Anda di halaman 1dari 13

CRITICAL JOURNAL REVIEW

“DIFERENSIASI”

DISUSUN OLEH:
NAMA : Daniel Partogi Hutasoit
NIM : 5181250005
KELAS : Reguler B
PRODI : S1 Teknik Sipil 2018
DOSEN PENGAMPU: 1. Syafiatun Siregar, S.T , M.T
2. Enny K. Sinaga, S.Pd, M.Si
MATA KULIAH : Matematika Dasar

PROGRAM STUDI S1 TEKNIK SIPIL


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
2018
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kita haturkan kepada tuhan yang maha esa atas berkat kasih
dan rahmatnya sehingga saya dapat menyelesaikan tugas Critical Journal Review
mata kuliah matematika dasar dengan artikel yang berjudul “
Saya berterima kasih kepada ibu dosen yang bersangkutan yang sudah
Memberikan bimbingannya kepada kami.
Saya juga menyadari bahwa tugas Critical Journal Review ini masih banyak
kekurangan, oleh karena itu saya minta maaf jika ada kesalahan dalam penulisan
dan juga saya mengharapkan kritik dan saran yang membangun guna
kesempurnaan tugas Critical Journal Review ini.
Akhir kata saya ucapkan terima kasih dan semoga bermanfaat serta bisa
menambah pengetahuan bagi pembaca.

Medan, September 2018

Penulis
DAFTAR ISI
Kata pengantar……………………………………………..i
Daftar isi…………………………………………………...ii
BAB I Pendahuluan……………………………………….1
Latar belakang…………………………………………….1
Tujuan…………………………………………………….1
Manfaat……………………………………………………1
BAB II pembahasan………………………………………2
Identitas jurnal……………………………………………2
Ringkasan………………………………………………..2
BAB III kelebihan dan kekurangan……………………..11
Kelebihan dan kekurangan jurnal I……………………..11
Kelebihan dan kekurangan jurnal II…………………….11
BAB IV kesimpulan dan saran………………………….13
Kesimpulan……………………………………………..13
Saran…………………………………………………….13
Daftar Pustaka…………………………………………..13
BAB I
PENDAHULUAN

Latar Belakang Masalah


Dalam sebuah proses pembelajaran terutama seoerang mahasiswa sangat
diperlukan pengalaman yang sangat banyak tentang penguasaan materi jurnal
penelitian dari beberapa ahli. Ini sangat penting karena didalam sebuah jurnal
terdapat sangat banyak pengetahuan suatu materi pembelajaran. Mahasiswa
biasanya sangat malas dan bahkan tidak mau jika disuruh membaca sebuah jurnal,
maka dari itu dibuat tugas untuk para mahasiswa meriview jurnal agar mahasiswa
dapat mengupas isi jurnal dan tau bagaimana cara membuat jurnal
nantinya.

Tujuan Masalah
Adapun tujuan dari penulisan CJR ini adalah :
1. Memenuhi tugas pada mata kuliah matematika dasar Agar semakin meningkatkan
kemampuan dalam meriview isi jurnal.
2. Agar mahasiswa jadi lebih kritis dalam memahami isi jurnal.
3. Untuk meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam menulis jurnal nantinya.

Manfaat Masalah
Adapun manfaat penulisan CJR ini ialah:
1. Untuk membiasakan mahasiswa membaca isi jurnal karena mahasiswa membedah
isi jurnal dan mengkritik nya.
2. Untuk menambah wawasan mahasiswa karena banyak membaca isi jurnal.
BAB II

PEMBAHASAN

Identitas Jurnal

1. Identitas jurnal I:
Judul: Pencarian Solusi Persamaan Diferensial Parsial Non Linier
menggunakan Metode Transformasi Pertubasi Homotopi dan Metode
Dekomposisi Adomian
Volume terbitan: Volume 2 No. 1 (2017)
Tahun terbit: 2017
Edisi: -
Penulis: Feni Siti Fathonah, Diny Zulkarnaen, dan Esih Sukaesih

2. Identitas jurnal II:


Judul: Penyelesaian Masalah Nilai Batas Persamaan Diferensial Mathieu–
Hill
Volume terbitan: Vol. 2, No. 2
Tahun terbitan: 2013
Edisi: -
Penulis: Santosa, Muhammad Wakhid Musthofa, dan Malahayati

Ringkasan jurnal

1.jurnal 1

Abstrak: Persamaan diferensial parsial nonlinear adalah salah satu tinjauan dalam
bidang ilmu matematika. Biasanya persamaan nonlinier sangat sulit untuk
dipecahkan secara efektif baik secara numerik maupun analisis. Beberapa metode
telah dikembangkan untuk menyelesaikan persamaan diferensial parsial nonlinier,
salah satunya adalah Metode Transformasi Pertubasi Homotopi(MTPH) dan
Metode Dekomposisi Adomian(MDA). Kedua metode ini memiliki teknik yang
sangat kuat dan efisien untuk memecahkan persamaan diferensial parsial nonlinier.
Kata kunci: Persamaan Diferensial Parsial Nonlinier, Transformasi Laplace,
Metode Pertubasi Homotopi, He’s Polinomial, Adomian Polinomial.
1.Teori Metode Transformasi Pertubasi Homotopi
Untuk menggambarkan ide dasar dari metode ini, pertimbangkan bentuk
persamaan diferensial parsial nonlinier sebagai berikut:
𝐷𝑢(𝑥,𝑡) + 𝑅𝑢(𝑥,𝑡) + 𝑁𝑢(𝑥,𝑡) = 𝑔(𝑥,𝑡)
dengan kondisi awalnya adalah 𝑢(𝑥,0) = 𝑘(𝑥) dan 𝑢𝑡(𝑥,0) = 𝑓(𝑥) (3.2) dimana:
𝐷 adalah operator diferensial linier orde kedua yang dinotasikan 𝐷 =𝜕2 𝜕𝑡2
𝑅 adalah operator diferensial linier yang ordenya lebih kecil dari 𝐷 𝑁 adalah
operator diferensial nonlinier 𝑔(𝑥,𝑡) adalah bentuk sumber. Langkah yang
dilakukan dalam menyelesaikan persamaan diferensial parsial nonlinier diatas,
yaitu: a. Aplikasikan transformasi laplace Lakukan transformasi laplace pada
persamaan (3.1), 𝑠2𝐿[𝑢(𝑥,𝑡)] − 𝑠[𝑢(𝑥,0)] − 𝜕 𝜕𝑡 𝑢(𝑥,0) = 𝐿[𝑔(𝑥,𝑡)] − 𝐿[𝑅𝑢(𝑥,𝑡)] −
𝐿[𝑁𝑢(𝑥,𝑡)] b. Substitusikan kondisi awalnya 𝐿[𝑢(𝑥,𝑡)] = 𝑘(𝑥) 𝑠 + 𝑓(𝑥) 𝑠2 + 1 𝑠2
𝐿[𝑔(𝑥,𝑡)] − 1 𝑠2 𝐿[𝑅𝑢(𝑥,𝑡)] − 1 𝑠2 𝐿[𝑁𝑢(𝑥,𝑡)] c. Lakukan invers laplace 𝑢(𝑥,𝑡) =
𝐺(𝑥,𝑡) − 𝐿−1 [1 𝑠2 𝐿[𝑅𝑢(𝑥,𝑡)] − 1 𝑠2 𝐿[𝑁𝑢(𝑥,𝑡)]] (3.3) Dimana 𝐺(𝑥,𝑡) adalah
invers laplace dari bentuk sumber dan kondisi awal. d. Aplikasikan metode
pertubasi homotopi 𝑢(𝑥,𝑡) = ∑ 𝑝𝑛𝑢𝑛(𝑥,𝑡) ∞ 𝑛=0 (3.4) dan bentuk
nonliniernya bisa didekomposisikan sebagai berikut 𝑁𝑢(𝑥,𝑡) = ∑ 𝑝𝑛𝐻𝑛(𝑢) ∞ 𝑛=0
(3.5) Substitusikan persamaan (3.4) dan persamaan (3.5) kedalam persamaan (3.3),
∑ 𝑝𝑛𝑢𝑛(𝑥,𝑡) ∞ 𝑛=0 = 𝐺(𝑥,𝑡) − 𝐿−1 [1 𝑠2 𝐿[𝑅 ∑ 𝑝𝑛𝑢𝑛(𝑥,𝑡) ∞ 𝑛=0 + ∑ 𝑝𝑛𝐻𝑛(𝑢) ∞
𝑛=0 ]] dimana 𝐻𝑛(𝑢) adalah He’s polinomial. e. Hitung He’s polinomial dengan
menggunakan rumus berikut ini
𝐻𝑛(𝑢0 + 𝑢1 + 𝑢2 + ⋯) =1 𝑛!𝜕𝑛 𝜕𝑝𝑛[𝑁(∑𝑝𝑖𝑢𝑖 ∞ 𝑖=0)]𝑝=0 dengan 𝑛 = 0,1,2,… f.
Bandingkan koefisien pangkat yang sama dari 𝑝 pada kedua ruas, sehingga
diperoleh sebagai berikut: 𝑝0 ∶ 𝑢0(𝑥,𝑡) = 𝐺(𝑥,𝑡) 𝑝1 ∶ 𝑢1(𝑥,𝑡) = −𝐿−1 [ 1 𝑠2
𝐿[𝑅𝑢0(𝑥,𝑡) + 𝐻0(𝑢)]] 𝑝2 ∶ 𝑢2(𝑥,𝑡) = −𝐿−1 [1 𝑠2𝐿[𝑅𝑢1(𝑥,𝑡) + 𝐻1(𝑢)]] ⋮

2.Metode Dekomposisi Adomian


Untuk menggambarkan ide dasar dari metode ini, pertimbangkan bentuk
persamaan diferensial parsial nonlinier sebagai berikut[6]: 𝐷𝑢(𝑥,𝑡) + 𝑅𝑢(𝑥,𝑡) +
𝑁𝑢(𝑥,𝑡) = 𝑔(𝑥,𝑡) (3.6) dengan kondisi awalnya adalah 𝑢(𝑥,0) = 𝑘(𝑥) dan 𝑢𝑡(𝑥,0) =
𝑓(𝑥) dimana: 𝐷 adalah operator diferensial linier yang ordenya lebih besar dari R
yang dinotasikan 𝐷 = 𝜕 𝜕𝑡
𝑅 adalah operator diferensial linier yang ordenya lebih kecil dari 𝐷 𝑁 adalah
operator diferensial nonlinier 𝑔(𝑥,𝑡) adalah bentuk sumber. Langkah yang
dilakukan dalam menyelesaikan persamaan diferensial parsial nonlinier diatas,
yaitu: a. Aplikasikan operator invers 𝐷−1 Aplikasikan operator invers 𝐷−1 pada
kedua ruas persamaan (3.6), dimana 𝐷−1 adalah integral tertentu dalam bentuk
𝐷−1(𝑥,𝑡) = ∫ 𝑢(𝑥,𝑠) 𝑑𝑠 𝑡 0 . (𝑥,𝑡) = 𝑓 − 𝐷−1[𝑅𝑢(𝑥,𝑡) + 𝑁𝑢(𝑥,𝑡)] Dimana 𝑓 adalah
hasil yang timbul dari hasil integral bentuk sumber 𝑔(𝑥,𝑡). b. Aplikasikan Metode
Dekomposisi Adomian 𝑢(𝑥,𝑡) = ∑ 𝑢𝑘(𝑥,𝑡) ∞ 𝑘=0 (3.7) dan bentuk
nonliniernya bisa didekomposisikan sebagai berikut 𝑁𝑢(𝑥,𝑡) = ∑ 𝐴𝑘 ∞ 𝑘=0
(3.8) Dimana 𝐴𝑘 adalah Adomian polinomial. c. Hitung Adomian Polinomial
dengan menggunakan rumus berikut:
𝐴𝑘 = 1 𝑘!𝑑𝑘 𝑑𝜆𝑘[𝑁(∑ 𝜆𝑖𝑈𝑖 ∞ 𝑖=0 )]𝜆=0 (3.9) dengan 𝑘 = 0,1,2,… d. Hitung
𝑢(𝑥,𝑦,𝑡) = ∑ 𝑢𝑘(𝑥,𝑦,𝑡) ∞ 𝑘=0 agar didapatkan solusi. 𝑢0(𝑥,𝑡) = 𝑓 𝑢𝑘(𝑥,𝑡) =
−𝐷−1𝑅𝑢𝑘−1 − 𝐷−1𝐴𝑘−1 dimana 𝑅𝑢𝑘−1 adalah untuk bentuk linier dan 𝐴𝑘−1
untuk bentuk nonlinier.

2. jurnal 2

Abstrak: Berbagai masalah fisis dan geometri yang melibatkan dua fungsi atau
lebih peubah bebas sangat berkaitan dengan persamaan diferensial. Salah satu
analisis fisis tersebut dapat dinyatakan dalam bentuk persamaan diferensial.
Ilmuwan matematika yang bernama George W. Hill dan Mathieu meneliti tentang
getaran pada pendulum gantung yang bisa dimodelkan dalam bentuk persamaan
diferensial Mathieu-Hill. Persamaan diferensial Mathieu-Hill adalah persamaan
diferensial orde dua yang didalam fungsi tersebut terdapat fungsi periodik.
Persamaan diferensial Mathieu-Hill dapat diselesaikan dengan menggunakan
metode aljabar matriks. Pada tahun 2005 sudah diteliti tentang solusi dari
persamaan diferensial Mathieu-Hill. Penelitian ini menjelaskan tentang
penyelesaian masalah nilai batas pada persamaan diferensial Mathieu Hill yang
akan manghasilkan suatu solusi dalam bentuk persamaan periodik. Untuk lebih
memahami penyelesaian masalah nilai batas pada persamaan diferensial Mathieu-
Hill diberikan salah satu contoh aplikasinya dalam menghitung getaran pada mesin
lokomotif kereta yang dimodelkan dalam bentuk persamaan diferensial Hill-
Meissner.
Penyelesaian Masalah Nilai Batas Persamaan Diferensial Mathieu-Hill
Berikut ini akan dibahas solusi dari persamaan diferensial Mathieu-Hill jika
diberikan nilai batasnya. Diketahui persamaan diferensial Mathieu-Hill sebagai
berikut.
𝑑2𝑦 𝑑𝑡2+ (𝑡)𝑦 = 0; dengan 0 ≤ 𝑡 ≤ 𝑇
Dengan: : Sumbu vertical 𝐹(𝑡) : Fungsi periodik terhadap t 𝑡 : Waktu
Penyelesaian umum dari persamaan Mathieu-Hill adalah
(𝑡) = 𝐴sin√𝐹(𝑡)𝑡 + 𝐵cos√𝐹(𝑡)𝑡
Dengan memisalkan 𝑢 = √(𝑡), diperoleh persamaan (6) dan (7). Diberikan masalah
nilai batas
𝑎1(0) + 𝑏1𝑑𝑦/𝑑𝑡(0) = 0
𝑎2(𝑇) + 𝑏2𝑑𝑦/𝑑𝑡(𝑇) = 0
Saat (𝑇) = 𝐴sin𝑎𝑇 + 𝐵cos𝑎𝑇 (16a)
𝑑𝑦/𝑑(𝑇) = 𝐴 𝑑𝑢/𝑑𝑡cos𝑢𝑇 – 𝐵𝑑𝑢/𝑑𝑡sin𝑢𝑇 (16b)
Substitusi persamaan (16) ke (15), diperoleh
𝑎1𝐵 + 𝑏1𝐴𝑑𝑢/𝑑𝑡= 0 (17a)
𝑎2(𝐴sin𝑢𝑇 + 𝐵cos𝑢𝑇) + 𝑏2 (𝐴 𝑑𝑢/𝑑𝑡cos𝑢𝑇 – 𝐵𝑑𝑢/𝑑𝑡sin𝑢𝑇) = 0 (17b)
Untuk menyelesaikan persamaan (17) gunakan integral. Dari persamaan (2) kita
rubah ke bentuk persamaan:
𝐿[𝑦] = −[𝑦′]′
Dengan 𝑦′ = 𝑑𝑦/𝑑𝑡
Diberikan 𝑣 dan 𝑤 adalah kontinu pada 0 ≤ 𝑡 ≤ 𝑇 dan 𝑣′ = 𝑑𝑣/𝑑𝑡
, 𝑤′ = 𝑑𝑤/𝑑𝑡
sehingga:
∫ 𝐿[𝑣]𝑤 𝑇 0𝑑𝑡 − ∫ 𝑣𝐿[𝑤] 𝑇 0𝑑𝑡 = [𝑣′(𝑡)𝑤(𝑡) − 𝑣(𝑡)𝑤′(𝑡)]0 𝑇
Ambil persamaan sebelah kanan dengan mengasumsikan 𝑏1 ≠ 0 dan 𝑏2 ≠ 0 pada
persamaan (15) maka persamaan (18) menjadi: −[𝑣′(𝑡)𝑤(𝑡) − 𝑣(𝑡)𝑤′(𝑡)]0 𝑇 = 0
Dari persamaan (18) diperoleh:
∫{𝐿[𝑣]𝑤 − 𝑣𝐿[𝑤]}𝑇0𝑑𝑡 = 0
𝑣 dan 𝑤 adalah fungsi real yang didefinisikan sebagai inner produk dengan
interval, jadi dipunyai
(𝑣,𝑤) = ∫ (𝑡)𝑤(𝑡) 𝑇 0𝑑𝑡 0 ≤ 𝑡 ≤ 𝑇
Jika 𝑣 = 𝜃𝑚 dan 𝑤 = 𝜃𝑛 maka diperoleh
𝑦 = ∫𝜃𝑚 (𝑥)𝑛(𝑥)𝑇0𝑑𝑥 = 𝛿𝑚𝑛 , Dengan
𝛿𝑚𝑛 = {0,jika 𝑚 ≠ 𝑛 𝑇,jika 𝑚 = 𝑛
Dari persamaan (17) diambil:
𝐵 + 𝐴𝑑𝑢/𝑑𝑡= 0 ⟺ 𝐵 = −𝐴𝑑𝑢/𝑑𝑡
(𝐴sin𝑢𝑇 + 𝐵cos𝑢𝑇)𝐵 + (𝐴 𝑑𝑢 𝑑𝑡cos𝑢𝑇 − 𝐵𝑑𝑢 𝑑𝑡sin𝑢𝑇) = 0
Dari persamaan (20) substitusi ke persamaan (21) diperoleh
(𝑡) − (𝐴 + 𝐴 𝑑𝑢2 𝑑𝑡)sin𝑢𝑇 = 0 (22)
Jika (𝐴 + 𝐴𝑑𝑢2 𝑑𝑡) = 0 maka sin𝑢𝑇 ≠ 0 dan sebaliknya jika (𝐴 + 𝐴𝑑𝑢2 𝑑𝑡) ≠ 0
maka sin𝑢𝑇 = 0. Jadi diperoleh:
(𝑡) − (𝐴 + 𝐴 𝑑𝑢2 𝑑𝑡)sin𝑢𝑡 = 0 (23)
Karena penyelesaian umum dari persamaan diferensial Mathieu-Hill berbentuk
tunggal maka
𝑦 = ∫ ((𝑡))2 𝑇 0𝑑𝑡 = 𝑇 (24)
Substitusikan persamaan (23) ke persamaan (24)
(𝐴 + 𝐴𝑑𝑢2 𝑑𝑡) = (2𝑇 𝑇−∫ cos2𝑢𝑡 𝑇 0 𝑑𝑡)1 2 (25)
Substitusi persamaan (25) ke persamaan (23)
(𝑡) = √2𝑇sin𝑢𝑡 (𝑇−∫ cos2𝑢𝑡 𝑇 0 𝑑𝑡)1 2 (26)
Selanjutnya penyelesaian dalam selang ke 𝑛 − 1 diperoleh
(𝐴 + 𝐴𝑑𝑢2/𝑑𝑡) = (2(𝜏+𝑛𝑇) 𝑛𝑇−∫ cos2𝑢𝑡 𝜏+𝑛𝑇 0 𝑑𝑡)1 2 (27)
Substitusi persamaan (27) ke persamaan (23), diperoleh
(𝑡) =√2(𝜏+𝑛𝑇)sin𝑢𝑡(𝑛𝑇−∫ cos2𝑢𝑡 𝜏+𝑛𝑇 0 𝑑𝑡)1 2 (28)
Jadi solusi dari persamaan diferensial Mathieu-Hill pada interval dengan 0 ≤ 𝑡 ≤ 𝑇
nilai batas
𝑎1(0) + 𝑏1𝑑𝑦/𝑑𝑡(0) = 0
𝑎2(𝑇) + 𝑏2𝑑𝑦/𝑑𝑡(𝑇) = 0 Adalah
(𝑡) =√2(𝜏+𝑛𝑇)sin𝑢𝑡(𝑛𝑇−∫ cos2𝑢𝑡 𝜏+𝑛𝑇 0 𝑑𝑡)1 2 (29)
Dengan 𝑛 = 1,2,3,⋯
BAB III

KELEMAHAN DAN KELEBIHAN


1.Jurnal I:

Kelebihan:
-.Dalam jurnal ini dijelaskan bagaimana cara kerja masing-masing metode yang
digunakan yaitu menggunakan Metode Transformasi Pertubasi Homotopi dan
Metode Dekomposisi Adomian dalam penyelesaian diferensial.
-.rumus yang diberikan pada metode itu cukup lengkap dan kompleks
-.bahasa yang digunakan baku dan formal untuk dibaca oleh pembaca.
Kekurangan:
-.Rumus yang diberikan cukup rumit sehingga dapat membingungkan para
pembaca dalam halnya pengerjaan.
-.solusi yang ditawarkan oleh sang penulis belum semaksimal mungkin karena
masih adanya kekurangan sedikit rumus.
-.pembukuan angka yang cukup banyak sehingga membuat pembaca merasa tidak
tertarik untuk membaca.

2.Jurnal II

Kelebihan:
-.alur turunan rumus dijelaskan dalam jurnal ini kompleks hingga mencapai hasil
sebuah rumus dalam penyelesaian ini.
-.dalam jurnal ini dijelaskan bagaimana cara kerja metode yang digunakan yaitu
menggunakan Persamaan Diferensial Mathieu–Hill dalam penyelesaian mencari
nilai batas
-.bahasa yang digunakan penulis untuk jurnal ini adalah baku.
Kekurangan:
-.didalam jurnal ini hanya menjelaskan tentang satu cara untuk penyelesaian
mencari nilai batas
BAB IV

KESIMPULAN DAN SARAN

KESIMPULAN:
Dengan melihat proses penyelesaian pada jurnal pertama di atas, dapat
disimpulkan bahwa metode transformasi pertubasi homotopi dan metode
dekomposisi adomian berhasil diterapkan dalam menyelesaikan persamaan
diferensial parsial nonlinier dan memiliki hasil solusi yang sama. Namun, metode
dekomposisi adomian lebih sederhana dan efisien dibandingkan dengan metode
transformasi pertubasi homotopi. sedangkan pada jurnal kedua Dari hasil
pembahasan pada penelitian ini, kesimpulan yang dapat diambil adalah sebagai
berikut: Bentuk persamaan Mathieu-Hill adalah 𝑑2𝑦 𝑑𝑡2 + 𝐹(𝑡)𝑦 = 0 pada interval
0 ≤ 𝑡 ≤ 𝑇. Dengan metode matriks diperoleh penyelesaian persamaan diferensial
Mathieu-Hill pada sembaran 𝑡 > 0 yang dinyatakan dalam nilai awal untuk (𝑡) dan
𝑑𝑦 𝑑𝑡 (𝑡) = 𝑣(𝑡) dengan dua penyelesaian bebas linear dan 𝑢 = √𝑓(𝑡).

SARAN:
Semoga dalam hasil kerja Critical Journal Review ini dapat membuat
semangat mahasiswa untuk mengerjakan tugas mengkritik jurnal ini
untuk menciptakan generasi yang berprestasi dan cerah yang akan
dating.

DAFTAR PUSTAKA
http://fourier.or.id/index.php/FOURIER/article/view/22
https://journal.uinsgd.ac.id/index.php/kubik/article/download/1472/1034