Anda di halaman 1dari 29

ROTTER DAN MISCHEL

:

TEORI BELAJAR KOGNITIF SOSIAL

KELOMPOK 6

KELAS 3C

JIHAN ASFANI LUBIS : 170620014

SUCI YANIKA NASUTION : 170620024

RAUZATUL JANNAH : 170620004

FITRIA RIZKA : 170620042

NUR AFNI SAFARINA S.Psi., M.Psi.

PRODI PSIKOLOGI

FAKULTAS KEDOKTERAN

TAHUN 2018

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat ALLAH SWT karena telah

melimpahan rahmat, taufiq, dan inayahnya kepada kami semua, serta petunjuk-

Nya sehingga memberikan kemampuan dan kemudahan bagi kami dalam

penyusunan tugas makalah ini.

Didalam makalah ini kami selaku penyusun meminta maaf karena hanya

sebatas ilmu yang bisa kami sajikan, dengan judul “ROTTER DAN MISCHEL:

TEORI BELAJAR KOGNITIF SOSIAL”. Dimana didalam topik tersebut ada

beberapa hal yang kami pelajari, utamanya kami dapat mengetahui teori belajar

kognitif social.

Harapan kami, semoga makalah ini membawa manfaat khususnya bagi

kami, dan umumnya bagi para pembaca. Makalah ini setidaknya untuk sekedar

membuka cakrawala berpikir kita tentang teori belajar kognitif social.

Akhir kata, kami sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah

membantu dalam proses pembuatan makalah ini.

Reuleut, 19 September 2018

Penyusun

i

...............................1 Latar Belakang ....................................................... 2 BAB II ROTTER 2...1 Biografi Walter Mischel ....................5 Memprediksi Perilaku Umum .............................................. 1 1...............................5 Perilaku Maladaptif .........................................................................................2 Pengantar Teori Belajar Sosial Rotter .......................1 Biografi Julian Rotter ..................... 8 2........................................................................................................ 16 3........6 Psikoterapi ........................................2 Pengantar Teori Kepribadian Mischel .. 13 BAB III MISCHEL 3......................... 4 2.................................... 19 3......................5 Kritik terhadap Teori Belajar Kognitif social ..................................3 Memprediksikan Perilaku Spesifik ............... i DAFTAR ISI ... 18 3..... ii BAB I PENDAHULUAN 1................................................ 5 2........................................................................................ 17 3................... 21 ii ............................ 3 2.2 Rumusan Masalah............3 Latar Belakang Sistem Kepribadian Kognitif-Afektif ............................................................................................. DAFTAR ISI KATA PENGANTAR ................................ 12 2..............4 Sistem Kepribadian Kognitif-Afektif .....

....................... 24 4..... 25 DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................................................BAB IV PENUTUP 4......................... 26 iii .........................................................1 Kesimpulan .........................2 Saran ..................

Rotter beragumen bahwa perilaku manusia paling dapat diprediksikan melalui pemahaman dari interaksi antara manusia dengan lingkungan yang berarti untuk mereka. ada 1 .1 Latar Belakang Teori belajar kognitif social dari Julian Rotter dan Walter Mischel. dan standar personal mempunyai peranan yang penting dalam pembentukan kepribadian (Feist & Feist. masing- masing berlandaskan asumsi bahwa factor kognitif membantu membentuk bagaimana manusia akan bereaksi terhadap dorongan dari lingkungannya. 2016). nilai. tujuan. 2016). persepsi subjektif. sejarah masa lalu. BAB I PENDAHULUAN 1. dan ekspektasi terhadap masa depan adalah kunci utama untuk memprediksikan perilaku. seperti ekspektasi. Mereka menolak penjelasan Skinner yang menyatakan bahwa perilaku terbentuk oleh penguatan langsung. Rotter yakin bahwa tidak ada satupun individu ataupun lingkungan itu sendiri yang sepenuhnya bertanggung jawab atas perilaku. Sebenarnya. social learning theory adalah teori yang berusaha menjelaskan sosialisasi dan pengaruhnya terhadap perkembangan kepribadian. malah mereka menyebutkan bahwa ekspektasi seseorang atas kejadian yang akan dating adalah determinan utama dari suatu perilaku (Feist & Feist. Pada intinya. Malah ia beragumen bahwa kognisi manusia. Mischel yakin bahwa factor kognitif.

2 Rumusan Masalah 1. Bagaimana psikoterapi Rotter? 5. Perilaku dan sikap seseorang tumbuh karena dorongan atau peneguhan dari orang- orang di sekitarnya (Ainiyah. Bagaimana latar belakang system kepribadian kognitif-afektif? 6. antara lain psikoanalisis. 2017). fungsionalisme. 2 banyak teori yang berusaha menjelaskan bagaimana manusia bersosialisasi. Apa itu perilaku maladaptif? 4. mengkaji proses pembelajaran. dan pengaruh lingkungan terhadap individu yang sedang bersosialisasi. Teori ini menekankan bahwa identitas individu bukan hanya merupakan hasil alam bawah sadarnya (subconscious). 1. dan teori interaksi simbolik. Bagaimana memprediksi perilaku umum? 3. teori konflik. Social learning theory. Apakah yang dimaksud memprediksikan perilaku spesifik? 2. pembentukan kepribadian. melainkan juga karena respons individu tersebut atas ekspektasi-ekspektasi orang lain. Social learning theory memandang pembentukan kepribadian individu sebagai respons atas stimulus sosial. seperti teori-teori ini. Bagaimana system kepribadian kognitif-afektif? . Ia menekankan konteks sosial alih-alih isi batin individu.

dengan masa kanak-kanan yang dipenuhi dengan kenyamanan. Rotter diterima di Brooklyn College. serta ketertarikan yang muncul dalam diri akibat dari berbagai situasi lingkungan yang dialaminya (Hanifah. Pada masa inilah. 2016). 3 . Rotter. perjuangan Rotter dipengaruhi oleh rasa keadilan sosial yang mendalam. Rotter menginterpretasikan mimpi-mimpi orang lain dan membuat tulisan berdasarkan karya dari Freud yaitu Freud’s Psychopathology of Everday Life. New York. Ketika lulus dari Brooklyn College. BAB II ROTTER 2. namun ia memilih ilmu kimia bukan Psikologi. Selain itu. Selama masa depresi yang hebat.1 Biografi Julian Rotter Julian Rotter lahir pada tahun 1916 di Brooklyn. karena dianggap lebih memberikan peluang karir yang menjanjikan. bagaimanapun bisnis keluarganya gagal dan beberapa tahun kemudian keluarga Rotter terus berjuang untuk membangun kembali usaha mereka. pada kenyataannya Rotter lebih diakui dalam bidang Psikologi dibandingkan dengan ilmu kimia yang dipilih sebagai jurusannya (Hanifah. semasa kecilnya merupakan seorang anak yang gemar membaca meskipun sebagian besar yang dibacanya adalah berbagai novel yang ada di perpustakaan lokal. Selama duduk di bangku sekolah menengah atas. Rotter juga membaca buku-buku Psikologi dan merasa tertarik pada beberapa hasil karya dari Freud dan Adler. 2016). Putra dari seorang imigran Yahudi yang sukses.

teori belajar social berasumsi bahwa manusia berinteraksi dengan lingkungan yang berarti untuknya. 2. 2016). Kedua. 2014). Rotter telah menarik perhatian banyak lulusan mahasiswa yang cerdas. Baru-baru ini teorinya telah membantu mendefinisikan harapan umum yang dimiliki orang-orang tentang kemampuan mereka mengendalikan suasana hati yang tidak menyenangkan yang memprediksi bagaimana mereka mengatasi kejadian-kejadian menyedihkan dan dampaknya dalam hal suasana hati dan kesehatan (Engler. ia mengembangkan ide-ide pada teori pembelajaran sosial. Rotter dan George Kelly merupakan dua anggota Departemen Psikologi yang terkemuka. Julian Rotter berhak menerima pengakuan minimal seperti halnya Albert Bandura yang telah membuat teori pembelajaran sosial (social learning theory). 4 Rotter memperoleh gelar master di Universitas Iowa pada tahun 1938 dan memilih praktek klinis di Worcester State Hospital di Massachusetts.2 Pengantar Teori Belajar Sosial Rotter Teori belajar social berlandaskan lima hipotesis dasar. Rotter memperoleh gelar doktor dalam bidang Psikologi Klinis pada tahun 1941 dari Universitas Indiana. Pertama. termasuk salah satunya adalah Walter Mischel. Selanjutnya. Rotter selalu fokus pada aspek kognitif dalam pembelajaran sosial. mereka memiliki pengaruh yang kuat dalam bidang teori pembelajaran kognitif dan sosial. Semasa Rotter berada di Ohio State University. dari teori Rotter adalah bahwa kepribadian manusia bersifat . dimana Bandura mempertimbangkan aspek tersebut pada karir selanjutnya (Hanifah.

2016). Variabel-variabel ini adalah potensi perilaku. 2016). Asumsi ketiga dari teori belajar social adalah bahwa kepribadian mempunyai kesatuan mendasar. Pendekatan kedua atas prediksi adalah untuk mengasumsikan bahwa nilai penguatan bersifat konstan dan ekspektasi bervariasi. a.3 Memprediksikan Perilaku Spesifik Perhatian utama Rotter adalah prediksi perilaku manusia. maka satu perilaku yang memiliki ekspektasi untuk diberi penguatan paling tinggi akan menjadi yang paling mungkin untuk terjadi (Feist & Feist. 5 dipelajari. dan situasi psikologis (Feist & Feist. Potensi perilaku dalam situasi apa pun adalah suatu fungsi dari ekspektasi dan nilai penguatan. Apabila total penguatan dari setiap perilaku yang mungkin dilakukan bernilai sama. Asumsi kelima adalah bahwa manusia mampu untuk mengantisipasi kejadian (Feist & Feist. Potensi Perilaku Potensi perilaku adalah kemungkinan bahwa suatu respons tertentu akan terjadi pada suatu waktu dan tempat. nilai penguatan. maka seseorang dapat membuat prediksi mengenai kemungkinan relatif dari kejadian yang didasari hanya dari nilai penguatan masing-masing perilaku. . Hipotesis keempat dari Rotter bahwa motivasi terarah berdasarkan tujuan. ekspektasi. Apabila salah satu dari potensi perilaku ini membawa 70% ekspektasi untuk diberikan penguatan. ia mengajukan empat variable yang harus dianalisis untuk membuat prediksi yang akurat dalam situasi yang spesifik. 2. 2016).

Ekspektasi total atas kesuksesan adalah sebuah fungsi dari ekpektasi umum seseorang dengan ekpektasi dari spesifiknya. yaitu nilai penguatan. Dalam situasi apapun. Ekspektasi Ekspektasi merujuk pasa ekspektasi seseorang bahwa suatu penguatan spesifik atau seperangkat penguatan akan terjadi dalam suatu situasi. ekspektsi jarang sekali setara. Ekspektasi dapat bersifat umum maupun spesifik. c. 2016). Ekspektasi total menentukan sebagian dari besaran usaha yang dikeluarkan seseorang dalam mencapai tujuannya (Feist & Feist. perilaku dibentuk oleh preferensi seseorang terhadap penguatan yang mungkin untuk didapatkan. yaitu kecenderungan pilihan yang dijatuhkan seseorang pada suatu penguatan tertentu saat probabilitas terjadinya penguatan yang berbeda-beda setara. Saat variabel ekspektasi dan situasional diasumsikan sebagai konstan. tetapi ditentukan secara subjektif oleh masing-masing orang. 6 b. Dalam kebanyakan situasi. ekspektasi untuk penguatan tertentu ditentukan oleh kombinasi dari ekspektasi spesifik dan ekspektasi umum. Ekspektasi spesifik ditentukan sebagai E’ (E prime). Nilai Penguatan Nilai penguatan (reinforcement value – RV). dan didasari oleh keyakinan bahwa suatu perilaku tertentu akan diikuti oleh pengutan positif. Probabilitas tidak ditentukan oleh sejarah individu dengan penguatan. Ekspektsi umum (generalized expectancies – GE) dipelajari melalui pengalaman terdahulu dari suatu respons tertentu atau respons yang mirip. dan prediksi .

tetapi bereaksi terhadap tanda-tanda dari lingkungan yang mereka persiapkan. yang beroperasi pada seseorang dalam periode waktu spesifik. 7 menjadi sulit karena ekspektasi serta nilai penguatan sama-sama dapat bervariasi (Feist & Feist. Rumusan Prediksi Dasar Sebagai cara hipotetis untuk memprediksi perilaku spesifik. Manusia tidak berperilaku di dalam suatu ruang vakum. Rotter mengajukan suatu rumusan dasar yang memasukkan keempat variabel prediksi. Tanda-tanda ini berfungsi untuk menentukan suatu ekspektasi tertentu mengenai rangkaian perilaku penguatan dan juga untuk rangkaian penguatan penguatan. Situasi psikologis harus diperhitungkan Bersama ekspektasi dan nilai pengetahuan dalam menentukan probabilitas dari suatu respons (Feist & Feist. dan tidak ada nilai pasti yang dapat diambil dari rumusan ini (Feist & Feist. Situasi psikologis adalah kumpulan yang kompleks dari tanda-tanda yang sling berinteraksi. e. . Rumusan ini mempresentasikan cara memprediksi yang cenderung idealis daripada realistis. 2016). 2016). d. Situasi psikologis tidak sama dnegan stimulus eksternal walaupun peristiwa fisik biasanya penting bagi situasi psikologis. melainkan berasal dari interaksi antara manusia dengan lingkungan yang berarti untuknya. Situasi Psikologis Situasi psikologis (psychological situation – s) yang didefinisikan sebagai bagian dari dunia internal dan eksternal yang direspons oleh manusia. Perilaku bukanlah hasil dari kejadian di dalam lingkungan ataupun sifat pribadi. 2016).

b. dan apabila ia mempunyai kebebasan dalam bergerak atau kesempatan lain kemudian mengasumsikan bahwa ia membutuhkan pekerjaan. Perbedaan antara kebutuhan dan tujuan hanya bersifat semantik. apabila usahanya terdahulu dalam perilaku bertanggung jawab dan mandiri telah terbiasa mendapatkan penguatan. Konsep dari kebutuhan memberikan jalan untuk prediksi yang lebih umum dari yang difasilitasi oleh keempat variabel . 2016). ia akan berbicara mengenai kebutuhan. saat focus berada pada manusianya. 2. Di sisi lain. seseorang terbiasa mendapatkan penghargaan atas perilakunya yang telah meningkatkan status sosialnya. maka kecil probabilitasnya bahwa ia akan memohon pada orang lain untuk suatu pekerjaan. 8 Rumusan tersebut dapat dibaca sebagai berikut: potensi dari perilaku x untuk terjadi dalam situasi l. Saat focus berada lingkungan Rotter akan berbicara mengenai tujuan. maka tinggi probabilitasnya bahwa ia akan melamar pekerjaan lain atau tidak ia akan tetap berprilaku mandiri (Feist & Feist. 2016). dalam hubungannya dengan penguatan a adalah fungsi dari ekspektasi bahwa perilaku x akan diikuti oleh penguatan a dalam situasi l dan nilai penguatan a dalam situasi l (Feist & Feist. Kebutuhan Kebutuhan didefinisikan sebagai perilaku atau seperangkat perilaku yang dilihat orang dapat menggerakkan mereka ke arah suatu tujuan. karena bertentangan dengan peningkatan status sosialnya.4 Memprediksi Perilaku Umum a. Ekspektasi Umum Apabila dimasa lalu.

 Kategori Kebutuhan Rotter dan Hochreich membuta daftar enam kategori umum dari kebutuhan. . . 9 spesifik yang membentuk rumusan prediksi dasar. Teori kepribadian akan berkutat dengan prediksi luas dari perilaku manusia (Feist & Feist. kesehatan yang baik dan keamanan fisik. . Dominasi merupakan kebutuhan untuk mengendalikan perilaku orang lain. untuk dapat memasukkan beberapa indikasi bahwa orang lain mempunyai perasaan positif yang penuh kasih saying untuk mereka. dengan setiap kategori mempresentasikan sekelompok perilaku yang mengarah kepada pengatan yang sama atau serupa. . Kemandirian merupakan kebutuhan untuk bebas dari dominasi orang lain. Biasanya. . untuk dilindungi dari rasa frustasi dan lain sebagainya. . 2016). Kenyamanan Fisik merupakan kebutuhan paling mendasar yaitu kebutuhan untuk mendapatkan makanan. Perlindungan-Ketergantungan merupakan kebutuhan untuk diperhatikan oleh orang lain. . Pengakuan Status merupakan kebutuhan untuk diakui oleh orang lain dan untuk mendapatkan status dimata orang lain. Cinta dan Afeksi merupakan kebutuhan untuk diterima oleh orang lain yang lebih besar dari sekedar pengakuan dan status.

Untuk membuat prediksi umum mengenai seperangkat perilaku yang dirancang untuk memuaskan kebutuhan. . nilai penguatan. memprediksikan perilaku menjadi lebih kompleks karena perilaku dan penguatan biasanya terjadi dalam suatu rangkaian yang berhubunagan secara fungsional. Kebebasan Bergerak merupakan ekspektasi keseluruhan untuk diberikan pengutan yang dimiliki seseorang untuk dapat melakukan perilaku yang diarahkan untuk memuaskan beberapa kebutuhan umum. dan setiap factor bersifat pararel dengan factor yang sepadan yang terdapat dalam rumusn dasar. c. . yang terarah untuk memenuhi tujuan yang sama atau serupa. Rumusan ini hanpir serupa dengan rumusan prediksi dasar. Potensi Kebutuhan merupakan kemungkinan terjadinya seperangkat perilaku yang berhubungan secara fungsional. Akan tetapi. Rumusan Prediksi Umum Rumusan prediksi dasar bersifat terbatas pada situasi yang dikontrol sangat ketat. dan situasi psikologis bersifat relative sederhana dan terpisah. 10  Komponen Kebutuhan . Dua skala Rotter yang paling popular . Nilai Kebutuhan merupakan rata-rata nilai preferensi dari seperangkat pengetahuan yang berhubungan secara fungsional. pada sebagian besar situasi. Rotters memperkenalkan rumusan prediksi umum ini: NP = f(FM+NV) Persamaan ini berarti bahwa potensi kebutuhan (NP) adalah fungsi dari kebebasan bergerak (FM) dan nilai kebutuhan (NV). ketika ekspektasi.

janji. 11 untuk mengukur mengenai ekspektasi umum adalah Internal-External Control Scale dan Interpersonal Trust Scale (Feist & Feist. sementara sifat . orang menggunakan dan menginterpretasikan instrument ini dengan salah (Feist & Feist. pernyataan diucapkan atau tertulis dari individua tau kelompok lain dapat diandalkan. serta telah menghasilkan beberapa ribu publikasi semenjak awal kemunculannya. 2016).  Kontrol Internal dan Eksternal dari Penguatan Pada bagian inti teori belajar social Rotter terdapat pendirian bahwa pengutan tidak secara otomatis menempel pada perilaku. Walaupun Rotter menjunjukkan beberapa kesalaahan dalam pemahaman yang umum mengenai control internal dan eksternal dari penguatan. tetapi orang memiliki kemampuasn untuk melihat hubungan kasualitas antara perilakunya sendiri dan kemunculan dari penguat. Seseorang akan berusaha untuk meraih tujuannya karena mempuanyai ekspektasi yang digeneralisasikan bahwa usaha seperti itu akan menghasilkan kesuksesan. konsep dari control internal dan eksternal tidak selalu dipahami dengan jelas. 2016). Walaupun popular.  Interpersonal Trust Scale Rotter mendefinisikan kepercayaan antarpribadi sebagai ekspektasi umum yang dipegang oleh individu bahwa kata-kata. Rotter melihat kepercayaan antarpribadi sebagai keyakinan dalam berkomunikasi dengan orang lain ketika tidak ada bukti untuk tidak meyakini hal tersebut. Rotter’s Internal-External Control Scale telah menjadi salah satu topik yang diteliti secara keseluruhan dalam bidang psikologi dan juga ilmu social lainnya.

perilaku yang tidak tepat. seseoramg yang tidak dapat menyesuaikan diri dengan baik biasanya dicirikan oleh tujaun-tujuan yang tidak realistis. Penyebab lainnya adalah kebebasan bergerak yang rendah. 12 mudah percaya berarti meyakini kata-kata orang lain secara naif atau bodoh (Feist & Feist. 2. dari satu situasi ketika mereka mungkin memang tidak memiliki kemampuan kepada situasi lain ketika mereka sebenarnya mempunyai kemampuan yang cukup untuk berhasil. Kesimpulannya. atau berasal dari tujuan yang ditetapkan dengan terlalu tinggi atau tidak realistis apabila dikaitkan dengan kemampuan orang tersebut dalam mencapainya (Feist & Feist.5 Perilaku Maladaptif Perilaku maladaptive adalah perilaku bertahan apapun yang gagal menggerakkan seseorang untuk menjadi lebih dekat dengan tujuan yang diinginkan. Orang mungkin mempunyai ekspektasi yang rendah untuk berhasil karena tidak mempunyai cukup informasi atau kemampuan untuk melakukan perilaku yang akan diikuti oleh penguatan positif. 2016). Orang juga mungkin mempunyai kebebasan bergerak yang rendah karena membuat evaluasi yang salah mengenai situasi di masa sekarang. Kemungkinan lalin adalah orang orang memiliki kebebasan bergerak yang rendah karena mereka melakukan generalisasi. Menetapkan tujuan terlalu tinggi adalah salah satu dari beberapa contributor yang dapat menyebabkan perilaku maladaptive. atau . kemampuan yang tidak mencukupi. Perilaku ini sering kali muncul dari kombinasi antara nilai kebutuhan yang tinggi dan kebebasan bergerak yang rendah. 2016).

2. dan akan berusaha untuk memenuhi tujuan terapi dengan dua acara dasar yaitu pertama. Rotter dan Hochreich menjabarkan tiga sumber masalah yang mengikuti tujuan yang tidak tepat.6 Psikoterapi Bagi Rotter permasalahan psikoterapi adalah permasalahan bagaimana membuat perubahan pada perilaku melalui interaksi antara satu orang dengan orang lain. Mengubah Tujuan Kebanyakan pasien tidak mampu untuk memecahkan permasalahan hidup mereka karena berusaha meraih tujuan yang terdistorsi atau tidak tepat. Tujuan dari terapi Rotter adalah untuk membawa kebebasan bergerak dan nilai kebutuhan agar selaras. Peranan trapis adalah untuk membantu pasien-pasien tersebut mengerti ketidaktepatan tujuan mereka dan akan mengajari mereka cara-cara yang konstruktif untuk berusaha meraih tujuan yang realistis. 2016). Dengan perkataan lain. permasalahan tersebut adalah permasalahan pembelajaran manusia dalam situasi social. sehingga akan mengurangi perilaku yang defensive atau menghindar. Rotter tidak membatasi fokusnya hanya pada solusi cepat pada masalah yang mendesak. dan kedua. Terapis mengambil peran aktif sebagai guru. mengubah kepentingan dari tujaun. akan terjadi . 2016). a. Pertama. Perhatiannya lebih terfokus pada jangka Panjang. mencakup perubahan orientasi pasien mengenai kehidupan. 13 ekspektasi terlampau rendah untuk melakukan perilaku yang dibutuhkan untuk mendapatkan penguatan positif (Feist & Feist. mengeliminasi ekspektasi yang terlalu rendah atas kesuksesan (Feist & Feist.

evaluasi yang salah dari situasi di masa sekarang. Orang memiliki kebebasan begerak yang rendah dapat disebabkan oleh setidaknya tiga alasan yaitu pertama. tidak hanya karena sikap ini mendukung pasien untuk dapat mengutarakan permasalahannya. kebanyakan orang merasakan dirinya dalam masalah karena menempatkan tujaun mereka terlalu tinggi. 2016). . Kedua adalah tujuan yang bersifat destruktif yaitu berathab untuk berusaha meraih tujuan yang merusak diri sendiri. tetapi juga karna penguatan yang didapatkan dari terapis yang hangat dan penerimaan akan lebih efektif daripada penguatan dari terapis yang dingin dan penuh penolakan (Feist & Feist. Ketiga. Rotter yakin bahwa seorang terapis harus menjadi partisipan yang aktif dalam interaksi social dengan pasien. Mengeliminasi Ekspektasi Rendah Sebagai tambahan dari mengubah tujuan. 14 konflik antara dua atau lebih dari tujuan yang penting. Kedua. Ketiga. 2016). 2016). b. Seorang terapis yang efektif mempunyai karakteristik yang hangat dan penerimaan. dan terus menerus merasa frustasi karena tidak dapat meraih atau melampaui tujuan tersebut (Feist & Feist. mereka tidak mempunyai cukup keterampilan atau informasi yang dibutuhakan untuk dengan sukses berjuang menuju tuajuan mereka. Pada kesimpulannya. terapis berusaha untuk mengeliminasi ekspektasi pasien yang rendah terhadap kesuksesan dan yang hampir serupa dengannya. kebebasan bergerak yang rendah dapat muncul dari generalisasi yang tidak tepat (Feist & Feist. kebebasan bergerak yang rendah. yang merupakan akibat yang tidak tepat dihindari dari kegagalan dan hukuman.

Walter Mischel. Sementara bekerja sebagai pekerja sosial di perkampungan Lower East Side. 2016). kemudian ia bergabung dengan Universitas Standford dan menjadi kolega dari Bandura.1 Biografi Walter Mischel Walter Mischel lahir pada tahun 1930. BAB III MISCHEL 3. Mischel mencoba belajar sebagai pekerja sosial. namun ia tidak menemukan kebenaran dari teori Freud yang dirasakan langsung dalam pekerjaannya yang membahas mengenai kenakalan remaja. ketika Nazi menyerang Austria pada awal perang dunia II. Semasa berada di bangku kuliah. Mischel sempat berkolaborasi dengan Bandura dalam karya Mischel yang cukup dikenal yaitu delayed gratification (Hanifah. Mischel telah diajarkan bahwa teori dari Freud merupakan penjelasan yang terbaik mengenai tingkah laku manusia. dimana ia merupakan mahasiswa yang telah lulus dari pembimbingnya Julian Rotter dan George Kelly. berada dalam kondisi rumah yang nyaman. keluarga Mischel pindah ke Amerika Serikat meskipun diam-diam harus menetap di kota New York. 2016). Bagaimanapun. Walter Mischel merupakan murid dari Julian Rotter. 15 . Mischel tetap melanjutkan kuliahnya di New York dan meraih gelar sarjana dalam bidang Psikologi klinis (Hanifah. kemudian melanjutkan kuliah di Universitas Ohio. dimana ia menikmati masa kanak-kanak yang sangat menyenangkan.

kita belajar untuk membedakan di antara berbagai situasi dan berperilaku yang sesuai (Engler. Mischel mengusulkan agar kita berperilaku secara konsisten dengan cara yang sama dalam situasi yang berbeda hanya sejauh situasi ini mengarah pada kosekuensi yang sama dan memiliki arti yang sama untuk orang tersebut. tujaun. teori kepribadian memiliki dua tipe mereka yang yang melihat kepribadian sebagai entitas dinamis yang termotivasi oleh dorongan. ia mendukung gagasan bahwa aktivitas kognitif dan situasi spesifik mempunyai peranan yang penting dalam menentukan perilaku. ketika perbedaan itu berbeda.2 Pengantar Teori Kepribadian Mischel Secara umum. 16 3. 2016). Walter Mischel pada awalnya menolak penjelasan teori sifat atas perilaku. Akan tetapi. serta mereka yang melihat kepribadian sebagai fungsi dari sifat atau disposisi personal yang relative stabil. Teori kepribadian kognitif-afektif ini berpandangan bahwa perilaku berasal dari disposisi personal yang relative stabil dan proses kognitif-afektif yang berinteraksi dengan situasi tertentu (Feist & Feist. Malah. Mischel telah mengajukan suatu rekonsiliasi antara pendekatan proses dinamis dengan pendekatan disposisi personal. . dan ekspektasi. Spesifisitas perilaku berarti bahwa perilaku individu dipengaruhi oleh situasi tertentu. 2014). persepsi. kebutuhan.

Paradoks Konsistensi Mischel melihat bahwa orang awam maupun psikolog professional tampaknya secara intuitif meyakini bahwa perilaku manusia relative konsisten. 2016). tetapi ia teris menekankan bahwa situasi mempunyai dampak yang kuat pada perilaku. tetapi bukti empiris menunjukkan banyak variasi dalam perilaku sutau situasi yang disebut sebagai paradoks konsistensi. 2016). Ia berpendapat bahwa beberapa sifat dasar memang bertahan seiring berjalannya waktu. tetapi hanya ada sedikit bukti yang menunjukkan bahwa sifat-sifat tersebut dapat digeneralisasikan dari satu situasi ke situasi lainnya. Disposisi personal hanya mempengaruhi perilaku di bawah kondisi dan situasi tertentu (Feist & Feist. Mischel beragumen bahwa keyakinan. Ia mengakui bahwa kebanyakan orang memiliki suatu konsistensi dalam perilaku mereka. sebaik-baiknya. Mischel beragumen bahwa. 17 3. b.3 Latar Belakang Sistem Kepribadian Kognitif-Afektif a. tujaun. Pandangan ini mengindikasikan bahwa perilaku tidak disebabkan oleh sifat personal yang global. orang- orang tersebut hanya separuhnya benar. namun oleh persepsi manusia atau dirinya sendiri dalam situasi tertentu. nilai. kognisi dan . Interaksi Manusia-Situasi Mischel kemudian dapat melihat bahwa manusia bukanlah suatu wadah kosong tanpa ada sifat kepribadian yang bertahan di dalamnya. Mischel beragumen bahwa perilaku tidak akan dapat memprediksikan sifat kepribadian dengan akurat (Feist & Feist. Ia melihat bahwa banyak disposisi dasar dapat bersifat stabil untuk jangka waktu yang lama.

Kurangnya konsisitensi yang terlihat dari perilaku seseorang tidak disebabkan oleh eror yang bersifat acak ataupun situasi. perilaku yang berpotensi untuk dapat diprediksi. saat individu menghadapi situasi yang berbeda. 2016). yang merefleksikan pola variasi stabil di dalam diri seseorang. 3. Mischel mengasumsikan bahwa kepribadian mempunyai stabilitas yang bersifat sementara dan perilaku dapat bervariasi dari situasi ke situasi lainnya. Ia juga mengasumsikan bahwa prediksi . apabila kepribadian adalah system yang stabil yang memproses informasi mengenai situasi internal ataupun eksternal. Oleh karena itu Mischel dan Shoda telah menawarkan system kepribadian kognitif-afektif yang berusaha menjembatani kedua pendekatan dalam memprediksikan perilaku manusia (Feist & Feist. Prediksi Perilaku Posisi teoretis dasarnya dalam memprediksi dan menjelaskan dipaparkan sebagai berikut. 2016). maka mengikutI hal tersebut. Perilaku merupakan produk dari keduanya. Akan tetapi.4 Sistem Kepribadian Kognitif-Afektif System kepribadian kognitif-afektif yang menjelaskan keberangaman dalam berbagai situasi dan juga stabilitas dari perilaku dalam diri seseorang. a. Tidak satupun dari situasi ataupun sifat kepribadian yang stabil menentukan perilaku secara mandiri. perilakunya akan bervariasidari satu situasi ke situasi lainnya. 18 perasaan dari seseorang berinteraksi dengan disposisi tersebut untuk membentuk perilaku. System kepribadian kognitif-afektif memprediksikan bahwa perilaku seseorang akan berubah dari satu situasi ke situasi lainnya (Feist & Feist.

rancangan dan strategi regulasi diri. Variabel Situasi Mischel yakin bahwa pengaruh relative dari variabel situasi dan kualitas pribadi dapat ditentukan dengan mengobservasi keragaman atau perbedaan dari reaksi manusia dalam suatu situasi tertentu. kompetensi. Pada sisi lain. Saat orang-orang yang berbeda berperilaku dalam cara yang sangat serupa misalnya saat menonton adegan emosionaldalam film yang menarik. kejadian yang terliahat sama dapat menghasilkan reaksi yang sangat berbeda-beda karena kualitas pribadi mengalahkan variabel situasional (Feist & Feist. . serta afek dan tujuan (Feist & Feist. keyakinan. Unit ini meliputi pengodean. 2016). yang berinteraksi dengan situasi untuk menentukan prilaku. variabel situasi lebih kuat daripada karakteristik pribadi. Unit kognitif-afektif meliputi semua aspek psikologis. Unit Kognitif-Afektif Mischel menawarkan rangkaian dari lima variabel manusia yang saling bertumpukan dan relative stabil. social. ekspektasi. 19 dari perilaku berada pada pengetahuan mengenai bagaimana dan kapan berbagai unit kognitif-afektif diaktivasi. b. Unit ini meliputi:  Strategi Encoding yaitu cara manusia mengategorisasikan informasi yang diterima dari stimulus eksternal. 2016). c. dan fisiologis dari manusia yang menyebabkan mereka berinteraksi dengan lingkungan mereka dengan pola variasi yang relative stabil.

manusia tidak bereaksi secara pasif pada situasi. dan minat. tetapi secara aktif dan terarah pada tujuan. adalah unit kognitif-afektif yang bersifat stabil. Bersama dengan kompetensi. tujuan. . 20  Kompetensi dan Strategi Regulasi Diri. Kemudian Mischel yakin bahwa manusia menggunakan strategi regulasi diri untuk mengontrol perilaku mereka melalui tujuan yang diberikan pada diri sendiri dan konsekuensi yang dibuat sendiri.  Tujuan dan nilai. Satu alasan atas atas konsistensi ini adalah aspek menimbulkan emosi yang dimiliki unit-unit ini  Respons Afektif meliputi emosi. Kesimpulannnya. Mischel yakin bahwa satu alasan untuk ketidakkonsistenan perilaku adalah pada ketidakmampuan kita untuk memprediksi perilaku orang lain. 2016). berkontribusi pada perilaku saat berinteraksi dengan sifat kepribadian yang stabil dan lingkungan yang reseptif (Feist & Feist.  Ekspektasi dan Keyakinan. yang mengikuti suatu stimulus tertentu. ekspektasi stimulus-hasil membantu kita memprediksi apa kejadian yang mungkin terjadi. unit kogniti-afektif saling berkaitan. Nilai. perasaan dan reaksi fisologis. kompetensi merujuk pada beragam informasi yang kita dapatkan mengenai dunia dan hubungan kita dengannya.

nilai dari teori belajar kognitif social berada pada bagaimana teori tersebut memenuhi enam kriteria dari teori yang bermanfaat (Feist & Feist. Ia mnegajukan pada kalangan praktisi bahwa mereka dapat mengharapkan orang lain untuk berperilaku berbeda dalam situasi yang berbeda. Apakah teori Rotter dan Mischel memunculkan penelitian dengan jumlah yang signifikan? Dalam kriteria ini. 2016). c. dan . memberikan nilai. 2016). 21 3. teori Mischel hanya cukup berguna untuk terapis. Apakah teori belajar kognitif social dapat dikaji ulang? Sifat empiris dari kedua hasil kerja Rotter dan Mischel memaparkan teori ini untuk dapat dikaji ulang dan diverifikasi. Serupa dengan hal tersebut. Seperti pakar teori lainnya.5 Kritik terhadap Teori Belajar Kognitif Sosial Rotter dan Mischel telah sama-saman mengembangkan teori pembelajaran untuk manusia yang berpikir. dan terarah pada tujaun dibandingkan untul hewan laboratorium. Apakah teori belajar kognitif social bermanfaat dalam mengarahkan tindakan ? Gagasan Rotter atas psikoterapi cukup eksplisit dan merupakan panduan yang cukupmembantu bagi terapis. guru dan orang tua. rumusn prediksi dasar dan rumusan prediksi umumsepenuh nya bersifat hipotesis dan tidak dapat dikaji secara akurat (Feist & Feist. a. 2016). tetapi teori kepribadiannya tidak sepraktis itu. Akan tetapi. b. teori belajar kognitif social telah menghasilkan banyak penelitian dari segi kuantitas maupun kualitas (Feist & Feist.

suatu prosedur yang sangat memfasilitasi konsistensi (Feist & Feist. Selain itu. Sekali lagi. tetapi hanya menyediakan sedikit panduan yang spesifik untuk tindakan (Feist & Feist. komponen yang terpisah dari teorinya sepadan secara logis. seperti Bandura telah mengembangkan teori dari penelitian empiris yang kuat. . teori ini relative sederhana dan tidak berusaha untuk memberikan penjelasan mengenai semua kepribadian manusia. Apakah teori Rotter dan Mischel secara internal konsisten ? Rotter sangat berhati hati dalam mendefinisikan istilah yang sama tidak akan mempunyai du aarti atau lebih. 2016). Apakah teori belajar kognitif social hemat? Secara umum. 22 bahkan dari satu waktu ke waktu lainnya. e. 2016). d. 2016). Mischel. penekanan pada penelitian daripada spekulasi filosofis telah berkontribusi dari teori belajar kognitif social Rotter dan Mischel (Feist & Feist.

f. 23 . Potensi kebutuhan adalah kemungkinan terjadinya seperangkat perilaku yang berhubungan secara fungsional. Dalam situasi spesifik. Rumusan prediksi umum menyatakan bahwa potensi kebutuhan adalah fungsi dari kebebasan bergerak dan nilai kebutuhan. h. c. menuju kepuasan dari satu tujuan atau sejumlah tujuan yang serupa. Kebebasan bergerak adalah ekspektasi rata-rata bahwa seperangkat perilaku akan diberikan penguatan. b. e. Loctus of control adalah ekspektasi umum yang merujuk pada keyakinan manusia bahwa mereka dapat atau tidak dapat mengontrol hidup mereka. perilaku diestimasikan oleh rumusan prediksi dasar yang mengajukan bahwa potensi dari perilaku tertentu umtuk terjadi adalah fungsi dari ekspektasi seseorang ditambah dengan nilai dari penguatan. g. Teori belajar kognitif social dari Rotter dan Mischel berusaha untuk membuat teori kekuatan pengutaan dengan memakai teori kognitif. BAB IV PENUTUP 4. d. Nilai kebutuhan adalah sejauh mana seseorang memilih satu penguatan disbanding yang lainnya. Menurut Rotter perilaku manusia dalam situasi yang spesifik alah fungsi dari ekspektasi mereka atas penguatan dan kekuatan dari kebutuhan yang terpuaskan oleh penguatan tersebut.1 Kesimpulan a.

. tujuan dan nilai serta respons afektif mereka. k. Perilaku maladaptive merujuk pada tindakan-tindakan yang gagal menggerakkan seseorang lebih dekat dengan tujaun yang diinginkan. atau apa yang dapat mereka lakukan dan strategi mereka untuk melakukannya. Kepercayaan antar pribadi adalah ekspektasi umum yang merujuk pada keyakinan manusia bahwa mereka dapat atau tidak dapat menontrol hidup mereka. 24 i. j. ekspektasi dan keyakinan mereka mengenai persepsi konsekuensi dari tindakan mereka. kompensasi dan rencana regulasi diri. 4.2 Saran Semoga dengan adanya makalah ini dapat bermanfaat bagi pembaca dan penulis agar dapat mengerti secara dalam tentang teori kognitif social Rotter dan Michel. atau cara mereka menginterpretasi dan menggolongkan informasi. Unit kognitif-afektif meliputi strategi encoding.

2. Jakarta: Mercu Buana. (2016). DAFTAR PUSTAKA Feist. & Feist. B. Social Learning Theory dan Perilaku Agresif Anak dalam Keluarga Jurnal Ilmu Syari’ah dan Hukum. USA: Wadsworth. (2014).. 25 . Hanifah. J. Jakarta: Salemba Humanika. Ainiyah. G. Qurrotul. 93. J. Engler. Modul Perkuliahan: Psikologi Kepribadian Kontemporer. Teori Kepribadian. (2017). Ninth Edition. Personality Theories: An Introduction. (2016).