Anda di halaman 1dari 11

TUGAS II

KARAKTERISTIK PENGGUNAAN JALAN

SELVI ENGGA PUTRI

2016013106

TEKNIK SIPIL 3 B

FAKULTAS TEKNIK

SEMESTER III (TIGA)

UNIVESITAS SARJANAWIYATA TAMANSISWA

YOGYAKARTA

2017

gerakan kendaraan juga dipengaruhi oleh keberadaan kendaraan lain. Jumlah dan pergerakan pengguna dalam suatu sistem transportasi akan membentuk satu kesatuan yaitu lalu lintas. kondisi lingkungan. karena pengaruhnya terhadap karakteristik lalu lintas. baik karakteristik mentalnya maupun karakteristik phisik pengguna jalan. efisien dan berwawasan lingkungan. mengoperasikan serta mengendalikan lalu lintas yang aman. Gerakan kendaraan bergantung kepada tindakan yang dilakukan oleh operator kendaraan (pengemudi) sehingga gerakan kendaraan dalam suatu sistem lalu lintas mencerminkan perilaku dari operator atau pengendara kendaraan tersebut. aman. merupakan hal yang sangat penting bagi para Sarjana Teknik Lalu Lintas. Pemahaman karakteristik pengguna jalan perlu dibedakan antara pengguna kendaraan dan pejalan kaki. BAB I PENDAHULUAN Karakteristik pengguna jalan bervariasi dari satu orang ke orang lain. Dalam suatu sistem pergerakan atau transportasi jalan terdapat banyak komponen yang terkait. . Komponen tersebut antara lain berupa alat / sarana (jalan dan kendaraan). Mengetahui perilaku pemakai jalan. Menurut Morlok (1995) pada hampir semua sistem transportasi. Dalam merancang lalu lintas perlu dipahami karaktaristik pengguna agar bisa menggunakan semua variabel karakteristik pengguna jalan dalam merencanakan. Karakteristik pengguna jalan merupakan bagian yang sangat penting untuk diketahu oleh para perencana lalu lintas. dan pengguna jalan. khususnya pengemudi mobil pribadi.

dan kondisi kendaraan. dan kendaraan lain. Dalam menghadapi kondisi terduga. dan perilaku penyeberang jalan. Keempat langkah dalam proses tersebut terjadi secara berurutan. Di sisi lain. Proses tersebut meliputi pengenalan situasi yang mungkin memerlukan perubahan gerakan kendaraan. perilaku pejalan kaki. Perilaku pengemudi selain merupakan aksi respon atas reaksi yang diterima oleh pengemudi tersebut tetapi juga merefleksikan pengetahuan dan pemahaman pengemudi mengenai tata cara mengemudi yang baik dan benar. pikiran. dan observasi lain yang secara tidak langsung berpangaruh terhadap sikap pengemudi dalam berkendara. (Morlok. Sikap pengemudi dalam berkendaraan juga dipengaruhi oleh kemampuan observasi pengemudi terhadap kondisi lingkungan. Situasi yang mengakibatkan perubahan gerak kendaraan (perilaku pengemudi) disebabkan oleh situasi yang terduga (lingkungan) dan situasi tak terduga atau temporer. 1995) menyatakan bahwa meskipun terdapat cara-cara yang spesifik dalam kontrol kendaraan berbeda. mengubah gaya yang bekerja pada kendaraan. kemampuan mengemudi. observasi dengan pendengaran. (Hobbs. 1995). jalan. . dan perubahan kecepatan dan arah dari kendaraan. dan tindakan yang terus menerus dibutuhkan pada saat mengemudi dipengaruhi oleh modifikasi sesaat terhadap situasi psikologis yang berkaitan dengan : 1) Motivasi Motivasi merupakan faktor penting dalam penentuan aktivitas manusia. pengemudi dituntut untuk merespon kondisi tersebut berdasarkan reflek. akan tetapi proses dasar yang dilakukan operator adalah identik. deteksi terhadap kondisi atau situasi tersebut. Kondisi lingkungan yang memiliki pengaruh paling besar terhadap perilaku pengemudi adalah kondisi arus lalu lintas. dalam menghadapi kondisi tak terduga. Suatu pergerakan lalu lintas yang teratur dan lancar merupakan dambaan bagi setiap pengguna jalan. BAB II PEMBAHASAN Perkembangan teknologi dan banyaknya temuan-temuan baru dalam bidang otomotif mengakibatkan terjadinya perbedaan dan perubahan metode kontrol terhadap kendaraan. Dalam berlalu lintas. observasi dengan perasaan. (Morlok. pengemudi dapat mempersiapkan atau merencanakan perubahan gerak kendaraannya berdasar kepada kondisi yang terlihat sebelumnya atau rambu-rambu lalu lintas. motivasi ini berupa tujuan dan kondisi yang diharapkan dalam suatu perjalanan karena setiap pemakai jalan akan mempunyai obyek pandangan yang berbeda-beda yang akan mempengaruhi perilakunya dalam mengemudi. Observasi tersebut meliputi observasi penglihatan. 1995) menyatakan bahwa kesatuan penilaian. Kondisi tak terduga antara lain perilaku atau gerak kendaraan lain. Situasi tak terduga atau temporer ini lebih sulit untuk diatasi oleh pengemudi bila dibandingkan dengan situasi terduga. 2) Pengaruh lingkungan Faktor lingkungan berkaitan dengan motifasi perjalanan.

Menurut Oglesby dan Hicks (1998). datar dan berkecepatan tinggi. b) Kerucut cukup jelas 10° to 12° disekitar pusat pandangan warna dan bentuk dapat terlihat dengan jelas. dan terdapat korelasi antara status sosial dengan perilaku pengendara. pengemudi tentang cara mengemudi yang benar. sore. rambu dipinggir jalan terlihat. 4) Pengkondisian Faktor psikologis perilaku pengemudi dipengaruhi oleh kondisi ruas jalan karena kondisi ruas jalan tersebut dapat mengakibatkan munculnya situasi mengemudi yang dapat mendorong terjadinya kondisi terhipnotis yang berbahaya bagi pengendara. Sudut pandang semakin mengecil dengan bertambahnya kecepatan. perbedaan kondisi cuaca. 3) Pendidikan Faktor pendidikan disini berkaitan dengan pengetahuan dan kemampuan sendiri. Karakteristik Fisik Karakteristik fisik yang paling penting dari seorang pengemudi adalah kemampuannya untuk bisa melihat dengan jelas objek tetap berupa jalan dan perlengkapan diatasnya yang mencakup bidang penglihatannya dan buta warna. perilaku pengendara juga berbeda berdasar jenis kelamin. lurus. tidak ada pengemudi yang sama. A. Perilaku pengemudi dipengaruhi oleh keadaan bahwa pengemudi dalam suatu kelompok umur memiliki kemampuan yang jauh berbeda dalam penglihatan. 1) Bidang Penglihatan Bidang pelinghatan dapat dikelompokkan atas: a) Kerucut penglihatan tajam 3° sampai 10° disekitar pusat pandangan yang biasanya digunakan untuk membaca. Misalnya pada suatu ruas jalan yang monoton. dan malam akan membawa komplikasi perilaku yang lebih kompleks. dan reaksinya. terfokus pada objek yang dilihat. informasi. dan pengetahuan akan hak-hak pengguna jalan yang lain dalam bentuk sikap sosial yang bertanggung jawab. c) Pandangan sekeliling 90° kekiri kanan pusat pandangan. proses pengambilan keputusan. adanya pergerakan disini masih terdeteksi. kemampuan dalam mengenali dan memahami arti dan fungsi rambu lalu lintas. pada tingkatan tertentu. khususnya kalau melihat dari ruang kemudi seperti ditunjukkan dalam gambar berikut . siang.

Titik buta mobil penumpang adalah di sebelah kiri dan kanan pengemudi seperti ditunjukkan dalam gambar di bawah ini. Untuk kendaraan box. yang mengaikibatkan dia tidak bisa melihat apa yang terjadi di belakangnya. truk tidak bisa melihat di sekitar mereka yang rendah di atas kendaraan biru bisa melihat kendaraan hijau tetapi tidak bisa melihat kendaraan merah (di titik buta) melalui cermin yang ada di kendaraan Truk dengan kereta gandengan dan truk dengan kereta tempelan juga mempunyai kelemahan dalam melihat kaca sepion terutama pada saat membelok. terhalang oleh muatan yang dibawa. Sangatlah penting agar pengemudi trailer mengetahui anda berada di belakang . pandangan melalui cermin tengah tidak ada jadi mereka tergantung kepada cermin pintu. selain itu kendaraan lain juga bisa berjalan terlalu dekat di belakang truk trailer untuk berlindung dari terpaan angin. karena beberapa alasan seperti jangkauan pandangan yang terbatas cermin. Kendaraan yang tinggi seperti bus. dan hal ini sangat berbahaya sebab kendaraan yang di belakang tidak mengetahui kalau tiba-tiba truk trailer yang di depan mengerem kendaraannya.2) Titik Buta Titik buta dalam berkendara adalah bagian dari sekeliling kita yang tidak bisa kelihatan pada saat mengemudikan kendaraan. truk dan truk peti kemas.

Tiga buah cermin yang dipergunakan untuk memperluas pandangan pengemudi trailer Ada beberapa langkah yang dilakukan untuk menghilangkan pengaruh titik buta antara lain dengan: 1) Menggunakan cermin cembung untuk memperluas pandangan. Observasi Pengemudi Selain penglihatan pengemudi juga melakukan beberapa obeservasi yang mesti dilakukan saat mengemudikan kendaraan yaitu: 1) Observasi penglihatan 2) Observasi perasaan 3) Observasi pendengaran 4) Observasi yang tidak penting  observasi penciuman  observasi terhadap lapar  observasi terhadap pana  observasi rabaan C. 4) Sensor jarak yang dipergunakan pada saat kendaraan sedang berjalan ataupun berjalan mundur. Keputusan ini sangat erat kaitannya dengan keselamatan selama di perjalanan. bahkan ada layar yang ditempatkan didashboard dilengkapi dengan lintasan yang akan dilewati. Keputusan Pengemudi Pada setiap rangsangan yang diterima. 3) Cermin di belakang yang biasa digunakan pada minibus ataupun yang modern adalah penggunaan kamera video sehingga dapat melihat kondisi di belakang kendaraan secara lebih jelas. pengemudi harus memutuskan sikap apa yang harus ia lakukan terhadap rangsangan tersebut. . sehingga dapat diperoleh gambaran yang lebih jelas mengenai keadaan disekeliling kendaraan. B. 2) Menggunakan beberapa cermin sekaligus.

yaitu : 1) Fase perception atau pencerna rangsangan. dan lain sebagainya. Karakteristik pengemudi ini berpengaruh terhadap karakteristik perilaku pengemudi. mengetahui karakteristik pengemudi akan sangat berperan dalam mengetahui perilaku pengendara kendaraan sehingga dapat memberikan petunjuk dan pengenalan terhadap kondisi lalu lintas sebagai dasar pengambilan keputusan / kebijakan dalam perancangan dan manajemen lalu lintas. tingkatan pendidikan. c) Waktu Tanggapan Dan Waktu Reaksi Tugas utama pengemudi pada saat mengendarai kendaraan adalah memandang dan mendengar isyarat lalu lintas serta memperhatikan kondisi lalu lintas secara menerus untuk kemudian melakukan respon / tindakan terhadap kondisi tersebut. Bagi pengemudi. namun sangat membantu pengemudi dalam pengenalan kondisi lalu lintas dan pengambilan keputusan. Faktor yang mempengaruhi karakteristik pengemudi meliputi dua aspek yaitu pengaruh dari dalam dan pengaruh dari luar (lingkungan). Besarnya waktu yang diperlukan berbeda . Waktu yang diperlukan pengemudi dalam proses ini disebut waktu tanggapan. pengemudi akan melalui fase-fase yang harus dilalui. Faktor yang mempengaruhi keputusan pengemudi antara lain : 1) Observasi 2) Tujuan 3) Pertimbangan 4) Waktu D. dan umur pengemudi. Karakteristik Pengemudi Dalam Berlalu Lintas Karakteristik pengemudi merupakan ciri khusus pengemudi dalam suatu penggolongan atau ruang lingkup batasan tertentu. jenis kelamin. Faktor tersebut adalah: a) Ketajaman Penglihatan (Visual Acuity) Penglihatan merupakan faktor utama yang harus dimiliki oleh pengemudi kendaraan. Ketajaman penglihatan pengemudi akan sangat berpengaruh terhadap waktu yang dibutuhkan pengemudi dalam bereaksi terhadap kondisi yang dihadapinya sewaktu mengemudi. b) Ketajaman Pendengaran (Auditory Acuaty) Ketajaman pendengaran sangat membantu pengemudi dalam melakukan pengenalan kondisi lingkungan lalu lintas. Ketajaman penglihatan dipengaruhi oleh keadaan cuaca. Batasan / penggolongan yang dimaksud dalam pengertian tersebut misalnya umur. hal ini disebabkan karena faktor ini memiliki pengaruh sangat besar terhadap kemampuan pengemudi karena mata merupakan alat indera yang memungkinkan pengemudi untuk melihat dan mengevaluasi kondisi suatu benda (kondisi jalan dan pemakai jalan lain). kondisi medan. Oleh karena itu. Fase ini merupakan proses pengenalan dan pernyataan sesuatu isyarat / kondisi yang diterima indera untuk kemudian diteruskan ke otak untuk ditelaah. Dalam melakukan tugas tersebut. status sosial. fungsi ketajaman pendengaran ini tidak sepenting daripada fungsi ketajaman penglihatan.

cacat fisik. dan fasilitas pembantu seperti rute. cuaca.kelelahan . kelelahan. Waktu PIEV dipengaruhi sejumlah factor.bertambahnya umur . 2) Fase Identification (pengenalan). Lamanya waktu PIEV ( PIEV time ) sekitar 0. antar pengemudi karena bergantung kepada kondisi fisik dan psikologis pengemudi. Kondisi tersebut meliputi tata guna lahan beserta aktifitasnya.25 detik sampai dengan 1.kompleksnya isyarat atau tugas .5 detik untuk rangsangan yang sangat sederhana sampai ± 3 – 4 detik untuk rangsangan yang sulit/berat. kemudian ia memutuskan untuk berhenti (emotion).pengaruh alcohol dan obat bius d) Pengaruh Dari Luar (Environmental) Kondisi sekeliling atau lingkungan sangat mempengaruhi pengemudi dalam mengambil keputusan dalam berlalu lintas. American Association of State Highway and Transportation Officials ( AASHTO ) menganjurkan waktu PIEV 2. dan akhirnya menginjak pedal rem ( volition/reaction ). Fase ini merupakan hasil akhir dari rangkaian proses dari fase-fase sebelumnya yang berupa tindakan akhir atau respon fisik terhadap isyarat / kondisi yang diterima.5 detik untuk keperluan perancangan yang meliputi reaksi untuk berhenti atau reaksi pengereman. marka. yaitu : . Dari hasil penelitian terhadap angka yang lebih rendah yaitu sekitar 0. dan fasilitas lain yang membantu pengemudi dalam mengambil keputusan. kondisi cuaca yang mengurangi respon indera pengemudi. 4) Fase Volition or Reaction. Fase ini berupa ketetapan pikiran untuk melakukan respon yang tepat terhadap suatu rangsangan yang telah diolah oleh otak. emosi seseorang sangat mempengaruhi proses perbuatan seseorang. gangguan phisik pada penderita cacat. kemudian ia mengenalinya sebagai tanda untuk berhenti ( intellection ). Dalam fase ini. Fase ini berupa proses pemikiran dan pengenalan suatu respon untuk kemudian oleh otak dibandingkan dengan informasi yang telah tersimpan. dan pengaruh obat yang berpengaruh terhadap kerja otak. kompleksitas isyarat. jenis kelamin. Waktu total yang diperlukan pengemudi untuk melalui keempat fase tersebut sangat dipengaruhi oleh umur. kelelahan.Waktu PIEV seorang pengemudi rata-rata 2. Contoh PIEV : Pengemudi sedang mendekati suatu simpang yang bersinyal. penempatan rambu dan lain sebagainya. 3) Fase Emotion or Decision (emosi atau keputusan). rambu. dalam perhitungan waktu hijau/merah pada Alat Pengendali Isyarat Lalu Lintas (APILL). minum obat. Besarnya waktu reaksi ini penting dalam merancang berbagai perangkat lalu lintas seperti pada survai arus jenuh pada persimpangan. karakteristik pejalan kaki.5 detik.pelemahan fisik akibat cacat fisik . .5 detik tetapi dapat lebih cepat pada orang- orang tertentu seperti pembalap yang harus mengambil tindakan/langkah dengan sangat cepat dan lebih lama pada orang-orang yang lebih tua. Pengemudi pertama kali melihat lampu lalu lintas warna merah menyala ( perception ).

Selain mengenal kendaraan yang dikemudikan dengan baik. sebaliknya apabila tidak berdisiplin akan mengakibatkan kerugian yang cukup besar. 2005b). 43 Tahun 1993 Tentang Prasarana dan Lalu Lintas Jalan Khusunya dalam BAB VIII tentang Tata Cara Berlalu Lintas. metode ini dilakukan dengan memberikan reward (hadiah) kepada mereka yang disiplin dan mentaati peraturan dengan baik sebagai pendorong individu lain untuk berbuat sesuai dengan aturan yang berlaku. Contoh metode ini adalah dipamerkannya mobil ringsek akibat kecelakaan atau dipamerkannya foto-foto kondisi korban kecelakaan. Atasan memberikan atau melimpahkan wewenang kepada bawahannya atau pihak yang terkait untuk mengawasi kedisiplinan dalam berlalu lintas. Yang dimaksud mengendara secara aman adalah pengendara mematuhi rambu-rambu lalu lintas. metode ini memakai kekuatan sosial untuk memaksa pemakai jalan mentaati peraturan yang ada.E. yaitu perwakilan atau pelimpahan kekuasaan atau wewenang. serta senantiasa fokus. 2005e). terlihat bahwa perilaku- perilaku pengendara tersebut muncul sebagai akibat dari beberapa faktor. misalnya dengan ancaman hukuman atau sanksi untuk merubah perilaku agar mentaati peraturan yang ada. Mengingat kecelakaan tidak selalu diakibatkan oleh kesalahan diri sendiri. melainkan juga karena kesalahan orang lain (kompas. Berkendara Secara Aman di Jalan Untuk bisa berkendara secara aman di jalan itu tidak dicapai tanpa usaha. peningkatan disiplin berlalu lintas dapat dilakukan dengan beberapa cara: 1) Coercive Power. Teladan ini sangat penting ditunjukkan oleh orang-orang yang beribawa atau orang 5) Kekuatan Informasi. Menilik dari telah adanya produk perundangan yang mengatur tata cara berlalulintas di jalan raya yaitu Peraturan Pemerintah No. yaitu fakta atau kekuatan informasi persuasif yang dapat menunjukkan bahwa berlalu lintas akan membawa keselamatan dan kenyamanan perjalanan. seperti antara lain mengemudi di lajur yang benar. Hadiah dalam hal ini bukan berarti harus berwujud materi. 2) Reward Power. seorang pengemudi juga harus mematuhi peraturan dan rambu lalu lintas. metode ini menggunakan figur sebagai teladan untuk meningkatkan budaya disiplin dan tertib dalam berlalu lintas. diantaranya adalah rendahnya kualitas disiplinberlalu lintas pengendara. 3) Legitimasi. dalam arti tidak kehilangan konsentrasi. tetapi juga situasi dan sikap yang memiliki pengaruh positif terhadap individu untuk berbuat lebih disiplin. serta mematuhi rambu larangan mendahului (Kompas. kurangnya pemahaman pengendara tentang tata cara berkendara dan berlalu lintas yang baik dan adanya sistem yang sehat dan baik yang akan mendorong peningkatan kualitas disiplin pengguna jalan. . 4) Reference Power. Menurut Baron dan Byrne (1994) dalam Pahlevi (2002). tidak melanggar batas kecepatan maksimum dan minimum yang diijinkan.

dan tindakan yang terus menerus dibutuhkan pada saat mengemudi dipengaruhi oleh beberapa faktor salah satunya faktor psikologis yang berkaitan dengan : 1. sosial. rekreasi) 2. yaitu kondisi lingkungan. Kesatuan penilaian. pikiran. Pendidikan 4. faktor psikologis. tergesa-gesa) . Beberapa kategori yang mempengaruhi pengguna jalan. Motivasi ( bisnis. Pengondisian. Faktor emosi (perhatian. Faktor lingkungan 5. penyesuaian. faktor fisik. baik karakteristik mentalnya maupun karakteristik fisik pengguna jalan. kemahiran 3. BAB III KESIMPULAN Dari pembahasan diatas dapat disimpulkan : Karakteristik pengguna jalan bervariasi dari satu orang ke orang lain.

google.wikibooks.academia.edu/1174973/Analisis_Faktor_Pribadi_Dan_Faktor_Psikologis_Terha dap_Proses_Keputusan_Konsumen_Pada_Gamestation_Jl.org/wiki/Rekayasa_Lalu_Lintas/Karakteristik_pemakai_jalan https://www.pdf https://www.html https://id._Djamin_Ginting_Padang_Bulan_ Medan . DAFATAR PUSTAKA https://documents.tips/documents/bab-2-karakteristik-pemakai-jalandoc.com/search?q=Karakteristik+penggunaan+jalan+faktor+psikologis&ei=F 4fKWZXWIMTgvASTnJqwDw&start=10&sa=N&biw=1265&bih=666 2TS10950.