Anda di halaman 1dari 7

KERANGKA ACUAN KERJA (KAK)

PROYEK ARSITEKTUR 3

PERPUSTAKAAN KAMPUS A
UNIVERSITAS TRISAKTI

DISUSUN OLEH

TIM DOSEN - 2
JURUSAN ARSITEKTUR
UNIVERSITAS TRISAKTI

Gedung C FTSP Kampus A


Universitas Trisakti – Jakarta
Jl. Kyai Tapa No. 1 Grogol, Jakarta Barat
Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11440
Telp. 02125565600, 5663232 Pes. 8201-8208, Fax. 021 5684643
KERANGKA ACUAN KERJA (KAK)
PROYEK ARSITEKTUR 3
Semester Gasal, Tahun Akademik 2018/2019

Kode MK : PPA 603 Semester : 3 (tiga)


Bobot : 6 sks Pra-Syarat : PA 1, PA 2.

Deskripsi
Mata kuliah berbasis studio perancangan dengan fokus pengolahan ruang dan bentuk
bangunan massa tunggal bertingkat rendah (3-4 lantai), dengan pendekatan tema behavior
setting ditunjang penguasaan teknik perancangan arsitektur. Penekanan pada organisasi ruang
horizontal-vertikal, tipologi bangunan pelayanan umum, penampilan bentuk, skala dan
selubungnya dengan teknik presentasi verbal dan non-verbal secara manual.

Capaian Pembelajaran Mata Kuliah


1. Memahami teori perancangan arsitektur dengan pendekatan behavior setting dan aspek
keselamatan dan kesehatan gedung.
2. Menerapkan teori terkait untuk mengerjakan perancangan arsitektur bangunan massa
tunggal bertingkat rendah, dengan fungsi pelayanan umum.
3. Menyusun matriks pra-rancangan dan gambar rancangan skematik dengan penekanan
pada estetika, hubungan ruang-aktivitas pelayanan umum.
4. Menyusun gambar pengembangan rancangan.
5. Menyiapkan presentasi, berupa dokumen perancangan maupun penyajian secara verbal.

Metode Pembelajaran
Bentuk pembelajaran studio dengan metode Pembelajaran Berbasis Proyek/Project Based
Learning (PBL), Pembelajaran Berbasis Masalah/Problem Based Learning (PBL).

Tim Dosen PA 3
1. Dr. Ir. M. Bambang Susetyarto, MT. 6. Ir. Ratih Budiarti, MT.
2. Ir. Enny S. Sardiyarso, MS. 7. Ir. Endhi I. Purnomo, MSP.
3. Ir. Rita Walaretina, MSA. 8. Ristya Arinta S, ST., MSc.
4. Ir. Endang Marlina, MT. 9. Arief Fadhilah, ST., MT.
5. Ir. Nuzuliar Rahmah, MT. 10. Rizki Fitria Madina, ST., MT.

Referensi
1. Ching, Francis DK. 2014. Architecture: Form, Space and Order. New Jersey: Jon Wiley & Son
2. Hall, Edward T. 1982. The Hidden Dimension. New York: Garden City.
3. Le Corbusier, J. 1986. Architecture Modern. New York: Oxford University Press.
4. Moore, Fuller. 1999. Understanding Structure, New York: McGraw Hill.
5. Shirvani, H. 1985. Urban Design Process. New York: Van Nostrand Reinhold Comp.
6. Standard Peraturan Kepala Perpustakaan Nasional Nomor 13 Tahun 2017 tentang Standar Nasional Perpustakaan
Perguruan Tinggi.
7. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor : 29/Prt/M/2006 Tentang Pedoman Persyaratan Teknis Bangunan Gedung.
8. Peraturan Daerah Prov. DKI Jakarta Nomor 1 Tahun 2014 tentang Rencana Detail Tata Ruang dan Peraturan Zonasi.
I. LATAR BELAKANG

Kerangka Acuan Kerja (KAK) ini disiapkan sebagai pedoman Mata Kuliah Proyek
Arsitektur 3 Jurusan Arsitektur FTSP Universitas Trisakti.

Perguruan Tinggi erat kaitannya dengan Tri Dharma (pendidikan, penelitian, dan
pengabdian kepada masyarakat), yang kemudian perlu didukung oleh keberadaan
Perpustakaan Perguruan Tinggi (PT) yang berfungsi sebagai pusat sumber belajar untuk
mendukung tercapainya tujuan pendidikan yang berkedudukan di perguruan tinggi
(Standard Peraturan Kepala Perpustakaan Nasional Nomor 13 Tahun 2017 tentang
Standar Nasional Perpustakaan Perguruan Tinggi). Perpustakaan dikatakan sebagai
salah satu perangkat penyelenggara pendidikan baik formal maupun non formal yang
berupaya untuk membantu pencapaian visi misi lembaga induknya, dalam hal ini
Perguruan Tinggi (Yudi, 2014).

Universitas Trisakti sebagai salah satu Perguruan Tinggi (PT) di Jakarta sudah pernah
mendapatkan Sertifikat Akreditasi Perpustakaan Nomor: 15/1/ee/XII/2015 dari Kepala
Perpustakaan Nasional RI Tahun 2015 dengan predikat akreditasi A. Mengacu pada visi
Perpustakaan Universitas Trisakti yang andal, berstandar internasional berdasar nilai-nilai
lokal, sekaligus untuk melaksanakan amanat Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2007
tentang Perpustakaan, maka perlu diwujudkan perpustakaan Universitas Trisakti yang
sesuai dengan 6 (enam) standar nasional perpustakaan PT, terutama pada standar
sarana dan prasarana perpustakaan.

Kampus A sebagai lokasi sentral Universitas Trisakti yang melayani 7 Fakultas dan 1
Pascasarjana dengan kegiatan Tri Dharma tertinggi membutuhkan fasilitas
Perpustakaan Kampus yang berkualitas, dengan standar koleksi yang berbentuk karya
tulis, karya cetak, digital, dan/atau karya rekam. Hal ini disambut baik oleh Pimpinan
Universitas dengan menugaskan seorang arsitek untuk merancang Perpustakaan
Kampus A dengan harapan akan mendukung atmosfer akademik yang lebih baik.

Dengan segala bentuk tantangan di lokasi rancangan (tapak terlampir), seperti


keterbatasan luas lahan, kepadatan bangunan sekitar, sirkulasi pengguna dan
kendaraan yang tinggi, iklim mikro, dan lainnya, arsitek dituntut untuk mendesain
dengan memperhatikan setting perilaku pengguna, kontekstual, dan ramah
lingkungan.

II. JUDUL dan BATASAN AREA PERANCANGAN

Nama Proyek : Perancangan Perpustakaan Kampus A Universitas Trisakti


Lokasi : Jl. Kyai Tapa No.1 Kelurahan Tomang, Kecamatan Grogol
Petamburan, Jakarta Barat.
Batasan Tapak : Terlampir
Luas Lahan : Makro Kampus A = + 60.539 m2
Mikro Tapak Rencana = + 1.700 m2
Peruntukkan : Zona Pelayanan Umum dan Sosial
Sub Zona Prasarana Pendidikan
Kriteria : Kawasan dengan peruntukkan sebagai tempat kegiatan pendidikan
beserta fasilitasnya
Regulasi Lokasi : KDB  55 % KDH  30 %
KLB  3 KTB  55 %
KB  maksimal 8 lantai
Sumber:
- Lampiran III-1 Gambar 16A Peta Zonasi Kecamatan Grogol Petamburan,
Blok 07 001.S.1.a.b.
- Lampiran III-3 Tabel 16B Intensitas Pemanfaatan Ruang Kec. Grogol Petamburan.
- Peraturan Daerah Prov. DKI Jakarta Nomor 1 Tahun 2014 tentang Rencana Detail
Tata Ruang dan Peraturan Zonasi.
Iklim Mikro : Temperatur udara 26°C - 33°C, dan kelembaban 55% - 80%.
III. TARGET PERANCANGAN

Mahasiswa sebagai calon arsitek diminta melakukan kegiatan proses perancangan


Perpustakaan Kampus A Universitas Trisakti dengan ketentuan, metode, dan lingkup
kegiatan proses perancangan, yakni sebagai berikut:

III.1 Ketentuan Perancangan Dasar:

- Scope Pelayanan
a. Perpustakaan Kampus A melayani mahasiswa aktif sekitar 70% dari total
mahasiswa yang berlokasi di Kampus A, yaitu + 9.800 mahasiswa.
b. Perpustakaan Kampus A setidaknya menaungi 19 program studi dari 7 fakultas
yang masing-masing sudah memiliki unit perpustakaan di fakultas.

- Pengguna
a. Mahasiswa, Dosen, Peneliti
b. Seorang kepala perpustakaan
c. Pustakawan = 1 orang / 500 mahasiswa
d. Tenaga teknis perpustakaan = 1 orang / 5.000 mahasiswa
e. Pengunjung Umum

- Koleksi Perpustakaan
a. Standar koleksi berbentuk karya tulis, karya cetak, digital, dan/atau karya rekam.
b. Jumlah buku wajib = jumlah program studi x jumlah mata kuliah x 3 judul
= 19 x (144sks/2) x 3
= 4.104 buku
c. Jumlah buku pengayaan = 2 x buku wajib
= 2 x 4.104
= 8.208 buku
d. Jurnal ilmiah paling sedikit 2 (dua) judul (berlangganan atau menerima secara
rutin) per program studi.
e. Majalah ilmiah populer paling sedikit 1 (satu) judul (berlangganan atau
menerima secara rutin) per program studi.
f. Koleksi audio visual disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing perguruan
tinggi.
g. Koleksi sumber elektronik (e-resource) jumlah dan materinya disesuaikan dengan
kebutuhan masing-masing perguruan tinggi.
h. Muatan lokal (local content) atau repositori terdiri dari hasil karya ilmiah civitas
academica (skripsi, tesis, disertasi, makalah seminar, simposium, konferensi,
laporan penelitian, laporan pengabadian masyarakat, dan lainnya).
i. Pengembangan koleksi = 3% x jumlah koleksi x proyeksi sd 10 tahun.

- Sarana dan Prasarana


a. Luas gedung paling sedikit = 0,5m2 x jumlah seluruh mahasiswa aktif = 4.900 m2.
b. Komposisi ruang perpustakaan (acuan umum, dapat disesuaikan kebutuhan):
- area koleksi 40-45%
- area pemustaka 20-25%
- area kerja 10%
- area lain/toilet, ruang tamu, seminar/teater, lobi, 20-25%.
c. Pengaturan kondisi ruangan meliputi pencahayaan, kelembaban, dan
temperatur mengacu pada standar.
d. Sarana perpustakaan disesuaikan dengan koleksi dan pelayanan, untuk
menjamin keberlangsungan fungsi dan kenyamanan pemustaka yang memiliki
kebutuhan khusus (disabilitas), meliputi:
- Perabot kerja
- Perabot penyimpanan
- Peralatan multimedia
- Perlengkapan lain
e. Kebutuhan ruang mengikuti hasil analisis kebutuhan kegiatan pengguna, dan
selanjutnya dicross-check dengan hasil studi literatur, studi lapangan, dan studi
banding.

- Kegiatan
a. Kegiatan yang diakomodir mengacu pada analisis kebutuhan pengguna seperti
mencari referensi, membaca, melakukan riset, diskusi, dan lainnya.
b. Kegiatan pelayanan paling sedikit meliputi:
- Pelayanan sirkulasi
- Pelayanan referensi
- Pelayanan literasi informasi
c. Kegiatan seputar penggunaan multimedia dan teknologi informasi
d. Kegiatan penunjang lain seperti bersantai coffee corner, kegiatan menunggu,
berkumpul, dan lain-lain dapat dikembangkan sesuai konteks kebutuhan.

III.2 Ketentuan Perancangan Lanjutan


a. Mahasiswa juga harus memikirkan beberapa hal berikut:
- Fokus pada pengguna objek rancangan (aspek gender, disable difable,
social budaya), service, security, pengujung/tamu dengan berbagai moda
kedatangan.
- sisi inovasi desain baik eksterior maupun interior.
- sisi keamanan dan kenyamanan (anti vandalism), terutama terkait dengan
pengguna mayoritas mahasiswa.
- sisi keterbangunan dan detil keteknikan (mudah dan efektif secara teknis dan
cost).
b. Dilandasi dengan pendekatan behavior setting berdasar fungsionalisme (tidak
hanya utilitarian).
c. Desain arsitektur mendukung konsep bangunan ramah lingkungan, tujuannya
untuk mengurangi dampak jejak ekologis, mempertimbangan aspek iklim tropis
dan efisiensi energy, pemanfaatan maksimal potensi tata lingkungan secara
cerdas.
d. Aksesibilitas harus jelas dan baik untuk semua pengguna (pejalan kaki, kaum
difable, pengendara sepeda, sepeda motor, kendaraan mobil pribadi, maupun
pengguna kendaraan umum).
e. Optimum Reliability, dengan memperhatikan durable design details, praktis dan
mudah dalam pemeliharaan, terutama pada konteks material.

IV. LINGKUP DAN PRODUK PERANCANGAN:

IV.1 PENDATAAN
o Laporan studi literatur, studi banding.
o Laporan studi lokasi tapak perancangan:
- Deskripsikan aspek-aspek yang diamati, kondisi fisik tapak, potensi dan masalah,
berbasis pada KAK dan informasi peraturan kota.
- Laporan harus dilengkapi gambar/foto/sketsa, dan catatan naratif hasil studi
lapangan.

IV.2 ANALISIS
o Analisis data studi literatur, studi banding, serta data studi tapak, ke dalam
sketsa ide desain dengan metode pendekatan behavior setting, melihat setting
perilaku pengguna.
o Transformasikan sketsa ide menjadi wujud studi penataan ruang melalui
eksplorasi maket studi, lengkap dengan skema-skema hubungan ruang.
o Lakukan dokumentasi atas beberapa kali exercise eksplorasi tersebut sebagai
penguatan konsep untuk dipresentasikan pada sesi presentasi konsep.
IV.3 DESAIN
o Gambar pengembangan rancangan meliputi:
1) Rencana Blok minimal skala 1:400
2) Rencana Lantai Dasar+Tapak minimal skala 1:100
3) Denah Bangunan minimal skala 1:100
4) Tampak 4 arah skala 1:100
5) Potongan 2 arah skala 1:100
6) Detail Arsitektur dalam sketsa perspektif
7) Detail Struktur
8) Perspektif Eksterior (minimal dua arah pandang)
9) Perspektif Interior (minimal dua arah pandang)
10) Skema utilitas
o Maket rancangan, skala disepakati kemudian.

Seluruh gambar produk rancangan dikerjakan pada kertas gambar ukuran


menyesuaikan skala, lengkap dengan kop informasi proyek di bagian bawahnya,
dengan teknik manual.

V. KRITERIA PENILAIAN

Penilaian diselenggarakan dalam beberapa tahap dengan pembobotan tertentu:


Bobot  Tugas : UTS : UAS  40 : 30 : 30

Nilai Tugas merupakan komponen nilai proses studio, yakni aktif berasistensi dan
menyerahkan tugas-tugas kecil secara lengkap; mengikuti tahap 3 presentasi (sesuai
timeline), menyelesaikan tugas tahap pendataan hingga tahap analisis secara lengkap,
termasuk studi maket eksplorasi, menyelesaikan tugas hingga tahap desain secara
lengkap, termasuk maket rancangan akhir.

Nilai Tugas, UTS, dan UAS sudah termasuk komponen nilai Sikap, Pengetahuan,
Ketrampilan Umum dan Ketrampilan Khusus, artinya tidak sepenuhnya berdasarkan hasil
produk gambar dan maket, dengan komponen:
1. Sikap 2. Pengetahuan
- Mandiri 10% - Teori 8%
- Kehadiran 5% - Peraturan dan SNI 10%
- Kejujuran 10% - Wawasan Praktek 7%
3. Keterampilan Umum 4. Keterampilan Khusus
- Visi Misi 7% - Produk Gambar 10%
- Argumentasi 10% - Survey 3%
- Berkonsep 8% - Analisis 6%
- Konsep 6%

Dan berdasarkan juknis PA, kriteria untuk penilaian tiap komponen adalah sebagai
berikut:
Nilai 80-100 : lengkap, diaplikasikan dengan benar dan rapi
Nilai 65-80 : lengkap, diaplikasikan degan benar
Nilai 56-65 : lengkap namun tidak diaplikasikan dengan benar
Nilai 0-55 : tidak lengkap dan tidak diaplikasikan dengan benar

Penilaian ini hanya berlaku apabila mahasiswa memenuhi ketentuan administrasi


kehadiran dan kepesertaan UTS serta UAS. Hal penilaian lainnya yang dirasa perlu akan
dikoordinasikan dalam perkuliahan studio.

“Selamat bekerja, semoga sukses”


Lampiran 1 - TAPAK PERANCANGAN
Lokasi: J l. Kyai Tapa No.1 Kelurahan Tomang, Kecamatan Grogol Petamburan, Jakarta
Barat.

KEYPLAN
lokasi tapak