Anda di halaman 1dari 10

KATA PENGANTAR

Assalamualaikum warahmatullah wb.
Dengan memanjatkan puji dan syukur kehadirat Allah SWT, karena ridho dan
kehendak-Nya akhirnya kami dapat menyelesaikan penyusunan makalah
dengan judul “Ibadah Praktis Bagi Orang Sakit Dengan Terpasang Kateter” dan
dapat diselesaikan pada tepat waktu.

Makalah ini dibuat untuk memenuhi tugas mata kuliah Sistem Perkemihan yang
diampu oleh Bapak Fahrin Azhari, Ns. M. Kep pada pendidikan S1 Program Studi
Ilmu Keperawatan.

Dalam pembuatan makalah ini, kami mendapatkan beberapa kesulitan
dalam penulisan dan keterbatasan dalam memperoleh literatur, Namun berkat
bantuan dari berbagai pihak akhirnya kami dapat menyelesaikan makalah ini.

Kami menyadari masih banyak terdapat kekurangan dalam penulisan makalah ini,
karena itu kami mohon arahan, saran dan kritik yang sifatnya menyempurnakan
makalah ini. Kami berharap makalah ini dapat diterima dan bermanfaat bagi kita
semua. Amin Ya Rabbal Alamin.
Terima Kasih Wassalamualaikum warahmatullah wb.
Banjarmasin, Desember 2017

Penulis

Terkadang. ada beberapa orang yang kesulitan untuk mengambil air wudhu dan melaksanakan shalat. mungkin terkena stroke atau penyakit berat lainnya. apalagi jika menggunakan kateter karena sudah tidak sanggup buang air besar dan kecil di toilet. namun memiliki berbagai keringanan untuk menjalankannya terutama bagi orang yang sedang sakit atau sudah tua. “Kerjakanlah shalat dengan berdiri. dan jika tidak mampu juga maka dengan berbaring. jika tidak mampu maka dengan duduk. Hasilnya. Oleh karena itu. BAB 1 PENDAHULUAN 1. Bukhari). di kasur pun banyak najis yang tertinggal bekasnya. Asal dari ungkapan ” Sesungguhnya agama itu mudah” adalah penggalan kalimat dari hadits Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang diriwayatkan Abu Hurairah dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : َّ‫الدينَّ إِن‬ ِ َّ‫سر‬ ْ ‫ ُي‬، َّ‫ن‬ ْ ‫الدينَّ ُيشادَّ ول‬ َّ ِ‫ غلب ُهَّ إ‬، ‫ار ُبوا فس ِد ُدوا‬ ِ َّ‫ل أحد‬ ِ ‫ وأ ْب‬، ‫است ِعي ُنوا‬ ِ ‫ش ُروا وق‬ ْ ‫و‬ ْ ِ‫ة ب‬ ‫الغ ْدو َِّة‬ َِّ ‫ىءَّ والر ْوح‬ْ ‫ة ِمنَّ وش‬ ُّ َِّ ‫الد ْلج‬ . Allah Jalla Jalaluhu dan RasulNya telah memberi keringanan bagi kita. ketika kita membutuhkan keringanan itu dan ketika adanya kesulitan dalam mengikuti (melaksanakan perintah) yang sebenarnya.” (HR.1 Latar belakang Shalat adalah satu-satunya ibadah wajib yang tidak bisa ditawar-tawar pelaksanaannya. karena kelumpuhan.

serta mohonlah pertolongan (didalam ketaatan kepada Allah) dengan amal-amal kalian pada waktu kalian bersemangat dan giat”.“Sesungguhnya agama itu mudah. bergembiralah kalian. dan (dalam beramal) hendaklah pertengahan (yaitu tidak melebihi dan tidak mengurangi). . dan sekali-kali tidaklah seseorang memperberat agama melainkan akan dikalahkan.

maka tidak masalah shalat dalam keadaan kateter tetap terpasang.” (HR. atau jika sering dilepas akan membahayakan orang yang sakit. dan jika tidak mampu juga maka dengan berbaringa.” (QS. At-Taghabun: 16). wa ba’du Shalat selamanya akan menjadi kewajiban manusia selama di jasadnya masih ada ruh dan akal. BAB 2 PEMBAHASAN Pertanyaan: Bolehkan pasien yang menggunakan kateter sholat? Jawaban: (Ustadz Ammi Nur Baits) Bismillah was shalatu was salamu ‘ala rasulillah. dimana manusia boleh melaksanakan shalat sesuai kemampuannya. Bukhari). Hanya saja. Sebagaimana firman Allah: ‫م ما َللاَّ فات ُقوا‬ َّْ ‫استط ْع ُت‬ ْ “Bertaqwalah kalian kepada Allah semampu kalian. Bagaimana jika menggunakan kateter? Jika penggunaan alat ini termasuk kondisi terpaksa. syariat memberikan keringanan. jika tidak mampu maka dengan duduk. Sebagaimana sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam : ‫قائماَّ صل‬، ‫فقاعداَّ تستطع لم فإن‬، ‫جنب فعلى تستطع لم فإن‬ “Kerjakanlah shalat dengan berdiri. . di mana kateter harus tetap terpasang dan tidak bisa dilepas waktu shalat.

maka dia bisa atur agar kateter dilepas ketika mendekati waktu asar dan waktu isya. Ketika kateter dilepas mendekati waktu asar. Ibnu Qudamah mengatakan: ‫من روينا لما معناهما في ومن البول سلس به ولمن للمستحاضة الجمع يجوز وكذلك‬ ‫الحديث‬ “Demikian pula dibolehkan bagi wanita mustahadhah. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: ‫الظهر وتصلين تطهرين حين تغتسلين ثم العصر وتعجلي الظهر تؤخري أن على قويت فإن‬ ‫جمعاَّ والعصر‬، ‫الصالتين بين وتجمعين تغتسلين ثم العشاء وتعجلين المغرب تؤخرين ثم‬ ‫…فافعلي‬ . sementara dia terus keluar darah. beliau pernah bertanya kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang hukum shalat dan puasa. disambung dengan shalat isya setelah masuk waktu. kemudian dia bisa shalat dzuhur di akhir waktu. atau orang yang punya penyakit beser dan yang sejenis dengannya untuk melakukan jamak.” (QS. berdasarkan hadis yang kami bawakan. Al-Baqarah: 286). Setelah membahas bolehnya jamak karena sakit. meskipun diupayakan hanya dua kali sehari. disambung dengan shalat asar setelah masuk waktunya. kemudian si sakit bisa shalat maghrib.” Hadis yang dibawakan Ibnu Qudamah adalah hadis dari Hamnah binti Jahsy radhiyallahu ‘anha. Akan tetapi jika memungkinkan untuk dilepas. Atau dilepas ketika mendekati isya.Allah juga berfirman: َُّ ‫َللا ُيك ِل‬ َّ‫ف ل‬ َُّ ‫سعها إِلَّ ن ْفسا‬ ْ ‫ُو‬ “Allah tidak membebani satu jiwa kecuali sesuai kemampuannya.

kemudian kamu jamak dua shalat itu…dst. sebagaimana orang yang berpenyakit beser dan wanita yang istihadhoh atau ia bertayammum jika ia tidak sanggup menggunakan air. Kemudian kamu akhirkan shalat maghrib dan segerakan shalat isya di awal waktu. Allahu a’lam Disadur dari Fatawa Syabakah Islamiyah. berdasarkan Firman Allah Ta’ala: ‫استط ْع ُتم ما َللاَّ فات ُقوا‬ ْ . namun jangan sampai dia meninggalkan cara shalat yang lebih sempurna padahal masih mampu diusahakan. namun wajib baginya berwudhu menggunakan air jika ia mampu. Abdullah al- Faqih. no. Atau orang yang masih bisa wudhu. lakukan hal berikut: akhirkan shalat dzuhur dan segerakan shalat asar di awal waktu. Turmudzi dan yang lainya) Kesimpulannya. Seperti orang yang masih bisa duduk. __________________________________________________________________ Pertanyaan : Bagaimana wudhu dan sholatnya penderita penyakit komplikasi yang memakai kateter/urine bag? Jawaban : (Samaahatusy Syaikh Abdul Aziz bin Abdillah bin Baz -rahimahullah-) Ia tetap sholat sesuai keadaannya jika telah masuk waktu sholat. di bawah bimbingan Dr. namun memilih untuk melakukan tayamum.“Jika kamu sanggup. maka dia tidak boleh shalat sambil berbaring. kaum muslimin boleh shalat sesuai dengan keadaan yang dia mampu. Kamu mandi kemudian shalat dzuhur dan asar dijamak. 72615.” (HR.

At Taghobun ayat 16]. kemudian ia mendirikan sholat meskipun keluar sesuatu selama masih dalam waktu sholat. Adapun jika keluar sesuatu (kencing) setelah itu maka hal itu tidak mengapa. selama masih berada pada waktunya. Akan tetapi bagi orang yang berhadats terus-menerus maka tidaklah ia berwudhu KECUALI sudah masuknya waktu shalat. . baik shalat wajib maupun shalat sunnah. thawaf kalau ia berada di Makkah. Wallahu waliyyut-taufiiq. karena ia tidak bisa mengontrol yang demikian. Sebagaimana orang yang berpenyakit beser maka ia shalat pada waktunya meskipun air seninya terus keluar. wanita istihadhoh dan yang berpenyakit seperti yang ditanyakan. dan juga membaca Al Qur’an dengan mush-haf. Bagi yang berpenyakit beser. maka ia menahan diri untuk tidak melakukan hal-hal tadi sampai ia berwudhu kembali untuk waktu yang sudah masuk.“Bertaqwalah sesuai kemampuan mu…” [Q. dengan syarat ia tidaklah berwudhu kecuali setelah masuknya waktu sholat.S. ia tetap shalat pada waktunya meskipun keluar darah dalam waktu lama dan ia shalat sesuai keadaan-nya. Maka apabila telah keluar waktu sholat. maka ia tetap shalat di setiap waktu shalat. Demikian juga wanita yang istihadhoh. Berdasarkan perintah Nabi ‫ ﷺ‬kepada wanita yang istihadhoh: « ‫» صـــالة كــــل لــوقت توضئي‬ “Berwudhulah setiap kali masuk waktu(mau) shalat”.

Allah juga memerintahkan kaum muslimin untuk melaksanakan ketakwaan menurut kemampuan mereka.IBADAH PRAKTIS PADA PASIEN TERPASANG KATETER Shalat orang sakit tidak sama dengan shalat orang sehat. Thaharah adalah menyucikan badan. Maka. pakaian. shalat orang yang terpasang kateter tetap wajib dilakukan. dan tempat. serta tempat dari najis dan menyucikan diri dari hadast. jika tidakmampu maka perawat atau keluarga dapat membantu untuk berwudhu 4) Niat wudhu untuk menghilangkan hadas 5) Mengucapkan bismillah 6) Membasuh kedua telapak tangan 7) Membasuh seluruh wajah 8) Membasuh tangan kanan dan tangan kiri hingga siku 9) Menyapu seluruh kepala 10) Membasuh kaki kanan dan kaki kiri hingga mata kaki . Penggunaan kateter dibolehkan bila termasuk keadaan terpaksa jika kateter harus terpasang dan tidak boleh dilepas. Berikut adalah tata cara ibadah seseorang yang terpasang kateter : 1) Kosongkan urine bag terlebih dahulu 2) Usap ujung tempat pengeluaran urin pada urine bag denggan kassa atau kain bersih yang dibasahi air 3) Jika mampu berwudhu maka dilakukan sendiri dengan air suci. Orang sakit serta terpasang kateter jelas bersambung dengan najis. Islam banyak memberi kemudahan bagi umatnya. Mayoritas ulama berpendapat bahwa salah satu syarat sah sholat adalah suci badan. pakaian.

2 Saran Setelah membaca makalah ini diharapkan pembaca mampu mengaplikasikan pengetahuan nya dalam kehidupan sehari-hari sesuai apa yang deperintahkan oleh Al-Qur’an dan As-Sunnah. maka dia tidak boleh shalat sambil berbaring. maka kerjakanlah sesuai kemampuan kita dan memberikan semangat orang-orang yang beramal serta memberikan kabar gembira kepada mereka dengan kebaikan dan pahala yang akan diperoleh dari mengerjakan suatu amalan. baik akidah maupun amalan. Atau orang yang masih bisa wudhu. maka jangan tinggalkan sebagian besarnya. kesulitannya mendatangkan kemudahan. 3. BAB 3 PENUTUP 3. Jika kita tidak dapat mengejar semua. namun memilih untuk melakukan tayamum. Seperti orang yang masih bisa duduk.1 Kesimpulan Seluruh ajaran Islam mudah. Jika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan. Oleh karena itu kaum muslimin boleh shalat sesuai dengan keadaan yang dia mampu. namun jangan sampai dia meninggalkan cara shalat yang lebih sempurna padahal masih mampu diusahakan. .

html https://almanhaj. Fiqih Ibadah Praktis.com/14199-shalat-dengan-kateter-ketika-sakit.Jakarta: Widya Medika. (2008). Mitra Cahaya Utama.net/Fatawa/FatawaChapters. Muhammad. Ciputat: PT. Hamid SYA. (2000).Aspek Spiritual Dalam Keperawatan. http://alifta.or.html . DAFTAR PUSTAKA Ardani.id/3727-sesungguhnya-agama-itu-mudah.aspx?languagename=ar&View=Page&PageI D=21&PageNo=1&BookID=16 https://konsultasisyariah.