Anda di halaman 1dari 1

Pertama

Kenapa sampai tidur pagi bisa jadi penghambat datangnya rezeki?

Karena waktu pagi adalah waktu penuh berkah.

Dari sahabat Shakhr Al-Ghamidiy radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

ِ ‫ار ْك أل ُ َّمتِى فِى بُ ُك‬


‫ورهَا‬ ِ ‫اللَّ ُه َّم َب‬
“Ya Allah, berkahilah umatku di waktu paginya.”

Apabila Nabi shallallahu mengirim peleton pasukan, beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam mengirimnya
pada pagi hari. Sahabat Shokhr sendiri (yang meriwayatkan hadits ini, pen) adalah seorang
pedagang. Dia biasa membawa barang dagangannya ketika pagi hari. Karena hal itu dia menjadi kaya
dan banyak harta. Abu Daud mengatakan bahwa dia adalah Shokhr bin Wada’ah. (HR. Abu Daud, no.
2606. Hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani)

Sedangkan di antara kita memanfaatkan waktu Shubuh dan pagi untuk:

 Malas dan enggan bangun shubuh

 Kalau tidak bangun Shubuh, bangun paginya jam 6 saat matahari telah terbit

 Setelah Shubuh tidak rutinkan dzikir pagi atau baca Al-Qur’an, malah kembali lagi ke tempat
tidur. Kalau menunggu pun bada Shalat Shubuh di masjid sampai matahari meninggi (kira-
kira 15 menit setelah matahari terbit) lalu mengerjakan Shalat Isyraq dua raka’at akan
mendapatkan pahala haji dan umrah yang sempurna, sempurna dan sempurna.

Dan ini bahayanya jika meninggalkan shalat Shubuh, maka akan lepas dari jaminan Allah.

Dari Jundab bin ‘Abdillah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa
sallam bersabda,

ِ ‫ش ْىءٍ فَيُد ِْر َكهُ فَيَ ُكبَّهُ فِى ن‬


‫َار َج َه َّن َم‬ َ ِ‫َّللاُ مِ ْن ِذ َّمتِ ِه ب‬ ْ َ‫َّللاِ فَالَ ي‬
َّ ‫طلُبَنَّ ُك ُم‬ ُّ ‫صلَّى ال‬
َّ ‫ص ْب َح فَ ُه َو فِى ِذ َّم ِة‬ َ ‫َم ْن‬
“Barangsiapa yang shalat subuh, maka ia berada dalam jaminan Allah. Oleh karena itu, janganlah
menyakiti orang yang shalat Shubuh tanpa jalan yang benar. Jika tidak, Allah akan menyiksanya
dengan menelungkupkannya di atas wajahnya dalam neraka jahannam.” (HR. Muslim, no. 657)

Bahkan yang sering tidak shalat Shubuh termasuk orang munafik.


‫ َولَ ْو يَ ْعلَ ُمونَ َما فِي ِه َما ألَت َْو ُه َما َولَ ْو َحبْوا‬، ِ‫صالَةِ الفَجْ ِر َوال ِعشَاء‬ َ ‫صالَة ٌ أثْقَ َل‬
َ ‫علَى ال ُمنَافِقِينَ مِ ْن‬ َ ‫لَي‬
َ ‫ْس‬
“Tidak ada shalat yang lebih berat bagi orang munafik selain dari shalat Shubuh dan shalat ‘Isya’.
Seandainya mereka tahu keutamaan yang ada pada kedua shalat tersebut, tentu mereka akan
mendatanginya walau sambil merangkak.” (HR. Bukhari, no. 657)

Sumber : https://rumaysho.com/16374-khutbah-jumat-empat-hal-penghambat-rezeki.html