Anda di halaman 1dari 11

Kata pengantar

Puji syukur saya panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Kuasa atas limpahan rahmat
dan hidayah – Nya, sehingga kegiatan kerja praktek di Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS)
Bengawan Solo proyek Bendungan Bendo Ponorogo sampai penyusunan laporan kerja praktek
dapat terselesaikan dengan baik.

Kerja praktek merupakan salah satu mata kuliah yang wajib diikuti oleh seluruh
mahasiswa Teknik Infrastruktur Sipil Fakultas Vokasi Institut Teknologi Sepuluh Nopember
(ITS) pada liburan semester VI untuk menyelesaikan tugas akhir yang nantinya akan ditempuh
pada semester VIII serta sebagai penilaian pada mata kuliah kerja praktek.

Dengan selesainya laporan kerja praktek ini, tidak lupa penulis mengucapkan terima
kasih kepada seluruh pihak yang ikut mendukung dalam proses kerja praktek hingga
penyusunan laporan kerja praktek ini antara lain :

1. Kaprodi
2. Koor. Kerja praktek
3. Dosen asistensi
4. Dosen wali
5. Ibu Sulfi, selaku coordinator KP / TA Fakultas Vokasi ITS
6. Pak Cipto selaku perwakilan dari BBWS Bengawan Solo
7. Pak Irvan dari KSO PT. WIKA pembimbing kerja praktek
8. Pak Dinto dan Pak Saelan dari KSO PT. WIKA yang memberi tugas di kantor
9. Pak Irwan dari KSO PT. WIKA selaku pembimbing lapangan
10. Bapak – bapak mandor dan tukang di lapangan yang menyambut dan menerima kami
dengan ramah
11. Orang tua dan kedua adik saya sang selalu mendoakan dan mendukung
12. Rekan – rekan kerja praktek : dari DS, S1 Sipil, ITN, UMY

Penulis menyadari bahwa dalam penyusunan laporan kerja praktek ini masih belum
sempurna dan banyak kekurangan. Untuk itu, setiap kritik dan saran yang membangun sangat
dibutuhkan demi kesempurnaan laporan.

Akhir kata, kiranya laporan kerja praktek ini dapat bermanfaat bagi pembaca dan penulis.

2 Maksud dan Tujuan 1.3 Struktur Organisasi Proyek 3.1.Daftar Isi Kata Pengantar BAB I Pendahuluan 1.3 Kegiatan Lapangan 3.1.1 Lembar Penilaian Magang Kerja 4. Tanggung jawab dan Wewenang Penyedia Jasa.3 Manfaat Kerja Praktek BAB II Tinjauan Pustaka 2.3 Data Teknis Waduk Bendo BAB III Pelaksanaan Kerja Praktek 3.2 Saran Lampiran .1.1 Tinjauan dan Info Proyek 3.1 Ruang Lingkup 3.2 Pekerjaan di Lapangan 3. BAB IV Agenda Kegiatan Praktek Kerja 4.2 Agenda Kegiatan Praktek Kerja BAB V Kesimpulan dan Saran 5.2.2.2 Uraian Kegiatan Kerja Praktek 3.1 Tugas .1 Deskripsi Lokasi Waduk Bendo 2.2 Kegiatan Selama Magang 3.2 Fungsi Waduk Bendo 2.1 Latar Belakang 1.1 Pekerjaan di Kantor 3.3.1 Kesimpulan 5.

Jika tidak segera ditanggulangi. Sehingga kesejahteraan masyarakat akan lebih baik dibanding sebelumnya. khususnya konstruksi bendungan. Dengan dibangunnya bendungan bendo ini. Bendungan Bendo sendiri juga berfungsi untuk pengendalian banjir. Salah satu bahaya dari kelebihan air adalah bencana banjir.  Mengetahui setiap pelaksaan teknis dan proses pembangunan yang ada pada pembangunan bendungan. terdapat intake yang berfungsi sebagai bangunan pengambilan air. masyarakat Dusun Bendo berharap hasil produksi pertanian meningkat karena kebutuhan air lebih tercukupi dan mengalir dengan lancar.  Memperoleh pengalaman kerja di bidang bangunan keairan. kemudian dapat mengaplikasikannya di lapangan. BAB I PENDAHULUAN 1. Desa Ngindeng.2 Maksud dan Tujuan Magang kerja dimaksudkan agar mahasiswa mampu menerapkan teori yang telah diperoleh di bangku kuliah dengan pekerjaan di lapangan. Masyarakat juga tidak perlu lagi kuatir akan bahaya banjir karena bendungan ini juga berfungsi sebagai pengendali banjir. maka banjir akan menyebabkan banyak kerugian bagi penduduk yang berada di wilayah yang terkena banjir tersebut. Kabupaten Ponorogo. . 1. Pada proyek Bendungan Bendo . Namun. 1.1 Latar Belakang Seluruh mahkluk hidup di Dunia ini pada dasarnya membutuhkan air. yang berada di Dusun Bendo. Air yang dialirkan tersebut juga berfungsi sebagai pemenuhan kebutuhan air baku masyarakat. yang kemudian akan dialirkan menuju lahan irigasi.  Belajar untuk menganalisa kasus yang terjadi di lapangan. Jawa Timur . Kecamatan Sawoo. air juga dapat menjadi sesuatu yang berbahaya jika kelebihan air tersebut tidak dioptimalkan dengan baik. Tujuan :  Memperoleh pengalaman kerja sebagai seorang pelaksana dan pengawas lapangan.3 Manfaat Magang Kerja Manfaat yang ada dalam pelaksaan magang kerja yaitu :  Mahasiswa dapat memiliki tambahan ilmu dari apa yang telah diajarkan selama pekuliahan. baik manusia maupun tumbuhan.

panjang puncak 311. Ponorogo.16 m3 / dtk o Debit Outflow Q 1000 : 472.3 Data Teknis Waduk Bendo Lokasi Proyek : Kec.111044’40” BT. Waduk Bendo diproyeksikan dapat mengairi sawah petani seluas 3.47 m3 / dtk o Debit Banjir Rancangan Q PMF : 1635.60 m o Lebar Pelimpah Samping : 10 – 20 m o Kemiringan Dasar Pelimpah Samping : 1 : 16 o Lebar Saluran Peluncur : 20 m o Panjang Peredam Energi : 46 m o Panjang Total Pelimpah : 290 m o Debit Banjir Rancangan Q 1000 : 649.053 m3 / dtk .0106 o Debit Banjir Rencana Q 25 : 289. Dengan volume waduk yang besar.299 hektare sawah. Waduk Bendo dapat menampung dan menahan air sehingga air tidak langsung mengalir dan menjadi banjir. o Lebar Ambang : 65 m o Elevasi Ambang : + 218. anak Kali Madiun. Sedangkan fungsi Waduk Bendo sebagai konservasi sungai adalah untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan. Sawoo. 80 m3 / dtk o Elevasi Dasar Inlet : + 151. karena jika hal tersebut terjadi maka waduk akan kotor dan cepat mengalami pengendapan. Waduk Bendo mempunyai volume timbunan sebesar 3. 2. Air yang tertampung dalam waduk dapat dimanfaatkan sebagai sumber air bersih ataupun sumber irigasi. Jawa Timur Nama Sungai : Sungai Keyang Tipe Pengelak : Terowongan Beton satu lubang dengan diameter 5. Waduk ini dibangun dengan luas 300 hektare. untuk mencukupi kebutuhan air di Kabupaten Ponorogo. Kab.90 meter dan lebar puncak 15 meter. baik air baku maupun air untuk keperluan irigasi dan sebagai konservasi sungai.2 Fungsi Waduk Bendo Waduk Bendo sendiri fungsinya difokuskan pada pengendalian banjir. Prov. Waduk akan dibangun dengan tinggi 71 meter (dari dasar sungai).50 m o Elevasi Banjir Q 25 : + 161. 2.1 Deskripsi Lokasi Waduk Bendo Waduk Bendo adalah salah satu Waduk di Jawa Timur yang terletak di Kecamatan Sawoo. 79 m3 / dtk o Debit Banjir Outflow Q 25 : 254.52 m3 / dtk o Debit Outflow Q PMF : 1290.00 m o Elevasi Dasar Outlet : + 144.5 m dan panjang 453 m o Kemiringan terowongan : 0. Kabupaten Ponorogo. Waduk Bendo berada di Kali Ngindeng. Tepatnya di Sungai Keyang.72 m Tipe Pelimpah : Pelimpah Samping tanpa pintu.088 juta m3. Secara geografis lokasi Waduk Bendo terletak antara 7049’33” - 7059’36” LS dan 111034’57” . BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.

o Kapasitas Tampungan Total : 43.920 m3 .11 m o Elevasi Muka Air Banjir Q 1000 : + 220.16 m3 / dtk o Debit Banjir Rancangan Q PMF : 1635.000 m3 o Debit Banjir Rancangan Q 1000 :649.453 Juta m3 o Luas Genangan Maximum : 169.Tipe Bendungan : Timbunan Batu Zonal inti Tegak.353.114 Juta m3 o Kapasitas Tampungan Efektif : 33.5 / 1: 2 o Volume Timbunan : Cofferdam : ± 244. 636 Hektar ( HWL ) o Elevasi Puncak : + 224 m o Elevasi Dasar Sungai : + 153 m o Tinggi Bendungan : 71 m o Lebar Puncak Bendungan : 15 m o Panjang Bendungan : 332 m o Kemiringan Hulu / Hilir : 1: 2. Bendungan Utama : ± 3.89 m o Elevasi Muka Air tinggi HWL : + 218.51 m3 / dtk o Elevasi Muka Air Banjir Q PMF : + 223.60 m o Elevasi Muka Air minimum (LWL) : + 197 m .

Volume galian yang kami hitung adalah volume galian untuk maindam. BAB III PELAKSANAAN MAGANG KERJA 3. kami diminta untuk mengitung volume galian dan grouting. inlet. Alamat : Jln. kami diberikan file – file berupa gambar kerja dari pembangunan Bendungan Bendo. dan spillway. mulai dari bagian utama seperti : maindam.1 Info Proyek Nama Kegiatan : Kerja Praktek. Menghitung volume galian dan merekap volume grouting Pada tahap ini. Kegiatan di lapangan o Pengamatan dan wawancara o Dokumentasi 3.2 Kegiatan Selama Kerja Praktek Kegiatan selama magang kerja meliputi : A. 3. Desa Ngindeng. Kabupaten Ponorogo. 3. Dan juga bagian pelengkap seperti : Jalan hantar. Nama Pekerjaan : Proyek Pembangunan Waduk Bendo. Solo. Sedangkan volume grouting yang kami rekap adalah volume grouting konsolidasi yang dilaksanakan pada diversion tunnel (outlet). intake. B.2 Uraian Kegiatan Kerja Praktek 3. 2. dan detail instrumentasi. Dusun Bendo.1. Kecamatan Sawoo. Nama Pemborong : Wijaya Karya – Hutama Karya – Nindya Karya (KSO). saya diminta untuk membantu pekerjaan menggambar detail saluran drainase yang berada di outlet. o Drafing.1 Ruang Lingkup 3. Sukoharjo. Saya juga diminta untuk membuat gambar – gambar kerja yang diberikan untuk dibuat menjadi gambar 3D dengan menggunakan Sketch Up. bangunan fasilitas. o Menghitung volume galian dan merekap volume grouting. Mempelajari gambar kerja dan spesifikasi teknis Bendungan Bendo Pada tahap ini.1 Kegiatan di Kantor KSO WIKA 1. . cofferdam. Tempat Magang : Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo. Drafting Pada tahap ini. outlet.1. Kegiatan di Kantor (KSO WIKA) o Mempelajari gambar kerja dan spesifikasi teknis Bendungan Bendo. Raya Solo – Yogyakarta . Kami diminta untuk mempelajari bagian – bagian Bendungan Bendo . fasilitas mekanikal – elektrikal.2.

Fungsi pengecoran adalah untuk memperkuat berdirinya pipa agar tidak terjadi penurunan pipa. Pekerjaan pemasangan bronjong pada saluran inlet Pemasangan bronjong pada inlet dimaksudkan agar memberi perkuatan pada lereng di samping kanan dan kiri inlet agar terhindar dari gerusan air yang mengalir di saluran inlet. sedangkan di tingkat bawah adalah K – 300. Pengambilan sample untuk uji kuat tekan beton terdiri dari 6 buah silinder berdiameter 15 cm dan tinggi 30 cm. antara pipa dengan tanah disampingnya. Pengecoran betonnya pun dilaksanakan per segment agar tidak terjadi rembesan dan penurunan pipa. Saluran inlet merupakan saluran terbuka.3. Air dari intake nantinya akan dikeluarkan melaui outlet yang berada di bagian bawah bendungan. Kapasitas bucket untuk campuran beton adalah 0. Sebelum pipa dipasang.0106.5 m dan kemiringan 0. pekerjaan pemasangan pintu telah selesai dilaksanakan.2 Kegiatan di lapangan 1. Pemasangan bronjong dibuat berundak seperti tangga. Pengamatan dan wawancara Pengamatan dan wawancara yang kami lakukan pada tahap ini meliputi beberapa pengamatan pada:  Pekerjaan di Intake Intake memiliki kedalaman 31 m dengan diameter 7 m. Pada masa kerja praktek kami. Berfungsi untuk mengatur pengambilan air.2. Pemasangan pipa besi lubang Intake dilaksanakan secara bertahap pada 10 sambungan pipa. Pekerjaan pemasangan pipa Intake Pipa pada Intake dipasang untuk jalan masuknya air agar sampai menuju terowongan outlet. Mutu beton untuk pengecoran di tingkat atas pipa adalah K – 175 . Alat yang digunakan untuk menurunkan campuran beton untuk pengecoran dari atas ke lubang Intake dibawah adalah winci dan bucket. inlet ditutup dan kemudian intake yang dioperasikan. Intake dibuat dengan cara peledakan. Pekerjaan pemasangan pintu pada inlet Pintu pada inlet merupakan pintu baja. . Pintu inlet berbentuk persegi dan memiliki ketinggian ± 8 m.4 m3. pekerjaan pemasangan bronjong telah selesai dilaksanakan. Pipa ini merupakan pipa besi dengan diameter ± 2 m. Volume total pengecoran beton adalah 20 m3. Setelah maindam jadi. Inlet memiliki panjang 453 m dengan diameter 5. terlebih dahulu dilakukan pengecoran beton pada sela – sela lubang intake.  Pekerjaan di Inlet Inlet berfungsi untuk membelokkan arah aliran air untuk proses dewatering dalam pembuatan maindam. Pada masa kerja praktek kami. Pintu tersebut dioperasikan untuk memasukkan air yang dielakkan sehingga dapat masuk ke terowongan dan pekerjaan dewatering pun dapat dilaksanakan. untuk mengisi waduk.

dapat juga diperkirakan dengan cara memasukkan air dengan tekanan ke dalam lubang bor tanah.0106. yang tertutup rapat dengan lubang tanahnya. sehingga bahan tersebut akan mengisi semua retakan dan lubang pada dinding terowongan. dengan cara tekanan. Diameter lubang grouting pun bervariasi. Grouting dilakukan di beberapa titik di terowongan yang masih mengalami rembesan. Outlet memiliki diameter 5. Ada yang 2. Backfill grouting berguna untuk mengisi rongga – rongga diantara formasi batuan dengan beton. Pekerjaan di Outlet Outlet berfungsi untuk jalan keluarnya air yang berasal dari inlet maupun intake. sehingga diharapkan masih dapat masuk. Untuk perkiraan sementara secara kasar. ini dapat diartikan retakan-retakan tanahnya sedikit dan dapat diperbaiki dengan cement grout. . dan retakan- retakan tanah yang besar. jika laju aliran air berkurang secara cepat dan terjadi penambahan tekanan airnya ( dilihat pada pressure gauge). Cara untuk mendapatkan tanah ini untuk dilaksanakan pada beberapa tempat dengan jumlah tertentu yang ditentukan oleh ahlinya/foundation engineer. dan melihat formasi dari lapisan tanah. ini menunjukkan formasi tanah yang poreus. Dengan memasukkan air tersebut. Sama seperti Inlet. Sedangkan konsolidasi grouting berguna untuk memperbesar daya dukung tanah. selain juga mendapatkan tanah dari hasil core drill tersebut. Tetapi jika terjadi sebaliknya dimana laju aliran airnya besar. Pelaksanaan Grouting : Biasanya untuk mendapatkan data dan contoh dari lapisan di bawah tanah dengan menggunakan core drill. Pekerjaan yang dilakukan di outlet meliputi pekerjaan di terowongan dan di saluran outlet. dengan hanya sedikit atau tidak ada penambahan tekanan. biasanya dengan seal dari karet. Kemudian setelah beberapa saat bahan tersebut akan mengeras dan menjadi suatu kesatuan dengan dinding terowongan. Pada masa kerja praktek kami. yang dilakukan di tempat bagian dalam tanah yang direncanakan untuk menerima beban dari bangunan. .Menahan aliran air agar tidak merembes dan menimbulkan retakan. Grouting yang dilakukan ada 2 macam. Pelaksanaan grouting menggunakan alat injeksi grouting. Pekerjaan grouting pada terowongan outlet. untuk diameter yang kecil.Memperkuat formasi lapisan tanah dan menjadikannya padat sehingga mampu untuk mendukung beban bangunan. grouting dilakukan secara zig – zag. dan ada yang untuk diameter yang besar disebut shot drill. Fungsi grouting : . dengan melalui pipa diameter 2″ dengan panjang sesuai kebutuhan.5 m dan kemiringan 0. Diameter besar dapat sampai lebih dari 75 cm. yaitu backfill grouting dan konsolidasi grouting. Disini perlu grouting dengan jumlah bahan yang banyak. Ada 2 macam core drill. Grouting merupakan proses memasukan bahan cair yang berupa komposisi beton dan bahan kimia untuk perbaikan tanah.5 inchi ada pula yang 6 inchi.

Pekerjaan blasting (peledakan) pada spillway Pekerjaan blasting dilakukan untuk memperdalam galian di saluran peluncur. Pada masa kerja praktek kami.2 m3. Untuk ukuran diameter penulangan abutment (kanan dan kiri ) digunakan D 25. backhoe.5 x 4 ) m.  Pekerjaan di Spillway Pekerjaan bekisting dinding spillway Pekerjaan bekisting spillway Bendungan Bendo menggunakan mutu beton K – 300 untuk bagian atas spillway (Jalan inspeksi. Pekerjaan pembuatan dinding pemecah air pada saluran outlet Dinding pemecah air berfungsi untuk memecah air yang keluar dari saluran outlet supaya kecepatan air berkurang dan tidak menimbulkan kerusakan pada dinding saluran outlet yang merupakan dinding beton. Tebal plat spillway adalah 1. sedangkan bekisting dinding saluran outlet telah selesai dilaksanakan. Terdapat pula water stopper pada dinding spillway yang berfungsi menahan air agar tidak keluar dari struktur. dan ukuran kolam olak ( 13. jembatan. pekerjaan pembuatan dinding pemecah air telah selesai dilaksanakan. dan dinding penahan). Pemasangan bronjong dibuat berundak seperti tangga.  Pekerjaan galian Maindam Untuk pekerjaan maindam. Untuk pelimpahnya sendiri menggunakan mutu beton K – 175. Penggalian dilaksanakan menggunakan alat – alat berat seperti traktor. Kami tidak mendapatkan cukup informasi untuk pekerjaan ini dikarenakan kami tidak diperkenankan masuk ke lokasi pekerjaan karena berbahaya. Sedangkan pada bagian bawah spillway digunakam D 16 dan D 13. Pada masa kerja praktek kami. dsb. perbukitan digali. Pekerjaan galian di Sandaran Kanan Untuk Sandaran Kanan. Pekerjaan backfill grouting pada saluran outlet Backfill grouting dilakukan untuk perkuatan pada bronjong di saluran outlet. Pekerjaan pemasangan bronjong pada saluran outlet dan bekisting dinding saluran outlet Pemasangan bronjong pada outlet dimaksudkan agar memberi perkuatan pada dasar saluran outlet agar terhindar dari gerusan air yang mengalir dari terowongan keluar ke saluran outlet. pekerjaan pemasangan bronjong sedang dalam tahap akhir pelaksanaan . Pelaksanaan backfill grouting menggunakan alat injeksi grouting dengan volume grouting sebesar 11 x 2 x 0. kemudian dibuat melengkung di tengah untuk meletakkan as bendungan. . penggalian sandaran kanan setiap harinya semakin baik dan semakin serupa dengan gambar kerja.5 m. penggalian sudah terlaksana dengan baik. Pada masa kerja praktek kami. Saluran outlet merupakan saluran terbuka.

Sehingga proses pekerjaan tidak dapat berjalan lancar sebagaimana mestinya. Sehingga proses pekerjaan berjalan lancar. Dokumentasi Pekerjaan dokumentasi yang kami lakukan di lapangan adalah mengambil foto – foto dari setiap pekerjaan yang dilakukan di lapangan. Sehingga sulit diamati karena belum berbentuk sempurna seperti Sandaran Kanan. . Namun pada akhirnya lahan tersebut dibebaskan. backhoe. seringkali terjadi hujan. Beberapa warga pun ada yang belum mau pindah rumah. musim yang sedang berjalan adalah musim kemarau. Di awal masa kerja praktek kami. 2. Hal inilah yang menyebabkan proses pembangunan menjadi terhambat karena pihak pembangunan Bendungan Bendo menunggu pembebasan lahan dari pihak Perhutani. Pekerjaan galian cofferdam juga melibatkan alat – alat berat seperti traktor. Padahal. Pekerjaan di Sandaran Kiri Untuk Sandaran Kiri. aliran air dapat berjalan menuju terowongan pengelak. Sehingga. Namun. di akhir masa kerja praktek kami. warga – warga tersebut sudah mendapatkan lahan pengganti untuk tempat tinggal mereka. Hal lain yang menyebabkan terhambatnya proses pembangunan Bendungan Bendo adalah cuaca yang tidak menentu. Lahan yang digunakan untuk pembangunan bendungan Bendo pada awalnya adalah milik Perhutani. Pekerjaan ini dilaksanakan dengan cara membendung air sungai dengan urugan tanah untuk menahan laju air agar proses dewatering dapat berjalan dengan baik untuk proses pembangunan maindam. pekerjaan galian yang dilakukan belum seberapa banyak (belum semaksimal Sandaran Kanan ). dsb. Pekerjaan galian Cofferdam Pekerjaan galian Cofferdam dilakukan di sungai. Sehingga mereka lebih memilih untuk tetap tinggal di rumah mereka.

penyediaan air untuk irigasi. . penyediaan air baku domestic. dan industri. Peralatan yang digunakan pada saat pelaksaanan proyek memenuhi standard sehingga pada saat pelaksanaannya pekerjaan tidak mengalami masalah. Cuaca yang terkadang tidak menentu membuat proyek tidak dapat berjalan tepat waktu. 5. 4. Sehingga penulis berharap banyak kepada pembaca agar dapat memaklumi dan memperbaiki bila terdapat kesalahan dalam laporan ini. Semoga laporan ini dapat bermanfaat bagi kita semua. dapat disimpulkan beberapa hal sebagai berikut.2 Saran Dalam penyusunan laporan kerja praktek ini. BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5. 2. Sehingga proyek tidak bisa berjalan tepat waktu karena menunggu pembebasan lahan. Kabupaten Ponorogo bertujuan untuk pengendalian banjir. Proyek pembangunan Bendungan Bendo.1 Kesimpulan Berdasarkan pelaksanaan kerja praktek yang telah dilaksanakan selama ± 3 bulan. 1. 3. penulis merasa banyak kekurangan dan kesalahan baik dalam penulisan maupun susunan laporan ini. Pelaksanaan pekerjaan terhambat pelaksanaannya disebabkan karena pembebasan lahan dari Perhutani. Kecamatan Sawoo.