Anda di halaman 1dari 4

TUGAS

INDUSTRI SEMEN

Diajukan Sebagai Sebagai Persyaratan
Untuk Menyelesaikan Tugas
Mata Kuliah Industri Semen

Oleh:
CHINTIA YOLANDA LORANTIFOLIA
11.2015.1.00543

JURUSAN TEKNIK PERTAMBANGAN
FAKULTAS TEKNOLOGI MINERAL DAN KELAUTAN
INSTITUT TEKNOLOGI ADHI TAMA SURABAYA
2018

 Tipe IIA → digunakan jika membutuhkan beton dengan ketahanan khusus terhadap sulfat atau panas hidrasi sedang dan ada penambahan udara. kecuali air dan kalsium sulfat. ada pula kondisi fisik pilihan yang tercantum pada tabel 4.  Tipe II → digunakan jika membutuhkan beton dengan ketahanan sedang terhadap sulfat atau panas hidrasi sedang. . Komposisi bahan kimia yang ada pada setiap tipe semen portland harus disesuaikan dengan kebutuhan yang tercantum pada tabel 1. harus termasuk hal-hal seperti nomor dan tanggal spesifikasi. ASTM C 150 – 92 Spesifikasi Standar untuk Semen Portland Semen portland adalah semen hidraulik yang terbentuk ketika penggilingan clinker yang mengandung material penting seperti kalsium silikat.  Tipe IV → digunakan jika membutuhkan beton dengan panas hidrasi rendah. yaitu:  Tipe I → digunakan jika tidak membutuhkan spesifikasi khusus pada beton. dan bahan-bahan yang ada pada tabel 1 sampai dengan batas yang ditentukan. maka gunakan semen tipe I).  Tipe IA → digunakan jika beton tanpa spesifikasi khusus dan ada penambahan udara. terkadang diberi bahan aditif yang sesuai dengan spesifikasi C 465. Setiap semen di atas seharusnya tidak mengandung bahan tambahan lain.  Tipe V → digunakan jika membutuhkan semen dengan ketahanan tinggi terhadap sulfat. Kondisi fisik semen portland pun disesuaikan dengan kebutuhan yang tercantum pada tabel 3. bahan kimia tambahan yang dibutuhkan.  Tipe III → digunakan jika membutuhkan beton dengan kekuatan tinggi di awal  Tipe IIIA → digunakan jika membutuhkan beton dengan kekuatan tinggi di awal. dan kondisi fisik yang dibutuhkan. jika tidak ada spesifikasi gunakan Vicat). setting-time yang dibutuhkan (Vicat atau Gillmore. tipe yang diterima (jika tidak ada spesifikasi yang diinginkan. Ada 8 jenis semen portland yang dibahas dalam spesifikasi ini. Sedangkan semen portland dengan penambahan udara adalah semen portland yang terdapat tambahan udara saat pembentukannya. Dalam proses pembentukan semen. Jika ingin menggunakan salah satu semen di atas. dan ada penambahan udara.

Dalam kontrak produsen dengan pembeli . Semen akan dikemas dan pada kemasan dicantumkan “Semen Portland”. Jika semen dalam keadaan terbuka dan telah disimpan dalam tempat penyimpanan lebih dari 6 bulan. Ketika semen akan diambil sampel dan diuji. dan telah diakui bahwa semen sesuai dengan spesifikasi yang dibutuhkan. laporan produsen mengenai hasil tes dari sampel harus dilengkapi pada waktu pemuatan. atau semen dalam kantung yang disimpan di gudang vendor lebih dari 3 bulan. Dalam pemesanan semen. namun Practice C 183 tidak didesain untuk kontrol kualitas pembuatan semen dan tidak diperlukan untuk sertifikat pembuatan. Ketika semen yang diperlukan diminta oleh pembeli. nama dan merek produsen. maka pada kemasan semen harus dicantumkan penambahan udara. Jika berat kemasan lebih dari 2% dari berat bersih. produsen semen mencantumkan keadaan alami. baik produsen dan pembeli. mungkin saja semen akan ditolak. material yang terdapat pada semen yang akan digunakan harus disetujui oleh kedua belah pihak. tipe semen. . dan penambahan udara yang digunakan. Hal-hal di atas juga harus terdata pada dokumen penyimpanan. Kemasan semen juga harus dalam kondisi baik ketika inspeksi. Penyimpanan semen sebaiknya di tempat yang mudah dijangkau. Ada kemungkinan semen akan ditolak oleh pembeli jika semen tersebut gagal memenuhi persyaratan yang dibutuhkan. Kantung semen mungkin saja dicantumkan sebagai berat bersih. tempat penyimpanan juga harus dalam ruangan yang tahan cuaca dan dapat menjaga semen dalam keadaan baik. makan harus dites ulang. Jika semen ada penambahan udara. serta berat semen yang harus sesuai pada setiap kemasan. pengambilan sampel dan pengujian mengacu pada Practice C 183. Bahan-bahan tambahan yang digunakan dalam pembuatan semen pun harus dicantumkan. jumlah.

5 . Gypsum CaSO4. Batu Gamping CaCO3 70 – 75 2. Pasir Besi Fe2O3 0.0 – 0. Pasir Kuarsa SiO2 0.Komposisi Bahan Baku Semen No Bahan Kandungan Kimia Persentase (%) 1. Lempung Al2O3:2SiO2.5 – 1 5.xH2O 15 – 20 3.2H2O 4-6 4.