Anda di halaman 1dari 36

BAB II

KRITERIA PEMBENTUKAN UPTD

2.1 UPT. Laboratorium Lingkungan

Dalam peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 6 Tahun 2009 tentang

Laboratorium Lingkungan, Laboratorium Lingkungan adalah laboratorium yang

mempunyai sertifikat akreditasi laboratorium pengujian parameter kualitas lingkungan

dan mempunyai identitas registrasi. Pengujian parameter kualitas lingkungan merupakan

kegiatan teknis yang terdiri dari penetapan dan penentuan satu sifat atau lebih parameter

kualitas lingkungan sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan. Registrasi adalah

rangkaian kegiatan pendaftaran dan dokumentasi terhadap laboratorium yang telah

terakreditasi untuk mendapatkan pengakuan sebagai laboratorium lingkungan.

Akreditasi adalah rangkaian kegiatan pengakuan formal oleh lembaga akreditasi yang

menyatakan suatu lembaga / laboratorium telah memenuhi persyaratan untuk melakukan

kegiatan sertifikasi tersebut. Pengujian yang dilakukan oleh laboratorium lingkungan

digunakan untuk mendukung pengelolaan lingkungan hidup.


Untuk memperoleh pengakuan sebagai laboratorium lingkungan, laboratorium

wajib memiliki :
a. Sertifikat akreditasi sebagai laboratorium pengujian dengan lingkup parameter

kualitas lingkungan yang diterbitkan oleh lembaga akreditasi yang

berwenang ;
b. Identitas registrasi yang diterbitkan oleh menteri.

Untuk mendapatkan sertifikat akreditasi dan registrasi tersebut laboratorium

lingkungan harus memenuhi standar manajemen mutu dan teknis serta persyaratan

tambahan sesuai SNI ISO 17025 tahun 2008 dan Permen LH Nomor 6 Tahun 2009.

2.2 Standar Nasional Indonesia (SNI) ISO/IEC 17025.


SNI atau ISO/IEC 17025 merupakan persyaratan yang harus dipenuhi oleh

laboratorium lingkungan dimana persyaratan ini bertujuan untuk mengembangkan sistem

manajemen mutu laboratorium lingkungan serta untuk keperluan penilaian kompetensi

laboratorium lingkungan dalam melakukan pengujian parameter kualitas lingkungan dan

pengambilan contoh uji sesuai peraturan perundang-undangan lingkungan hidup.

Beberapa persyaratan dari SNI ISO/IEC 17025 adalah sebagai berikut :


A. Organisasi
1. Struktur organisasi laboratorium lingkungan merupakan struktur

organisasi berdasarkan kompetensi;


2. Penempatan personil dalam struktur organisasi laboratorium lingkungan

didasarkan pada kompetensi yang sesuai dengan tugas dan fungsi;


3. Manajemen laboratorium lingkungan harus :
a. Menetapkan personil yang bertanggungjawab dalam pelaksanaan

pengambilan contoh uji dan /atau pengujian parameter kualitas

lingkungan;
b. Menetapkan personil yang bertanggungjawab atas keselamatan dan

kesehatan kerja pengelolaan limbah laboratorium.


B. Sistem Manajemen Mutu
1. Laboratorium lingkungan harus menetapkan, menerapkan dan memelihara

sistem manajemen mutu untuk menjamin kosistensi mutu pelaksanaan

pengambilan contoh uji dan / atau pengujian parameter kualitas

lingkungan.
2. Pernyataan kebijakan mutu mencakup sekurang-kurangnya :
a. Komitmen manajemen untuk bersesuaian dengan standar ISO/IEC

17025;
b. Komitmen manajemen pada praktek profesional yang baik sehingga

mampu mengambil keputusan secara mandiri, objektif serta menjamin

bahwa seluruh personilnya bebas dari pengaruh komersial, keuangan

maupun tekanan lain yang dapat berpengaruh buruk terhadap mutu

kerjanya;
c. Pernyataan manajemen untuk melakukan pengelolaan limbah

laboratorium serta keselamatan dan kesehatan kerja.


C. Pengendalian Dokumen
Peraturan perundang-undangan lingkungan hidup yang mutakhir merupakan

bagian dari dokumentasi sistem manajemen mutu laboratorium lingkungan

sehingga harus dijaga ketersediaan dan kemudahan aksesnya.


D. Pengaduan
Apabila terjadi pengaduan terhadap hasil pengujian, maka laboratorium

lingkungan melakukan:
1. Verifikasi melalui ketertelusuran data hasil pengujian;
2. Pengujian ulang terhadap contoh uji arsip, apabila memungkinkan;
3. Bila diperlukan, melibatkan tenaga ahli dibidangnya yang independen.
E. Personil
1. Manajemen harus memastikan kompetensi semua personil yang

melakukan pengambilan contoh uji dan /atau pengujian parameter kualitas

lingkungan, mengoperasikan peralatan, mengevaluasi hasil dan

menandatangani laporan hasil pengujian.


2. Personil yang melakukan tugas tersebut harus mempunyai kualifikasi

berdasarkan pendidikan, pelatihan, pengalaman yang sesuai dan / atau

keterampilan yang ditunjukkan. Tabel 1 memuat acuan persyaratan umum

kualifikasi personil laboratorium lingkungan dan pelatihan yang

dibutuhkan.
Tabel 1. Persyaratan umum kualifikasi personil laboratorium pengujian

parameter lingkungan dan pelatihan yang diwajibkan.

Jabatan Kualifikasi Jenis / Materi Pelatihan


Pimpinan Puncak Tidak a. Berkaitan dengan
(atau apapun dipersyaratkan pengelolaan lingkungan
namanya) hidup
b. Sistem manajemen mutu
laboratorium
c. Keselamatan dan
kesehatan kerja (K3) serta
pengelolaan limbah
laboratorium
Manajer Mutu (atau Minimum D3 a.Berkaitan dengan
apapun namanya) dengan pengelolaan lingkungan
pengalaman 1 hidup
tahun dibidang b. Audit internal
sistem manajemen laboratorium
mutu c.Sistem manajemen mutu
laboratorium
d. Dokumentasi sistem
manajemen mutu
laboratorium
e.Keselamatan dan
kesehatan kerja (K3) serta
pengelolaan limbah
laboratorium
Manajer Teknis Minimum D3 a.Berkaitan dengan
(atau apapun dalam bidang sains pengelolaan lingkungan
namanya) atau teknik dengan hidup
pengalaman 3 b.Sistem manajemen mutu
tahun dibidang laboratorium
laboratorium c.Pengambilan contoh uji
pengujian dan pengujian parameter
kualitas lingkungan
d.Validasi metode serta
jaminan mutu dan
pengendalian mutu
pengujian parameter
Jabatan Kualifikasi Jenis / Materi Pelatihan
kualitas lingkungan
e.Estimasi ketidakpastian
pengujian parameter
kualitas lingkungan
f. Uji profisiensi atau uji
banding laboratorium
g.Perawatan dan kalibrasi
peralatan laboratorium
lingkungan
h.Keselamatan dan
kesehatan kerja (K3) serta
pengelolaan limbah
laboratorium
Penyelia Minimum SLTA- a.Sistem manajemen mutu
laboratorium atau IPA, SMF, laboratorium
penyelia pengambil SAKMA, SMAK, b. Pengambilan contoh
contoh uji STM-Kimia atau uji dan pengujian
parameter kejuruan teknis parameter kualitas
lingkungan yang sederajat lingkungan
dengan c.Validasi metode serta
pengalaman 3 jaminan mutu dan
tahun sebagai pengendalian mutu
analis pengujian parameter
kualitas lingkungan
d. Estimasi
ketidakpastian pengujian
parameter kualitas
lingkungan
e.Uji profisiensi atau uji
banding laboratorium
f. Keselamatan dan
kesehatan kerja (K3) serta
pengelolaan limbah
laboratorium
Analis atau petugas Minimum SLTA- a.Sistem manajemen mutu
pengambil contoh IPA, SMF, laboratorium
uji parameter SAKMA, SMAK, b.Pengambilan contoh uji
lingkungan STM-Kimia atau dan pengujian parameter
kejuruan teknis kualitas lingkungan
yang sederajat. c.Keselamatan dan
kesehatan kerja (K3) serta
pengelolaan limbah
laboratorium
3. Jika diperlukan pernyataan pendapat dan /atau interpretasi tentang hasil

pengujian, maka disamping kualifikasi yang dipersyaratkan dalam tabel 1

harus memiliki persyaratan tambahan sebagai berikut :


a. Pengetahuan teknologi lingkungan yang relevan;
b. Pengetahuan tentang peraturan perundang-undangan lingkungan hidup

dan standar yang relevan;


c. Pemahaman pada signifikansi penyimpangan yang ditemukan pada

hasil pengujian.

F. Kondisi Akomodasi dan Lingkungan


1. Laboratorium lingkungan harus memiliki ruangan yang memenuhi

persyaratan sesuai peruntukkannya, antara lain :


a. Ruang penyimpanan contoh uji termasuk contoh uji arsip disesuaikan

dengan kebutuhan dengan suhu 4 0C ± 2 0C


b. Ruang timbang yang bebas debu dilengkapi meja bebas getar dengan

suhu ruangan 20 0C ± 3 0C dan kelembaban 45% - 65% serta

disarankan untuk menggunakan pintu ganda


c. Ruang preparasi contoh uji dilengkapi meja dengan ukuran minimal

lebar 90 cm, tinggi 80 cm dan panjang disesuaikan dengan kebutuhan


d. Ruang instrumen dengan suhu ruangan 20 0C ± 3 0C dan kelembaban

45% - 65%, misalnya untuk :


1. Spektrofotometer UV-Vis disarankan berukuran 6 m2
2. AAS/ICP/Hg- Analyser disarankan berukuran minimal 7,5 m2

yang dilengkapi dengan ex-haust fan dan penyimpanan gas harus

berada diluar ruangan


3. GC/GC-MS/HPLC/IC/disarankan berukuran minimal 6 m 2 yang

dilengkapi dengan ex-haust fan dan penyimpanan gas harus berada

diluar ruangan
e. Ruang mikrobiologi tyang dilengkapi dengan ruang steril dan bebas

debu (Laminar Air Flow Cabinet) untuk pengujian mikroorganisme


f. Ruang penyimpanan bahan kimia atau standar acuan atau bahan

acuan dengan suhu ruangan dan kelembaban disesuaikan dengan

persyaratan
g. Lemari asam harus digunakan untuk preparasi menggunakan bahan

kimia pekat atau pelarut organik yang mudah menguap.


G. Peralatan
Peralatan dan piranti lunaknya yang digunakan untuk pengambilan contoh uji

dan / atau pengujian parameter kualitas lingkungan harus mampu

menghasilkan akurasi yang diperlukan berdasarkan peraturan perundang-

undangan lingkungan hidup yang berlaku.

2.3 Kondisi di UPT. Laboratorium Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten

Merangin.
Unit Pelaksana Teknis (UPT) Laboratorium Lingkungan Dinas Lingkungan

Hidup Kabupaten Merangin yang berlokasi di Jalan Pemuda Kelurahan Pematang Kandis

Bangko Kabupaten Merangin untuk selanjutnya disebut Laboratorium, merupakan

lembaga Pemerintah Daerah dibentuk berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten

Merangin Nomor 11 tahun 2013. Laboratorium merupakan unit pelayanan teknis pada

DLH Kabupaten Merangin yang berada dibawah dan bertanggung jawab kepada

Kepala DLH Kab. Merangin.


Laboratorium berfungsi sebagai laboratorium rujukan daerah, yang

mempunyai tugas melaksanakan sebagian kewenangan dan tugas teknis tertentu untuk

melakukan analisis laboratories serta pengembangannya dalam rangka penyajian data

dan informasi di bidang lingkungan hidup.


Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Peraturan Bupati

Nomor 11 Tahun 2013, laboratorium mempunyai fungsi:


a) Pengujian dan analisis secara laboratories untuk seluruh komponen

lingkungan
b) Pengembangan teknis dan metode analisis laboratorium lingkungan sesuai

dengan system mutu laboratorium dan standar yang berlaku


c) Pemantauan dan evaluasi pelaksanaan pengujian mutu lingkungan
d) Pelaksanaan kegiatan antar laboratorium lingkungan
e) Pemberian rekomendasi hasil analisis laboratorium lingkungan
f) Pelaksanaan analisis laboratorium sebagai laboratorium lingkungan

rujukan
g) Pemberian informasi dan pengamatan komponen lingkungan secara

laboratories
h) Pelaksanaan kegiatan ketata usahaan teknis laboratorium
Berdasarkan keputusan Bupati Merangin Nomor 11 tahun 2013, laboratorium

terdiri atas Kepala UPT. Laboratorium Lingkungan yang membawahi Subbag Tata Usaha

dan Kelompok Jabatan Fungsional.


Secara Struktur Organisasi Laboratorium Lingkungan, laboratorium lingkungan

terdiri dari 4 (empat) Manajer, yaitu:


1. Manajer Puncak : Kepala UPT Laboratorium Lingkungan
2. Manajer Administrasi : Kasubbag Tata Usaha UPT Laboratorium Lingkungan
3. Manager Mutu : Jabatan Fungsional
4. Manajer Teknis : Jabatan Fungsional
Secara teknis, laboratorium terdiri dari beberapa kelompok jabatan fungsional

sebagai berikut :
1. Penyelia Pengujian
2. Penyelia Sampling
3. Penyelia K3 dan Limbah Laboratorium
4. Penyelia Akomodasi dan Lingkungan Laboratorium
5. Analis
6. Petugas Pengambil Contoh (PPC)
7. Petugas Administrasi Laboratorium
8. Petugas Pengendali Dokumen
Laboratorium dalam pelaksanaan pengujian bertanggung jawab terhadap

pemenuhan standar ISO/IEC 17025;2008 untuk kepuasan customer (Customer

satisfaction), pihak yang berwenang, atau organisasi yang memberikan pengakuan.


Penerapan Sistem Manajemen Mutu laboratorium dilaksanakan dalam fasilitas

permanen, ditempat diluar fasilitas laboratorium yang permanen atau dalam fasilitas

laboratorium yang sementara.


Laboratorium memiliki fasilitas permanen, meliputi :
1) Ruang Manajer Puncak
2) Ruang Administrasi Laboratorium
3) Ruang Staf Laboratorium
4) Ruang Pengujian Air dan Air Limbah
5) Ruang Pengujian Bakteri
6) Ruang Penempatan Instrumen
7) Fasilitas Penyimpanan Sampel dan Bahan
Laboratorium Lingkungan DLH Kab. Merangin, Manajer Mutu dan Manajer

Teknis, beserta staf belum memiliki ruangan yang terpisah. Semua kegiatan
Administrasi, Pengendalian Mutu, dan Pengendalian Teknik masih bergabung

diruangan Administrasi.
Laboratorium Lingkungan DLH Kab.Merangin juga belum memiliki ruang

penyimpanan limbah B3 Laboratorium. Karena kegiatan belum optimal, hasil limbah

B3 masih sedikit dan disimpan dalam lemari kecil diruang pengujian.


Tabel 2, 3, 4, dan 5 akan memuat personil, bahan kimia dan alat-alat

laboratorium dan kondisi yang ada di UPT. Laboratorium Lingkungan Dinas Lingkungan

Hidup Kab. Merangin.

Tabel 2. Jumlah Personil yang ada di UPT. Laboratorium Lingkungan Dinas Lingkungan
Hidup Kab. Merangin

No Personil Latar Belakang Jabatan


Pendidikan
1. Sutoto, ST S1 Teknik Lingkungan Kepala UPT.
Laboratorium
Lingkungan
2. Gultom, S.Si S1 Analis Kimia Kassubbag TU UPT
Laboratorium
Lingkungan
3. Marwan, S.Si S1 Analis Kimia Staf Fungsional
Umum
5. Astri Yulia, S.ST D-IV Kesehatan Staf Fungsional
Lingkungan Umum
6. Kurniati, Am.AK D-III Analis Kesehatan Staf Fungsional
Umum
7. Nurhayati, AMKL D-III Kesehatan Staf Fungsional
Lingkungan Umum
8. Risa Riyana, S.Si S1 Biologi Honorer
9. Iswandari, S.Si S1 Kimia Honorer
8. Mariatul Istikomah, D-III Analis Kesehatan Honorer
Am.AK
9. Kiki Dwijayanti, D-III Kimia Analis Honorer
Amd
10 Della Pratiwi, D-III Kesehatan Honorer
Amd.KL Lingkungan
11 Yusman Heli, S.Pd S1 Pendidikan Honorer
12 Rengga Ariyanto SMA Honorer

Berikut ini Inventaris Alat Labor yang ada hingga tahun 2017 tampak pada uraian
dibawah ini :

Tahun Keteranga
No Nama Alat Fungsi Jumla Pengada Kondi n Kalibr
. Type h an si asi
1 2 3 4 5 6 7 8 9
Alat Pembuat Membuat 1 2007 Rusak Alat
Aquadest Aquadest menyala
tapi suhu
tidak stabil
Lemari Menyimpa 1 2008 Rusak Alat tidak 27
Penyimpanan n Reagent bisa Nope
Reagen BOD dinyalakan mber
2015
waterproof untuk 1 Rusak Pada 27
portable mengukur tabung Nope
meter pH, suhu, untuk mber
kekeruhan, pengukura 2015
DHL n pada isi
yang
ujungnya
ada gel
sudah
lengket
tidak bisa
di
kalibrasi,
berpengar
uh pada
hasil.
COD Reaktor Analisa 1 2008 Rusak Lampu
COD alat rusak
dalam sehingga
sapel tidak bisa
Limbah mengatur
untuk program
pemanasan
sampel
COD

Lemari Asam Melindungi 1 2008 Rusak Tidak bisa


Personil dari dinyalakan
Bahaya dan posisi
Terhirup lemari
Gas Beracun
asam
Selama
Proses
seharusny
Pegjian, a di dalam
Riset laboratoriu
maupun m
Pembelajara
n
dilaboratori
um
AAS Alat untuk 1 2008 Rusak Kertas
menganalis Saring
a unsure- Tidak Ada.
unsur Ada
logam Kompone
secara n hilang :
kuantitatif a. Tabung
Oksigen
b.Kompres
sor
Spektrofotomet Alat untuk 1 2008 Baik Perlu 27
er Genesys UV mengukur dikalibrasi Nope
10 absorban/ ulang mber
Transisan 2015
Suatu
Sampel
sebagai
fungsi
panjang
gelombang
untuk
daerah
ultraviolet

Alat TSS dan Alat uji 1 Baik


TDS untuk
mengetahu
i zat padat
(TSS) dan
kualitas
cairan
(TDS) yang
tersuspensi
dalam air
Oven Untuk 1 Rusak
analisa
Kadar air
(Analisa
sampel
limbah
cair)
Stirer Untuk 1 2007 Baik 27
menghomo Nope
genkan mber
sampel 2015
pengujian

Waterbath Untuk 1 Rusak Suhu tidak 27


menciptaka stabil Nope
n suhu mber
yang 2015
konstan
pada
kondisi
tertentu
selama
selang
waktu yang
ditentukan
dalam
pengujian
sampel
Desikator Tempat 1 2007 Baik
penyimpan
an sampel
yang harus
bebas air
mengering
kan dan
mendingin
kan sampel
yang akan
digunakan
untuk uji
kadar air
Neraca Untuk 1 2007 Baik 27
Analitik menimban Nope
g massa mber
suatu zat 2015
dengan
ketelitian
tinggi
Timbangan Untuk 1 2007 Baik 27
menimban Nope
g sampel mber
atau bahan 2015
kimia yang
akan
digunakan
Sound Level Alat 1 Baik Perlu
Meter pengukura dikalibrasi
n tingkat ulang
kebisingan

Partikel Debu Alat untuk 1 Baik


Kit menangka
p partikel
dalam
udara
Turbidimeter Alat uji 1 2007 Rusak
untuk
menentuka
n tingkat
kekeruhan
sampel

Rak Tabung Untuk 2007 Baik


meletakkan
tabung
reaksi pada
saat
mereaksika
n bahan
kimia
Multiparameter Untuk 1 Rusak
mengukur
kualitas air

Rak Pipet Untuk Baik


meletakkan
pipet ukur
yang sudah
bersih
setelah
pengujian
Salinometer Untuk 1 2007 Rusak
mengukur
kadar
garam
pada air

Udara ambient Untuk 1 2007 Baik


Kit pengukura
n
pencemara
n udara
Sentrifuge Alat untuk 1 2007 Baik 27
pemisahan Nope
bahan mber
tersuspensi
dari media
sampel

Alat Destilasi Alat untu 2007 Labu ukur


pemisahan ada yang
larutan / pecah
bahan
kimia

Mikroskop Untuk 1 Baik Minyak


melihat/m xylol untuk
engamati pembersih
tidak ada
benda yang
berukulan
kecil yang
tidak
mampu
dilihat
secara
kasat mata

Tabel 3. Bahan kimia yang ada di UPT. Laboratorium Lingkungan untuk pengujian
parameter kualitas air permukaan
BAHAN
NO PARA-METER
NAMA BAHAN VOL
1,0
1 TSS Kertas Saring
µm/1,5µm
1,0
2 TDS Kertas Saring bebas abu
µm/1,5µm
3 BOD Dikalium Hidrogen fosfat (K2HPO4) 1 Kg
Dinatrium Hidrogen Fosfat heptahidrat
1 Kg
(Na2HPO4.7H2O)
Amonium Klorida (NH4Cl) 1 Kg
Manganese (MnSO4) 500 ml
Asam Salisilat 100 ml
Asam asetat 96% (CH3COOH) 2,5 L
Natrium Iodida (NaI) 100 g
Kalium Bi-iodat (KH(IO3)2) 100 g
Asam Glutamat (p.a) 250 g
CRM BOD
Polyseed
Glukosa (p.a) 250 g
Natrium Hidroksida (NaOH) 2,5 L
Feri Klorida (FeCl3.6H2O) 250 ml
Natrium Sulfit (Na2SO3) 250 ml
Amilum / Kanji 500 g
Natrium Azida (NaN3) 500 g
Sodium Thiosulfat (Na2S2O3.5H2O) 500 g

4 COD Kalium Hidrogen Ptalat (KHP) 250 g


Kalium Bikromat (K2Cr2O7) 250 g
Merkuri Sulfat (HgSO4) 250 g
Perak Sulfat (Ag2SO4) 25 g
Asam Sulfamat (NH2SO3H) 25 g
Asam Sulfat (H2SO4) 2,5 L

9 Minyak & N-Heksan 2,5 L


Lemak heksadekan
methyl orange
asam stearat
natrium sulfat (Na2SO4) anhidrat
methyl tert buthyl ether (MTBE) 1L
Aceton

13 Logam Asam Nitrat (HNO3) 2,5 L


Larutan Standar Cu 500 ml
Larutan Standar Pb 500 mL
Larutan Standar Hg 500 ml
Larutan Standar Fe 500 ml
Larutan Standar Mn 500 ml
Hidroksilamin Sulfat 500 g
Larutan Timah (II) Klorida 100 g
Distilat Water

14 pH Buffer Solution for use pH 4 1L


Buffer solution for use pH 7 1L
Buffer solution for use pH 9 1L

15 DHL Larutan Standar Conductivity 84 µs/cm 1L


Larutan Standar Conductivity 1288 µs/cm 1L
Larutan Standar Conductivity 1413 µs/cm 1L

Tabel 5. Kondisi ruangan yang ada di UPT. Laboratorium Lingkungan Tahun 2017.
No Uraian Keterangan
1. Ruangan penyimpanan contoh uji / sampel (4 0C ± Belum ada
2 0C)
2. Ruang timbang bebas debu dengan meja bebas Sudah ada
getar ( 20 0C ± 3 0C & 45 % - 65 %)
3. Ruang preparasi contoh Sudah ada
4. Ruang Instrumen Spektrofotometer Belum ada
5. Ruang Atomic Absorbtion Spectrofotometer (AAS) Belum ada
6. Ruang GC/HPLC (ruang instrument dilengkapi Belum ada
dengan ex haust fan, penyimpanan gas diluar
ruangan),
7. Ruangan mikrobiologi dilengkapi dengan laminar Belum ada
air flow cabinet
8. Ruangan penyimpanan bahan kimia Belum ada
9. Ruangan penyimpanan alat-alat gelas Belum ada
10. Ruangan penyimpanan alat-alat in situ (lapangan) Sudah ada
11. Ruangan untuk lemari asam Sudah ada
12. Ruangan penerimaan sampel/contoh uji Sudah ada
13. Ruangan Analis Sudah ada
14. Ruangan Kepala UPT Sudah ada
15. Ruangan Ka. TU Sudah ada
16. Ruangan Pertemuan / Aula DLH Belum ada
17. Ruangan Manajer Teknis Belum ada
18. Ruangan Manajer Mutu Belum ada
19. Perpustakaan Belum ada
20. Mushalla Belum ada
21. Ruangan Penyimpanan Limbah B3 Belum ada

2.4 Kegiatan Laboratorium Lingkungan

UPT. Laboratorium Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup yang dibentuk

berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Merangin Nomor 11 tahun 2013 mempunyai


kegiatan rutin memantau dan menguji kualitas air permukaan (sungai), dan udara, yang

telah dilaksanakan sejak tahun 2007. Pengujian parameter yang dilakukan ada yang bisa

dilakukan di lapangan maupun di Laboratorium Lingkungan. Berikut Pengujian

parameter kualitas air permukaan (sungai) yang dilakukan di lapangan dan yang bisa

dilakukan di Laboratorium Lingkungan .


Tabel 6. Parameter Kualitas Air Permukaan yang bisa dilakukan di Lapangan
No Parameter Alat / Metode yang digunakan
1. Suhu pHmeter
2. pH pHmeter
3. Redoks pHmeter
4. Daya Hantar Listrik Konduktometer
(DHL)
5. Kekeruhan Turbidymeter
6. DO Metode Winkler
Tabel 7. Parameter kualitas air permukaan yang bisa di lakukan di Laboratorium
No Parameter Alat / Metode yang digunakan
1. Kebutuhan Oksigen secara Biologi Iodometri
(BOD)
2. Kebutuhan Oksigen secara Kimia Spektrofotometer
(COD)
3. Total Zat Padat tersuspensi (TSS) Gravimetri
4. Total Zat Padat Terlarut (TDS) Gravimetri
5. Minyak dan Lemak Gravimetri
6. Klorida Argentometri

Tabel 8. Parameter Kualitas Udara yang bisa dilakukan oleh UPT. Laboratorium
Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup Kab. Merangin
No Parameter Alat / Metode yang
digunakan
1. Partikulat PM 10 HVAS / Gravimetri
2. Partikulat PM 2.5 HVAS / Gravimetri
3. Partikulat Total (TSP) HVAS / Gravimetri
4. Kebisingan Sound Level Meter
5. Kecepatan Angin Anemometer
7. Gas CO Multi Gas Detector
8. H2S Multi Gas Detector
9. Gas CO2 Multi Gas Detector
10. Gas Methan / CH4 Multi Gas Detector

2.5 Pelayanan Laboratorium Lingkungan


Unit Pelaksana Teknis (UPT) Laboratorium Lingkungan pada Dinas

Lingkungan Hidup yang dibentuk berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Merangin

Nomor 11 tahun 2013 tentang pembentukan Unit Pelaksana Teknis (UPT) pada Dinas
Lingkungan Hidup, mempunyai visi dan misi berdasarkan SNI / ISO 17025 Tahun 2008.

UPT. Laboratorium Lingkungan pada Dinas Lingkungan Hidup melayani pengujian

sampel dari masyarakat dan badan usaha yang ingin mengajukan izin lingkungan

maupun untuk mengetahui kualitas sumber air yang ingin diketahui kualitasnya. Selain

melayani pengujian kualitas air, UPT. Dinas Lingkungan Hidup juga melayani pengujian

kualitas udara. Untuk pelayanan pengujian sampel lingkungan, masyarakat bisa

mengantar sampel yang akan diuji langsung ke UPT. Laboratorium Lingkungan atau bisa

juga Tim Laboratorium yang mengambil sampel tersebut ke lokasi sampling. Dalam

melakukan pelayanan ke masyarakat, tidak mengganggu kegiatan rutin yang ada di UPT.

Laboratorium Lingkungan seperti pemantauan dan pengujian sampel air permukaan

(sungai) dan kualitas udara. Hal ini disebabkan karena kegiatan ini merupakan kegiatan

prioritas UPT. Laboratorium Lingkungan untuk mengetahui Indeks Kualitas Lingkungan

Hidup Daerah Kabupaten Merangin.

BAB III
ANALISIS BEBAN KERJA
3.1 Kepala UPT. Laboratorium Lingkungan
a. Kedudukan dalam organisasi :

KEPALA DLH

KEPALA UPT - LABLING

b. Ikhtisar Jabatan :
Memimpin, memberikan petunjuk, membina, membimbing dan mengawasi unsur-

unsur pembantu, pelaksana dan penunjang serta melaksanakan kegiatan yang berada

dalam lingkungan UPT-LABLING.


c. Uraian Tugas :
 Membuat rencana kerja UPT-LABLING

 Membagi tugas kepada Sub Bagian dan Kelompok Jabatan Fungsional secara

tertulis maupun lisan sesuai bidang tugasnya

 Mengkoordinasikan pelaksanaan kegiatan UPT-LABLING dengan unit kerja

terkait

 Mengkoordinir pelaksanaan tugas Kasubag Tata Usaha dan Kelompok

Jabatan fungsional agar terjadi kerja sama yang baik dan saling mendukung

dalam melaksanakan tugas

 Memberi petunjuk dan bimbingan/arahan kepada Unit Kerja dalam

lingkungannya sesuai dengan ketentuan yang berlaku

 Memonitor/mengawasi pelaksanaan tugas Kasubag Tata Usaha dan

Kelompok Jabatan Fungsional berdasarkan hasil kerja yang dicapai agar

sesuai dengan rencana kerja yang ditetapkan

 Menilai dan mengevaluasi 15


hasil kerja Kasubag Tata Usaha dan Kelompok

Jabatan Fungsional

 Membuat laporan pelaksanaan tugas sebagai bahan laporan pertanggung

jawaban dan bahan penilaian atasan


 Melaksanakan tugas kedinasan lainnya yang diberikan atasan sesuai

ketentuan perundangan yang berlaku


d. Bahan Kerja
No Bahan Kerja Penggunaan dalam tugas
1. Dokumen Perencanaan Kerja Penetapan pelaksanaan kerja tahunan UPT-
UPT-Labling Labling
2. Tupoksi SKPD Penyusunan Draft Standar kerja per sub
bidang
3. Dokumen Perencanaan Kerja Pelaksanaan Kegiatan dengan unit kerja
UPT-Labling terkait
4. Tupoksi SKPD Penyusunan pelaksanaan tugas per sub
bidang dan per sub bagian UPT-Labling
5. Tupoksi SKPD Pelaksanaan bimbingan / arahan kepada
unit kerja UPT-Labling sesuai ketentuan
yang berlaku
6. Tupoksi SKPD Pelaksanaan monitoring dan pengawasan
kerja per sub bidang
7. Tupoksi SKPD Pelaksanaan evaluasi hasil kerja per sub
bidang
8. Data Capaian kerja Penyusunan Laporan pencapaian
Laboratorium Laboratorium
9. Peintah atasan Pelaksanaan tugas lain
e. Perangkat / Alat Kerja
No Perangkat kerja Digunakan untuk tugas
1. Komputer / Laptop Membuat Draft Penetapan pelaksanaan
kerja tahunan UPT-Labling
2. Peraturan terkait tentang Menyusun bahan fasilitasi penyusunan
pedoman penyusunan Standar standar kerja UPT-Labling
Kerja
3. Peraturan terkait tentang Mengkoordinasikan pelaksanaan
pedoman penyusunan kegiatan dengan unit kerja terkait
pelaksanaan kegiatan
4. Peraturan terkait tentang Mengkoordinir dan membagikan tugas
pedoman pembagian tugas per sub bidang dan kelompok jabatan
dalam pelayanan Laboratorium fungsional
5. Peraturan terkait tentang Membimbing dan memberikan arahan
pembinaan pelayanan kepada unit kerja sesuai ketentuan yang
Laboratorium berlaku
6. Peraturan terkait tentang standar Mengawasi pelaksanaan tugas per sub
kerja kegiatan Laboratorium bidang dan kelompok jabatan
fungsional
7. Tupoksi SKPD Mengevaluasi hasil kerja per sub bidang
dan kelompok jabatan fungsional
8. Dokumen terkait tentang Menyusun dan melaporkan hasil
penyusunan laporan hasil capaian kerja laboratorium kepada
analisis data laboratorium pimpinan
9. Surat Perintah/Surat tugas Melaksanakan tugas lain
f. Hasil Kerja
No Hasil Kerja 1) Satuan Hasil 2)
1. Draft Penetapan pelaksanaan kerja tahunan Dokumen
UPT-Labling
2. Bahan fasilitasi penyusunan standar kerja UPT- Berkas
Labling
3. Pelaksanaan kegiatan dengan unit kerja terkait Kegiatan
4. Pembagian tugas per sub bidang dan kelompok Kegiatan
jabatan fungsional
5. Bimbingan dan arahan kepada unit kerja terkait Kegiatan
6. Pelaksanaan tugas per sub bidang dan Kegiatan
kelompok jabatan fungsional
7. Hasil kerja per sub bidang dan kelompok Kegiatan
jabatan fungsional
8. Laporan hasil capaian kerja laboratorium Dokumen SKPD
9. Tugas lain-lain Kegiatan

g. Korelasi Jabatan
No Jabatan Unit Kerja/ Instansi Dalam hal
1. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Konsultasi dan
Dinas pertanggungjawaban
2. Kabid Bidang Pengawasan Koordinasi dan
PPKPL Pengendalian Kerusakan dan Konsultasi
Pencemaran Lingkungan
3. Kasubag UPT-Labling Kerjasama
TU

3.2 Kepala Tata Usaha


a. Kedudukan dalam Organisasi :

KEPALA DLH

KEPALA UPT- LABLING

Ka. TATA USAHA

b. Ikhtisar Jabatan :
Melakukan urusan ketata-usahaan, rumah tangga, urusan keuangan serta memberikan

pelayanan administrasi kepada seluruh satuan kerja pada UPT-Labling dalam rangka

kelancaran pelaksanaan tugas.

c. Uraian Tugas
 Menyusun rencana kegiatan pada Sub Bagian Tata Usaha
 Memberikan pelayanan administrasi kepada satuan kerja UPT-Labling
 Membagi tugas kepada tenaga Fungsional sesuai bidang tugasnya
 Memberi petunjuk dan bimbingan kepada tenaga Fungsional dalam

lingkungannya sesuai dengan ketentuan yang berlaku


 Memonitor/mengawasi pelaksanaan tugas tenaga Fungsional dalam

lingkungannya
 Menilai dan mengevaluasi hasil kerja tenaga Fungsional dalam lingkungannya
 Menyampaikan pertimbangan teknis bidang keuangan kepada Kepala UPT-

Labling
 Melaksanakan pengelolaan administrasi umum dan surat menyurat
 Melaksanakan pengelolaan administrasi perlengkapan dan rumah tangga
 Melaksanakan pengelolaan administrasi keuangan
 Melaksanakan dan menertibkan pemakaian sarana prasarana dan arsip UPT-

Labling
 Membuat laporan kegiatan sebagai bahan laporan pertanggungjawaban dan bahan

penilaian atasan
 Mengkoordinasikan perhitungan angka kredit tenaga fungsional dan
mengantarkan berkas DUPAK/Kenaikan Pangkat tenaga fungsional di lingkungan
UPT-Labling ke Dinas terkait
 Melaksanakan tugas kedinasan lainnya yang diberikan atasan sesuai ketentuan
perundangan yang berlaku
d. Bahan Kerja
No Bahan Kerja Penggunaan dalam tugas
1. Dokumen Perencanaan Kerja Penetapan pelaksanaan kerja tahunan Tata
Tata Usaha Usaha UPT-Labling
2. Tupoksi SKPD Pelaksanaan kegiatan administrasi pada
satuan kerja UPT-Labling
3. Dokumen Perencanaan Kerja Pelaksanaan Kegiatan dengan unit kerja
Tata Usaha terkait
4. Tupoksi SKPD Pelaksanaan bimbingan / arahan kepada
tenaga fungsional sesuai ketentuan yang
berlaku
5. Tupoksi SKPD Pelaksanaan monitoring dan pengawasan
kerja tenaga fungsional
No Bahan Kerja Penggunaan dalam tugas
6. Tupoksi SKPD Pelaksanaan evaluasi hasil kerja tenaga
fungsional
7. Dokumen Perencanaan Penyampaian pertimbangan teknis bidang
Keuangan UPT-Labling keuangan kepada Kepala UPT-Labling
8. Tupoksi SKPD Pelaksanaan pengelolaan administrasi umum
dan surat menyurat
9. Data Capaian kerja Penyusunan Laporan administrasi urusan tata
administrasi tata usaha usaha
10. Tupoksi SKPD Pelaksanaan pengelolaan administrasi
keuangan
11. Tupoksi SKPD Pelaksanaan dalam penertiban pemakaian
sarana dan prasarana serta arsip UPT-Labling
12. Dokumen terkait tentang Pelaksanaan pelaporan kegiatan sebagai
penyusunan laporan bahan pertanggungjawaban dan penilaian
administrasi urusan tata usaha atasan
13. Peraturan terkait tentang Pelaksanaan koordinasi perhitungan angka
Pedoman Penyusunan kredit tenaga fungsional dan penyampaian
Standar Kerja berkas DUPAK/Kenaikan Pangkat Tenaga
Fungsional di Lingkungan UPT-Labling ke
Dinas terkait
14. Perintah atasan Pelaksanaan tugas kedinasan lainnya
e. Perangkat / alat kerja
No Perangkat kerja Digunakan untuk tugas
1. Komputer / Laptop Membuat Draft Penetapan pelaksanaan
kerja tahunan tata usaha UPT-Labling
2. Peraturan terkait tentang Menyusun bahan fasilitasi penyusunan
pedoman penyusunan Standar standar kerja tata usaha UPT-Labling
Kerja
3. Peraturan terkait tentang Mengkoordinasikan pelaksanaan kegiatan
pedoman penyusunan dengan unit kerja terkait
pelaksanaan kegiatan
4. Peraturan terkait tentang Mengkoordinir dan membagikan tugas
pedoman pembagian tugas tenaga fungsional dalam lingkungnnya
dalam pelayanan administrasi
tata usaha
5. Peraturan terkait tentang Membimbing dan memberikan arahan
pembinaan pelayanan kepada unit kerja sesuai ketentuan yang
administrasi tata usaha berlaku
6. Peraturan terkait tentang standar Mengawasi pelaksanaan tugas tenaga
kerja kegiatan pelayanan fungsional dalam lingkungannya
administrasi tata usaha
7. Tupoksi SKPD Mengevaluasi hasil kerja tenaga
fungsional dalam lingkungannya
8. Dokumen Perencanaan Penyampaian pertimbangan teknis bidang
Keuangan UPT-Labling keuangan kepada Kepala UPT-Labling
9. Tupoksi SKPD Melaksanakan pengelolaan administrasi
umum dan surat menyurat
10. Data Capaian kerja administrasi Menyusun Laporan administrasi urusan
tata usaha tata usaha
11. Tupoksi SKPD Melaksanakan pengelolaan administrasi
keuangan
12 Tupoksi SKPD Melaksanakan dan menertibkan
pemakaian sarana dan prasarana serta
arsip UPT-Labling
13. Dokumen terkait tentang Membuat laporan kegiatan sebagai bahan
penyusunan laporan administrasi pertanggungjawaban dan penilaian atasan
urusan tata usaha
14. Surat Perintah/Surat tugas Melaksanakan tugas lain

f. Hasil Kerja
No Hasil Kerja 1) Satuan Hasil 2)
1. Draft Penetapan pelaksanaan kerja tahunan Urusan Tata Dokumen
usaha
2. Bahan fasilitasi penyusunan standar kerja Uruan Tata Berkas
usaha
3. Pelaksanaan kegiatan dengan unit kerja terkait Kegiatan
4. Pembagian tugas tenga fungsional dalam lingkungan tata Kegiatan
usaha
5. Bimbingan dan arahan kepada unit kerja terkait Kegiatan
6. Pelaksanaan tugas tenaga fungsional bidang tata usaha Kegiatan
7. Penilaian dan evaluasi hasil kerja tenaga fungsional Berkas
dalam bidang tata usaha
8. Hasil kerja tenaga fungsional dalam urusan tata usaha dan Kegiatan
keuangan
9. Hasil kerja dari pengelolaan administrasi umum dan surat Kegiatan
menyurat dalam lingkungan UPT-Labling
10. Hasil kerja dari pengelolaan administarsi perlengkapan Kegiatan
dan rumah tangga dalam lingkungan UPT-Labling
11. Hasil kerja dari pengelolaan Keuangan Kegiatan
12. Laporan hasil capaian kerja administrasi urusan tata usaha Dokumen SKPD
13. Berkas Dupak/Kenaikan pangkat tenaga fungsional di Berkas
lingkungan UPT-Labling
14. Tugas lain-lain Kegiatan
g. Korelasi Jabatan
No Jabatan Unit Kerja/ Instansi Dalam hal
1. Kepala UPT- UPT-Labling Konsultasi dan
Labling pertanggungjawaban
2. Kelompok UPT-Labling Kerjasama
Jabatan
Fungsional
3.3 Pengelola Laboratorium
a. Kedudukan dalam organisasi :

KEPALA DLH

KEPALA UPT - LABLING

Ka. TATA USAHA

JABATAN FUNGSIONAL

PENGELOLA -
LABORATORIUM

b. Ikhtisar Jabatan :
Melakukan kegiatan pengelolaan yang meliputi penyiapan bahan, koordinasi dan

penyusunan laporan dibidang laboratorium


c. Uraian Tugas
 Membantu membuat rencana kerja di Laboratorium
 Membantu membagi tugas kepada sub bagian dan kelompok Jabatan

Fungsional sesuai bidang tugasnya


 Membantu mengkoordinasikan pelaksanaan kegiatan UPT-LABLING dengan

unit kerja terkait


 Membantu membuat laporan pelaksanaan tugas sebagai bahan laporan

pertanggung jawaban dan bahan penilaian atasan


 Melaksanakan tugas kedinasan lainnya yang diberikan atasan sesuai

ketentuan perundangan yang berlaku


d. Bahan Kerja
No Bahan Kerja Penggunaan dalam tugas
1. Dokumen Perencanaan Penetapan pelaksanaan kerja tahunan UPT-
Kerja UPT-Labling Labling
2. Tupoksi SKPD Penyusunan Draft Standar kerja per sub
bidang
3. Dokumen Perencanaan Pelaksanaan Kegiatan dengan unit kerja
Kerja UPT-Labling terkait
4. Tupoksi SKPD Penyusunan pelaksanaan tugas per sub
bidang dan per sub bagian UPT-Labling
5. Tupoksi SKPD Pelaksanaan bimbingan / arahan kepada unit
kerja UPT-Labling sesuai ketentuan yang
berlaku
6. Tupoksi SKPD Pelaksanaan monitoring dan pengawasan
kerja per sub bidang
7. Tupoksi SKPD Pelaksanaan evaluasi hasil kerja per sub
bidang
8. Data Capaian kerja Penyusunan Laporan pencapaian
Laboratorium Laboratorium
9. Peintah atasan Pelaksanaan tugas lain
e. Perangkat / Alat Kerja
No Perangkat kerja Digunakan untuk tugas
1. Komputer / Laptop Membantu membuat Draft Penetapan
pelaksanaan kerja tahunan UPT-Labling
2. Peraturan terkait tentang Membantu menyusun bahan fasilitasi
pedoman penyusunan Standar penyusunan standar kerja UPT-Labling
Kerja
3. Peraturan terkait tentang Membantu mengkoordinasikan
pedoman penyusunan pelaksanaan kegiatan dengan unit kerja
pelaksanaan kegiatan terkait
4. Peraturan terkait tentang Membantu mengkoordinir dan
pedoman pembagian tugas membagikan tugas per sub bidang dan
dalam pelayanan Laboratorium kelompok jabatan fungsional
5. Dokumen terkait tentang Menyusun dan melaporkan hasil
penyusunan laporan hasil capaian kerja laboratorium kepada
analisis data laboratorium pimpinan
6. Surat Perintah/Surat tugas Melaksanakan tugas lain

f. Hasil Kerja
No Hasil Kerja 1) Satuan Hasil 2)
1. Draft Penetapan pelaksanaan kerja tahunan UPT- Dokumen
Labling
2. Bahan fasilitasi penyusunan standar kerja UPT- Berkas
Labling
3. Pelaksanaan kegiatan dengan unit kerja terkait Kegiatan
4. Pelaksanaan tugas per sub bidang dan kelompok Kegiatan
jabatan fungsional
5. Laporan hasil capaian kerja laboratorium Dokumen SKPD
6. Tugas lain-lain Kegiatan

g. Korelasi Jabatan
No Jabatan Unit Kerja/ Instansi Dalam hal
1. Kepala UPT- Dinas Lingkungan Hidup Konsultasi dan
Labling pertanggungjawaban
2. Kasubag TU UPT-Labling Koordinasi dan
Konsultasi

3.4 Analis

a. Kedudukan dalam organisasi :


KEPALA DLH

KEPALA UPT-LABLING

Ka. TATA USAHA

JABATAN FUNGSIONAL

PENGELOLA ANALIS
LABORATORIUM

b. Ikhtisar Jabatan :

Melakukan kegiatan yang meliputi pengumpulan, pengklasifikasian dan penelaahan

untuk menyimpulkan dan menyusun rekomendasi di bidang laboratorium

c. Uraian Tugas

 Menyiapkan dokumen Instruksi kerja, metode, alat, dan penunjang;

 Pengumpulan dan Analisa Sampel Lingkungan (Air hujan, Air Sumur, Air

sungai, Udara, dan Tanah) di Lapangan dan Laboratorium;

 Penyusunan Bahan untuk analisa sampel pengujian;

 Melakukan pengujian dengan penerapan jaminan mutu dan pengendalian mutu

sesuai metode yang digunakan;

 Mencatat data hasil, mengolah dan mengoreksi data hasil pengujian;

 Melaporkan hasil kegiatan kepada penyelia ataupun jika ada kendala dalam

pengujian;

 Melaporkan hasil kegiatan kepada penyelia ataupun jika ada kendala dalam

pengujian;
 Meminimalisasi penyimpangan yang dapat mengakibatkan menurunnya data hasil

pengujian serta melakukan tindakan perbaikan apabila ditemukan

ketidaksesuaian;

 Melakukan kalibrasi internal dan pemeliharaan alat laboratorium;

 Menerapkan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) dan pengelolaan limbah

laboratorium.

d. Bahan Kerja
No Bahan Kerja Penggunaan dalam Tugas
1. Kertas Kwarto dan Folio Mengetik Dokumen Informasi Lingkungan
2. Buku Kerja Mengolah data dan mencata data hasil pengujian
3. Zat Kimia Melakukan pengujian sampel di lapangan
maupun di Laboratorium
e. Perangkat / alat Kerja
No Perangkat / alat Kerja Digunakan untuk tugas
1. Komputer / Laptop Mengetik Hasil Pengolahan data pengujian
2. Pena / Pensil Mencatat hasil pengujian dan data yang diolah di
buku kerja
3. Alat - alat laboratorium Melakukan pengujian sampel di lapangan maupun
di Laboratorium

f. Hasil Kerja
No Hasil Kerja 1) Satuan Hasil 2)
1. Draft dokumen instruksi kerja, metode, alat dan Dokumen
penunjang berdasarkan SNI
2. Sampel Lingkungan Berkas
3. Bahan Kimia Berkas
4. Laporan Hasil pengujian Laporan
5. Hasil olahan dan data pengujian Berkas
6. Laporan hasil Kegiatan Laporan
7. Presisi dan Akusisi pengujian sampel Kegiatan
8. Kalibrasi alat dan bahan Kegiatan
9. Penerapan K3 Kegiatan
g. Korelasi Jabatan
No Jabatan Unit Kerja/ Instansi Dalam hal
1. Kepala UPT- Dinas Lingkungan Hidup Konsultasi dan
Labling pertanggungjawaban
2. Kasubag TU UPT-Labling Koordinasi dan
Konsultasi
3. Pengelola UPT - Labling Koordinasi dan
Laboratorium Konsultasi
4. Analis Koordinasi
25 21

h. Matriks Analisis Beban Kerja UPT. Laboratorium Lingkungan


NORMA JAM KERJA JUMLAH
N TUGAS DAN HASIL KERJA SATUAN WAKTU EFEKTIF BEBAN JAM KERJA JUMLAH
O. JABATAN JABATAN URAIAN TUGAS (KEG/LAP/DOK) HASIL KERJA (JAM/TH) PERTAHUN KERJA EFEKTIF PEGAWAI
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 (7*9) 11
1. Membantu Kepala Dinas
KEPALA UPT Lingkungan Hidup untuk
LABORATORIUM MANAJER menyiapkan data dan hasil
1 LINGKUNGAN PUNCAK uji laboratorium 12 dok 12 1250 12 144 0,1152
2. Menetapkan sistem
manajemen mutu
laboratorium secara
keseluruhan 12 dok 12 1250 12 144 0,1152
3. bertanggung jawab
terhadap pengelolaan
laboratorium 12 keg 12 1250 12 144 0,1152
4. mengendalikan kinerja
laboratorium 12 keg 12 1250 12 144 0,1152
5. menandatangani
sertifikat hasil uji (Laporan
Hasil Uji/ LHU) 12 dok 12 1250 12 144 0,1152
6. Melakukan Kaji ulang
manajemen 12 keg 12 1250 12 144 0,1152
7. bertanggung jawab
terhadap pengelolaan SDM 12 keg 12 1250 12 144 0,1152
8. bertanggung jawab untuk
mengkoordinasikan
kunjungan dari pihak luar 12 keg 12 1250 12 144 0,1152
9. mengesahkan dokumen
kebijakan mutu,sasaran
mutu, visi dan misi,
panduan mutu (level 1) dan
dokumen prosedur kerja
(level 2) 12 dok 12 1250 12 144 0,1152
10. memastikan dan
memantau keseluruhan
tugas majer mutu, manajer
teknik, manajer
BAB IV
ANALISIS RASIO BELANJA PEGAWAI

4.1 Kegiatan di UPT. Laboratorium Lingkungan


Kegiatan yang ada di UPT. Labling Dinas Lingkungan Hidup Merangin ada 2 pada

DPA DLH Tahun Anggaran 2017 ini yaitu Kegiatan Pendukung Operasional

Laboratorium sebesar Rp. 187.957.000,- (seratus delapan puluh tujuh juta sembilan ratus

lima puluh tujuh ribu rupiah) dan Kegiatan Pemantauan Kualitas Lingkungan sebesar Rp.

25.409.000,- (Dua puluh lima juta empat ratus sembilan ribu rupiah). Kegiatan

Pendukung Operasional Laboratorium bertujuan untuk menyokong kegiatan pemantauan

kualitas lingkungan, dimana pada kegiatan pendukung operasional laboratorium ini

menyediakan ATK, Penggandaan atau fotocopy, barang habis pakai seperti bahan

pencuci alat laboratorium, tisu, bros gelas dll. Selain itu pengadaan alat-alat

laboratorium, bahan kimia, honor analis, belanja perjalanan dinas, diklat, belanja jasa

analisis sampel, dan pengadaan belanja modal lainnya. Pada kegiatan pemantauan

kualitas lingkungan terdiri dari Belanja Bahan Bakar Minyak, Belanja perjalanan dinas

dalam daerah dalam rangka pengambilan sampel lingkungan, pemantauan dan pengujian

sampel lingkungan, dan perjalanan dinas luar daerah dalam rangka mengantarkan sampel

lingkungan ke laboratorium sub kontrak (laboratorium yang telah terakreditasi) dan

kegiatan pemantauan lainnya di luar Kabupaten Merangin.

4.2 Analisis Rasio Belanja Pegawai


Pada Tahun Anggaran 2015, anggaran untuk Kegiatan Pendukung Operasional

Laboratorium sebelum pembentukan Unit Pelaksana Teknis Laboratorium Lingkungan

adalah sebesar Rp. 94.533.700,- (Sembilan puluh empat juta lima ratus tiga puluh tiga

ribu tujuh ratus rupiah). Dengan anggaran tersebut Badan Lingkungan Hidup Kabupaten

Merangin membentuk UPT. Laboratorium Lingkungan yang disahkan dengan Peraturan

Bupati Nomor 40 pada tanggal 14 Agustus 2015. Anggaran ini digunakan untuk belanja

barang habis pakai sebesar Rp. 5.340.700,- (lima juta tiga ratus empat puluh ribu tujuh

34
ratus rupiah), belanja material / bahan kimia sebesar Rp. 13.000.000,- (tiga belas juta

rupiah), belanja jasa analisis sampel Rp. 18.600.000,- (delapan belas juta enam ratus ribu
35
rupiah), belanja perjalanan dinas sebesar Rp. 18.398.000,- (delapan belas juta tiga ratus

sembilan puluh delapan ribu rupiah), dan belanja jasa tenaga analis sebanyak 2 (dua)

orang sebesar Rp. 39.000.000,- (tiga puluh sembilan juta rupiah).


Pada tahun Anggaran 2016 Unit Pelaksana Teknis Laboratorium Lingkungan

(UPT. Labling) mempunyai satu kegiatan yaitu Pendukung Operasional Laboratorium

dimana Anggarannya sebesar Rp. 317.166.713,- (Tiga ratus tujuh belas juta seratus enam

puluh enam ribu tujuh ratus tiga belas rupiah). Anggaran ini digunakan untuk Belanja

material / bahan kimia sebanyak Rp. 16.775.000,- (Enam belas juta tujuh ratus tujuh

puluh lima ribu rupiah), Belanja jasa kantor / perbaikan dan rehabilitasi alat-alat

laboratorium sebesar Rp. 104.400.013,- (Seratus empat juta empat ratus ribu tiga belas

rupiah), Belanja jasa analisis sampel sebesar Rp. 14.400.000,- (Empat belas juta empat

ratus ribu rupiah), belanja perjalanan dinas sebesar Rp. 31.870.000,- (Tiga puluh satu

juta delapan ratus tujuh puluh ribu rupiah), Belanja jasa tenaga analis sebanyak 2 (dua)

orang sebesar Rp. 39.000.000,- (tiga puluh sembilan juta rupiah), Belanja modal

pengadaan alat laboratorium sebesar Rp. 104.149.000,- (seratus empat juta seratus empat

puluh sembilan ribu rupiah), dan pengadaan modal lainnya (komputer dan software)

sebesar Rp. 12.563.000,- (dua belas juta lima ratus enam puluh tiga ribu rupiah).
Jika dibandingkan dengan anggaran pada kegiatan yang ada di UPT. Laboratorium

lingkungan Tahun Anggaran 2017 dimana pada tahun ini ada 2 (dua) kegiatan, anggaran

tahun 2016 cukup tinggi. Pada tahun anggaran 2017 untuk 2 (dua) kegiatan, dimana

kegiatan pendukung operasional laboratorium anggarannya sebesar Rp. 187.957.000,-

(seratus delapan puluh tujuh juta sembilan ratus lima puluh tujuh ribu rupiah) dan

kegiatan pemantauan kualitas lingkungan anggarannya sebesar Rp. 25.409.000,- (dua

puluh lima juta empat ratus sembilan ribu rupiah). Pada kegiatan pendukung operasional
laboratorium anggaran ini digunakan untuk belanja barang habis pakai sebesar Rp.

12.440.000,- (dua belas juta empat ratus empat puluh ribu rupiah), Belanja bahan

material / bahan kimia sebesar Rp. 12.827.000,- (dua belas juta delapan ratus dua puluh

tujuh ribu rupiah), belanja jasa kantor / perbaikan alat laboratorium sebesar Rp.

70.000.000,- (tujuh puluh juta rupiah), belanja kursus / bimbingan teknis internal sebesar

Rp. 22.500.000,- (dua puluh dua juta lima ratus ribu rupiah), belanja jasa tenaga analis

sebanyak 3 (tiga) orang sebesar Rp. 58.500.000,- (lima puluh delapan juta lima ratus ribu

rupiah), belanja modal alat laboratorium sebesar Rp. 2.090.000,- (dua juta sembilan

puluh ribu rupiah) dan belanja modal lainnya (pengadaan pendingin ruangan) sebesar Rp.

9.000.000,- (sembilan juta rupiah).


BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN

5.1KESIMPULAN
1. UPT. Laboratorium Lingkungan pada Dinas Lingkungan Hidup memiliki peran penting

dalam mengetahui kualitas lingkungan yang ada di Kabupaten Merangin dengan

adanya kegiatan pemantauan dan pengujian kualitas air permukaan (sungai), kualitas

udara dan tanah.


2. UPT. Laboratorium Lingkungan pada Dinas Lingkungan Hidup Kab. Merangin selain

melakukan kegiatan rutin, juga melayani pengujian sampel lingkungan dari masyarakat

dan kegiatan usaha yang ingin mengurus izin lingkungan dan mengetahui kualitas

lingkungan dilokasi tertentu. Kegiatan ini dapat digunakan untuk menambah

Pendapatan Asli Daerah (PAD) bagi Kabupaten Merangin.


3. Untuk mewujudkan penambahan PAD tersebut perlu komitmen dari Kepala Daerah dan

Kepala OPD untuk mendukung terakreditasi dan teregistrasinya UPT. Laboratorium

Lingkungan pada Dinas Lingkungan Hidup, dimana Pusat Pengelolaan dan

Pembangunan Ekoregion Sumatera di Pekanbaru pada saat pertemuan Peningkatan

Kapasitas Laboratorium dan Sosialisasi di Batam pada tanggal 20 April 2017


mengatakan akan melakukan pembinaan pada UPT. Laboratorium Lingkungan Dinas

Lingkungan HIdup Kabupaten Merangin menjadi laboratorium cluster.


4. Jika UPT. Laboratorium Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Merangin

menjadi Laboratorium Cluster, UPT. Laboratorium Lingkungan akan mendapat

bantuan pinjaman alat-alat laboratorium dan Bahan kimia dari laboratorium kabupaten /

kota tetangga, yang tidak dimilki oleh UPT. Laboratorium Lingkungan Dinas

Lingkungan Hidup Kabupaten Merangin. Selain itu UPT. Laboratorium Lingkungan

Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Merangin harus bisa membina Laboratorium

diwilayah clusternya.

5.2 SARAN

Demikianlah kajian ini disusun untuk dapat dipergunakan sebagaimana

mestinya. Kajian ini jauh dari kesempurnaan, untuk itu mohon kritikan dan saran yang

membangun dari semua pihak.

36