Anda di halaman 1dari 16

13

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Identifikasi biakan mikroorganisme seringkali memerlukan
pemindahan kebiakan segar tanpa terjadi pencemaran. Pemindahan
mikroorganisme ini dilakukan dengan teknik aseptik untuk
mempertahankan kemurnian biakan selama pemindahan berulang kali.
Mikroorganisme dapat ditumbuhkan dalam biakan cair atau padat.
Kekeruhan dalam kaldu menunjukkan terjadinya pertumbuhan
mikroorganisme. Bila mikroorganisme menumpuk pada dasar tabung
maka akan membentuk sedimen, sedangkan pada permukaan kaldu
pertumbuhannya terlihat sebagai pelikel (Dwidjoseputro, 1984).
Pertumbuhan mikroorganisme dalam kaldu seringkali
menggambarkan aktivitas metabolismenya. Mikroba aerob obligat
berkembang biak pada lapisan permukaan karena pada bagian ini
kandungan oksigen tinggi. Selain dalam media cair, mikroorganisme juga
memperlihatkan pertumbuhan dengan ciri tertentu dalam biakan padat
seperti agar miring atau lempengan agar. Agar miring lazimnya digunakan
untuk menyimpan biakan murni sedangkan agar lempengan lazimnya
digunakan untuk memurnikan mikroorganisme (Dwidjoseputro, 1984).
Dalam teknik biakan murni tidak saja diperlukan bagaimana
memperoleh suatu biakan yang murni, tetapi juga bagaimana memelihara
serta mencegah pencemaran dari luar. Media untuk membiakkan bakteri
haruslah steril sebelum digunakan. Pencemaran terutama berasal dari
udara yang mengandung banyak mikroorganisme. Pemindahan biakan
mikroba yang dibiakkan harus sangat hati-hati dan mematuhi prosedur
laboratorium agar tidak terjadi kontaminasi. Oleh karena itu, diperlukan
teknik-teknik dalam pembiakan mikroorgansme yang disebut dengan
teknik inokulasi biakan (Dwidjoseputro, 1984).

Untuk mengetahui cara pembuatan media untuk berkembangnya mikroba dengan baik dan benar . Tujuan . Untuk mengetahui media-media yang digunakan untuk menumbuhkan mikroba baik dari media umum maupun media khusus . 14 B.

Agar berasal dari ganggang merah. Pembuatan Media Mikroorganisme dapat ditumbuhkan dan dikembangkan pada suatu substrat yang disebut medium. vitamin atau nukleotida. Persyaratan Medium Biakan Pembiakan mikroba dalam laboratorium memerlukan medium yang berisi zat hara serta lingkungan pertumbuhan yang sesuai dengan mikroorganisme.(Waluyo. dan pergerakan. kultur media sangat penting untuk isolasi. semi-padat. keperluan energi dalam metabolisme. Lazimnya. Medium padat diperoleh dengan menambahkan agar. sulfur. Media adalah suatu substansi yang terdiri dari campuran zat-zat makanan (nutrisi) yang diperlukan untuk pertumbuhan dan perkembangbiakan jasad renik (mikroorganisme). dan semi padat (semi solid). 15 BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Zat hara digunakan yang sesuai dengan mikrorganisme. zat hara sebagai sumber karbon. oksigen. dan cair. nitrogen. Zat hara digunakan oleh mikroorganisme untuk pertumbuhan. sintesis sel. ataupun yang lainnya diperlukan media. Untuk mengembangbiakkan mikroorganisme seperti jamur. Media dapat berbentuk padat. Medium biakan yang digunakan untuk menumbuhkan mikroorganisme dalam bentuk padat. 1990). cair. fosfat. Didalam Laboratorium mikrobiologi. . Agar digunakan sebagai pemadat karena tidak dapat diuraikan oleh mikroba.0%. Dalam bahan dasar medium dapat pula ditambahkan faktor pertumbuhan berupa asam amino. pengujian sifat- sifat fisik dan biokimia bakteria serta untuk diagnosa suatu penyakit (Sutarma.2008). dan bahan pemadat dalam medium adalah 1. bakteri. 1.5-2. hidrogen serta unsur-unsur sekelumit (trace element). sumber energi. medium biakan beris air.

Media sintesis sering digunakan untuk mempelajari sifat faali dan genetika mikroorganisme. 2008). Menurut Waluyo (2008). Berdasarkan sumber karbon yang digunakan. Media Hidup Media hidup pada umumnya dipakai dalam laboratorium virologi untuk pembiakaan barbagai virus. Menurut Waluyo (2008). saprofitis. parasit fakultatif. dan lainnya. Media Mati Pada media mati juga dikenal adanya media sintesis. yakni: a. Macam zat organik yang diperlukan 10 macam atau lebih senyawa organik dari yang sederhana sampai kompleks (Waluyo. Medium mati berdasarkan konsistensinya terbagi manjadi beberapa macam. berdasarkan keheterotrofannya mikroba dapat digolongkan beberapa kelompok besar medium. Agar berasal dari ganggang merah yang berfungsi sebagai bahan . Media sintesis merupakan media yang mempunyai kandungan dan isi bahan yang telah diketahui secara terperinci. sedangkan dalam laboratorium bakteriologi hanya beberapa kuman tertentu saja. Sifat mikrorganisme terhadap hospesnya dapat sebagai parasit obligat. Namun disamping sumber karbon organik. Penggolongan Medium Biakan Perbedaan sifat-sifat mikroba terhadap induk semangnya akan berpengaruh terhadap medium apa yang akan dipakai. Mikroba yang mensintesis semua komponen sel dari karbon dioksida dinamakan ototrof. 16 2. mikroba dibagi menjadi dua kelompok. heterotrof juga memerlukan karbon dioksida. sedangkan mikroba yang memerlukan satu atau lebih senyawa organik sebagai sumber karbon disebut heterotrof. dan terutama pada hewan percobaan. b. komensalis. yakni: 1) Media Padat Media padat diperoleh dengan cara menambahkan agar-agar.

medium deret gula-gula. BGLBB (Brilliant Green Lactosa Bile Broth). kaldu laktosa. namun sebagian mikroba tidak dapat menggunakan agar-agar sebagai makanannya. yaitu: . Media ini digunakan unuk melihat gerak kuman secara mikroskopik dan kemapuan fermentasi. dan lain sebagainya. (Waluyo. Media padat terbagi menjadi media agar miring. Beberapa macam medium cair adalah kaldu nutrien. dan agar deep. penelaahan fermentasi. Klasifikasi Medium Menurut Pelczar (1996). gelatin atau silika gel. Berdasarkankeperluannya medium ini dapat dibuat tegak atau miring. Medium setengah padat dalam keadaan panas berentuk cair. Bahan membuat medium menjadi padat ini dapat agar-agar. kaldu glukosa. akan tetapi yang berbeda adalah komposisi agarnya. 17 pemadat. dan dapat membeku pada suhu diatas 45˚C. yakni kompleks karbohidrat yang diekstraksi dari alga laut genus gelidium. 2) Media Setengah Padat (Semi Solid Medium) Media setengah padat dibuat dengan bahan sama dengan media padat. Namun yang paling sering agar-agar. Alga digunakan karena bahan ini tidak diuraikan oleh mikroorganisme. air pepton. Medium padat biasanya digunakan untuk mengamati penampilan atau morfologi koloni dan untuk mengisolasi biakan murni. klasifikasi medium berdasarkan fungsinya digolongkan menjadi 7 golongan.2008) B. Sehingga dapat semata-mata sebagai bahan pemadat. air bulyon. perbenihan kauffmann. Bahan utama agar- agar adalah galaktan. tetapi dalm keadaan dingin berbentuk padat. dan berbagai macam uji. 3) Media Cair Secara umum medium cair adalah medium yang berbentuk cair medium cair digunakan untuk berbagai tujuan seperti pembiakan mikroba dalam jumlah besar.

Inhibitor yang digunakan berupa antibiotik. merupakan medium dengan susunan ertentu yang digunakan untuk pengujian senyawa-senyawa tertentu dengan bantuan bakteri. Contoh: Nutrien Agar (NA) untuk menstimulasi pertumbuhan bakteri. . Medium perhitungan jumlah mikroba yaitu medium spesifik yang digunakan untuk menghitung jumlah mikroba dalam suatu bahan. Contoh: Chocolate media dan Yeast-Extract- poptasium Nitrat Agar. Contoh: medium tetes tebu untuk Saccharomyces cerevisiae. Contoh: medium untuk menghitung jumlah bakteri E. garam dan bahan-bahan kimia lainnya. Medium umum. merupakan media yang ditambahkan bahan-bahan yang bertujuan menstimulasi pertumbuhan mikroba secara umum. Potato Dextose Agar (PDA) untuk menstimulasi pertumbuhan fungi. merupakan media yang ditambahkan bahan-bahan tertentu untuk menstimulasi pertumbuhan mikroba yang diinginkan. 3. dan lain-lain. merupakan medium untuk menentukan tipe pertumbuhan mikroba dan kemampuannya untuk mengadakan perubahan-perubahan kimia tertentu. 18 1. Contoh: medium untuk menguji vitamin- vitamin. Medium khusus. merupakan media yang ditambahkan bahan-bahan tertentu yang akan menghambat pertumbuhan mikroba yang tidak diinginkan yang ada dalam suatu spesimen. Media selektif. Media differensial. merupakan media yang ditambahkan bahan-bahan kimia atau reagensia tertentu yang menyebabkan mikroba yang tumbuh memperlihatkan perubahan-perubahan spesifik sehingga dapat dibedakan dengan jenis lainnya. 6. 7. 4. antibiotik. Medium penguji (Assay medium). Coli air sumur. 2. Media diperkaya (enrichment media). Hal ini dilakukan untuk menstimulasi pertumbuhan mikroba yang jumlahnya sedikit dalam suatu campuran berbagai mikroba. 5.

Agar dilarutkan dengan komposisi lain dan disterilisasi dengan autoklaf pada 121°C selama 15 menit. NA juga digunakan untuk pertumbuhan mayoritas dari mikroorganisme yang tidak selektif. mengembangkan kultur murni. pepton. dalam artian mikroorganisme heterotrof. untuk pertumbuhan sampel pada uji bakteri. Na merupakan salah satu media yang umum digunakan dalam prosedur bakteriologi seperti uji biasa dari air. sewage. Media TSB mengandung kasein dan pepton kedelai yang menyediakan asam aminodan substansi nitrogen lainnya yang membuatnya menjadi media bernutrisi untuk bermacam mikroorganisme. 19 C. NaCl 5 g. air desitilat 1. . Untuk komposisi nutrien adar adalah eksrak beef 10 g. 1990) 2.000 ml dan 15 g agar/L. dan agar. dan penumbuhan bermacam mikroorganisme. 1994). Media ini merupakan media sederhana yang dibuat dari ekstrak beef. hampir semua jenis bakteri bisa tumbuh pada media ini. Dekstrosa adalah sumber energi dan natrium klorida mempertahankan kesetimbangan osmotik (Statish Gupte. pepton 10 g. Nutrient agar Nutrien agar adalah medium umum untuk uji air dan produk dairy. 1990) Sedangkan TSB (Trypticase Soy Broth) adalah media broth diperkaya tujuan umumnya untuk isolasi. TSA juga biasa digunakan untuk penghitungan jumlah bakteri (Statish Gupte. dan untuk mengisolasi organisme dalam kultur murni. pertumbuhan untuk tes biokimia. Media Umum 1. TSA (Trypticase Soy Agar) digunakan untuk medium pertumbuhan dengan tujuan mengamati morfologi koloni. Kemudian siapkan wadah sesuai yang dibutuhkan (Hans Schlegel. untuk membawa stok kultur. Media ini banyak digunakan untuk isolasi bakteri dari specimen laboratorium dan akan mendukung pertumbuhan mayoritas bakteri patogen. produk pangan. TSA dan TSB Media jenis agar TSA dan TSB yang merupakan media kultur universal.

Adanya bile dan brilliant green akan menghambat mikrobia gram. Sterilisasi pada suhu 121°C selama 15 menit. bacteriological ox bile/ bakteriologis empedu sapi (20 g). Media GSP Media GSP digunakan sebagai media kultur perhitungan bakteri patogen yaitu Aeromonas sp. Potato Dextrose Agar (PDA) PDA digunakan untuk menumbuhkan atau mengidentifikasi yeast dan kapang. Medium BGBB Medium BGBB (Brilliant Green Bile Broth) merupakan medium untuk perhitungan (enumeration) bakteri coliform yang toleran panas dan E. PDA mengandung sumber karbohidrat dalam jumlah cukup yaitu terdiri dari 20% ekstrak kentang dan 2% glukosa sehingga baik untuk pertumbuhan kapang dan khamir tetapi kurang baik untuk pertumbuhan bakteri.positif dan gram negatif lain selain coliform.25 g. Dinginkan hingga suhu 40-45°C dan tuang dalam cawan petri dengan pH akhir 5. Didihkan selama 1 menit untuk melarutkan media secara sempurna. kemudian agar . 1996). coli di dalam susu. 3. 20 D. dan Pseudomonas sp. Cara pembuatan media GSP adalah sebagai berikut: GSP agar ditimbang sebanyak 2. lalu dituangkan ke dalam Erlenmeyer. campur dan panaskan serta aduk.2 (Pelczar. Kandungan medium ini adalah tripton (10 g). Perkembangan mikrobia coliform dalam medium ini ditunjukan dengan adanya kekeruhan dan pembentukan gas dalam tabung durham sebagai hasil fermentasi laktosa. kemudian dipanaskan pada hot plate sampai mendidih dengan batu stiler supaya teraduk merata. laktosa (10 g) dan brilliant green (13. ditambahkan akuades sebanyak 100 ml. air minum dan air limbah.6+0. Media Khusus 1.3 mg) (Pelczar. atau produk olahan susu lainya. 1996) 2. Dapat juga digunakan untuk enumerasi yeast dan kapang dalam suatu sampel atau produk makanan. Cara membuat PDA adalah mensuspensikan 39 g media dalam 1 liter air yang telah didestilasi.

pepton. Media TCBS Medium TCBS akan membuat koloni dari Vibrio cholera tampak khas. 21 dituangkan ke dalam cawan petri hingga agar mengeras (Diana Eka Trisna. 1992). Vibrio cholera ini tumbuh baik pada agar Thiosulfate- citrate-bilesalt-sucrosa (TCBSA. NaCl. garam empedu. Laktosa merupakan sumber karbon utama yang akan difermentasi bakteri menjadi asam sehingga hanya bakteri yang mampu memfermentasi laktosa yang bisa tumbuh. 2007). 2013). . dikalium fosfat. 4. dan monokalium fosfat. Media EC Media EC broth mengandung laktosa. yang menghasilkan koloni bewarna kuning (Fardiaz. karena komposisi dari TCBS akan menghambat pertumbuhan bakteri lainnya. 5. Media yang berubah dari kuning jernih menjadi kuning keruh dan adanya gas di dalam tabung durham menunjukkan hasil positif terhadap bakteri Coliform terutama Escherichia coli (Lal dan Cheepthman.

22 BAB III METODOLOGI A. Karet h.00 WITA. Gelas ukur c. Universitas Mulawarman. Aquades b. Pipet tetes b. Pengaduk e. Alat: Alat yang digunakan adalah: a. Sendok i. Waktu dan Tempat Praktikum kedua mengenai pembuatan media yang dilaksanakan pada tanggal 12 Maret 2018. Taruh alumunium foil diatas timbangan analitik 4. Hitung berapa gram media khusus (GSP) yang digunakan pada 100 ml aquades 3. Media khusus (GSP) C.00-16. Bahan: a. pukul 13. Timbangan analitik g. Stirer Magnetic d. Prosedur Kerja 1. 6. B. kemudian tutup menggunakan alumunium foil dan karet . Gelas Erlenmeyer f. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan. Timbang media khusus (GSP) sebanyak 4. Masukkan media kedalam tabung Erlenmeyer.5 gram/liter 5. Alat dan Bahan 1. Alumunium foil 2. bertempat di Laboratorium Mikrobiologi Perairan. Tambahkan 100 ml aquades. Siapkan tabung Erlenmeyer yang telah disediakan 2.

8. dengan suhu 250℃ dan waktu ± 30 menit . 23 7. dan tunggu sampai stirer magnetic mengaduk seluruhnya sampai tidak ada endapan dibawah. Masukkan ke dalam autoclave. Kemudian taruh di atas hot plate.

Pembuatan Media GSP . 24 BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. GSP = 45 gram dalam 1 liter air 100 𝑚𝑙 × 45 𝑔𝑟 4500 = = 4. Perhitungan Media Khusus .8 𝑔𝑟/𝑚𝑙 1000 𝑚𝑙 1000 .5 𝑔𝑟/𝑚𝑙 1000 𝑚𝑙 1000 Gambar 5. Hasil 1. NA = 20 gram dalam 1 liter air 100 𝑚𝑙 × 20 𝑔𝑟 2000 = = 2 𝑔𝑟/𝑚𝑙 1000 𝑚𝑙 1000 . TCBS = 88 gram dalam 1 liter air 100 𝑚𝑙 × 88 𝑔𝑟 8800 = = 8. TSB = 30 gram dalam 1 liter air 100 𝑚𝑙 × 30 𝑔𝑟 3000 = = 3 𝑔𝑟/𝑚𝑙 1000 𝑚𝑙 1000 2. Perhitungan Media Umum . TSA = 40 gram dalam 1 liter air 100 𝑚𝑙 × 40 𝑔𝑟 4000 = = 4 𝑔𝑟/𝑚𝑙 1000 𝑚𝑙 1000 .

Menurut Sutarma (1990) Media adalah suatu substansi yang terdiri dari campuran zat-zat makanan (nutrisi) yang diperlukan untuk pertumbuhan dan perkembangbiakan jasad renik (mikroorganisme). Menurut Statish Gupte (1990). Sedangkan TSB (Trypticase Soy Broth) adalah media broth diperkaya tujuan umumnya untuk isolasi. Media umum yaitu media yang dapat digunakan untuk menumbuhkan semua bakteri. cair. hampir semua jenis bakteri bisa tumbuh pada media ini. Media ini banyak digunakan untuk isolasi bakteri dari specimen laboratorium dan akan mendukung pertumbuhan mayoritas bakteri patogen. 25 . dan NA. dan penumbuhan bermacam mikroorganisme. TSA juga biasa digunakan untuk penghitungan jumlah bakteri. Dalam menumbuhkan mikroorganisme perlu adanya suatu media. TSB. Nutrien agar adalah . TSA (Trypticase Soy Agar) digunakan untuk medium pertumbuhan dengan tujuan mengamati morfologi koloni. dan semi padat (semi solid). Pembahasan Mikroorganisme adalah organisme yang berukuran mikroskopis. Media dapat berbentuk padat.7 𝑔𝑟/𝑚𝑙 1000 𝑚𝑙 1000 . Menurut Hans Schlegel (1994). Media digunakan tentunya harus dalam keadaan steril dan menyediakan makanan yang cukup untuk pertumbuhan mikroorganisme. pertumbuhan untuk tes biokimia. Media jenis agar TSA dan TSB yang merupakan media kultur universal. mengembangkan kultur murni.9 𝑔𝑟/𝑚𝑙 1000 𝑚𝑙 1000 . media umum yang digunakan dalam praktikum ini adalah media TSA. BGB = 40 gram dalam 1 liter air 100 𝑚𝑙 × 40 𝑔𝑟 4000 = = 4 𝑔𝑟/𝑚𝑙 1000 𝑚𝑙 1000 B. PDA = 39 gram dalam 1 liter air 100 𝑚𝑙 × 39 𝑔𝑟 3900 = = 3. EC = 37 gram dalam 1 liter air 100 𝑚𝑙 × 37 𝑔𝑟 3700 = = 3.

Menurut Pelczar (1996). Media EC broth mengandung laktosa. lalu dituangkan ke dalam Erlenmeyer. 1996). dalam artian mikroorganisme heterotrof. pepton. Medium TCBS akan membuat koloni dari Vibrio cholera tampak khas. NA juga digunakan untuk pertumbuhan mayoritas dari mikroorganisme yang tidak selektif. Adanya bile dan brilliant green akan menghambat mikrobia gram- positif dan gram negatif lain selain coliform (Pelczar. Potato Dextrose Agar (PDA) digunakan untuk menumbuhkan atau mengidentifikasi yeast dan kapang. NaCl. dikalium fosfat. Selain media umum terdapat media khusus yaitu media yang digunakan untuk menumbuhkan mikroorganisme secara khusus. 1996). Medium BGBB (Brilliant Green Bile Broth) merupakan medium untuk perhitungan (enumeration) bakteri coliform yang toleran panas dan E. Laktosa merupakan sumber karbon utama yang akan difermentasi bakteri menjadi asam sehingga hanya bakteri yang mampu memfermentasi laktosa yang bisa tumbuh. dan Pseudomonas sp. Na merupakan salah satu media yang umum digunakan dalam prosedur bakteriologi. atau produk olahan susu lainya. pepton. Media GSP digunakan sebagai media kultur perhitungan bakteri patogen yaitu Aeromonas sp.25 g. (Pelczar. 1992). Media ini merupakan media sederhana yang dibuat dari ekstrak beef. Vibrio cholera ini tumbuh baik pada agar Thiosulfate-citrate- bilesalt-sucrosa (TCBSA. 2013). air minum dan air limbah. garam empedu. 26 medium umum untuk uji air dan produk dairy. karena komposisi dari TCBS akan menghambat pertumbuhan bakteri lainnya. kemudian agar dituangkan ke dalam cawan petri hingga agar mengeras (Diana Eka Trisna. sehingga hanya bakteri-bakteri tertentu saja yang dapat tumbuh dalam media tersebut. yang menghasilkan koloni bewarna kuning (Fardiaz. ditambahkan akuades sebanyak 100 ml. dan agar. dan monokalium fosfat. Cara pembuatan media GSP adalah sebagai berikut: GSP agar ditimbang sebanyak 2. kemudian dipanaskan pada hot plate sampai mendidih dengan batu stiler supaya teraduk merata. coli di dalam susu. .

27 Media yang berubah dari kuning jernih menjadi kuning keruh dan adanya gas di dalam tabung durham menunjukkan hasil positif terhadap bakteri Coliform terutama Escherichia coli (Lal dan Cheepthman. 2007). .

). Kesimpulan 1. Lalu untuk menumbuhkan mikroorganisme secara khusus dapat menggunakan media khusus yaitu TCBS (bakteri Vibrio cholera). Untuk menumbuhkan mikroorganisme secara umum dapat menggunakan media umum seperti TSA. EC (bakteri E. baik media umum maupun media khusus 2. dan Pseudomonas sp. BGBB (bakteri coliform). dan NA.coli). Perlu dilakukan secara steril dan hati-hati 2. Dalam menumbuhkan mikroorganisme perlu adanya sebuah media.TSB. Saran 1. Alat-alat laboratorium sebaiknya lebih dilengkapi . dan PDA (jamur) B. GSP (bakteri Aeromonas sp. 28 BAB V PENUTUP A.