Anda di halaman 1dari 8

BAB 1

LAPORAN KASUS

1.1 Data Umum Pasien


Nama : Suryanti
Nomor rekam medik : S 258/12
Usia : 32 tahun
Jenis kelamin : Perempuan
Status Perkawinan : Janda
Agama : Islam
Pekerjaan : Swasta
Tanggal pemeriksaan : 23 November 2012

1.2 Anamnesa
Pasien datang dengan keluhan adanya bercak yang berwarna kecoklatan di bibir
bawahnya. Pasien mengaku bercak kecoklatan tersebut muncul sekitar 2 tahun yang lalu. Pasien
mengaku kadang-kadang kurang percaya diri dengan kondisi tersebut bila tidak menggunakan
lipstik. Pasien mengaku tidak pernah merasa sakit, ukurannya tidak pernah bertambah besar dan
warnanya tidak berubah setelah terpajan sinar matahari.Pasien bekerja sebagai pembuat roti,
pasien mengaku tidak mengkonsumsi obat-obatan.

Riwayat Penyakit Sistemik


Penyakit jantung : Disangkal
Hipertensi : Disangkal
Diabetes mellitus : Disangkal
Asma/alergi : Disangkal
Penyakit hepar : Disangkal
Kelainan GIT : Diakui
Penyakit ginjal : Disangkal
Kelainan darah : Disangkal
Hamil : Disangkal
Kontrasepsi : Disangkal
Lain-lain : Disangkal

Kebiasaan buruk
- Menyirih : Disangkal
- Minuman beralkohol : Disangkal
- Merokok : Disangkal

Pemeriksaan Ekstra Oral


 Kelenjar limfe :
- Submandibula kanan : Teraba, lunak, tidak sakit
- Submandibula kiri : Teraba, lunak, tidak sakit
- Submental : Tidak teraba, tidak sakit
- Servikal kanan : Tidak teraba, tidak sakit
- Servikal kiri : Tidak teraba, tidak sakit
 Bibir : Makula pada bagian bibir bawah, berbentuk bulat dengan
diameter 1,60 mm,berbatas jelas.
 Wajah : Simetri/asimetri
 Sirkum oral : TAK
 Lain-lain : TAK

Pemeriksaan Intra Oral


Mukosa Bukal : - Fordyce granule (-)
- Cheek Biting (+)
Mukosa Labial : TAK
Palatum Durum : TAK
Palatum Molle : TAK
Lidah : TAK
Gingiva : TAK
Dasar mulut : TAK
Saliva : TAK
Lain-lain : TAK

Pemeriksaan Penunjang
- None

MASALAH KLINIS
Terdapat lesi makula berwarna kecoklatan berbentuk bulat dengan ukuran diameter 1,60
mm,berbatas jelas pada bibir bawah pasien. Makula tersebut muncul ±2 tahun yang lalu.
Ukurannya menetap sejak pertama muncul dan tidak pernah bertambah besar. Warnanya
tetap, tidak berubah setelah terpapar matahari. pasien tidak pernah merasa sakit atau
nyeri.

DIAGNOSIS
Makula Melanotik Oral

DIAGNOSIS BANDING
 Melanoma
 Amalgam tatoo
 Ephelis

RENCANA PERAWATAN DAN PERAWATAN


K.I.E
 Menjelaskan pada pasien bahwa bercak tersebut tidak berbahaya kecuali bila
ukuran membesar atau menimbulkan keluhan dianjurkan untuk melakukan
pemeriksaan biopsi.
 Intruksi pasien untuk menjaga oral hygiene.
 Kontrol ke dokter bila terjadi peninggian atau bila ukurannya bertambah besar.
BAB 2
TINJAUAN PUSTAKA

2.1. Makula Melanotik


Makula melanotik merupakan lesi terisolasi, datar (makula), jinak, asimtomatik dengan
batas yang tegas, dan berwarna brownishblack atau kebiruan yang biasanya tidak lebih besar dari
1-2 mm (Gambar 2.1dan 2.2). Vermillion bibir bawah yang paling sering terkena, diikuti oleh
gingiva, mukosa bukal, dan palatum durum.1 Makula melanotik bisa mewakili sebuah bintik
intraoral, pigmentasi pasca inflamasi, atau makula yang terkait dengan Peutz Jeghers sindrom
atau penyakit Addison. Lesi ini tidak bergejala dan tidak memiliki potensi keganasan.2
Bintik-bintik yang biasa terdapat pada kulit atau ephelis muncul lebih banyak karena
sintesis pigmen melanin oleh melanosit pada stratum basal,tanpa penambahan jumlah pada
melanositnya. Peningkatan melanogenesis pada kulit dapat dihubungkan dengan pemaparan
actinic, oleh karena itu epholide dapat muncul pada batas vermilion dari bibir dengan bibir
bagian bawah lebih sering terkena karena cenderung menerima pemaparan sinar matahari
dibandingkan dengan bibir atas. Lesi berupa makula dan memiliki ukuran yang bervariasi dari
diameter yang berukuran cukup kecil sampai lebih dari 1 cm, bersifat asimtomatik terjadi sama
banyaknya pada pria maupun wanita, jarang terlihat pada anak-anak2,3
Beberapa makula melanocytic mukokutan dapat diamati dalam gangguan langka autosomal
dominan, sindrom Peutz-Jeghers. Dalam kondisi ini, lesi terjadi paling sering pada daerah
perioral. Namun, freckle juga dapat timbul pada wajah, ekstremitas, dan mukosa mulut. Sindrom
ini juga terkait dengan polip usus, yang umumnya jinak tetapi memiliki potensi untuk
keganasan.1

2.2. Gambaran Klinis Makula Melanotik Oral


Lesi ini berwarna coklat, brownishblack ,kebiruan yang biasanya tidak lebih besar dari 1-
2 mm dan cenderung terjadi pada gingiva, palatum dan mukosa bukal. Saat mencapai ukuran
tertentu, lesi tidak akan membesar lagi.1,3,4
Gambar 2.1. Makula melanotik pada bibir kiri bawah. pigmentasinya
cokelat muda dan berbatas jelas.1

Gambar 2.2. Makula melanotik pada gingiva anterior mandibula.1

2.3. Gambaran Histopatologi Makula Melanotik Oral


Secara histologi,lesi ini ditandai dengan produksi melanin meningkat dalam keratinosit
basal tanpa peningkatan jumlah melanosit ( jumlah melanosit normal), kecuali lesi jelas telah ada
untuk waktu yang lama tanpa perubahan, biopsi diperlukan untuk membedakan lesi ini dari
melanoma. 1,2
Gambar 2.3 Histopatologi dari makula melanotic menunjukkan lapisan sel basal terlihat normal dengan deposisi
melanin lokal.1

2.3. Diagnosis Banding


Diagnosis banding makula melanotik oral termasuk pigmentasi nevus, melanoma,
amalgam tatto, grafit tatto, focal ecchymosis.2,3

2.4. Terapi
Makula melanotik oral tidak berbahaya, tidak menunjukan adanya proliferasi melanosit,
dan tidak memiliki kecenderungan untuk menjadi ganas. Jika lesi berpigmen muncul setelah 2
minggu, pigmen hemosiderin bersama ecchymosis dapat disingkirkan dan biopsy spesimen harus
dilakukan untuk menjamin diagnosis definitif oral.1,2
BAB 3

PEMBAHASAN

Berdasarkan anamnesis didapat informasi bahwa pasien mengeluh adanya bercak


kecoklatan pada bibir bawahnya. Bercak tersebut timbul sejak 2 tahun yang lalu. Pasien
mengakui bahwa tidak adanya perubahan ukuran maupun bentuk bercak tersebut. Pemeriksaan
ekstra oral tidak menunjukkan adanya kelainan. Pada pemeriksaan intra oral menunjukkan
adanya lesi makula berwarna kecoklatan pada mukosa labial. Lesi tersebut tidak menimbulkan
rasa sakit/ asimptomatik. Lesi tunggal berukuran 1,60 mm, berbentuk bulat, berbatas jelas dan
datar.( Gambar 3.1 )

Gambar 3.1 Makula melanotik oral pada bibir bawah pasien


Berdasarkan anamnesis dan pemeriksaan yang telah dilakukan maka dapat disimpulkan
bahwa diagnosis pasien adalah makula melanotik oral. Lesi tersebut bukan merupakan lesi ganas
dan berbahaya oleh karena itu tidak perlu dilakukan perawatan apapun.

DAFTAR PUSTAKA

1) Bruch JM, Treister NS. Clinical Oral Medicine and Pathology. New York: Humana
Press, 2010. (p. 69-70 )

2) Regezi JA, Sciubba JJ. Oral Pathology: Clinical Pathology Correlations. 4th edition.
St Louis,Missouri: Saunders, 2003. (p. 131-3 )

3) Burket LW. Oral Medicine. 6th ed. Philadelphia, Toronto: J.B. Lippincott Co,1981

4) N e v i l l e BW,Damm DD, Allen CM, Bouquot J E . Oral and


Maxillofacial Pathology. 3rd edition, Elsevier, India.2009: 245.

Anda mungkin juga menyukai