Anda di halaman 1dari 13

Critical Book Report

FILSAFAT PENDIDIKAN

DISUSUN OLEH :

NAMA : IKE ANJANI SITUNGKIR

NIM : 1161111037

KELAS : A 1 REGULER

PRODI : PGSD

MATA KULIAH : FILSAFAT PENDIDIKAN

Fakultas ilmu pendidikan

Universitas negeri medan

2016

Yusnadi. MS yang telah memberikan tugas ini. Dan saya berharap semoga critical book ini bermanfaat bagi kita semua. saya berharap sekiranya Critical Book ini dapat diterima dan berkenan di hati pembaca. saya tidak lupa mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu penyusunan dan penulisan Critical Book ini dengan baik. Oleh karena itu. i . KATA PENGANTAR Puji syukur saya ucapkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa. Dan tidak lupa pula saya mengucapkan terima kasih kepada Dosen Pengampu bapak Prof. sehingga dapat menambah pengetahuan dan pemahaman bagi penyusun. Dalam penyusunan critical book ini. untuk itu saya berharap saran dan kritik dari semua pihak untuk kesempurnaan critical book ini. Saya sadar critical book ini masih jauh dari kata sempurna. Dr. atas berkat dan Rahmat-Nyalah saya dapat menyelesaikan tugas Critical Book Report untuk memenuhi tugas mata kuliah Filsafat Pendidikan tanpa halangan yang berarti dan selesai tepat pada waktunya.

melatih dalam menulis dan berfikir kritis. Tujuan Untuk lebih mengetahui tentang filsafat pendidikan. 1 . Untuk memenuhi tugas yang diberikan dosen kepada mahasiswa. Pendidikan adalah produk dari system social masyarakatbyang menjadi unsur kebudayaan.1. Bagaimanapun filsafat bagi pendidikan adalah teori umum sehingga dapat menjadi pilar bagi bangunan dunia pendidikan yang berusaha memeberdayakan setiap pribadi warga Negara untuk mengisi format kebudayaan bangsa yang diinginkan.3. maka filsafat disini memberikan seseorang kemampuan untuk mengeja berbagai masalah yang muncul dari keseluruhan proses pendidikan. 1. 1. Bagi pembaca adalah untuk melatih membaca yang baik dan menambah pengetahuan.Latar Belakang Masalah Filsafat pendidikan adalah induk dari ilmu pengetahuan yang mampu menjawab segala pertanyaan dan permasalahan. Kajian filsafat bagi pendidikan menjadi keharusan akademis bagi setiap orang yang ingin mendalami bidang keguruan. BAB I PENDAHULUAN 1.2. Sebagai cara dan tujuan bagi pandangan pendidikan.Manfaat Manfaat untuk reviewer adalah menambah wawasan. Mulai dari permasalahan berhubungan dengan alam semesta hingga manusia dan segalanya. Bagi penulis adalah jadi mengetahui dimana kesalahannya dan membuat dia menjadi penulis yang lebih baik lagi dari sebelumnya.

terdapat pila perbedaan-perbedaan yang prinsipili. Untuk ini filsafat menghendaki pola fikir yang sadar. yang berarti teliti dan teratur. sebagai ilmu yang berusaha untuk memahami semua hal yang timbul di dalam keseluruhan lingkungan pengalaman manusia. Beberapa Definisi Menurut arti sebenarnya filsafat adalah cinta akan kebajikan. definisi ini berasal dari zaman yunani dahulu dan merupakan rangkaian dari dua pengertian. ditinjau sebagai keseluruhan. Ringkasan Buku BAB I A. Imam Bernadid.Identitas Buku Judul : Filsafat Pendidikan Pengarang : Prof. Filsafat dan Ilmu Pengetahuan Antara filsafat dan ilmu pengetahuan.1.A. Hal ini berarti bahwa berspektakulasi adalah suatu tingkatan berfikir filosofis yang lebih mendalam. Adapun perbedaan utama yang terdapat antara 2 .2. dan malahan sampai kepada berspekulasi. berfilsafat adalah berfikir. tidak sepotong-sepotong. BAB II RINGKASAN BUKU 2. B. dan sophia yang berarti kebajikan. Menurut bahasa modern filsafat diartikan antara lain. yang bersrti cinta. Ph. disamping kesamaan-kesamaan.. ialah : philare. M. Dari unsur-unsur yang diperiksa adanya kesamaan dan perbedaan.D Penerbit : Ombak Tahun Terbit : 2013 Jumlah Halaman : 122 Nomor ISBN : 978-602-258-034-8 2. Sesuai dengan makna filsafat.

filsafat dan ilmu pendidikan pada jenis dan macam pengetahuan yang dicari. total dan konpherehensif. berhadapan dengan beberapa problema utama meliputi: a. BAB II SISTEM-SISTEM FILSAFAT DAN FILSAFAT PENDIDIKAN 1. bahwa bila ilmu pengetahuan menjurus kepada sasaran yang sempit dan tinjauan yang mendalam. Oleh karena itu bersifat filosofis dengan sendirinya filsafat pendidikan ini pada hakikatnya adalah penerapan suatu analisa filosofis terhadap lapangan pendidikan. Filsafat dan Ilmu Pendidiikan Prinsip dasar yang dikemukakan oleh Thorendike ini menjadi salah satu motor penggerak pengembangan ilmu pendidikan.Nilai 2. yang waktu itu dapat dihayati melakukan pengungkapan data kuantitatif yang merupakan salah satu dari kekayaannya. ialah mengenai kenyataan b. Fakta. D. Sistem-sistem filsafat Filsafat sebagai ilmu yg mengadakan tinjauan dan mempelajari objeknya dari sudut hakikat ini. Pertanyaan mengenai pendidikan bersifat filosofisnyang memerlukan jawaban yang filosofis juga.hal ini berarti bahwa yang dimaksud adalah bukan 3 . Realisme dan pragmatism Naturalisme mempunyai pandangan bahwa kenyataan yang sebenarnya adalah alam-semesta-fisik ini. filsafat menjurus kepada sasaran yang luas. Idealisme. menyeluruh. Naturalisme. Maka dari itu dimasukkan kedalam bidang filsafat pendidikan. dalam filsafat adalah suatu tujuan hasil tinjauan dan penelitian yang merupakan hasil interprestasi atau penafsiran dalam konteks dengan lingkungan yang lebih luas. C.Pengetahuan c. Jelaslah.Realita. Filsafat Pendidikan Filsafat pendidikan adalah ilmu yang pada hakikatnya merupakan jawaban dari pertanyaan dalam lapangan pendidikan.

4 . Yang mengendaki agar anak didik dapat dibangkitkan kemampuannya untuk secara konstruktif menyesuaikan diri dengan tuntutan perubahan dan perkembangan masyarakat sebagai akibat adanya pengaruh dari ilmu pengetahuan dan teknologi. a. 4. Pragmatisme memandang realita sebagai suatu proses dalam waktu. karena jiwa abad pertengahan merupakan jiwa yang menuntun manusia hingga dapat dimengerti adanya tata kehidupan yang telah ditentukan secara rasional. Realisme adalah filsafat yang timbul pada zaman modern dan sering disebut anak dari naturalisme. Mengkehendaki pendidikan yang bersendikan atas nilai-nilai yang tinggi. d. realisme memandang bahwa kenyataan itu berbeda dengan jiwa yang mengetahui objek atau dunia luar tersebut. yang berartiorang yang mengetahui mempunyai eranan untuk menciptakan atau mengembangkan hal-hal yang diketahui. c. berada dalam suatu lingkungan kebudayaan dan karenanya tidak dapat terlepas dari persoalan eksistensi tersebut diatas. Mengkehendaki pendidikan yang pada hakikatnya progresif tujuan pendidikan hendaknya diartikan sebagai rekonstruksi pengalaman yang terus menerus b. 3.kenyataan spiritual atau supernatura. yang hakiki kedudukannya dalam kebudayaan. Yang menghendaki agar pendidikan kembali kepada jiwa yang menguasai abad pertengahan. Konsep filosofis mengenai pendidikan Dalam penjabarannya mengenai pendidikan dapat dirumuskan sbb. Kebudayaan dan pendidikan Pendidikan. sebagai usaha manusia yang disengaja untuk memimpin angkatan muda untuk mencapai kedewasaan dan meningkatkan taraf kesejahteraannya.

Nilai timbul karena manusia mempunyai bahasa. Ciri-ciri utama Progresivisme mempunyai konsep yang didasari oleh pengetahuan dan kepercayaan bahwa manusia itu mempunyai kemampuan-kemampuan yang wajar dan dapat menghadapi dan mengatasi masallah-masalah yang bersifat menekan atau mengancam adanya manusia itu sendiri..... 5 .. 4.. Pandangan mengenai pengetahuan Progsivisme mengadakan perbedaan antara pengetahuan dan kebenaran. Pandangan mengenai realita John Dawey. sebenarnya dapat dikatakan dengan tepat bahwa tiada teori realita yang umum.. memiliki dan mengarahkan beberapa segmen pengetahuan agar dapat menimbulkan petunuk atau penyelesaian pada situasi tertentu. 5.yang siap untuk digunakan. maka dengan demikian menjadi mungkin adanya saling hubungan seperti yang ada dalam masyarakat pergaulan. pengetahuan adalah kumpulan kesan-kesan dan penerangan-penerangan yang terhimpun dari pengalaman. 3.sifat utama dari pragmatisme mengenai realita. 2. Pandangan mengenai nilai Tidak timbul dengan sendirinya melainkan ada faktor-faktor yang merupakan prasyarat. mengatakan bahwa. Anteseden Pragmatisme sebagai aliran filsafat dan fragmatisme sebagai filsafat pendidikan merupakan aliran fikir yang telah dituliskan oleh Jhon Dawey. dalam bukunya yang berjudul creative inteligence.A. Kebenaran adalah hasil tertentu dari usaha untuk mengetahui. Progresivisme 1.

artinya. Pandangan mengenai realita.6. Pandangan mengenai kurikulum Dalam pandangannya mengenai kurikulum sebagai pengalaman yang edukatif. bersifat eksperimental dan adanya rencana dan susunan yang teratur. Perenialisme 1. 3. dan bilamanapun tidak berubah. Kalau progresivisme menganggap pandangan bahwa banyak hal itu mempunyai sifat yang serba fleksibel dan nilai-nilai itu berubah dan berkembang.dapat menjadi sumber timbulnya pandangan yang berubah-ubah. Ciri-ciri umum Perenialisme memandang bahwa keadaan sekarang adalah sebagai zaman yang terganggu oleh kekacauan. D. Pandangan tentang belajar Pandangan progresivisme tentang belajar bertumpu pada pandangan mengena anak didik sebagai makhluk yang menpunyai kelebihan dibandingkan dengan makhluk- makhluk lain. Perenialisme berpendapat bahwa segala sesuatu yang dapat diketahui dan merupakan kenyataan adalah apaa yang terlindung pada kepercayaan. kebingungan dan kesimpangsiuran. B. dimanapun. yang karenanaya dapat tegak berdiri dalam arti spiritual. perlu dijamin dengan pandangan- pandangan mengenai kenyataan yang bersifat universal. 7. esensialisme menganggap bahwa dasar pijak seperti ini kurang tepat. Agar manusia dapat berpijak pada pendirian-pendirianyang benar. 2. Kebenaran adalah 6 . Dalam pendidikan fleksibilitas dalam segala bentuk. pelaksanaannya yang kurang stabil dan tidak menentu. Esensialisme Esensialisme mempunyai tinjauan mengenai kebudayaan dan pendidikan yang berbeda dengan progresivisme. Pandangan mengenai pengetahuan.

Ini berarti bahwa perhatian mengenai kebenaran adalah perhatian mengenai esensi dari sesuatu 1. 4.sesuatu yang menunjukkan kesesuaian antara pikir dengan benda-benda. Tuntutan utama pendidikan adalah mempersiapkan anak didik kearah kemasakan. Maka teori dan praktik pendidikan haruslah mengarah kepada tuntutan tersebut. Sokrates. Kebenaran adalah sesuatu yang menunjukkan kesesuaian antara pikir dengan benda-benda. 3. Anteseden Pandangan mengenai pendidikan yang wajar untuk menjadi anteseden adalah pandangan dari tokoh-tokoh utama perehialis pada masa sebelum abad modern. adalah latihan dan disiplin mental. Jadi. Masak dalam arti hidup akalnya. dan Thomas Aquinas dan diteruskan dengan pandangan dari tokoh-tokoh modern. akal inilah yang perlu mendapat tuntunan kearah kemasakan tersebut. 7 . Pandangan tentang kurikulum. Pandangan mengenai belajar Tuntutan tertinggi dalam belajar. Yang dimaksud dengan benda-benda adalah hal-hal yang adanya bersendidkan atas prinsip- prinsip keabadian. 5. Pandangan mengenai nilai Hakikat manusia itu pertama-tama adalah pada jiwanya. Pandangan mengenai pengetahuan Perenialisme berpendapat bahwa segala sesuatu yang dapat diketahui dan merupakan kenyataan adalah apa yang terlindung pada kepercayaan. Berhubung dengan itu pembicaraan mengenai pendidikan secara umum akan terdiri dari pandangan Plato. menurut perenialisme. 2. Oleh karena itu hakikat manusia juga menetukan hakikat perbuatan-perbuatannya dan persoalan nilai adalah persoalan spiritual.

Hal-hal yang menjadi lingkup filsafat pendidikan untuk diteliti adalah yang diawali oleh corak pertanyaan yang bersifat teoritik dan hakiki dan tidak hanya melihat sesuatunya itu dari sudut keadaan sekarang. dimana filsafat selalu berusaha untuk memahami segala sesuatu yang timbul dalam spectrum pengalaman manusia dan berusaha untuk memperoleh pandangan yang luas mengenai alam dan mampu memberikan penerangan yang universal yang mengenai hakikat segala sesuatu benda (Stela van Petten:1964) dan filsafat itu bukan hanya sebagai ilmu pengetahuan tetapi berusaha menyelami hal-hal yang berada dibalik suatu pengetahuan tersebut. dan juga filsafat itu sebagai ilmu yang menjadi sumber kebajikan manusia. Penulis juga menjelaskan bahwa filsafat dan ilmu pengetahuan bersifat kontempore. Pada bagian filsafat tradisional dan filsafat kritis penulis menjelaskan pengertian filsafat tradisional. melainkan bagaimana seharusnya dimasa yang akan datang. pergaulan dan bernegara. penulis menjelaskan kaitan filsafat dan ilmu pengetahuan.  Filsafat tradisional dan filsafat kritis  Analisa bahasa dan analisa konsep Pada bagian filsafat dan ilmu pengetahuan. Hasil yang dicapai memberikan pandangan jangkauan ke depan dan bersifat hakiki. serta perbedaannya. jenis. dimana filsafat itu dapat menentukan tujuan-tujuan yang hendak dicapai oleh manusia demi peningkatan ketenangan dan kesejahteraan hidup. Baik filsafat maupun filsafat pendidikan memandang objek-objek persoalannya dari sudut hakikat: maka dengan sendirinya problema yang perlu menjadi objek penelitian filsafat pendidikan adalah masalah-masalah pendidikan yang bersifat filosofis yang tinjauannya dapat bersifat historiokofilosofis atau dengan melewati filsafat kritis. serta aliran sebagaimana dijumpai dalam sejarah. 8 .BAB III Pada bab ini penulis menjelaskan tentang:  Filsafat dan ilmu pengetahuan. dimana fisafat tradisional adalah filsafat sebagaimana adanya sitematika.

9 .Contoh penerapan anlisa bahasa (linguistic): “Sejarah adalah perkembangan yang menaik. Contoh penerapan analisa konsep yaitu dimana usaha kita untuk mengenai makna dari “sejarah” saja yang diperlukan dalam analisis ini. Alat yang digunakan oleh filsafat kritis adalh analisa bahasa dan konsep.” Sedangkan analisa konsep adalah suatu analisa mengenai istilah-istilah atau kata-kata yang mewakili gagasan atau konsep. penulis menjelaskan paa itu analisa bahasa dan analisa konsep. Dimana. analisa bahasa (menurut Harry Schofield) adalah usaha untuk mengadakan interpretasi yang menyangkut pendapat atau pendapat-pendapat mengenai makna yang dimilikinya.Sedangkan filsafat kritis adlah filsafat yang mengutarakan segala sesuatunya dengan jalan lain. Pada bagian analisa bahasa dan analisa konsep.

 Di dalam buku ini tidak disertai dengan gambar. jika penulis berkenan bukunya diharapkan pembahasan tentang filsafat pendidikan ditambah dari sumber yang lain.  Terdapat pendahuluan pada setiap bab yang sesuai dengan pembahasan pada setiap bab  Terdapat rangkuman pada akhir bab isi buku 3. BAB III PEMBAHASAN 3.1. Bahasa yang digunakan mudah untuk dipahami  Sampul buku yang cukup menarik. pembahasannya hanya ada tiga bab saja.2. mis: “reflection” (terdapat pada halaman 45)  . 10 . Kelebihan Kelebihan dari buku ini adalah  Pembahasan dalam buku ini rinci dan tertata. atau pun diagram yang bisa memperjelas pembahasan dan mempermudah mengetahui secara langsung dan singkat isi bacaan.  Terdapat daftar pustaka/sumber teori pada bagian bawah isi buku.  Terdapat banyak teori tentang filsafat pendidikan yang disampaikan oleh beberapa ahli  Kata serapan dalam buku ini ditulis dengan huruf bercetak miring. Kekurangan Kekurangan dalam buku ini adalah  Pembahasannya sedikit.

Kata serapan dalam buku ini ditulis dengan huruf bercetak miring. Karena dalam penulisannya sebagian besar telah mengikuti kaidah penulisan buku. Dan saran untuk pembaca agar menambah wawasan kepada pembaca bagaimana itu filsafat pendidikan dan apa saja yang perlu di pahami dalam filsafat pendidikan. Sedangkan saran untuk penulis buku buatlah sampul atau cover buku tentang pendidikan ini menarik supaya yang melihat bisa tertarik dengan melihat sampulnya.2. 11 .Simpulan Dari analisis jurnal yang telah disampaikan. Sampul buku yang cukup menarik. agar buku ini semakin menarik dan mempunyai daya tarik tersendiri bagi pembaca. Tetapi buku ini masih memiliki sedikit kelemahan. dapat ditarik kesimpulan bahwa buku yang dikritik adalah buku yang baik. dan agar bisa menjadi penulis yang hebat lagi. Pembahasan dalam buku ini rinci dan tertata. 4.1. Saran Saran untuk reviwers agar dapat terlatih dalam membaca dan menambah wawasan tentang pendidikan dan dapat berpikir kritis. BAB IV PENUTUP 4.