Anda di halaman 1dari 15

PROPOSAL PERANCANGAN MESIN

RANCANG BANGUN MESIN PENGADUK ADONAN DODOL


BERPENGGERAK MOTOR LISTRIK DENGAN KAPASITAS
10 KG/JAM

Disusun oleh :
Catur Wibowo Bekti (141.03.1076)
Anifan Fauzi (141.03.1082)
Agung Listanto (141.03.1075)
Moh Nanda Rizqianto (141.03.1080)

PROGRAM STUDI STRATA-1 (S1)


JURUSAN TEKNIK MESIN
FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
INSTITUT SAINS & TEKNOLOGI AKRPIND
YOGYAKARTA
2017
A. PENDAHULUAN

1. Latar Belakang
Dalam dunia industri terdapat banyak UKM (Usaha Kecil Menengah) yang
masih menggunakan tenaga manusia dalam melakukan proses produksi, karena
tenaga manusia terbatas serta memiliki kejenuhan dalam melakukan kegiatan yang
berulang-ulang, dapat menyebabkan kelalaian.
Seiring perkembangan teknologi yang semakin pesat didukung oleh kemajuan
teknologi bidang industri baik dalam industri sekala besar, menengah maupun kecil.
Kita dihadapkan pada berbagai masalah yang hadir yaitu tingkat efisien hasil
produksi, maka diperlukan terobosan baru yang inovatif guna meningkatkan
produktifitas dan efektifitas serta efesiensi dalam produksi, Khususnya pada
produksi dodol.
Dodol merupakan salah satu makanan khas Indonesia yang cukup sulit dalam
pembuatannya karena diperlukan waktu yang cukup lama dan energi yang besar
untuk mengaduk adonan hingga mempunyai kekentalan tertentu. Kecepatan
pengaduk adonan dodol diusahakan konstan agar menghasilkan dodol berkualitas
baik dengan tingkat kematangan merata.
Salah satu cara untuk mempermudah proses pembuatannya adalah dengan alat
bantu pengaduk yang memiliki kecepatan pengaduk konstan. Alat pengaduk
tersebut menggunakan motor listrik sebagai penggerak utamanya sehingga
pengusaha dodol tidak perlu kesulitan untuk mengaduk adonan dodol dalam jumlah
sedikit maupun banyak.

2. Rumusan Masalah
Seiring perkembangan teknologi yang semakin pesat didukung oleh
kemajuan teknologi bidang industri baik dalam industri skala besar atauun skla
kecil.
1. Bagaimana membuat rancangan Mesin pengaduk adonan dodol sehingga
menjadi teknologi tepat guna.
2. Meminimalkan biaya produksi sehingga terjangkau, dapat membantu usaha
kecil menengah.

3. Batasan Masalah
Keterbatasan akan penulis akan kemampuan dan pengetahuan sekaligus
keterampilan mempengaruhi penulis dalam menyampaikannya. Adapun dari
penulis membatasi masalah :
1. Proses pengaduk adonan dodol dengan penggerak motor listrik
2. Membuat rancagan desain sederhana.

4. Tujuan
Tujuan perancangan ini dibedakan menjadi dua yaitu tujuan akademis dan
tujuan teknis.
1. Tujuan Akademis Memenuhi tugas perancangan mesin, Program Studi
Strata I pada Jurusan Teknik Mesin, IST AKPRIND, Yogyakarta.
Menerapkan ilmu yang didapat selama pendidikan secara terpadu,
sekaligus mengembangkan kreatifitas dalam mengembangkan gagasan
ilmiah.
2. Tujuan Teknis perancangan mesin pengaduk adonan dodol dengan
penggerak motor listrik adalah untuk mengubah pola kerja lama yang pada
awalnya banyak menggunakan tenaga manusia maupun menjadi pola kerja
yang lebih banyak menggunakan mesin otomatis.
3. Untuk menghasilkan sebuah mesin pengaduk adonan dodol yang efektif
dan efisien.
4. Untuk meningkatkan produksi dan kualitas produk dodol bagi pedagang
kelas menengah agar penghasilannya meningkat.
5. Manfaat
Manfaat yang didapat dari proses perancangan mesin pengaduk adonan
dodol ini adalah :
5.1. Bagi Mahasiswa
1. Sebagai suatu penerapan teori dan kerja praktek yang diperoleh saat
dibangku perkuliahan.
2. Meningkatkan kreativitas, inovasi, dan keahlian mahasiswa.
3. Menambah pengatahuan tentang cara merancang dan menciptakan
karya teknologi yang bermanfaat.
4. Melatih kedisiplinan serta kerja sama antara mahasiswa baik secara
individu maupun kelompok.
5.2. Bagi dunia pendidikan
1. Menambah perbedaan dari inovasi alat-alat produksi yang sudah
ada.
2. Sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat sesuai dengan
tridarma perguruan tinggi, sehingga mampu memberikan konstribusi
yang berguna bagi nasyarakat dan bisa dijadikan sebagai sarana
untuk lebih memajukan dunia pendidikan.
5.3. Bagi dunia industri
1. Merupakan inovasi awal untuk dapat dikembangkan pada sistem
peralatan dan teknologi, sehingga membantu mengembangkan
industri kecil.
2. Dapat meningkatkan hasil ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
3. Bagi masyarakat dengan alat pengaduk adonan dodol sederhana dan
terjangkau ini dapat membantu proses pembuatan dodol khususnya
di daerah pedesaan.
B. LANDASAN TEORI

1. Sistem Pengaduk Otomatis


Sistem pengaduk dodol otomatis diharapkan dapat mengganti tenaga manusia
dengan tenaga mesin yang secara otomatis melakukan dan mengatur pekerjaan.
Pengawasan tenaga manusia hanya untuk mengontrol dan menilai hasil akhir
produk. Dengan mesin otomatisasi diharapkan mendapat tingkat kualitas dan
kuantitas produksi yang lebih baik dimasa yang akan datang.
Menurut Taiwan, dkk. Permasalahan yang dihadapi pada saat ini adalah
proses pengadukan adonan dodol. Kelompok industri kecil rumah tangga masih
menerapkan teknologi sederhana secara manual dalam proses pengadukan adonan
bahan baku dodol. Pengadukan adonan bahan dodol bila dilakukan secara manual
atau tradisional dengan tenaga manusia terasa berat dan melelahkan.

2. Poros Pengaduk
Poros pengaduk merupakan bagian mesin pengaduk adonan dodol. Poros
pengaduk adalah poros lurus, fungsinya Meneruskan putaran dari reducer yang
telah terhubung dengan kedua pully yang dihantarkan oleh V-belt, dengan
sumber putaran adalah motor listrik sehingga dapat memutar pengaduk adonan
dodol.

3. Motor Listrik
Mesin yang dinamakan motor listrik dirancang untuk mengubah energi
listrik menjadi energi mekanis, untuk menggerakan berbagai peralatan, mesin-
mesin dalam industri, pengangkutan dan lain-lain. Pada dasarnya motor listrik
digunakan untuk menggerakan elemen mesin, seperti pulley, poros, dan sudu
lempar.
Menurut Sumanto (1993), sebagai alat penggerak, motor listrik lebih
unggul dibandingkan alat - alat penggerak jenis lain karena motor listrik dapat
dikonstruksi kan sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik penggerak, antara
lain :
1. Bisa dibuat dalam berbagai ukuran tenaga.
2. Mempunyai batas-batas kecepatan speed range yang luas
3. Pelayangan operasi mudah dan pemeliharaanya sederhana.
4. Bisa dikendalikan secara manual dan otomatis.

Gambar B.1 Motor listrik AC 3phase

4. Pulley
Pulley adalah suatu alat mekanis yang digunakan sebagai sabuk untuk
menjalankan suatu kekuatan alur yang berfungsi menghantarkan suatu daya.
Menurut Daryanto (1986), ada beberapa jenis tipe pulley yang digunakan
sebagai sabuk penggerak, yaitu :
1. Pulley datar
Pulley ini kebanyakan dibuat dari besi tuang dan juga baja dalam bentuk
yang bervariasi.
2. Pulley mahkota
Pulley ini lebih efektif dari pulley datar karena sabuknya sedikit menyudut.

5. Sabuk V
Penggerak berbentuk sabuk bekerja atas dasar gesekan tenaga yang disalurkan
dari mesin penggerak dengan cara persinggahan sabuk yang menghubungkan antar
pulley penggerak dengan pulley yang akan digerakan.
Syarat yang harus dipenuhi untuk bahan sabuk adalah kekuatan dan
kelembutan yang berguna untuk bertahan terhadap kelengkungan yang berulang
kali disekeliling pulley.

6. Bantalan
Bantalan adalah elemen mesin yang mempunyai poros berbebanan sehingga
gerakan bolak-balik dapat berlangsung dengan halus, aman dan tahan lama.
Bantalan harus kokoh untuk memungkinkan poros dan elemen mesin lainya bekerja
dengan baik. Jika bantalan tidak berfungsi dengan baik maka prestasi seluruh sistem
akan menurun atau tidak dapat bekerja semestinya. Jadi, bantalan dalam pemesinan
dapat disamakan perannya dengan pondasi pada gedung.

7. Ulir cacing
Roda Gigi Cacing atau Worm Gear. Roda gigi digunakan untuk
mentransmisikan daya besar dan putaran yang tepat serta jarak yang relatif
pendek. Roda gigi dapat berbentuk silinder atau kerucut. Transmisi roda gigi
mempunyai keunggulan dibandingkan dengan sabuk atau rantai karena lebih
ringkas, putaran lebih tinggi dan tepat, dan daya lebih besar. Kelebihan ini tidak
selalu menyebabkan dipilihnya roda gigi di samping cara yang lain, karena
memerlukan ketelitian yang lebih besar dalam pembuatan, pemasangan, maupun
pemeliharaannya.

Gambar B.2 Roda gigi cacing


8. Rangka
Frame atau rangka pada mesin pengaduk adonan dodol berfungsi sebagai
tempat pemasangan komponen - komponen mesin. Motor listrik, poros, puli dan
wajan berada di dalam rangka mesin pengaduk adonan dodol ini. Rangka mesin
pengaduk adonan dodol ini berfungsi juga sebagai pelindungi komponen -
komponen sensitif pada mesin apabila terjadi benturan yang tidak diinginkan.

9. Sistem Kelistrikan
Sistem kelistrikan merupakan instalasi komponen kelistrikan yang berfungsi
sebagai penunjang berjalannya mesin pengaduk adonan dodol agar berjalan dengan
baik dan memudahkan dalam pengoperasiannya. Adapun beberapa komponen
kelistrikan yang digunakan dalam mesin ini sakelar, kabel listrik, timer, stop
kontak.
C. METODE PERANCANGAN

1. Digram alir Perancangan

Mulai

Pengumpulan data

dan studi literatur

Konsep Desain

Perhitungan

Percobaan Alat

Tidak
Sesuai
Spesifikasi

Ya
Penyusunan laporan

Selesai

Gambar : Diagram Alir


2. Bahan dan Alat
2.1. Bahan - bahan yang digunakan untuk membuat alat atau mesin pengaduk
dodol antara lain :
1. Pipa Baja
2. Baja profil L
3. Reducer
4. Motor Listrik
5. Baut dan Mur
6. Elektroda Las
7. Pulley
8. Sabuk V
9. Bantalan
10. Kuali
11. As Pengaduk
12. Pisau Pengaduk
13. Kompor Gas
2.2. Alat – alat yang digunakan dalam perancangan mesin pengaduk dodol
antara lain :
1. Mesin las listrik
2. Kunci – kunci
3. Meteran
4. Gerinda listrik
5. Bor listrik
6. Palu
7. Tang
8. Ragum

3. Ide dan pemikiran


Dalam proposal ini sangatlah penting bagi pedagang-pedagang yang
membutuhkan mesin pengaduk adonan dodol karena lebih efektif dan efisien dalam
proses pengerjaannya. Pengaduk adonan dodol ini untuk mengaduk adonan secara
otomatis. Merancang alat pengaduk ini agar produktifitas meningkat dan pekerjaan
yang di lakukan lebih efektif. Alat ini dapat di gunakan untuk produsen kalangan
menengah ke bawah. Maka itu kami membuat alat pengaduk adonan dodol yang
praktis dan berkualitas sehinggan proses pengadukan adonan dodol jadi lebih
praktis dan mempermudah produksi dodol.

4. Kinerja mesin
Prinsip kerja mesin pengaduk dodol sama dengan kerja pengaduk dodol
secara tradisional yaitu mengaduk bahan baku dodol secara terus menerus tanpa
berhenti atau continue. Bahan baku dodol yang telah siap masak dimasukan ke
wajan atau wadah pengolahan. Nyalakan pemanas LPG yang berada dibawah
pengolahan. Atur suhu yang diinginkan untuk pemanasan selama pemasakan.
Hidupkan mesin pengaduk. Tuas pengaduk akan berputar secara terus menerus
sehingga pisau mengaduk bahan baku dodol hingga kekentalan yang diinginkan.
Setelah bahan baku dodol mengental sesuai yang diinginkan, matikan pemanas
LPG dan mesin pengaduk, bahan baku dodol sudah matang dan siap di proses
ketahap berikutnya.
D. SISTEMATIK PENYUSUNAN LAPORAN

BAB I : PENDAHULUAN
Bab ini menjelaskan tentang latar belakang, perumusan masalah
tujuan perancangan, batasan masalah dan sistematik penyusunan
laporan.

BAB II : LANDASAN TEORI


Bab ini menjelaskan tentang tinjauan kusus dari komponen –
komponen yang ada dalam mesin pengaduk adonan dodol, prinsip
kerja dan mekanisme yang berhubungan dengan perencanaan
mesin pengaduk adonan dodol.

BAB III : ANALISA PERHITUNGAN MESIN


Bab ini mejelaskan bagian utama mesin tersebut serta perhitungan
dari komponen – komponen mesin tersebut.

BAB IV : PEMBAHASAN
Bab ini berisi bagaimana merawat dan meperbaiki mesin pengaduk
adonan dodol.

BAB V : PENUTUP
Bab ini berisi kesimpulan dan saran – saran untuk mesin pengaduk
adonan dodol.
E. DAFTAR PUSTAKA

Cahyono, T.B dan Adi, S. (1983). Manajemen Industri Kecil. Yogyakarta: Li berty
Pres.

Daryanto. (1993). Dasar-dasar Teknik Mesin. Jakarta: PT. Bhineka Cipta Jakarta.

Harahap, G. (Tt). Perancangan Teknik Mesin Jilid 1 Edisi 4. Yogyakarta: Liberty.

Hendarsih dan Rohman, A.A (1984). Elemen Mesin (Elemen Konstruksi dari Sipil
dan Perancangan Mesin). Jakarta: Erlangga.

Sumanto, (1993). Motor Listrik Arus Bolak-balik. Yogyakarta: Andi Offset.


F. JADWAL PELAKSANAAN

1. Analisa Waktu .

NO. Tahap OKTOBER NOVEMBER DESEMBER JANUARI


Kegiatan I II III IV I II III IV I II III IV I II III IV
1 Pengajuan
Proposal
Tugas
Merencana
Mesin

2 Proses
pembuatan
mesin
3 Penyusunan
Laporan
dan
Pembuatan
Gambar
Mesin

4 Lampiran
Gambar
Mesin
G. RINCIAN PERKIRAAN BIAYA

NO NAMA BARANG JUMLAH HARGA / TOTAL


BARANG @
1 Pembuatan Proposal - - 50.000,-
2 Pembuatan Laporan - - 150.000,-
3 Motor Listrik 1 700.000,- 700.000,-
4 Pulley Kecil 1 50.000,- 50.000,-
5 Pulley Besar 2 70.000,- 140.000,-
6 Krangka Poros 1 m 12 20.000,- 240.000,-
7 Pipa Besi 2 70.000,- 140.000,-
8 Besi Profil L 3 70.000,-. 210.000,-
9 V-belt 1 200.000,- 200.000,-
10 Elektroda Las 1 kotak 2kg 35.000,- 70.000,-
11 Kontak Listrik 1 10.000,- 10.000,-
12 Cat dan Dempul 1 100.000,- 100.000,-
13 Alat-alat pendukung 200.000,- 200.000,-
14 Paku Rivet 20.000,- 20.000,-
15 Besi poros 1 m 1 100.000,- 100.000,-
16 Bantalan 4 25.000,- 100.000,-
17 Mata bor 12mm 5 5.000,- 25.000,-
18 Pipa Baja 4 m 1 200.000,- 200.000,-
19 Wajan 1 200.000,- 200.000,-
20 Kompor gas 1 150.000,- 150.000,-
21 LPG 3kg 1 165.000,- 165.000,-

Jumlah 2.690.050,-