Anda di halaman 1dari 24

Putri Endah Rahmawati

2015-11-249

Pengertian Motor DC
Motor DC adalah salah alat yang dapat mengubah energi listrik menjadi energi gerak berupa putaran.
Pada motor DC, energi listrik yang digunakan adalah energi listrik dengan arus searah atau yang juga
biasa dikenal dengan nama listrik DC. Oleh karena itu motor DC juga kerap disebut dengan nama
motor arus searah.
Agar dapat bekerja, motor DC memerlukan suplay tegangan searah alias tegangan DC yang
disambungkan melalui dua terminalnya. Motor DC bekerja dengan menghasilkan putaran per menit
atau yang juga biasa dikenal dengan istilah RPM. Motor DC dapat berputar searah maupun berlawanan
arah jarum jam.
Untuk membalikan arah putaran, cukup dengan membalikan polaritas listriknya. Pada umumnya
sebuah motor DC memerlukan tegangan antara 1,5 volt sampai dengan 24 volt. Sedangkan untuk
polaritasnya dari 3.000 RPM sampai dengan 8.000 RPM tergantung spesifikasi dan tegangan yang
diberikan.
Semakin besar tegangan yang diberikan, maka semakin tinggi RPM nya. Dan semakin kecil tegangan
yang diberikan, maka semakin rendah pula RMP nya. Batas minimum tegangan operasional yang bisa
diberikan pada sebuah motor DC adalah 50%. Jika kurang dari 50% dari batas tegangan yang
ditentukan maka motor tidak akan berputar.
Motor arus searah (motor DC) telah ada selama lebih dari seabad. Keberadaan motor DC telah
membawa perubahan besar sejak dikenalkan motor induksi, atau terkadang disebut AC Shunt Motor.
Motor DC telah memunculkan kembali Silicon Controller Rectifier yang digunakan untuk
memfasilitasi kontrol kecepatan pada motor. Mesin listrik dapat berfungsi sebagai motor listrik
apabila didalam motor listrik tersebut terjadi proses konversi dari energi listrik menjadi energi
mekanik. Motor listrik merupakan perangkat elektromagnetis yang mengubah energi listrik menjadi
energi mekanik. Energi mekanik ini digunakan untuk, misalnya memutar impeller pompa, fan atau
blower, menggerakan kompresor dan mengangkat bahan. Motor listrik digunakan juga di rumah
(mixer, bor listrik, fan angin) dan di industri. Motor listrik terkadang disebut “kuda kerja” nya industri
sebab diperkirakan bahwa motor-motor menggunakan sekitar 70% beban listrik total di industri.
Sedangkan untuk motor DC itu sendiri memerlukan suplai tegangan yang searah pada kumparan
jangkar dan kumparan medan untuk diubah menjadi energi mekanik. Pada motor DC kumparan medan
disebut stator (bagian yang tidak berputar) dan kumparan jangkar disebut rotor (bagian yang berputar).
Motor DC sering dimanfaatkan sebagai penggerak pintu geser otomatis dan dalam rangkaian robot
sederhana.
Motor DC memiliki manfaat yang sangat banyak dalam kehidupan sehari-hari dan dalam dunia
industri. Motor DC memudahkan pekerjaan sehingga proses industri dapat berjalan efisien. Semakin

Laboratorium Mesin Listrik
STT-PLN

Putri Endah Rahmawati
2015-11-249

banyak industri yang berkembang, maka akan semakin banyak mesin yang digunakan. Semakin
banyak mesin yang digunakan, maka semakin banyak penggunaan motor DC.

Sebuah motor listrik mengubah energi listrik menjadi energi mekanik. Kebanyakan motor
listrik beroperasi melalui interaksi medan magnet dan konduktor pembawa arus untuk menghasilkan
kekuatan, meskipun motor elektrostatik menggunakan gaya elektrostatik. Proses sebaliknya,
menghasilkan energi listrik dari energi mekanik, yang dilakukan oleh generator seperti alternator, atau
dinamo. Banyak jenis motor listrik dapat dijalankan sebagai generator, dan sebaliknya.Motor listrik
dan generator yang sering disebut sebagai mesin-mesin listrik.
Motor listrik DC (arus searah) merupakan salah satu dari motor DC. Mesin arus searah dapat berupa
generator DC atau motor DC. Generator DC alat yang mengubah energi mekanik menjadi energi listrik
DC. Motor DC alat yang mengubah energi listrik DC menjadi energi mekanik putaran. Sebuah motor
DC dapat difungsikan sebagai generator atau sebaliknya generator DC dapat difungsikan sebagai
motor DC.
Pada motor DC kumparan medan disebut stator (bagian yang tidak berputar) dan kumparan
jangkar disebut rotor (bagian yang berputar). Jika tejadi putaran pada kumparan jangkar dalam pada
medan magnet, maka akan timbul tagangan (GGL) yang berubah-ubah arah pada setiap setengah
putaran, sehingga merupakan tegangan bolak-balik.

Prinsip dari arus searah adalah membalik phasa negatif dari gelombang sinusoidal menjadi
gelombang yang mempunyai nilai positif dengan menggunakan komutator, dengan demikian arus yang
berbalik arah dengan kumparan jangkar yang berputar dalam medan magnet,dihasilkan tegangan
(GGL) seperti yang terlihat pada Gambar dibawah ini sebagai berikut :

Fungsi Motor DC
Seperti yang kita tahu bahwa motor DC adalah salah satu bagian atau komponen elektronika yang
sangat mudah dijumpai di pasaran. Dengan kata lain motor DC bukan merupakan komponen yang
langka. Tak heran memang memang karena motor DC kerap digunakan di berbagai jenis rangkaian
dan aplikasi elektronika. Contohnya sebagai berikut.
 Penggerak pada robot line follower dan mobile robot lainnya
 Pemutar baling-baling pada kipas motor DC
 Untuk menggerakkan mata bor pada bor listrik DC
Laboratorium Mesin Listrik
STT-PLN

Sedangkan stator adalah bagian pada motor DC yang diam alias tidak bergerak. kutub utara kumparan akan bertemu kutub selatan magnet dan menyebabkan saling tarik menarik sehingga motor berhenti berputar. Begitu sebaliknya Prinsip Kerja Motor DC Mekanisme kerja untuk seluruh jenis motor listrik secara umum : 1. Simbol / Lambang Motor DC Prinsip Kerja Motor DC Pada sebuah motor DC terdapat dua bagian utama yakni rotor dan stator. Rotor adalah bagian pada motor DC yang berputar. Dan dari dua bagian utama motor DC tadi masih bisa dibagi-bagi menjadi banyak bagian lain seperti Yoke (kerangka magnet). Dan pada saat arus bergenti dialirkan. Laboratorium Mesin Listrik STT-PLN . dan permukaan kumparan yang bersifat selatan akan bergerak ke utara dan menghasilkan sebuah putaran. yakni menggunakan prinsip elektromagnetik dimana pada saat arus listrik diberikan. Field winding (kumparan medan magnet). Poles (kutub motor). Armature Winding (Kumparan Jangkar). Brushes (kuas/sikat arang). dan juga Commutator (Komutator). maka permukaan kumparan yang bersifat utara akan bergerak ke selatan. Bagian ini terdiri dari rangka dan juga kumparan medan. Bagian ini terdiri dari kumparan jangkar. Arus listrik dalam medan magnet akan memberikan gaya. Prinsip kerja dari motor DC sebenarnya sangat sederhana. Putri Endah Rahmawati 2015-11-249  Vibrator pada ponsel dan joystick  dll.

3. Sedangkan untuk prinsip kerja pada Motor DC adalah jika arus lewat pada suatu konduktor. Medan magnet hanya terjadi di sekitar sebuah konduktor jika ada arus mengalir pada konduktor tersebut. timbul medan magnet di sekitar konduktor. Jika kawat yang membawa arus dibengkokkan menjadi sebuah lingkaran atau loop maka kedua sisi loop yaitu pada sudut kanan medan magnet akan mendapatkan gaya pada arah yang berlawanan. Pasangan gaya menghasilkan tenaga putar atau torque untuk memutar kumparan. Putri Endah Rahmawati 2015-11-249 2. 4. Dapat dilihat pada gambar dibawah ini : Laboratorium Mesin Listrik STT-PLN . Arah medan magnet ditentukan oleh arah aliran arus pada konduktor. Motor-motor memiliki beberapa loop pada dinamonya untuk memberikan tenaga putaran yang lebih seragam dan medan magnetnya dihasilkan oleh susunan elektromagnetik yang disebut kumparan medan.

Kutub-kutub magnet akan menghasilkan medan magnet dengan arah dari kutub utara ke kutub selatan. dengan demikian medan magnet disini selain berfungsi sebagai tempat untuk menyimpan energi. Konversi dari energi listrik menjadi energi mekanik (motor) maupun sebaliknya berlangsung melalui medan magnet. Dengan memberi arus pada kumparan jangkar yang dilindungi oleh medan maka menimbulkan perputaran pada motor. Besarnya gaya pada penghantar akan bertambah besar jika arus yang melalui penghantar bertambah besar. yang besarnya sama dengan F. sekaligus sebagai tempat berlangsungnya proses perubahan energi. Untuk menentukan arah putaran motor digunakan kaedah Flamming tangan kiri. Gaya ini disebut gaya Lorentz. daerah kumparan medan yang dialiri arus listrik akan menghasilkan medan magnet yang melingkupi kumparan jangkar dengan arah tertentu. Bagian-bagian yang penting dari motor DC Laboratorium Mesin Listrik STT-PLN . maka akan timbul gerak searah ibu jari. Putri Endah Rahmawati 2015-11-249 Pada motor dc. daerah tersebut dapat dilihat pada gambar di bawah ini : Agar proses perubahan energi mekanik dapat berlangsung secara sempurna. Jika medan magnet memotong sebuah kawat penghantar yang dialiri arus searah dengan empat jari. Prinsip motor adalah aliran arus di dalam penghantar yang berada di dalam pengaruh medan magnet akan menghasilkan gerakan. maka tegangan sumber harus lebih besar daripada tegangan gerak yang disebabkan reaksi lawan.

5. Motor DC memiliki tiga komponen utama: Kutub medan. Untuk motor yang lebih besar atau lebih komplek terdapat satu atau lebih elektromagnet. dan juga memegang peranan penting untuk terjadinya proses komutasi. 6. Badan Mesin Badan mesin ini berfungsi sebagai tempat mengalirnya fluks magnet yang dihasilkan kutub magnet. Belitan jangkar Belitan jangkar merupakan bagian yang terpenting pada mesin arus searah. agar ggl induksi yang dihasilkan dapat bertambah besar. Dinamo.Elektromagnet menerima listrik dari sumber daya dari luar sebagai penyedia struktur medan.sikat ini berfungsi sebagai jembatan bagi aliran arus jangkar dengan bebas. sehingga harus terbuat dari bahan yang benar- benar kuat. Secara sederhana digambarkan bahwa interaksi dua kutub magnet akan menyebabkan perputaran pada motor DC. Adapun aliran fluks magnet dari kutub utara melalui celah udara yang melewati badan mesin. Motor DC sederhana memiliki dua kutub medan: kutub utara dan kutub selatan.Fungsi lainnnya adalah untuk meletakkan alat-alat tertentu dan mengelilingi bagian-bagian dari mesin. Komutator Komutator ini berfungsi sebagai penyearah mekanik yang akan dipakai bersama-sama dengan sikat. 3. Putri Endah Rahmawati 2015-11-249 1. 2. seperti dari besi tuang dan plat campuran baja. sehingga harus terbuat dari bahan ferromagnetik. Inti kutub magnet dan belitan penguat magnet Inti kutub magnet dan belitan penguat magnet ini berfungsi untuk mengalirkan arus listrik agar dapat terjadi proses elektromagnetik. Jangkar Jangkar dibuat dari bahan ferromagnetic dengan maksud agar kumparan jangkar terletak dalam daerah yang induksi magnetiknya besar. Sikat-sikat ditempatkan sedemikian rupa sehingga komutasi terjadi pada saat sisi kumparan berbeda. Laboratorium Mesin Listrik STT-PLN . Garis magnetik energi membesar melintasi bukan diantara kutub-kutub dari utara ke selatan. berfungsi untuk tempat timbulnya tenaga putar motor. Motor DC memiliki kutub medan yang stasioner dan dinamo yang menggerakan bearing pada ruang diantara kutub medan. Sikat-sikat Sikat . 4.

Commutator. Kegunaannya adalah untuk membalikan arah arus listrik dalam dinamo. sampai kutub utara dan selatan magnet berganti lokasi. dan pompa displacement konstan. maka arus ini akan menjadi elektromagnet. Angker dinamo adalah sebutan untuk komponen yang berputar di antara medan magnet. Jika hal ini terjadi. Beban dalam hal ini mengacu kepada keluaran tenaga putar / torque sesuai dengan kecepatan yang diperlukan. Commutator juga membantu dalam transmisi arus antara dinamo dan sumber daya. Beban dengan energi konstan adalah beban dengan permintaan torque yang berubah dan berbanding terbalik dengan kecepatan. Beban umumnya dapat dikategorikan ke dalam tiga kelompok : Beban torque konstan adalah beban dimana permintaan keluaran energinya bervariasi dengan kecepatan operasinya namun torquenya tidak bervariasi. Dalam memahami sebuah motor. Putri Endah Rahmawati 2015-11-249 Bila arus masuk menuju dinamo. 1. Catu tegangan dc dari baterai menuju ke lilitan melalui sikat yang menyentuh komutator. penting untuk mengerti apa yang dimaksud dengan beban motor. dinamo berputar dalam medan magnet yang dibentuk oleh kutub-kutub. dihubungkan ke penggerak untuk menggerakan beban. Contoh beban dengan variabel torque adalah pompa sentrifugal dan fan (torque bervariasi sebagai kuadrat kecepatan). Kumparan satu lilitan pada gambar di atas disebut angker dinamo. dua segmen yang terhubung dengan dua ujung lilitan. Dinamo yang berbentuk silinder. Motor Arus Searah dengan Penguat Sendiri Laboratorium Mesin Listrik STT-PLN . arusnya berbalik untuk merubah kutub-kutub utara dan selatan dinamo. rotary kilns. Beban dengan variabel torque adalah beban dengan torque yang bervariasi dengan kecepatn operasi. Untuk kasus motor DC yang kecil. Contoh untuk beban dengan daya konstan adalah peralatan-peralatan mesin. Contoh beban dengan torque konstan adalah corveyors. Komponen ini terutama ditemukan dalam motor DC.

Putri Endah Rahmawati 2015-11-249 Motor jenis ini yaitu jika arus penguat magnet diperoleh dari motor itu sendiri. resistansi yang tinggi pada kumparan parallel menjaga arus mengalir lambat.  Kecepatan dapat dikendalikan dengan cara memasang tahanan dalam susunan seri dengan dinamo (kecepatan berkurang) atau dengan memasang tahanan pada arus medan (kecepatan bertambah). seperti peralatan mesin. Motor Shunt Motor ini dinamakan motor DC shunt karena cara pengkabelan motor ini yang parallel (shunt) dengan kumparan armature. Oleh karena itu total arus dalam jalur merupakan penjumlahan arus medan dan arus dinamo. Motor ini tidak dapat memproduksi arus yang besar ketika mulai melakukan putaran seperti pada medan kumparan seri . Karakter kecepatan motor DC tipe shunt adalah :  Kecepatan pada prakteknya konstan tidak tergantung pada beban (hingga torque tertentu setelah kecepatannya berkurang) dan oleh karena itu cocok untuk penggunaan komersial dengan beban awal yang rendah. Kita harus ingat bahawa teori elektronika dasar bahwa sebuah sirkuit yang parallel juga disebut sebagai shunt. Motor DC shunt memiliki skema berikut: Pada motor shunt. gulungan medan (medan shunt) disambungkan secara paralel dengan gulungan dinamo (A). Laboratorium Mesin Listrik STT-PLN . Ketika voltase diaplikasikan ke motor listrik. maka disebut sebagai shunt winding dan motornya disebut shunt motor. Berdasarkan hubungan lilitan penguat magnet terhadap lilitan jangkar motor DC dengan penguat sendiri dapat dibedakan : a.Hal ini berarti motor parallel mempunyai torsi awal yang lemah. Karena gulungan kawat diparalel dengan armature. Motor DC shunt berbeda dengan motor yang sejenis terutama pada gulungan kawat yang terkoneksi parallel dengan medan armature.

dan juga untuk pengerjaan kayu dan logam. pada saat tidak terdapat beban motor ini akan cenderung menghasilkan kecepatan yang sangat tinggi. Pada tegangan jepit konstan. Karakter kecepatan dari motor DC tipe seri adalah :  Kecepatan dibatasi pada 5000 RPM Laboratorium Mesin Listrik STT-PLN . b. pembentuk. Motor Seri Motor ini dipasang secara seri dengan kumparan armature. motor ini mempunyai putaran yang hampir konstan walaupun terjadi perubahan beban. Kecepatan ini juga dibutuhkan pada mesin jahit. Berikut adalah contoh boring mills yang sering digunakan pada industri. blower. Motor ini. dan Spinning. Boring Mills. gulungan medan (medan shunt) dihubungkan secara seri dengan gulungan dinamo (A). motor shunt digunakan pada Mesin bubut. pengaduk. Namun. Dalam industry. Tenaga putaran yang besar ini dibutuhkan pada elevator dan Electric Traction. Misalnya untuk pemakaian kipas angin. Putri Endah Rahmawati 2015-11-249 Kumparan armature untuk motor shunt pada dasarnya sama dengan motor seri dan menggunakan arus untuk memproduksi medan magnetik yang cukup kuat untuk membuat kumparan armature memulai putaran. kurang stabil. pompa centrifugal. Motor shunt mempunyai kecapatan hampir konstan. elevator. mesin cetak. Drills. Perubahan kecepatan hanya sekitar 10 %. arus medan sama dengan arus dinamo. Pada torsi yang tinggi kecepatannya menurun dan sebaliknya. Motor DC disusun dengan skema berikut: Dalam motor seri. Oleh karena itu.

Ketika voltase diberikan. Ketika arus yang besar mulai mengalir ke kumparan penguat medan dan kumparan armature maka akan terbentuk medan magnetic yang cukup kuat. elevator. yang akan memproduksi medan magnet yang amat kuat. Kerena konduktor ini sangat besar. Kita tahu. bahwa kumparan medan terkoneksi secara seri dengan kumparan armature. motor DC seri membutuhkan jumlah arus yang sama dengan arus yang mengalir melalui kumparan armature. hal ini menyebabkan kumparan menjadi jenuh. mobil memerlukan tenaga putaran yang kuat untuk membuat mesin dalam mobil hidup. Motor-motor seri cocok untuk penggunaan yang memerlukan torsi penyalaan awal yang tinggi.Pengoperasian dari motor ini sangat mudah untuk dimengerti. Kumparan armature tidak berputar ketika tegangan pertama kali diberikan dan satu-satunya hambatan pada sirkuit berasal dari konduktor yang digunakan pada armature dan kumparan penguat medan. Putri Endah Rahmawati 2015-11-249  Harus dihindarkan menjalankan motor seri tanpa ada beban sebab motor akan mempercepat tanpa terkendali. Dalam industry. dan pengering rambut. seperti derek dan alat pengangkat hoist Laboratorium Mesin Listrik STT-PLN . motor ini digunakan sebagai electric traction. kompresor udara. maka konduktor ini hanya akan memiliki hambatan yang kecil. Contoh yang nyata. Hal ini berarti bahwa power akan teraplikasi pada salah satu ujung dari kumparan medan yang seri dan ujung lain dari kumparan armature yang terkoneksi dengan brush. arus mulai mengalir dari terminal power supply yang negative ke kumparan yang seri dan kumparan armature. Karena kumparan medan terseri dengan kumparan armature. Karena arusnya amat besar. dapat kita temui pada mesin mobil. penyedot debu. Hal ini menyebabkan motor mengambil arus yang besar dari power supply. Ketika pada saat pertama kali dihidupkan.

makin tinggi pula torque penyalaan awal yang dapat ditangani oleh motor ini. makin tinggi persentase penggabungan (yakni persentase gulungan medan yang dihubungkan secara seri). Pada motor kompon. Putri Endah Rahmawati 2015-11-249 c. Sehingga. gulungan medan (medan shunt) dihubungkan secara paralel dan seri dengan gulungan dinamo (A). Motor Kompon Motor Kompon DC merupakan gabungan motor seri dan shunt.. Karakter dari motor DC tipe kompon/gabungan ini adalah. makin tinggi pula torque penyalaan awal yang dapat ditangani oleh motor ini. Laboratorium Mesin Listrik STT-PLN . Dalam industri. motor ini digunakan untuk pekerjaan apa saja yang membutuhkan torsi besar dan kecepatan yang constant. Pada motor kompon mempunyai dua buah kumparan medan dihubungkan seri dan paralel dengan angker. motor kompon memiliki torque penyalaan awal yang bagus dan kecepatan yang stabil. Makin tinggi persentase penggabungan (yakni persentase gulungan medan yang dihubungkan secara seri). Bila motor seri diberi penguat shunt tambahan seperti gambar dibawah disebut motor kompon shunt panjang.

Putri Endah Rahmawati 2015-11-249 Bila motor shunt diberi tambahan penguat seri seperti gambar dibawah disebut motor kompon shunt pendek Laboratorium Mesin Listrik STT-PLN .

sikat arang. Putri Endah Rahmawati 2015-11-249 Generator DC Generator DC merupakan sebuah perangkat mesin listrik dinamis yang mengubah energi mekanis menjadi energi listrik. yaitu bagian mesin DC yang diam. kipas rotor dan poros rotor. proteksi terhadap beban lebih. belitan rotor. Bagian yang harus menjadi perhatian untuk perawatan secara rutin adalah sikat arang yang akan memendek dan harus diganti secara periodic / berkala. Konstruksi Generator DC Generator DC terdiri dua bagian. Generator kompon 1. Konstruksi Generator DC Pada umumnya generator DC dibuat dengan menggunakan magnet permanent dengan 4-kutub rotor. Gambar 1 menunjukkan gambar potongan melintang konstruksi generator DC. regulator tegangan digital. penyearah. yaitu stator. yaitu bagian mesin DC yang berputar. gunakan amplas Laboratorium Mesin Listrik STT-PLN . bearing dan terminal box. Generator DC menghasilkan arus DC / arus searah. Generator shunt 3. Generator penguat terpisah 2. Gambar 1. bearing dan rumah generator atau casis. starter eksitasi. Generator DC dibedakan menjadi beberapa jenis berdasarkan dari rangkaian belitan magnet atau penguat eksitasinya terhadap jangkar (anker). Sedangkan bagian rotor terdiri dari: komutator. Bagian stator terdiri dari: rangka motor. serta bagian rotor. Komutator harus dibersihkan dari kotoran sisa sikat arang yang menempel dan serbuk arang yang mengisi celah-celah komutator. jenis generator DC yaitu: 1. dan bagian rotor. belitan stator.

akan menghasilkan tegangan induksi nol. Gambar 2. Gambar 3. maka akan terjadi perpotongan medan magnet oleh lilitan kawat pada rotor. Tegangan induksi terbesar terjadi saat rotor menempati posisi seperti Gambar 2 (a) dan (c). Prinsip kerja Generator DC Pembangkitan tegangan induksi oleh sebuah generator diperoleh melalui dua cara: • dengan menggunakan cincin-seret. Daerah medan ini disebut daerah netral. menghasilkan tegangan DC. 2. Hal ini akan menimbulkan tegangan induksi. • dengan menggunakan komutator. Hal ini karena tidak adanya perpotongan medan magnet dengan penghantar pada jangkar atau rotor. Pembangkitan Tegangan Induksi. Pada posisi ini terjadi perpotongan medan magnet secara maksimum oleh penghantar. Laboratorium Mesin Listrik STT-PLN . menghasilkan tegangan induksi bolak-balik. Tegangan Rotor yang dihasilkan melalui cincin-seret dan komutator. Putri Endah Rahmawati 2015-11-249 halus untuk membersihkan noda bekas sikat arang. Proses pembangkitan tegangan tegangan induksi tersebut dapat dilihat pada Gambar 2 dan Gambar 3.(b). Jika rotor diputar dalam pengaruh medan magnet. Sedangkan posisi jangkar pada Gambar 2.

maka ibu jari akan menunjukkan arah gaya (torsi). serta arah arus listrik. Bila ujung belitan rotor dihubungkan dengan komutator satu cincin Gambar 3.(1). komponen ini sering kita dengar dengan sebutan cincin belah. Cincin belah Laboratorium Mesin Listrik STT-PLN . yakni arah gaya gerak kumparan kawat. maka dihasilkan listrik DC dengan dua gelombang positip. maka dihasilkan listrik AC (arus bolak-balik) berbentuk sinusoidal. rotor generator diskemakan dengan sebuah kawat angker penghantar listrik (armature) yang membentuk persegi panjang. Pada skema di atas. dan jari tengah menunjukkan arah arus listrik. Sebuah komutator berfungsi sebagai penyearah tegangan AC. seperti ditunjukkan Gambar 3. Teori yang mendasari terbentuknya GGL induksi pada generator ialah percobaan Faraday. Sebelum lebih lanjut memahami prinsip kerja generator. Kaidah tangan kanan fleming adalah sebuah metode mneumonik untuk memudahkan kita menentukan arah vektor dari ketiga komponen hukum Faraday. sebanding dengan banyaknya putaran dan besarnya arus eksitasi (arus penguat medan). jari telunjuk menunjukkan arah medan magnet. • Rotor dari generator DC akan menghasilkan tegangan induksi bolak-balik.(2) dengan dua belahan. Putri Endah Rahmawati 2015-11-249 Jika ujung belitan rotor dihubungkan dengan slip-ring berupa dua cincin (disebut juga dengan cincin seret). • Besarnya tegangan yang dihasilkan oleh sebuah generator DC. Skema Bagian-bagian Generator DC Generator DC memiliki komponen yang sama persis dengan motor listrik DC. Pada kedua ujung kawat angker terpasang komutator berbentuk lingkaran yang terbelah menjadi dua. terlebih dahulu Anda harus mengenal kaidah tangan kanan Fleming. arah medan magnet. Jika Anda menirukan posisi jari tangan kanan Anda seperti pada gambar di atas.

Pada bagian yang kontak langsung dengan cincin belah. Kawat angker ABCD dapat berputar dengan sumbu a-b. stator dilengkapi dengan sikat karbon yang berfungsi untuk menghubungkan arus listrik yang dibangkitkan pada kawat angker ke rangkaian di luar generator. Kawat angker berada dalam posisi horisontal pada gambar (a). Putri Endah Rahmawati 2015-11-249 termasuk bagian dari rotor. dengan arah yang searah putaran jarum jam sesuai pada gambar. dan berada di tengah-tengah medan magnet N-S. Dengan menggunakan kaidah tangan kanan Fleming. sehingga ia ikut berputar dengan rotor. Putaran ini memberikan gaya torsi dengan arah yang selalu tegak lurus dengan kawat angker. Kawat A-B mengalami gaya torsi yang mengarah ke bawah (sesuai arah putaran angker). kita akan dengan mudah menentukan arah arus listrik yang terbangkitkan adalah dari titik A ke B. Laboratorium Mesin Listrik STT-PLN . Kawat angker sedang dalam kondisi diputar oleh sumber dari luar. Sedangkan stator generator tersusun atas dua magnet dengan kutub berbeda yang saling berhadapan. (a) (b) (c) Prinsip Kerja Generator DC Gambar di atas adalah skema sederhana proses kerja generator DC.

Grafik Voltase yang Dibangkitkan Generator DC Grafik di atas menunjukkan besar voltase gaya gerak listrik yang dibangkitkan oleh sebuah generator dengan satu lilitan kawat angker pada beberapa posisi lilitan. Terlihat bahwa grafik berbentuk setengah gelombang yang selalu berulang secara periodik. sedangkan pada kawat C-D arus listrik akan mengarah dari D-C. melalui cara yang sama akan dengan mudah kita tentukan arah arus listrik yang terbangkitkan adalah dari C ke D. Skema Generator dengan Empat Lilitan Armature Laboratorium Mesin Listrik STT-PLN . sedangkan untuk kawat C-D arah torsi adalah mendatar ke kanan. Penggunaan banyak lilitan ini akan menghasilkan voltase yang semakin stabil di setiap waktu. Pada kondisi ini kembali dengan mudah kita dapat menentukan arah arus listrik yang teebangkitkan. maka pada posisi ini tidak akan timbul gaya gerak listrik. Karena vektor torsi ini sejajar dengan garis gaya magnet dan tidak terjadi pemotongan garis gaya magnet. Semakin banyak jumlah lilitan. Pada aplikasinya. Gambar berikut adalah generator dengan empat lilitan. Pada gambar (c) kawat angker kembali berposisi horisontal. hal ini dikarenakan arus yang dibangkitkan oleh generator DC yang selalu searah. Celah yang ada di tiap tengah-tengah gelombang voltase akan semakin tertutup. tampak grafik voltasenya menjadi semakin rata dan stabil. Putri Endah Rahmawati 2015-11-249 Demikian pula dengan kawat C-D. akan semakin tertutupi celah-celah tersebut. Untuk kawat A-B arus listrik akan mengarah dari B ke A. generator DC selalu menggunakan lebih dari satu lilitan kawat angker. Nilai voltase pada setiap waktu adalah positif. Pada gambar (b) arah torsi yang terjadi pada kawat A-B adalah mendatar ke arah kiri.

Jangkar Generator DC. Fluks ini memotong lilitan jangkar sehingga timbul tegangan induksi. Belitan jangkar terdiri dari beberapa kumparan yang dipasang di dalam alur jangkar. Permiabilitas yang besar diperlukan agar lilitan jangkar terletak pada derah yang induksi magnetnya besar. Laboratorium Mesin Listrik STT-PLN . Belitan tersebut merupakan tempat terbentuknya tegangan induksi. sehingga tegangan induksi yang ditimbulkan juga besar. Reaksi Jangkar Fluks magnet yang ditimbulkan oleh kutub-kutub utama dari sebuah generator saat tanpa beban disebut Fluks Medan Utama (Gambar 5). Jangkar Generator DC Jangkar adalah tempat lilitan pada rotor yang berbentuk silinder beralur. Tiap-tiap kumparan terdiri dari lilitan kawat atau lilitan batang. Gambar 4. 4. Pada umumnya jangkar terbuat dari bahan yang kuat mempunyai sifat feromagnetik dengan permiabilitas yang cukup besar. Putri Endah Rahmawati 2015-11-249 Grafik Voltase Generator dengan Empat Lilitan Armature 3.

Laboratorium Mesin Listrik STT-PLN . Putri Endah Rahmawati 2015-11-249 Gambar 5. Pengaruh adanya interaksi antara medan utama dan medan jangkar ini disebut reaksi jangkar. Dengan kata lain. Medan Jangkar dari Generator DC (a) dan Reaksi Jangkar (b). Untuk mengembalikan garis netral ke posisi awal. garis netral akan bergeser. dan akan memperkuat medan utama yang terletak di sebelah kanan kutub utara. Pergeseran garis netral akan melemahkan tegangan nominal generator. Arus jangkar ini menyebabkan timbulnya fluks pada penghantar jangkar tersebut dan biasa disebut FIuks Medan Jangkar (Gambar 6). Munculnya medan jangkar akan memperlemah medan utama yang terletak disebelah kiri kutub utara. Reaksi jangkar ini mengakibatkan medan utama tidak tegak lurus pada garis netral n. dipasangkan medan magnet bantu (interpole atau kutub bantu). tetapi bergeser sebesar sudut α. Gambar 6. seperti ditunjukkan pada Gambar 7.(a). Medan Eksitasi Generator DC Bila generator dibebani maka pada penghantar jangkar timbul arus jangkar.

Generator kompon • Generator Penguat Terpisah Pada generator penguat terpisah. yaitu: 1. Dengan bergesernya garis netral. dan ini sangat berpotensi menimbulkan kebakaran atau bahaya lainnya. Putri Endah Rahmawati 2015-11-249 Gambar 7. Lilitan magnet bantu berupa kutub magnet yang ukuran fisiknya lebih kecil dari kutub utama. yaitu: • lilitan magnet utama • lilitan magnet bantu (interpole) • lilitan magnet kompensasi 5. Reaksi jangkar ini dapat juga diatasi dengan kompensasi yang dipasangkan pada kaki kutub utama baik pada lilitan kutub utara maupun kutub selatan. Oleh karena itu. bahwa generator DC berdasarkan dari rangkaian belitan magnet atau penguat eksitasinya terhadap jangkar (anker) dibagi menjadi 3 jenis. sebab sikat terhubung dengan penghantar yang mengandung tegangan. generator dengan komutator dan lilitan kompensasinya. maka sikat yang diletakkan pada permukaan komutator dan tepat terletak pada garis netral n juga akan bergeser. sikat juga harus digeser sesuai dengan pergeseran garis netral. Generator dengan Kutub Bantu (a) dan Generator Kutub Utama. belitan eksitasi (penguat eksitasi) tidak terhubung menjadi satu Laboratorium Mesin Listrik STT-PLN . Generator shunt 3. seperti ditunjukkan pada gambar 7 (a) dan (b). Bila sikat tidak digeser maka komutasi akan jelek. Jika sikat dipertahankan pada posisi semula (garis netral). Generator penguat terpisah 2. Belitan Kompensasi (b). Kini dalam rangkaian generator DC memiliki tiga lilitan magnet. maka akan timbul percikan bunga api. Kutub Bantu. Jenis-Jenis Generator DC Seperti telah disebutkan diawal.

Magnet permanent / magnet tetap (Gambar 8. Terdapat dua jenis generator penguat terpisah. Pengaturan dapat dilakukan secara elektronik atau magnetik. Karakteristik tegangan V relatif konstan dan tegangan akan menurun sedikit ketika arus beban I dinaikkan mendekati harga nominalnya. Penguat dengan magnet permanen menghasilkan tegangan output generator yang konstan dari terminal rotor A1-A2. Generator ini bekerja dengan catu daya DC dari luar yang dimasukkan melalui belitan F1-F2. Energi listrik yang dihasilkan oleh penguat elektromagnet dapat diatur melalui pengaturan tegangan eksitasi.a) 2. Karakteristik Generator Penguat Terpisah Laboratorium Mesin Listrik STT-PLN . Generator Penguat Terpisah. yaitu: 1. Penguat elektromagnetik (Gambar 8. Putri Endah Rahmawati 2015-11-249 dengan rotor. Karakteristik Generator Penguat Terpisah Gambar 9.b) Gambar 8.

sehingga tegangan induksi menjadi kecil. Diagram rangkaian generator shunt dapat dilihat pada Gambar 10. Perurunan tegangan akibat resistansi jangkar dan reaksi jangkar. Ie adalah arus eksitasi. b. • Generator Shunt Pada generator shunt. dan tegangan terminal meningkat sampai mencapai tegangan nominalnya.Tegangan output generator akan sedikit turun jika arus beban semakin besar. dihasilkan tegangan yang akan memperkuat medan magnet stator. Makin besar arus eksitasi shunt. Diagram Rangkaian Generator Shunt Jika generator shunt tidak mendapatkan arus eksitasi. selanjutnya mengakibatkan turunnya pasokan arus penguat ke medan magnet. maka tidak akan ada tegangan atau energi listrik yang dihasilkan oleh generator tersebut. Pengaturan arus eksitasi yang melewati belitan shunt E1-E2 diatur oleh tahanan geser. Rotor berputar dalam medan magnet yang lemah. Tegangan awal generator diperoleh dari magnet sisa yang terdapat pada medan magnet stator. atau rotor terhubung-singkat. karakteristik generator penguat terpisah saat eksitasi penuh (Ie 100%) dan saat eksitasi setengah penuh (Ie 50%). maka sisa megnetisasi tidak akan ada. penguat eksitasi E1-E2 terhubung paralel dengan rotor (A1-A2). makin besar medan penguat shunt yang dihasilkan. Putri Endah Rahmawati 2015-11-249 Gambar 9 menunjukkan: a. Karakteristik Generator Shunt Laboratorium Mesin Listrik STT-PLN . c. Gambar 10. I adalah arus beban. Kerugian tegangan akibat reaksi jangkar. atau jika belitan eksitasi salah sambung atau jika arah putaran terbalik. sampai dicapai tegangan nominalnya.

Diagram rangkaian generator kompon ditunjukkan pada Gambar 12. dan lainnya merupakan penguat seri. • Generator Kompon Generator kompon mempunyai dua penguat eksitasi pada inti kutub utama yang sama. Karakteristik Generator Shunt. Sebagai sumber tegangan. Gambar 12. karena seharusnya sebuah generator mempunyai tegangan output yang konstan. karakteristik dari generator penguat terpisah dan generator shunt tentu kurang baik. Pengatur medan magnet (D1-D2) terletak di depan belitan shunt. Tegangan output akan turun lebih banyak untuk kenaikan arus beban yang sama. Generator shunt mempunyai karakteristik seperti ditunjukkan pada Gambar 11. dibandingkan dengan tegangan output pada generator penguat terpisah. Diagram Rangkaian Generator Kompon Laboratorium Mesin Listrik STT-PLN . Satu penguat eksitasi merupakan penguat shunt. namun hal ini dapat diperbaiki pada generator kompon. Putri Endah Rahmawati 2015-11-249 Gambar 11.

Karakteristik Generator Kompon Gambar 13 menunjukkan karakteristik generator kompon. Laboratorium Mesin Listrik STT-PLN . yang cenderung tegangannya akan turun jika arus bebannya naik. Putri Endah Rahmawati 2015-11-249 Karakteristik Generator Kompon Gambar 13. yang cenderung naik tegangannya jika arus beban bertambah besar. Tegangan output generator terlihat konstan dengan pertambahan arus beban. baik pada arus eksitasi penuh maupun eksitasi 50%. Hal ini disebabkan oleh adanya penguatan lilitan seri. Jadi ini merupakan kompensasi dari generator shunt.