan agregat kasar menggunakan saringan.

Metode ini digunakan untuk menentukan besarnya kadar air agregat.

Metode ini digunakan untuk menentukan kuat tekan (compressive Strength) beton dengan benda uji berbentuk silinder yang dibuat dan dimatangkan (curring) di laboratorium maupun di lapangan.

Metode ini digunakan dalam mempersiapkan contoh tanah dan tanah mengandung agregat secara kering untuk memperoleh benda uji sebagai penyiapan pengujian selanjutnya.

Spesifikasi ini digunakan sebagai pegangan bagi perencana teknis, pelaksana, produsen bahan bangunan, komponen bangunan, dan elemen bangunan, untuk memilih dimensi modul arah horisontal dan vertikal untuk bangunan rumah dan gedung. Tujuannya untuk menghemat bahan, komponen dan elemen bangunan serta waktu pemasangan dan penggunaan tenaga kerja.

Spesifikasi ini digunakan sebagai pegangan bagi perencana teknis, pelaksana, produsen bahan bangunan, komponen bangunan, dan elemen bangunan, untuk memilih ukuran arah horisontal dan vertikal bangunan rumah dan gedung. Tujuannya untuk menghemat bahan, komponen dan elemen bangunan serta waktu pemasangan dan penggunaan tenaga kerja

Spesifikasi ini digunakan sebagai pegangan mengenai acuan matra ruang minimum dalam perencanaan teknis rumah tinggal sesuai dengan ukuran modular. Tujuannya efisiensi penggunaan ruang dan bahan bangunan.

Tata cara ini digunakan dalam pelaksanaan injeksi semen pada batu yang bertujuan untuk memperkecil kelulusan air dan meningkatkan kekuatan batu sebagai upaya dalam perbaikan batu pondasi suatu bangunan.

37

40

Tata Cara Perencanaan dan Perancangan Bangunan Kedokteran Nuklir di Rumah Sakit

Tata Cara Perencanaan dan Perancangan Bangunan Radiologi di Rumah Sakit

Tata Cara Perancangan Sistem Pencahayaan Alami pada Bangunan Gedung

Tata Cara Perencanaan Rumah Sederhana Tahan Angin.

Tata Cara Perencanaan Tangki Septik Dengan Sistem Resapan

Tata Cara Perencanaan Bangunan MCK Umum

Tata Cara Perencanaan Umum Krib di Sungai. (sedang di revisi)

Tata Cara Perencanaan Umum Bendung.

Tata Cara Perencanaan Umum Irigasi Tambak Udang.

Tata cara ini digunakan untuk merencanakan dan merancang bangunan radiasi khususnya untuk bangunan kedokteran nuklir

Tata cara ini digunakan dalam perencanaan dan perancangan untuk bangunan radiologi di rumah sakit

? Standar tata cara perancangan sistem pencahayaan alami pada bangunan gedung ini dimaksudkan sebagai pedoman bagi paraperancang dan pelaksana pembangunan gedung di dalam merancang sistem pencahayaan alami siang hari, dan bertujuan agar diperoleh sistem pencahayaan alami siang hari yang sesuai dengan syarat kesehatan, kenyamanan dan sesuai dengan ketentuan-ketentuan lain yang berlaku. " Standar ini mencakup persyaratan minimal sistem pencahayaan alami siang hari dalam bangunan gedung.

Tata cara ini digunakan sebagai dasar perancangan rumah sederhana yang tidak ber-tingkat secara praktis untuk memberi jaminan keselamatan bagi masyarakat penghuni rumah sederhana di daerah rawan angin

Tata cara ini memuat istilah dan definisi, persyaratan tangki septik dan sistem resapan yang berlaku bagi pembuangan air limbah rumah tangga untuk daerah air tanah rendah dan jumlah pemakai maksimal 10 Kepala keluarga (1 Kepala Keluarga sama dengan 5 jiwa)

Tata cara ini meliputi istilah dan definisih, persyaratan yang berlaku untuk sarana ruangan MCK yang terletak di lokasi permukiman padat, dengan beban pemakai maksimum 200 orang. MCK umum dapat merupakan satu kesatuan bang unan atau terpisah-pisah untuk mandi, cuci dan kakus.

Tata cara Ini digunakan untuk menanggulangi kerusakan Sungai akibat arus dan dapat melestarikan bangunan di sungai.

Tata cara ini digunakan untuk mendapatkan desain bendung yang memenuhi persyaratan hidraulik dan struktur serta persyaratan pelaksanaan secara benar dan aman sesuai pola pembangunan berwawasan lingkungan.

Tata cara ini digunakan agar pelaksanaan Irigasi Tambak Udang dalam memasok air baku berhasil dengan baik sesuai dengan keperluan budidaya udang.

Tata Cara Pemasangan Blok Beton Terkunci untuk Permukaan Jalan

Tata cara ini bertujuan untuk mendapatkan hasil lapis perkerasan blok beton terkunci yang memenuhi syarat sebagai lapis perkerasan.

Tata Cara Pencegahan Rayap Pada Pembuatan Bangunan Rumah dan Gedung

Tata cara ini bertujuan untuk melindungi bangunan rumah dan gedung yang akan didirikan terhadap serangan rayap, agar keseragaman dan upaya efektifitas dapat tercapai

Tata Cara Penanggulangan Rayap Pada Bangunan Rumah dan Gedung dengan Termitisida

Tata cara ini digunakan sebagai acuan dalam perlakuan penanggulangan rayap, untuk melindungi bangunan rumah dan gedung

Tata Cara Pengecatan Logam

Tata cara ini merupakan petunjuk teknis cara pengecatan logam yang baik dan benar serta cara penanggulangannya bila terjadi kegagalan dalam pengecatan

 

Tata Cara Pengecatan Dinding Tembok Dengan Cat Emulsi

Tata cara ini dimaksudkan untuk memberikan petunjuk teknis dalam mengerjakan pengecatan dinding tembok dengan cat emuisi agar diperoleh hasil yang baik, dan memuat tentang persyaratan bahan dan alat, pelaksanaan pengecatan, dan cara penanggulangan bila terjadi kegagalan dalam pengecatan

Metode Pengukuran Debit Sungai dan Saluran Terbuka. Judul direvisi menjadi: Tata cara pengukuran debit aliran sungai dan saluran terbuka menggunakan alat ukur arus dan pelampung

Metode ini digunakan untuk menghitung debit sungai dan saluran terbuka yang tidak terpengaruh arus balik atau aliran lahar pada saat muka air rendah sampai tinggi, yang masih tertampung di dalam alur sungai atau saluran terbuka.

50
50

Metode Perhitungan Debit Banjir. Judul direvisi menjadi Tata cara perhitungan debit banjir

Metode ini digunakan dalam menentukan debit banjir rencana yang andal dan terpercaya dalam perencanaan bangunan air.

Daftar SNI Bidang Konstruksi Dan Bangunan

       
 

<!--- Bidang :

----> Bagian :

Jenis :

ICS :

Kategori Standar : SNI

             

STANDAR

               
         

Data ada 708 record

     

No

No SNI

 

Judul

   

Ruang Lingkup

     

1

 

Tata cara commissioning instalasi pengolahan air

Tata cara ini meliputi istilah dan definisi, persyaratan yang berlaku untuk semua kapasitas Instalasi Pengolahan Air (IPA) dan cara pengerjaan. Commissioning IPA merupakan uji coba terhadap kinerja masing-masing unit dan terhadap keseluruhan proses IPA dari mulai air baku sampai menjadi air minum yang dilaksanakan oleh tim yang ditetapkan.

2

Tata Cara Perencanaan Umum Drainase Perkotaan

Tata cara ini digunakan untuk memperoleh hasil perencanaan drainase perkotaan yang dapat dilaksanakan sesuai dengan ketentuan-ketentuan teknik perencanaan

 

3

Spesifikasi Bronjong Kawat

Standar ini menetapkan dimensi bronjong kawat dan persyaratan bahan baku, syarat mutu, pengambilan contoh, syarat lulus uji, pengemasan dan syarat penandaan bronjong kawat.

4

Spesifikasi Ukuran Kusen Pintu Kayu, Kusen Jendela Kayu, Daun Pintu Kayu Untuk Bangunan Rumah dan Gedung

Spesifikasi ini bertujuan untuk mewujudkan pembuatan, pemasangan, dan pengawasan pelaksanaan yang optimal

5

Tata Cara Perencanaann Hidrologi dan Hidraulik untuk Bangunan di Sungai. Judul direvisi menjadi :Tata cara perhitungan debit andalan air sungai dengan analisis lengkung kekerapan

Tata cara ini digunakan dalam mendesain Bangunan disungai (bangunan pemanfaatan, konservasi dan silang) agar memenuhi persyaratan persyaratan hidrologi dan hidraulik, dan bertujuan untuk melestarikan dan meningkatkan keandalan bangunan di sungai dan sungainya sendiri.

6

Tata Cara Perencanaan Ketahanan Gempa Untuk Rumah dan Gedung.

Tata cara ini digunakan untuk mengarahkan terciptanya pekerjaan perencanaan dan pelaksanaan baja yang memenuhi ketentuan minimum serta mendapatkan hasil pekerjaan struktur yang aman, nyaman dan ekonomi.

 
7 SNI 03-1727-1989 8 SNI 03-1728-1989 SNI 03-1729-2002 SNI 03-1730-2002 SNI 03-1731-1989 SNI 03-1732-1989 SNI
7 SNI 03-1727-1989 8 SNI 03-1728-1989 SNI 03-1729-2002 SNI 03-1730-2002 SNI 03-1731-1989 SNI 03-1732-1989 SNI

Tata Cara Perencanaan Pembebanan Untuk Rumah dan Gedung

Tata Cara Pelaksanaan Mendirikan Bangunan Gedung

Tata Cara Perencanaan Bangunan Baja Untuk Gedung

Tata Cara Perencanaan Gedung Sekolah Menengah Umum

Tata Cara Keamanan Bendungan.

Tata Cara Perencanaan Tebal Perkerasan Lentur Jalan Raya dengan Analisa Metode Komponen

Tata cara perencanaan lingkungan perumahan di perkotaan

Tata Cara Perencanaan Beton Bertulang dan Struktur Dinding Bertulang Untuk Rumah dan Gedung

Tata cara ini digunakan untuk memberikan beban yang diijinkan untuk rumah dan gedung, termasuk beban- beban hidup untuk atap miring, gedung parkir bertingkat dan landasan helikopter pada atap gedung tinggi dimana parameter-parameter pesawat helikopter yang dimuat praktis sudah mencakup semua jenis pesawat yang biasa dioperasikan. Termasuk juga reduksi beban hidup untuk perencanaan balok induk dan portal serta peninjauan gempa, yang pemakaiannya optional, bukan keharusan, terlebih bila reduksi tersebut membahayakan konstruksi atau unsur konstruksi yang ditinjau

Tata cara ini digunakan untuk memberikan landasan dalam membuat peraturan-peraturan mendirikan bangunan di masing-masing daerah, dengan tujuan menyeragamkan bentuk dan isi dari peraturan- peraturan bangunan yang akan dipergunakan di seluruh kota-kota di Indonesia

Tata cara ini digunakan untuk mengarahkan terciptanya pekerjaan perencanaan dan pelaksanaan baja yang memenuhi ketentuan minimum serta mendapatkan hasil pekerjaan struktur yang aman, nyaman dan ekonomi

Tata cara ini mencakup : " perencanaan arsitektur, struktur / konstruksi dan utilitas gedung; " Sistem pendidikan sekolah menengah umum; " Perubahan sistem pendidikan sekolah menengah umum; " Pembakuan gedung sekolah menengah umum.

Tata cara ini digunakan dalam melaksanakan kegiatan desain, konstruksi, operasi dan pemeliharaan, serta penghapusan bendungan dengan tujuan untuk menjamin keamanan bendungan dan lingkungannya.

Tata Cara ini merupakan dasar dalam menentukan tebal perkerasan lentur yang dibutuhkan untuk suatu jalan raya.

Tata cara ini bertujuan untuk menghasilkan suatu lingkungan perumahan yang fungsional sekurangkurangnya bagi masyarakat penghuni. (Tata Cara Perencanaan Kawasan Perumahan Kota).

Tata cara ini digunakan untuk mempersingkat waktu perencanaan berbagai bentuk struktur yang umum dan menjamin syarat-syarat perencanaan tahan gempa untuk rumah dan gedung yang berlaku

Tata Cara Perencanaan Akses Bangunan dan Akses Lingkungan Untuk Pencegahan Bahaya Kebakaran Pada Bangunan Rumah dan Gedung.

Tata Cara Perencanaan Struktur Bangunan untuk Pencegahan Bahaya Kebaka-ran pada Bangunan Rumah dan Gedung

Metode Pengujian CBR Lapangan Judul direvisi menjadi :Cara uji CBR (California Bearing Ratio) lapangan

Metode Pengujian CBR Laboratorium

Tata Cara Pemasangan Sistem Hidran untuk Pencegahan Bahaya Kebakaran pada Bangunan Rumah dan Gedung.

Tata cara perencanaan dan pemasangan sarana jalan keluar untuk penyelamatan terhadap bahaya kebakaran pada bangunan gedung

Spesifikasi Konstruksi Jembatan Tipe Balok T Bentang s/d 25 meter untuk BM 70.

Spesifikasi Konstruksi Jem-batan Tipe Balok T Bentang s/d 25 meter untuk BM 100

Cara uji sifat kekal agregat untuk aduk dan beton terhadap pengaruh larutan jenuh natrium dan magnesium sulfat

Tata Cara Perencanaan Penanggulangan Longsoran

Tata Cara Dasar Koordinasi Modular

Tata cara ini digunakan dalam merencanakan bangunan dan lingkungannya khususnya dalam hal pencegahan terhadap bahaya kebakaran meliputi pengamanan dan penyelamatan terhadap jiwa, harta benda dan kelangsungan fungsi bangunan

Tata cara ini digunakan untuk perencanaan struktur bangunan terhadap pencegahan bahaya kebakaran pada bangunan rumah dan gedung

Metode ini digunakan untuk mengetahui nilai CBR (California Bearing Ratio) langsung di tempat (in place) atau bila diperlukan dapat dilakukan dengan mengambil contoh tanah asli dengan cetakan CBR (undisturb).

Metode ini digunakan untuk menentukan CBR (California Bearing Ratio) tanah dan campuran tanah agregat yang dipadatkan di laboratorium pada kadar air tertentu.

Tata cara ini digunakan sebagai panduan dalam pemasangan sistem hidran untuk memberikan persyaratan minimum pada pemasangan sistem hidran dalam upaya pencegahan bahaya kebakaran pada bangunan rumah dan gedung

Digunakan untuk pemasangan alat bantu evakuasi dalam upaya penyelamatan manusia dan meningkatkan keamanan terhadap bahaya kebakaran

Spesifikasi ini berisikan penjelasan umum, teknis dan detail gambar Ren-cana Jembatan Balok "T" kelas Beban BM 70 (70 % pembebanan BM)

Spesifikasi ini berisikan penjelasan umum, penjelasan teknis dan detail gambar Rencana Jembatan Balok "T" kelas Beban B.M 100 (100% pembe-banan BM ).

Menetapkan cara uji sifat kekal agregat yang meliputi peralatan, larutan penguji, contoh yang diuji dan persiapan contoh uji, pelaksanaan uji, dan laporan hasil uji. Contoh perhitungan untuk agregat halus dan kasar diberikan

Tata cara ini digunakan untuk penanganan longsoran setempat pada khususnya dan meliputi daerah yang luas pada umumnya.

Tata cara ini digunakan sebagai pegangan dasar dalam

SNI 03-1965.1- 2000 SNI 03-1968-1990 SNI 03-1971-1990 SNI 03-1974-1990 SNI 03-1975-1990 31 SNI 03-1977-1990 32
SNI 03-1971-1990 SNI 03-1974-1990 SNI 03-1975-1990 31 SNI 03-1977-1990 32 SNI 03-1978-1990 SNI 03-1979-1990
SNI 03-1974-1990 SNI 03-1975-1990 31 SNI 03-1977-1990 32 SNI 03-1978-1990 SNI 03-1979-1990 SNI 03-2393-1991 untuk

untuk Perancangan Bangunan Rumah dan Gedung

Metode Pengujian Kadar Air Tanah dengan Alat Speedy

Metode Pengujian Tentang Analisis Saringan Agregat Halus dan Kasar

Metode Pengujian Kadar Air Agregat Judul direvisi menjadi:Cara uji kadar air total agregat dengan pengeringan

Metode Pengujian Kuat Tekan Beton Judul direvisi menjadi :Cara uji kuat tekan beton

Metode Mempersiapkan Contoh Tanah dan Tanah mengandung Agregat

Spesifikasi Koordinasi Modular Bangunan Rumah dan Gedung

Spesifikasi Ukuran Terpilih Untuk Bangunan Rumah dan Gedung

Spesifikasi Matra Ruang untuk Rumah dan Gedung

Tata Cara Pelaksanaan Injeksi Semen

merencana rumah dan gedung menggunakan koordinasi modular. Tujuannya untuk mewujudkan rencana teknis bangunan rumah dan gedung yang optimal

Metode ini digunakan untuk menentukan kadar air tanah menggunakan alat speedy

Metode ini digunakan untuk menentukan pembagian butir (gradasi) agregat halus dan agregat kasar menggunakan saringan.

Metode ini digunakan untuk menentukan besarnya kadar air agregat.

Metode ini digunakan untuk menentukan kuat tekan (compressive Strength) beton dengan benda uji berbentuk silinder yang dibuat dan dimatangkan (curring) di laboratorium maupun di lapangan.

Metode ini digunakan dalam mempersiapkan contoh tanah dan tanah mengandung agregat secara kering untuk memperoleh benda uji sebagai penyiapan pengujian selanjutnya.

Spesifikasi ini digunakan sebagai pegangan bagi perencana teknis, pelaksana, produsen bahan bangunan, komponen bangunan, dan elemen bangunan, untuk memilih dimensi modul arah horisontal dan vertikal untuk bangunan rumah dan gedung. Tujuannya untuk menghemat bahan, komponen dan elemen bangunan serta waktu pemasangan dan penggunaan tenaga kerja.

Spesifikasi ini digunakan sebagai pegangan bagi perencana teknis, pelaksana, produsen bahan bangunan, komponen bangunan, dan elemen bangunan, untuk memilih ukuran arah horisontal dan vertikal bangunan rumah dan gedung. Tujuannya untuk menghemat bahan, komponen dan elemen bangunan serta waktu pemasangan dan penggunaan tenaga kerja

Spesifikasi ini digunakan sebagai pegangan mengenai acuan matra ruang minimum dalam perencanaan teknis rumah tinggal sesuai dengan ukuran modular. Tujuannya efisiensi penggunaan ruang dan bahan bangunan.

Tata cara ini digunakan dalam pelaksanaan injeksi

37

40

37 40 SNI 03-2394-1991 SNI 03-2395-1991 SNI 03-2396-2001 SNI 03-2397-1991 SNI 03-2398-2002 SNI 03-2399-2002 SNI

Pada Batuan

Tata Cara Perencanaan dan Perancangan Bangunan Kedokteran Nuklir di Rumah Sakit

Tata Cara Perencanaan dan Perancangan Bangunan Radiologi di Rumah Sakit

Tata Cara Perancangan Sistem Pencahayaan Alami pada Bangunan Gedung

Tata Cara Perencanaan Rumah Sederhana Tahan Angin.

Tata Cara Perencanaan Tangki Septik Dengan Sistem Resapan

Tata Cara Perencanaan Bangunan MCK Umum

Tata Cara Perencanaan Umum Krib di Sungai. (sedang di revisi)

Tata Cara Perencanaan Umum Bendung.

semen pada batu yang bertujuan untuk memperkecil kelulusan air dan meningkatkan kekuatan batu sebagai upaya dalam perbaikan batu pondasi suatu bangunan.

Tata cara ini digunakan untuk merencanakan dan merancang bangunan radiasi khususnya untuk bangunan kedokteran nuklir

Tata cara ini digunakan dalam perencanaan dan perancangan untuk bangunan radiologi di rumah sakit

? Standar tata cara perancangan sistem pencahayaan alami pada bangunan gedung ini dimaksudkan sebagai pedoman bagi paraperancang dan pelaksana pembangunan gedung di dalam merancang sistem pencahayaan alami siang hari, dan bertujuan agar diperoleh sistem pencahayaan alami siang hari yang sesuai dengan syarat kesehatan, kenyamanan dan sesuai dengan ketentuan-ketentuan lain yang berlaku. " Standar ini mencakup persyaratan minimal sistem pencahayaan alami siang hari dalam bangunan gedung.

Tata cara ini digunakan sebagai dasar perancangan rumah sederhana yang tidak ber-tingkat secara praktis untuk memberi jaminan keselamatan bagi masyarakat penghuni rumah sederhana di daerah rawan angin

Tata cara ini memuat istilah dan definisi, persyaratan tangki septik dan sistem resapan yang berlaku bagi pembuangan air limbah rumah tangga untuk daerah air tanah rendah dan jumlah pemakai maksimal 10 Kepala keluarga (1 Kepala Keluarga sama dengan 5 jiwa)

Tata cara ini meliputi istilah dan definisih, persyaratan yang berlaku untuk sarana ruangan MCK yang terletak di lokasi permukiman padat, dengan beban pemakai maksimum 200 orang. MCK umum dapat merupakan satu kesatuan bang unan atau terpisah-pisah untuk mandi, cuci dan kakus.

Tata cara Ini digunakan untuk menanggulangi kerusakan Sungai akibat arus dan dapat melestarikan bangunan di sungai.

Tata cara ini digunakan untuk mendapatkan desain bendung yang memenuhi persyaratan hidraulik dan struktur serta persyaratan pelaksanaan secara benar dan aman sesuai pola pembangunan berwawasan lingkungan.

43

Tata Cara Perencanaan Umum Irigasi Tambak Udang.

Tata cara ini digunakan agar pelaksanaan Irigasi Tambak Udang dalam memasok air baku berhasil dengan baik sesuai dengan keperluan budidaya udang.

44

Tata Cara Pemasangan Blok Beton Terkunci untuk Permukaan Jalan

Tata cara ini bertujuan untuk mendapatkan hasil lapis perkerasan blok beton terkunci yang memenuhi syarat sebagai lapis perkerasan.

45

Tata Cara Pencegahan Rayap Pada Pembuatan Bangunan Rumah dan Gedung

Tata cara ini bertujuan untuk melindungi bangunan rumah dan gedung yang akan didirikan terhadap serangan rayap, agar keseragaman dan upaya efektifitas dapat tercapai

 

46

Tata Cara Penanggulangan Rayap Pada Bangunan Rumah dan Gedung dengan Termitisida

Tata cara ini digunakan sebagai acuan dalam perlakuan penanggulangan rayap, untuk melindungi bangunan rumah dan gedung

47

Tata Cara Pengecatan Logam

Tata cara ini merupakan petunjuk teknis cara pengecatan logam yang baik dan benar serta cara penanggulangannya bila terjadi kegagalan dalam pengecatan

 

48

Tata Cara Pengecatan Dinding Tembok Dengan Cat Emulsi

Tata cara ini dimaksudkan untuk memberikan petunjuk teknis dalam mengerjakan pengecatan dinding tembok dengan cat emuisi agar diperoleh hasil yang baik, dan memuat tentang persyaratan bahan dan alat, pelaksanaan pengecatan, dan cara penanggulangan bila terjadi kegagalan dalam pengecatan

49

Metode Pengukuran Debit Sungai dan Saluran Terbuka. Judul direvisi menjadi: Tata cara pengukuran debit aliran sungai dan saluran terbuka menggunakan alat ukur arus dan pelampung

Metode ini digunakan untuk menghitung debit sungai dan saluran terbuka yang tidak terpengaruh arus balik atau aliran lahar pada saat muka air rendah sampai tinggi, yang masih tertampung di dalam alur sungai atau saluran terbuka.

50

Metode Perhitungan Debit Banjir. Judul direvisi menjadi Tata cara perhitungan debit banjir

Metode ini digunakan dalam menentukan debit banjir rencana yang andal dan terpercaya dalam perencanaan bangunan air.

Daftar SNI Bidang Konstruksi Dan Bangunan

       
 

<!--- Bidang :

----> Bagian :

Jenis :

ICS :

               

Kategori Standar : SNI

 

STANDAR

 

Data ada 708 record

 
SNI   STANDAR   Data ada 708 record   No No SNI Judul   Ruang Lingkup
SNI   STANDAR   Data ada 708 record   No No SNI Judul   Ruang Lingkup
SNI   STANDAR   Data ada 708 record   No No SNI Judul   Ruang Lingkup
SNI   STANDAR   Data ada 708 record   No No SNI Judul   Ruang Lingkup

No

No SNI

Judul

 

Ruang Lingkup

Spesifikasi Kadar Ion Klorida Dalam

Spesifikasi ini digunakan dalam merencanakan dan melaksanakan konstruksi beton untuk mencegah korosi tulangan dan pelapukan beton

Beton

 

Spesifikasi Satuan Rumah Susun

 

Spesifikasi ini bertujuan untuk memberikan landasan ukuran dan batasan dalam usaha menentukan kebutuhan minimum dalam pembangunan rumah susun

Modular

 

Spesifikasi Beton Bertulang Kedap

 

Spesifikasi ini bertujuan untuk memberikan persyaratan-persyaratan teknis beton kedap air

Air

104

Spesifikasi Beton Tahan Sulfat

 

" Spesifikasi ini memuat persyaratan minimum untuk beton yang berhubungan dengan lingkungan yang mengandung sulfat. " Spesifikasi ini dapat digunakan sebagai pegangan bagi para perencana dan pelaksana dalam merencanakan dan melaksanakan konstruksi beton yang dalam masa layannya berhubungan dengan lingkungan yang mengandung sulfat. " Spesifikasi ini bertujuan untuk mendapatkan beton yang mempunyai ketahanan dan keawetan terhadap sulfat.

Spesifikasi Sumur Gali Untuk Sumber Air Bersih

 

Spesifikasi ini bertujuan memberikan persyaratan teknis sumur gali sebagai sumber air baku untuk air bersih yang terlindung dari pencemaran

Spesifikasi Instalasi Air Minum Tipe Cikapayang 5

Spesifikasi ini bertujuan untuk mendapatkan instalasi air bersih dengan kapasitas 5 Liter/detik

Tata Cara Pengawetan Kayu untuk Bangunan Rumah dan Gedung

 

Digunakan untuk meningkatkan keawetan kayu melalui pengawetan dengan cara pemulasan, pencelupan atau rendaman ke dalam larutan kimia

Tata Cara Pemilihan Lokasi Tempat Pembuangan Akhir Sampah

 

Tata cara ini digunakan untuk menentukan lokasi tempat pembuangan akhir sampah

Metode Pengujian Kuat Tarik Kayu

 

Metode ini digunakan untuk menentukan nilai kuat tarik sejajar serat dan tegak lurus serat kayu.

di

Laboratorium

Metode Pengujian Kuat Geser Kayu

 

Metode ini digunakan untuk menentukan nilai kuat geser sejajar serat kayu

di

Laboratorium

Metode Pengujian Jenis dan Jumlah Hewan Bentos.

 

Metode ini digunakan untuk memperoleh jenis dan jumlah individu hewan Bentos pada suatu perairan.

115

121

122 123
122
123

Metode Pengujian Kuat Tekan Beton Inti Pemboran

Metode Pengujian Sifat Dispersif Tanah dengan Alat Pinhole.

Metode Pengujian Sifat Tahan Lekang Batu.Judul direvisi menjadi :Cara uji sifat tahan lekang batu

Metode Pengukuran Kecepatan Aliran pada Model Fisik dengan Alat Ukur Arus Tipe Baling-Baling. judul direvisi menjadi:Tata cara pengukuran kecepatan aliran pada uji model hidraulik fisik (umh-fisik) dengan alat ukur arus tipe baling- baling

Metode Perhitungan Debit Sungai Harian

Metode Pengukuran Debit Puncak Sungai dengan Cara Tidak Langsung.

Metode Pengujian Partikel Ringan dalam Agregat

Metode Pengujian Kandungan Udara Pada Beton Segar.

Metode Pengujian Kuat Geser Langsung Tanah Tidak terkonsolidasi tanpa Drainase

Metode Pengujian Kuat Tekan Beton Isolasi Ringan di Lapangan Judul Di Revisi Menjadi: Cara Uji Kuat Tekan Beton Ringan Isolasi

Tata Cara Perencanaan Drainase Permukaan Jalan.

Tata Cara Pelaksanaan Lapis Tipis

Metode ini digunakan untuk menentukan besarnya nilai kuat tekan beton inti pemboran

Metode ini digunakan untuk mengetahui sifat dispersi tanah.

Metode ini digunakan untuk memperoleh indek tahan lekang batu.

Metode ini digunakan untuk menentukan kecepatan aliran pada model fisik dengan dasar tetap menggunakan alat ukur arus tipe baling-baling.

Metode ini digunakan untuk mengetahui besarnya debit sungai harian pada lokasi yang tidak terpengaruh oleh peninggian muka air atau aliran lahar.

Metode ini digunakan untuk mengetahui besarnya debit puncak sungai pada lokasi yang tidak terpengaruh oleh peninggian muka air atau aliran lahar.

Metode ini untuk menentukan besarnya kadar partikel ringan dalam agregat.

Metode ini bertujuan untuk memperoleh nilai kandungan udara pada beton segar dalam persentase (%) volume.

Metode ini digunakan untuk memperoleh data parameter mengenai kuat geser langsung tanah yang tidak terkonsolidasi tanpa drainase.

Metode ini digunakan untuk menentukan kuat tekan beton isolasi ringan di lapangan Cara uji ini mencakup persiapan benda uji dan prosedur pengujian kuat tekan beton ringan isolasi dengan berat isi dalam kondisi kering oven tidak lebih dari 800 kg/m3. Cara uji ini mencakup persiapan dan pengujian untuk benda uji berbentuk silinder dengan ukuran 75 mm x 150 mm.

Tata cara ini digunakan dalam merencanakan struktur Drainase permukaan jalan

Tata cara ini bertujuan menyeragamkan cara

131

132 133
132
133
131 132 133 SNI 03-3426-1994 SNI 03-3427-1994 SNI 03-3428-1994 SNI 03-3429-1994 SNI 03-3430-1994 SNI 03-3431-1994 SNI

Beton Aspal untuk Jalan Raya.

Tata Cara Survai Kerataan Permukaan Perkerasan Jalan dengan Alat Ukur Kerataan NAASRA

Tata Cara Perencanaan Teknik Bangunan Kolam Renang

Tata Cara Perencanaan Teknik Jembatan Gantung untuk Pejalan Kaki. (sedang direvisi)

Tata Cara Pelaksanaan Jembatan Gantung untuk Pejalan Kaki. judul direvisi menjadi: pedoman perencanaan dan pelaksanaan jembatan gantung untuk pejalan kaki

Tata Cara Perencanaan Dinding Struktur Pasangan Blok Beton Berongga Bertulang Untuk Bangunan Rumah dan Gedung

Tata Cara Pemantauan Gerakan Horizontal Batuan dan Bangunan Dengan Alat Inklinometer.

Tata Cara Penetapan Banjir Desain dan Kapasitas Pelimpah Untuk Bendung.

Tata Cara Pengecatan Genteng Keramik

Tata Cara Perhitungan Harga Satuan Pekerjaan Penutup Langit-langit Untuk Bangunan dan Gedung

Tata Cara Perhitungan Harga Satuan Pekerjaan Atap Untuk Bangunan dan

pelaksanaan Lataston serta menghemat waktu pelaksanaan dan pemakaian bahan

Tata cara ini digunakan untuk pelaksanaan survai permukaan perkerasan jalan untuk mendapatkan keseragaman nilai kerataan.

Tata cara ini digunakan dalam merencanakan kolam renang untuk mendapatkan perencanaan teknis yang memenuhi ketentuan minimum

Tata Cara ini digunakan untuk menetapkan dasar- dasar perencanaan teknik Jembatan Gantung untuk lalu lintas pejalan kaki.

Tata Cara ini digunakan untuk menetapkan pelaksanaan teknik Jembatan Gantung untuk lalulintas pejalan kaki.

Tata cara ini digunakan dalam perencanaan dan pelaksanaan bangunan yang menggunakan struktur pasangan blok beton berongga bertulang

Tata Cara ini digunakan sebagai pegangan penghitungan dan pembuatan peta kemiringan lereng pada permukaan tanah atau batuan menggunakan rumus Horton.

Tata Cara ini digunakan untuk merencanakan pelindung tebing sungai dari pasangan batu agar tahan terhadap serangan arus dan hal-hal lain yang menyebabkan kerusakan tebing

*Tata cara ini memuat persyaratan, ketentuan dan cara pengerjaan pengecatan genteng keramik, serta cara penanggulangan bila terjadi kegagalan; *Tata cara ini dapat digunakan sebagai pegangan bagi para pelaksana dalam melaksanakan pengecatan genteng keramik sebagai penutup atap pada bangunan gedung dan perumahan; *Tata cara ini bertujuan untuk mendapatkan hasil pengecatan yang mempunyai ketahanan dan keawetan terhadap cuaca.

Tata cara ini bertujuan untuk memperoleh keseragaman dasar perhitungan harga satuan pekerjaan penutup langit-langit

Tata cara ini bertujuan untuk memperoleh keseragaman dasar perhitungan harga satuan

134
134

135

136
136

137

134 135 136 137 SNI 03-3437-1994 SNI 03-3438-1994 SNI 03-3439-1994 SNI 03-3440-1994 SNI 03-3441-1994 SNI 03-3442-1994

Gedung

Tata Cara Pembuatan Rencana Stabilisasi Tanah dengan Kapur untuk Jalan. (sedang di revisi)

Tata Cara Pembuatan Rencana Stabilisasi Tanah dengan Semen Portland. Judul direvisi menjadi:Pedoman Perencanaan stabilisasi tanah untuk bahan jalan dengan bahan pengikat serbuk

Tata Cara Pelaksanaan Stabilisasi Tanah dengan kapur untuk Jalan

Tata Cara Pelaksanaan Stabilisasi Tanah dengan Semen Portland untuk Jalan. judul direvisi menjadi:pedoman pelaksanaan stabilisasi bahan jalan langsung ditempat dengan bahan serbuk pengikat

Tata Cara Perencanaan Teknik Pelindung Tebing Sungai Dari Pasangan batu.

Tata Cara Pemasangan Pisometer Pipa Terbuka Casagrande

Tata Cara Pemantauan Tekanan Air Pori Dengan Pisometer Pipa Terbuka Casagrande

Tata Cara Pemasangan Panel Beton Ringan Berserat.

Tata Cara Perencanaan Teknis Pondasi Langsung Untuk Jembatan.

Tata Cara Perencanaan Teknis Pondasi Sumuran Untuk Jembatan.

pekerjaan penutup atap

Tata Cara ini digunakan dalam pembuatan rencana komposisi dan mutu stabilisasi tanah dengan kapur sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Tata cara ini digunakan dalam pembuatan rencana komposisi dan mutu stabilisasi tanah dengan semen sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Tata cara ini digunakan untuk mendapatkan hasil pelaksanaan stabilisasi tanah dengan kapur di lapangan yang sesuai dengan perencanaan.

Tata cara ini digunakan untuk mendapatkan hasil pelaksanaan stabilisasi tanah dengan semen di lapangan yang sesuai dengan perencanaan.

Tata cara ini digunakan untuk merencanakan pelindung tebing sungai dari pasangan batu agar tahan terhadap serangan arus dan hal-hal lain yang menyebabkan kerusakan tebing.

Tata cara ini digunakan dalam pemasangan pisometer pipa terbuka Casagrande secara benar sehingga diperoleh data pengamatan yang cukup teliti tentang perilaku tekanan air pori.

Tata cara ini bertujuan untuk menyeragamkan cara dan prosedur pemantauan tekanan air pori untuk mendapatkan nilai air pori menggunakan pisometer pipa terbuka Casagrande.

Tata cara ini digunakan dalam pemasangan panel beton ringan berserat non struktural sesuai perencanaan yang mengacu pada koordinasi modular.

Tata cara ini bertujuan untuk menyeragamkan perencanaan pondasi langsung untuk jembatan sehingga memenuhi tuntutan kekuatan, kemantapan, keawetan dan effisiensi.

Tata cara ini bertujuan untuk menyeragamkan perencanaan pondasi sumuran untuk jembatan sehingga memenuhi tuntutan kekuatan, kemantapan,

144 SNI 03-3448-1994 145 SNI 03-3449-2002 SNI 03-3452-1994 SNI 03-3453-1994 SNI 03-3455-1994 SNI 03-3456-1994 SNI
144 SNI 03-3448-1994 145 SNI 03-3449-2002 SNI 03-3452-1994 SNI 03-3453-1994 SNI 03-3455-1994 SNI 03-3456-1994 SNI
144 SNI 03-3448-1994 145 SNI 03-3449-2002 SNI 03-3452-1994 SNI 03-3453-1994 SNI 03-3455-1994 SNI 03-3456-1994 SNI
144 SNI 03-3448-1994 145 SNI 03-3449-2002 SNI 03-3452-1994 SNI 03-3453-1994 SNI 03-3455-1994 SNI 03-3456-1994 SNI
SNI 03-3455-1994 SNI 03-3456-1994 SNI 03-3637-1994 Tatacarapenyambungan tiang pancang beton pracetak penampang

Tatacarapenyambungan tiang pancang beton pracetak penampang persegi dengan sistem monolit bahan epoxy Judul direvisi menjadi:

Pedoman penyambungan tiang pancang beton pracetak untuk fondasi jembatan

Tata Cara Perancangan Campuran Beton Ringan dengan Agregat Ringan

Tata Cara Pemasangan Pisometer Penumatik

Tata Cara Pemantauan Tekanan Air Pori Dengan Alat Pisometer Penumatik

Tata Cara Pemantauan Gerakan Vertikal Tanah Dengan Menggunakan Instrumen Magnetis.

Spesifikasi Bahan Elastis Perapat Celah Sambungan

Metode Pengujian Berat Isi Tanah Berbutir Halus dengan Cetakan

keawetan dan effisiensi.

Tata cara ini bertujuan untuk memperoleh keseragaman dalam pelaksanaan penyambungan tiang pancang beton pracetak serta mendapatkan mutu sambungan yang bersifat monolitik.

Tata cara pembuatan rancangan campuran beton ringan dengan agregat ringan ini dimaksudkan untuk digunakan sebagai salah satu acuan bagi para perencana dan pelaksana dalam merancang proporsi campuran beton ringan dengan menggunkan agregat ringan dengan tujuan untuk mendapatkan proporsi campuran bahan-bahan yang dapat menghasilkan beton ringan yang sesuai dengan rencana penggunaannya pada kontruksi struktural, struktural ringan dan sagat ringan. Tata cara ini meliputi persyaratan proporsi campuran, rancangan campuran, tugas penanggung jawab pembuatan rancangan campuran, bahan yang dipergunakan, pemilihan proporsi campuran beton ringan, perhitungan proporsi campuran, koreksi proporsi campuran dan prosedur pengerjaan pembuatan rancangan campuran beton ringan.

Tata cara ini dimaksudkan sebagai acuan dan pegangan dalam pemasangan pisometer penumatik untuk memperoleh data pengamatan tentang perilaku tekanan air pori.

Tata cara ini bertujuan untuk menyeragamkan cara dan prosedur pemantauan tekanan air pori untuk mendapatkan nilai tekanan air pori menggunakan alat pisometer penumatik.

Tata cara ini digunakan dalam melakukan pemantauan gerakan vertikal tanah.

Spesifikasi ini dimaksudkan untuk memberikan persyaratan mutu bahan yang digunakan sebagai perapat celah sambungan antara komponen maupun pada elemen bangunan untuk penanggulangan kebocoran pada bangunan rumah dan gedung.

Metode ini digunakan untuk menentukan berat isi tanah halus dengan cetakan benda uji.

 

Benda Uji

       

Daftar SNI Bidang Konstruksi Dan Bangunan

       

<!--- Bidang :

----> Bagian :

Jenis :

ICS :

Kategori Standar : SNI STANDAR

 

Data ada 708 record

     

No

No SNI

 

Judul

Ruang Lingkup

Metode Pengujian Kuat Tekan Bebas Tanah Kohesif

Metode ini digunakan untuk menentukan kuat tekan bebas tanah kohesif.

Metode Penentuan Kadar Parafin Lilin dalam Aspal

Metode ini digunakan untuk memperoleh kadar parafin lilin dalam aspal berdasarkan pemisahan dengan pelarut-pelarut tertentu.

Metode Pengujian Kadar aspal dalam campuran Beraspal dengan Cara Ekstraksi Menggunakan Alat Soklet

Metode ini digunakan untuk menentukan besarnya kadar aspal dalam campuran beraspal dengan cara ekstraksi menggunakan alat soklet.

Metode Pengujian Kadar Air Aspal Emulsi.

Metode ini digunakan untuk menentukan persentase kadar air aspal emulsi.

Metode Pengujian Kadar Residu Aspal Emulsi Dengan Penyulingan.

Metode ini digunakan untuk mengetahui persentase kadar residu aspal emulsi

Metode Pengujian Aspal Emulsi Tertahan Saringan No.20.

Metode ini digunakan untuk menentukan bagian aspal emulsi yang tertahan saringan No. 20.

Metode Pengujian Jenis Muatan Partikel Aspal Emulsi.

Metode ini digunakan untuk menentukan besarnya partikel aspal emulsi.

Metode Pengujian pelekatan dan ketahanan aspal emulsi terhadap air judul direvisi menjadi:Cara uji uji kemampuan penyelimutan dan ketahanan aspal emulsi

Metode ini digunakan untuk mengetahui persentase pelekatan aspal emulsi terhadap agregat dan ketahanan terhadap air.

Tata Cara Perencanaan Teknik Bangunan Stadion

Tata cara ini digunakan dalam merencanakan bangunan stadion untuk mendapatkan peren-canaan teknis yang memenuhi ketentuan minimum

Tata Cara Perencanaan Teknik Bangunan Gedung Olah Raga

Tata cara ini digunakan dalam merencanakan gedung olah raga untuk mendapatkan perencanaan teknis yang memenuhi ketentuan minimum

Metode Pengujian Kuat Tekan Kayu

Metode ini digunakan untuk menentukan nilai kuat tekan kayu

di

Laboratorium

Metode Pengujian Kuat Lentur Kayu

Metode ini digunakan untuk menentukan kuat lentur kayu

di

Laboratorium

Metode Pengujian Modulus

Metode ini digunakan untuk menentukan modulus elastisitas lentur kayu

Elastisitas Lentur Kayu di

Laboratorium

Metode Pengujian Kadar Sedimen

Metode ini digunakan untuk mengetahui kadar sedimen layang dalam air secara Gravimetri dengan pengendapan

Layang Secara Gravimetri Dengan

Pengendapan

Metode Pengujian Distribusi Butir Sedimen Layang Secara Gravimetri

Metode ini digunakan untuk mengetahui distribusi butir sedimen layang dalam air secara gravimetri

SNI 03-3966-1995 SNI 03-3968-1995 SNI 03-3969-1995 SNI 03-3970-1995 SNI 03-3972-1995 SNI 03-3973-1995 SNI 03-3974-1995 SNI

Dengan Ayakan

Metode Pengujian Kekakuan Tekan dan Kekakuan Geser Bantalan Karet Jembatan

Metode Pengukuran Kelulusan Air pada Tanah Zone Tak Jenuh dengan Lubang Auger

Metode Pemboran Air Tanah Dengan Alat Bor Putar Sistem Sirkulasi Langsung

Metode Pengukuran Tinggi Muka Air Tanah Bebas di Sumur.

Metode Pengujian Modulus Elastisitas Lentur Kayu Konstruksi Berukuran Struktural

Metode Pengujian Modulus Elastisitas Tekan dan Kuat Tekan Sejajar Serat Kayu Konstruksi Berukuran Struktural

Metode Pengujian Modulus Geser Kayu Konstruksi Berukuran Struktural

Metode Pengujian Kuat Lentur Kayu Konstruksi Berukuran Struktural

Tata Cara Pengadukan Pengecoran Beton

Tata Cara Pembuatan Peta Kemiringan Lereng Menggunakan Rumus Horton.

Tata Cara Pelaksanaan Beton Aspal Campuran Dingin dengan Aspal Emulsi untuk Perkerasan Jalan

Tata Cara Pelaksanaan Laburan Aspal Satu Lapis (Burtu) untuk Permukaan Jalan.

Tata Cara Pelaksanaan Laburan

dengan ayakan

Metode ini digunakan untuk menentukan kekakuan tekan dan kekakuan geser bantalan karet jembatan.

Metode ini digunakan untuk mengetahui besarnya nilai kelulusan air pada tanah zone tak jenuh.

Metode ini digunakan untuk melaksanakan pembuatan suatu lubang bor yang baik untuk mendapatkan air tanah dengan alat bor putar, sistem sirkulasi langsung.

Metode ini digunakan untuk memperoleh data tinggi muka air tanah bebas sesaat di sumur.

Metode ini digunakan untuk menentukan nilai modulus elastisitas lentur dan kelas kuat kayu

Metode ini digunakan untuk menentukan kuat tekan dan modulus elastisitas tekan kayu konstruksi yang dipakai untuk komponen struktur bangunan

Metode ini digunakan untuk menentukan nilai modulus geser dan kelas kuat kayu

Metode ini digunakan untuk menentukan nilai kuat lentur dari kayu konstruksi berukuran struktural

Tata cara ini bertujuan untuk mendapatkan mutu pekerjaan beton sesuai dengan yang direncanakan.

Tata cara ini digunakan sebagai pegangan dalam penghitungan dan pembua-tan peta kemiringan lereng pada permukaan tanah atau batuan menggunakan rumus Horton.

Tata cara ini digunakan untuk menyeragamkan cara pelaksanaan campuran dingin dengan aspal emulsi agar diperoleh lapis perkerasan yang memenuhi persyaratan dan ketentuan serta dapat menghemat waktu pelaksanaan dan pemakaian bahan.

Tata Cara ini digunakan untuk meyeragamkan pelaksanaan pelapisan perkerasan jalan dengan laburan aspal Satu Lapis agar diperoleh hasil yang memenuhi persyaratan dan ketentuan serta untuk menghemat waktu pelaksanaan dan pemakaian bahan.

Tata Cara ini digunakan untuk meyeragam-kan

SNI 03-3982-1995 SNI 03-3984-1995 SNI 03-3985-2000 SNI 03-3989-2000 SNI 03-4137-1996 SNI 03-4141-1996 SNI 03-4142-1996 SNI

Aspal Dua Lapis (Burda) untuk Permukaan Jalan.

Tata Cara Pengoperasian dan Perawatan Instalasi Saringan Pasir Lambat Judul direvisi menjadi :Tata Cara Pengoperasian dan Perawatan Instalasi Saringan Pasir Lambat

Spesifikasi Agregat Ringan Untuk Beton isolasi

Tata Cara Perencanaan Pemasangan dan Pengujian Sistem-Deteksi dan Alarm untuk Pencegahan Bahaya Kebakaran pada Bangunan Rumah dan Gedung

Instalasi Sprinkler Untuk Pencegahan Bahaya Kebakaran Pada Bangunan Rumah dan Gedung

Metode Pengujian Tebal dan Panjang Rata-rata Agregat

Metode Pengujian Gumpalan Lempung dan Butir-butir Mudah Pecah Dalam Agregat.

Metode Pengujian Jumlah Bahan dalam Agregat yang Lolos Saringan No. 200 (0,075 MM);

Metode Pengujian Susut Linier.

Metode Pengujian Perubahan Volume Susut Tanah.

Metode Pengujian Berat Jenis Sedimen Layang Dengan Piknometer

Metode Pengujian Kadar Nitrogen Total Sedimen Layang Dengan Alat Destilasi Kjeldahl Secara Titrasi

Spesifikasi Kapur Untuk Stabilisasi Tanah

Spesifikasi Tabung Dinding Tipis Untuk Pengambilan Contoh Tanah

pelaksanaan pelapisan perkerasan jalan dengan laburan aspal Dua Lapis agar diperoleh hasil yang memenuhi persyaratan dan ketentuan serta untuk menghemat waktu pelaksanaan dan pemakaian bahan.

Tata cara ini digunakan untuk memperoleh lama masa operasi saringan yang optimum, kuantitas dan kualitas air olahan sesuai perencanaan

Standar ini memuat pengertian, klasifikasi, ketentuan gradasi, berat isi dan konduktivitas panas beton isolasi yang digunakan khusus untuk bagian dalam bangunan.

Digunakan untuk memberikan persyaratan minimum pada pemasangan sistem deteksi dan alarm kebakaran sehingga bila terjadi kebakaran dapat diketahui secara cepat dan tepat

Digunakan untuk memberikan persyaratan minimum pada pemasangan springkler dalam upaya pencegahan bahaya kebakaran pada bangunan rumah dan gedung

Metode ini digunakan untuk memperoleh bentuk agregat yang seragam.

Metode ini digunakan untuk menghitung besarnya persentasi jumlah gumpalan lempung dan butir-butir mudah pecah dalam agregat halus maupun kasar.

Metode ini digunakan untuk menghitung besarnya persentase jumlah bahan dalam agregat yang lolos saringan No. 200 (0,075 mm).

Metode ini digunakan untuk pengujian susut linier tanah kohesif di laboratorium.

Metode ini digunakan untuk menentukan besarnya perubahan volume susut tanah.

Metode ini digunakan untuk menentukan berat jenis sedimen layang dalam air.

Metode ini digunakan untuk menentukan besarnya kadar nitrogen total sedimen layang dalam air

Spesifikasi ini mencakup mutu dan persyaratan kapur yang harus dipenuhi untuk pekerjaan stabilisasi tanah.

Standar ini mencakup persyaratan Tabung Dinding tipis yang akan digunakan untuk pengambilan contoh

 

Berkohesi Tidak Terganggu.

tanah berkohesi tidak terganggu.

Tata Cara Pengambilan Contoh Tanah Dengan Tabung Dinding Tipis

Tata cara ini mencakup prosedur penggunaan tabung logam dinding tipis dalam pengambilan contoh tanah tak terganggu untuk pengujian sifat fisik dan mekanik di laboratorium.

Metode Pengujian Kadar Fosfat Dalam Sedimen Mela-yang Dengan Asam Klorida Menggunakan Spektrofoto-meter Secara Amonium Molibdate

Metode ini digunakan untuk memperoleh kadar fosfat dalam sedimen melayang menggunakan alat spektrofotometer yang berguna bagi semua pihak yang lingkup tugasnya meliputi pengukuran kualitas sediment

Metode Pengujian Kadar Kalium Dalam Sedimen Melayang Dengan Asam Klorida Menggunakan Alat Spektrofo-tometer Serapan Atom

Metode ini digunakan untuk mengetahui kadar kalium dalam sedimen melayang yang berguna bagi semua pihak yang lingkup tugasnya meliputi penelitian dan pengukuran kualitas sedimen

Metode Pengujian Kuat Lentur Beton Dengan Balok Uji Sederhana yang Dibebani Terpusat Langsung

Metode ini digunakan untuk memperoleh kuat lentur beton untuk keperluan perencanaan struktur

Metode Pengujian Kuat Tekan Beton dengan Benda Uji Patahan Balok Bekas Uji Lentur

Metode ini digunakan untuk memperoleh nilai kuat tekan relatif sebagai pembanding terhadap kuat lentur guna keperluan perencanaan dan pengendalian mutu beton

Metode Pengujian Kuat Tekan Dinding Pasangan Bata Merah di Laboratorium

Metode ini digunakan untuk memperoleh nilai kuat tekan dinding pasangan bata merah yang digunakan sebagai dinding struktural bagi keperluan perencana dan pelaksana

Metode Pengujian Kuat Lentur Dinding Pasangan Bata Merah di Laboratorium

Metode ini digunakan untuk memperoleh nilai kuat lentur dinding pasangan bata merah yang digunakan sebagai dinding struktural bagi keperluan perencana dan pelaksana

Metode Pengujian Kuat Geser Dinding Pasangan Bata Merah di Laboratorium

Metode ini digunakan untuk memperoleh nilai kuat geser dinding pasangan bata merah yang digunakan sebagai dinding struktural bagi keperluan perencana dan pelaksana

Metode Perhitungan Hilang Pijar Bahan Belerang Untuk Kaping

Metode pengujian ini adalah untuk memperoleh nilai hilang pijar guna menentukan pemenuhan mutu bahan belerang untuk kaping guna meratakan bidang tekan benda uji

Daftar SNI Bidang Konstruksi Dan Bangunan

       
 

<!--- Bidang :

----> Bagian :

Jenis :

ICS :

Kategori Standar : SNI

             

STANDAR

               
         

Data ada 708 record

     

No

No SNI

 

Judul

   

Ruang Lingkup

     

201

Metode Pengujian Modulus Elastisitas Statis dan Rasio Poison Beton Dengan Kompresor Ekstensometer

Metode ini digunakan untuk memdapatkan nilai modulus elastisitas dan rasio poison untuk keperluan perencanaan struktur beton

202

Metode Pengujian Ketahanan Agregat Dengan Alat Tumbuk

Metode ini digunakan untuk memperoleh besaran atau angka ketahanan agregat terhadap benturan atau tumbukan, sehingga berguna bagi perencana dalam memilih bahan yang bermutu

203

Metode Pengujian Agregat Halus Atau Pasir Yang Mengandung Bahan Plastis Dengan Cara Setara Pasir

Metode ini digunakan untuk menyeragamkan cara pengujian pasir atau agregat halus yang plastis dengan cara setara pasir. Metode ini dilakukan terbatas pada pasir atau agregat halus dan lolos saringan No. 4 (4,76 mm).

204

Metode Pengujian Karet Spon Sebagai Bahan Pengisi Siar Muai Pada Konstruksi Beton

Metode ini digunakan untuk memperoleh data pada mutu karet spon siap pakai sebagai bahan pengisi siar muai konstruksi beton

205

Metode Pengujian Kuat Tekan Elemen Struktur Beton Dengan Alat Palu Beton Tipe N dan NR

Metode ini digunakan untuk memperkira-kan nilai kuat tekan beton pada suatu elemen struktur untuk keperluan pengendalian mutu beton dan atau pengawas pelaksanaan pekerjaan

 

206

Metode Pengujian Kuat Lentur Beton Normal Dengan Dua Titik Pembebanan

Metode ini digunakan untuk memperoleh nilai kuat lentur beton normal guna keperluan perencanaan dan pelaksanaan.

207

Spesifikasi Karet Spon Sebagai Bahan Pengisi Siar Muai Pada Perkerasan Beton dan Konstruksi Bangunan

Spesifikasi ini digunakan untuk menilai mutu karet spon dan bertujuan untuk mendapatkan mutu karet spon yang memenuhi persyaratan fisik yang digunakan sebagai bahan pengisi siar muai pada perkerasan beton dan konstruksi bangunan.

 

208

Spesifikasi Beton Siap Pakai

Spesifikasi ini digunakan dalam menilai mutu beton

209 SNI 03-4434-1997 SNI 03-4797-1998 SNI 03-4798-1998 SNI 03-4800-1998 SNI 03-4802-1998 SNI 03-4803-1998 SNI 03-4804-1998

209

209 SNI 03-4434-1997 SNI 03-4797-1998 SNI 03-4798-1998 SNI 03-4800-1998 SNI 03-4802-1998 SNI 03-4803-1998 SNI 03-4804-1998
SNI 03-4807-1998 SNI 03-4808-1998 SNI 03-4809-1998 Spesifikasi Tiang Pancang Beton Pracetak Untuk Ponda-si

Spesifikasi Tiang Pancang Beton Pracetak Untuk Ponda-si Jembatan, Ukuran (30x30, 35x35, 40x40) cm2 Panjang 10-20 meter Dengan Baja Tulangan Bj 24 dan BJ 40

Metode Pengujian Pemulihan Aspal dengan Alat Penguap Putar.

Spesifikasi Aspal Emulsi Kationik

Spesifikasi Aspal Cair Penguapan Cepat Judul direvisi menjadi :Spesifikasi Aspal Cair Tipe Penguapan Cepat

Metode Pengujian Kecepatan Pulsa Melalui Beton

Metode pengujian Angka Pantul Beton Yang Sudah Mengeras

Metode Pengujian Bobot Isi Dan Rongga udara Dalam Agregat

Metode Pengujian Kadar Semen Portland Dalam Beton Keras Yang Memakai Semen Hidrolik

Metode Pengujian Kadar Semen Portland dalam Beton Segar dengan Cara Titrasi Volumetri

Metode Pengujian Untuk Menentukan Suhu Beton Segar Semen Portland

Metode Pengujian Kadar Air Dalam Beton Segar Dengan Cara titrasi Volumetri

Metode Pengujian Untuk

siap pakai yang akan diserahkan dalam bentuk beton segar dari produsen kepada konsumen yang bertujuan untuk mendapatkan mutu beton siap pakai yang memenuhi persyaratan teknis

Spesifikasi ini digunakan dalam membuat pondasi tiang pancang beton untuk pondasi jembatan yang bertujuan untuk memudahkan bagi perencana dan pelaksana pembangunan jembatan sehingga tercapai efisiensi waktu, bahan dan keseragaman mutu konstruksi.

Metode ini adalah untuk memisahkan aspal dari bahan pelarut, sehingga dapat digunakan kembali.

Spesifikasi ini untuk mendapatkan mutu aspal emulsi kationik yang memenuhi persyaratan fisis untuk perencanaan dan pelaksanaan pembangunan jalan.

Spesifikasi ini mencakup aspal cair yang dihasilkan dengan cara melarutkan aspal dengan distilat hasil pengilangan minyak bumi yang sesuai (seperti premium), yang akan digunakan sebagai bahan dalam pekerjaan pengaspalan jalan.

Metode ini digunakan untuk menentukan kecepatan pulsa perambatan gelombang tekan dalam beton.

Metode ini digunakan untuk menentukan angka pantul beton yang sudah mengeras menggunakan palu baja yang gerakannya dikendalikan oleh pegas.

Metode ini digunakan dalam menghitung bobot isi dan rongga udara dalam agregat

Metoda ini digunakan untuk menentukan kadar Portland dari beton keras yang menggunakan semen hidrolik meliputi ketentuan peralatan, bahan, contoh uji, perhitungan, cara uji dan laporan hasil uji.

Metode ini digunakan untuk menentukan kadar semen portland dalam beton segar menggunakan titrasi volumetri

Metode ini digunakan dalam menentukan suhu dari beton segar yang menggunakan semen portland

Metode ini digunakan dalam penentuan kadar air dalam beton segar dengan cara titrasi volumetri

Metode ini digunakan dalam menentukan

224

227

224 227 SNI 03-4810-1998 SNI 03-4811-1998 SNI 03-4812-1998 SNI 03-4813-1998 SNI 03-4814-1998 SNI 03-4815-1998 SNI

Membandingkan Berbagai Beton Berdasarkan Kuat Lekat Yang Timbul Terhadap Tulangan

Metode Pembuatan dan Perawatan Benda Uji Beton di Lapangan

Metode Pengujian Rangkak Pada Beton Yang Tertekan

Metode Pengujian Kuat Tarik Beton Secara Langsung

Metode Pengujian Triaksial Untuk Tanah Kohesif Dalam Keadaan Tanpa Konsolidasi dan Drainase Judul di revisi menjadi :Cara uji triaksial untuk tanah kohesif dalam keadaan tidak terkonsolidasi dan tidak terdrainase (UU)

Spesifikasi Bahan Penutup Sambungan Beton Tipe Elastis Tuang Panas

Spesifikasi Pengisi Siar Muai Siap Pakai Untuk Perkerasan Dan Bangunan Beton

Spesifikasi Bantalan Karet Untuk Perletakan Jembatan

Spesifikasi Pipa Beton Berlubang Untuk Saluran Drainase Dalam Tanah

Tata Cara Pembuatan Ekstrak Sedimen Untuk Pengujian Sifat Kimia Sedimen

Tata Cara Penggunaan Peralatan

perbandingan antara berbagai macam beton berdasarkan kuat lekat yang timbul terhadap baja tulangan

Metode ini digunakan untuk membuat dan merawat benda uji di lapangan

Metode pengujian ini mencakup penentuan ketentuan tentang peralatan, bahan, benda uji, perawatan, pembebanan, pembacaan, asumsi, dan cara uji rangkak pada beton yang dicetak dalam bentuk silinder dan dibebani dengan gaya tekan aksial sentris.

Metode ini digunakan dalam menentukan nilai kuat tarik beton untuk keperluan perencanaan komponen struktur berdasarkan penampang benda uji berdiameter 1500 mm

Metode ini digunakan untuk menentukan kekuatan contoh uji berbentuk silinder dalam keadaan tanpa konsolidasi dan drainase dari tanah kohesif baik tidak terganggu, cetak ulang maupun yang dipadatkan pada kecepatan deformasi yang tetap dari beban kompresi dimana benda uji tersebut diberi tekanan cairan semua arah di dalam sel triaksial.

Spesifikasi ini digunakan sebagai bahan penutup sambungan beton tipe elastis tuang panas yang digunakan untuk menutup celah sambungan pada jalan beton, jembatan, dan bangunan lainnya.

Spesifikasi ini membahas bahan pengisi siap pakai, ukuran dan toleransi, dan sifat fisik.

Spesifikasi ini membahas persyaratan untuk bantalan karet jembatan, baik yang polos maupun yang berlapis dengan pelat penguat dan harus memiliki kemampuan untuk memuai dan menyusut akibat temperatur, berputar sudut, perubahan lawan lendut, rangkak dan susut.

Spesifikasi ini digunakan untuk perencanaan pipa drainase dalam tanah untuk mendapatkan pipa beton berlubang yang memenuhi syarat ukuran sebagai pipa drainase.

Tata cara ini digunakan untuk pembuatan ekstrak sedimen untuk pengujian sifat kimia sedimen sehingga dapat diuji dengan standar pengujian air

Tata cara ini digunakan dalam menyiapkan benda uji

235

235 SNI 03-6367-2000 SNI 03-6368-2000 SNI 03-6370-2000 SNI 03-6371-2000 SNI 03-6372-2002 SNI 03-6374-2000 SNI 03-6376-2000

Untuk Penentuan Perubahan Panjang, Pasta, Mortar dan Beton Semen Yang Sudah Mengeras.

Spesifikasi Pipa Beton untuk Air Buangan, Saluran Peluapan dari Gorong-gorong

Spesifikasi Pipa Beton untuk Saluran Air Limbah, Saluran Air Hujan dan Gorong-Gorong

Tata Cara Evaluasi Batuan Yang digunakan untuk Pengendalian Erosi

Tata Cara Pengklasifikasian Tanah Dengan Cara Unifikasi Tanah

Tata Cara Pengkondisian Kelengasan Kayu Dan Bahan Berkayu

Tata Cara Pemasangan dan Pemantauan Sel Tekanan Total Peneumatik

Tata Cara Pembuatan Sumur Uji dan Paritan Uji secara Manual

Tata Cara Pencucian Sumur

Spesifikasi Kapur Hidrat untuk keperluan Pasangan Bata.

untuk menentukan perubahan panjang pada pasta, mortar dan beton semen yang sudah mengeras, serta peralatan yang digunakan untuk menentukan perubahan panjang tersebut, dan cara-cara penggunaannya.

Spesifikasi ini meliputi pipa beton tidak bertulang yang digunakan sebagai pembuangan air kotoran, limbah pabrik, air luapan dan bangunan gorong- gorong.

Spesifikasi ini meliputi pipa beton yang tidak bertulang untuk mengalirkan air limbah rumah tangga, limbah industri, air hujan dan untuk gorong-gorong

Tata cara ini mencakup evaluasi batuan yang akan digunakan untuk pengendalian erosi

Tata cara ini menguraikan sistem klasifikasi tanah mineral dan mineral organik untuk keperluan teknik. Klasifikasi ini berdasarkan hasil pengujian laboratorium tentang penentuan karakteristik ukuran butir, batas cair dan indeks plastisitas

Tata cara ini mencakup Prosedur untuk Mengkondisikan dan menyeimbangkan tingkat kadar air konstan pada kayu dan bahan berkayu, bahan- bahan dan papan buatan (panel) yang mengandung serat kayu dan partikel kayu, serat barang -barang dari kayu yang menggunakan perekat

Tata cara ini mencakup pemasangan alat pengukur tekanan total dari jenis sel tekanan total peneumatik yang dipasang pada bangunan teknik sipil antara lain pada tubuh bendungan, dinding tembok penahan tanah, pondasi bangunan gedung dan lainnya

Tata cara ini mencakup cara-cara pelaksanaan pembuatan sumuran uji dan paritan uji secara manual di dalam tanah.

Tata cara ini membahas tentang prosedur pekerjaan pencucian sumur, untuk menghilangkan atau melepaskan material halus seperti lanau, pasir halus dan lumpur pemboran yang melekat pada dinding sumur, selimut kerikil dan saringan.

Spesffikasi ini meliputi empat tipe kapur hidrat (tipe N, S, NA dan SA), tipe N dan S adalah cocok digunakan dalam adukan, pada siar dan plesteran semen, tambahan dinding dan sebagai bahan tambah

248

249
249
248 249 SNI 03-6379-2000 SNI 03-6380-2000 SNI 03-6381-2000 SNI 03-6382-2000 SNI 03-6383-2000 SNI 03-6384-2000 SNI
SNI 03-6387-2000 SNI 03-6388-2000 SNI 03-6395-2000 Spesifikasi dan Tata Cara Pemasangan Perangkap Bau

Spesifikasi dan Tata Cara Pemasangan Perangkap Bau

Spesifikasi Perbaikan Beton dengan Mortar Epoksi

Spesifikasi Bangunan Ukur Debit Cippoletti

Spesifikasi Hidran Kebakaran Tabung Basah

Spesifikasi Peralatan Pengolah Udara Individual sebagai Sistem Pengendalian Asap Terzona dalam Bangunan Gedung

Spesifikasi Panel atau Papan Gypsum

Spesifikasi Tingkat Bunyi dan Waktu Dengung dalam Bangunan Gedung dan Perumahan (Kriteria Desain yang Direkomendasikan)

Spesifikasi Kapur Kembang untuk Bahan Bangunan

Spesifikasi Agregat Lapis Pondasi Bawah, Lapis Pondasi Atas dan Lapis Permukaan

Spesifikasi Alat Ukur Debit Orifice

untuk beton semen. Tipe NA dan SA adalah kapur hidrat mengandung "bahan pembentuk gelembung udara".

Spesifikasi ini mengatur mengenai bahan dan pemasangan dari unit perangkap, pencegat dan pemisah.

Spesifikasi ini mencakup perbaikan cacat dalam beton semen portland yang telah mengeras dengan mortar epoksi yang dicampur pasir

Spesifikasi ini membahas tentang bentuk dan ukuran, fungsi, struktur dan persyaratan, kinerja dan debit persatuan lebar dari bangunan ukur debit cipoletti

Spesifikasi ini meliputi bermacam-macam tipe dan kelas hidran kebakaran tabung basah, untuk dipasang pada jaringan sistem pelayanan air minum di kawasan permukiman

Spesifikasi ini menjelaskan persyaratan-persyaratan peralatan pengolahan udara individual sebagai sistem pengendalian asap terzona di dalam bangunan gedung

Standar ini menetapkan Spesifikasi panel atau papan gypsum yang meliputi panel atau papan gypsum, yang penggunaannya dirancang untuk dinding, langit-langit, atau dinding penyekat dan mempunyai permukaan yang dapat di dekorasi.

Spesifikasi ini memberikan kriteria desain kondisi lingkungan akustik di dalam ruang hunian, digunakan untuk bunyi mantap atau seolah-olah mantap seperti bising yang berasal dari sistem tata udara dan lalu lintas kendaraan yang kontinu

Standar ini menetapkan menetapkan ketentuan- ketentuan semua jenis kapur kembang seperti, kapur pecah, kapur butir, kapur bongkah, kapur gumpal dan kapur untuk bahan bangunan.

Spesifikasi ini meliputi mutu dan gradasi campuran lempung berpasir, kerikil, batu atau slag hasil penyaringan, atau pasir, sirtu pecah yang terdiri atas kerikil, batu pecah atau slag dengan atau tanpa tanah pengikat atau kombinasi dari bahan tersebut untuk digunakan pada bahan lapis pondasi bawah, lapis pondasi, dan lapis permukaan.

Spesifikasi ini memuat persyaratan-persyaratan

           

dimensi, pemasangan, persyaratan umum dan ketentuan dari pelat orifice serta penyimpangan

 
           

pengukuran debit dalam pipa dengan diameter dari 50

           

mm

sampai 1200 mm dan bilangan Reynold untuk

 
           

pipa

kurang dari 3.150

 

250

Tata Cara Pengambilan Contoh Aspal

Tata cara ini digunakan untuk pengambilan contoh aspal di Pabrik, tempat penyimpanan atau saat pengiriman.

 

Daftar SNI Bidang Konstruksi Dan Bangunan

         
 

<!--- Bidang :

----> Bagian :

Jenis :

ICS :

Kategori Standar : SNI

               

STANDAR

                 
         

Data ada 708 record

       

No

No SNI

 

Judul

   

Ruang Lingkup

     

251

Tata Cara Pengelasan Pipa Baja untuk Air di Lapangan

Tata cara ini memuat pengelasan di lapangan secara manual, semi otomatik dan otomatik dengan proses pengelasan busur logam pada pipa baja yang dibuat di pabrik

252

Metode Pengujian Kadar Semen Dalam Campuran Segar Semen- Tanah

Metode ini digunakan untuk penentuan kadar semen dalam contoh campuran segar tanah semen.

253

Spesifikasi Timbangan yang digunakan pada pengujian bahan

Spesifikasi ini meliputi persyaratan timbangan dan anak timbangan, yang digunakan untuk keperluan pengujian bahan-bahan konstruksi.

 

254

Spesifikasi Proteksi untuk Bukaan pada Konstruksi Tahan Api

Standar ini menetapkan spesifikasi proteksi untuk bukaan pada konstruksi tahan api yang mencakup persyaratan proteksi bukaan pada konstruksi tahan api yang dibuat untuk tempat penembusan sistem cerobong.

255

Spesifikasi Bahan Sambungan pada

Spesifikasi ini mencakup penjelasan umum tentang

 

Bendungan Beton Bagian 1 :

Pemilihan Bahan Penahan Air

Spesifikasi Bahan Sambungan pada Bendungan Beton Bagian 2 :

Pelaksanaan, Pemasangan Penahan Air untuk Sambungan

Spesifikasi Semen-Tanah untuk Bendungan Urugan

Spesifikasi Pengencer Graut untuk Beton dengan Agregat Praletak

Spesifikasi Pipa PVC Bertekanan

Berdiameter 110-315 mm untuk Air

Bersih

Spesifikasi Sistem Pengolahan Udara

di Dapur dan Ruang Parkir sebagai

Pengendali Asap Kebakaran Dalam

Bangunan

Metode Pengujian Kuat Tekan Beton Silinder dengan Cetakan Silinder di dalam Tempat Cetakan

Metode Pengujian Ekspansi dan

Bliding Campuran Graut Segar untuk Beton dengan Agregat Praletak di

Laboratorium

Metode Pengujian Kuat Tekan Graut untuk Beton dengan Agregat Praletak

di Laboratorium.

Metode Pengujian Waktu Pengikatan Graut untuk Beton dengan Agregat Praletak di Laboratorium

Metode Pengujian Waktu Alir Beton Berserat dengan Kerucut Uji Slump yang Dibalik

sifat-sifat, jenis-jenis sambungan, pemilihan jenis dan bahan, serta spesifikasi bahan penahan air untuk sambungan pada bendungan beton

Spesifikasi ini mencakup penjelasan umum, jenis-jenis sambungan, persiapan dan pemasangan penahan air

dari PVC dan karet logam, serta pertimbangan umum,

campuran bitumen dan jenis penahan air permukaan, serta pengujian praktis penahan air untuk sambungan

Spesifikasi ini membahas ketentuan-ketentuan sifat-

sifat bahan dan uji laboratorium, konsep desain &

pertimbangan, metode konstruksi&prosedur pengawasan konstruksi serta evaluasi kinerja

Spesifikasi ini meliputi bahan pengencer graut yang digunakan untuk beton dengan agregat praletak.

Standar ini mencakup pipa PVC diameter 110 mm sampai 315 mm untuk air bersih, yang dibuat sesuai dengan ketentuan pada SNI yang berlaku.

Standar ini menetapkan spesifikasi sistem pengolahan udara di dapur dan ruang parkir sebagai pengendali asap kebakaran dalan bangunan yang mencakup persyaratan untuk jenis-jenis sistem pengolahan udara.

Metode ini digunakan untuk penentuan kuat tekan benda uji silinder beton menggunakan teknik pemasangan cetakan uji pada pelat beton pada waktu

pengecoran dan dibatasi untuk tebal beton dari 125

mm sampai 300 m.

Metode ini digunakan untuk menentukan besarnya ekspansi dan akumulasi air bliding pada permukaan campuran graut semen hidrolik yang dipakai untuk untuk memproduksi beton dengan agregat praletak.

Metode ini digunakan untuk menentukan kuat tekan graut semen hidrolik untuk beton dengan agregat praletak.

Metode ini digunakan untuk penentuan waktu pengikatan campuran graut semen hidraulik yang

dipakai untuk beton dengan agregat praletak memakai

alat vicat.

Metode ini digunakan untuk penentuan waktu alir beton berserat menggunakan kerucut slump yang dibalik dapat dilakukan di Lapangan dan di Laboratorium dan dipakai untuk campuran beton segar yang mempunyai agregat kasar yang lolos saringan 1½

269

269 SNI 03-6432-2000 SNI 03-6433-2000 SNI 03-6434-2000 SNI 03-6435-2000 SNI 03-6436-2000 SNI 03-6438-2000 SNI 03-6439-2000
SNI 03-6440-2000 SNI 03-6442-2000 SNI 03-6444-2000 Metode Pengujian Perubahan Panjang Beton Akibat Reaksi

Metode Pengujian Perubahan Panjang Beton Akibat Reaksi Alkali Batuan Karbonat

Metode Pengujian Kerapatan, Penyerapan dan Rongga dalam Beton yang telah Mengeras

Metode Pengujian Fisik Panel Gipsum dan Papan Gipsum

Metode Pengujian Kedataran dan Kerataan Lantai Menggunakan Sistem Bilangan F

Metode Pengujian Sumur Injeksi dan Pemompaan untuk Penentuan Sifat Hidraulik untuk Sistem Akuifer (Prosedur Lapangan)

Metode Pengujian Bakteri Besi dalam Air dan Dalam Endapan yang Dibentuk oleh Air.

Metode Pengujian Ion Khlorida dalam Air

Metode Pengujian Kekuatan Aspal dengan Viskometer Pipa Kapiler Hampa

Metode Pengujian Sifat Reologi Aspal dengan Alat Reometer Geser Dinamis (RGD)

Metode Pengujian untuk Potensial

inchi, tidak dapat dipakai untuk beton yang mengalir bebas

Metode ini digunakan untuk penentuan cara pengukuran perubahan panjang prisma beton, kerantanan dari kombinasi semen agregat terhadap reaksi alkali karbonat yang mengembang dengan melibatkan ion-ion hidroksida.

Metode ini mencakup penentuan kerapatan, persentase penyerapan dan persentase rongga dalam beton yang telah mengeras.

Metode ini digunakan untuk pengujian fisik dari panel dan papan gypsum

Standar ini menetapkan Metode Pengujian kedataran dan kerataan lantai menggunakan sistem bilangan F yang meliputi pengukuran profil permukaan lantai untuk memperoleh perkiraan karakteristik kedataran dan perataan permukaan lantai dengan menggunakan sistem bilang F dalam satuan metrik (SI).

Metode ini digunakan untuk memilih lokasi sumur, pengendalian laju debit keluar atau laju debit injeksi dan pengukuran muka air untuk menganalisis sifat hidraulik suatu akuifer atau beberapa akuifer dan lapisan-lapisan pengungkungnya.

Metode ini digunakan untuk penentuan bakteri besi dengan pemeriksaan menggunakan mikroskup juga dapat untuk mengidentifikasikan jenis bakteri yang terdapat dalam air dan endapan yang dibentuk oleh air

Metode pengujian ini mencakup penentuan ion klorida dalam air, air limbah dan air laut menggunakan filtrasi dengan merkuri, perak nitrat, dan metode elektroda selektif ion.

Metode ini digunakan untuk pengujian kekentalan aspal menggunakan viskometer pipa kapiler hampa pada suhu 60 C dan dapat digunakan untuk bahan- bahan lain yang memiliki kekentalan dalam rentang 0,036 poises hingga lebih dari 200.000 poises

Metode ini digunakan untuk penentuan modulus geser dinamis dan sudut phase aspal dengan alat penguji geser dinamis menggunakan pelat uji pararel untuk aspal yang mempunyai nilai modulus geser dinamis dari 100 Pa sampai 10 Mpa pada suhu 5 sampai 85 C.

Metode ini digunakan untuk pengujian estimasi

SNI 03-6448-2000 277 SNI 03-6450-2000 SNI 03-6451-2000 SNI 03-6453-2000 SNI 03-6454-2000 281 SNI 03-6455.1- 2000

277

281

284

285
285

Setengah Sel Baja Tulangan yang Tidak Dilapisi Bahan Dielektrik dalam Beton.

Metode Pengujian Kuat Tarik Panel Kayu Struktural

Metode Pengujian Bahan Termoplastik untuk Marka Jalan

Metode Pengujian Kuat Lentur Adukan Semen Hidraulik.

Metode Pengujian Kelulusan Air untuk Lapisan Tanah Pondasi dengan Cara Pemompaan di Lapangan

Metode Pengujian Ketegaklurusan Sumur.

Metode Pengukuran Debit pada Saluran Terbuka dengan Bangunan ukur Parshall Flum dan Saniiri Flum (sedang direvisi)

Metode Pengukuran Debit pada Saluran Terbuka Bangunan ukur Ambang V-rata

Metode Pengujian Aliran pada Saluran Terbuka dengan Bangunan Ukur Empat Persegi

Metode Pengukuran Debit pada Saluran Terbuka dengan Ambang Tajam Segi Tiga

Metode Pengukuran Debit Saluran

potensial elektrikal setengah sel baja tulangan yang tidak dilapisi pada beton di Lapangan dan di Laboratorium, dengan tujuan untuk menentukan aktifitas korosi pada tulangan.

Metode ini digunakan untuk penentuan sifat tarik panel struktural dan dipakai untuk kayu lapis, papan wapel, papan bahan serat teratur dan komposit venir, dan kayu lapis yang berbahan dasar kayu lainnya.

Metode ini digunakan untuk pengujian bahan termoplastik untuk marka jalan antara lain kadar manik-manik kaca dan analisa saringan, daya pantul dan indeks kekuningan, kadar titanium dioksida (TiO2 ), kemampuan alir (% sisa) dengan pemanasan yang lebih lama

Metode ini digunakan untuk penentuan kuat lentur adukan semen hidrolik

Metode ini digunakan untuk pengujian kelulusan air untuk lapisan tanah pondasi menggunakan peralatan pompa di lapangan.

Metode ini digunakan untuk pemeriksaan ketegaklurusan sumur.

Metode ini meliputi pemilihan tipe flum, pemasangan, pemeliharaan, persyaratan umum dan ketentuan dari Parshall flum dan Saniiri Flum serta penyimpangan pada pengukuran debit untuk menentukan cara pengukuran debit pada saluran terbuka (khususnya saluran irigasi) pada kondisi aliran berubah lambat laun atau aliran langgeng/tuna, menggunakan Parshall Flum dan Saniiri Flum

Metode ini digunakan untuk pengukuran debit di sungai atau saluran buatan pada kondisi aliran katup atau berubah perlahan menggunakan Ambang V-rata

Metode ini digunakan untuk pengukuran aliran sempurna pada saluran terbuka dengan bangunan ukur ambang lebar empat persegi

Metode ini digunakan untuk mengukur debit dan air limbah. Metode ini meliputi : bentuk dan ukuran, konstruksi, ambang tajam segi tiga, debit, batas pemakaian rongga udara, saluran masuk/pengarah, ambang pada aliran tidak sempurna, tabung pengukur muka air dan penghubung, kalibrasi dan prosedur

Metode ini digunakan untuk mengukur debit air dan

2000 286 SNI 03-6456.1- 2000 287 SNI 03-6456.2- 2000 288 SNI 03-6458-2000 289 SNI 03-6460.1-
2000 286 SNI 03-6456.1- 2000 287 SNI 03-6456.2- 2000 288 SNI 03-6458-2000 289 SNI 03-6460.1- 2000
2000 286 SNI 03-6456.1- 2000 287 SNI 03-6456.2- 2000 288 SNI 03-6458-2000 289 SNI 03-6460.1- 2000
2000 286 SNI 03-6456.1- 2000 287 SNI 03-6456.2- 2000 288 SNI 03-6458-2000 289 SNI 03-6460.1- 2000

Terbuka dengan Ambang Tajam Persegi Panjang judul direvisi menjadi:Tata cara pengukuran debit pada saluran terbuka menggunakan bangunan ukur tipe pelimpah atas

Metode Pengontrolan Sungai selama Pelaksanaan Konstruksi Bendungan Bagian 1 : Pengendalian Sungai selama Pelaksanaan Konstruksi Bendungan

Metode Pengontrolan Sungai Selama Pelaksanaan Kons-truksi Bendungan Bagian 2 : Penutupan Alir Sungai dan Bendungan Pengelak

Metode Pengujian Kuat Lentur Tanah Semen Menggunakan Balok Sederhana dengan Pembebanan Titik ke tiga

Tata Cara Keamanan Penerowongan untuk Konstruksi Sipil Bagian 1 :

Perencanaan dan Organisasi

Tata Cara Keamanan Penerowongan Bagian 2 : Bahaya Darurat dan Lingkungan Kerja

Tata Cara Keamanan Penerowongan Bagian : 3 Komunikasi, Kebisingan dan Transportasi

Tata Cara Pemasangan dan Pemantauan Pisometer Kawat Bervibrasi

Tata Cara Pemasangan Damper Kebakaran

air limbah. Metode ini meliputi : penggunaan, gangguan dan peralatan, bentuk dan ukuran, kontraksi ambang, lokasi pengukuran tinggi muka air, debit dan batasan penerapan, rongga udara, saluran masuk/pengarah, aliran tidak sempurna, tabung pengukur dan penghubung, kalibrasi

Metode ini membahas tentang metode pengendalian sungai selama pelaksanaan konstruksi bendungan untuk memberikan ruangan kerja yang bebas dari air dan aman terhadap banjir

Metode ini membahas tentang metode pengontrolan sungai selama pelaksanaan bendungan untuk memberikan ruangan kerja yang bebas dari air dan aman terhadap banjir. Metode ini mencakup penutupan alur sungai dan tipe-tipe bendungan pengelak yang berkaitan dengan pelaksanaan konstruksi dan pengoperasiannya

Metode ini digunakan untuk penentuan kuat lentur tanah-semen menggunakan balok sederhana dengan pembebanan titik ketiga

Tata cara ini mencakup rekomendasi tentang petunjuk praktis mengenai penerowongan yang memenuhi syarat-syarat keamanan penerowongan, tidak termasuk rekomendasi tentang penerowongan dengan pemotongan dan penutupan ataupun penerowongan dengan pipa yang dibenamkan maupun yang diterapkan dalam konstruksi dengan tujuan penambangan

Tata cara ini digunakan sebagai pedoman dalam melakukan kegiatan pekerjaan terowongan, terutama yang menggunakan peralatan mekanis dengan memperhatikan keselamatan dan keamanan kerja

Tata cara ini menguraikan dan memberikan rekomendasi supaya penerowongan dapat dilaksanakan dengan aman

Tata cara ini mencakup pemasangan dan pemantauan pisometer kawat bervibrasi yang meliputi pemasangan alat pisometer tipe kawat bervibrasi.

Tata cara ini digunakan untuk menentukan persyaratan pemasangan alat damper kebakaran dan juga damper asap yang memenuhi spesifikasi damper kebakaran

294

Tata Cara Penanggulangan Keadaan Darurat untuk Bangunan

Tata cara ini digunakan untuk menentukan persyaratan pemasangan alat damper kebakaran dan juga damper asap yang memenuhi spesifikasi damper kebakaran

295

Tata Cara Pengukuran Aliran Benda

       
   

Cair pada Saluran Terbuka dengan Bangunan Ukur Ambang Lebar Horizontal dan Ujung Hulu Bulat. (sedang direvisi)

Tata cara ini mencakup pengukuran aliran langgeng di sungai dan saluran terbuka menggunakan ambang lebar horizontal ujung hulu bulat

296

Tata Cara Pengukuran Aliran Air

Tata cara ini meliputi perhitungan debit (laju volume

   

pada Saluran Terbuka secara Tidak Langsung dengan Metode Kemiringan Luas (sedang di revisi)

aliran) air pada saluran terbuka atau sungai menggunakan karakteristik penampang yang representatif, kemiringan muka iar dan koefisien kekasaran saluran sebagai masukan pada perhitungan aliran berubah lambat laun

297

Tata Cara Perencanaan Campuran tinggi dengan Semen Portland dengan Abu Terbang

Tata cara ini digunakan untuk perencanaan campuran beton kekuatan tinggi dengan semen portland dan abu terbang dan dapat digunakan untuk menentukan proporsi campuran beton kekuatan tinggi untuk mengoptimasi proporsi campuran tersebut berdasarkan campuran coba.

298

Tata Cara Pembangunan Sumur Produksi

Tata cara ini membahas tentang ketentuan dan prosedur pengerjaan, pelaporan hasil pemboran dan pembangunan sumur produksi

299

Metode Uji Pondasi Tiang Dengan Beban Statis Tekan Aksial

Metode uji ini mencakup prosedur pengujian satu buah pondasi tiang tegak atau miring dan pondasi kelompok tiang tegak untuk menentukan perilakunya akibat pembebanan tekan statis yang bekerja pada sumbu tiang atau kelompok tiang. Metode uji ini dapat diterapkan pada seluruh jenis pondasi dalam yang mempunyai fungsi serupa dengan pondasi tiang tanpa meninjau metode pemasangannya

300

Metode Penentuan Sifat Regangan Tekan Permanen Campuran Beraspal dengan Pengujian Rangkak Dinamis

Metode ini digunakan untuk penentuan akumulasi respon deformasi aksial campuran beraspal pada kondisi pengujian standar dapat dipakai untuk benda uji yang dipadatkan di Laboratorium atau benda uji contoh inti yang didapat dari lapisan beraspal

Daftar SNI Bidang Konstruksi Dan Bangunan

       
 

<!--- Bidang :

----> Bagian :

Jenis :

ICS :

               

Kategori Standar : SNI

 

STANDAR

Data ada 708 record

 
: SNI   STANDAR Data ada 708 record   No No SNI Judul Ruang Lingkup 301
: SNI   STANDAR Data ada 708 record   No No SNI Judul Ruang Lingkup 301
: SNI   STANDAR Data ada 708 record   No No SNI Judul Ruang Lingkup 301
: SNI   STANDAR Data ada 708 record   No No SNI Judul Ruang Lingkup 301

No

No SNI

Judul

Ruang Lingkup

301

Metode Penentuan 10 % Kehalusan untuk Agregat

 

Metode ini digunakan untuk menentukan nilai sepuluh persen kehalusan bahan agregat yang memberikan suatu ukuran relatif dari ketahanan suatu bahan agregat terhadap keremukan yang disebabkan oleh beban tekan yang meningkat secara berangsur-angsur, agregat diuji dalam keadaan kering dan dalam keadaan sudah direndam

302

Sistem Plambing

Standar sistem plambing ini berlaku bagi sistem plambing yang baru dan bagian dari padanya yang dipasang setelah standar ini dinyatakan efektif berlaku.

303

Instalasi Pompa yang Dipasang Tetap untuk Proteksi Kebakaran

Standar ini berhubungan dengan pemilihan dan instalasi pompa yang memasok air untuk proteksi kebakaran pada bangunan gedung. Hal-hal yang dipertimbangkan termasuk : Pasokan air, pelepasan, dan peralatan pelengkap, Pasokan daya, penggerak elektrik dan kontrol, turbin uap penggerak dan kontrol, uji serah terima dan pengoperasian standar ini tidak mencakup kapasitas sistem pasokan air dan persyaratan tekanan (lihat A.2.1.1) maupun persyaratan yang mencakup pemeriksaan berkala, pengujian dan pemeliharaan sistem pompa kebakaran. Standar ini juga tidak mencakup persyaratan untuk instalasi pengkabulan unit pompa kebakaran.

304

Sistem Pengendalian Asap Kebakaran pada Bangunan Gedung

 

"

Standar ini ditujukan untuk keselamatan jiwa dan

perlindungan harta benda terhadap bahaya kebakaran.

 

"

Standar ini digunakan untuk perancangan, instalasi,

pengujian, pengoperasian dan pemeliharaan dari sistem pengolah udara mekanik baru atau perbaikan yang juga digunakan sebagai sistem pengendalian asap. " Standar ini menetapkan kriterial minimal untuk perancangan sistem pengendalian asap, sehingga memungkinkan penghuni menyelamatkan diri dengan aman dari dalam bangunan, atau bila dikehendaki ke dalam daerah aman di dalam bangunan; " Tujuan dari standar ini adalah sebagai pedoman dalam menerapkan sistem yang menggunakan perbedaan

305 SNI 03-6572-2001 306 SNI 03-6573-2001 307 SNI 03-6574-2001 308 SNI 03-6575-2001 Tata Cara Perancangan
305 SNI 03-6572-2001 306 SNI 03-6573-2001 307 SNI 03-6574-2001 308 SNI 03-6575-2001 Tata Cara Perancangan
305 SNI 03-6572-2001 306 SNI 03-6573-2001 307 SNI 03-6574-2001 308 SNI 03-6575-2001 Tata Cara Perancangan
305 SNI 03-6572-2001 306 SNI 03-6573-2001 307 SNI 03-6574-2001 308 SNI 03-6575-2001 Tata Cara Perancangan Sistem
305 SNI 03-6572-2001 306 SNI 03-6573-2001 307 SNI 03-6574-2001 308 SNI 03-6575-2001 Tata Cara Perancangan Sistem
SNI 03-6572-2001 306 SNI 03-6573-2001 307 SNI 03-6574-2001 308 SNI 03-6575-2001 Tata Cara Perancangan Sistem Ventilasi
SNI 03-6573-2001 307 SNI 03-6574-2001 308 SNI 03-6575-2001 Tata Cara Perancangan Sistem Ventilasi dan Pengkondisian

Tata Cara Perancangan Sistem Ventilasi dan Pengkondisian Udara pada Bangunan Gedung

Tata Cara Perancangan Sistem Transportasi Vertikal dalam Gedung (lif)

Tata Cara Perancangan Pencahayaan Darurat, Tanda Arah dan Sistem Peringatan Bahaya pada Bangunan Gedung

Tata Cara Perancangan Sistem Pencahayaan Buatan Pada Bangunan Gedung

tekanan dan aliran udara untuk menyempurnakan satu atau lebih.

" Standar "Tata cara perancangan sistem ventilasi dan

pengkondisian udara pada bangunan gedung" ini dimaksudkan sebagai pedoman minimal bagi semua pihak yang terlibat dalam perancangan, pembangunan dan pengelolaan gedung, dan bertujuan untuk memperoleh kenyamanan dan keamanan bagi tamu dan penghuni yang berada maupun yang menempati gedung tersebut. " Standar ini diberlakukan terhadap kinerja peralatan (equipment) dan komponen sesuai kriteria penggunaan energi yang efektif untuk instalasi baru dan penggantian peralatan dan komponen sistem ventilasi dan pengkondisian udara, tidak termasuk dalam standar ini peralatan refrigerasi yang tidak dipakai untuk ventilasi atau pengkondisian udara dalam gedung.

" Standar Tata cara perancangan sistem transportasi

dalam gedung (Lif) ini dimaksudkan sebagai acuan bagi perencana, pelaksana dan pengelola bangunan gedung dalam penggunaan Lif kelengkapan- kelengkapannya. " Standar ini mencakup persyaratan minimal sistem transportasi dalam gedung (Lif) untuk dapat terwujudnya pemakaian Lif yang nyaman, aman dan handalan.

" Standar pencahayaan darurat, tanda arah dan sistem

peringatan bahaya pada bangunan gedung ini dimaksudkan sebagai standar minimal bagi semua pihak yang terlibat dalam perencanaan, pembangunan dan pemeliharaan gedung. " Dengan mengikuti standar ini diharapkan diperoleh bangunan gedung yang memenuhi syarat keamanan sesuai ketentuan yang berlaku untuk bangunan.

" Petunjuk teknis sistem pencahayaan buatan

dimaksudkan untuk digunakan sebagai pegangan bagi para perancang dan pelaksana pembangunan gedung di dalam merancang sistem pencahayaan buatan dan sebagai pegangan bagi para pemilik / pengelola gedung di dalam mengoperasikan dan memelihara sistem pencahayaan buatan. " Agar diperoleh sistem pencahayaan buatan yang sesuai dengan syarat kesehatan, kenyamanan, dan memenuhi ketentuan yang berlaku untuk bangunan gedung. " Standar ini mencakup persyaratan minimal sistem pencahayaan

309 SNI 03-6652-2002 310 SNI 03-6719-2002 311 SNI 03-6720.1- 2002 2002 312 SNI 03-6720.2- 313
309 SNI 03-6652-2002 310 SNI 03-6719-2002 311 SNI 03-6720.1- 2002 2002 312 SNI 03-6720.2- 313
309 SNI 03-6652-2002 310 SNI 03-6719-2002 311 SNI 03-6720.1- 2002 2002 312 SNI 03-6720.2- 313
309 SNI 03-6652-2002 310 SNI 03-6719-2002 311 SNI 03-6720.1- 2002 2002 312 SNI 03-6720.2- 313 SNI

313

313 SNI 03-6720.3- 2002 SNI 03-6721-2002 SNI 03-6722-2002 Tata Cara Perencanaan Proteksi Bangunan dan Peralatan

Tata Cara Perencanaan Proteksi Bangunan dan Peralatan terhadap Sambaran Petir

Spesifikasi pipa baja bergelombang dengan lapis pelindung logam untuk pembuangan air dan drainase bawah tanah

Geotekstil-Bagian 1 : Tata Cara Desain Geotekstil sebagai Filter dan Transisi dalam Bendungan Urugan

Geotekstil-Bagian