Anda di halaman 1dari 11

PROPOSAL PERBAIKAN NILAI KEPERAWATAN JIWA

TERAPI AKTIVITAS KELOMPOK
PERILAKU KEKERASAN

oleh
Pradhika Ghozi Syamsiar
NIM 1711012005

FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH
JEMBER
2018

Klien dapat menyebutkan akibat perilaku kekerasan C. kegagalan yang dialami dapat menimbulkan frustasi yang kemudian dapat timbul agresif atau amuk. Tujuan Khusus / Kriteria Evaluasi a. Topik Terapi Aktivitas Kelompok : Stimulasi Persepsi Sesi I : Mengenal Perilaku Kekerasan yang Biasa Dilakukan B. kebutuhan akan perhatian dan ketergantungan pada orang lain. PROPOSAL TERAPI AKTIVITAS KELOMPOK (TAK) A. Klien dapat menyebutkan reaksi yang dilakukan saat marah (perilaku kekerasan) d. (Stuart dan Sundeen. Tujuan Umum Klien dapat mengenal perilaku kekerasan yang biasa dilakukan 2. Hal tersebut dilakukan untuk mengungkapkan perasaan kesal atau marah yang tidak konstruktif. orang lain maupun lingkungan. Penyebab Faktor predisposisi Berbagai pengalaman yang dialami tiap orang mungkin menjadi faktor predisposisi yang mungkin/ tidak mungkin terjadi jika faktor berikut dialami oleh individu : a. Klien dapat menyebutkan stimulasi penyebab kemarahannya b. 2. takut. Perilaku kekerasan merupakan hasil konflik emosional yang belum dapat diselesaikan. 1995) Perilaku kekerasan/amuk dapat disebabkan karena frustasi. control sosial yang tidak pasti terhadap perilaku kekerasan menciptakan seolah-olah perilaku kekerasan diterima . merupakan aspek yang menstimuli mengadopsi perilaku kekerasan c. Tujuan 1. Perilaku. manipulasi atau intimidasi. Psikologis. Klien dapat menyebutkan respons yang dirasakan saat marah (tanda dan gejala marah) c. reinforcement yang diteima ketika melakukan kekerasan. b. Pengertian Perilaku kekerasan adalah suatu keadaan dimana seseorang melakukan tindakan yang dapat membahayakan secara fisik baik terhadap diri sendiri. budaya tertutup. Perilaku kekerasan juga menggambarkan rasa tidak aman. Sosial budaya. sering mengobservasi kekerasan. Landasan Teori 1.

d. Wajah memerah e. kerusakan sistem limbic. Stimulus lingkungan c. Melukai diri sendiri/ orang lain c. Mengumpat dengan kata-kata kotor c. Bioneurologis. Status mental e. kehilangan orang yang dicintai/pekerjaan dan kekerasan) dan interaksi dengan orang lain( provokatif dan konflik). percaya diri kurang). Merusak lingkungan d. Suara keras d. Bicara kasar. Mata melotot/ pandangan tajam b. lobus frontal/temporal dan ketidakseimbangan neurotransmiser Faktor presipitasi Bersumber dari klien (kelemahan fisik. padat. 2004) 3. ketidak berdayaan. Ketidakmampuan mengendalikan dorongan marah b. Postur tubuh kaku Verbal a. Tanda dan Gejala Fisik a. Amuk/ agresif Faktor yang berhubungan a. keputusasaan. ketus Perilaku a. Putus obat f. Rahang mengatup d. Konflik interpersonal d. Penyalahgunaan narkoba/ alkoholik . Tangan mengepal c. lingkungan (ribut. Menyerang orang lain b. kritikan mengarah penghinaan. Mengancam b. ( Budiana Keliat.

atau merusak lingkungan 2. tapi masih yang kuat dan orla dan marah dan tidak berdaya terkontrol. wajah memerah. memecahkan perabot. Klien 1. hilang control. D. Proses Seleksi a. menyerang orang lain. Karakeristik / Kriteria Klien dengan gangguan sensori persepsi: perilaku kekerasan dengan karakteristik :  Klien berbicara mengancam dengan suara keras  Klien dengan mata melotot. Sikap bermusuhan b. tangan mengepal. Melukai diri/ orang lain c. Merusak lingkungan d. bermusuhan menyalahkan kepuasan/saat perasaannya. orang lain maupun lingkungannya. Untuk menegakkan diagnosa ini perlu didapatkan data utama a. Rentang Respon Marah Adaptif Maladaptif Asertif Frustasi Pasif Agresif Amuk/PK Klien mampu Klien gagal Klien merasa Klien Perasaan mengungkapkan mencapai tidak dapat mengekspresikan marah dan marah tanpa tujuan mengungkapkan diri secara fisik. memberikan tidak dapat dan menyerah mendorong orla disertai amuk. Pasien di ruang merpati berjumlah . melukai diri sendiri. Pengkajian Perawat mengidentifikasi jumlah pasien dan masalah keperawatan yang ada di ruangan. kelegaan menemukan dengan ancaman merusak alternatif lingkungan 5. Pasien di ruang Asoka berjumlah 5 orang ( 4 orang perilaku kekerasan dan 1 orang resiko bunuh diri) ditambah pasien yang ada di ruang merpati. Akibat Klien dengan perilaku kekerasan dapat melakukan tindakan-tindakan berbahaya bagi dirinya. Perilaku amuk/ agresif 4. dan postur tubuh kaku  Klien yang mengamuk. seperti menyerang orang lain. membakar rumah dll.

Pengorganisasian 1. Jumlah klien Klien perilaku kekerasan yang mengikuti TAK berjumlah 6 orang. W Tn. dengan ketentuan sebagai berikut :  Klien tidak disorientasi  Klien tidak inkoheren  Sehat fisik  Klien cukup kooperatif (kerjasama)  Dapat memahami pesan yang diberikan atau mampu berkonsentrasi lebih dari 15 menit d. Perawat mengidentifikasi jenis terapi aktivitas kelompok yang akan dilakukan. yaitu Terapi Aktivitas Kelompok (TAK) : Stimulasi Persepsi c. S Asoka Tn. I Tn. R E.45 WIB . Uraian Struktur Kelompok a. Dimana pasien yang akan mengikuti TAK stimulasi persepsi tersebut adalah pasien dengan masalah keperawatan perilaku kekerasan. 60 orang : Harga diri rendah = 8 orang Isolasi sosial : menarik diri = 7 orang Waham curiga = 2 orang Waham kebesaran = 4 orang Perilaku kekerasan = 27 orang Halusinasi = 12 orang b. Tempat Pertemuan : Ruang Merpati RSJ Dr. A Merpati Tn. Mengadakan kontrak dengan klien 3. yaitu 1 orang klien di ruang asoka dan 5 orang klien dari ruang merpati. Mengklarifikasi pasien sesuai kriteria dan bekerjasama dengan perawat di ruangan e. Waktu : 13. Radjiman Widyodiningrat Lawang b. Nama Klien Ruang Tn.00 – 13. Perawat mengidentifikasi pasien yang akan mengikuti Terapi Aktivitas Kelompok (TAK) : Stimulasi Persepsi. M Tn. Hari / Tanggal : Sabtu / 13 Oktober 2018 c.

Sebagai “role model” . Kertas HVS 2. Alat yang digunakan 1. Bola 4. Metode 1. mengajukan pendapat dan memberikan umpan balik . Lama : 45 Menit e. Tim Terapis a. MP3 player handphone dan speaker power 4. Membuat tata tertib bagi kelompok demi kelancaran diskusi b. Memotivasi kelompok untuk mengemukakan pendapat dan memberikan umpan balik. Membantu leader dalam mengorganisir anggota kelompok . Diskusi dan tanya jawab 3. Menciptakan suasana dimana anggotanya dapat menerima perbedaan dalam perasaan dan perilaku dengan anggota lain . Pembantu pimpinan kelompok (Co Leader) : Pradika Ghozi Syamsiar Tugas : . Simulasi. Mengarahkan kelompok dalam mencapai tujuan . Menyampaikan informasi dari fasilitator kepimpinan . Bersama leader menjadi contoh untuk kerjasama yang baik c. d. Menyusun rencana aktivitas kelompok (proposal) . mengungkapkan perasaan dan pikiran . Pimpinan Kelompok (Leader) : Pradika Ghozi Syamsiar Tugas : . Spidol 3. Dinamika Kelompok 2. Perilaku yang diharapkan : Klien mampu mengenal perilaku kekerasan yang biasa dilakukan 2. Menyusun rencana aktivitas kelompok (proposal) . Memfasilitasi setiap anggota untuk mengekspresikan perasaan. berkenalan. memperkenalkan diri 3. Fasilitator : Pradika Ghozi Syamsiar Tugas : . Mengingatkan pimpinan bila diskusi menyimpang .

Mencatat semua proses yang terjadi dan semua perubahan perilaku klien . Peserta dan terapis duduk bersama dalam lingkaran . Membantu leader memfasilitasi dan memotivasi anggota untuk berperan aktif . Mengobservasi setiap respon klien . Observer : Pradika Ghozi Syamsiar Tugas : . Tempat tenang dan nyaman. Setting Tempat . . CL L Obs F F Keterangan : L : Leader CL : Co-Leader F : Fasilitator Obs : Observer : Peserta F. Memberikan umpan balik pada kelompok 5. Menjadi aktif bagi klien selama proses kegiatan d. Proses Pelaksanaan 1. Tahap Persiapan o Memilih klien perilaku kekerasan yang sudah kooperatif o Membuat kontrak dengan klien o Mempersiapkan alat dan tempat pertemuan .

Untuk tiap keberhasilan anggota kelompok dengan memberi tepuk tangan.Menanyakan perasaan klien pada saat ini “Bagaimana kabarnya hari ini? Bagaimana perasaan hari ini?” c. Menjelaskan tujuan kegiatan “Hari ini kita berkumpul untuk saling membicarkan tentang perilaku kekerasan yang biasa bapak-bapak lakukan. Evaluasi / Validasi . o Pada saat MP3 player dimatikan maka anggota kelompok yang memegang bola untuk mengenal perilaku kekerasan yang biasa dilakukan. Salam Terapeutik . Evaluasi  Menanyakan perasaan klien setelah mengikuti TAK stimulasi persepsi  Memberi pujian atas keberhasilan kelompok .Salam dari terapis “Assalamu’alaikum Wr. Fase Orientasi a.2. harus minta izin pada pimpinan TAK  Lama kegiatan 45 menit  Setiap klien harus mengikuti kegiatan dari awal sampai akhir 3. 4. Menanyakan nama dan panggilan semua klien (beri papan nama) b. Wb. Perkenalkan nama dan panggilan terapis (pakai papan nama) . Fase Terminasi a. Fase Kerja o Menjelaskan kegiatan. Menjelaskan aturan main yaitu :  Jika ada peserta yang akan meninggalkan kelompok.” . Selamat pagi semuanya. dengan cara :  menyebutkan stimulasi penyebab kemarahannya  menyebutkan respons yang dirasakan saat marah (tanda dan gejala marah)  menyebutkan reaksi yang dilakukan saat marah (perilaku kekerasan)  menyebutkan akibat perilaku kekerasan o Ulangi sampai semua anggota kelompok mendapat giliran dan beri pujian. yaitu MP3 player akan dihidupkan dan bola diedarkan berlawanan dengan arah jarum jam (yaitu ke arah kiri).” . Kontrak .

Rencana Tindak Lanjut  Menganjurkan klien menilai dan mengevaluasi jika terjadi penyebab marah. dan akibatnya yang belum diceritakan c. Kontrak  Menyepakati kegiatan berikutnya yaitu cara mencegah perilaku kekerasan fisik  Menyepakati tempat dan waktu TAK berikutnya . perilaku kekerasan yang terjadi. serta akibat perilaku kekerasan  Menganjurkan klien mengingat penyebab.b. perilaku kekerasan yang terjadi. tanda dan gejala. yaitu tanda dan gejala.

FORMAT EVALUASI SESI I TAK Stimulasi Persepsi : Perilaku Kekerasan Kemampuan Mengenal Perilaku Kekerasan yang Biasa Dilakukan A. Menyebutkan perilaku kekerasan yang terjadi 4. Kemampuan Verbal Inisial Nama Klien No Aspek Yang Dinilai Keterangan 1. Menyebutkan tanda dan gejala PK 3. Menyebutkan stimulasi penyebab PK 2. Menyebutkan akibat PK Jumlah Keterangan Untuk Kemampuan Verbal : 0 : Tidak dijawab / tidak menjawab 2 : Dijawab / menjawab secara spontan 1 : Dijawab / menjawab tapi tidak spontan .

Mengikuti kegiatan dari awal sampai akhir Jumlah Keterangan Untuk Kemampuan Non Verbal : 0 : Tidak ada / tidak bisa 2 : Ada / bisa 1 : Kadang-Kadang ada / tidak spontan . Kemampuan Non Verbal Inisial Nama Klien No Aspek Yang Dinilai Keterangan 1. Menggunakan bahasa tubuh yang sesuai 4. Kontak mata 2.B. Duduk tegak 3.