Anda di halaman 1dari 9
MAKALAH INSTRUMENTASI DASAR PENGUKURAN KELOMPOK 2 DISUSUN OLEH : Rita Ade Lasria Pardede (40040117060014) Zulfikar Aliridho (40040117060015) Muhammad Bahaudin Almuhasib (40040117060016) Intan Sukma D (40040117060018) Nikita Nuraeni J (40040117060020) Lutfi Nur Aida (40040117060021) Gustry Ratnasari (40040117060022) PROGRAM STUDI DIPOLMA III TEKNIK KIMIA DEPARTEMEN TEKNOLOGI INDUSTRI SEKOLAH VOKASI UNIVERSITAS DIPONEGORO 2018 KATA PENGANTAR Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, Kami panjatkan puja dan puji syukur atas kehadirat-Nya, yang telah melimpahkan rahmat, hidayah, dan inayah-Nya kepada kami. Makalah instrumentasi ini telah kami susun dengan maksimal dan mendapatkan bantuan dari berbagai pihak sehingga dapat memperlancar pembuatan makalah ini. Untuk itu kami menyampaikan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam pembuatan makalah ini. Terlepas dari semua itu, kami menyadari sepenuhnya bahwa masih ada kekurangan baik dari segi susunan kalimat maupun tata bahasanya. Oleh karena itu dengan tangan terbuka kami menerima segala saran dan kritik dari pembaca agar kami dapat memperbaiki makalah instrumentasi ini. Semarang, 30 Agustus 2018 Penyusun DAFTAR ISI KATA PENGANTAR ..........................................................................................................1 DAFTAR ISI......................................................................................................................... 2 BAB I PENDAHULUAN .....................................................................................................3 1.1 Latar Belakang ..........................................................................................................3 1.2 Rumusan Masalah .....................................................................................................3 1.3 Tujuan Penulisan.......................................................................................................3 BAB II TINJAUAN PUSTAKA ......................................................................................... 4 2.1 Konsep Dasar Pengukuran..........................................................................................4 2.2 Blog diagram sistem pengukuran secara umum.........................................................4 2.3 Fungsi masing-masing blog diagram sistem pengukuran secara umum....................5 2.4 Fungsi instrumen dalam industri................................................................................6 2.5 Karakteristik dasar alat ukur......................................................................................6 BAB III PENUTUP Kesimpulan .....................................................................................................................7 Saran.................................................................................................................................7 DAFTAR PUSTAKA ...........................................................................................................8 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Saat ini teknologi berkembangan dengan cepat dan terus-menerus , akan cukup ambisius untuk mengembangkan dan menyajikan program yang diklaim dapat menutupi setiap jenis industri pengukuran peralatan. makalah ini dibuat untuk panduan pelatihan untuk mendapatkan pengalaman dalam lingkungan yang berubah dengan cepat. Makalah ini bertujuan untuk memandu setiap personil yang terlibat dengan proses pengukuran untuk lebih berpengalaman dalam bidang tersebut. Hal ini juga dirancang untuk memberikan mahasiswa dasar pada analisa proses dan memilih solusi yang cocok untuk masalah mereka. 1.2 Rumusan masalah 1. Menjelaskan konsep dasar pengukuran? 2. Membuat blog diagram sistem pengukuran secara umum? 3. Menjelaskan fungsi masing-masing blog diagram sistem pengukuran secara umum? 4. Fungsi instrumen dalam industri? 5. karakteristik dasar alat ukur 1.3 Tujuan Makalah ini dibuat bertujuan untuk mengetahui konsep dasar pengukuran, mengetahui blog diagram sistem pengukuran secara umum beserta fungsinya masing- masing, fungsi instrumen dalam industri dan mengetahui karakteristik dasar alat ukur. BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Konsep Dasar Pengukuran Dalam suatu pengukuran dibutuhkan suatu alat untuk mengukur yaitu instrumen, yang digunakan untuk menentukan besaran atau variable sehingga kita dapat mengetahuinya dengan tepat. Instrumen dapat didefinisinikan sebagai suatu alat atau peralatan yang mempunyai kemampuan dapat : a) Menentukan hubungan antara keluaran dengan masukkan dari suatu sistim fisik, dimana masukkan sebagai besaran yang diukur dan keluaran sebagai hasil pengukuran. b) Menghasilkan bentuk keluaran sebagai hasil pengukuran berupa tanda atau sinyal yang kualitatif untuk ditampilkan pada: panel analog, digital display, osiloscop, grafik recorder, printer digital. c) Sesuai dengan tuntutan kebutuhan untuk pengukuran teknik, instrumen harus memiliki kemampuan karakteristik antara lain : ketelitian (accuracy),ketepatan (precission), kesalahan, kepekaan (sensitiviy), k onstanta waktu(time constant), kalibrasi (calibration) serta angka kesalahan. (Eliya Wati , 2014) 2.2 Membuat blog diagram sistem pengukuran secara umum Blok diagram sistem pengukuran secara umum ditunjukkan pada gambar dibawah. Bagian-bagian dari sistem pengukuran terdiri dari: input pengukuran, tranduser, pengkondisi sinyal, rangkaian pengendali dan penampil seperti: panel analog, digital display, osiloscop, grafik recorder dan printer digital. (Eliya Wati , 2014) 2.3 Menjelaskan fungsi masing-masing blog diagram sistem pengukuran secara umum a) Input pengukuran berfungsi untuk mendeteksi parameter yang terdapat dalam proses industri atau dalam penelitian bidang ilmu teknik seperti: tekanan, temperatur, aliran, gerakan, tegangan listrik, arus listrik, dan daya listrik. Input pada pengukuran dapat berupa besaran-besaran: (1) mekanik seperti: tegangan, gaya, tekanan, momen, torsi, displasemen, kecepatan, percepatan, kecepatan aliran, laju aliran massa, laju aliran volume, frekuensi dan waktu. (2) termalseperti: suhu dan fluks panas. (3) listrik seperti: tegangan listrik, arus listrik dan hambatan listrik. Alat ukur harus mampu mendeteksi tiap perubahan dengan teliti dan dapat membangkitkan sinyal peringatan untuk menunjukan perlunya dilakukan pengaturan secara manual atau untuk mengaktifkan peralatan secara otomatis. b) Tranduser yaitu suatu peralatan atau alat yang yang berfungsi untuk mengubah suatu besaran ke besaran lain atau bisa disebut konversi suatu besaran. Tranduser menurut William D.C, (1985), adalah sebuah alat apabila digerakan oleh suatu energi di dalam sebuah sistem transmisi, akan menyalurkan energi tersebut dalam bentuk yang sama atau dalam bentuk yang berlainan ke sistem transmisi berikutnya. Transmisi energi ini bisa berupa listrik, mekanik, kimia, optic (radiasi) atau thermal (panas). c) Pengkondisi sinyal atau pemodifikasi sinyal, sering juga disebut dengan pemroses sinyal berfungsi untuk mengubah output besaran listrik dari transduser agar sesuai dengan masukkan yang dibutuhkan untuk alat peraga, alat perekam atau pemrograman. Pengkondisi sinyal bisa berupa rangkaian resistor sederhana sebagai pembagi tegangan, rangkaian penyesuai impedanasi, rangkaian penguat, detektor, demodulator, filter, ADC dan DAC. Sinyal output dapat berbentuk analog atau besaran digital. d) Display atau alat penampil berfungsi untuk penampilkan atau memperagakan informasi tentang besaran yang diukur agar dapat dibaca, dengan menggunakan satuan yang ada dalam bidang teknik sehingga dibutuhkan pengamatan yang teliti untuk dapat menentukan hasil dari pengukuran tersebut . e) Catu daya listrik berfungsi untuk memberi daya atau tenaga kepada transduser, pengkondisi sinyal dan untuk alat penampil. 2.4 Fungsi instrumen dalam industri a) Instrumentasi sebagai alat ukur (Measurement) Instrumentasi sebagai alat ukur mendeteksi dan memberikan informasi tentang besarnya nilai proses variabel yang diukur dari suatu proses industri ke pengamat tentang nilai besaran yang diukur misalnya berupa: tekanan, suhu, jumlah aliran, tinggi permukaan cairan dan lain sebagainya, sehingga informasi hasil pengukuran lebih tepat dan cepat dari pada pengukuran secara manual. b) Instrumentasi sebagai alat pengendalian (Control) Instrumentasi sebagai alat kontrol, yaitu alat yang berfungsi untuk mengendalikan jalannya proses, agar variabel proses yang sedang diukur dapat diatur dan dikendaliakan tetap pada nilai yang ditentukan, sehingga tidak terjadi perubahan pada saat berlangsung nya proses. c) Instrumentasi sebagai alat pengaman (Safety) Instrumentasi sebagai alat untuk memberikan tanda bahaya atau tanda gangguan apabila terjadi trouble atau kondisi yang tidak normal yang diakibatkan oleh tidak berfungsinya suatu paralatan pada suatu proses, serta berfungsi untuk menunda suatu proses apabila gangguan tersebut tidak teratasi dalam waktu tertentu dan resiko bahaya yang terjadi apabila dilakukan secara manual dapat berkurang. d) Instrumentasi sebagai alat analisa (Analyzer) Instrumentasi yang berfungsi sebagai alat untuk menganalisa produk yang dikelola, apakah sudah memenuhi spesifikasi seperti yang diinginkan sesuaidengan standard, mengetahui polusi dari hasil produksi yang diproses agar tidak membahayakan dan merusak lingkungan. Melalui ninstrumentasi dapat melakukan analisa terhadap produk ataupun proses yang dilakukan sehingga tidak merugikan pihak manapun. 2.5 Karakteristik Dasar Alat Ukur Alat ukur harus mampu mendeteksi tiap perubahan dengan teliti dan dapat membangkitkan sinyal peringatan untuk menunjukan pengaturan secara manual atau untuk mengaktifkan peralatan secara otomatis. Untuk mengetahui sifat kerja yang optimum maka perlu diperhatikan sejumlah karakteristik dasar alat ukur yaitu: ketelitian, ketepatan, kesalahan, linieritas, histerisis, resolusi dan kemudahan pembacaan skala, ambang, kemampuan ulang, bentangan, ketelitian dinamis. (Bowo , 2010) BAB III PENUTUP KESIMPULAN Dalam suatu pengukuran dibutuhkan suatu alat yaitu instrumen, yang digunakan untuk menentukan besaran atau variabel. Instrumen dapat didefinisinikan sebagai suatu alat atau peralatan yang mempunyai kemampuan. Alat ukur harus mampu mendeteksi tiap perubahan dengan teliti dan dapat membangkitkan sinyal peringatan untuk menunjukan perlunya dilakukan pengaturan secara manual atau untuk mengaktifkan peralatan secara otomatis. Untuk mendapatkan sifat unjuk kerja yang optimum maka perlu diperhatikan sejumlah karakteristik dasar alat ukur yaitu: ketelitian, ketepatan, kesalahan, linieritas, histerisis,resolusi dan kemudahan pembacaan skala, ambang, kemampuan ulang, bentangan, ketelitian dinamis. SARAN Dari hasil penjelasan materi tentang Dasar Perhitungan diatas diharapkan dapat melakukan pengukuran dengan baik dan benar serta mengetahui dasar-dasar dari pengukuran yang dihasilkan baik pada kegiatan proses maupun kegiatan lainnya, dan mampu melakukan pengekuran yang sesuai, teliti , dam sehingga mampu memberikan hasil yang akurat pada kegitan pengukuran. Daftar Pustaka Wati, Eliya.2014. http://eliyawatium.blogspot.com/2014/04/diktat-mata-kuliah- instrumentasi.html. (Dikutip pada Rabu, 29 Agustus 2018) Bowo.2010. https://vryukbrook.wordpress.com/2010/09/27/instrumentasi/. (Dikutip pada Rabu, 29 Agustus 2018)