Anda di halaman 1dari 10

LAPORAN MINI RISET BIMBINGAN DAN KONSELING

KELOMPOK

Kelompok 3
Anggota:
Yopiana Dwi Prasisti 1171151030 (25)
Zainul Amri 1171151031 (26)
Ahmadi 1172151001 (27)
Anisya Maydina 1172151002 (28)
Anzar Kesuma 1172151003 (29)
Desi Wulan Sari 1172151004 (30)
Pingky Ayu Carnesa 1172151005 (31)
Remitriati Gea 1172151006 (32)
Alvin nita 1173151001 (33)
Hotnita Gultom 1173351021 (34)

PSIKOLOGI PENDIDIKAN & KONSELING


FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur kita panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas berkat dan
rahmatNya kelompok dapat menyelesaikan Laporan Mini Riset Bimbingan Konseling Kelompok
ini dengan baik dan tepat waktu. Besar harapan penulis agar karya ini dapat menambah
wawasan pembaca sekalian agar dapat memberi masukan kritik dan saran.

Segala bentuk kesalahan pemaparan materi, juga kedalahan dalam penulisan mohon maaf
yang sebesar-besarnya. Akhir kata penulis ucapkan terima kasih.

Medan,9 April 2018

Kelompok III
DAFTAR ISI

Kata Pengatar

Daftra isi

Bab I. PENDAHULUAN

1.1 Latar belakang


1.2 Tujuan dan Manfaat

Bab II. KERANGKA PEMIKIRAN


2.1 Uraian Permasalahan
2.2 Subjek penelitian
2.3 Assesment Data

Bab III. METODE PELAKSANAAN


3.1 Metode Penelitian
3.2 Langkah Penelitian
3.3 Teknik Pengumpulan Data

Bab IV. PEMBAHASAN


4.1 Hasil Penelitian
4.2 Analisa Pembahasan

Bab V. PENUTUP
5.1 Kesimpulan
5.2 Saran

Daftar Pustaka
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar belakang

Bimbingan konseling kini merupakan kebutuhan ditengah-tengah masyarakat khususnya


para siswa yang sedang mengenyam pendidikan disekolah, namun sebelum menerima
bimbingan dari para konselor atau para konselor memberikan bimbingan alangkah baiknya
kedua pihak tersebut memahami terlebih dahulu dasar-dasar yang ada dalam layanan
bimbingan konseling sehingga ketika proses membimbing dan dibimbingnya saudara
tersebut memiliki kenyakinan penuh akan hal yang tengah dilakukannya niscaya juga akan
mengahasilkan yang baik.
Keberadaan Bimbingan dan Konseling dalam sistem pendidikan memerlukan berbagai
upaya untuk tercapainya perkembangan yang optimal dari setiap peserta didik, sehingga
tujuan pendidikan nasional dapat tercapai, serta tercapainya pembangunan manusia Indonesia
yang bermutu.
Mini Riset Bimbingan Konseling Kelompok berdasarkan kontrak perkuliahan semester
ini di hadirkan dalam upaya meningkatkan ilmu pengetahuan lebih mendalam lagi
mahasiswa dalam materi materi dan penerapannya setiap bab pada buku serta pula sebagai
wujud untuk lebih dalam melaksanakan tugasnya.

1.2 Tujuan dan Manfaat

Adapun tujuan dan manfaat dari Laporan Mini RIini yaitu:


1. Menyelesaikan tugas mata kuliah konsep dasar bimbingan konseling
2. Menjadi pengukuran yang kecil untuk taraf sejauh mana penerapan setiap
layanan bimbingan sekolah di Indonesia ini.
3. Menjadi batu loncatan bagi kami calon konselor kelak dalam penerapan
bimbingan konseling yang maksimal
BAB II

KERANGKA PEMIKIRAN

2.1 Uraian Permasalahan

Gambaran konselor atau guru BK yang killer membuat siswa sering menghindari guru Bk
ketika berpapasan atau bertemu. Dan saat ini, kita dapat mengetahui masih banyak sekolah yang
jika kita amati, waktu bertatap muka antara konselor dengan siswa itu sangat minim sekali. Ada
sekolah yang memberikan waktu kepada guru Bk untuk memasuki kelas dan ada juga sekolah
yang guru Bk nya tidak pernah masuk kedalam kelas sama sekali. Sehingga konselor kurang
menjadi mitra atau teman bagi siswa. Atau mungkin dapat kita jumpai konselor atau guru BK
yang pada dasarnya memang bersifat dingin dan cuek terhadap siswa, sehingga siswa enggan
untuk menjalin hubungan yang lebih dekat dengannya.

Menjadi konselor harus bisa menjadi mitra bagi peserta didik bukannya malah
menimbulkan jarak. Cara yang dapat dilakukan konselor atau guru Bk untuk menjalin hubungan
yang dekat dengan siswa adalah:

a. Konselor harus bersikap ramah


b. Konselor harus membuang image killer
c. Penerimaan tanpa syarat terhadap semua peserta didik
d. Menumbuhkan sikap empati

Jika konselor atau guru Bk melakukan hal seperti diatas maka peserta dididk akan dekat
dengan konselor atau guru Bk, sehingga pelaksanaan tugas sebagai guru Bk pun dapat dengan
mudah dilaksanakan. Dengan hubungan yang dekat siswa pun akan bersikap terbuka terhadap
konselor tentang masalah yang sedang di alaminya dan konselor dapat memberikan penanganan
terhadap masalah tersebut. Jika hubungan antara konselor dengan siswa dekat maka siswa akan
menemui konselor dengan sendirinya.
2.2Subjek penelitian
Subjek dalam penelitian ini adalah guru BK di sekolah yang ada di Indonesia di jaman
sekarang baik Sekolah Menengah Pertama dan Sekolah Menengah Atas demi mendapatkan info
yang akurat.

2.3Assesment Data
Data dikumpulkan melalui wawancara dengan beberapa siswa SMP dan SMA dari
berbagai sekolah di daerah kota Medam dan sekitarnya. Data yang dikumpulkan mengenai guru
BK disekolah-sekolah tersebut.

BAB lll

METODE PELAKSANAAN

3.1.Metode pelaksanaan
1. Metode
Metode pengumpulan data adalah suatu langkah yang standar dan sistematis untuk
memperoleh data atau informasi yang diperlukan dalam suatu penelitian. Data merupakan
hasil pencatatan peneliti baik yang berupa fakta maupun angka .Agar diperoleh data yang
lengkap ma ka harus digunakan teknik pengumpulan data yang tepat sehingga dapat
ditarik suatu kesimpulan yang tepat dan dapat digunakan untuk menjawab permasalahan
yang dirumuskan.
pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara dan observasi langsung.
pengumpulan data yang sangat flesibel dan relatif mudah digunakan. Arikunto,
menjelaskan bahwa angket adalah sejumlah pertanyaan tertulis yang digunakan untuk
memperoleh informasi dari responden dalam arti laporan tentang pribadinya, atau hal-hal
yang diketahui. Instrumen untuk menggunakan angket adalah angket atau kuisioner.
Bentuk angket yang digunakan pada penelitian ini yaitu jenis angket tertutup, “ yang
dimaksud angket tertutup adalah angket yang sudah disediakan jawabannya sehingga
responden tinggal memilih”.

3.2 Langkah penelitian


1. Langkah pertama penelitian adalah dengan melakukan observasi ke dengan melihat
secara langsung bagaimana proses yang mendukung pengembangan kreativitas .
2. Langkah kedua adalah dengan mewawancarai siswa,untuk meneliti bagaimana
aktivitas guru bk dan apa saja kegiatan yang dilakukan dalam bimbingan dan
kelompok

3.3 Teknik pengumpulan data


a. Observasi; yaitu mengamati secara langsung perkembangan fisik, intelektual,
sosial dan aktivitas yang dapat meningkatkan kreativitas
b. Wawancara; yaitu bertanya secara langsung kepada guru bk dan wali kelas apa
saja yang menjadi pendukung pengembangan reativitas
c. Dokumentasi; yakni mengambil data berupa gambar dari setiap aktivitas anak
yang berkaitan dengan perkembangan yang dimaksud.

BAB IV
PEMBAHASAN

A. Hasil Penelitian
Tabel Hasil Wawancara
NO PERNYATAAN YA PERSENTASE TIDAK PERSENTASE
Peserta didik mengetahui nama
1 20 100 % - -
guru BK
Peserta didik mengetahui lokasi
2 20 100 % - -
ruangan guru BK
Peserta didik pernah berkunjung
3 20 100 % - -
ke ruang BK
Peserta didik membicarakan
4 masalah kelompok dengan guru 20 100 % - -
BK
Waktu ideal yang dilakukan
5 20 100 % - -
peserta didik dengan guru BK
Peserta didik pernah dibimbing
6 15 75 % 5 25 %
guru BK
Peserta didik pernah dimarahi
7 8 40 % 12 60 %
guru BK
Peserta didik pernah dihukum
8 8 40 % 12 60 %
guru BK
Peserta didik pernah dibimbing
9 6 30 % 14 70 %
dalam bentuk kelompok
Peserta didik pernah membahas
10 masalah umum dalam kelompok 7 35 % 13 65 %
(masalah berasal dari guru BK)
Peserta didik pernah membahas
masalah umum dalam kelompok
11 9 45 % 11 55 %
(masalah berasal dari peserta
didik)

B. Analisa Pembahasan Hasil


Analisa hasil berdasarkan tabel di atas:
Dari hasil tabel diatas didapatkan analisa data sebagai berikut :
1. 100% Peserta didik yang kami teliti mengetahui siapa nama guru BK
mereka masing-masing.
2. 100% Peserta didik yang kami teliti lokasi kantor atau ruangan guru
BK masing-masing.
3. 100% Peserta didik yang kami teliti pernah berkunjung ke ruang BK.
4. 100% Peserta didik yang kami teliti pernah membicarakan masalah
kelompok dengan guru BK.
5. 100% Peserta didik yang kami teliti menggunakan waktu yang ideal
saat berbicara dengan guru BK.
6. 75% Peserta didik yang kami teliti pernah dibimbing guru BK dan
25% Peserta didik yang kami teliti tidak pernah dibimbing oleh guru
BK.
7. 40% Peserta didik yang kami teliti pernah dimarahi guru BK dan 60%
Peserta didik yang kami teliti tidak pernah dimarahi oleh guru BK.
8. 40% Peserta didik yang kami teliti pernah dihukum oleh guru BK dan
60% Peserta didik yang kami teliti tidak pernah dihukum oleh guru
BK.
9. 30% Peserta didik yang kami teliti pernah dihukum oleh guru BK dan
70% Peserta didik yang kami teliti tidak penah dihukum guru BK.
10. 35% Peserta didik yang kami teliti pernah membahas masalah umum
dalam kelompok (masalah umunya dari guru BK) dan 65% Peserta
didik yang kami teliti membahas masalah umum (masalah umu dari
guru BK).
11. 45% Peserta didik yang kami teliti pernah membahas masalah umum
dalam kelompok (masalah umum dari peserta didik) dan 55% Peserta
didik yang kami teliti tidak pernah membahas masalah umum dalam
kelompok (masalah umum dari peserta didik).

BAB V.
PENUTUP
5.1 Kesimpulan
Miniriset yang telah dilakukan dan dituangkan dalam laporan menyimpulkan
bahwa banyak anak yang mengetahui seluk beluk BK disekolahnya namun
penerapan bimbingan masih kurang diterapkan, dilihat dari sebagian dari peserta
didik tidak pernah bimbingan dengan guru BK. Peserta didik jaman sekarang di
daerah kota Medan ini, masih dibatas kewajaran dalam hal perilaku dan mentaati
peraturan sekolah dilihat dari sebagian dari peserta didik tidak pernah dimarahi dan
dihukum guru BK. Kemudian penerapan Bimbingan Konseling Kelompok
disekolah-sekolah tersebut tidak berlangsung maksimal dilihat dari lebih setengah
peserta didik yang di wawancara tidak pernah melakukan Bimbingan Konseling
Kelompok.

5.2 Saran
Kesimpulan dari laporan miniriset ini menimbulkan saran yang mengarah
kepada guru-guru BK dijaman sekarang agar lebih maksimal lagi menerapkan
setiap layanan dan program BK disekolah terutama dalam melakukan Bimbingan
Konseling Kelompok yang sudah penting dilakukan di era jaman digital sekarang.
Daftar Pustaka
Pedoman wawancara berupa instrument wawancara yang telah ditentukan dan dibagian
oleh dosen pengampu lalu diisi dan merangkum hasilnya.
Lembar kerja teori layanan bimbingan kelompok Dikompilasi Dra. Rahmulyani M.Pd Kons