Anda di halaman 1dari 28

MAKALAH

PROTEKSI SISTEM TENAGA LISTRIK

“Proteksi untuk Over Head Lines”
Kelompok 8
Disusun Oleh:
 Bonar Sipayung (2015-11-222)
 Putri Endah Rahmawati (2015-11-249)
 Paschal Eden Seza Sambo (2015-11-249)
 Ayub Sry Sandhy Putra Gulo (2015-11-257)
 M. Apan Alayubi (2015-11-267)

JURUSAN S1 TEKNIK ELEKTRO
STT-PLN JAKARTA
2018

i

KATA PENGANTAR

Puji Syukur kami Panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa karena atas berkat,
rahmat dan anugerah-Nya lah kami dapat menyelesaikan tugas makalah yang berjudul
“Proteksi untuk Over Head Lines” tepat pada waktunya. Penyusunan makalh ini bertujuan
untuk menyelesaikan tugas mata kuliah proteksi sistem tenaga listrik.

Dan harapan kami semoga makalah ini dapat menambah pengetahuan dan
pengalaman bagi para pembaca, Untuk kedepannya dapat memperbaiki bentuk maupun
menambah isi makalah agar menjadi lebih baik lagi.

Karena keterbatasan pengetahuan maupun pengalaman kami, Kami yakin masih
banyak kekurangan dalam makalah ini, Oleh karena itu kami sangat mengharapkan saran dan
kritik yang membangun dari pembaca demi kesempurnaan makalah ini.

Jakarta, September 2018

Penyusun

ii

............................2 KELEBIHAN ATAU KEUNTUNGAN SALURAN UDARA ............................................................................................. 3 2............................. DAFTAR ISI MAKALAH ...... 14 3............................................7 GANGGUAN SISTEM TENAGA LISTRIK ............................................................ 5 BAB III PEMBAHASAN ...........................................1 PENGERTIAN .................3 KERUGIAN ATAU KEKURANGAN SALURAN UDARA ..............................3 RUANG LINGKUP MATERI........................................................................... 1 1....................... 7 3........................................ iii BAB I PENDAHULUAN ..........................................4 KLASIFIKASI SALURAN TRANSMISI BERSADARKAN TEGANGAN ........................................................................................................ i KATA PENGANTAR ............................................... 2 BAB II LANDASAN TEORI ........... 8 3.............1 LATAR BELAKANG ....................................................................................................................................... 1 1............................................................................... 7 3...........................................................................2 TUJUAN ............................................................................................................................................................................. 25 iii ..................................................................................... 17 3.............................................................................................................................................................................................. 24 DAFTAR PUSTAKA .........................................................................2 PERSYARATAN KUALITAS PROTEKSI......................................... ii DAFTAR ISI............................................5 KOMPONEN SALURAN TRANSMISI TENAGA LISTRIK .......................................6 PROTEKSI SISTEM TRANSMISI LISTRIK........ 22 BAB IV PENUTUP ... 8 3.................................................................................................................................................. 1 1......................................... 3 2................................................................................... 7 3..........................................1 SALURAN UDARA (OVER HEAD LINES) ..................................................................... 24 KESIMPULAN ....

Sistem transmisi sendiri merupakan sistem dinamis kompleks yang parameter ‐ parameter dan keadaan sistemnya berubah secara terus menerus. cara yang digunakan antara lain pemasangan peralatan-perlatan proteksi pada sistem tenaga. Untuk Mengetahui Jenis Peralatan Proteksi Transmisi Tenaga Listrik 1 . beban lebih .1 LATAR BELAKANG Sistem transmisi memegang peranan yang sangat penting dalam proses penyaluran daya. Oleh karena itu strategi pengamanan harus disesuaikan dengan perubahan dinamis tersebut dalam hal desain dan seting peralatannya.topan. sehingga saluran transimsi merupakan sasaran utama dari kebanyakan gangguan- gangguan yang terjadi pada sistem tenaga. Gangguan ini dapat menyebabkan terganggunya kelangsungan operasi dan kerusakan peralatan pada sistem tenaga listrik. BAB I PENDAHULUAN PENDAHULUAN 1. karena saluran transmisi merupakan saluran penghubung antara pembangkit dan pusat-pusat beban yang terbentang pada jarak yang jauh yang melalui daerah-daerah dengan bermacam-macam kondisi cuaca dan kondisi tanah. surja petir. Oleh karena itu pengaman pada saluran transmisi perlu mendapat perhatian yang serius dalam perencanaannya. Salah satu hal yang penting dalam sistem tenaga adalah menjaga agar sistem tetap stabil dan memiliki keandalan yang bagus. Untuk Mengetahui Definisi dari Saluran Udara (Over Head Lines) . 1. Gangguan pada saluran udara dapat disebabkan oleh hubung singkat. Untuk mendapatkan hal ini.2 TUJUAN . cuaca buruk. Saluran udara tegangan tinggi merupakan salah satu komponen dalam sistem tenaga listrik yang sering mengalami gangguan. Proteksi pada saluran transmisi mempunyai peran yang sangat penting dalam proteksisistem tenaga. Untuk Mengetahui Keuntungan dan Kerugian dari saluran udara (Over Head Lines) . dan lain lain.

2 .1. mengetahui kelebihan dan kelemahan dari Saluran Udara (Over Head Lines).3 RUANG LINGKUP MATERI Mengetahui permasalahan dalam gangguan pada sistem tenaga listrik sangat luas maka penulisan makalah ini akan dibatasi pada pengertian Saluran Udara (Over Head Lines). beserta mengetahui jenis peralatan Proteksi Transmisi Tenaga Listrik.

gangguan alam. para operator yang merasakan adanya gangguan tersebut diharapkan segera dapat mengoeprasikan circuit-circuit yang tepat untuk mengeluarkan sistem yang terganggu atau memisahkan pembangkit dari jaringan yang terganggu. Adapun Fungsi dari Sistem Proteksi. Untuk cepat melokalisir luas daerah terganggu menjadi sekecil mungkin. kesalahan operasi. Proteksi sistem tenaga listrik adalah system proteksi yang dilakukan kepada peralatan-peralatan listrik yang terpasang pada suatu sistem tenaga misanya generator. Hal ini perlu suatu peralatan yang digunakan untuk mendeteksi keadaan-keadaan yang tidak normal tersbut dan selanjutnya 3 . dan penyebab yang lainnya. Mengingat arus gangguan yang cukup besar. asinkron dan lainlain. Sangat sulit bagi seorang operator untuk mengawasi gangguan- gangguan yang mungkin terjadi dan menentukan CB mana yang diperoperasikan untuk mengisolir gangguan tersebut secara manual. Untuk dapat memberikan pelayanan listrik dengan keandalan yang tinggi kepada konsumsi dan juga mutu listrik yang baik. tegangan lebih. 4. frekuensi sistem rendah. yang diakibatkan adanya gangguan teknis. 3. Untuk mengamankan manusia terhadap bahaya yang ditimbulkan oleh listrik.1 PENGERTIAN Sistem Proteksi adalah suatu sistem pengamanan / perlindungan terhadap peralatan listrik. beban lebih. transformator jaringan dan lain-lain. terhadap kondisi abnormal operasi sistem itu sendiri Kondisi abnormal itu dapat berupa antara lain : hubung singkat. maka perlu secepat mungkin dilakukan proteksi. Untuk menghindari ataupun untuk mengurangi kerusakan peralatan peralatan akibat gangguan (kondisi abnormal operasi sistem). Jika terjadi gangguan pada sistem. yaitu: 1. Pengetahuan mengenai arus-arus yang timbul dari pelbagai tipe gangguan pada suatu lokasi merupakan hal yang sangat esensial bagi pengoperasian sistem proteksi secara efektif. Semakin cepat reaksi perangkat proteksi yang digunakan maka akan semakin sedikitlah pengaruh gangguan kepada kemungkinan kerusakan alat 2. BAB II LANDASAN TEORI LANDASAN TEORI 2.

Sekering atau circuit breaker harus sanggup dilalui arus nominal secara terus menerus tanpa pemanasan yang berlebihan (overheating). Perlu diingat bahwa pengaruh pemanasan adalah sebanding dengankwadrat dari arus : H = 12 Rt Joules Dimana : H = panas yang dihasilkan (Joule) I = arus konduktor (ampere) R = tahanan konduktor (ohm) t = waktu atau lamanya arus yang mengalir (detik) Proteksi harus sanggup menghentikan arus gangguan sebelum arus tersebut naik mencapai harga yang berbahaya. Jika arus kerja bertambah melampaui batasaman yang ditentukan dan tidak ada proteksi atau jika proteksi tidak memadai atau tidak efektif. Proteksi dapat dilakukan dengan Sekering atau Circuit Breaker. Untuk ini pemilihan peralatan proteksi harus sesuai dengan kapasitas arus hubung singkat “breaking capacity” atau Repturing Capacity. maka keadaan tidak normal dan akan mengakibatkan kerusakan isolasi. Proteksi juga harus sanggup menghilangkan gangguan tanpa merusak peralatan proteksi itu sendiri. Proteksi harus bekerja walaupun pada overload yang kecil tetapi cukup lama sehingga dapat menyebabkan overheating pada rangkaian penghantar. Disamping itu proteksi yang diperlukan harus memenuhi persyaratan sebagai berikut : 1. – Membatasi kerusakan peralatan akibat panas lebih (over heating).mengistruksikan circuit-circuit yang tepat untuk bekerja memutuskan rangkaian atau sistem yang terganggu. Koordinasi antara relay dan circuit breaker (CB) dalam mengamati dan memutuskan gangguan disebut sebagai sistem proteksi. 4 . pengaruh gaya-gaya mekanik dst. Peralatan tersebut kita kenal dengan relay. Pertambahan arus yang berkelebihan menyebabkan rugi-rugi daya pada konduktor akan berkelebihan pula. Ringkasnya proteksi dan tripping otomatik circuit-circuit yang sehubungan mempunyai dua fungsi pokok : – Mengisolir peralatan yang terganggu agar bagian-bagian yanglainnya tetap beroperasi seperti biasa. Banyak hal yang harus dipertimbangkan dalam mempertahankan arus kerja maksimum yang aman. 2. Overload yang kecil pada selang waktu yang pendek seharusnya tidak menyebabkan peralatan bekerja 3.

5. arcing atau ketegangan mekanik. Proteksi overload dikembangkan jika dalam semua hal rangkaian listrik diputuskan sebelum terjadi overheating. Dimana mendatnag waktu ini hendak dipersingkat menjadi 80 ms sehingga memerlukan relay dengan kecepatan yang sangat tinggi (very high speed relaying) 5 . Jadi disini overload action relative lebih lama dan mempunyai fungsi inverse terhadap kwadrat dari arus. 2. Proteksi gangguan hubung singkat dikembangkan jika action dari sekering atau circuit breaker cukup cepat untuk membuka rangkaian sebelum arus dapat mencapai harga yang dapat merusak akibat overheating. Hal yang paling penting adalah perlunya membuka bagian- bagian yang terganggu sebelum generator-generator yang dihubungkan sinkron kehilangan sinkronisasi dengan system selebihnya. c) Kecepatan Operasi Sifat ini lebih jelas.2 PERSYARATAN KUALITAS PROTEKSI Ada beberapa persyaratan yang sangat perlu diperhatikan dalam suatu perencanaan sistem proteksi yang efektif yaitu : a) Selektivitas dan Diskrimanasi Efektivitas suatu sistem proteksi dapat dilihat dari kesanggupan system dalam mengisolir bagian yang mengalami gangguan saja b) Stabilitas Sifat yang tetap inoperatif apabila gangguan-gangguan terjadi diluar zona yang melindungi (gangguan luar). Waktu pembebasan gangguan yang tipikal dalam sistemsistem tegangan tinggi adalah 140 ms. Proteksi harus membuka rangkaian sebelum kerusakan yang disebabkan oleh arus gangguan yang dapat terjadi. semakin besar kerusakan peralatan. semakin lama arus gangguan terus mengalir. 4. Proteksi harus dapat melakukan “pemisahan” (discriminative) hanya pada rangkaian yang terganggu yang dipisahkan dari rangkaian yang lain yang tetap beroperasi.

Ada kemungkinan suatu daerah kecil diantara zona-zona yang berdekatan misalnya antara trafo-trafo arus dan circuit breakercircuit breaker tidak dilindungi. g) Proteksi Pendukung Proteksi pendukung (back up) merupakan susunan yang sepenuhnya terpisah dan yang bekerja untuk mengeluarkan bagian yang terganggu apabila proteksi utama tidak bekerja (fail). Harga ini dapat dinyatakan dengan besarnya arus dalam jaringan aktual (arus primer) atausebagai prosentase dari arus sekunder (trafo arus). asal saja persyaratan keamanan yang pokok dipenuhi. cukup jika hanya mencakup titik-titik strategis saja. Biasanya digunakan dua sistem proteksi yang terpisah. oleh karena jumlah feeder.d) Sensitivitas (kepekaan) Yaitu besarnya arus gangguan agar alat bekerja. yaitu proteksi primer atau proteksi utama dan proteksi pendukung (back up) f) Realiabilitas (keandalan) Sifat ini jelas. Tiap-tiap sistem proteksi utama melindungi suatu area atau zona system daya tertentu. Seringkali hanya triping CB dan trafo- trafo tegangan yang dimiliki bersama oleh keduanya. Dalam sistem-sistemtrtansmisi justru aspek teknis yang penting. Remote back upa bereaksi lambat dan biasanya memutus lebih banyak dari yang diperlukan untuk mengeluarkan bagian yang terganggu 6 . Dalam keadaan seperti ini sistem back up (yang dinamakan remote back up) akan memberikan perlindungan karena berlapis dengan zona-zona utama seperti pada gambar berikut ini Pada sistem distribusi aplikasi back up digunakan tidak seluas dalam sistem tansmisi. memiliki trafo-trafo dan rele-rele tersendiri. trafo dan sebagainya yang begitu banyak. Sistem pendukung ini sedapat mungkin indenpenden seperti halnya proteksi utama. Proteksi relatif mahal. e) Pertimbangan ekonomis Dalam sistem distribusi aspek ekonomis hampir mengatasi aspek teknis. namun demikian pula sistem atau peralatan yang dilindungi dan jaminan terhadap kelangsungan peralatan sistem adalah vital. penyebab utama dari “outage” rangkaian adalah tidak bekerjanya proteksi sebagaimana mestinya (mal operation).

2 KELEBIHAN ATAU KEUNTUNGAN SALURAN UDARA  Investasi atau biaya untuk membangun aluran udara jauh lebih rendah dibanding dengan kabel tanah. kian lama pemakaian kawat alumunium lebih banyak dipakai. kawat tembaga sering menjadi sasaran pencurian karena dapat diolah untuk pembuatan barang-barang laian yang laku di pasaran.1 SALURAN UDARA (OVER HEAD LINES) Saluran Udara (Over Head Lines) adalah saluran transmisi yang menyalurkan energi listrik melalui kawat-kawat yang digantung pada isolator antara menara atau tiang transmisi. 3. direnggangkan pada isolator-isolator diantara tiang-tiang sepanjang beban yang dilalui suplai tenaga listrik. mulai gardu induk sampai ke pusat beban ujung akhir. Sedangkan untuk saluran tegangan rendah banyak dipakai kawat alumunium telanjang ( AAC atau All Alumunium Cable). 7 . tembaga lebih baik daripada aluminium. Jaringan udara direncakan untuk kawasan dengan kepadatan beban rendah atau sangat rendah. Saluran udara digunakan pada pemasangan di luar bangunan. kampung/kotakota kecil. karena memiliki daya hantar arus yang lebih tinggi. Seringkali digunakan untuk melayani daerah yang sedang berkembang sebagai tahapan sementara. Namun karena harga tembaga yang tinggi. Secara teknis. Apalagi. yaitu berbanding sekitar 1 :516. Kini untk saluran udara banyak juga dipakai kawat udara alumunium punter berisolasi. dan tempat tempat-tempat yang jauh serta luas dengan beban tersebar. misalnya pinggiran kota. lagipula memiliki kecenderungan untuk senantiasa naik. BAB III PEMBAHASAN PEMBAHASAN 3. Kota-kota besaar dengan mayoritas perumahan kebanyakan menggunakan jaringan udara. Karenanya kawat alumunium berinti baja (ASCR atau Alumunium Cable Steel Reinforced ) banyak dipakai untuk saluran udara tegangan tinggi maupun tegangan menengah. bahkan lebih tinggi untuk tegangan yang lebih tinggi. Bahan yang banyak dipakai untuk kawat penghantar adalah tembaga dan alumunium.

petir. 3.  Menggangu pemandangan dan bahkan dianggap mengganggu lingkungan. Tegangan Menengah (MHV). yang besaran tegangannya adalah Tegangan Ultra Tinggi (UHV). medan elektromagnetik yang berasal dari saluran udara. 3.3 KERUGIAN ATAU KEKURANGAN SALURAN UDARA  Lebih mudah terganggu karena angin ribut. Tegangan Tinggi (HV). • Standar tegangan tinggi yang berlaku di Indonesia adalah : 30 KV. • Terdiri dari konduktor yang direntangkan antara tiang-tiang (tower) melalui isolator-isolator. Sedangkan Transmisi Tegangan Tinggi. dapat membahayakan manusia. lebih mudah membuat lubang untuk tiang listrik daripada membuat jalur lubang bagi kabel tanah. 8 . dan Tegangan Rendah (LV). masing1masing fase dapat diletakkan cukup jauh terpisah. Namun sebenarnya. 70 KV dan 150 KV.  Bilamana terjadi kawat putus. Bahkan ada yang memahami bahwa transmisi adalah proses penyaluran energi listrik dengan menggunakan tegangan tinggi dan melalui saluran udara (over head line). hujan. sering dianggap berbahaya utnuk keselamatan manusia. adalah: • Berfungsi menyalurkan energi listrik dari satu gardu induk ke gardu induk lainnya.  Kawat untuk daerah-daerah yang lahannya merupakan batu.  Pemeliharaan lebih mudah dan mencari tempat saluran terganggu juga jauh lebih mudah. maupun anak1anak yang main layanglayang.  Khusus untuk tegangan tinggi. dengan sistem tegangan tinggi. transmisi adalah proses penyaluran energi listrik dari satu tempat ke tempat lainnya. Tegangan Ekstra Tinggi (EHV).  Terutama untuk tegangan extra tingi.4 KLASIFIKASI SALURAN TRANSMISI BERSADARKAN TEGANGAN Selama ini ada pemahaman bahwa yang dimaksud transmisi adalah proses penyaluran energi listrik dengan menggunakan tegangan tinggi saja.

sehingga pembangunannya membutuhkan biaya yang besar. memerlukan isolator yang banyak. o Pembangunan transmisi ini cukup efektif untuk jarak 100 km sampai dengan 500 km. antara lain: Timbulnya protes dari masyarakat yang menentang pembangunan SUTET. kosntruksi transmisi terdiri dari : • Menggunakan kabel udara dan kabel tanah. yang akhirnya berdampak pada masalah pembiayaan. memerlukan tapak tanah yang luas. secara berangsur-angsur mulai ditiadakan (tidak digunakan). Adanya permintaan ganti rugi sepanjang jalur SUTET dan lain sebagainya. Sedangkan transmisi 275 KV dikembangkan di Sumatera. SALURAN UDARA TEGANGAN EKSTRA TINGGI (SUTET) 200 KV – 500 KV o Pada umumnya digunakan pada pembangkitan dengan kapasitas di atas 500 MW. Permintaan ganti rugi tanah untuk tapak tower yang terlalu tinggi tinggi. sehingga diperoleh operasional yang efektif dan efisien. 9 . • Transmisi 70 KV dan 150 KV ada di Pulau Jawa dan Pulau lainnya di Indonesia. • Transmisi 500 KV ada di Pulau Jawa. Di Indonesia. tegangan menengah dan tegangan tinggi. o Masalah lain yang timbul dalam pembangunan SUTET adalah masalah sosial. o Tujuannya adalah agar drop tegangan dan penampang kawat dapat direduksi secara maksimal. o Permasalahan mendasar pembangunan SUTET adalah: konstruksi tiang (tower) yang besar dan tinggi. • Menggunakan kabel udara untuk tegangan tingg dan tegangan ekstra tinggi. Berikut ini disampaikan pembahasan tentang transmisi ditinjau dari klasifikasi tegangannya: 1. Beberapa hal yang perlu diketahui: • Transmisi 30 KV dan 70 KV yang ada di Indonesia. untuk tegangan rendah.

o Pertimbangan keamanan dan estetika. o Untuk Ruang Bebas juga sangat sulit dan pasti timbul protes dari masyarakat. sehingga tegangan diujung transmisi menjadi rendah. 10 . SALURAN UDARA TEGANGAN TINGGI (SUTT) 30 KV – 150 KV o Tegangan operasi antara 30 KV sampai dengan 150 KV. o Jika transmisi ini beroperasi secara parsial. o Jika jarak transmisi lebih dari 100 km maka tegangan jatuh (drop voltaje) terlalu besar. Kabel yang berisolasi (berbahan) Poly Etheline atau kabel jenis Cross Link Poly Etheline (XLPE). dengan beberapa pertimbangan : o Di tengah kota besar tidak memungkinkan dipasang SUTT. dimana 1 sirkuit terdiri dari 3 phasa dengan 3 atau 4 kawat. karena padat bangunan dan banyak gedung-gedung tinggi.2. o Konfigurasi jaringan pada umumnya single atau double sirkuit. Jenis kabel yang digunakan: a. 3. karena sangat sulit mendapatkan tanah untuk tapak tower. o Apabila kapasitas daya yang disalurkan besar. jarak terjauh yang paling efektif adalah 100 km. Ini sudah diterapkan di Pulau Jawa dan akan dikembangkan di Pulau-pulau besar lainnya di Indonesia. o Adanya permintaan dan pertumbuhan beban yang sangat tinggi. maka penghantar pada masing- masing phasa terdiri dari dua atau empat kawat (Double atau Qudrapole) dan Berkas konduktor disebut Bundle Conductor. SALURAN KABEL TEGANGAN TINGGI (SKTT) 30 KV – 150 KV SKTT dipasang di kota-kota besar di Indonesia (khususnya di Pulau Jawa). o Untuk mengatasi hal tersebut maka sistem transmisi dihubungkan secara ring system atau interconnection system. Biasanya hanya 3 kawat dan penghantar netralnya digantikan oleh tanah sebagai saluran kembali.

Panjang SKTT pada tiap haspel (cable drum). Telkom. • Untuk Jawa – Madura. dan lain-lain. • Sub marine cable 150 KV Ketapang – Gilimanuk (Jawa – Bali). • Pada saat proses pembangunan memerlukan koordinasi dan penanganan yang kompleks. Inti (core) kabel dan pertimbangan pemilihan: • Single core dengan penampang 240 mm2 – 300 mm2 tiap core. Dinas Perhubungan. misal : pemerintah kota (Pemkot) sampai dengan jajaran terbawah. • Pertimbangan pemasangan di lapangan. misalnya untuk kabel laut. Kelemahan SKTT: • Memerlukan biaya yang lebih besar jika dibanding SUTT. Kabel yang isolasinya berbahan kertas yang diperkuat dengan minyak (oil paper impregnated). b. yaitu: • Sub marine cable 150 KV Gresik – Tajungan (Jawa – Madura). bisa dibuat tanpa sambungan sesuai kebutuhan. saat ini sedang dibangun SKTT 150 KV yang dipasang (diletakkan) di atas Jembatan Suramadu. • Direncanakan akan didibangun sub marine cable Jawa – Sumatera. 11 . Untuk desain dan pesanan khusus. Perum Gas. Kepolisian. karena harus melibatkan banyak pihak. maksimum 300 meter. Beberapa hal yang perlu diketahui: • Sub marine cable ini ternyata rawan timbul gangguan. • Three core dengan penampang 240 mm2 – 800 mm2 tiap core. PDAM. Pada saat ini di Indonesia telah terpasang SKTT bawah laut (Sub Marine Cable) dengan tegangan operasi 150 KV. • Pertimbangan fabrikasi.

• Transmisi SUTM digunakan pada jaringan tingkat tiga. kondisi geografis dan lain-lain) transmisi SUTM di Indonesia melebihi kondisi ideal di atas. efektifitas penyalurannya hanya pada jarak (panjang) antara 15 km sampai dengan 20 km.4. Gardu Distribusi. SALURAN KABEL TEGANGAN MENENGAH (SKTM) 6 KV – 20 KV Ditinjau dari segi fungsi . Beberapa pertimbangan pembangunan transmisi SKTM adalah: • Kondisi setempat yang tidak memungkinkan dibangun SUTM. karena berada di tengah kota dan pemukiman padat. • Dengan mempertimbangkan berbagai kondisi yang ada (kemampuan likuiditas atau keuangan. sampai dengan ke Instalasi Pemanfaatan (Pelanggan/ Konsumen). transmisi SKTM memiliki fungsi yang sama dengan transmisi SUTM. karena relay pengaman tidak bisa bekerja secara selektif. karena harga kabel yang jauh lebih mahal dibanding penghantar udara dan dalam pelaksanaan pembangunan harus melibatkan serta berkoordinasi dengan banyak pihak. 12 . SUTM. • Pertimbangan segi estetika. Perbedaan mendasar adalah. SALURAN UDARA TEGANGAN MENENGAH (SUTM) 6 KV – 30 KV • Di Indonesia. • Kesulitan mendapatkan ruang bebas (ROW). pada umumnya tegangan operasi SUTM adalah 6 KV dan 20 KV. Namun secara berangsur-angsur tegangan operasi 6 KV dihilangkan dan saat ini hampir semuanya menggunakan tegangan operasi 20 KV. Jika transmisi lebih dari jarak tersebut. Beberapa hal yang perlu diketahui: • Pembangunan transmisi SKTM lebih mahal dan lebih rumit. Penyulang (Feeder). • Berdasarkan sistem pentanahan titik netral trafo. SKTM ditanam di dalam tanah. yaitu jaringan distribusi yang menghubungkan dari Gardu Induk. efektifitasnya menurun. 5.

tegangan operasi transmisi SUTR saat ini adalah 220/ 380 Volt. 13 . yang langsung memasok kebutuhan listrik tegangan rendah ke konsumen. karena SUTR menggunakan penghantar berisolasi. Perbedaan mendasar adalah SKTR di tanam didalam di dalam tanah. Jika menggunakan SUTR sebenarnya dari segi jarak aman/ ruang bebas (ROW) tidak ada masalah. penanganan (perbaikan) transmisi SKTM relatif sulit dan memerlukan waktu yang lebih lama jika dibandingkan SUTM. • Sifat daerah pelayanan (desa. kota. dengan radius pelayanan berkisar 350 meter. • susut tegangan yang diijinkan adalah + 5% dan – 10 %. SALURAN UDARA TEGANGAN RENDAH (SUTR) 40 VOLT – 1000 VOLT Transmisi SUTR adalah bagian hilir dari sistem tenaga listrik pada tegangan distribusi di bawah 1000 Volt. dan lain-lain). • Hampir seluruh (sebagian besar) transmisi SKTM telah terpasang di wilayah PT. transmisi SKTR memiliki fungsi yang sama dengan transmisi SUTR. SALURAN KABEL TEGANGAN RENDAH (SKTR) 40 VOLT – 1000 VOLT Ditinjau dari segi fungsi. Di Indonesia. • Jika terjadi gangguan. • Distribusi pelanggan sepanjang jalur jaringan distribusi. • Pada saat pelaksanaan pembangunan transmisi SKTM sering menimbulkan masalah. misalnya karena menggunakan transmisi SKTM. Saat ini transmisi SUTR pada umumnya menggunakan penghantar Low Voltage Twisted Cable (LVTC). khususnya terjadinya kemacetan lalu lintas. • Luas penghantar jaringan. Radius operasi jaringan distribusi tegangan rendah dibatasi oleh: • Susut tegangan yang disyaratkan. 6. Penggunaan SKTR karena mempertimbangkan: • Sistem transmisi tegangan menengah yang ada. 7. PLN (Persero) Distribusi DKI Jakarta & Tangerang.

antara lain: • Biaya investasi mahal. tetapi juga memiliki kelemahan. • Pada saat pembangunan sering menimbulkan masalah.5% (cu 97. karena konduktivitas dan kuat tariknya yang lebih tinggi. isolator. 3. Jenis-jenis kawat penghantar yang biasa digunakan antara lain : a. Oleh karenanya transmisi SKTR pada umumnya dipasang di daerah perkotaan. Ini hanya kawat berbahan tembaga atau alumunium dengan inti baja (steel-reinforced alumunium cable/ACSR) telanjang besar yang terbentang untuk mengalirkan arus listrik. • Faktor estetika. perbaikan lebih sulit dan memerlukan waktu relatif lama untuk perbaikannya. kawat tanah dan infrastruktur tiang penyangga. Konduktor Kawat dengan bahan konduktor untuk saluran transmisi tegangan tinggi selalu tanpa pelindung/isolasi kawat. terutama di tengah-tengah kota yang padat bangunan dan membutuhkan aspek estetika. tembaga lebih berat dan lebih mahal dari aluminium. Untuk saluran-saluran transmisi tegangan tinggi.5 KOMPONEN SALURAN TRANSMISI TENAGA LISTRIK Saluran transmisi tenaga listrik terdiri atas konduktor. 1. Alumunium dengan konduktivitas 61% (Al 61%) kawat penghantar tembaga mempunyai beberapa kelebihan dibandingkan dengan kawat penghantar aluminium. • Jika terjadi gangguan.5%) c. transmisi SKTR memiliki beberapa kelemahan. 14 . Untuk memperbesar kuat tarik dari kawat aluminium. Tembaga dengan konduktivitas 100% (cu 100%) b. Dibanding transmisi SUTR. Tembaga dengan konduktivitas 97. yaitu untuk besar tahanan yang sama. oleh karena itu dewasa ini kawat penghantar aluminium telah mulai menggantikan kedudukan kawat penghantar tembaga. digunakan campuran aluminum (aluminium alloy).

Steel-Reinforced). Isolator jenis pasak b. mencapai ratusan meter. AAC (All-Aluminium Conductor). yaitu kawat penghantar yang seluruhnya terbuat dari campuran aluminium. Isolator jenis gantung Isolator jenis pasak dan isolator jenis pos-saluran digunakan pada saluran transmisi dengan tagangan kerja relatif rendah (kurang dari 22-33kV). yaitu kawat penghantar yang seluruhnya terbuat dari aluminium. terdiri dari berbagai jenis. 2. maka dibutuhkan kuat tarik yang lebih tinggi. Bahan isolator harus memiiki resistansi yang tinggi untuk melindungi kebocoran arus dan memiliki ketebalan yang secukupnya (sesuai standar) untuk mencegah breakdown pada tekanan listrik tegangan tinggi sebagai pertahanan fungsi isolasi tersebut. Kawat penghantar aluminium. ACSR (Aluminium Conductor. ACAR (Aluminium Conductor. Isolator jenis pos-saluran c. Jenis isolator yang sering digunakan pada saluran transmisi adalah jenis porselin atau gelas. Alloy-Reinforced). sedangkan isolator jenis gantung dapat digandeng menjadi rentengan/rangkaian isolator yang jumlahnya dapat disesuaikan dengan kebutuhan. Isolator Isolator pada sistem transmisi tenaga listrik disni berfungsi untuk penahan bagian konduktor terhadap ground. yaitu kawat penghantar aluminium yang diperkuat dengan logam campuran. tetapi bahan gelas dan bahan isolasi sintetik juga sering digunakan disini. dengan lambang sebagai berikut: a. Isolator disini bisanya terbuat dari bahan porseline. Kondisi nya harus kuat terhadap goncangan apapun dan beban konduktor. Menurut penggunaan dan konstruksinya. Contoh penggunaanya yaitu jika satu piring isolator 15 . d. c. isolator diklasifikasikan menjadi : a. b. untuk itu digunakan kawat penghantar ACSR. AAAC (All-Aluminium-Alloy Conductor). yaitu kawat penghantar aluminium berinti kawat baja. dimana jarak antara menara/tiang berjauhan.

Jadi kawat tanah itu dipasang diatas kawat fasa. sebagai kawat tanah 16 .Pondasi. untuk isolasi sebesar 15 kV. yaitu suatu konstruksi beton bertulang untuk mengikat kaki tower (stub) dengan bumi. Komponen-komponen Menara/tower Listrik Secara umum suatu menara/tower listrik terdiri dari : . maka jumlah piring isolatornya adalah 10 pringan. jika tegangan yang digunakan adalah 150 kV. 3. Pondasi tower (lattice) SUTET 500 kV Gresik – Krian Pondasi steel 500kV dead end Suralaya 4. gunanya untuk melindungi kawat-kawat penghantar atau kawat-kawat fasa terhadap sambaran petir. Kawat Tanah kawat tanah atau "ground wires" juga disebut kawat pelindung (shield wires).

tetapi 17 . Pada saluran transmisi adanya ayunan daya ini tidak boleh membuat kontinuitas pelayanan terganggu. Pengaruh yang disebabkan oleh perubahan frekuensi ini terhadap saluran transmisi adalah pengaruh pada rekatansi. 2) Pengaruh Dari Ayunan Daya Pada Sistem Ayunan daya terjadi pada sistem paralel pembangkitan (generator) akibat hilangnya sinkronisasi salah satu generator sehingga sebagian generator menjadi motor dan sebagian berbeban lebih dan ini terjadi bergantian atau berayun. adanya perubahan tersebut harus mendapat perhatian yang besar mengingat saluran transmisi memiliki arti yang sangat penting dalam proses penyaluran daya. tetapi tidak jarang digunakan ACSR. Masalah-masalah yang timbul pada saluran transmisi. reaktansi dari saluran akan berubah dari X ke X’ dengan kenaikan ΔX. diantaranya yang utama adalah : 1) Pengaruh Perubahan Frekuensi Sistem Frekuensi dari suatu sistem daya berubah secara terus menerus dalam suatu nilai batas tertentu. Pada saat terjadi gangguan perubahan frekuensi dapat merugikan baik terhadap peralatan ataupun sistem transmisi itu sendiri. Adanya ayunan daya ini dapat menyebabkan kestabilan sistem terganggu. Perubahan rekatansi ini akan berpengaruh terhadap pengukuran impedansi sehingga impedansi yang terukur karena adanya perubahan pada nilai komponen reaktansinya akan berbeda dengan nilai sebenarnya. umumnya digunakan kawat baja (steel wires) yang lebih murah. Dalam hubungannya dengan sistem proteksi/ pengaman suatu sistem transmisi. Ayunan daya ini harus segera diatasi dengan melepaskan generator yang terganggu. Adanya perubahan karakteristik ini dapat menimbulkan masalah jika tidak segera antisipasi. Dengan perubahan frekuensi dari ω1 ke ω1’ dengan kenaikan Δ ω1. 3.6 PROTEKSI SISTEM TRANSMISI LISTRIK Saluran transmisi listrik merupakan suatu sistem yang kompleks yang mempunyai karakteristik yang berubah-ubah secara dinamis sesuai keadaan sistem itu sendiri.

Relay. Oleh karena itu diperlukan usaha untuk mengurangi akibat adanya gangguan tersebut atau memisahkan bagian yang terganggu dari sistem. sebagai alat perasa untuk mendeteksi adanya gangguan yang selanjutnya memberi perintah trip kepada Pemutus tegangan (PMT) 2. Stabil. Sensitif. walaupun gangguannya kecil. Gangguan pada saluran transmisi merupakan 50% dari seluruh gangguan yang terjadi pada sistem tenaga listrik. ketergantungan. yaitu sekitar 85% dari total gangguan pada transmisi saluran udara. sesuai setting yang ditentukan. yaitu : a. Sistem proteksi sistem tenaga listrik adalah pengisolasian kondisi abnormal pada sistem tenaga listrik untuk meminimalisir pemadaman dan kerusakan yang lebih lanjut. Dalam merancang sistem proteksi. mampu bekerja dalam waktu yang sesingkat mungkin f. peralatan proteksi mempunyai nilai ekonomi b. dikenal beberapa falsafah proteksi. Diantara gangguan tersebut gangguan yang terbesar adalah gangguan hubung singkat satu fasa ke tanah. memastikan proteksi tidak bekerja jika terjadi gangguan Proteksi pada sistem transmisi terdiri dari seperangkat peralatan yang merupakan sistem yang terdiri dari komponen-komponen berikut : 1. 18 . keamanan. Akan tetapi adakalanya gangguan tersebut tidak dapat dihindari. g. Ekonomi. perubahan arus yang terjadi pada saat ayunan daya bisa masuk dalam jangkauan sistem proteksi sehingga memutuskan aliran arus pada saluran transmisi. karena berarti terganggunya kegiatan operasi diindustri tersebut. d. karena ini akan berarti terputusnya kontinuitas penyaluran beban. e. 3) Pengaruh gangguan pada sistem transmisi Saluran transmisi mempunyai resiko paling besar bila mengalami gangguan. proteksi tidak mempengaruhi kondisi yang normal. Selektif. mampu mengenali gangguan. dapat mendeteksi dan mengisolasi gangguan c. Trafo arus dan/atau trafo tegangan sebagai alat yang mentransfer besaran listrikprimer dari sistem yang diamankan ke relay (besaran Listrik Sekunder). proteksi hanya bekerja jika t5erjadi gangguan. Terputusnya penyaluran listrik dari pusat pembangkit ke beban tentu sangat merugikan bagi pelanggan terutama industri.

Baterai beserta alat pengisi (Baterai Charger) sebagai sumber tenaga untuk bekerjanya relay. c. frekuensi. seperti arus. Pada sistem proteksi menggunakan relay proteksi sekunder seperti gambar : 19 . pengawatan (wiring) yang terdiri dari sirkuit sekunder (arus dan/atau tegangan). 3. apakah keadaan yang diproteksi itu mendapatkan gangguan atau dalamkeadaan normal. b. tegangan. elemen ini berfungsi untuk mengadakan perubahan secara cepat pada besaran ukurnya dan akan segera memberikan isyarat untuk membuka PMT atau kmemberikan sinyal. Elemen peengindra. pemutus tenaga untuk memisahkan bagian sistem yang terganggu. dan sebagainyatergantung relay yang dipergunakan. Secara garis besar bagian dari relay proteksi terdiri dari 3 bagian utama seperti pada blok diagaram dibawah : Gambar 9 Blok diagram Relay proteksi Masing-masing elemen/bagian mempunyai fungsi sebagai berikut : 1. 2. Elemen pengukur. untuk selanjutnya besaran tersebut dikirim ke elemen pembanding. a. peralatan Bantu triping. Elemen Pembanding. elemen ini berfungsi menerima besaran setelah terlebih dahulu besaran itu diterima oleh elemen pengindera untuk membandingkan besaran listrik pada saat keadaan normal dengan besaran arus kerja relay. elemen ini berfungsi untuk merasakan besaran-besaran listrik. Pada bagian ini besaran yang masuk akan dirasakan keadaannya. sirkuit triping dan peralatan Bantu.

biasa disebut dengan Arrester dan berfungsi sebagaipengaman instalasi (peralatan listrik pada instalasi Gardu Induk) dari gangguan tegangan lebih akibat sambaran petir (ligthning Surge). 3. Untuk prosespengukuran. Merupakan titik pertemuan/hubungan antara trafo-trafo tenaga. Gambar 10 Rangkaian Proteksi Relai Transformator arus (CT) berfungsi sebagai alat pengindera yang merasakan apakah keadaan yang diproteksi dalam keadaan normal atau mendapat gangguan. Busbar atau Rel. yang bekerja setelah mendapatkan besaran dari alat pengindera dan membandingkan dengan besar arus penyetelan dari kerja relay. maka kumparan relay akan bekerja mnearik kontak dengan cepat atau dengan waktu tunda dan memberikan perintah pada kumparan penjatuh atau trip-coil untuk bekerja melepas PMT Perlengkapan Gardu Transmisi 1. 2. Ligthning Arrester. Apabila besaran tersebut tidak setimbang atau melebihi besar arus penyetelannya. Saluran Kabel TT dan peralatan listrik lainnya untuk menerima dan menyalurkan tenaga listrik/daya listrik. relai dan alat sinkronisasi. adalah trafo satu fasa yang menurunkan tegangan tinggi menjadi tegangan rendah yang dapat diukur dengan Voltmeter yang berguna untuk indikator. Sebagai alat pembanding sekaligus alat pengukur adalah relay. Antara lain : . 20 . Saluran Udara TT. Transformator instrument atau Transformator ukur.Transformator Tegangan.

Sakelar Pemisah (PMS) atau Disconnecting Switch (DS). Rele Proteksi. digunakan untuk pengukuran arus yang besarnya ratusan amper lebih yang mengalir pada jaringan tegangan tinggi. . menghindari atau mengurangi terjadinya kerusakan peralatan akibat gangguan. Peralatan SCADA danTelekomunikasi. (Supervisory Control And Data Acquisition) berfungsi sebagai sarana komunikasi suara dan komunikasi data serta tele proteksi dengan memanfaatkan penghantarnya. 5. SVC (Static Var Compensator) berfungsi sebagai pemelihara kestabilan 8. alat pengubah fasa yang dipakai untuk mengatur jatuh tegangan pada saluran transmisi atau transformator.. pengukuran jarak jauh dan rele proteksi. 6. alat yang bekerja secara otomatis untuk mengamankan suatu peralatan listrik saat terjadi gangguan.Transformator Bantu (Auxilliary Transformator). Sakelar ini untuk menghubungkan kawat konduktor dengan tanah / bumi yang berfungsi untuk menghilangkan/mentanahkan tegangan induksi pada konduktor pada saat akan dilakukan perawatan atau pengisolasian suatu sistem. Berfungsi untuk menghubungkan dan memutuskan rangkaian pada saat berbeban (pada kondisi arus beban normal atau pada saat terjadi arus gangguan). Sakelar Pentanahan.Transformator arus. 7. Sakelar Pemutus Tenaga (PMT) atau Circuit Breaker (CB). Disamping itu trafo arus berfungsi juga untuk pengukuran daya dan energi. Kompensator. trafo yang digunakan untuk membantu beroperasinya secara keseluruhan gardu induk tersebut. 4. Berfungsi untuk mengisolasikan peralatan listrik dari peralatan lain atau instalasi lain yang bertegangan. 9. 21 .

Jenis-jenis gangguan Jenis gangguan bila ditinjau dari sifat dan penyebabnya dapat dikelompokkan sebagai berikut : 22 . pohon dan lain-lain. Jaringan pengaman. Gangguan karena kesalahan manusia (kelalaian) . dipasang di sepanjang jalur SUTT. tegangan lebih sehingga merusak isolasi peralatan. Gangguan dapat disebabkan oleh beberapa hal berikut : . petir. . banjir. Pentanahan tiang. Komponen Pengaman Komponen pengaman (pelindung) pada transmisi tenaga listrik memiliki fungsi sangat penting. antara lain : . dipasang sebagai tanda pada SUTT. Komponen pengaman pada saluran udara transmisi tegangan tinggi. Gangguan dari luar. Bola pengaman. arus lebih. misalnya karena faktor ketuaan. untuk pengaman lalu lintas udara 3.7 GANGGUAN SISTEM TENAGA LISTRIK Pada dasarnya suatu sistem tenaga listrik harus dapat beroperasi secara terusmenerus secara normal. tanpa terjadi gangguan. Berfungsi untuk mengetanahkan arus listrik saat terjadinya gangguan (sambaran) petir secara langsung. biasanya karena faktor alam. Terdiri dari kawat tembaga atau kawat baja yang di klem pada pipa pentanahan dan ditanam di dekat pondasi tower (tiang) SUTT. gempa. . Akan tetapi gangguan pada sistem tenaga listrik tidak dapat dihindari. binatang. Untuk menyalurkan arus listrik dari kawat tanah (ground wire) akibat terjadinya sambaran petir. Kawat tanah. grounding dan perlengkapannya. berfungsi untuk pengaman SUTT dari gangguan yang dapat membahayakan SUTT tersebut dari lalu lintas yang berada di bawahnya yang tingginya melebihi tinggi yang dizinkan . Contohnya cuaca. . Gangguan dari dalam sistem.

karena hubung singkat yang terlalu lama. Hubung singkat. Beban lebih. mekanis. ini disebabkan karena memang keadaan pembangkit yang kurang dari kebutuhan bebannya. . yang membahayakan isolasi peralatan di gardu. jika kualitas isolasi tidak memenuhi syarat. Gangguan stabilitas. yang mungkin disebabkan faktor umur. dan daya isolasi bahan isolator tersebut. . Tegangan lebih. 23 .. .

dan tempat tempat-tempat yang jauh serta luas dengan beban tersebar. Jaringan udara direncakan untuk kawasan dengan kepadatan beban rendah atau sangat rendah. 24 . misalnya pinggiran kota. mulai gardu induk sampai ke pusat beban ujung akhir. Saluran udara digunakan pada pemasangan di luar bangunan. kampung/kotakota kecil. BAB IV PENUTUP PENUTUP KESIMPULAN Saluran Udara (Over Head Lines) adalah saluran transmisi yang menyalurkan energi listrik melalui kawat-kawat yang digantung pada isolator antara menara atau tiang transmisi. direnggangkan pada isolator- isolator diantara tiang-tiang sepanjang beban yang dilalui suplai tenaga listrik.

elektroindonesia.11.com/elektro/ener33a.esdm. DAFTAR PUSTAKA [1] William.com/acw/bookref/insulator/cottonfig10.opera.Stevenson.djlpe. jpg [9] http://www. com/2f0j00TMnaDQOJCtiN/Conductor.made-inchina. Edisi 4 [2] Aslimeri.blogspot.myinsulators.go.html [4] http://dunia-listrik.google.com/rommye/blog/show. Teknik Transmisi Tenaga Listrik Jilid 2 [3]http://www. Analisis Sistem Tenaga Listrik.com/ [5] www.id searching “Transmisi Tenaga Listrik” [6]http://my.dml/6820871 [7] http://image.D.id 25 .jpg [8]http://www.co.dkk.