Anda di halaman 1dari 7

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Dalam era globalisasi dewasa ini, kehidupan sosial masyarakat tentu
mengalami perubahan terhadap gaya hidupnya. Namun seiring dengan
perkembangan waktu, masyarakat cenderung meningglakan
kebudayaannya, salah satunya dengan gaya berpakaian.
Pakaian digunakan sebagai simbol status, jabatan, atau pun
kedudukan seseorang. Pakaian juga mewakili sebagai kebudayaan suatu
daerah dengan daerah lainnya. Melalui pekaian juga akan terlihat keindahan
dan keunikan dari suatu daerah, serta sebagai symbol identitas masyarakat
atas suatu daerah tersebut.
Pakaian adat dalam pengertian dinamis yaitu pakaian layaknya
pakaian pada umumnya, tetapi memiliki identitas-identitas tertentu yang di
akui sebagai ciri khas suatu daerah tertentu. Dimana kita sebagai bangsa
Indonesia harus mempertahankan dan menjaga ciri khas atau adat budaya,
dan menyakini adat Indonesia tidak akan pernah pudar atau punah.
Memahami arti kebudayaan nasional serta tradisi yang berarti
memahami unsur-unsur budaya daerah dan mengetahui nilai budaya
masyarakat pendukung yang kemudian berusaha untuk melestarikannya.
Dalam ayat 1 dan ayat 2 pasal 32 UUD NKRI Tahun 1945 menjelaskan
bahwa Pemerintah berusaha memajukan kebudayaan nasional, ini berarti
bahwa sesungguhnya pemerintah secara langsung harus mampu
mengembangkan berbagai potensi yang berkaitan dengan kemajuan
kebudayaan Indonesia. Usaha seperti itu akan terlihat wujudnya apabila
lebih dulu diinventarisasikan dan didokumentasikan.
Dengan begitu tradisi adalah satu diantara aset penting bagi sebuah
negara berkembang. Dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan
Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2014 tentang pedoman pelestarian

1

sedangkan dalam tindakannya dirasa kurang optimal.kompasiana. pemilihan hari Kamis Pahing disesuaikan dengan hari perpindahan keraton dari Ambar Ketawang ke keraton sekarang. umumnya hanya melestarikan kebudayaan nasional lebih terpaku pada buku. Pada masyarakat. "Kamis Pahing adalah hari berdirinya Keraton Yogyakarta.com/berita/321072/pemkot-yogyakarta-siapkan- peraturan-pakaian-dinas-adat.11:38. Sedangkan pemilihan pakaian gagrak sendiri karena pakaian tersebut adalah pakaian khas gaya Yogyakarata. Menyebutkan Pedoman Pelestarian Tradisi dimaksudkan untuk memberikan acuan bagi pemerintah daerah provinsi dan pemerintah daerah kabupaten/kota dalam melaksanakan Pelestarian Tradisi sesuai dengan kewenangannya.2-17-2018 2 https://jogja.com/yusticiaarif/yang-istimewa-di-yogyakarta-tiap- kamis-pahing_54f68700a3331191178b4d29. Sementara itu.1 Melihat kebijakan diatasnya Pemerintah Kota Yogyakarta pun mensetujui dengan ada nya penggunaan pakaian adat pada setiap 35 hari sekali yaitu pada Hari Kamis Pahing. Kota yang terkenal dengan Pendidikan dan budaya ini mencoba untuk tetap melestarikan kebudayaannya. Sehingga Kota Yogyakarta." kata Kepala Bagian Organisasi Pemerintah Kota Yogyakarta 2 Kris Sardjono Sutedjo di Yogyakarta.2-17-2018 2 . Kebijakan 1 https://www. Pada peraturan awal telah ditanda tangani pada akhir bulan Maret tahun 2014 dan baru disosialisasikan pada tanggal 1 April 2014.11:37.tradisi. dimana situasi ini disebut Haryadi Suyuti sebagai bentuk tanggung jawab dalam program pelestarian budaya tradisional. Di Indonesia sendiri sudah tidak banyak yang sadar akan melestarikan kebudayaannya. Pemerintah Kota juga berharap dengan adanya kebijakan ini dapat memberikan contoh yang tepat terkait penggunaan pakaian daerah khas Yogyakarta. Dengan didukung adanya keraton dan kesultanan kekentalan budayanya masih sangat terasa. Seperti pada saat menggunakan pakaian adat nasional hanya setahun sekali pada tanggal 21 April yang diperingati Hari Kartini. dan pakaian khasnya adalah pakaian adat gagrak ngayogyakarta.antaranews.

Rumusan masalah merupakan acuan dalam penelitian agar hasilnya sesuai dengan pokok permasalahan yang sedang dibahas. Dengan demikian Tugas Akhir yang berjudul “Implementasi Keputusan Walikota Yogyakarta Nomor 173 Tahun 2014 di Lingkungan Pemerintah Kota Yogyakarta” layak untuk ditulis. Bagaimana implementasi Keputusan Walikota Nomor 173 Tahun 2014 di Lingkungan Pemerintah Kota Yogyakarta? 3 . Apabila kesadaran masyarakat untuk mematuhi peraturan yang telah ditetapkan dapat diterapkan maka masyarakat akan menjadi faktor pendukung. Kebijakan ini tertuang pada Peraturan Wali Kota Nomor 173 Tahun 2014 Tentang Penggunaan Pakaian Dinas Tradisional Gagrak Ngayogyakarta di Lingkungan Pemerintah Kota Yogyakarta. Kebijakan ini wajib dilakukan khususnya untuk pegawai negeri sipil (PNS)termasuk pejabat eselon IV sampai pejabat eselon I. baru ini dimasukkan ke dalam Peraturan Wali Kota Yogyakarta pada tanggal 28 Maret 2014 dan baru dapat dilaksanakan pada pertengahan tahun 2014. Ketentuan Penggunaan Pakaian Dinas Tradisional Gagrak Ngayogyakarta dikecualikan bagi pegawai yang melaksanakan tugas operasional di lapangan yang tidak memungkinkan menggunakan Pakaian Dinas Tradisional Ngayogyakarta dan akan diatur lebih lanjut dengan Keputusan Kepala SKPD/Unit Kerja masing-masing. bila masyarakat tidak mau mematuhi peraturan yang ada maka masyarakat akan menjadi faktor penghambat utama dalam penegakan peraturan yang dimaksud. 1.2 Rumusan Masalah Perumusan masalah dalam suatu penelitian digunakan untuk memperjelas dan membatasi ruang lingkup penelitian supaya dapat dibahas lebih terarah dan sesuai dengan pembahsan yang diharapkan. sebagai berikut: 1. Namun. Dari latar belakang yang sudah dipaparkan diatas penulis merumuskan beberapa masalah yang akan dibahas adalah.

3.3 Tujuan dan Manfaat Penelitian 1.1. Secara Praktis 1. 3) Dapat mengetahui problematika dalam mengimplementasikan Keputusan Walikota sesuai dengan peraturan perundang – undangan.2 Manfaat Penelitian 1) Meningkatkan wawasan. b. 1. 2) Sebagai bahan masukan bagi Pemerintah Kota Yogyakarta khususnya dalam pembuatan Keputusan Walikota yang sesuai berdasarkan Peraturan Perundang-undangan yang berlaku. pengetahuan dan pengalaman dalam Implementasi Keputusan Walikota tentang Penggunaan Pakaian Dinas Tradisional Gagrak Ngayogyakarta Dilingkungan Pemerintahan Kota Yogyakarta. Tujuan Penelitian a. a. Untuk mengetahui implementasi Keputusan Walikota Nomor 173 Tahun 2014 di Lingkungan Pemerintah Kota Yogyakarta. Untuk mengetahui faktor pendukung dan penghambat Kebijakan Kebudayaan Daerah Penggunaan Pakaian Adat Tradisional di Lingkungan Pemerintah Kota Yogyakarta. 2. Bagi Penulis a) Untuk memenuhi Tugas Akhir sebagai bidang keahlian mahasiswa Perancangan Perturan dan Kontrak Bisnis. Apa saja faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaan Kebijakan Kebudayaan Daerah Penggunaan Pakaian Adat Tradisional di Lingkungan Pemerintah Kota Yogyakarta? 1.3. b) Sebagai syarat mendapatkan gelar Amd (Ahli Madya) di Jurusan Bidang Kesekretariatan Bidang Keahlian Perancangan Peraturan. 4 .

Jenis Penelitian Permasalahan yang telah dirumuskan diatas akan dijawab dan dipecahkan dengan menggunakan metode pendekatan yuridis sosiologis. terdiri dari studi dokumen Surat Keputusan Walikota Nomor 173 Tahun 2014. Dalam meneliti Implemetasi Keputusan Walikota Pemerintah Kota Yogyakarta Nomor 173 Tahun 2014.4. Pemerintah Kota Yogyakarta a) Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi pedoman bagi pemerintah kota Yogyakarta dalam melakukan pengimplementasian keputusan walikota. dan c) Memberikan kontribusi berupa pemikiran bagi Pemerintah Kota Yogyakarta dalam pembuatan suatu Keputusan.2. 1. Pendekatan yuridis sosiologis adalah pengamatan hukum yang menggunakan data sekunder sebagai data awalnya.4 Metode Penelitian 1. yang kemudian dilanjutkan dengan data primer atau data lapangan. b) Hasil penelitian diharapkan dapat menjadi problem solving di SKPD terkait dengan Keputusan Walikota di lingkungan pemerintahan Kota Yogyakarta. dan wawancara (interview) dengan SKPD pemerintah kota Yogyakarta. Jenis Data a. 1.4.1. pengamatan (observasi) di Kantor Pemerintah Kota Yogyakarta. Data Primer Data primer merupakan data utama dalam sebuah penelitian yang berbentuk pengalaman. 2. 5 .. pendapat. pernyataan yang diperoleh dari keterangan narasumber yaitu staff Bagian Hukum Sekretariat Daerah Yogyakarta mengenai Implementasi Keputusan Walikota Yogyakarta Nomor 173 Tahun 2014 di Lingkungan Pemerintah Kota Yogyakarta.

yaitu pada Kantor Bagian Hukum Sekretariat Pemerintah Kota Yogyakarta dan ditambah dengan literatur-literatur yang bersangkutan serta menunjang penulisan Tugas Akhir berjudul “Implementasi Keputusan Walikota Yogyakarta Nomor 173 Tahun 2014 di Lingkungan Pemerintah Kota Yogyakarta” dari perpustakaan pusat Universitas Brawijaya.4.4. Saat mendengar peraturan bahwa setiap kamis pahing seluruh satuan kerja perangkat daerah di haruskan untuk mengenakan pakaian tradisinoal khas daerah istimewa Yogyakarta. Wawancara Melakukan wawancara dengan Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan.b. dan masyarakat terkait keputusan walikota di lingkungan pemerintahan Kota yogyakarta. Observasi Observasi dilakukan ketika melaksanakan Kuliah Keahlian pada bulan Desember Tahun 2016 sampai Maret tahun 2017 di Bagian Hukum Kota Yogyakarta. 1. internet. 2. dan undang-undang serta data lainnya yang dapat berupa informasi yang berkaitan dengan Implementasi Keputusan Walikota Yogyakarta Nomor 173 Tahun 2014 di Lingkungan Pemerintah Kota Yogyakarta. Data Sekunder Jenis data sekunder adalah data yang berupa dokumen. 1. dan menemukan surat keputusan walikota yang mengatur tentang ketentuan tersebut.5 Data Sekunder Dokumen yang diperoleh dari tempat penelitian.3 Teknik Pengambilan Data 1. 6 .4.4 Data Primer 1. artikel. arsip.

7 .6 Teknik Analisis Data Dari data primer yaitu hasil observasi pada saat melakukan kegiatan magang selama 4 (empat) bulan di Kantor Bagian Hukum Sekretariat Pemerintah Kota Yogyakarta.4.4.7 Kerangka Berfikir LATAR BELAKANG: Adanya implementasi suatu Keputusan Walikota yang tidak dijalankan oleh SKPD terkait sehingga keputusan walikota masih di anggap tidak berjalan secara efektif. Untuk mengetahui faktor pendukung dan penghambat Kebijakan Kebudayaan Daerah Penggunaan Pakaian Adat Tradisional di Lingkungan Pemerintah Kota Yogyakarta. IDENTIFIKASI MASALAH: Pengaruh keputusan walikota terhadap skpd terkait kesadaran atas hukum Faktor penghambat dan pendukung implementasi keputusan walikota RUMUSAN MASALAH: Bagaimana implementasi Keputusan Walikota Nomor 173 Tahun 2014 di Lingkungan Pemerintah Kota Yogyakarta? TUJUAN PENELITIAN: Untuk mengetahui implementasi Keputusan Walikota Nomor 173 Tahun 2014 di Lingkungan Pemerintah Kota Yogyakarta.1. wawancara dengan staff Bagian Hukum Pemerintah Kota Yogyakarta dan ditambah dengan dokumen-dokumen yang berhubungan dengan Implementasi Keputusan Walikota Yogyakarta Nomor 173 Tahun 2014 di Lingkungan Pemerintah Kota Yogyakarta. 1.