Anda di halaman 1dari 4

NOTULEN

Rapat : Sosialisasi PISPK
Hari / Tanggal :
Tempat : Aula Kantor Kecamatan Sebatik Barat.
Agenda : Memberikan gambaran tentang Program Indonesia Sehat
dengan Pendekatan Keluarga (PIS-PK) dengan tujuan agar
masyarakat dan lintas sektor terkait memahami dan
mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut.

Pimpinan Rapat
Ketua : dr. Nur Anisah
Sekretaris : Sapar Yasin
Moderator : Arham, S.SoS
Pencatat : A. Restu Tenri Sumpala Amd.KG
No Kegiatan Rincian Kegiatan
I A. Pembukaan 1. Menyanyikan lagu Indonesia Raya
2. Pembacaan Doa
3. Kata Sambutan dari dr. Nur Anisah selaku ketua PIS-
PK Puskesmas Setabu
4. Kata sambutan dari Camat Sebatik Barat yang
diwakili oleh Bapak Sekcam Syawalludin, SH.
sekaligus membuka acara sosialisasi PIS-PK.
II B. Pembahasan 1. Penyampaian materi oleh dr. Nur Anisah tentang
kebijakan pemerintah dalam hal ini departemen
Kesehatan RI tentang Program Indonesia Sehat
dengan Pendekatan Keluarga: Disampaikan bahwa
Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan
Keluarga (PIS-PK) merupakan salah satu program
nasional yang menekankan pada integrasi dan akses
pelayanan kesehatan, ketersediaan tenaga
kesehatan, pembiayaan, serta sarana dan prasarana
termasuk program upaya kesehatan masyarakat dan
perseorangan yang mencakup seluruh keluarga
dalam wilayah kerja Puskesmas setabu. Program
Indonesia Sehat dilaksanakan dengan menegakkan
tiga pilar utama yaitu penerapan paradigma sehat,
penguatan pelayanan kesehatan dan pelaksanaan
jaminan kesehatan nasional (JKN).
2. Penyampaian materi oleh Sapar Yasin tentang
Gambaran umum teknis pelaksanaan PIS-PK di
Kecamatan Sebatik Barat :Disampaikan bahwa

SOS sebagi moderator diberikan kesempatan kepada peserta sosialisasi untuk mengajukan pertanyaan. pembinaan secara menyeluruh bagi anggota keluarganya baik bagi bayi. Ibu Siti Rumaniar (Bambangan) mengajukan pertanyaan: Apa yang dapat dilakukan masyarakat untuk mensukseskan Program PIS-PK? Jawaban: Masyarakat menerima petugas/Tim surveyor yang akan melakukan pendataan dan memberikan data kesehatan keluarga yang diperlukan dengan jujur. pelaksanaan PiS-PK membutuhkan dukungan dari seluruh lapisan masyarakat dengan menerima petugas PIS-PK dan memberikan data yang benar tentang status kesehatan keluarga. 2. 3. selain itu diharapkan masyarakat dapat menyampaikan dan mensosialisasikan informasi tentang PIS-PK kepada keluarga-keluarga lain dilingkungan sekitarnya. baik penyakit. Bapak Syawalludin. gizi. tumbuh kembang. Bapak Wahid (tomas Liang Bunyu) mengajukan pertanyaan : Manfaat apa yang didapatkan masyarakat dengan dilaksanakannya program PIS-PK? Jawaban: Masyarakat dalam hal ini keluarga mendapatkan akses pelayanan kesehatan secara langsung berupa pendidikan/penyuluhan kesehatan. gangguan jiwa dan lain sebagainya secara berkelanjutan. balita. 1. kesehatan lingkungan. SH. konseling. Dengan dasar data yang akurat petugas kesehatan dan lintas sektor terkait dapat berperan baik dalam pembinaan maupun pembiayaan untuk mengatasi permasalahan kesehatan yang ada. Dalam pelaksanaannya petugas PIS-PK (tim suveyor) akan melakukan kunjungan rumah untuk pendataan dan memberikan intervensi awal berupa pendidikan/penyuluhan dan konseling kesehatan sesuai dengan permasalahan yang dihadapi keluarga. contohnya peran PKK dalam pembinaan gizi . Keluarga berencana. lansia dalam mengatasi masalah kesehatan. dewasa. ibu hamil. Mengajukan pertanyaan: Apa tindak lanjut hasil pendataan dan keterkaitannya dengan lintas sektor lainnya? Jawaban: Hasil pendataan akan diolah dan dijadikan dasar perumusan masalah kesehatan keluarga dan masyarakat secara umum dalam menyusun rencana intervensi lanjutan berupa pembinaan keluarga terpadu. selanjutnya data kesehatan keluarga menjadi dasar dalam pembinaan keluarga secara komprehensif melibatkan lintas program dan lintas sektor terkait. remaja. III Tanya Jawab Dipandu oleh bapak Arham S.

PLKB. 19870710 201403 2 003 . PIMPINAN RAPAT dr. Tokoh agama. keluarga. IV Kesimpulan Kegiatan sosialisasi PISPK berjalan baik dan lancar. dan mendukung pelaksanaan program PIS-PK sesuai dengan peran dan tanggung jawabnya masing-masing. peran desa dalam pembiayaan melalui alokasi dana desa (DD/ADD) untuk peningkatan kesehatan lingkungan seperti stimulan jamban. kepolisian. memahami. dan lain sebagainya yang dapat meningkatkan status kesehatan keluarga sehingga tercapai derajat kesehatan masyarakat yang optimal. PKK. peserta yang terdiri dari aparat pemerintahan kecamatan dan desa. Nur Anisah NIP. tokoh masyarakat dapat menerima. pengadaan sarana-prasarana air bersih. Babinsa.