Anda di halaman 1dari 5

Nomor :

Revisi Ke :
Berlaku Tgl :

PROSEDUR
PENERAPAN MANAJEMEN
RESIKO LABORATORIUM

Penanggung Jawab
Disiapkan Diperiksa Disyahkan
Pokja Yanmed Ketua Akreditasi Kepala Puskesmas

dr. Sri Suwanti dr. Lilis Handayani U.


Umi Khamidah
NIP. 19700706 200212 2 008 NIP.
NIP.19671130 199102 2 001

DINAS KESEHATAN KABUPATEN WONOSOBO

Puskesmas Wonosobo I
Alamat : Jl. Mayjend Bambang Sugeng No. 24 Wonosobo
Telp. (0286) 321897

Laboratorium Puskesmas Wonosobo I By


Erna Anggraeni
PENERAPAN MANAJEMEN Disahkan oleh
RESIKO Kepala Puskesmas
Wonosobo I
LABORATORIUM
No. Kode :
Terbitan :
PUSKESMAS
WONOSOBO I SPO No. Revisi : dr. Lilis Handayani U.
Tgl. Berlaku : NIP.
Halaman :

1. Tujuan Berguna untuk keamanan kerja di laboratorium dan mengetahui cara


mengatasi bahaya kerja di laboratorium.
2. Kebijakan Petugas laborat
3. Ruang lingkup Ruang Laboratorium
4. Definisi Penerapan mengenai tata cara penanganan resiko kerja yang bisa terjadi di
laboratorium.
5. Prosedur 1. Petugas menggunakan jarum semprit dengan sistem pengunci untuk
mencegah tusukan dari terlepasnya jarum semprit,
2. Petugas menggunakan alat suntik sekali pakai..
3. Petugas mematikan sentrifuse dan jangan dibuka selama 30 menit, jika
diduga ada tabung yang pecah saat sentrifugasi.
4. Petugas menggunakan hand scoun dan sarung tangan yang tebal untuk
mengambil forsep/ pecahan untuk mencegah penularan specimen yang
infeksius.
5. Petugas menggunakan pipet otomatis dan tidak menggunakan pemipetan
mulut karena dapat menyebabkan tertelannya organisme pathogen.
6. Petugas menggunakan alat masker guna melindungi terhirupnya partikel
mikroorganisme patogen
7. Petugas menggunakan jas laborat yang telah terstandar.
8. Petugas menggunakan sterilisator pada alat laborat untuk menghindari
kontaminasi mikroorganisme yang patogen
9. Petugas menggunakan insenerator untuk penanganan limbah hasil
pemeriksaan laborat
10. Petugas melakukan desinfektan disebelum dan sesudah pemeriksaan
laboratorium

6. Diagram Alir
Petugas menggunakan jarum semprit dengan sistem pengunci
untuk mencegah tusukan dari terlepasnya jarum semprit,
Laboratorium Puskesmas Wonosobo I By
Erna Anggraeni
Petugas menggunakan alat suntik sekali pakai..

Petugas mematikan sentrifuse dan jangan dibuka selama 30


menit, jika diduga ada tabung yang pecah saat sentrifugasi.

Petugas menggunakan pipet otomatis dan tidak


menggunakan pemipetan mulut karena dapat
menyebabkan tertelannya organisme pathogen.
Petugas menggunakan sarung tangan tebal untuk

Petugas menggunakan sarung tangan tebal untuk


mengambil forsep/ pecahan untuk mencegah
penularan specimen yang infeksius.

Petugas menggunakan alat masker guna melindungi


terhirupnya partikel mikroorganisme patogen

Petugas menggunakan jas laborat yang telah


terstandar.

Petugas menggunakan sterilisator pada alat laborat


untuk menghindari kontaminasi mikroorganisme
yang patogen

Petugas menggunakan insenerator untuk


penanganan limbah hasil pemeriksaan laborat

Petugas melakukan desinfektan di ruangan


laboratorium

Gunakan alat inenerasi mikro untuk menghindari


aerosol yang dapat menyebabkan percikan dan
penyebaran bahan infeksi
7. Referensi Pedoman Good laboratory practice
8. Dokumen Terkait
9. Distribusi Laboratorium

Laboratorium Puskesmas Wonosobo I By


Erna Anggraeni
10. Rekaman Historis Perubahan
Tgl. Mulai
No Yang dirubah Isi Perubahan
Perubahan

PENERAPAN MANAJEMEN RESIKO


LABORATORIUM
No. Kode :

PUSKESMAS
DAFTAR Terbitan :
WONOSOBO I TILIK No. Revisi :

Laboratorium Puskesmas Wonosobo I By


Erna Anggraeni
Tgl. Berlaku :
Halaman :

NO URAIAN KEGIATAN YA TDK TB

1 Apakah petugas menggunakan jarum semprit dengan sistem pengunci


untuk mencegah tusukan dari terlepasnya jarum semprit?

2 Apakah petugas menggunakan alat suntik sekali pakai?

3 Apakah petugas mematikan sentrifuse dan jangan dibuka selama 30


menit, jika diduga ada tabung yang pecah saat sentrifugasi?

4 Apakah petugas menggunakan sarung tangan tebal untuk mengambil


forsep/ pecahan untuk mencegah penularan specimen yang infeksius?

5 Apakah petugas menggunakan pipet otomatis dan tidak menggunakan


pemipetan mulut karena dapat menyebabkan tertelannya organisme
pathogen?

6 Apakah petugas menggunakan alat masker guna melindungi


terhirupnya partikel mikroorganisme pathogen?

7 Apakah petugas menggunakan jas laborat yang telah terstandar?

8 Apakah petugas menggunakan sterilisator pada alat laborat untuk


menghindari kontaminasi mikroorganisme yang pathogen?

9 Apakah petugas menggunakan insenerator untuk penanganan limbah


hasil pemeriksaan laborat?

10 Apakah petugas melakukan desinfektan di ruangan laboratorium?

……………………., ………………..
Observer Tindakan

………………………….
NIP. ……………………..

Laboratorium Puskesmas Wonosobo I By


Erna Anggraeni